Makalah Pkn Korupsi

  • View
    164

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah

Text of Makalah Pkn Korupsi

KORUPSI DI INDONESIA

Disusun Oleh :FAKIH AULIA RAKHMAN

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMPUNG 2012

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Makalah Sitem Pemerintahan Sering kita mendengar kata yang satu ini, yaitu KORUPSI, korupsi adadi sekeliling kita, mungkin terkadang kita tidak menyadari itu. Korupsi bisa terjadi dirumah, sekolah, masyarakat, maupun diinstansi tertinggi dan dalam pemerintahan. Mereka yang melakukan korupsi terkadang mengangap remeh hal yang dilakukan itu. Hal ini sangat menghawatirkan, sebab bagaimana pun, apabila suatu organisasi dibangun dari korupsi akan dapat merusaknya. Dari kenyataan diatas dapat ditarik dua kemungkinan melakukan korupsi, yaitu ; 1. Metode yang digunakan oleh pendidik belum sesuai dengan kenyataannya, sehingga pelajaran yang diajarkan tidak dapat dicerna secara optimal oleh anak didik. 2. Kita sering menganggap remeh bahkan malas untuk mempelajari hal ini , karena kurangnya moyivasi pada diri sendiri, sehingga sering sekali berasumsi untuk apa mempelajari padahal itu sangat penting untuk diketahui agar tahu hak dan kewajiban kita untuk Negara ini.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang dipaparkan di atas, dapat ditarik rumusan masalah berikut ini : 1. 2. 3. Apa yang melatarbelakangi terjadinya korupsi ? Apakah dampak Pemberitaan Korupsi Pada Masyarakat? Bagaimana penjatuhan pidana terhadap koruptor?

C. Tujuan Makalah

Tujuan dari penelitian yang penulis lakukan adalah untuk mengetahui penyebab atau latar belakang terjadinya korupsi dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memberantas korupsi.

BAB II PEMBAHASAN

A.

Pengertian Korupsi Korupsi berasal dari kata latin Corrumpere, Corruptio, atau Corruptus. Arti harfiah darikata tersebut adalah penyimpangan kerusakan, dari kesucian (Profanity), atau tindakan tak bermoral,kebejatan, buruk lainnya. kebusukan, ketidakjujuran kecurangan. Dengan

demikiankorupsi memiliki konotasi adanya tindakan-tindakan hina, fitnah atau hal-hal Bahasa Eropa Barat kemudian mengadopsi kata ini dengan sedikit modifikasi;Inggris : Corrupt, Corruption; Perancis : Corruption; Belanda : Korruptie. Dan akhirnyadari bahasa Belanda terdapat penyesuaian ke istilah Indonesia menjadi : Korupsi. Istilah penyogokan (graft), merujuk kepada lain. pemberian Pemerasan hadiah atau upeti yang untuk maksudmempengaruhi keputusan orang (extortion), diartikan

sebagai permintaan setengah memaksa atas hadiah-hadiah tersebut dalam pelaksanaan tugastugas Negara. Kecuali itu, ada istilah penggelapan (fraud), untuk menunjuk kepadatindakan pejabat yang menggunakan dana publik yang mereka urus untuk kepentingandiri sendiri sehingga harga yang harus dibayar oleh masyarakat menjadi lebih mahal.Dengan demikian, korupsi merupakan tindakan yang merugikan Negara baik secaralangsung maupun tidak langsung.

Bahkan ditinjau dari berbagai aspek normatif, korupsimerupakan suatu penyimpangan atau pelanggaran. Di mana norma soisal, norma hukummaupun norma etika pada umumnya secara tegas menganggap korupsi sebagai tindakanyang buruk. Dari segi hukum korupsi mempunyai arti ; a. Melawan hukum b. Menyakahgunakan kekuasaan c. Memperkaya diri d. Merugikan keuangan Negara Menurut perspektif hukum, pengertian korupsi secara gambling dijelaskan dalam UU No 31 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana. Istilah korupsi di Indonesia pada mulanya hanya terkandung dalam khazanah perbincangan umum untuk menunjukkan penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan pejabat-pejabat Negara. Namun karena penyakit tersebut sudah mewabah dan terusmeningkat dari tahun ke tahun bak jamur di musim hujan, maka banyak orangmemandang bahwa masalah ini bisa merongrong kelancaran tugas-tugas pemerintah danmerugikan ekonomi Negara.Persoalan korupsi di Negara Indonesia terbilang kronis, bukan hanya membudaya tetapisudah membudidaya. Pengalaman pemberantasan korupsi di Indonesia menunjukkan bahwa kegagalan demi kegagalan lebih sering terjadi terutama terhadap pengadilan koruptor kelas kakap dibanding koruptor kelas teri.Beragam lembaga, produk hukum, reformasi birokrasi, dan sinkronisasi telah dilakukan,akan tetapi hal itu belum juga dapat menggeser kasta pemberantasan korupsi. Seandainyasaja kita sadar, pemberantasan korupsi meski sudah pada tahun keenam perayaan hariantikorupsi ternyata masih jalan ditempat dan berkutat pada tingkat kuantitas.Keberadaan lembaga-lembaga yang mengurus korupsi belum memiliki dampak yangmenakutkan bagi para koruptor, bahkan hal tersebut turut disempurnakan dengan pemihakan-pemihakan yang tidak jelas.Dalam masyarakat yang tingkat korupsinya seperti Indonesia, hukuman yang setengah-setengah sudah tidak mempan lagi. Mulainya dari mana juga merupakan masalah besar,karena boleh dikatakan semuanya sudah terjangkit penyakit birokrasi.

B.

Pengertian Korupsi Secara Hukum Merupakan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuanperaturan perundangundangan yang mengatur tentang tindak pidana korupsi. Pengertian korupsi lebih ditekankan pada pembuatan yang merugikan kepentingan publik atau masyarakat luas atau kepentingan pribadi atau golongan. Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) Korupsi yaitu menyelewengkan kewajiban yang bukan hak kita. Kolusi ialah perbuatan yang jujur, misalnya memberikan

pelican agar kerja mereka lancar, namun memberikannya secara sembunyi-senbunyi. Nepotisme adalah mendahulukan orang dalam atau keluarga dalam menempati suatu jabatan. Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencangkup unsure-unsur sebagai berikut; Perbuatan melawan hukum Penyalahgunaan kewenangan Merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara.

C. Macam-Macam KorupsiTindak pidana korupsi yang dilakukan cukup beragam bentuk dan jenisnya. Namun, bila diklasifikasikan ada tiga jenis atau macamnya, yaitubentuk, sifat, dan tujuan.1. Bentuk korupsi

Bentuk

korupsi

terdiri korupsi

atas tidak

dua

macam,

yaitu

materiil

dan

immateriil.Jadi

selamanya

berkaitan

dengan

penyalahgunaan uangnegara.Korupsi yang berkaitan dengan uang termasuk jenis korupsi materiil.

2. Berdasarkan sifatnya a. Korupsi Publik

Dari segi publik menyangkut nepotisme, fraus, bribery, dan birokrasi.Nepotisme itu terkait dengan kerabat terdekat. Segala peluang dankesempatan yang ada sebesar-besarnya digunakan untuk kemenangankerabat dekat. Kerabat dekat bisa keponakan, adik-kakak, nenek ataukroni. Fraus, artinya, luar. berusaha cara mempertahankan posisinya daripengaruh Berbagai

dilakukan untuk kepentingan ini. Sodok kanan, sikut kiri, suap kanan, suap kiri, semua dilakukan agar posisiyang telah dicapai atau diduduki tidak diambil pihak lain atau direbut orang lain.

b. Korupsi Privat

Sisilain korupsi ditinjau dari privat, yang dimaksud privat ada dua,yaitu badan hukum privat dan masyarakat. Ada dua model korupsi, yaitu: pertama internal, yakni korupsi yangdilakukan oleh orang dalam. Kedua internal-eksternal, yaknikolaborasi antara sektok privat dengan publik.

3. Berdasarkan tujuannya

Pada

umumnya

tujuan

korupsi,

untuk

memperoleh

keuntungan

pribadi,tetapi secara spesifik meliputi empat tujuan sebagai berikut:a. Politik, orang melakukan korupsi karena bertujuan politik. b. Di

bidang

ekonomi,

dilakukan

pun

untuk

kesuksesan

bisnisnya.Kurang lebih wujudnya sama, praktik korupsi disini juga dilakukandengan segala cara. Tetapi, sasarannya adalah pemegang kekuasaan.c. Di bidang pendidikan,Fenomena jual beli gelar dan nilai adalah bukti

kuat bahwa di lembagaini juga terjangkit korupsi.d. Di

bidang

hukum, dan

praktik

korupsi

ditujukan Fasilitas

untuk disini

memperolehfasilitas

perlindungan

hukum.

berupa kepastianhukum terhadap bisnis atau usaha koruptor.

D. Faktor Pemicu Korupsi dan Dampaknya Tindakan korupsi disebabkan oleh beberapa faktor sesuai situasi dan kondisi, yaitu: 1. Kondusifitas Budaya Budaya dalam sub bahasan ini diartikan sebagai sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah . Berdasarkan pandangan tersebut maka budaya yang mendukung tindakan korupsi yaitu budaya ewuh pakewuh dan budaya resiprokal.Ewuh pakewuh merupakan istilah dalam bahasa Jawa yang mengacu pada sikap keengganandan hormat menghormati. Budaya ini merupakan budaya yang umum dalam duniaketimuran. Budaya ini dituding sebagai penyebab dari adanya rasa sungkang dari individudari status sosial lebih rendah jika menghadapi masalah korupsi pada individu dari statussosial yang lebih tinggi dan berpengaruh. Hal seperti ini terjadi misalnya pada penyelidikankasus korupsi

2. Pandangan Kapitalistik Manusia dewasa ini sedang hidup di tengah kehidupan material yang sangat mengedepan.Dunia kapitalistik memang ditandai salah satunya ialah akumulasi modal atau kepemilikanyang semakin banyak. Semakin banyak modal atau akumulasi modal maka semakin dianggap sebagai orang yang kaya atau orang yang berhasil. Karena persepsi tentangkekayaan sebagai ukuran keberhasilan seseorang, maka seseorang akan mengejar kekayaanitu tanpa memperhitungkan bagaimana kekayaan tersebut diperoleh. 3. Sinisme Masyarakat Ada semacam sinisme yang berkembang di masyarakat bahwa korupsi di Indonesia sudahsedemikian parah sehingga tidak mungkin bisa diberantas. Survei yang dilakukan UNDP baru-baru ini menjadi indikasi kuat mengenai hal itu. Hasil survey menunjukkan bahwakorupsi di sektor publik dianggap sangat lazim oleh 75% responden. Sebanyak 65%responden bahkan tidak hanya menduga tentang praktik korupsi tetapi terlibat

secaralangsung dalam praktik ini terutama menyangkut pejabat pemerintah. Dalam penelitianUN