Lembaga Pendidikan Dalam Perspektif Islam

  • View
    862

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Lembaga Pendidikan Dalam Perspektif Islam

1 LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM Lembagapendidikanmerupakansalahsatusystemyangmemungkinkan berlangsungnnyapendidikansecaraberkesinambungandalamrangkamencapai tujuanpendidikan.Adanyakelembagaandalammasyarakatdalamrangkaproses pembudayaanumat,merupakantugasdantanggungjawabnyayangculturaldan edukatifterhadappesertadidikdanmasyarakatyangsemakinberat.Tanggung jawablembagapendidikantersebutdalamsegalajenisnyamenurutpandangan Islamadalaheratkaitannyadenganusahamenyukseskanmisisebagaiseorang muslim.1 LembagapendidikanIslammerupakanhasilpemikiranyangdicetuskan olehkebutuhan-kebutuhanmasyarakatyangdidasari,digerakkan,dan dikembangkan oleh jiwa Islam (Al-Quran dan Al- Sunnah). Lembaga pendidikan Islamsecarakeseluruhan,bukanlahsesuatuyangdatangdariluar,melainkan dalampertumbuhandanperkembangannyamempunyaihubunganeratdengan kehidupanIslamsecaraumum.Islamtelahmengenallembagapendidikansejak detik-detikawalturunnyawahyukepadaNadiMuhammadSAW.RumahAl-Arqam ibn Abi Al-Arqam merupakan lembaga pendidikan yang pertama.2 GuruagungyangpertamaadalahNabiMuhammadSAWdengansekumpulan kecilpengikut-pengikutnyayangpercayakepadanyasecaradiam-diam.Dan dirumah itulah Nabi mengajarkan Al-Quran. A.Pengertian Lembaga Pendidikan Islam Secaraetimologi,lembagaadalahasalsesuatu,acuan,sesuatuyang memberbentukpadayanglain,badanatauorganisasiyangbertujuan mengadakansuatupenelitiankeilmuanataumelakukansesuatuuasaha.3Dari pengertiandiatasdapatdifahamibahwalembagamengandungaarti,yaitu:

1 M. Arifin, Filsafat Pendidikan Islam. (Jakarta : Bumi Aksara, 1993), Cet. Ke.3, hal. 39. 2 Hasan Adb. Al-Ali, Tarbiyah Al-Islamiyah fi-al-Qarni Al-Hijry (Mishr : Dar al-Fikri al-Araby, 1978), hal. 181. 3 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Balai Pustaka, 1990), cet III, hal. 572. 2 (1) pengertian secara fisik, materil, kongrit dan (2) pengertian secara non-fisik, non-materil, dan abstrak.4 DalambahasaInggris,lembagadisebutinstitute(dalampengertian fisik), yaitu sarana atau organisai untuk mencapai tujuan tertentu, dan lembaga dalam pengertian non-fisik atau abstrak disebut institution, yaitu suatu system normauntukmemenuhikebutuhan.Lembagadalampengertianfisikdisedut jugadenganbangunan,danlembagadalampengertiannon-fisikdisebut dengan pranata.5 SecaraterminologymenurutHasanLanggulung,lembagapendidikan adalahsuatusistemperaturanyangbersifatmujjarad,suatukonsepsiyang terdiridarikode-kode,norma-norma,ideologi-ideologidansebagainya,baik tertulisatautidak,termasukperlengkapanmaterialdanorganisasisimbolik: kelompokmanusiayangterdiridariindividu-individuyangdibentukdengan sengajaatautidak,untukmencapaitujuantertentudantempat-tempat kelompokitumelaksanakanperaturan-peraturantersebutadalah:mesjid, sekolah, kuttab dan sebagainya.6 Daud Ali dan Habibbah Daud, menjelaskan bahwa ada dua unsur yang kontrasiktifdalampengertianlembaga,pertamapengertiansecarafisik materil.Kongritdankeduapengertiansecaranon-fisik,non-materialdan abstrak.Terdapatduaversipengertianlembagadapatdimengertikarena lembagaditinjaudarisegifisikmenampakkansuatubadandansaranayang didalamnya ada beberapa orang yang menggerakkanya, dan ditinjau dari aspek non-fisik lenbaga merupakan suatu sistem yang berperan membantu mencapai tujuan,7 AmirDaiemmendefinisikanlembagapendidikandenganorangatau badanyangsecarawajarmempunyaitanggungjawabterhadappendidikan. Rumusan definisi yang dikemukakan Amir Daiem ini memberikan pendekatan

4M.DaudAlidanHabibahDaud,Lembaga-lembagaIslamdiIndinesia,(Jakarta:RajaGraGindo Persada, 1995), hal. 1. 5 Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Kalam Mulia, 2002),hal. 277. 6 Hasan Langgulung, Pendidikan Islam Menghadapi Abad ke-21, (Jakarta : Pustaka Al-Husna, 1988), cet I, hal. 12-13. 7 M. Daud Ali dan Habibah Daud, loc. cit. 3 pada siakap tanggung jawab seseorang terhadap peserta didik, sehingga dalam realisasinyamerupakansuatukeharusanyangwajarbukanmerupakan keterpaksaan.Definisilaintentanglembagapendidikanadalahsuatubentuk organisasiyangtersusunrelativetetapataspola-polatingkahlaku,peranan-perananrelasi-relasiyangterarahdalammengikatindividuyangmempunyai otoritasformaldansanksihokum,gunatercapainyakebutuhan-kebutuhan social dasar.8 Adapun lembaga pendidikanIslam secara termonologi dapat diartikan suatu wadah atau tempat berlangsungnya proses pendidikan Islam.9

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa lembaga pendidikan itu mengandungpengertiankongkritberupasaranadanprasaranadanjuga pengertian yang abstrak, dengan adanya norma-norma dan peraturan-peraturan tertentu, serta penganggung jawab pendidikan itu sendiri. MenurutMuhaimindanAbdMujib,sebagaimanayangdikutipoleh Ramayulis,PendidikanIslamtermasukbidangsocialsehinggadalam kelembagaannyatidakterlepasdarilembaga-lembagasosialyangada.10 Lembaga social tersebut terdiri atas tiga bagian, antara lain : 1.Asosiasi, misalnya universitas, persatuan atau perkumpulan. 2.Organisasi khusus, misalnya penjara, rumah sakit dan sekolah-sekolah. 3.Pola tingkah laku yang menjadi kebiasaan atau pola hubungan social yang mempunyai hubungan tertentu.11 Berdasarkanuraiandiatas,lembagapendidikansecaraumumdapat diartikansebagaibadanusahayangbergerakdanbertanggungjawabatas terselenggaranya pendidikan terhadap anak didik.12

8AmirDaienIndrakusomo,PengantarIlmuMendidikSebuahTinjauanTeoritis,Filosofis, (Surabaya : Usaha Nasional, 1973), hal. 99. 9Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Rineka Cipta, 1991 ), hal. 171. 10 Ramayulis. op. cit. hal. 278. 11 Ibid. 12SidiGhazalba,IslamdanPerubahanSosioBudayaKajianIslamTentangPerubahan Masyarakat, (Jakarta : Pustaka Al-Husna, 1983 ), hal. 109. 4 Adapun lembaga pendidikan Islam dapat diartikan dengan suatu wadah atau tempat berlangsungnya proses pendidikanIslamyang bersamaan dengan prosespembudayaan.13 Dengandemikian,lembagapendidikanIslamadalahsuatubentuk organisasi yang diadakan untuk mengembangkan lembaga-lembaga Islam, dan mempunyaipola-polatertentudalammemerankanfungsinya,serta mempunyaistrukturtersendiriyangdapatmengikatindividuyangberada dibawah naungannya, sehingga ini mempunyai kekuatan hokum tersendiri. LembagapendidikanIslamberupanan-fisikmencakupperaturan-peraturanbaikyangtetapmaupunyangberubah,sedangkanbentukfisik berupabangunan,sepertimesjid,kuttabdansekolah.Bentikfisikinisebagai tempatuntukmelaksanakanperaturan-peraturan,yangpenaggungjawabnya adalah suatu badan, organisasi, orang tua, yayasan dan Negara. B.Bentuk-bentuk Lembaga Pendidikan Islam MenurutHaidarPutraDaulay,adabeberapabentuklembaga pendidikan Islam, diantaranya adalah sebagai berikut14 : 1.Pesantren Perkataanpesantrenberasaldarikatasantri,denganawalanpedan akhiran an yang berarti tempat tinggal santri (Dhofier, 1984 : 18). Dengan nadayangsamaSoegardaPoerbakawatjamenjelaskanpesantrenasal katanya adalah santri, yaitu seseorang yang belajar agama Islam, sehingga dengandemikian,pesantrenmempunyaiartitempatorangberkumpul untukbelajaragamaIslam(Poerbakawatja,1976:233).ManfredZiemek jugamenyebutkanbahwaasaletimologidaripesantrenadalahpesantrian berarti tempat santri. Santri atau murid (umumnya sangat berbeda-beda) mendapatpelajarandaripemimpinpesantren(kiai)danolehparaguru

13 Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, op. cit., hal. 171. 14HaidarPutraDaulay,SejarahPertumbuhandanPembaruanPendidikanIslandiIndonesia, (Jakarta : Prenada Media Group, 2007), hal. 62 - 151. 5 (ulamaatauustadz).Pelajaranmencakupberbagaibidangtentang pengetahuan Islam (Ziemek, 1986 : 16). 2.Sekolah WJS.PoerwadarmintodalamKamusUmumBahasaIndonesia menerangkan arti sekolah. a.Bangunan atau lembaga untuk belajar dan memberi pelajaran. b.Waktu atau pertemuan ketika murid-murid diberi pelajaran. c.Usahamenuntutkepandaian(ilmupengetahuan),(Poerwadarminto, 1976:889) Dalambuku-bukumengenaiteoripendidikandijelaskanbahwa sekolahadalahmerupakansalahsatudaritripusatpendidikandisamping rumahtanggadanmasyarakat.Walaupunketiganyadikelompokkan kepadalingkunganataumelieupendidikan,manundarisegi-segiteknis pelaksanaanpendidikanterdapatperbedaanantarasatudenganyang lainnya. Sekolahmenitikberatkankepadapendidikanformal,disekolah prosedur pendidikan telah diatur sedemikian rupa, ada guru, ada siswa, ada jadwalpelajaranyangberpedomankepadakurikulumdansilabus,ada jam-jam tertentu waktu belajar serta dilengkapi dengan sarana dan fasilitas pendidikansertaperlengkapan-perlengkapandanperaturan-peraturan lainnya. 3.Madrasah PerkataanmadrasahberasaldaribahasaArabyangartinyaadalah temoat belajar (Ibrahim Anis, 1972:280). Padanan madrasah dalam bahasa Indonesiaadalahsekolahlebihdikhususkanlagisekolah-sekolahagama Islam(EnsiklopediIndonesia,1983:2078).DalamShorterEncyclopaedia of Islam, diartikan : Name of an Institution where the Islamic science are studied(Gibb,1961:300).Artinya:Namadarisuatulembagadimana ilmu-ilmu keislaman diajarkan. 6 Denganketerangantersebutdapatdipahamuibahwamadrasah tersebutadalahpenekanannyasebagaisuatulembagayangmengajarkan ilmu-ilmukeislaman.Madrasahpadaprinsipnyaadalahkelanjutandari system pesantren. Ditinjau dari segi tingkatannnya, madrasah dibagi kepada : a.Tingkat Ibtidaiyah (Tingkat Dasar) b.Tingkat Tsanawiyah (Tingkat Menengah) c.Tingkat Aliyah (Tingkat Menengah Atas) 4.Sekolah-sekolah Dinas Setelah Indonesia merdeka, ditetapkan departemen yang membidangi danmengurusmasalahagamaadalahDepartemenAgama.Departemen Agamaberdirisejaktanggal3Januari1946,denganMenteriAgamanya yang pertama M. RAsyidi, BA. Dari sekian banyak tugas Depertemen ini, salah satu diantaranya ada bidang pendidikan agama. Sekolahdinasmaksudnyaadalahsetelahlulusdarisekolahtersebut diangkatmenjadipegawainegeridankarenaitumurid-muriddisekolah tersebutharusberkaitandinassesuaidenganPeraturanMenteriAgama Nomor8Tahun1951.Karenakekurangananggaransejaktahun1969 tidak lagi disediakan ikatan dinas. Saatsekaranginitidakadalagisekolah-sekolahdinas.Lembaga-lembagapendidikanyangadadiDepartemenAgamamenyesuaikandiri dengan system pendidikan yang diberlakukan secara nasional. 5.Pendidikan Tinggi Islam Usahauntukmendirik