LAMPIRAN Sejarah flat di Indonesia (Indonesia Apartment) Lampiran.pdf · Sejarah flat di Indonesia…

Embed Size (px)

Text of LAMPIRAN Sejarah flat di Indonesia (Indonesia Apartment) Lampiran.pdf · Sejarah flat di...

LAMPIRAN

Sejarah flat di Indonesia (Indonesia Apartment) Penduduk sub-urban yang sudah mengalami kejenuhan, ingin kembali tinggal di pusat kota. Membayangkan berbagai kemudahan yang dapat dicapai karena jarak dan waktu tempuh yang relatif lebih cepat adalah pertimbangan utama. Kondisi ini memunculkan sebuah fenomena yang disebut fenomena back to the city. Hal ini dimanfaatkan kembali oleh para pengembang dengan membangun hunian di pusat kota bebentuk hunian vertikal. Berdasarkan hasil survei, didapat nilai persentase 88,6% penduduk sub-urban yang ingin kembali ke pusat kota dan 80,5% diantaranya adalah yang berminat tinggal di apartemen. Melihat hasil survei, maka tidaklah mengherankan mengapa pembangunan apartemen sangat marak di Jakarta. Kehadiran hunian vertikal di Jakarta berawal pada tiga dasawarsa yang lalu. Sekitar tahun 1974 berdiri sebuah apartemen Ratu Plaza di jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan dengan jumlah unit apartemen 54 unit. Ratu plaza adalah mix-used building antara hunian dan pusat perbelanjaan. Pusat perbelanjaan Ratu Plaza sendiri sampai tahun 1980-an adalah pusat perbelanjaan tempat kaum the haves Jakarta berbelanja. Pada tahun 1980-an berdiri sebuah apartemen di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, tepatnya di jalan Taman Rasuna Said, yaitu Apartemen Taman Rasuna. Apartemen ini banyak dihuni oleh kaum ekspatriat karena kawasan Kuningan dikelilingi oleh gedung-gedung perkantoran yang kebanyakan berskala internasional dan kantor-kantor kedutaan dari berbagai negara. Apartemen Taman Rasuna inilah yang kemudian menjadi pelopor pembangunan apartemen-apartemen lainnya di Jakarta. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan permintaan akan apartemen, bangunan apartemen banyak dibangun khususnya di kawasan Jakarta Selatan yang sampai sekarang masih menjadi pilihan favorit untuk kawasan hunian. Satu demi satu apartemen dibangun antara lain Setiabudi Residence, Senayan City, Marbella Kemang, The Capital, The Grove Condominium, The Pacific Place, Casablanca Mansion, Bellagio Mansion, The Belleza Permata Hijau, The Peak, The Pakubuwono Residence dan masih banyak lagi. Meskipun Jakarta Selatan tetap menjadi primadona, pada gilirannya apartemen juga dibangun di empat wilayah Jakarta lainnya. Di Jakarta Timur dibangun Apartemen Patria Park. Di Jakarta Barat dibangun antara lain apartemen Seasons City, Mediterania Garden Residence, Taman Semanan, City Resort, Permata Eksekutif dan Permata Surya. Di Jakarta Pusat antara lain dibangun apartemen Mediterania Boulevard Residence, Salemba Residence, Jakarta Residence, Thamrin Residences dan Sudirman Park. Di Jakarta Utara antara lain apartemen Marina Mediterania, The Summit, Kelapa Gading Square, Palladian Park dan Gading Mediterania. Berdasarkan data yang didapat dari Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI), terungkap bahwa pertumbuhan apartemen khususnya di Jakarta sangat pesat dengan nilai peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2003 terdapat 2361 unit apartemen baru dan tahun-tahun berikutnya,

pasokan bertambah menjadi 20358 unit pada tahun 2004. 18627 unit pada tahun 2005 dan 26066 unit pada tahun 2006. Sekarang ini pembangunan apartemen juga mulai merambat ke beberapa kota besar di Indonesia antara lain di Bandung dibangun apartemen Ciumbuleuit Residence dan Marbella Dago Pakar dan di Surabaya dibangun apartemen The Regency at City of Tomorrow. Pembangunan apartemen masih akan terus berjalan selama permintaan dan kebutuhan masih tetap ada sampai mencapai titik jenuh atau sampai muncul fenomena baru lainnya. Sebagai tambahan beberapa pengelompokan Apartemen (Apartemen dan Town House, Skripsi Christian Tadjipramana, 2004) 1. Berdasarkan sistem kepemilikan: kondominium (penghuni memiliki apartemen yang

ditempatinya dibawah hipotik terpisah), koperatif (penghuni sebagai anggota koperasi dapat menempatkan salah satu unit hunian dengan terikat pada peraturan yang ada), sewa (hak mempergunakan sesuatu dengan membayar sejumlah harga sewa secara periodik).

2. Berdasarkan bentuk massa bangunan: slab (biasa menggunakan koridor sebagai penghubung ruang; double loaded, single loaded-open, single loaded-skip stop, terrace plan),tower (menggunakan sistem core; tower plan, expanded tower plan, cross plan, expanded cross plan, three wing plan, five wing plan, circular plan), varian (gabungan slab dengan podium dan tower dengan podium).

3. Berdasarkan ketinggian bangunan: lowrise (di bawah 6 lantai; garden apartemen, row house, town house), midrise (6-9 lantai), highrise (lebih dari 9 lantai).

4. Berdasarkan sistem penyusunan lantai : simplex (unit 1 lantai), duplex (unit 2 lantai), tryplex (unit 3 lantai).

5. Berdasarkan pencapaian vertikal: walk up apartment (maksimal ketinggian 4 lantai, dengan tangga), elevated apartment (ketinggian > 4 lantai dengan sarana lift/elevator).

6. Berdasarkan pencapaian horizontal: koridor satu sisi (pada sisi luar bangunan), koridor dua sisi (pada kedua sisi luar bangunan), koridor terpusat (di tengah bangunan).

7. Berdasarkan sistem servis: full service apartment (seluruh pemeliharaan dan pembersihan seluruh gedung dilakukan oleh pihak pengelola gedung), service apartment (pihak pengelola bertanggung jawab pada pemeliharaan dan kebersihan ruang bersama saja, unit dibersihkan penghuni), service apartment oleh pelayan (pihak pengelola bertanggung jawab pada pemeliharaan dan kebersihan ruang bersama saja, unit dibersihkan pembantu rumah tangga).

8. Berdasarkan standart besaran ruang: 1 kamar tidur, 2 kamar tidur, 3 kamar tidur Besaran Ruang Menurut Tipe Unit (Standart) Jenis Ruang

1 Kamar Tidur 2 Kamar Tidur 3 Kamar Tidur R. Tidur Utama 10 m2 (9.3 m2) 15 m2 (9.3 m2) 25 m2 (9.3 m2) R. Tidur 1 --- 10 m2 (6 m2) 18 m2 (9 m2) R. Tidur 2 --- --- 18 m2 (9 m2) R. Duduk 10 m2 (9 m2) 1015 m2 (9m2) 20 m2 (11.25m2) R. Makan 4 m2 (4.6 m2) 6 8 m2 (4.6m2) 15 m2 (6.24 m2) Dapur 4 m2 (4 m2) 5 8 m2 (4 m2) 6 m2 (4.8 m2) K. Mandi Utama 5 m2 (3 m2) 5 8 m2 (3 m2) 6 m2 (3 m2) K. Mandi 1 --- --- 6 m2 (3 m2) R. Cuci --- 2 m2 4 m2 K.M. Pembantu --- 2.25 m2 2.5 m2 R. T. Pembantu --- 4 m2 4 m2 R. Tamu --- --- 12 m2 R.Keluarga/Hobby --- --- --- Balkon/ Teras 3 m2 3 5 m2 9 m2 Jumlah 38 m2 56 73.25 m2 145.5 m2 Sirkulasi 20 % 7.8 m2 11.2 14.65 m2 29.1 m2 Total Kebutuhan 45.8 m2 67.2 87.9 m2 174 m2 Jenis Tipe T. 46 T. 70 T. 96 T. 180

9. Berdasarkan jumlah kamar tidur: efisiensi, 1 kamar tidur, 2 kamar tidur, 3 kamar tidur, 4 kamar tidur, 5 kamar tidur.

Efisiensi 1 Kamar Tidur

2 Kamar Tidur

3 Kamar Tidur

4 Kamar Tidur

5 Kamar Tidur

Karakteristik Umum

Minimal apartemen; fasilitas untuk masak, kamar mandi; untuk dihuni sementara/ istirahat

Apartemen terkecil; R. Keluarga dan R. Tidur terpisah; fasilitas memasak, makan.

R. Keluarga cukup; fasilitas masak, K. Mandi; R. Makan terpisah; R. Penyimpanan

Untuk keluarga

Umumnya untuk keluarga besar; generasi berbeda dalam 1 unit

Untuk keluarga besar; beberapa generasi dalam 1 unit

Kebutuhan Ruang

R. Tidur; R. Makan dan R. Duduk menyatu; K. Mandi; Dapur/ Pantry; tempat penyimpanan

R. Tidur; R. Makan dan R. Duduk menyatu; K. Mandi; Dapur

R. Tidur Utama; R. Tidur; R. Makan; R. Duduk; K. Mandi; Teras minim; Dapur

R. Tidur Utama; 2 R. Tidur Anak; R. Makan; R. Duduk; K. Mandi; Teras/ Balkon; Dapur

R. Tidur Utama; 3 R. Tidur Kecil; R.Keluarga; R. Makan; R. Duduk; K. Mandi; Teras/ Balkon; Dapur

1/2 R. Tidur Utama; 3/4 R. Tidur Kecil; R.Keluarga; R. Makan; R. Duduk; K. Mandi; Teras/ Balkon; Dapur

Fasilitas Toilet

1 K. Mandi; tempat ganti baju

1 K. mandi (3 fixtures )

1 K. mandi (4 fixtures )

1.5 2 K. mandi

2 K. mandi 2.5 3 K. mandi

Luas Min. 13.5 m2 27 m2

36 m2 54m2

54 m2 72m2

72m299 m2

99 m2 135 m2

Min. 135 m2

Jenis Penghuni

Single, pasangan

Pasangan muda; orang

Keluarga + (1-2 anak/

Keluarga + (2-4 anak/

Keluarga + (3-6 anak/

Keluarga + ( > 6 anak/

muda; orang tua; penghuni sementara

tua; keluarga + 1 anak

orang tua/ sanak saudara

orang tua/ sanak saudara)

orang tua/ sanak saudara)

orang tua/ sanak saudara)

Pertimbangan Perencanaan

Memperkecil jumlah anak dalam tiap unit; occupancy mudah/ cepat berubah; minim fasilitas komunitas

Jumlah anak sedikit; tipe unit fliksibel dengan berbagai variasi; occupansy relati f stabil

Ada fasilitas sekolah anak; area rekreasi; occupancy umumnya stabil

Kebutuhan berbagai tingkatan/ jenjang pendidikan/ sekolah; fasilitas rekreasi.

Kebutuhan berbagai tingkatan/ jenjang pendidikan/ sekolah; fasilitas rekreasi.

Kebutuhan berbagai tingkatan/ jenjang pendidikan/ sekolah; fasilitas rekreasi; fasilitas untuk orangtua.

Kebutuhan 1 parkir/unit 1 parkir/unit 1.25 1.5 parkir/ unit

1.5 2 parkir/ unit

2 parkir/ unit

2 3 parkir/ unit

10. Berdasarkan kelas dan fasilitas penunjangnya: sederhana, menengah, mewah. Ruang Sederhana Menengah Mewah Di dalam unit Security Interkom; alarm pintu;

balkon; unit AC Door man; telepon; balkon yang luas; AC sentral; R. pelayan; pintu servis

Di dalam bangunan Laundry; lobby minim Laundry; area komersil; area komunitas; gudang

Tempat perbelanjaan yang nyaman; lift servis; door man; CCTV; tempat penyimpanan barang berharga; ruang pertemuan/ rapat; tempat fitness; kolam renang beratap; security

Di dalam site Parkir terbuka; halaman Parkir terbuka dan parkir beratap; tempat bermain; tempat duduk; kolam renang

Taman; fasilitas rekreasi; Country Club; kolam renang; kenyamanan si