Click here to load reader

LAPORAN KEMAJUAN PENELITIAN PRIORITAS NASIONAL · PDF file penelitian prioritas nasional masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi indonesia 2011-2025 (penprinas mp3ei

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of LAPORAN KEMAJUAN PENELITIAN PRIORITAS NASIONAL · PDF file penelitian prioritas nasional...

  • 1

    LAPORAN KEMAJUAN

    PENELITIAN PRIORITAS NASIONAL

    MASTERPLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI

    INDONESIA 2011-2025

    (PENPRINAS MP3EI 2011-2025)

    PERIKANAN/5 (Bali Nusa Tenggara)

    KAJIAN KOMPREHENSIF PRODUKTIVITAS USAHA BUDIDAYA

    RUMPUT LAUT DI BALI

    TIM PENGUSUL :

    Prof. Ir. I Wayan Arthana, MS., Ph.D 0028076002 Ketua Peneliti Dwi Budi Wiyanto, S. Kel., MP 0015078303 Anggota Peneliti I Wayan Gede Astawa Karang, M.Si., Ph.D 0011058305 Anggota Peneliti

    UNIVERSITAS UDAYANA

    Juli, 2015

    Koridor* : 5 (Bali Nusa Tenggara)

    Fokus Kegiatan : Perikanan

  • 2

  • 3

    DAFTAR ISI

    LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................. 2 DAFTAR ISI ........................................................................................................ 3 RINGKASAN ................................ ....................................................................... 4 BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................. 5

    1.1 Latar Belakang ......................................... ................................ .............. 5 1.2 Urgensi Penelitian .................................................................................. 6 1.3 Luaran Penelitian ................................................................................... 6 1.4 Kontribusi Penelitian Terhadap Ilmu Pengetahuan ................................ . 6

    BAB 2. STUDI PUSTAKA ................................ ................................................ 7

    2.1. Budidaya Rumput Laut......................................... ................................... 7 2.2. Parameter Ekologis Budidaya Rumput Laut ........................................... 8

    BAB 3. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN ........................................ 10

    3.1 Tujuan Penelitian .................................................................................. 10 3.2 Manfaat Penelitian ................................ ................................................ 10

    BAB 4. METODE PENELITIAN ................................ ..................................... 11

    4.1 Metode Penelitian .................................................................................. 11 4.2 Pengumpulan Data ................................................................................. 11 4.3 Bahan dan Alat Penelitian ...................................................................... 12

    BAB 5. HASIL YANG DI CAPAI ................................ .................................... 13

    5.1 Kondisi Umum Lokasi Penelitian ........................................................... 13 5.2 Pertumbuhan Rumput Laut ................................ ..................................... 15

    5.2.1. Pertumbuhan Rumput Laut Pada Stasiun I ..................................... 18 5.2.2. Pertumbuhan Rumput Laut Pada Stasiun II ................................... 21 5.2.3. Pertumbuhan Rumput Laut Pada Stasiun III ................................ .. 24 5.2.4. Pertumbuhan Rumput Laut Pada Stasiun IV ................................ .. 27

    5.3 Fasilitasi Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Rumput Laut ........... 31

    BAB 6. RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA ................................ ............ 34 6.1 Penyempurnaan Data......................................... ...................................... 34 6.2 Pendampingan Kelompok Petani Rumput Laut ...................................... 34 6.3 Penyusunan Laporan Akhir ................................ .................................... 34 6.4 Penyusunan Proposal Penelitian Lanjutan Tahap III ............................... 34

    BAB 7. KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................. 35

    7.1 Kesimpulan......................................... .................................................... 35 7.2 Saran ................................ ...................................................................... 35

    DAFTAR PUSTAKA ................................ ........................................................... 36 DAFTAR LAMPIRAN ................................................................ ........................ 38

  • 4

    RINGKASAN

    Kegiatan budidaya rumput laut di Bali sempat mengalami kemajuan baik ditinjau dari aspek pemanfaatan lahan, peningkatan produksi maupun peningkatan kesejahteraan bagi pelaku usaha seperti pembudidaya, pengolah dan pemasar. Namun belakangan dalam kegiatan budidaya rumput laut tersebut sering muncul kendala yang dihadapi oleh petani rumput laut seperti kegagalan panen maupun penurunan kualitas hasil panen. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji coba teknologi budidaya rumput laut pada lokasi yang menjadi luaran hasil penelitian tahun pertama di perairan Pulau Nusa Lembongan. Tujuan lainnya adalah untuk memfasilitasi penguatan kelembagaan kelompok tani rumput laut di Pulau Nusa Lembongan sebagai hasil inisiasi pada penelitian tahun pertama. Penanaman dan pengukuran pertumbuhan rumput laut dilakukan selama 28 hari dengan pengukuran pertumbuhan setiap 7 hari. Jenis rumput laut yang digunakan yaitu spesies Eucheuma cottonii, Halymenia durvillaei. Kegiatan Fasilitasi penguatan kelembagaan kelompok tani rumput laut di Pulau Nusa Lembongan, dilakukan dengan pendampingan kelompok tani dengan metode focus group discussion (FGD) dan kegiatan pelatihan pengolahan rumput laut.

    Hasil pengamatan dan pengukuran pada empat stasiun penanaman rumput laut di Pulau Nusa Lembongan yaitu pertumbuhan rumput laut Halymenia durvillaei yaitu pada stasiun II memiliki pertumbuhan yang paling tinggi yaitu mencapai rata-rata berat sebesar 348,3 gram selam 28 hari masa tanam. Hasil pengamatan dan pengukuran pada rumput laut jenis Eucheuma cottoni yaitu pada stasiun IV memiliki rata-rata pertumbuhan yang paling tinggi yaitu 271,4 gram selam 28 hari masa tanam. Pada rumput laut Eucheuma cottoni di stasiun II dan stasiun III tidak dapat dilakukan pengukuran, hal ini dikarenakan rumput laut yang dibudidakan pada kedua stasiun tersebut di ganggu oleh hama, yaitu ikan. Fasilitasi penguatan kelembagaan kelompok tani rumput laut di Pulau Nusa Lembongan dan Pulau Nusa Ceningan yaitu dengan kegiatan pelatihan pembuatan permen rumput laut.

    Kata Kunci: Rumput Laut, Kelembagaan Petani Rumput Laut.

  • 5

    BAB I. PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang Salah satu diantara beberapa komoditas perikanan budidaya yang merupakan produk

    unggulan daerah adalah rumput laut. Pengembangan budidaya rumput laut merupakan salah

    satu pengembangan kegiatan ekonomi yang sedang digalakan pemerintah dalam rangka

    pembangunan ekonomi di wilayah pesisir. Penetapan komoditi tersebut dilatarbelakangi oleh

    beberapa pertimbangan antara lain ketersediaan lahan yang luas, teknologi budidaya

    sederhana, ramah lingkungan, masa produksi relatif singkat, serapan tenaga kerja tinggi, biaya

    produksi relatif rendah, memiliki nilai jual tinggi karena merupakan komoditi ekspor.

    Kemudian melalui program pengembangan budidaya rumput laut tersebut diharapkan dapat

    merangsang terjadinya pertumbuhan ekonomi wilayah seiring dengan meningkatnya

    pendapatan masyarakat.

    Berdasarkan panjang garis pantai dan batas 200 mil laut dari garis pantai, Provinsi

    Bali mempunyai luas perairan laut ±95.000 km2. Luas lahan potensial untuk budidaya laut ±

    1.551,75 Ha dan baru dimanfaatkan untuk usaha budidaya laut seluas 418,5 Ha atau 26,96 %

    dengan jenis komoditas yang sudah dikembangkan adalah rumput laut jenis Eucheuma

    spinosum dan Eucheuma cotonii. Potensi pengembangan budidaya rumput laut di Bali

    meliputi areal seluas 780 Ha. Yang tersebar di 5 Kabupaten, masing-masing adalah di

    Kabupaten Buleleng 7,0 Ha, Jembrana 65 Ha, Badung 400 Ha, Klungkung 290 Ha, dan

    Karangasem 18 Ha.

    Kegiatan budidaya rumput laut di Bali sempat mengalami kemajuan baik ditinjau dari

    aspek pemanfaatan lahan, peningkatan produksi maupun peningkatan kesejahteraan bagi

    pelaku usaha seperti pembudidaya, pengolah dan pemasar. Namun belakangan dalam kegiatan

    budidaya rumput laut tersebut sering muncul kendala yang dihadapi oleh petani rumput laut

    seperti kegagalan panen maupun penurunan kualitas hasil panen. Kendala tersebut diduga

    karena kondisi lingkungan dan masa tanam yang tidak sesuai.

    Selain kendala penurunan kualitas panen, berdasarkan hasil penelitian tahun pertama,

    hama dan gulma yang sering mengganggu aktivitas budidaya sehingga berdampak pada

    penurunan hasil dan kualitas rumput laut. Ancaman lain bagi petani rumput laut yang

    sekarang dihadapi adalah tekanan pariwisata yang ada di Pulau Nusa Lembongan. Kegiatan

    pariwisata juga membuat para petani rumput laut tertarik untuk beralih profesi menjadi pelaku

    usaha pariwisata, hal ini diduga lebih menguntungkan melakukan aktivitas pariwisata dari

    pada petani rumput laut.

  • 6

    Oleh karena itu penguatan kelembagaan kelompok tani rumput laut guna

    mempertahankan kegiatan budidaya rumput laut perlu dilakukan sehingga kontinuitas

    produksi rumput laut terus meningkat. Selanjutnya untuk menjaga keberlanjutan b

Search related