of 43 /43
1 Disampaikan: Disampaikan: Oleh: Dr. Tita Lestari, M.Pd., M.Si. Oleh: Dr. Tita Lestari, M.Pd., M.Si. Nopember 2006 Nopember 2006 PENGELOLAAN PENGELOLAAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

Manajemen Pengembangan Kurikulum

  • Upload
    inset98

  • View
    7.482

  • Download
    7

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Manajemen Pengembangan Kurikulum

1

Disampaikan:Disampaikan:Oleh: Dr. Tita Lestari, M.Pd., M.Si.Oleh: Dr. Tita Lestari, M.Pd., M.Si.

Nopember 2006Nopember 2006

PENGELOLAAN PENGELOLAAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKANKURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

Page 2: Manajemen Pengembangan Kurikulum

2

PR

OSE

S

Manajemen Sekolah

SISTEM MANAJEMEN SEKOLAH

MASUKAN MENTAH

(Siswa)

Guru & StafSarana/prasarana

Keuangan Organisasi

Kuriulum

MASUKAN LINGKUNGAN

MASUKAN INSTRUMENTAL

Dukungan Orangtua

Dukungan Pemerintah

Dukungan Masyarakat

KELUARAN

KognitifAfektif

PsikomotorHubungan Personal

HASIL

Melanjutkan Pendidikan

Bekerja

IQ, EQ, SQ

Page 3: Manajemen Pengembangan Kurikulum

3

Apa itu Sekolah Unggul

(Ada tiga komponen)Sekolah yang mampu memberikan

layanan optimal kepada seluruh anak dgn berbagai perbedaan bakat, minat kebutuhan belajar

Mampu meningkatkan secara signifikan kapabilitas yang dimiliki anak didik menjadi aktualisasi diri yang memberikan kebanggaan

Mampu membangun karakter kepribadian yang kuat, kokoh dan mantap dalam diri siswa

Page 4: Manajemen Pengembangan Kurikulum

4

• Sekolah saat ini (bukan sekolah Unggul)

• 1. Dimensi kognitif (hanya menghafal)

• 2. Dimensi ketrampilan (mekanistik)

• 3. Dimensi nilai tidak terurus dan tidak mendalam

• 4. Dimensi hubungan (ranah

interaktif) tidak tergarap.

• Sekolah saat ini (bukan sekolah Unggul)

• 1. Dimensi kognitif (hanya menghafal)

• 2. Dimensi ketrampilan (mekanistik)

• 3. Dimensi nilai tidak terurus dan tidak mendalam

• 4. Dimensi hubungan (ranah

interaktif) tidak tergarap.

• Sekolah yang Ideal (Sekolah Unggul)

• Dimensi kognitif (menguasai pengetahuan dan bidang studi).

• Dimensi ketrampilan: a.l. ketrampilan untuk melakukan pekerjaan,

• pemecahan masalah, berfikir kreatif, dll.

• Dimensi nilai: a.l. sikap terhadap diri, terhadap orang lain, terhadap

• lingkungan, dan kepada Maha Pencipta.

• Dimensi hubungan: hubungan yang dibangun oleh luaran pendidikan

• (outcome) terutama dunia kerja dan masyarakat.

• Sekolah yang Ideal (Sekolah Unggul)

• Dimensi kognitif (menguasai pengetahuan dan bidang studi).

• Dimensi ketrampilan: a.l. ketrampilan untuk melakukan pekerjaan,

• pemecahan masalah, berfikir kreatif, dll.

• Dimensi nilai: a.l. sikap terhadap diri, terhadap orang lain, terhadap

• lingkungan, dan kepada Maha Pencipta.

• Dimensi hubungan: hubungan yang dibangun oleh luaran pendidikan

• (outcome) terutama dunia kerja dan masyarakat.PP. 19PP. 19

Page 5: Manajemen Pengembangan Kurikulum

5

Model Pengembangan Sekolah Uggul1. Input-ouput approach: bahwa luaran pendidikan unggul dapat diperoleh melalui masukan (input) yang unggul (Seeley 1988)

Siswa yang berhasilnya tinggi dikelompokkan ke dalam kelas atau sekolah tertentu

Kelemahannya :- Terlalu esklusif- Tidak memperhatikan siswa bukan unggulan

2. Proses output approach: struktur persekolahan, lingkungan dan proses menentukan mutu luaran (Walsk 1990)

Memperhatikan siswa unggulan dan tidak unggul

Model Pengembangan Sekolah Uggul1. Input-ouput approach: bahwa luaran pendidikan unggul dapat diperoleh melalui masukan (input) yang unggul (Seeley 1988)

Siswa yang berhasilnya tinggi dikelompokkan ke dalam kelas atau sekolah tertentu

Kelemahannya :- Terlalu esklusif- Tidak memperhatikan siswa bukan unggulan

2. Proses output approach: struktur persekolahan, lingkungan dan proses menentukan mutu luaran (Walsk 1990)

Memperhatikan siswa unggulan dan tidak unggul

Kedua model ini sebaiknya dikombinasikan, dengan memperhatikan standarisasi minimal (minimun requirement) anak didik yang akan diterima dengan kualifikasi/kemampuan guru, kurikulum dan pembelajaran, sarana dan prasarana yang memadai, managemen/organisasi sekolah,

Sasaran Sistem Sekolah Unggulan: Sejauh mana

keluaran sekolah memiliki kapabilitas dalam intelektual, ketrampilan, dan moral yang

berguna untuk masyarakat dan diri sendiri

Sasaran Sistem Sekolah Unggulan: Sejauh mana

keluaran sekolah memiliki kapabilitas dalam intelektual, ketrampilan, dan moral yang

berguna untuk masyarakat dan diri sendiri

Page 6: Manajemen Pengembangan Kurikulum

6

Siklus Kurikulum

Perencanaan

Penilaian

Pengembangan

Implementasi

Policy

Page 7: Manajemen Pengembangan Kurikulum

7

Curriculum Engineering

1. Merumuskan tujuan yang hendak dicapai.

2. Mengorganisasikan bahan belajar untuk mencapai tujuan.

3. Memilih cara untuk memudahkan terjadinya belajar.

4. Menetapkan cara untuk menilai keberhasilan belajar.

Page 8: Manajemen Pengembangan Kurikulum

8

Hubungan antara Kurikulum dan Pembelajaran

Rancangan dan

pengaturan belajar-

mengajar

Pelaksanaan belajar-

mengajar dan penilaian hasil

belajar

(dua sisi koin uang logam)

Page 9: Manajemen Pengembangan Kurikulum

9

Pembelajaran sebagai sistemSistem: kesatuan komponen yang terarah pada pencapaian tujuanSistem pembelajaran

Tujuan

Isi/materi pembelajaran

Proses pembelajaran

Evaluasi

Page 10: Manajemen Pengembangan Kurikulum

10

TINDAK LANJUT

STRATEGIPEMBELAJARAN

PENGELOLAAN KELAS

MEDIA DAN SUMBER

EVALUASI

TUJUANPEMBELAJARAN

MODEL PEMBELAJARAN

EFEKTIF

KOMPONEN-KOMPONEN KOMPONEN-KOMPONEN

MODEL PEMBELAJARAN EFEKTIFMODEL PEMBELAJARAN EFEKTIF

Page 11: Manajemen Pengembangan Kurikulum

11

Konstelasi Pengembangan Kurikulum

Kebutuhan Anak Aspirasi Masyarakat Ilmu Pengetahuan

Filosofis Psikologis

Tujuan Pendidikan

KURIKULUM

Sosiologis

Page 12: Manajemen Pengembangan Kurikulum

12

Komponen KTSPMengacu Pada:• Standar Isi (Permen 22)• Standar Kompetensi Lulusan(Permen 23)• Pedoman Pelaksanaan Permen 22 dan

23( Permen 24)• Panduan KTSP• Model Tubuh Kurikulum (Model Format

KTSP)

Page 13: Manajemen Pengembangan Kurikulum

13

Perencanaan Kurikulum

1. Menganalisis kebutuhan

2. Merumuskan dan menjawab pertanyaan filosofis

3. Menentukan disain kurikulum

4. Membuat rencana induk (master plan): pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian

Page 14: Manajemen Pengembangan Kurikulum

14

Pengembangan Kurikulum

1. Perumusan rasional atau dasar pemikiran

2. Perumusan visi, misi, dan tujuan

3. Penentuan struktur dan isi program

4. Pemilihan dan pengorganisasian materi

5. Pengorganisasian kegiatan pembelajaran

6. Pemilihan sumber, alat, dan sarana belajar

7. Penentuan cara mengukur hasil belajar

I

II

Page 15: Manajemen Pengembangan Kurikulum

15

Struktur Pengetahuan

Generalisasi

Konsep

Fakta

Men

ing

katk

an

keum

um

an

Men

ing

katk

an

kekh

usu

san

Page 16: Manajemen Pengembangan Kurikulum

16

Pelaksanaan Kurikulum

1. Penyusunan rencana dan program pembelajaran (Silabus, RPP: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

2. Penjabaran materi (kedalaman dan keluasan)

3. Penentuan strategi dan metode pembelajaran

4. Penyediaan sumber, alat, dan sarana pembelajaran

5. Penentuan cara dan alat penilaian proses dan hasil belajar

6. Setting lingkungan pembelajaran

Page 17: Manajemen Pengembangan Kurikulum

17

Penilaian Kurikulum

1. Kekuatan dan kelemahan

2. Formatif dan sumatif

3. Konteks, input, proses, produk (CIPP)

4. Kontingensi – kongruens

5. Diskrepansi

Page 18: Manajemen Pengembangan Kurikulum

18

MODEL CIPP (CONTEXT, INPUT, PROCESS, PRODUCT): Daniel Stufflebeam

Evaluasi konteks: berfokus pada pendekatan sistem dantujuan, kondisi aktual, masalah-masalah dan peluang.

Evaluasi Input: berfokus pada kemampuan sistem, strategi pencapaian tujuan, implementasi design dan cost benefit dari rancangan.

Evaluasi proses memiliki fokus yaitu pada penyediaan informasi untuk pembuatan keputusan dalam melaksanakan program.

Wvaluasi produk berfokus pada mengukur pencapaian proses dan pada akhir program (identik dgn evaluasi sumatif)

Page 19: Manajemen Pengembangan Kurikulum

19

Strategic Planing: ORBEX

Page 20: Manajemen Pengembangan Kurikulum

20

Dimana kta sekarang ?

Kemana kita akan pergi ?

Bagaimana caranya mencapai kesana ?

Apakah kita sampai disana?

- Analisis lingkungan eksternal

- Analisis lingkungan internal

Profil SekolahIsu-isu strategis

Kebijakan Pendidikan

Profil sekolah yang diharapkan

- Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, dan Program

Strategi pelaksanaan

Formulasi Strategi Pelaksanaan

Alokasi Sumberdaya

Saran/ Rekomendasi

Evaluasi

Pengumpulan & Pemaparan

Data

KERANGKA DASAR PENYUSUNAN KTSP MELALUI

ACTION PLAN SEKOLAH

Evaluasi & Kontrol

Page 21: Manajemen Pengembangan Kurikulum

21

8 langkah dalam melakukan penyusunan perencanaan Strategi Sekolah

1. Renungkan misi; Apa saja yang menjadi tujuan dasar yang melatarbelakangi pendirian organisasi? Misi menguraikan maksud keberadaan usaha. Demi kepentingan siapa, kehadiran organisasi di lapangan.

2. Lengkapi data position audit; Apa yang sudah kita lakukan di masa lalu? Berada di mana organisasi ini sekarang? Cara-cara apa saja yang digunakan untuk mencapai tujuan?

3. Lakukan environmental scanning; Peluang seperti apa yang ada? Ancaman seperti apa yang sedang dihadapi? Bagaimana dengan peluang dan ancaman di masa yang akan datang?

Page 22: Manajemen Pengembangan Kurikulum

22

4. Lakukan organizational diagnosis; Apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan kita bila dibandingkan dengan negara lain? Apa saja faktor kunci keberhasilan dalam menjalankan organisasi ini? Apa yang menjadi tantangan dan hambatan yang dapat kita hadapi dalam mencapai tujuan yang kita inginkan? Apa saja ukuran kunci kinerja untuk mengukur keberhasilan kita dalam mengelola organsiasi ini?

5. Renungkan visi; Kondisi apa saja yang ingin diwujudkan di masa yang akan datang? Bila diukur, ukuran kinerja kunci yang sudah ditetapkan pada tahap sebelumnya menunjukkan nilai berapa saja? Secara bertahap, repelita demi repelita, tonggak-tonggak apa yang dapat mengukur kemajuan upaya organisasi mendekatkan ke kondisi yang diinginkan tersebut?

Page 23: Manajemen Pengembangan Kurikulum

23

6. Lengkapi renstra jangka panjang; Dalam rangka mendekatkan kondisi usaha ke arah yang telah ditetapkan sebelumnya, perubahan apa saja yang perlu diterapkan dalam renstra yang pertama? Perubahan apa yang akan diusahakan?

7. Rumuskan renstra sekolah jangka menengah; Langkah-langkah besar apa saja yang dituntut dalam situasi yang sedang ditelaah, renop demi renop, program, kegiatan, organisasi, dan SDM? Teknologi apa yang akan diusahakan?

8. Rumuskan kegiatan dan program tahunan; Secara rinci, langkah-langkah apa saja yang dituntut untuk dilaksanakan dari tahun ke tahun, di program, kegiatan, organisasi, dan manusia? Khusus untuk tahun pertama, langkah tindakan apa saja yang dibutuhkan? Prioritasnya? Nilai investasinya? Keuntungan apa saja yang dapat membenarkan investasi tersebut? Kapan dapat memastikan bahwa pelaksanaannya berjalan sesuai harapan?

Page 24: Manajemen Pengembangan Kurikulum

24

Gambaran sekolah yang dicita-citakan di masa depan

– Sebagai imajinasi moral untuk menumbuhkan inspirasi, semangat, dan komitmen warga sekolah

– Dalam koridor pembangunan pendidikan nasional– Realistik sesuai harapan masyarakat

Visi Sekolah

Page 25: Manajemen Pengembangan Kurikulum

25

Contoh Visi Sekolah

Menuju sekolah yang unggul dan berprestasi berdasarkan iman dan taqwa

Indikator:– Unggul dalam peningkatan skor (GSA) UAN – Juara dalam berbagai lomba KIR– Berprestasi dalam lomba pidato bahasa Inggris– Berprestasi dalam berbagai lomba olahraga dan

kesenian– Unggul dalam kegiatan keagamaan

Page 26: Manajemen Pengembangan Kurikulum

26

Misi Sekolah

Tindakan untuk mewujudkan visi sekolah

– Bentuk layanan untuk memenuhi tuntutan visi

– Rumusan tindakan sebagai arahan untuk mewujudkan visi

Page 27: Manajemen Pengembangan Kurikulum

27

Contoh Misi Sekolah

• Melaksanakan pembelajaran yang efektif bagi semua guru dan siswa

• Menumbuhkan semangat keunggulan warga sekolah dalam berkarya

• Mendorong siswa mengenali potensi dirinya untuk meningkatkan motivasi berprestasi

• Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut

Page 28: Manajemen Pengembangan Kurikulum

28

Tujuan Sekolah• Tahapan atau langkah untuk mewujudkan visi

dalam jangka waktu tertentu (3 th)Contoh: Pada tahun 2009 sekolah memiliki:• Rata-rata peningkatan Scor (GSA) + 1,50• Kel KIR menjadi finalis tingkat provinsi• 20% siswa mampu berkomunikasi dengan

bahasa Inggris dengan baik• Tim Kesenian yang dapat tampil dalam acara

setingkat kabupaten/kota• 80% siswa mampu melaksanakan ibadah

dengan benar sesuai dengan ajaran agama yang dianut.

Page 29: Manajemen Pengembangan Kurikulum

29

MUATAN LOKAL

• Berisi tentang program muatan lokal yang diselenggarakan oleh sekolah

• Memnacakup: Jenis, Mekanisme Pemilihan, Jadwal Penyelenggaraan dll

• Dalam pengembangan programnya memperhatikan hal-hal sbb:• Jenis Mulok disesuaikan dengan cirri khas/potensi/ keunggulan

daerah yang substansinya tidak sesuai menjadi Mata Pelajaran tersendiri;

• Merupakan kegiatan kurikuler yang terstruktur dan sistemik• Setiap sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis

dalam setiap semester• Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap

semester, sesuai dengan kemampuan sekolah.

• Sekolah harus menyusun SK, KD dan Silabus untuk setiap jenis Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah

Page 30: Manajemen Pengembangan Kurikulum

30

KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI

• Berisi tentang penjelasan program Pengembangan Diri yang diselenggarakan oleh sekolah yang mencakup: Jenis Kegiatan, Mekanisme dan Strategi Pelaksanaannya. Dalam menyusun programnya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

• Bukan mata pelajaran dan tidak perlu dibuatkan silabus

• Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi) bukan kuantitatif• Berfungsi sebagai wahana bagi siswa untuk mengekspresikan diri

sesuai bakat, minat, dan kebutuhan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler

• Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling (kehidupan pribadi/social, kesulitan belajar,karir), atau kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan kreativitas/kepribadian siswa seperti: kepramukaan, Kepemimpinan, KIR dll.

• Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS.

• Dipasilitasi/dibimbing oleh konselor/guru BK, Guru MP atau tenaga kependidikan yang kompeten.

Page 31: Manajemen Pengembangan Kurikulum

31

KETUNTASAN BELAJARBerisi tentang kriteria dan mekanisme penetapan Ketuntasan Minimal Per Mata Pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan mempertimbangkan hal-hal sbb:

• Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0 – 100%, dengan batas criteria ideal minimum 75%

• Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per MP dengan mempertimbangkan: kemampuan rata-rata siswa, kompleksitas, dan sumber daya pendukung

• Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah batas criteria ideal, tetapi secara bertahap harus dapat mencapai criteria ketuntasan ideal.

Page 32: Manajemen Pengembangan Kurikulum

32

PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP• Berisi tentang program kecakapan hidup yang

diselenggarakan oleh sekolah, yang mencakup: Jenis Program, mekanisme dan strategi pelaksanaannya. Dalam menyusun program memperhatikan hal-hal sbb:

• Mencakup kecakapan pribadi, sosial, akademik dan vokasional

• Menjadi bagian integral dari semua MP yang dapat disajikan secara terintegrasi dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus dan terintegrasi.

• Dapat diperoleh dari satuan pendidikan yang bersangkutan dan/atau dari satuan pendidikan formal/non formal lain, apabila sekolah yang bersangkutan tidak memiliki sumber daya pendukung yang memadai.

Page 33: Manajemen Pengembangan Kurikulum

33

Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

• Berisi penjelasan tentang program keunggulan lokal dan global (misalnya: Program SBI) yang mencakup: Jenis, Mekanisme dan Strategi pelaksanaan di sekolah, disusun dengan mempertimbangkan hal-hal sbb:

• Substansinya mencakup aspek: Ekonomi, Budaya, Bahasa, TIK, ekologi, dan lain-lain yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik

• Dapat merupakan bagian dari semua MP

• Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau satuan pendidikan nonformal

Page 34: Manajemen Pengembangan Kurikulum

34

Pemetaan SK/KDMerupakan gambaran hasil pengkajian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar setiap MP berdasarkan:

• urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;

• keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;

• keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.

• Model pemetaan SK dan KD dapat berupa matriks atau diagram alur atau bentuk peta pikiran (concept maping)

Page 35: Manajemen Pengembangan Kurikulum

35

Tata Nilai Depdiknas

Nilai-nilai masukan (input values), dalam rangka mencapai keunggulan, meliputi:

1. AmanahMemiliki integritas, bersikap jujur dan mampu mengemban kepercayaan

2. ProfesionalMemiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai serta memahami bagaimana mengimplementasikannya

3. Antusias dan Bermotivasi TinggiMenunjukkan rasa ingin tahu, semangat berdedikasi serta berorientasi pada hasil

4. Bertanggung JawabMemahami resiko pekerjaan dan berkomitmen untuk mempertanggung-jawabkan hasil kerjanya

5. KreatifMemiliki pola pikir, cara pandang, dan pendekatan yang variatif terhadap setiap permasalahan

6. DisiplinTaat kepada tata tertib dan aturan yang ada serta mampu mengajak orang lain untuk bersikap yang sama

7. PeduliMenyadari dan mau memahami serta memperhatikan kebutuhan dan kepentingan pihak lain.

Page 36: Manajemen Pengembangan Kurikulum

36

Nilai-nilai proses (process values) Depdiknas,

Visioner dan Berwawasan• Bekerja berlandaskan pengetahuan dan informasi

yang luas serta wawasan yang jauh ke depan• Menjadi Teladan

Berinisiatif untuk memulai dari diri sendiri untuk melakukan hal-hal baik sehingga menjadi contoh bagi pihak lain

• Memotivasi (Motivating)Memberikan dorongan dan semangat bagi pihak lain untuk berusaha mencapai tujuan bersama

• Mengilhami (Inspiring)Memberikan inspirasi dan memberikan dorongan agar pihak lain tergerak untuk menghasilkan karya terbaiknya

Page 37: Manajemen Pengembangan Kurikulum

37

• Memberdayakan (Empowering)Memberikan kesempatan dan mengoptimalkan daya usaha pihak lain sesuai kemampuannya

• Membudayakan (Culture-forming)Menjadi motor dan penggerak dalam pengembangan masyarakat menuju kondisi yang lebih berbudaya

• Taat Azas Mematuhi tata tertib, prosedur kerja, dan peraturan perundangan

• Koordinatif dan Bersinergi dalam Kerangka Kerja TimBekerja bersama berdasarkan komitmen, kepercayaan, keterbukaan, saling menghargai, dan partisipasi aktif bagi kepentingan Depdiknas

• AkuntabelBekerja secara terukur dengan prinsip yang standar serta memberikan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan.

Page 38: Manajemen Pengembangan Kurikulum

38

Nilai-nilai keluaran (output values),

• Produktif (Efektif dan Efisien)Memberikan hasil kerja yang baik dalam jumlah yang optimal melalui pelaksanaan kerja yang efektif dan efisien

• Gandrung Mutu Tinggi/Service ExcellenceMenghasilkan dan memberikan hanya yang terbaik

• Dapat Dipercaya (Andal)Mampu mengemban kepercayaan dan memberikan bukti berupa hasil kerja dalam usaha pencapaian visi dan misi Depdiknas

• Responsif dan AspiratifPeka dan mampu dengan segera menindaklanjuti tuntutan yang selalu berubah

• Antisipatif dan InovatifMampu memprediksi dan tanggap terhadap perubahan yang akan terjadi, serta menghasilkan gagasan dan pengembangan baru

• Demokratis, Berkeadilan, dan InklusifTerbuka atas kritik dan masukan serta mampu bersikap adil dan merata

• Pembelajar Sepanjang HayatBerkeinginan dan berusaha untuk selalu menambah dan memperluas wawasan, pengetahuan dan pengalaman.

Page 39: Manajemen Pengembangan Kurikulum

39

VISI PENDIDIKAN NASIONAL

• Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

• Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut, Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF(Insan Kamil / Insan Paripurna)

Page 40: Manajemen Pengembangan Kurikulum

40

Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif

Cerdas spiritualBeraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul.

Cerdas emosional & sosialBeraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya, serta kompetensi untuk mengekspresikannya. Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang:membina dan memupuk hubungan timbal balik;demokratis;empatik dan simpatik; menjunjung tinggi hak asasi manusia;ceria dan percaya diri; menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara; serta berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara.

Cerdas intelektualBeraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi; Aktualisasi insan intelektual yang kritis, kreatif dan imajinatif;

Cerdas kinestetisBeraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat, bugar, berdaya-tahan, sigap, terampil, dan trengginas;Aktualisasi insan adiraga.

Page 41: Manajemen Pengembangan Kurikulum

41

MAKNA INSAN INDONESIA KOMPETITIFKompetitif :

• Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan

• Bersemangat juang tinggi• Mandiri • Pantang menyerah• Pembangun dan pembina jejaring• Bersahabat dengan perubahan• Inovatif dan menjadi agen perubahan• Produktif • Sadar mutu• Berorientasi global• Pembelajar sepanjang hayat

Page 42: Manajemen Pengembangan Kurikulum

42

MISI PENDIDIKAN DEPDIKNAS

• Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009

menetapkan Misi sebagai berikut:MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF DENGAN MELAKSANAKAN MISI PENDIDIKAN NASIONAL.

Page 43: Manajemen Pengembangan Kurikulum

43

A framework for understanding education quality