of 20/20
PERANG ASIA – PASIFIK DAN PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA DISUSUN OLEH: RIZKY PUTRI WAHYUNI SMPN 1 ARJAWINANGUN

Perang asia – pasifik dan pendudukan jepang di indonesia

  • View
    14.733

  • Download
    6

Embed Size (px)

Text of Perang asia – pasifik dan pendudukan jepang di indonesia

  • 1. PERANG ASIA PASIFIK DAN PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA DISUSUN OLEH: RIZKY PUTRI WAHYUNISMPN 1 ARJAWINANGUN

2. PERANG ASIA PASIFIK DAN PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA Perang Asia Pasifik diawali oleh Jepang dengan membom secara tiba- tiba terhadap pangkalan terbesar angkatan laut Amerika Serikat Pearl Harbour di Pasifik pada tanggal 7 Desember 1941. Jepang dalam waktu singkat melakukan serbuan ke selatan yakni pada tanggal 8 desember 1941 menyerbu lapangan terbang clark field dan lapangan Iba di pulau Luzon Filipina. 3. Setelah berhasil, menguasai dua tempat tersebut Jepang melanjutkan menduduki pulau hainan, hongkong, dan bangkok. Pada tanggal 10 Desember 1941 jepang menduduki pulau luzon dan bataan di filipina, kemudian 16 Desember 1941 jepang berhasil menduduki Birma (myanmar) dan akhirnya pada tanggal 20 desember 1941 jepang menduduki davao di filipina. 4. MASA PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA Sejak 8 Maret 1942 , belanda tidak lagi menduduki wilayah Indonesia.Belanda Dikalahkan dan diusir oleh jepang. Setelah membantu mengusir belanda, rakyat Indonesia meyakini bahwa jepangakan menciptakan kemakmuran bersama seperti yang di kampanyekan pihak jepang. Namun, masa jepang di Indonesia justru adalah masa pendudukan yang penuh penderitaan dan bahkan lebih berat daripada penjajahan sebelumnya. 5. Jepang menguasai Asia Tenggara, dengan tujuan menjadikan kawasan asia tenggara sebagai sumber bahan mentah bagi industri perang dan pertahanannya. Jepang juga berusaha untuk memotong garis perbekalan musuh yang berada di wilayah ini. Hal ini terlihat ketika jepang berhasil menduduki dan menguasai Indonesia. Jepang membagi wilayah Indonesia ke dalam tiga pendudukan pemerintahan militer. Wilayah I, terdiri atas Jawa dan Madura yang berpusat di Jalarta. Wilayah II, terdiri atas Sumatra yang berpusat di Bukittinggi Wilayah III, terdiri atas Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, dan Nusa Tenggara yang berpusat di Makasar. 6. CARA DAN UPAYA JEPANG MENGEKSPLOITASI SUMBER KEKAYAAN INDONESIA Jepang amat membutuhkan dana yang besar bagi biaya perangnya. Jepang juga memerlukan bantuan tepur dari negaranegara yang dijajahnya. Indonesia merupakan salah satu wilayah yang di perkirakan mampu mendukung kemenangan jepang. Hal ini dapat dilihat dari tersedianya sumber daya alam dan tenaga kerja. 7. a. Pemerasan Sumber Daya Alam Berbagai cara di lakukan oleh Jepang untuk bisa mengeruk sumber-sumber alam yang ada di Indonesia. Semua itu dilakukan Jepang demi tercapainya cita-cita dan ambisi politiknya. Cara-cara jepang memeras kekayaan bangsa Indonesia antara lain : Memonopoli hasil perkebunan Jepang memaksa rakyat Indonesia untuk menanam pohon jarak untuk pelumas pesawat. 8. b. Pemerasan Sumber Daya Alam 1. Romusha Romusha adalah tenaga kerja paksa yang di kerahkan pihak jepang untuk membangun sarana dan prasarana militer jepang, baik di Indonesia maupun di luar Indonesia. 9. 2. Pembentukan Organisasi Militer dan Semi Militer Sejak jepang dipukul oleh pihak sekutu dalam pertempuran di laut karang pada 7 mei 1942, jepang berupaya menarik simpati bangsa indonesia dengan melunakkan sikapnya. Bahkan jepang mulai memanfaatkan para pemuda indonesia dengan membentuk beberapa organisasi semi militer, seperti: Seinendan (barisan pemuda) Seinentan (barisan murid-murid Sekolah Dasar) Gakukotai (barisan murid-murid Sekolah lanjutan) Fujinkai (Barisan wanita) Keibodan (Barisan pembantu polisi) Syuisintai (Barisan pelopor) 10. Selain organisasi semi militer, jepang juga membentuk organisasi militer resmi yang di tunjukkan sebagai bala bantuan menghadapi sekutu. Ada dua macam organisasi yang berhasil di bentuk, yaitu: 1. Heiho (barisan pembantu prajurit Jepang) 2. PETA (Pembela Tanah Air) 11. Perjuangan Para Pemimpin Bangsa dalam Mencapai Kemerdekaan Para pemimpin pergerakan nasional yang berjuang sejak masa penjajahan belanda terbagi sikapnya dalam menghadapi jepang, yakni perjuangan kooperasi (bekerjasama) dan non-kooperasi (tidak bekerjasama). a. Kooperasi Pada permulaan kedatangan di Indonesia jepang membentuk gerakan Tiga A yang di pimpin oleh mr. Sjamsudin. Gerakan ini mempropagandakan tiga hal pokok, yakni: a) Nippon cahaya Asia. b) Nippon pelindung Asia. c) Nippon pemimpin Asia. 12. pada 16 April 1943 jepang membentuk organisasi baru dengan nama Pusat Tenaga Rakyat( PUTERA), para pemimpin PUTERA di kenal dengan sebutan Empat Serangkai . Mereka adalah Ir. Soekarno ,Drs. Moh. Hatta , K.H. Mas Mansjur, Dan Ki Hajar Dewantara. setelah jepang mengetahui bahwa PUTERA lebih bermanfaat bagi bangsa indonesia, organisasi tersebut dibubarkan, sebagai penggantinya dibentuklah organisasi jawa hokokai (Gerakan Kebangkitan Jawa). 13. b. Non Kooperasi ( gerakan bawah tanah ) gerakan ini merupakan bentuk perjuangan bangsa indonesia yang di lakukan secara rahasia. Gerakan bawah tanah ini di lakukan setelah partai-partai yang ada di bubarkan jepang. Perlawanan dari para pemimpin bangsa indonesia di bawah tanah yang terorganisasi mengadakan hubungan rahasia dengan bung karno dan bung Hatta. Beberapa kelompok tersebut di antaranya: 1. Golongan amir Syarifuddin 2. Golongan sutan syahrir 3. Golongan sukarni 4. Golongan kaigun(ahmad soebarjo) 14. c. Perlawanan Bersenjata 1. perlawanan rakyat a. Perlawanan di Cot Plieng Aceh oleh Tengku Abdul Jalil Pemerintah militer Jepang berusaha membujuk Tengku Abdul Jalil untuk berdamai, akan tetapi gagal . Kegagalan itu menyebabkan jepang melakukan serangan ke Cot Plieng pada 10 November 1942.pada waktu itu rakyat aceh sedang melakukan sholat subuh. Dengan bermodalkan senjata pedang, rencong, dan klewang, rakyat Aceh berhasil memukul mundur pasukan jepang hingga mereka kembali ke Lhokseumawe. 15. b. Perlawanan di sukamanah, Singaparna (Tasikmalaya) Perlawanan ini di pimpin oleh K.H. Zaenal Mustafa,yang berawal dari paksaan jepang untuk melakukan seikerei. c. Perlawanan rakyat Indramayu , Jawa Barat perlawanan rakyat Indramayu terhadap pendudukan jepang yang terjadi pada bulan juli 1944, dan di pimpin oleh H. Madriyas. Perlawanan ini disebabkan karena rakyat sudah tidak tahan menerima perilaku kekejaman yang dilakukan oleh pihak Jepang 16. d. Perlawanan rakyat Pontianak, Kalimantan Barat tokoh- tokoh masyarakat Pontianak dari berbagai golongan mengadakan pertemuan rahasia di Gedung Medan Sepakat pada 16 Oktober 1943. mereka akan mengadakan perlawanan terhadap pendudukan militer Jepang. Namun rencana tersebut terdengar pihak jepang. Akibatnya, sebelum perlawanan terjadi jepang telah mengadakan penangkapan dan pembunuhan rakyat serta beberapa tokoh masyarakat pontianak. 17. e. Perlawanan Teuku Hamid di Aceh perlawanan ini terjadi pada bulan November 1944, dan perlawanan ini juga menimbulkan banyak korban dari rakyat karena sebagian besar tidak bersenjata. 18. 2. Perlawanan PETA 1) Perlawanan PETA di Blitar oleh syodanco (komandan peleton) Supriyadi 2) Perlawanan PETA di Cilacap oleh budanco (komandan regu) khusaeri. 19. DAMPAK PENDUDUK JEPANG DI INDONESIA Dampak negatif kelaparan dan kemiskinan akibat kewajiban penyerahan pangan Kerja paksa (Romusha) Kerusakan lingkungan akibat penebangan hutan secara besar- besaran Dampak positif Berkembangnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar resmi Para pemuda mendapatkan pelatihan militer Kesempatan untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia 20. Thank you For you attention