Click here to load reader

Laporan Observasi Penelitian TPS.pdf

  • View
    603

  • Download
    9

Embed Size (px)

Text of Laporan Observasi Penelitian TPS.pdf

  • PENCEMARAN LINGKUNGAN OLEH SAMPAH DI

    DUA TPS YANG BERBEDA

    (Pasar Rengasdengklok & Pasar Ujung Berung) Laporan Hasil Observasi ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas kelompok yang

    merupakan tugas Mata Kuliah Pengetahuan Lingkungan Hidup dengan dosen pengampu

    Dosen : Drs. R. Ading Pramadi, MS

    Assisten : Meti Maspupah, M.Pd

    Disusun oleh:

    Aan Amilah (1211206002)

    Cep Zaki (1210206020)

    Jaenudin (1211206038)

    Kukuh Masdhin (1211206040)

    IV/A

    JURUSAN PEND. MIPA PRODI PEND. BIOLOGI

    FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

    SUNAN GUNUNG DJATI

    BANDUNG

    2013

  • i

    KATA PENGANTAR

    Bismillahirrohmaanirrohiim.....

    Alhamdulillah, segala puji bagi Tuhan semesta alam Allah SWT. Berkat izinnya

    akhirnya laporan hasil observasi ini dapat tersusun. Solawat beserta salam juga tetap

    terlimpah pada sang revolusi Islam Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya.

    Kami selaku penyusun dan tim observasi menghaturkan terimakasih kepada pihak-

    pihak yang terlibat dalam observasi ini yang telah membantu dalam mencari berbagai

    referensi tempat dan memberikan saran dalam penyusunan laporan hasil observasi ini

    sehingga akhirnya laporan hasil observasi ini dapat tersusun dengan baik dan sistematik.

    Observasi yang telah kami lakukan ke dua Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang

    berbeda yaitu di TPS Pasar Rengasdengklok dan TPS Pasar Ujung Berung diharapkan dapat

    menjadi sampel di beberapa TPS di setiap daerah yang letaknya dekat dengan pasar

    tradisional.

    Bandung, Maret 2013

    Penyusun

  • ii

    DAFTAR ISI

    Kata Pengantar ............................................................................................................ i

    Daftar Isi ............................................................................................................ ii

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang .................................................................................................. iii

    B. Rumusan Masalah ............................................................................................ iv

    C. Tujuan Masalah ................................................................................................ iv

    BAB II KAJIAN TEORI

    A. Identifikasi Masalah ......................................................................................... 1

    B. Argumentasi ..................................................................................................... 9

    C. Hasil Observasi ................................................................................................ 10

    BAB III PENUTUP

    A. Saran ............................................................................................................ 18

    B. Implikasi ............................................................................................................ 19

    C. Solusi ............................................................................................................ 19

    DAFTAR PUSTAKA

    LAMPIRAN

  • iii

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Pada dasarnya pola pembuangan sampah yang dilakukan dengan sistem

    tempat pembuangan akhir (TPA) yang beroperasi saat ini sudah tidak relevan lagi

    dengan pertambahan penduduk yang pesat, dan lahan kota yang semakin sempit.

    Pembuangan yang dilakukan dengan pembuangan sampah terbuka dan di tempat

    terbuka juga berakibat meningkatnya intensitas pencemaran. Selain itu yang

    paling dirugikan dan selama ini tidak dirasakan oleh masyarakat adalah telah

    dikeluarkannya miliaran rupiah untuk mengelola TPA (Tiwow, et. al., 2003).

    Peningkatan volume sampah menyebabkan kebutuhan lahan penimbunan

    di TPA semakin meningkat. Cukup sulit memperoleh lahan yang luas dan

    memenuhi syarat-syarat untuk TPA di kota, sehingga TPA terpaksa ditempatkan

    di pinggiran kota atau bahkan di luar kota. Hal tersebut mengakibatkan jarak TPS

    yang umumnya dekat dengan sumber timbulan terhadap TPA cukup jauh waktu

    tempuhnya (time trip) dan biaya transportasi yang dibutuhkan lebih besar akiba

    jauhnya jarak tersebut (Wiranegara, 2002).

    Cara penyelesaian yang ideal dalam penanganan sampah di perkotaan

    adalah dengan pengelolaan sampah terpadu. Seperti yang tercantum dalam

    Undang-undang RI Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah bahwa

    sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu

    dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan

    manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan, serta

    dapat mengubah perilaku masyarakat.

    Berbicara mengenai sampah, maka kami selaku mahasiswa ingin

    mengetahui langsung bagaimana kondisi di dua TPS yang berbeda yaitu di TPS

    Rengasdengklok dan TPS Ujung Berung. Karena banyaknya keluhan-keluhan dari

    masyarakat sekitar yang merasa terganggu oleh adanya ke dua TPS terebut. Maka

    dari hal itu kami melakukan observasi pada tanggal 24 Maret 2013 di TPS

  • iv

    Rengasdengklok dan 30 Maret 2013 di TPS Ujung Berung, obsevasi kami lakukan

    selain melihat kondisi lingkungan secara langsung kami juga mewawancarai

    warga disekitarnya guna mendapatkan data yang akurat dan ingin mengetahui

    pencemaran apa saja yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat sekitar.

    B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka kami dapat merumuskan beberapa

    permasalahan menjadi beberapa poin pertanyaan, diantaranya adalah:

    1. Bagaimana kondisi nyata/sesungguhnya TPS rengasdengklok dan TPS Ujung

    Berung?

    2. Adakah pengolahan sampah yang dilakukan oleh pihak PEMDA sekitar demi

    menjaga stabilitas lingkungan?

    3. Apa saja yang dikeluhkan warga sekitar mengenai pencemaran yang

    ditimbulkan oleh adanya TPS tersebut?

    C. Tujuan Dari beberapa rumusan masalah diatas, maka kami memiliki beberapa tujuan,

    yaitu:

    1. Mengetahui kondisi nyata/sesungguhnya di TPS rengasdengklok dan TPS

    Ujung Berung?

    2. Mengetahui da atau tidaknya pengolahan sampah yang dilakukan oleh pihak

    PEMDA sekitar demi menjaga stabilitas lingkungan.

    3. Mengetahui keluhan apa saja yang dikeluhkan warga sekitar mengenai

    pencemaran yang ditimbulkan oleh adanya TPS tersebut.

  • BAB II

    KAJIAN TEORI

    A. Identifikasi Masalah 1. Pengertian Sampah dan Dampaknya

    Sampah adalah sebagian dari benda-benda atau hasil-hasil yang dipandang

    tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, dan harus dibuang, sedemikian

    rupa sehhingga tidak mengganggu kelangsungan hidup.

    Perkembangan dalam pembangkitan jumlah sampah terutam disebabkan

    oleh perubahan berbagai tingkat dan struktur konsumsi dan produksi, sampah kota

    dan sampah industri merupakan bagian yang terpenting dalam hal ini.

    Sampah adalah semua jenis buangan/ kotoran padat yang berasal antara

    lain dari rumah tinggal, perkotaan, rumah penginapn, hotel, rumah makan,

    restoran, pasar, bangunan umum, pabrik, industri, termasuk piung-puing/sisa-sisa

    bahan-bahan bangunan dan besi tua (bekas) kendaraan bermotor dan lain-lain

    yang sejenis.

    Sampah mengandung berbagai bahan pencemar seperti: pencemar dari

    biologis seperti bakteri, jamur, virus, protozoa dan sebagainnya baik yang patogen

    maupun yang tidak, pencemaran anorganik seperti kaleng, kaca, besi, paku,

    plastik, kain dan sebagainya. Pencemar bahan toksik (beracun) seperti sisa-sisa

    obat, baterai, asbes, dan sebagainnya.

    Yang perlu mendapatkan perhatian adalah sampah/limbah dari rumah sakit

    dan poloklinik yang seharusnya dibuang ke tempat khusus, limbah dari tempat ini

    mengandung berbagai macam kuman dan penyakit yang berpotensi menyebar

    kelingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Untuk mencegah terjadinya pencemaran perlu diupayakan adanya

    organisasi pembuangan sampah akan menentukan tempat pembuangan sampah

    dan manajemen pembuangan sampah.

  • 2

    Sampah yang terkumpul seharusnya dibuang ke tempat tertentu yang jauh

    dari pemukiman, jauh dari sumber air dan badan air, ini dimaksudkan agar tidak

    terjadi dampak berangkai yang merugikan masyarakat.

    Seharusnya sampah dipilah-pilah sehingga menjadi sampah yang terurai

    dan yang tidak terurai, sampai yang terurai dapat dijadikan kompos sebagai bahan

    pupuk sampah yang tidak dapat teruraikan dapat di daur ulang untuk

    dimanfaatkan kembali.

    Sampah yang terkumpul dapat dimusnahkan dengan pembakaran sampah,

    agar tidak menimbulkan pencemaran udara yang serius, proses pembakaran

    sampah hendaknya dilakukan dalam tungku-tungku bersuhu tinggi dan diadakan

    penyaringan pada cerobong asapnya.

    Sampah memiliki hubungan yang erat dengan kesehatan karena:

    Sampah merupakan tempat berkembangbiaknya bebragai jenis binatang vektor

    seperti lalat, tikus dan lain-lain.

    Pembuangan sampah disembarang tempat dapat terbawa ke selokan sungai

    menyebabkan pencemaran air dan tersumbatnya saluran air

    Sampah yang dibuang sembarangan akan menyebabkan pemnadangan yang

    tidak enak dan mengeluarkan bau busuk.

    Apabila sampah dapat dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal akan dijadikan

    dampak positifnya antara lain:

    Mengurangi tempat berbiaknya serangga dan binatang pengerat sebagai

    vektor penyakit.

    Mengurangi insidenn penyakit yang berhubungan dengan samapah

    Membuna estetika lingkungan

    Keadaan lingkungan yang biak akan menghemat pengeluaran devisa

    Apabila sampah tidak dikelola dengan baik, akan didapatkan dampak negatif

    antara lain:

  • 3

    Insiden penykit meninggal, misalnya penyakit saluran pernafasan (diare,

    kolera, tipus), demm berdarah, penyakit kulit dan sebagainya. Potongan-

    potongan besi, kaleng, kaca dapat melukai anggota tubuh.

    Mengganggu estetika lingkungan

    Menimbulkan bau, abu dan polusi udara lainnya (bila sampah dibakar)

    Sampah yang masuk kedalam air dapat menurunkan kualitas air,

    mencemari permukaan dan banjir

    Bila air jadi asam karena pembusukan sampah, maka akan berakibat

    dipercepatnya perusakan fasilitas pelayanan masyarakat seperti jalan,

    jembatan, dan sebagainya.

    Pengelolaan sampah yang kurang baik mencerminkan status keadaan

    sosial masyarakat di daerah tersebut

    Sampah dapat menimbulkan gangguan keseimbangan lingkungan , kesehatan

    serta kematian dan pencemaran, gangguan tersebut dapat disebutkan sebagai

    berikut:

    a. Sampah dapat menimbulkan pencemaran atau pengotoran,

    pencemaran dapat berupa udara yang kotor karena mengandung gas-

    gas yang terjadi dari perombakan sampah, bau yang tidak enak,

    daerah yang becek dan kadang-kadan berlumpurnya lebih apabila

    musim penghujan.

    b. Sampah bertumpuk-tumpuk dapat menimbulkan kondisi tidak sesuai

    dengan lingkungan yang normal. Dapat menyebabkan kenaikan suhu

    dan kenaikan pH menjadi terlalu asam atau terlalu basa, keadaan

    demikian akan menyebabkan terganggunya kehidupan dilingkungan

    sekitarnya

    c. Kekurangan oksigen pada daerah pembuangan sampah, keadaan ini

    disebabkan karena selama proses perombakan sampah menjadi

    senyawa-senyawa sederhana diperlukan osegen yang diambil dari

    udara di sekitarnya, bila dibiarkan terus menerus dapat terjadi akibat

    yang lebih parah, misalnya tanah menjadi gersang (kurus).

  • 4

    d. Gas-gas yang dihasilkan selama degradasi sampah dapat

    membahayakan kesehatan dan kadang-kadang beracun serta dapat

    mematikan

    e. Berbagai penyakit akan timbul dari berbagai sampah yang ditularkan

    oleh lalat, tikus, anjing atau binatang yang lainnnya.

    Sampah tidak dapat di golongkan sebagai pemandangan yang nyaman

    untuk dinikmati. Sampah merupakan segala bentuk buangan padat yang sebagian

    besar berasal dari aktivitas manusia (domestik). Sampah domestik lebih banyak

    didominasi oleh bahan organik, meskipun tipe dan komposisinya bervariasi dari

    satu kota ke kota lainnya, bahkan dari hari ke hari. Sampah merupakan penyebab

    terjadinya pencemaran terhadap lingkungan. Pencemaran karena sampah dapat

    membawa akibat-akibat negatif, baik terhadap kehidupan di sekitarnya, maupun

    terhadap kehidupan manusia. Pencemaran tersebut mungkin dapat berbentuk

    rusaknya tanah-tanah pertanian, perikanan, gangguan kehidupan mikroorganisme

    dan organisme-organisme lainnya di sekitar lokasi sampah. Limbah domestik

    merupakan campuran yang rumit dari zat-zat bahan mineral dan organik dalam

    banyak bentuk, termasuk partikel-partikel besar dan kecil benda padat, sisa bahan-

    bahan larutan dalam keadaan terapung dan dalam bentuk koloid dan setengah

    koloid. Sampah mengandung zat-zat hidup, khususnya bakteri, virus, dan

    protozoa, dan dengan demikian merupakan wadah yang baik sekali untuk

    pembiakan jasad-jasad renik. Kebanyakan daripada bakteri itu secara relatif tidak

    berbahaya namun sebagian dari mereka secara positif berbahaya karena

    pathogenik.

    Kadar air sampah adalah sangat tinggi. Benda-benda padat dalam sampah

    dapat berbentuk organik maupun anorganik. Zat organik dalam sampah terdiri

    dari bahan-bahan nitrogen, karbohidrat, lemak, dan sabun. Mereka bersifat tidak

    tetap dan menjadi busuk, mengeluarkan bau tidak sedap. Sifat-sifat khas sampah

    inilah yang membuat perlunya pembenahan sampah dan menyebabkan

    kesulitankesulitan yang maha besar dalam pembuangannya. Benda-benda padat

    anorganik biasanya tidak merugikan.

  • 5

    2. Sumber dan Macamnya Sampah

    a. Sampah Berasal Dari Pemukiman

    Terdiri dari sapah pengolahan makanan, daari halaman dan dalam rumah,

    sisa-sisa minyak, kardus bekas, bekas pembungkus, kertas bekas dan

    sebagainya.

    b. Sampah Berasal Dari Daerah Perdagangan

    Erdiri dari sampah pusat perdagangan atau pasar biasanya terdiri dari

    kardus-kardus besar, kotak-kotak pembungkus, kertas-kertas koran, pita

    mesin, sampah makanan dari restoran.

    c. Sampah Berasal Dari Jalan-Jalan

    Berasal dari pembersih jalan-jalan, kertas-kertas, plastik, kardus, sobekan-

    sobekan, daun-daun dan lain-lain.

    d. Sampah Berasal Dari Industri

    Berasal dari pembangunan industri dan segala sampah dari prosess-proses

    produksi yang terjadi dalam industri, sampah pengepakan barang sampah

    bahan makanan, logam, plastik, kayu, potongan tekstil, termasuk sampah

    industri yang bersiat beracun berbahaya terhadap kesehatan masyarakat.

    e. Sampah Berasal Dari Pertanian Dan Perkebunan

    Dapat berupa sampah-sampah yang berasal dari hasil

    perkebunan/pertanian, jerami, sisa-sisa sayuran, batang jagung, pohon

    kacang-kacangan dan lain-lain yang jumlahnya cukup besar sewaku

    musim panen.

    f. Sampah Berasal Dari Pertambangan

    Sampah yang dihasilkan tergantung dari jenis usaha tambangnya dimana

    mengndung zat kontaminan yang bila kena hujan dapat menembus dan

    membawa zat-zat yang berbahaya ke suatu sumber air sehingga

    mencemari sumber air dan sebagainya.

    g. Sampah Berasal Dari Gedung-Gedung Dan Perkantoraan

    Terdiri dari kertas-kertas, karbon, pita mesin tik, penjepit yang bersifat

    kering dan umumnya mudah terbakar.

    h. Sampah Berasal Dari Penghancuran

  • 6

    Gedung-gedung, pemugaran, bangunan, puing-puing, pipa plastik/besi,

    paku, kayu, kaca, kaleng dan lain-lain.

    i. Sampah Berasal Dari Tempat Umum

    Tempat hiburan, tempat olahraga, tempat ibadah dan lain-lain berupa

    kertas, pembungkus, sisa makanan, pastik dan lain-lain.

    j. Sampah Berasal Dari Peternakan Dan Perikanan

    Dapat berupa kotoran ternak atau sisa-sisa dari makanan, bangkai ikan,

    sisa makan ikan dan lumpur.

    Sampah bila diklasifikasikan berdasarkan sifatnya adalah:

    a. Berdasarkan Zat Kimia Yang Terkandung Di Dalamnya:

    - Bersifat anorganik (logam-logam, pecahan, gelas, abu)

    - Bersifat organik (sisa-sisa makanan, kertas, plastik, daun, sisa sayuran

    dan buah)

    b. Berdasarkan Dapat Tidaknya Di Bakar:

    - Sampah yang mudah terbakar (kertas, karet, plastik, kain, kayu)

    - Sampah yang tidak dapat dibakar (kaleng, sisa potongan besi, gelas,

    abu)

    c. Berdasarkan Dapat Tidaknya Membusuk:

    - Samph yang sukar membusuk (plastik, kaeng, pechan gela, karet)

    - Sampah yang mudah membususuk (potongan daging, sisa daun, buah).

    3. Penanganan Sampah

    Penanganan sampah dapat berbentuk semata-mata membuang sampah atau

    mengembalikan sampah menjadi bahan-bahan yang bermanfaat. Tahap

    pertama dalam penangan sampah ialah mengumpulkan sampah dari berbagai

    tempat ke suatu lokasi pengumpulan, sesudah itu dilakukan pemisahan

    komponen sampah menurut jenisnya.

    Samph merupakan suatu baraang yang tidak dipergunakan lagi, yang tidak

    dapat dipakai lagi dan yang tidak disenangi dan harus dibuang, maka sampah

    tentu saja harus dikelola dengan sebaik-baiknya

  • 7

    Dalam menangani pengelolaan sampah meliputi hal-hal sebagai berikut:

    a. Pengumpulan

    Sampah yang akan dibuang harus dikumpulkan lebih dulu dari berbagai

    tempat asalnya, dengan alat-alat yang sederhana seperti sapu lidi,

    pengeruk/penggaruk, maka sampah berupa bak sampah, tong sampah dan

    kotak-kotak sampah dan lain-lain dikumpulkan dengan mengggunakan

    kendaraaan-kendaraan pengangkut (truk, gerobak, kereta dorong) sampah

    tersebut diangkut kelokasi pembuangan atau pemanfaatan sampah.

    Syarat-syarat yang dianjurkan untuk tempat pengumpulan sampah agar

    memenuhi syarat kesehatan adalah sebagai berikut:

    - Dibuang diatas permukaan setinggi kendaraan pengangkut sampah.

    - Mempunyai dua buah pintu, satu untuk tempa masauk sampah dan yang

    satunya lagi untuk mengeluarkan

    - Perlu ada lubang ventilasi, tertutup kawat kasa untuk mencegah

    masuknya lalat

    - Di dalam rumah sampah harus ada keran air untuk membersihkan lantai

    - Tidak menjadi tempat tinggal lalat dan tikus

    - Tempat tersebut mudah dicapai baik oleh masyarakat yang akan

    mempergunakannya ataupun oleh kendaraan pengangkut sampah.

    b. Pemisahan

    Tujuannya adalah untuk memisahkan jenis-jenis sampah yaitu yang berupa

    daun-daun kertas atau yang tergolong sampah organik dipisahkan dengan

    sampah yang berupa gelas, keramik, logam plastik (sampah anorganik),

    apabola sampah dibuang untuk penimbun, maka pemisahan ini perlu

    dikerjakan. Apabila sampah akan dimanfaatkan menjadi produk-produk

    berguna maka tahap pemisahan perlu dikerjakan. Pemisahan dikerjakan

    dua tahap, pertama dipisahkan antara sampah organik dan sampah

    anorganik, tahap kedua dipisahkan berdasarkan jenisnya menurut

    keperluan.

    c. Pembakaran

  • 8

    Dalam membakar diusahakan harus keadaan apinya berkobar, sehingga

    sampah bisa langsung habis dilalap api tanpa tersisa sedikit pun.

    Pembuangan sampah aharus dilakukan di daerah tertntu sedemikian rupa

    sehingga tidak mengganggu kesehatan manusia.

    d. Penimbunan atau Pembuangan

    Pekerjaan pembakaran sampah ialah pekerjaan tanpa mengambil manfaat,

    baik dari sampah maupun hasil pembakarannya.

    Yang dimaksud pembuangan sampah disini ialah menempatkan sampah

    pada suatu tempat yang rendah, keudian menimbunnya dengan tanah.

    Beberapa keuntungan juka sampah ditimbun ialah:

    - Tanah yang semula tidak rata dapat dibuat rata

    - Tempat yang semula tidak dapat digunakan, menjadi berfungsi

    menjadi tempat yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan,

    misalnya jalan, gedung dan sebagainya.

    - Bila tanah tersebut digunakan untuk pertanian, tanaman tau ditanamai

    dengan pohon-pohonan akan menjadi tempat yang subur sekali.

    - Akibat-akibat negatif sampat terhadap lingkungan dapat dikendaikan

    Lokasi penimbunan sampah perlu diperhatikan dengan seksama. Lokasi

    sebaiknya jauh dari keramaian kota, atau sekecil mungkin dapat

    menimbulkan gangguan lingkungan.

    e. Pengomposan Sampah

    Kompos ialah hasil proses pengomposan, yaitu suatu cara untuk

    mengkonversikan bahan-bahan organik menjadi bahan-bahan yang telah

    dirombak lebih sederhana dengan mengunakan aktivitas mikrobik, semacam

    perombakan yang terjadi pada bahan organik dalam tanah oleh bakteri tanah.

    Pengomposan secara sederhana pada umumnya dikerjakan hanya dengan

    menumpuk-numpuk sampah kemudian membiarkan beberapa wakt lamanya.

  • 9

    Sampah yang terlalu kering akan menyebabkan pengomposan yang lama,

    bisanya kadar air 48-55%.

    Pengomposan akan berjalan lama apabila jumlah mikroba pada mulanya

    sedikit, untuk memperbanyak jumlah mikroba pada awal pengomposan dapat

    ditambahkan bibit berupa kotoran ternak atau limbah cairan misalnya dari

    rumah-rumah tangga.

    Dengan memperbaiki kondisi pengomposan selain akan mendapatkan hasil

    kompos yang baik juga memperpendek waktu pengomposan menjadi kurang-

    lebih hanya satu bulan saja.

    B. Argumentasi Permasalahan pencemaran oleh sampah tidak henti-hentinya terjadi dan

    menimbulkan permasalahanpermasalahan lingkungan. Terjadinya penumpukan

    sampah di TPA dan TPS yang tersebar di setiap kota dan daerah itu berbeda,

    perbedaan itu semata-mata dikarenakan oleh padatnya jumlah penduduk yang idak

    di imbangi oleh penanggulangan sampah yang tepat. Akibatnya sampah-sampah

    yang dihasilkan oeh masyarakat menumpuk bahkan menggunung menjadi

    gunung-gunung sampah. Jika hal tersebut tetap terjadi, maka dapat dipastikan

    akan mencemari lingkungan sekitarnya.

    Beberapa pencemaran akan terjadi karena kondisi ini. Seperti akan

    mencemari udara, air bahkan akan mencemari tanah. Apalagi jika di sekitar TPA

    atau TPS itu terdapat perumahan penduduk maka akan meluas permasalahannya

    seperti akan timbulnya beberapa penyait karena kondisi lingkungan yang kotor

    dan tidak layak. Udara yang tidak seharusnya dihirup karena kotor, air sumur

    warga yang digunakan untuk melakkan aktifitas sehari-hari akan tercemar seperti

    air sumur yang keruh dan bau karena meresapnya zat-zat yang berbahaya kedalam

    tanah yang akhirnya dapat menimbulkan air yang keruh dan kotor di sumur-sumur

    atau sumber air lainnya yang brasal dari tanah sekitar yang akhirnya menimbulkan

    penyakit kepada manusia karena mengkonsumsi air yang tidak bersih/tercemar,

    menghirup udara yang kotor. Selain daripada hal itu gunungan sampah juga dapat

    menjadi sarang nyamuk untuk berkembang biak karena daerah kotor dan kumuh

  • 10

    gampang dihinggapi nyamuk bahkan berbagai jenis nyamuk berkembang biak

    disana, yang dikhawatirkan adalah nyamuk demam berdarah yang menyerng

    warga yang rumahnya dekat dengan TPA/TPS tersebut.

    Jika PEMDA setempat tidak segera mengmbil tindakan untuk pengelolaan

    limbah sampah ini, dikhawatirkan akan muncul masalah-masalah lain yang

    ditimbulkan oleh lingkungan yang tercemar ini. PEMDA jangan terlalu lama

    untuk berfikir karena semakin hari sampah menumpuk dan menggunung yang

    akhirnya sampai akhirnya menelan banyak korban jiwa maupun rumah, sawah,

    dan kebun penduduk yang ada di sekitarnya beberapa waktu lalu, mengguncang

    sekaligus menyadarkan masyarakat, eksekutif maupun pihak legislatif untuk tidak

    lagi menganggap enteng penanganan sampah. Kejadian yang pernah terjadi di

    TPA Leuwigajah Bandung pada tahun 2005 lalu karena ledakan gas metana dan

    juga kondisi sampah disana sudah over load . Kota Bandung yang dulu terkenal

    kota kembang sekarang telah berubah menjadi Bandung kota sampah karena hal

    tersebut. Sampah di Bandung kini menjadi masalah yang serius sehingga tidak

    bisa ditunda-tunda lagi penanganannya. Untuk itu perlunya berbagai pihak terkait,

    terutama Pemprov Jabar dan pusat untuk segera memfasilitasi sekaligus

    memberikan back up dana guna menangani permasalahan sampah di Bandung

    Raya.

    C. Hasil Observasi Dari hasil observasi yang telah kelompok kami lakukan ke dua tenpat

    yaitu di Rengasdengklok-Karawang dan di Ujung Berung-Bandung, sebetulnya

    tempat tujuan observasi kami adalah TPA Rengasdengklok dan TPA Bandung,

    tetapi kami tidak berhasil mendatangi ke dua TPA tersebut dikarenakan ada

    beberapa kendala yang tidak memungkinkan kami untuk melakukan observasi

    kesana. Tetapi kami mengamati dan melakukan observasi ke dua daerah tersebut,

    hanya saja loksi yang kami pilih itu adalah TPS (Tempat Pembuangan Sampah) di

    Rengasdengklok dan di Ujung Berung. Berdasarkan hasil dari observasi kami ke

    dua tempat diatas, kami memperole data-data dan informasi mengenai sampah-

    sampah di dua TPS tersebut.

  • 11

    TPS Rengasdengklok-Karawang

    Keadaan TPS di daerah Rengasdengklok Kabupaten Karawang ini yaitu

    sampah yang dihasilkan dalam sehari di Kecamatan Rengasdengklok adalah 10

    ton / hari untuk sampah kering yang terdiri dari sampah rumah tangga, jalan,

    restoran,toko dan sampah-sampah kering lainnya. Sedangkan untuk sampah basah

    ini mencapai 5 ton / hari, biasannya yang menyumbang sampah basah paling

    banyak yaitu di daerah Pasar Tradisional Rengasdengklok. Berdasarkan

    keterangan yang kami dapat dari salah seorang petugas kebersihan wilayah

    Rengasdengklok yaitu Bapak Ujang, di dapatkan keterangan bahwa dalam sehari

    mobil truk sampah yang dikirim dari TPA Jalupang, Kecamatan Kotabaru

    Kabupaten Karawang oleh PEMDA Karawang mencapai 5 truk dalam sehari

    dengan kapasitas muatan yaitu 3 ton / truk. Jadi dalam sehari sampah di daerah

    Rengasdengklok mencapai 15 ton / hari. Berdasarkan keterangan petugas

    kebersihan yang sama bahwa sampah-sampah yang dihasilkan di Kabupaten

    Karawang yaitu tepatnya di TPA Jalupang Kota Baru Cikampek pada beberapa

    tahun yang lalu sampah organiknya di olah oleh perusahaan asing milik seorang

    pengusaha dari negeri ginseng Korea yaitu menjadikan sampah organik menjadi

    pupuk kompos. Tetapi sekarang sudah tidak lagi karena ada beberapa hal yang

    membuat berheninya proses produksi dan akhirnya tidak ada lagi yang mengelola

    sampah-sampah itu saat ini.

    Beberapa tahun yang lalu TPA Karawang itu berada di Rengasdengklok,

    tetapi karena lahannya yang kecil dan di daerah perumahan penduduk akhirnya

    TPA tesebut di pindahkan ke Jalupang Cikampek karena disana lebih besar

    tempatnya dan agak jauh dari daerah perumahan penduduk. Namun kini sampah

    disana sudah sangan menggunung karena tidak adanya yang mengelola sampah-

    sampah tersebut. Sejauh ini belum ada tindakan dari pihak Pemerintah Daerah

    Karawang mengenai hal itu, begitu penuturan dari salah seorang petugas

    kebersihan wilayah Rengasdengklok Karawang. Di daerah TPS Rengasdengklok

    keadaan sampahnya tidak terlalu banyak pada saat kita melakukai survei karena

    pada saat itu sampah telah diangkut pada siang hari sekitar jam 2 siang.

    Pengangkutan dilakukan sekali sehari dengan 5 unit ruk sampah. Tetapi ada

  • 12

    beberapa keluhan dari warga sekitar yang rumahnya di sekitar TPS. Mereka

    mengeluhkan bau busuk yang terkadang maasuk kedalam rumah, banyak lalat dan

    nyamuk. Berdasarkan data yang kami daparkan juga dari referensi internet bahwa

    Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melalui Dinas Cipta Karya

    setempat kewalahan mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir, menyusul

    tingginya volume sampah di daerah tersebut yang mencapai lebih dari 1.500 kubik

    per hari. Akibatnya, cukup banyak sampah di tempat pembuangan sementara

    (TPS) yang tidak terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Jalupang,

    Kecamatan Kotabaru, Karawang. Bahkan, sampah menumpuk di sejumlah TPS

    liar di sekitar Karawang.

    Kepala Dinas Cipta Karya setempat, Yusuf Abdulgani, Jumat, mengakui

    saat ini pengangkutan sampah ke TPA Jalupang belum optimal karena minimnya

    armada pengangkut sampah. Volume sampah di Karawang yang mencapai lebih

    dari 1.500 kubik per hari, yang terangkut dari TPS ke TPA Jalupang hanya sekitar

    400 kubik. "Idealnya, kami memiliki 70 unit armada pengangkut sampah yang

    mengangkut sampah dari TPS ke TPA sampah Jalung. Tetapi saat ini Pemkab

    Karawang hanya ada 40 armada," katanya.

    Ia menilai kepemilikan armada pengangkut sampah yang hanya 40 unit

    itu masih minim jika dibandingkan dengan luas wilayah Karawang dan kondisi

    riil volume sampah per hari. Untuk mengatasi masalah TPA Jalupang yang kini

    sudah mendekati "overload", Pemkab Karawang berencana mengaktifkan TPA

    Leuwisisir yang berlokasi di Desa Mekar Mulya, Kecamatan Telukjambe Barat

    pada 2013. Dalam mempersiapkan pengaktifan TPA sampah Leuwisisir, Yusuf

    mengaku pihaknya kini tengah mengintensifkan koordinasi ke Dinas Bina Marga

    dan Pengairan Karawang. Sebab, ada beberapa titik jalan menuju TPA Leuwisisir

    yang masih perlu diperbaiki. "Jika nanti sudah aktif, maka TPA Leuwisisir akan

    menjadi TPA sampah kedua setelah TPA Jalupang. Dengan begitu, persoalan

    sampah di Karawang dapat cepat teratasi," katanya.

    Menurut dia, sebagai persiapan pengaktifan TPA Leuwisisir, sepanjang

    tahun 2012 pihaknya melalui Dinas Cipta Karya serta Dinas Bina Marga dan

    Pengairan setempat sudah melakukan berbagai upaya agar TPA Leuwisisir yang

  • 13

    berlokasi di Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat, tersebut bisa segera

    difungsikan. Salah upaya tersebut ialah dengan mengalokasikan anggaran

    pembangunan jalan di sekitar Kecamatan Telukjambe Barat, yang merupakan

    akses menuju TPA tersebut. Selain itu juga sudah dilakukan pembahasan

    mengenai rencana penggunaan teknologi pengolahan sampah di TPA itu.

    Penanganan sampah di Karawang, kata dia, harus sudah ditangani

    secara serius, bahkan pada tahun depan harus sudah ditangani secara modern

    permasalahan sampah tersebut. Sehingga tidak akan terjadi penumpukan sampah

    di wilayah perkotaan sekitar Karawang. "Saya kira rencana pengaktifan TPA

    sampah Leuwisisir itu sudah siap pada tahun depan, dan sudah mendesak untuk

    segera difungsikan," kata bupati. Penolakan Pengaktifan TPA Leuwisisir Rencana

    pengaktifan TPA Leuwisisir pada 2013 masih menyisakan "pekerjaan rumah"

    bagi Pemkab Karawang. Sebab masih bermunculan penolakan terkait akan

    diaktifkannya TPA tersebut. Beberapa warga yang tinggal di sekitar calon TPA

    Leuwisisir masih ada yang tidak setuju terhadap rencana pengaktifan TPA sampah

    di daerahnya, karena dikhawatirkan akan terjadi pencemaran lingkungan. "Warga

    khawatir jika di daerahnya dibangun TPA akan berdampak terhadap pncemaran

    lingkungan dan juga dikhawatirkan mengganggu kesehatan warga," kata

    Saepullah, salah seorang warga Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat.

    Dikatakannya, warga yang menolak rencana TPA Leuwisisir itu sudah

    menyampaikan surat keberatan ke pemerintah daerah setempat. Salah satu isi surat

    tersebut ialah meminta Pemkab Karawang mengkaji ulang rencana pengaktifan

    TPA Leuwisisir. Menurut dia, walaupun pengelolaan sampah di TPA Leuwisisir

    tersebut nantinya dilakukan dengan menggunakan teknologi canggih, warga tetap

    tidak setuju. Sebab berbagai dampak negatif dari keberadaan TPA sampah itu

    akan mengganggu warga setempat. Seorang aktivis lokal Karawang, Gufroni,

    mengatakan, pemerintah daerah seharusnya lebih intensif melakukan sosialisasi

    tentang rencana pengaktifan TPA sampah Leuwisisir. Hal itu perlu agar

    masyarakat setempat mengetahui bagaimana sebenarnya TPA sampah Leuwisisir

    tersebut, termasuk di antaranya menyampaikan kepada masyarakat terkait dengan

  • 14

    teknologi yang akan dilakukan dalam pengelolaan sampah di TPA Leuwisisir.

    "Kalau sekarang ada penolakan, kemungkinan itu terjadi akibat kurang matangnya

    sosialisasi kepada masyarakat setempat," kata dia.

    Ketua LSM Lodaya Karawang, Nace Permana, menilai perencanaan

    Pemkab Karawang untuk mengaktifkan TPA Leuwisisir itu kurang matang.

    Sehingga, walaupun proyek itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu,

    hingga kini masih ada "riak-riak" penolakan pengaktifan TPA Leuwisisir.

    Menurut dia, pembangunan TPA sampah Leuwi Sisir itu merupakan proyek yang

    dikerjakan sejak 2006-2007, tetapi hingga kini belum bisa dimanfaatkan. Hal

    tersebut diduga karena proyek pembangunan TPA tersebut tidak direncanakan

    melalui kajian matang dan tidak disusun secara komprehensif. "Kondisi itu sangat

    disayangkan, karena anggaran proyek pembangunan TPA itu tidak sedikit,

    mencapai lebih dari Rp18,5 miliar," katanya. Sementara itu, Pemerintah Desa

    Mekarmulya menegaskan warganya tidak menolak rencana pemerintah daerah

    setempat yang akan mengaktifkan TPA sampah Leuwisisir, untuk mengurangi

    beban pada tempat pembuangan akhir Jalupang.

    Kepala Desa Mekarmulya, Darlim, dalam beberapa kesempatan

    menyebutkan, sampai saat ini pihaknya belum mendengar dan menerima

    pengaduan terkait penolakan rencana pengaktifan TPA sampah Leuwisisir.

    Dikatakannya, masyarakat Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat,

    sudah menerima sosialisasi terkait dengan rencana pengaktifan TPA sampah

    Leuwisisir sejak beberapa tahun terakhir. Justru pemerintah desa beserta

    masyarakat setempat menantikan pengaktifan TPA sampah Leuwisisir tersebut.

    "Tidak benar ada penolakan rencana pengaktifan TPA Leuwisisir itu. Justru

    sebaliknya setiap kami mengikuti kegiatan sosialisasi, masyarakat yang sering

    bertanya kapan TPA itu akan fungsikan. Kemungkinan penolakan bukan berasal

    dari warga desa kami," kata dia. Ia menegaskan masyarakatnya tidak menolak

    pengaktifan TPA Leuwisisir. Penolakan itu muncul dari warga Desa Cipayung,

    Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Sebab, lokasi TPA tersebut

    berada di titik perbatasan antara Karawang - Bekasi.

  • 15

    Sementara itu, Ketua DPRD Karawang, Tono Bachtiar, meminta

    pemerintah daerah setempat serius dalam menangani permasalahan sampah

    menyusul kondisi TPA sampah Jalupang yang sudah mendekati "over load".

    "Permasalahan sampah itu persoalan yang berdampak langsung kepada

    masyarakat atau menjadi persoalan publik. Jadi harus cepat tertangani masalah

    sampah itu," katanya. Menurut dia, saat ini di Karawang terdapat TPA sampah

    Jalupang yang kondisinya sudah mendekati "overload". Hal tersebut harus

    diperhatikan serius. "Jika solusi atas permasalahan sampah itu ialah mengaktifkan

    TPA Leuwisisir, maka harus Pemkab Karawang harus mempersiapkan secara

    matang pengaktifan TPA itu," katanya. Hanya ia mengingatkan agar pengaktifan

    TPA Leuwisisir dibarengi dengan penerapan teknologi pengolahan sampah. Jika

    di TPA Leuwisisir itu nantinya tidak ada penerapan teknologi pengolahan sampah

    yang benar, maka DPRD Karawang akan menolak rencana pengaktifan TPA itu.

    Ia menilai penerapan teknologi tinggi pengolahan sampai di TPA

    Leuwisisir sudah perlu dilakukan. Dengan demikian, TPA tidak hanya sebagai

    titik pembuangan sampah, tetapi juga ada aktivitas pengolahan sampah yang

    menggunakan teknologi tinggi. Sebab berbagai kemungkinan buruk, akan dialami

    warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi TPA, jika rencana pengaktifan TPA

    Leuwisisir itu tidak dibarengi dengan penerapan teknologi pengolahan sampah

    yang baik. Atas hal itu, penerapan teknologi pengolahan sampah sudah menjadi

    keharusan untuk dilakukan Pemkab Karawang atau pihak ketiga yang nantinya

    akan mengelola TPA Leuwisisir.

    TPS Ujung Berung-Bandung

    TPS ini terletak di pinggir Pasar Ujung Berung. Keadaan TPS ini pada

    saat kami melakukan survei ternyata masih banyak sampah di TPS ini karena

    belum diangkut oleh truk pengangkut sampah. Masih ada 2 truk lagi dengan

    sampah yang begitu menumpuk saking penuhnya truk, sampai sampah-

    sampahnya jatuh lagi ke tanah. Untuk TPS Ujung Berung ini sampahnya diangkut

    ke TPA Sarimukti di Rajamandala, Cipatat Kabupaten Bandung Barat. Menurut

    keterangan dari salah seorang petugas TPS memaparkan bahwa sampah-sampah

    di Ujung berung diangkut ke TPA Sarimukti Rajamandala. Biasanya dalam sehari

  • 16

    sampah yang ada di TPS Uber ini biasanya orang-orang menyebut tempat ini,

    dibawa ke TPA sebanyak dua kali. Pengangkutan pertama dilakukan pada jam 10

    pagi dan pengangkutan yang kedua dilakukan pada sore hari antara jam 4 sampai

    jam 6 sore. Kondisi TPS Uber ini pada saat kami kesana itu lebih baik menurut

    keterangan seorang warga di sana yaitu Ibu Eti seorang penjual minuman es

    kelapa yang letak warungnya itu tepat di depan TPS dan dia sudah berjualan es di

    tempat itu selama 7 tahun. Keterangannya yaitu di TPS itu sering sampahnya

    tidak diangkut setiap hari, terkadang 2 minggu bahkan pernah 1 bulan tidak

    diangkut. Menumpuknya sampah dikarenakan alat berat yang ada di TPA tersebut

    rusak atau terkadang truknya yang rusak jadi tidak dapat mengangkut sampah

    setiap hari, belum lagi kalau ada demo masyarakat di sekitar TPA Sarimuktinya

    yang menyebabkan para sopir diam dan tidak bisa lewat karena jalanan diblokir

    oleh para demonstran yang menolak TPA tersebut karena mereka meresa

    terganggu dengan sampah-sampah yang diangkut oleh truk-truk sampah karena

    sampah-sampah tersebut setiap kali lewat dan melewati rumah mereka begitu

    tercium bau busuk yang tidak seharusnya mereka hirup.

    Jadi, jika sampah tak diangkut secara rutin setiap hari maka sampah

    akan menumpuk di TPS yang akhirnya sampah begitu menumpuk bahkan sampai

    menumpuk ke badan jalan yang biasa masyarakat gunakan untuk beraktifitas jika

    mau kepasar atau pun akan lewat. Berdasarkan keterangan Ibu Eti dia

    mengeluhkan keadaan ini karena menurutnya sebagai seorang penjual minuman

    yang lokasinya tepat didepan TPS mengaku merasa tidak nyaman karena pembeli

    sering mengeluhkan bau, terkadang jika sampah tidak diangkut 2 minggu dia

    bercerita banyak belatung di daerah sekitar TPS tersebut bahkan belatungnya

    banyak di warung miliknya yang notaben penjual minuman itu harus bersih agar

    tidak banyak bakteri dan vektor penyakit lainnya. Dia mengeluhkan bau busuk

    terkadang jika sampah telat diangkut dan sudah mencapai badan jalan dan banyak

    belatung yang dapat ditemukan disekitar warungnya seain itu lalat hijau juga tidak

    kalah banyak jika sampah itu sudah benar-benar bnyak dan menumpuk. Dia

    berharap kepada pemerintah daerah (PEMDA) Kota Bandung untuk lebih

    memperhatikan lagi masalah sampah sehingga sampah di TPS dapat diangkut

  • 17

    setiap hari. Berdasarkan keterangan yang kami dapat dari Pak Ujang yang

    merupakan petugas TPS di TPS Uber yang sudah bekerja sebagai petugas TPS

    selama 20 tahun ini menyebutkan bahwa truk sampah yang dikirimkan PEMDA

    ke TPS itu sebanyak 1 unit truk sampah, tetapi truk itu mengangkut 2-3 kali balik

    dari TPS Uber ke TPA Rajamandala karena keterbatasan truk. Dia juga

    memaparkan bahwa sampah yang dihasilkan di TPS itu sebanyak 10 ton / hari.

    Jika keadaan sampahnya tidak begitu banyak maka truk itu akan mengangkut 2

    kali dalam sehari, tetapi jika jumlah sampahnya banyak maka truk akan

    mengangkut sampah di TPS itu sebanyak 3 kali dalam sehari. Jika sampai sampah

    itu menumpuk seperti truk sampah tidak datang selama 2 minggu bahkan 1 bulan

    maka sampah bena-benar banyak dan telah membusuk Pak Ujang ini sampai

    kewalahan dan akhirnya sering jatuh sakit karena ketidak teraturan truk sampah

    datang yang akhirnya sampah begitu namyak sampai menempati badan jalan.

    Selain dari pada hasil observasi kami diatas, berikut ini juga ada referensi internet

    mengenai TPA di Rajamandala. Berdasarkan pantauan, tumpukan sampah di TPA di Rajamandala tidak

    hanya terjadi di TPS yang berada di Kota Bandung saja, tetapi juga terjadi di

    sejumlah TPS yang berada di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi yang

    juga membuang sampahnya ke TPA di Sarimukti. Seperti di TPS Jalan Gedung

    Lima Padalarang, Kab Bandung Barat dan di TPS Jalan Raya Cimahi Kota

    Cimahi, terlihat tumpukan sampah sudah sampai ke badan jalan meski belum

    mengganggu arus kendaraan yang lewat. Kota Bandung memproduksi sampah

    1.800 ton per hari, yang bisa diangkut ke TPA Sarimukti sekitar 1.000 ton sampah

    atau 200 ritase per hari dengan menggunakan 107 truk. Meski produksi sampah

    dari Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, tidak sebesar Kota Bandung,

    namun akibat penutupan ini masyarakat menjadi resah karena sampah yang

    berada di depan rumah masing-masing semakin menumpuk dan menimbulkan bau

    busuk.

  • 18

    BAB III

    PENUTUP

    A. Saran

    Saran kami untuk permasalahan sampah di TPS maupun TPA Karawang

    dan Bandung intinya sama karena permasalahan sampah dikedua daerah ini sama

    yaitu terletak di letak TPA dan cara pengolahan sampah yang baik sehingga tidak

    terjadi lagi hal-hal yang beresiko yang disebabkan karena sampah. Untuk

    PEMDA Karawang semoga saja tidak sampai salah pilih dalam pemilihan dan

    penetapan TPA, tempat harus dipertimbangkan ke semua hal, jangan sampai satu

    masalah teratasi yaitu tampat sampah tersedia tetapi masalah baru muncul dari

    masyarakat karena mereka merasa terganggu oleh tindakan yang diambil

    pemerintah yang akhirnya bermunculan berbagai penyakit dan masalah lain-lain.

    Pemerintah harus cerdas dalam menyikapi sebuah masalah, jangan sampai satu

    masalah teratasi tetapi menimbulkan banyak permasalahan lain.

    Untuk PEMDA Bandung, harus segera mengambil keputusan dan mulai

    menagnggapi masalah sampah dengan serius karena masalah ini benar-benar telah

    menjadi masalah yang besar. Sama halnya dengan pemerintah Karawang. Cerdas

    dalam mengambil dan menentukan keputusan jangan sampai ada hal atau pihak

    yang harus dikorbankan demi menangani suatu permasalahan.

    Untuk warga sekitar dan masyarakat seluruhnya pandai-pandailah dalam

    menggunakan sesuatu, minimalisir segala bentuk kegiatan yang menghasilkan

    sampah, apa lagi sampah anorganik yang tidak bisa diurai akan menimbulkan

    permasalahn lingkungan. Sedikit pun sampah yang kita hasilkan maka seperti

    pepatah sedikit-sedikit menjadi bukit. Begitu pula sampah yang kita hasilkan,

    setelah menjadi bukit maka sulit untuk menanganinya dan membutuhkan waktu

    yang lama untuk dapat menangani itu.

  • 19

    B. Implikasi Permasalahan yang timbul diatas ini membuat kita sadar bahawasanya

    sampah yang kita hasilkan setiap harinya itu ternyata menimbulkan efek negatif

    yang lebih besar pada lingkungan, sedangkan permasalahan itu tidak mudah untuk

    mencari solusinya. Maka dari itu khususnya kita sebagai generasi muda dan

    sebagai orng berpendidikan harus bisa dan peka terhhadap permasalahan-

    permasalahan itu, hal kecil yang dapat kita lakukan adalah meminimalisir

    penggunaan barang yang dapat menimbulkan sampah. Karena seperti yang kita

    tahu saat ini sampah di sekitar kita sudah sangat banyak bahkan sudah membentuk

    gunung-gunung sampah itu sebetulkan kalau kita kaji lebih dalam lagi karena

    kebiasaan kita yang sering memandang sampah itu hal yang biasa yang akhirnya

    kita seenaknya membuang sampah/ menyampah sehingga sampah-sampah itu

    menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang cukup serius. Sebab akibat

    disetiap tindakan yang kita lakukan pasti ada walaupun tindakan itu kecil.

    C. Solusi Dari permasalahan diatas mengenai sampah seharusnya pemerintah

    menggunakan cara yang lebih efektif dan tindakan yang lebih cerdas seperti

    halnya mengolah sampah dengan alat yang memang dikhususkan untuk mengolah

    sampah menjadi bahan-bahan yang dapat dipakai ulang atau dapat menjadikan

    sampah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Mungkin saja

    tidak semua sampah dapat memberikan nilai ekonomi yang tinggi, tetapi hal itu

    dapat meminimalisir menumpuknya sampah di lingkungan. Menggunakan

    teknologi tinggi (high technology) walau secara pasti negara harus mengeluarkan

    biaya yang tidak sedikit untuk itu).

    Mungkin saat ini kita belum bisa membuat teknologi semacam itu dengan

    alasan keterbatasan alat, bahan dan pastinya biaya, dan untuk sementara kita bisa

    memesan itu dari negara tetangga seperti Jerman atau Jepang sebagaimana kita

    ketahui negara-negara tersebut merupakan negara penghasil teknologi modern.

    Dari pada pemerintah sibuk mencari TPA yang tepat dan mengeluarkan biaya

    yang besar unuk sampah seperti biaya pembelian lahan TPA, TPS armada untuk

  • 20

    mengangkut sampah dan merapikan sampah yang jumlahnya dapat memakan

    biaya dengan nilai yang sangat tinggi seperti yang akan dilakukan oleh

    pemerintah Kabupaten Karawang, itu pun tidak akan mengurangi masalah

    lingkungan meskipun di TPA yang baru. Karena sampah tetaplah sampah jika

    tidak kita olah, yang terjadi hanya akan membentuk gunungan sampah. Jika hal

    itu terjadi lagi maka apa yang akan pemerintah lakukan? Akankah membeli lahan

    baru lagi untuk TPA yang baru? sedangkan itu tidak akan mengurangi sampah

    yang ada, malah lebih banyak sampah yang terkumpul di beberapa TPA di suatu

    daerah. Artinya tindakan pemerintah sebetulnya tidak untuk menyelamatkan

    lingkungan, tetapi malah membuat lingkungan semakin tercemar karena

    gunungan sampah terdapat dimana-mana sebab TPA pun tersebar dimana-mana

    dalam suatu daerah.

  • DAFTAR PUSTAKA

    Daryanto. 2004. Masalah Pencemaran. Bandung: Tarsito

    Mochamad Indrawan. 2007. Biologi Konservasi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

    Conservation International.

    Nasya Fathiras. 2011. Analisis Pengelolaan Sampah Di Tempat Pembuangan

    Akhir. Bogor: IPB

    http://www.pdaid.org/library/index.php?menu=library&act=detail&gmd=Artikel

    &Dkm_ID=20050156&start=40

    http://m.pikiran-rakyat.com/node/129906

    http://dezia.wordpress.com/tag/tpa-sarimukti/

    http://www.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/1422

    http://Pemkab Karawang kekurangan armada pengangkut sampah -

    Antaranews.com.htm

    http:// Pengaktifan TPA Sampah Leuwisisir Karawang Terkatung-katung.htm

  • LAMPIRAN

    GAMBAR TPS PASAR RENGASDENGKLOK

  • GAMBAR TPS PASAR UJUNG BERUNG