Makalah PKN

  • View
    10

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kewarganegaraan

Text of Makalah PKN

MAKALAHPENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN(SOFTSKILL)

Disusun Oleh :Nama NPM Kelas/Jurusan/FakultasIdris Ardian 14213210 2EA32/ Manajemen/Ekonomi

FAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS GUNADARMA2014/2015

4

1

Kata PengantarAssalamualaikum Wr. Wb. Segala puji bagi Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-NYA sehingga Saya dapat menyelesaikan Makalah Pendidikan Kewarganegaraan ini.Dalam kesempatan ini Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan makalah ini, terutama kepada : 1. Bapak Sri Waluyo selaku Pengajar Pendidikan Kewarganegaraan Kelas 2EA32.1. Terima kasih kepada Kedua Orang Tua Saya yang telah memberi dukungan moral dan materi.Saya menyadari Makalah Pendidikan Kewarganegaraan ini jauh dari kesempurnaan, harapan dan keinginan Saya, dengan selesainya Makalah Pendidikan Kewarganegaraan ini mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi semua.Wassalamualaikum Wr. Wb.

Bekasi, April 2015

Penyusun

DAFTAR ISI HalamanKATA PENGANTARiDAFTAR ISIiiBAB I PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang 11.2. Rumusan Masalah 2BAB II PEMBAHASAN 2.1.Pengertian dan Ruang Lingkup HAM 32.2. Sejarah HAM 42.3.Hak Asasi dalam UUD 1945 82.4.HAM Menurut UU No. 39 Th. 1999 102.5.Kewajiban Asasi Manusia 112.6.HAM Pada Tataran Global 132.3.Hak di Indonesia : Masalah dan Penanganannya 14BAB III PENUTUP 3.1.Kesimpulan 173.2. Saran 17DAFTAR PUSTAKABAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangSejak lahir, manusia memiki sebuah hak untuk hidup kemudian seiringberjalannya waktu manusia memiliki hak untuktumbuh dan berkembang. Ketika manusia beranjak pada usia remaja mereka memiliki hak untukberpendapat setelah itu mereka memasuki fase dimana mereka menjadi lebihbertanggungjawab dan mampumenggunakan suaranya untuk kemajuandirinya serta lingkungannya untuk itu manusia memiliki hak untuk memilih.Dari semua hak itulah manusia pada akhirnya memiliki hak asasi yang harusdijunjung tinggi dan diakui oleh orang lain. Hak asasi merupakan pemberian Tuhan YME kepada manusia agar mereka mempertahankan dan memperjuangkan haknya selama mereka hidup di dunia. Hak ini lebih penting daripada hak seorang presiden ataupun seorang raja karena tanpa hak ini hidup manusia akan selalu terjajah oleh manusia lainnya. Oleh karena itu kita harus mempertahankan hak kita serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. Hak ini sering kali dilanggar oleh manusia demi mempertahankan hak pribadinya, sehingga manusia hanya mementingkan haknya tanpa memperdulikan hak asasi manusia.Hak Asasi Manusia adalah hak dasar yang ada sejak manusia dilahirkan kebumi sebagai anugerah Tuhan YME. Hak Asasi Manusia bersifat universal dan abadi. Hak Asasi Manusia dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi olehNegara berdasarkan hukum yang mengatur Negara itu sendiri. Hak Asasi Manusia tidak akan diakui tanpa adanya perjuangan untuk menegakkan Hak Asasi Manusia tersebut. Bagaimana caranya agar kita mampu menegakkan Hak Asasi Manusia ? Serta apa yang harus dilakukan oleh kita dalam menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia agar terwujudnya suatu keadilandilingkungan masyarakat Indonesia ? Untuk itu, kita perlu mengerti dan memahami beberapa materiyang membahas tentang Hak Asasi Manusia.1.2 Rumusan MasalahDalam makalah ini penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut: Apa pengertian dan ruang lingkup HAM Sejarah HAM Hak asasi dalam UUD 1945 HAM menurut UU NO 39 TH 1999 Kewajiban Asasi Manusia HAM pada tatanan global; serta HAM di Indonesia: Masalah dan penegakannya2

BAB IIPEMBAHASAN2.1 Pengertian dan Ruang Lingkup Hak Asasi Manusia (HAM)HAM adalah hak-hak dasar yang melekat pada diri manusia,tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia.Menurut John Locke HAM adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.Ruang lingkup HAM meliputi: Hak pribadi: hak-hak persamaan hidup, kebebasan, keamanan, dan lain-lain; Hak milik pribadi dan kelompok sosial tempat seseorang berada; Kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan; serta Hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial.Hakikat Hak Asasi Manusia sendiri adalah merupakan upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. Begitu juga upaya menghormati, melindungi, dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia menjadi kewajiban dan tangung jawab bersama antara individu, pemeritah (Aparatur Pemerintahan baik Sipil maupun Militer),dan negara.Berdasarkan beberapa rumusan hak asasi manusia di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa sisi pokok hakikat hak asasi manusia, yaitu :a) HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun di warisi, HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis.b) HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal usul sosial, dan bangsa

3

c) HAM tidak bisa dilanggar, tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM.2.2 Sejarah HAMSejarah Internasional Hak Asasi Manusia Umumnya para pakar Eropa berpendapat bahwa lahirnya HAM dimulai dengan lahirnya Magna Charta pada tahun 1215 di Inggris. Magna Charta antara lain mencanangkan bahwa raja yang tadinya memiliki kekuasaan absolut (raja yang menciptakan hukum, tetapi ia sendiri tidak terikat pada hukum), menjadi dibatasi kekuasaannya dan mulai dapat dimintai pertanggungjawaban di muka umum. Dari sinilah lahir doktrin raja tidak kebal hukum lagi dan mulai bertanggungjawab kepada hukum. Sejak itu mulai dipraktekkan kalau raja melanggar hukum harus diadili dan harus mempertanggungjawabkan kebijakasanaannya kepada parlemen. Jadi, sudah mulai dinyatakan dalam bahwa raja terikat kepada hukum dan bertanggungjawab kepada rakyat, walaupun kekuasaan membuat Undang-undang pada masa itu lebih banyak berada di tangan raja. Dengan demikian, kekuasaan raja mulai dibatasi sebagai embrio lahirnya monarkhi konstitusional yang berintikan kekuasaan raja sebagai simbol belaka. Lahirnya Magna Charta ini kemudian diikuti oleh perkembangan yang lebih konkret, dengan lahirnya Bill of Rights di Inggris pada tahun 1689. Pada masa itu mulai timbul adagium yang intinya adalah bahwa manusia sama di muka hukum (equality before the law). Adagium ini memperkuat dorongan timbulnya negara hukum dan demokrasi. Bill of rights melahirkan asas persamaan. Para pejuang HAM dahulu sudah berketatapan bahwa hak persamaan harus diwujudkan betapapun beratnya resiko yang dihadapi karena hak kebebasan baru dapat diwujudkan kalau ada hak persamaan. Untuk mewujudkan semua itu, maka lahirlah teori Roesseau (tentang contract social/perjanjian masyarakat), Motesquieu dengan Trias Politikanya yang mengajarkan pemisahan kekuasaan guna mencegah tirani, John Locke di Inggris dan Thomas Jefferson di Amerika dengan hak-hak dasar kebebasan dan persamaan yang dicanangkannya. Perkembangan HAM selanjutnya ditandai dengan munculnya The American Declaration of Independence yang lahir dari paham Roesseau dan Montesqueu. Jadi, walaupun di Perancis sendiri belum dirinci apa HAM itu, tetapi di Amerika Serikat lebih dahulu mencanangkan secara lebih rinci. Mulailah dipertegas bahwa manusia adalah merdeka sejak di dalam oerut ibunya, sehingga tidaklah logis bila sesudah lahir, ia harus dibelenggu.Selanjutnya pada tahun 1789 lahirlah The French Declaration, dimana hak-hak yang lebih rinci lagi melahirkan dasar The Rule of Law. Antara lain dinyatakah tidak boleh ada penangkapan dan penahanan yang semena-mena, termasuk ditangkap tanpa alasan yang sah dan ditahan tanpa surat perintah yang dikeluarkan oleh pejabat yang sah. Dinyatakan pula presumption of innocence, artinya orang-orany yang ditangkap kemudian ditahan dan dituduh, berhak dinyatakan tidak bersalah sampai ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan ia bersalah. Dipertegas juga dengan freedom of expression (bebas mengelaurkan pendapat), freedom of religion (bebas menganut keyakinan/agama yang dikehendaki), the right of property (perlindungan terhadap hak milik) dan hak-hak dasar lainnya. Jadi, dalam French Declaration sudah tercakup semua hak, meliputi hak-hak yang menjamin tumbuhnyademokrasi maupun negara hukum yang asas-asasnya sudah dicanangkan sebelumnya. Perlu juga diketahui The Four Freedoms dari Presiden Roosevelt yang dicanangkan pada tanggal 6 Januari 1941, dikutip dari Encyclopedia Americana, p.654 tersebut di bawah ini :"The first is freedom of speech and expression everywhere in the world. The second is freedom of every person to worship God in his own way-every where in the world. The third is freedom from want which, translated into world terms, means economic understandings which will secure to every nation a healthy peacetime life for its inhabitants-every where in the world. The fourth is freedom from fear-which, translated into world terms, means a worldwide reduction of armaments to such a point and in such a through fashion that no nation will be in a position to commit an act of physical agression against any neighbor-anywhere in the world." Semua hak-hak ini setelah Perang Dunia II (sesudah Hitler memusnahkan berjuta-juta manusia) dijadikan dasar pemikiran untuk melahirkan rumusan HAM yang bersifat universal, yang kemudian dikenal dengan The Universal Declaration of Human Rights yang d