of 33 /33
Kata pengantar Puji syukur kami panjatkan atas Kehadirat Tuhan yang Maha Esa Alhamdulilah. Tim penulis berhasil menyusun karya yang sederhana dan penuh kekurangan ini dalam rangka memenuhi tugas dan mata kuliah Menajemen Pendidikan dengan (Judul Menajemen Pengembangan kurikulum). kami sangat menyadari sekali kalau Makalah atau yang lebih pantas disebut Karya singkat kami ini masih sangat jauh dari bagus apalagi sempurna, akan tetapi tujuan terbesar kami terkait materi yang ada didalamnya sangat besar sekali manfaatnya untuk membantu Calon Konselor, Calon Guru, Calon pendidik serta siapa saja yang berada pada jalur Bidang Akademik untuk membaca dan memahaminya terkait dengan kekurangan yang ada disana-sini yeng telah kami sebutkan diatas oleh karenanya kami sangat mengharapkan sekali kritikan dan saran yang membangun dari pembaca semuanya agar dapat memberikan kesan bagus dan sempurna pada Makalah atau tugas berikutnya kami sangat sadar sekali sebagaimana kata pepatah tiada gading yang tak retak oleh karenanya sekali lagi kritikan dan saran yang membangun sangat kami harapakan untuk perbaikan Makalah berikutnya, lebih dan kurang kami mohon maaf atas perhatiannya diucapakan terimah kasih wasalamualaikum, Wr. Wb.

MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Kata pengantar

Puji syukur kami panjatkan atas Kehadirat Tuhan yang Maha Esa

Alhamdulilah. Tim penulis berhasil menyusun karya yang sederhana dan penuh

kekurangan ini dalam rangka memenuhi tugas dan mata kuliah Menajemen

Pendidikan dengan (Judul Menajemen Pengembangan kurikulum). kami sangat

menyadari sekali kalau Makalah atau yang lebih pantas disebut Karya singkat

kami ini masih sangat jauh dari bagus apalagi sempurna, akan tetapi tujuan

terbesar kami terkait materi yang ada didalamnya sangat besar sekali manfaatnya

untuk membantu Calon Konselor, Calon Guru, Calon pendidik serta siapa saja

yang berada pada jalur Bidang Akademik untuk membaca dan memahaminya

terkait dengan kekurangan yang ada disana-sini yeng telah kami sebutkan diatas

oleh karenanya kami sangat mengharapkan sekali kritikan dan saran yang

membangun dari pembaca semuanya agar dapat memberikan kesan bagus dan

sempurna pada Makalah atau tugas berikutnya kami sangat sadar sekali

sebagaimana kata pepatah tiada gading yang tak retak oleh karenanya sekali lagi

kritikan dan saran yang membangun sangat kami harapakan untuk perbaikan

Makalah berikutnya, lebih dan kurang kami mohon maaf atas perhatiannya

diucapakan terimah kasih wasalamualaikum, Wr. Wb.

Tim penulis

Page 2: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

Daftar isi

Judul ………………………………………………………………………... i

Kata Pengantar ……………………………………………………………… ii

Daftar Isi…………………………………………………………………… iii

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang …………………………………………………………… 1

Identifikasi Masalah ……………………………………………………… 2

Rumusan Masalah ………………………………………………………... 3

Batasan Masalah ………………………………………………………… 4

Tujuan …………………………………………………………………… 5

Manfaat ………………………………………………………………… 6

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………… 8

BAB III…………………………………………………………………… 9

Kesimpulan………………………………………………………………… 10

Penutup …………………………………………………………………….. 11

Daftar Pustaka……………………………………………………………… 12

1 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 3: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang

Kemajuan Didunia Pendidikan dewasa ini sangat berkembang secara pesat

beberapa pusat sumber pendidikan dan pembelajaran hampir dijumpai dimana–

mana mulai dari antar Propinsi, Kota, sampai Pelosok Desa dibangun

inprastruktur pendidikan yang kesemuanya mempunyai orientasi atau tujuan

untuk meningkatkan taraf hidup dan kenerja manusia yang sesunguhnya dalam

dunia pendidikan, dikutip dari pernyataan KH. Hajar Dewantoro yang

menjelaskan dan menyatakan bahwa Pendidikan sejatinya merupakan proses

memanusiakan manusia yang sesunguhnya dengan tujuan dan pelaksanaan yang

matang dengan disertai oleh kinerja proses analisa kegiatan dan program kesatuan

yang ada didalamnya, jika merujuk pada kata-kata tersebut dan kemudian

diaplikasikan pada sistem belajar didalam Skala Pendidikan kita apakah

pernyataan tersebut suda terrealisasi? Semua pertanyaan akan merujuk pulalah

pada aspek jawaban ya atau tidak.

Beberapa tujuan dasar dari pendidikan sebagaimana yang telah disebutkan

diatas yaitu untuk memanusiakan manusia seutuhnya selain itu juga memuat

tujuan lain yaitu untuk mencerdaskan kehidupan Bangasa dan tujuan yang lain

juga sama intinya inggin meningkatkan taraf hidup dan hajat orang banyak,

seringkali jika mau melihat kebelakang akan dunia pendidikan dan juga

menyingung aspirasi politik yang menyuarakan atau terkait dengan pendidikan

semua orang akan berlomba-lomba untuk ikut , ambil bagian dan menduduki

peranan dalam aplikasi yang telah dicita-citakan, akan tetapi apakah hanya

terbatas pada itu saja bukankah yang sejatinya lebih bijak adalah benar-benar

memberikan kesan positif untuk perkembangan dan kebaikan terhadapa

pendidikan itu demi kemajuan bersama dalam kehidupan Berbangsa dan

Bernegara.

2 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 4: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

Indonesia terkait dengan pendidikan pasti ujung-ujungnya akan membahas

yang namanya materi dan program didalam materi memberikan penjelasan

tentang dana dan sumber dana yang merupakan aset dasar dalam aplikasi

pendidikan selain itu juga program didalam program berisi tentang segalah

sesuatu yang berupa sepaket data terkait rencana yang ada didalamnya termasuk

kurikulum , kurikum dibentuk secara umum untuk memetakan antara tujuan

pelaksanaan layanan serta bagaiamana mengaplikasikan bagian-bagian inti

pendidikan atau Transfer (Values and Knowlwdg) kepada siswa (peserta didik)

dari seorang guru kepada siswa (peserta didik) atau pihak pendidik kepada siswa-

siswanya didalam proses belajar untuk meningkatkan semacam pembelajaran dan

apliaksi kesan sambung program pembelajaran terkait dengan rumusan

pendidikan .

2. Identifikasi masalah

1. Kurikulum merupakan bagian dasar dalam pendidikan.

2. Kesatuan yang ada dalam kurikulum merupakan bagian dalam

landasan pendidikan.

3. Tujuan dasar dari pendidikan adalah memanusiakan manusia..

3. Rumusan masalah

1. Apakah permasalahan mendasar dalam kurikulum.

2. Bagaimana tingkat keberhasilan penanganan kurikum.

3. Mengapa perlu diadakan evaluasi kurikulum.

4. Batasan masalah

1. Bagaimana tingkat evaluasi kurikulum dari tahun ke tahun.

2. Apakah yang perlu diperhatiak dalam penyususnan kurikulum.

3. Bagaiamanakah cara melakukan Evaluasi terkait dengan kinerja

pelakasanan pembuatan kurikulum dari tahun– ketahun.

3 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 5: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

5. Tujuan

Untuk mengetahui dan mamahami bagaimana sebenarnya kurikulum

secara total mulai dari perumusan penyusunan, aplikasi sampai batas finishing

akhir yaitu Evaluasi.

6. Manfaat

Menjadi landasan dasar dalam pembuatan media kurikulum serta

memberikan semacam pembelajaran program, akan kinerja kurikulum atau fungsi

vokalnya didalam aplikasi pendidikan.

4 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 6: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

BAB II

PEMBAHASAN

Pengembangan kurikulum

A. Pengertian dan Ruang lingkup

Kurikulum secara arti sempit merupakan jadwal pelajaran, sedangkan

secara umum kurikulum merupakan semua pengalaman yang diberikan oleh

lembaga pendidik kepada peserta didik selama mengikuti pendidikan. Didalam

konsep pengertian umum, dari pernyatan diatas diatas dapat ditarik beberapa

kesimpulan yang terkandung didalam kurikulum mulai dari bidang dan jenisnya .

semua aspek tersebut terstruktur dalam bagian Menajemen pendidikan atau

pengaturan kurikulum. beberapa konsep yang ada disana terkait dengan

kurikulum adalah sebagai berikut berdasarkan konsep saduran dari ( GBPP ) dan

analisa organisasi bidang Studi terkait dengan jenis dan Sub Bidang Kurikulum:

1. Kurikulum Terpisah ( Separated Subjek Curriculum )

Merupakan jenis kurikulum terpisah dimana diantara bidang studi

pelajaran satu dengan bidang studi pelajaran yang lain saling terpisah dan berbeda

– beda, misalnya dalam konsep mata pelajaran IPS pada struktur SD ( sekolah

dasar ) diberikab batasan perbedan denga mata pelajaran yang lain seperti IPA,

Bahasa, Matematika dan pelajaran yang lain, dalam artian sepaket tapi terpisah

dalam kegiatan belajar mengajar disekolah.

2. Kurikulum Berhubungan ( Correlated Curriculum )

Merupakan jenis kurikulum dimana didalamnya memuat tentang

pengabungan Mata pelajaran satu dengan Mata pelajaran yang lain contoh kasus

dalam kelompok Sub bidang IPS. Didalam kelompok sub bidang IPS terdapat

pengabungan beberapa mata pelajaran didalamnya antara lain , Geograpi,

Sosiologi , dan Antropologi, serta Ekonomi masuk dalam lingkup bidang studi

IPS begitu juga dengan bidang studi IPA dimana didalamnya terdapat beberapa

5 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 7: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

mata pelajaran yang saling berhubungan seperti Biologi, Matematika, Fisika dan

Kimia. artinya didalam satu bidang dan sub bidang memuat beberapa mata

pelajaran serta kumpulan mata pelajaran yang selinier yang ada didalamnya.

3. Kurikulum Terpadu ( Integrated Kurikulum )

Merupakan jenis kurikulum dimana tidak ada batasan antara satu mata

pelajaran dengan mata pelajaran yang lain dalam artian pengabungan

pembelajaran dalam satu unit, misalnya semua unit mata pelajaran paket semester

1 dalam perguruan tinggi dimana didalamnya sudah termuat beberapa mata

akuliah yang berdiri sendiri tapi masuk dalam satu line konsep Pembelajaran

Paket Semester 1.

Pedoman Pelaksanaan Kurikulum

Pedoman merupakan landasan dasar, pijakan dasar serta pandangan

patokan dimana didalamnya memuat tentang dasar penentu kebijakan terhadap

program terkait dengan penyususnan kurikulum. Beberapa pedoman dalam

pelaksanaan kurikulum adalah sebagai berikut mulai dari tujuan Instruksional

melalui Garis-Garis Besar Program pengajaran yang tersusun pada ( GBPP )

sekolah sampai pada tujuan Instruksional merupakan landasan kebijakan dalam

pendidikan dan kurikulum dengan memperhatikan penyampaian Sub Bab, Pokok

Bahasan , Rumusan masalah sampai pengukuran Sub Bab permaslahan.

a. Struktur Program Kurikulum

Merupakan susunan Bidang pelajaran yang harus dijadikan pedoman

pelaksanaan Kurikulum dimana didalamnya termuat akan struktur program

pedoman dalam layanan pembelajaran disekolah, yang berorentasi pada priode –

priode tertentu dalam artian mulai dari Caw, Mid Semester dan Semesteran

Tahunan atau kredit 2 semester. sebagai contoh Struktur Program Kurikulum

SMP secara Struktural program tersebut dibagi dalam tiga bagian program

pendidikan umum, Program pendidikan akademisi,program pendidikan dan

program pendidikan keterampilan.

6 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 8: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

b. Penyusunan Jadwal pelajaran

Didalam kurikulum penysusnan jadwal merupakan bagian pijakan dasar

yang dimana didalamnya memuat tentang beberapa agenda jadwal dan

pelaksanaan real aplikasi kegiatan pembelajaran akan kurikulum yang telah

disusun, dan didalam penyusunan jadwal lebih berorentasi memberikan manfaat

dan kemudahan bagi guru untuk mengetahui hak dan kewajibanya terkait dengan

proses belajar mengajar, juga bagi siswa untuk dapat mempersiapkan diri serta

mengetahui dan memahami ilmu pengetahuan pelajaran atau mata pelajaran yang

telah disusun terkait dengan beberapa fungsinya untuk meningkatkan pemahaman

terkait dengan pembelajaran yang akan diambil dan diikuti .

c. Penyususnan Kalender Pendidikan

Untuk melaksanakan program pada kurikulum tentunya juga harus benar–

benar mempertimbangkan masalah waktu, waktu dalam artian semacam kalender

dan timeline kegiatan kapan mata pelajaran dilaksanakan (diajarkan) dan

diberlakukan,berapa kali dalam seminggu, berapa kali dalam sebulan, hari apa

saja dan dengan siapa saja, adapaun dasar tujuan dibentuknya kalender pendidikan

atau akademik adalah untuk menjalankan program kurikulum secara maksimal

tepat sasaran dan hasilnya baik, dasar pertimbangan yang lain pada aspek ini

adalah untuk meningkatkan kinerja program yang telah dirancang baik secara

terorganis ataupun terstandar secara obyektif dan subyektif dalam analisa kajian

Bab dan Sub - Bab pembelajaran. Beberapa kaedah pertimbangan yang harus

dilakukan sebelum penysusunan kurikulum dimulai dari rancangan awal sampai

pada rancangan akhir seperti tertulis dibawah ini:

1. Penerimaan siswa baru

2. Prosedur pengisian hari pertama disekolah

3. Kegiatan belajar mengajar

4. Kegiatan dalam liburan sekolah

5. Upacara - upacara sekolah

6. Kegiatan ekstra kurikuler.

7 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 9: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

Dasar perkembangan kurikulum

Kurikulum mulai atau berawal dibentuk secara baku pada tahun ( 1975 )

atau lebih dikenal dengan kurikulum ( 75 ) kemudian bermetamarfosa menjadi

kurikulum ( 84 ), kemudian menjadi kurikulum ( 94 ), menjadi lagi kurikulum

( 2004 ) yang lebih dikenal dengan kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK ) dan

bermetamarfosi sampai kepada kurikulum tahun ( 2007 ) atau lebih dikenal

dengan kurikulum kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) .

Patokan dasar dalam pengembangan kurikulum

Terkait dengan pengembanagan sebagaimana yang telah disebutkan diatas

bahwa pengembangan dapat didifinisakan sebagai bentuk merubah atau dalam

artian melakukan semacam metamarofosa terkait dengan perubahan yang akan

dilakukan adapaun dasar pertimbangan pengembangan kurikulum adalah untuk

lebih menjabarkan secara rinci lagi dalam pelaksanan kurikulum yang lain kepada

kurikulum yang baru untuk lebih meningkatkan secara maksimal program

kerja,sasaran mutu dan tujuan yang telah dilaksanakan pada kurikulum lama

setalah dilakukan semacam evaluasi proses dan kinerja sehingga didapat bagian

mana yang belum bekerja secara maksimal, bagaian mana yang perlu ditambah

sehingga ketika hal itu muncul dan ada maka dibentuklah semacam

pengembangan kurikulum yang baru yang bertujuan untuk meningkatkan

semacam gerbakan atau perubahan pada pencapaian tujuan berikutnya. Beberapa

dasar patokan kurikulum sebagai berikut:

I. Kurikulum Muatan Lokal ( KML )

Struktur dan Organisasi Kurikulum Muatan Lokal

Kurikulum muatan lokal didasari atau dilandasi oleh PP. No. 28 tahun

1990 pasal 14 ayat 3 dan selanjutnya dijabarkan dalam keputusan Mentri

Mendikbud No. 060 / 11993 tentang kurikulum muatan dasar pendidikan dasar

sampai dengan Kelas III SMP yang masing masing terliputi dalam anlisa Bidang

sebagai berikut :

8 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 10: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

1. Bahasa Daerah

Pengunaan mata pendidikan atau pembelajaran ini cakupannya sangat luas

yaitu mulai dari penjabaran Bahasa daerah Propinsi, Kota sampai pada kelompok

terkecil dan desa sesuai dengan tempat pelaksanan dan lokasi Gedung Sekolah

bernaung yang masing-masing mempunyai Bahasa daerah sendiri. Yang lebih

bersifat khas.

2. Kesenian Daerah

Didalam kesenian Daerah mencakup beberapa bagian seperti Adat Istiadat

daerah tertentu dimana didalamnya terdapat Tarian Daerah, Lagu, Ukiran dan lain

sebagainya, melalui Kesenian daerah pihak sekolah harus memberikan beberapa

pemahaman dan pembelajaran yang muda diingat dan diimplementasikan dalam

kajian pendidikan Disekolah .

3. Keterampilan

Didalam bagian keterampilan memuat beberapa bagian yang berkaitan

dengan bagaimana memberikan kemampuan dan batasan keterampilan kepada

siswa untuk tetap dikembangkan dan ditingkatkan terkait dengan potensi siswa

yang patut untuk dikembangkan .

4. Sosial Kemasyarakatan

Pola hidup masyarakat sangat bergantung pada fasilitas yang disediakan

oleh Daerah, oleh karena itu beberapa asumsi kegiatan yang terkait dengan prose

belajar tentunya juga harus memperhatikan dan mempelajari bagaimana cara

berintraksi terkait dengan lingkungan sekitar terkait dengan tempat bernaung dan

harus menyesuaikan antara konsep belajar didalam lingkungan masyarakat.

9 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 11: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

Kurikulum nasional

Kurikulum ini disusun oleh Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan

ditingkat pusat, dalam hal ini pengembangan kurikulum dan sarana prasarana dan

penelitian pendidikan ditetapkan secara Nasional dan wajib dipelajarai oleh

seluruh siswa yang berada dinegara Indonesia dan seluruh wilayah Indonesia

tanpa terkecuali.

Kurikulum muatan lokal

Adapaun mengenai kurikulum muatan lokal yakni berlaku pada tahun

1987 dan tahun 1994 adapaun konsep muatan lokal yang ada pada kurikulum

1987 terkonsep pada materi pengembangan pembelajaran untuk mengembangkan

aspek pembelajaran daerah atau pembelaajaran tambahan dan pembelajaran yang

bersisipan nilai-nilai kedaerahan.

Tahun 1994 muatan lokal merupakan materi pembelajaran yang diajarkan

secara terpisah dan menjadi pokok kajian serta analisa pembelajaran tersendiri.

Beberapa dasar ketentuan dalam muatan lokal, muatan lokal merupakan

pembelajaran yang disesuaikan dengan konsep pembelajaran yang berdasarkan

pada daerah atau wilah tertentu dengan beberapa sifat khusus terkait dengan

tujuan pembelajaran sebagimana mempunyai sifat dasar dan asli sebagai berikut :

1. Berdiri sendiri

2. Kurikulum muatan lokal dapat dihubungkan dengan pelajaran lain dan

bisa disatupadankan denga satuan kurikulum yang sama .

3. Kurikulum muatan lokal harus terkonsep secara aplikasi dalam satuan

pembelajaran kegiatan pelaksanaan.

4. Rasionalisasi kurikulum muatan lokal didalam setiap ( GBHN )

sebagaimana yang temaktup dalam ( GBHN ) tahun 1988 yang diajukan

dalam literatur Basic Sample beberapa maktupan prosedur kata disebutkan

sebagai berikut sebagai Rasionalisasi

10 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 12: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

Aplikasi Kurikulum Muatan Lokal

Mempunyai dasar tujuan sebagai berikut yang inggin dibangun adalah

manusia dan masyarakat indonesia, sehingga pembangunan harus berkeperibadian

Indonesia dan harus manghasilkan manusia yang bercitrakan Indonesia seutuhnya

yang mempunyai orentasi mengarah pada kemajuan dan mengarah pada aspek

tersebut orentasinya sangat jelas yaitu ( SDM ) dan berdasarkan pada ( UUSPN )

dalam pasal V BAB II disebutkan bahwa pendidikan nasional berujuan

mencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara.

Ruang Lingkup Kurikulum Muatan Lokal

Ruangan lingkup kurikulum muatan lokal adalah sebagai berikut:

1. lingkup secara lokal

1. Isi muatan lokal didasarkan pada keadaan daerah, kebutuhan

lingkungan, dan kebutuhan siswa yang akan belajar dan diajarkan.

2. Keadaan daerah adalah segalah sesuatu yang ada didaerah setempat

yang

berkaitan dengan lingkungan Alam, lingkungan Sosial dan lingkungan

Budaya.

2. Lingkungan sekolah

Muatan lokal berlaku pada jenjang pendidikan dasar yaitu Sekolah Dasar

( SD ) dan sekolah lanjutan tingkat pertama ( SLTP ) ini berarti bahwa didalam

penyususnan kurikulum muatan lokal ( SD ) dan ( SMP ) untuk mata pelajaran

yang berkaitan perlu diupayakan bahwa materi pelajaran muatan lokal di ( SMP )

merupakan kelanjutan dari muatan lokal Sekolah Dasar ( SD )

Lingkup wilayah

Kurikulum muatan lokal dapat diberlakukan pada semua Propinsi atau

seluruh Kabupaten Kecamatan, akan tetapi juga bisa ditentukan oleh kebijakan

Sekolah sekolah tertentu terkait dengan kebijakan Kepala Sekolah dan pihak yang

menyusun kurikulum dan disesuaikan dengan Sekolah - Sekolah tertentu artinya

11 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 13: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

jika penyusunanya didasarkan pada penyususnan oleh Sekolah yang

bersangkutan. adapaun lingkup materi pembelajaran Muatan lokal berdasarkan

Bunga Rampai Kurikulum Muatan Lokal Depdikbud.

POLA HUBUNGAN KURIKULUM MUATAN LOKAL

Fungsi kurikulum muatan lokal

Seperti yang telah disebutkan dalam kurikulum tahun 1994 tantang

kurikulum muatan lokal secara umum fungsi kurikulum muatan lokal adalah

sebagai berikut.

1. Mengelola lingkungan alam secara Bertangung jawab artinya

melestarikan nilai - nilai dan mengembangkan kebudayaan daerah secara

penuh.

2. Mengembangkan dan menumbuhkan sikap tengang rasa, senang bekerja ,

bergaul dan memahami lingkungan yang mengutamakan dan mencitrakan

akan nilai – nilai keindahan , kebersihan kesehatan serta meningkatkan

mutu dari nilai - nilai kehidupan secara penuh.

Didalam muatan lokal terkait dengan pembelajaran dan Peta konsep

Kurikulum secara pengkondisian pengajaran, anak diharapkan mampu untuk

mempelajari terkait dengan kurikulum muatan lokal secara penuh artinya adalah

12 Menajemen pengembangan kurikulum

3.masalah masalah sosial dan pendidikan lingungan fisik dan

dimensional

2.Keterampilan untuk memperolah pendapatan dan pra kejuruan

1.Budaya lokal (sosial budaya dan politik)

4.keterampilan dasar dan keterampilan hidup

Page 14: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

anak - akan diajarkan bagaimana menjadi orang atau pribadi yang kreatif terkait

dengan keadan dilingkunganya mulai dari kegiatan Menari .Bernyanyi dan lain

sebaginya sebagaimana terkonsep dalam satuan pembelajaran secara keseluruhan .

Tujuan pengajaran muatan lokal

Secara khusus tujuan pengajaran muatan lokal adalah sebagai berikut:

1. Siswa dapat mengenali alam akan segalah kondisinya, serta lingkungan

sosial serta budaya yang ada disekitar sektor pendidikan tertentu.

2. Dapat menerapkan kemampuan dan keterampilan yang telah dipelajari

untuk menyelsaikan masalah terkait penemuan yang ada dilingkungan

sekitar.

3. Siswa dapat memiliki keterampilan sendiri terkait dengan proses belajar

untuk kepentingan diri sendiri dan orang lain terhadap pandangan hidup

kedepan.

4. Dapat memanfaatkan sumber belajar didaerah untuk peningkattan kualitas

sumber belajar daerah.

5. Memiliki sikap dan prilaku yang selaras dengan nilai - nilai aturan yang

berlaku didaerahnya serta melestarikan dan mengembangkan nilai - nilai

luhur budaya setempat.

II.kurikulum berbasis kompetensi

( KBK ) yang dikembangkan Depdiknas, ( Puskur 2002 ) merupakan kerangka inti

yang memiliki empat komponen yaitu :

1. Kurikulum dan Hasil belajar

2. Penilaian Berbasis Kelas

3. Kegiatan Belajar Mengajar

4. Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah

Keempat komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh karena

dalam prakteknya komponen-komponen tersebut saling menunjang antara satu

13 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 15: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

dengan yang lainya dan adapun bentuk diagram hubunganya adalah sebagai

berikut.

Secara garis besar rumusan kompetensi dalam ( KBK ) merupakan

pernyatan tentang apa yang diharapkan dapat diketahui ( Aspek Kognitif )

disikapi aspek Efektif, dan dilaksanakan secara Psikomotorik. Dan secara

keseluruhan melakukan pembelajaran dan tumbuh kembang anak secara bertahap

sampai pencapaian pada standar kompetensi

Penjabaran secara garis besar

Kurikulum dan hasil belajar ( KHB ) merupakan bagian akdemik yang

berisi tentang perencanaan pengembangan perumusan pencapaian kompetensi

siswa yang dimulai pada bagian dasar TK / sampai dengan kelas 12, selain itu

didalam kurikulum hasil belajar berisi tentang pemataan keberhasilan dalam

proses belajar mengajar didalam kelas secara penuh disertai dengan

pengembangan dan metode dalam aplikasi pembelajaran .

14 Menajemen pengembangan kurikulum

KHB

KBK

PBK

PKBS KBM

Page 16: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

Penilaian Berbasis Kelas ( PBK )

Didalam pbk berisi tentang prinsip,sasaran,dan pelaksanaan nilai yang

akurat dan konsesten yang berdasarkan pada akuntabilitas dan identifikasi

kompetensiyang dimualai dari pengumpulan kerja siswa ( Portofolio ) hasil karya

( Produk ), penugasan ( Projek ), kinerja ( Profermance ), sampai pada Tes tulis

yaitu Paper dan Pancil adapun kegunanya memuat tentang V Sub Bab sebagai

berikut:

1. Umpan balik kepada siswa yang terkait dengan motivasi terhadap nilai

positif dan negatife

2. Pemantauan hasil belajar siswa

3. Umpan balik bagi guru dalam evaluasi program

4. Memungkinkan siswa dalam pencapaian program pembelajaran

5. Memberi informasi yang positif dan kreatif kepada Steakholder tentang

aktifitas pendidikan.

Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah ( PKBS )

PKBS memuat beberapa pola pemberdayaan tenaga kependidikan dan

sumber daya yang lain untuk meningkatkan mutu hasil belajar yang dilengkapi

pula oleh gagasan pembentukan jaringan kurikulum ( kurikulum Council ) yang

menyangkut bagian kajian Profesioanl tenaga pendidik, pengembangan sistem

informasi dan kurikulum .

Sebagai suatu sistem Kurikulum Kasional, ( KBK ) Mengakomodasi

beberapa perbedaan secara tanggap dengan mengabungkan dua aspek antara

( PKBS ) dan ( KBK ) yang juga berorentasi pada Sub Budaya, Agama dan

Gender dalam aplikasi pembelajaran dalam kurikulum Berbasis Kompetensi

dalam artian matang dalam segalah aspek terkait dengan kinerja dan proses belajar

mengajar.

15 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 17: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

Alur pengembangan KBK

16 Menajemen pengembangan kurikulum

Kontek pengembangan otonomi daerah ,pengembangan daerah,pembangunan

berkelanjutan,kompetensi dasar,kehidupan demokratis,globalisasi,pengembangan

iptek,ilmu ekonomi berbasis pengetahuan.ham

Landasan pancasila Rekonseptualisasi kurikulum

Kurikulum berbasis kompetensi

KHB PBK KBM

Pengembangan silabus

Seleksi materi deversifikasi

Implementasi kurikulum

Pemantauan kurikulum

Page 18: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

Pengelolaan kurikulum berbasis kompetens

Pengelolaan kurikulum berbasis kompetensi

1. Bagaiamana implikasi atas ( PKBS ) bagi Daerah dan Sekolah ?

2. Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum menjadi dinamis dengan

pemecahan masalah secara langsung dapat ditanggani oleh pihak daerah

maupun tingkat Sekolah daerah

3. Pengelolaan kurikulum menjadi dinamis dengan karena ditangani

sepenuhnya oleh sekolah sesuai dengan kemampuan dan kebutuhanya.

4. Pemberdayaan tenaga kependidikan yang berfotensi didaerah untuk

dilibatkan pada penyususnan syliabus ,pelaksanaan dan penilaian

5. Pemanfaatan sumber daya pendidikan lainya terdapat didaerah untuk

penyususnan syilabus

6. Pengunaan sumber-sumber informasi lain termasuk multimedia yang

bermanfat untuk memperkaya penyususnan syilabus dan pelaksananya .

7. Pembentukan tim pengembang kurikulum dan jaringan kurikulum

8. Pengembangan sistem informasi kurikulum melalui web

III . ( KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIIKAN )

KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh

masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan, struktur

dan muatan pendidikan yang terstandar pada satuan pendiikan dan akdemisi

kalender ( kalender akdemik ).

Silabus merupakan rencana pembelajaran pada satuan dan kelompok mata

pelajaran dengan tema tertentu yang dimana didalamnya mencakup standar

kompetensi,kompetensi dasar, materi pokok pembelajaran dan indikator

pencapaian kompetensi.

17 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 19: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan

menurut panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan 2007

KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok

atau satuan pendidikan dibawah koordinasi dan supervise dinas pendidikan atau

kantor Depertemen Agama, Kabupaten kota untuk pendidikan dasar dan Propinsi

untuk Pendidikan Menengah. pengembangan ( KTSP ) mengacu pada ( SI ) dan

( SKL ) Standar Internasonal dan Standar Kompetensi lokal yang semuanya

berpedoman pada ( BSNP ) serta memperhatikan perkembangan komite sekolah

dan ( MI ) adapaun beberapa prinsip ( KTSP ) adalah sebagai berikut :

Berpusat pada potensi, pengembangan dan kebutuhan dan kepentingan

peserta didik dilingkunganya . kurikulum dikembangakan berdasarkan prinsip

bahwa peserta didik mempunyai potensi yang berbeda antara satu dengan yang

lainya dan seluruh centar atau pusat sasaran didalam kurikulum dan tujuan

pembelajaran adalah siswa (peserta didik).

1. Beragam dan terpadu kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan

keragaman karaktersistik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis

pendidikan serta agama, suku bangsa dan adat istiadat suatu derah.

2. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni,

kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan

dan teknologi berkembang secara dinamis melalui proses pengalaman

belajar baik secara langsung maupun tidak.

3. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

4. Pengembangan kurikulum didasarkan pada pemangku kepentingan yang

dilibatkan secara total dan menyeluruh yang mempunyai sepaket

pengetahuan dan pengalaman terhadap aspek pemahaman pembelajaran

baik secara individu maupun secara sosial.

5. Menyeluruh dan berkesinambungan

18 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 20: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

6. Subtansi kurikulum mencakup keseluruhan demensi kompetensi,bidang

kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan

secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

7. Belajar sepanjang hayat

8. Kurikulum diarahkan pada proses perkembangan, pembudayan dan

pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.

kurikulum, mencerminkan akan bentuk pembelajaran lintas budaya , dan

pemberdayan peserta didikyang sejatinya memperhatikan runtut

lingkungan yang selalu berkembang serta kearah pengembangan manusia

yang seutuhnya.

9. Seimbang antara kepntingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan perkembangan nasional dan

kepentingan daerah untuk memperhatikan kepentingan seluruh masyarakat yang

terkonsep dalam lambing Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka kesatuan Negara

Republik Indonesia ( NKRI ).

Pada panduan penyusunan ( KTSP ) Tahun 2007 acuan Operasional

Penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan membagi beberapa mata

pelajaran dalam V Sub Bab yang meliputi:

1. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia

2. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Keperibadian

3. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

4. Kelompok mata pelajaran Estitika

5. Kelompok mata pelajaran Jasmani Kesehatan dan Olahraga.

19 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 21: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

20 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 22: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

BAB III

PENUTUP

Kurikulum merupakan bagian integral dan sumber aplikasi sekaligus

program terencana yang harus ada didalam apliksi pendidikan , perjalanan dari

kurikulum dan penjabaranya mengalami beberapa fase perubahan dari tahun

ketahunya. yang kesemunya dilakukan sejenis evaluasi serta analisa pengkajian

pendidikan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan program terkait dengan

kurikulum dan pencapaian tujaun dasar dalam kegiatan belajar mengajar disekolah

kepada peserta didik yang sebagaimana terstandar dalam kaca dan pondasi dasar

pendidikan.

21 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 23: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

MAKALAH MENAJEMEN PENDIDIKAN

MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

DISUSUN OLEH : Kelompok II

Yengki Ariwibowo (09001209)

Thoha R (11001041)

Kisti atika (11001046)

Riki lestari (11001059)

Aka fitrah (11001017)

Adhitya bagus p (11001054)

Gumilang fitri yadi (11001025)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

2011/2012

22 Menajemen pengembangan kurikulum

Page 24: MENAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Bimbingan dan Konseling Paper

Daftar pustaka

A.A.Anwar Prabu Mangkunegara. (2002). Menajemen sumber daya manusia

perusahaan .Bandung: Remaja Rosdakarya.

Aswarni Sudjud (1980). Pengantar Administrasi Pendidikan. Yogyakarta:

Jurusan Administrasi Pendidikan.

Derektorat jendral pendidikan dasar dan menengah. (2006). panduan

penyusunkurikulum tingkat satuan pendidikan, Pustaka Yustisia: Jakarta.

Suharsimi dkk. (2008). Menajemen Pendidikan. Aditia Media. : Yogyakarta

23 Menajemen pengembangan kurikulum