Click here to load reader

Kuliah Pakar, Penyakit Parkinson

  • View
    252

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

medicine

Text of Kuliah Pakar, Penyakit Parkinson

PENYAKIT PARKINSON

PENYAKIT PARKINSONJan S. PurbaPENYAKIT GANGGUAN GERAKDibagi dalam 2 kelompok :

Penyakit ParkinsonParkinsonismePenyakit ParkinsonPenyakit neurodegeneratif yang ditandai oleh :Ganguan motorik seperti tremor, rigiditas otot bradikinesia/ akinesia, postur tubuhSering disertai oleh gejala sekunder berupa gangguan psikiatrikNeuropatologis terjadi degenerasi neuron dopaminergik di ganglia basalis terutama di SNcParkinsonismeDitandai oleh berbagai gejala gangguan gerakBerbagai etiologinya seperti tumor otak, AIDS, post esefalitis, gangguan neurovaskuler seperti stroke, toksik dan obat-obatan, gangguan metabolik, kerusakan struktur di otak akibat cedera kepala dan pengaruh degenerasi Juga pengguna beberapa jenis obat antipsikotik dalam jangka waktu yang lama bisa menginduksi parkinsonismePemberian levodopa tidak akan memperbaiki gangguan gerakPENYAKIT PARKINSON (PP)Urutan kedua terbanyak dari antara kelompok penyakit neurodegeneratif lainnya sesudah penyakit Alzheimer (AD) amiotrofik lateral sklerosis (ALS) penyakit Huntington (HD) serta multipel sklerosis (MS) Populasi PP ditemukan lebih dari 3% pada kelompok umur diatas 65 Penyebab utama adalah degenerasi dari neuron di ganglia basalis terutama di SNc penghasil dopamin

Parkinson DiseaseDegenerative central nervous system (CNS) disorder Etiologi PPInternal misalnya proses degeneratif, perubahan metabolisme sel, genetik dan kerusakan mitokhondria, patologi membrana sel serta pengaruh neurotransmiter eksitatorik seperti glutamatEksternal : makanan, pengaruh lingkungan dan pola hidup yang tidak sehat, beberapa zat toksik sperti logam berat, racun, zat addiktif methyl-4-phenyl-1,2,3,6-tetrahydropyridine ( MPTP )Tanda klinikGejala Parkinson muncul apabila kematian neuron dopaminergik mencapai 70% atau lebih Gangguan motorik (primer) Gangguan sekunder berupa gangguan saraf otonom dan sensorik, gangguan psikiatrik seperti gangguan kognitif serta insomnia SEJARAH PENEMUAN PENYAKIT PARKINSON

James Pakinson (1755-1824 Dokter dari Inggris pada tahun 1817. Penemuan tersebut didokumentasikan dalam buku An Essay on the Shaking Palsy (Berios, 1995). Penemuan Parkinson ini ditindaklanjuti oleh seorang ahli saraf Perancis Jean Martin Charcot (1825-1893) yang mempopulerkan gejala klinik sebagai penyakit paralysis agitans. Historical PerspectiveDr. James Parkinson (1755-1828)1817involuntary tremulous motionpass from a walking to a running paceshaking palsy

Clock

EPIDEMIOLOGIJarang terjadi dibawah umur 30 tahunPrevalensi PP ditemukan sekitar 160 per 100.000 populasiGejala yang muncul mulai pada usia 40-70 tahun, dan mencapai puncak pada dekade ke-enamSeiring dengan meningkatnya angka harapan hidup maka insiden penyakit neurodegenratif termasuk PP juga akan meningkatFAKTOR FAKTOR PENYEBABPatologi utama PP adalah defisiensi neurotransmiter dopamin di striatum akibat kematian neuron dopaminergik di SNcFaktor GenetikKerusakan mitokhondria Pengaruh inflamasi dan zat toksik terhadap kematian neuron di striatumPengaruh lingkungan dan obat-obatan Anoksia serebral pada trauma kepala

Faktor GenetikTerjadi kesalahan pada formasi protein atau mutasi gen. Kelainan genetik bisa mencapai sekitar 10%-15% berupa mutasi gen glukoserebrosidaseTyr-Ser-Phe-Pro-Cys-Thr

Tyr-Ser-Phe-Glu-Cys-ThrKerusakan mitokhondria dalam patologi Penyakit Parkinson Kanal Ca++ (kalsium) sangat berperan sebagai pace maker fire yang berulang-ulang di SNStimulasi yang berulang-ulang dan berlebihan dari Ca++ ini berefek terhadap kerusakan dan kematian mitokhondria dari neuron SN penghasil neurotransmiter dopamin itu sendiriPengaruh inflamasi dan zat toksik terhadap kematian neuron di striatumSistem imun di otak berupa mikroglia pada PP aktifMikroglia mensekresi mediator inflamasi sitokin yang bisa berdampak buruk pada neuron yang sehat menyebabkan terjadinya degenerasi dari neuron sampai kematian.Pemberian nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) seperti ibuprofen pada pasien PP memberikan efek neuroprotektif berperan menurunkan insiden PP Pemberian simvastatin yang pada awalnya digunakan untuk menurunkan kolesterol berperan juga sebagai neuroprotektorPengaruh lingkungan dan obat-obatanKonsumsi bahan yang toksik seperti pada pengguna zat adiktif yang mengandung methyl-4-phenyl-1,2,3,6-tetrahydropyridine (MPTP) sering memperlihatkan tanda-tanda PP

Anoksia serebral pada trauma kepalaSeseorang yang sering mengalami trauma kepala akan mendapat kemungkinan memperlihatkan empat kali lebih sering gejala Parkinson dibanding populasi lainnyaPATOFISIOLOGIDopaminergik dari SNc diproyeksikan ke striatum dan seterusnya ke ganglion basalisReduksi ini menyebabkan aktivitas neuron di striatum dan ganglion basalis menurun menyebabkan gangguan keseimbangan antara inhibitorik dan eksitatorik.

Proyeksi dopamin ke area otakDiagnosis of Parkinsons disease-Clinical diagnosis is very difficult at early stages, and reliable biological markers have not been identified yet.

-L-DOPA responsiveness is a reliable indication of PD

-Imaging is used, in particular PET scan, Positron Emission Tomography.

-Reliable diagnosis only post-mortem.

L-DOPAL-DOPA

Healthy balance of dopamine and acetylcholine Imbalance of dopamine and acetylcholine in Parkinson's disease. Substansia Nigra di batang otak

Stages of Parkinsons Disease Mild symptoms, no disability Non-pharmacological approachesModerate symptoms with some disabilityMultiple treatments available including l-dopaProgression of symptomsLevodopa required +/- other medsEarlyModerateAdvanced Disease progresses Non-motor complications may outweigh motor disturbancesAdjunctive Drug Therapy forAdvanced PD Report of the Quality Standards Subcommittee of theAmerican Academy of Neurology 2006Gejala Klinik non-motorikAnosmia diduga degenerasi bulbus olfaktoriusJuga intermedial batang otak, ganglia simpatetik dan parasimpatetik sebagai penyebab disfungsi autonomik penyebab keluhan inkontinensia, konstipasi, ketidaksanggupan mengkontrol air ludah, dizzinessGangguan gastrointestinalis, gangguan berkemih, gangguan seksual, gangguan kardiovaskuler, termoregulasi, respiratorius dan gangguan motorik pupilGangguan otonom ditemukan sekitar 2%-72% adalah gangguan inkontinensia dan konstipasi berpariasi dengan lamanya mengidap penyakit tersebut serta penggunaan obat anti Parkinson Gangguan regulasi otonom sering sekali berasosiasi dengan depresi Keterlibatan batang otak dimana ditemukan nukleus dari serotonergik dan noradrenergik diduga penyebab dari gangguan perilaku termasuk depresi yang menurut statistik diderita oleh 25% penderita ParkinsonHalusinasi dan delusi dialami oleh sekitar 4% penderita Parkinson yang diduga ada kaitannya dengan terapi levodopa DementiaPenurunan fungsi kognitif pada PP ditemukan sekitar 75-80% Gangguan memori ditemukan enam kali lebih banyak dibanding kontrol Sekitar 44% penderita PP menderita demensia diantaranya sekitar 29% kemungkinan demensia Alzheimer, 10% demensia badan LewyAnsietas Sekitar 70% dari PP menderita ansietas sementara 90 % penderita ansietas berkembang menjadi depresi. Sekitar 40 % yang tidak berkaitan dengan beratnya penyakit maupun pengobatan dengan levodopa. Gejala ansietas atau panik sering disertai depresi (atypical depression) Gejala ansietas bisa juga muncul sebagai reaksi psikologik terhadap PP sendiriDepresiDepresi merupakan gejala PP yang paling menonjol dan bersifat tidak spesifik dan tidak berkaitan dengan derajat gangguan motorikDiperkirakan prevalensi gangguan depresi berkisar 31% dan meningkat sehubungan dengan meningkatnya usiaPsikosis dan halusinasiGejala psikosis dalam bentuk halusinasi atau delusi pada umumnya berkaitan dengan toksisitas obat untuk PP Obat - obat (antikholinergik, amantadin, deprenil, levodopa dan agonis dopamin) untuk PP dapat mempengaruhi neurokimiawi otak sehingga bisa memperlihatkan gejala psikosis, yaitu halusinasi, delusi dan delirium. Halusinasi visual ditemukan sekitar 30 % dan berkaitan dengan obat dopaminergik. Bromokriptin lebih sering menimbulkan efek samping dibandingkan levodopa Antikholinergik menimbulkan halusinasi yang bersifat mengancam disertai dengan komponen auditorik taktil dan delirium.Halusinasi ini pada umumnya akan berkurang atau menghilang dengan pengurangan dosis obat obat tersebut. Perubahan perilaku seksKelainan fungsi saraf otonom dan rendahnya kadar dopamin bisa mengakibatkan gangguan ereksi Pada perempuan bisa diakibatkan oleh perubahan estrogen pada perempuan menopause lainnya. Disisi lain ditemukan juga perubahan perilaku seks dalam bentuk peningkatan libido (1 10 %) dengan atau tanpa gejala mania dapat juga timbul sebagai efek samping pengobatan penyakit PP. Hiperseksualitas ini terutama ditemukan pada penderita laki-laki dalam bentuk meningkatnya masturbasi, hubungan seks dan parafilia dan diperbaiki dengan mengurangi dosis obat.Gangguan TidurGangguan tidur dimana berkuragnnya stadium II dan IV sehingga sering terbangun, sering timbul bersamaan dengan gejala psikiatrik lainnya sebagai akibat efek samping pengobatan levodopa dan pergolid. Gangguan tidur bisa dalam bentuk halusinasi, episode mengacau (confusional episodes) dan depresi yang dapat dibaca sebagai kelainan pada EEG pada fase REM. Keadaan ini dapat diperbaiki dengan pemberian hipnotika dan antidepresanPersentasi beberapa gangguan kemurungan pada penyakit Parkinson

Gangguan (mood) kemurunganPrevalensiDepresi58%Afasia54%Ansietas49%Gangguan gastrointestinalPenderita PP sering mengalami konstipasi dan dismotilitas lambung mengakibatkan gangguan pencernaan (Pfeiffer, 2003)Penyebabnya diduga akibat pembentukan badan Lewy di sistem saraf pencernaan yang akan mengganggu persarafan dari saluran cernaGangguan optalmologikMenurunnya kedipan mataIritasi dri permukaan mata Gangguan cairan mata Sering terjadi halusinasi visual Konvergensi menurun BlefarospasmusKesulitan membuka mata

Keluhan NyeriKeluhan nyeri pada PP biasa berasal dan diakibatkan oleh : Masalah muskuloskletal yang ada hubungannya dengan gangguan postural jadi akibat mekanik; Nyeri neuropatik dan atau nyeri inflamasi berupa artritis diakibatkan oleh lesi jaringan saraf ataupun inflamasi di daerah tulang belakang terutama di daerah servikal atau daerah lumbal; Nyeri distonia, kelompok otot pendukung tubuh akibat peningkatan tonus otot; Rasa kurang mengenakkan akibat gerakan yang terusmenerus seperti tremor;Nyeri yang tidak bisa didefinisikan yang diketahui sebagai nyeri sentralKeluhan NyeriMenentukan jenis nyeri pada PP sangat penting untuk terapi (farmaka atau non-farmaka). Lokasi nyeriGambaran nyeri yang di deritaApakah nyeri menjalar ketempat lain, nyeri radikulerKapan muncul nyeriApakah keluhan nyeri kontinu atau terusmenerus atau hanya saat- saat tertentu?Apakah keluhan nyeri berhubungan dengan aktivitas tertentuApa yang menyebabkan nyeri berkurangApa yang menyebabkan nyeri bertambahApakah obat anti parkinson menurunkan nyeriApakah juga penderita artritisTATALAKSANA PENYAKIT PARKINSONSarana diagnostik yang baku untuk deteksi dini PP saat ini belum ada Gejala PP yang muncul pada usia lanjut biasanya terlewatkan karena dianggap sebagai efek dari penuaan. Seringkali gejala awal oleh karena ringan dan tidak merasa terganggu, maka tidak disadari oleh pasien maupun orang terdekatnya. Gejala awal mirip dengan gangguan penyakit lain (depresi, reumatoid) untuk itu dibutuhkan ketajaman pemeriksaan klinis sebagai alat deteksi dini Banyak penyandang harus mengunjungi banyak dokter sebelum mendapat diagnosis yang pastiDiagnosisPenyakit parkinson didasari oleh anamnesis (riwayat kesehatan), pengamatan pada tanda tanda yang ada (pemeriksaan fisik), pemeriksaan neurologis, informasi obat obatan yang pernah digunakan dan riwayat pada keluarga. Gejala utama berupa gangguan gerakan motorik disamping juga ditemukan gangguan lain yang menyerang sistem otonom, fungsi eksekutif, psikiatrik dan sensorik A. AnamnesisPada awal sakit manifestasi gejala dapat berupa: Gemetar pada jari tangan waktu istirahat, dan hilang bila lengan bergerakTremor ringan pada jari dan tanganAyunan lengan waktu berjalan kurang (jalan seperti robot)Suara menjadi halus / mengecilMandi, mencukur kumis, mengancing baju, makan jadi lamaJalan sering ketinggalanMata melotot seperti marah, raut muka selalu sedihDuduk jarang bangunTidur jarang berbalik badan

B. Pemeriksaan fisikTerdapat 4 gejala kardinal (gejala utama) PP yaitu :i. Tremor (pada 50% kasus)ii. Rigiditas (pada 66% kasus)iii. Akinesia / bradikinesia (pada 75% kasus) iv. Postural instabilitasKeempatnya bisa disingkat jadi TRAP

1. Tremor, 50% mengalami inner tremor sebelumnya (rasa gemetar di dalam tubuh)Lengan / tangan: Resting tremor : saat diam atau menahan posisi tertentuPill rolling : seperti sedang menggulung pil atau menghitung uangTulisan tidak rata, semakin panjang kalimatnya huruf tulisannya semakin kecil (lihat gambar 6, dibawah ini)

Tulisan tangan dari penderita penyakit parkinson seperti yang diperlihatkan oleh Charcot (1879) dalam Lectures on the diseases of the nervous system. Saat berjalan jari / tangan bergetar

1. Tremor, 50% mengalami inner tremor sebelumnya (rasa gemetar di dalam tubuh)Tungkai / kakiKaki bergoyang saat diam menggantung

Kepala / mukaKepala jarang terlibatBibir dan dagu bergetar seperti mengunyah2. RigiditasLeherSusah menolehSusah menelanSuara mengecil

2. RigiditasLenganMicrografia (tulisan mengecil)Ayunan lengan waktu berjalan kurangMerasa kekakuan pada sendi Sulit bangkit dari tidur / dudukStopped Posture (waktu berdiri/berjalan badan membungkuk) (lihat gambar 7, dibawah)

2. RigiditasTungkaiLangkah jalan pendek-pendek, kaki diseretRasa lemah karena memerlukan tenaga ekstra untuk bergerak

3. Bradikinesia/Akinesis MukaMata jarang berkedipFace mask (mimik muka miskin ekspresi)Liur menetes, kalau makan lama Lengan- Memakai baju / memasang kancing lama- Mandi / cuci tangan/ gosok gigi lama

3. Bradikinesia/Akinesis BadanDuduk diam lama, jarang bangkit (bangun)Tidur jarang berbalikTungkaiMembengkak oleh karena jarang bergerak waktu dudukSulit untuk memulai langkahLangkah mendadak berhentiKetika berjalan, jika berbalik arah harus melakukan gerakan memutar

4. Postur tubuh yang tidak stabilMuncul pada stadium lanjutMudah terjatuhLangkah memutar sulitCenderung terjerembab ke depanCenderung terjengkang ke belakangAkhirnya menggunakan kursi roda

Staging Klinis (derajat penyakit)Staging penderita PP menurut Hoehn and Yahr (Goetz et al., 2004)Stage 1 = UnilateralStage 2 = BilateralStage 3 = Gangguan keseimbangan (postural Instability); jarang jatuhStage 4 = Gangguan keseimbangan lebih nyata; cenderung jatuhStage 5 = Hanya terbaring di tempat tidur, bergantung pada kursi roda

C. DiagnosisDitegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik dan anamnesis, didasarkan pada kriteria klinisAntara lain menurut Hughes et al. (1992)1. POSSIBLEBila ada salah satu dari 4 gejala (1/4) TRAP (Tremor, Rigiditas, Akinesia,Postural Instabilitas)2. PROBABLE Bila terdapat 2 dari 4 gejala TRAP (2/4)Bila ada 1 dari 3 gejala TRA (1/3) yang asimetri / unilateralC. Diagnosis3. DEFINITE Bila terdapat 3 dari 4 gejala TRAP (3/4)Bila ada 2 dari 3 gejala TRA (2/3) dengan 1 gejala yang asimetris / unilateralBila meragukan ulangi pemeriksan beberapa bulan kemudian.

D. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan penunjang bisa berupa: Pemeriksaan radiologik TScan, MRI, Spektroskopi, Positron Emission Tomography (PET) CTScan, MRI biasanya normal; PET bisa mendeteksi perubahan di substansia nigra Elektroensefalografi (EEG)Pemeriksaan ini tidak informatif untuk PP Pemeriksaan LaboratoriumDarah, urine, tergantung pada indikasi

E. TERAPI1. Terapi farmaka (Terapi farmaka terdiri dari 3 kategori)Kategori pertama adalah obat yang secara langsung atau tidak langsung berkerja meningkatkan dopamin di otak. Kategori kedua adalah farmaka yang bisa memperbaiki kadar neurotransmiter untuk memperbaiki simptom yang muncul seperti antikholinergik.Kategori ketiga adalah menyangkut obat yang digunakan untuk kontrol non-motorik seperti obat antidepresan.

E. TERAPITujuan umum Menghilangkan/mengurangi tanda dan gejala penyakitMemperlambat progresifitas penyakitMemperpanjang waktu ON dan memperpendek waktu OFFMengatasi fluktuasi klinisMemperkecil efek samping

Jenis obat terapi PP antara lain : Levodopa (Levazide, Stalevo, Madopar, Leparson)Dopamin Agonis (bromokriptin, pramipexole, ropinirole)MAO-B Inhibitor (selegiline) COMT Inhibitor (Comtan)Antikolinergik (Arkine, Artane)Neuroptotektor (Selegilin)

Strategi pengobatan PP meliputiTerapi Simptomatik untuk mempertahankan selama mungkin kemandirian pasien dalam kegiatan sehari-hari, berupa terapi farmakologik dan non-farmakologikMemperlambat progresivitas penyakit dengan tujuan neuroproteksi dan neurorestorasi berupa terapi farmakologik dan non-farmakologikTujuan umum terapi adalaha. Menghambat progreivitas penyakit-Neuroproteksi-Neurorestorasi b. Mengatasi tanda dan gejala penyakitMemperpanjang waktu ON dan memperpendek waktu OFFMengatasi fluktuasi klinis- Memperkecil efek sampingObat obatan terapi simtomatik antara lain :Obat DopaminergikLevodopa : Madopar (levodopa + benserazide); Stalevo (levodopa+ karbidopa + entakapon); Levazide (levodopa + benserazide); Leparson (levodopa + benserazide)Dopamin Agonis : Pramipexole (Sifrol), Ropinirole (Requip), Bromokriptin (Parlodel) MAO-B Inhibitor : selegiline (Jumex)COMT Inhibitor : Entacapone (Comtan) Amantadine: Symmetrel

Obat terapi simtomatik antara lain :Obat Non-dopaminergikAntikolinergik : trihexyphenydil (Arkine, Artane) Antagonis Glutamat: Amantadin (Symmetrel), dextrometorfanAntihistamin: difenhidraminNeuroptotektor : Selegilin, vit E, vit C, coenzyme Q 10

1b.Terapi non-farmaka Edukasi Penyakit parkinson adalah penyakit kronis progresif yang tanda dan gejalanya akan memburuk jika tidak diterapi sehingga perlu diberikan informasi lengkap kepada penderita serta keluarganya tentang penyakit tersebut. Dengan pemberian obat dan penatalaksanaan yang tepat maka gejala yang muncul dapat diperbaiki. Penderita dan keluarga juga diharapkan proaktif untuk mencari informasi sendiri melalui media informasi1b.Terapi non-farmaka Fisioterapi Tujuanya adalah untuk menguatkan otot dan mengurangi kekakuan otot melalui pergerakan penuh (full range of motion). Selain itu juga untuk meningkatkan kekuatan tubuh hingga penderita mampu menerima keterbatasan fisiknya. Contohnya latihan berjalan, berkebun, berenang dan lain-lain.

1b.Terapi non-farmaka Nutrisi Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat (buah-buahan, sayur-sayuran dan gandum). Buah-buahan yang mengandung anti oksidan sangat dianjurkan

1b.Terapi non-farmaka Akupunktur medik Banyak penelitian dan publikasi yang telah membuktikan manfaat terapi akupunkturNeurorehabilitasiSudah dibuktikan bahwa walaupun dengan hasil minimal, gangguan bicara dan mobilitas dapat diperbaiki dengan terapi rehabilitasi.Latihan fisik bisa memperbaiki mobilitas, fleksibilitas otot, kekakuan dan kualitas hidup serta terapi bicara (speech therpy)Selain itu disebutkan juga bahwa terapi menari (dance therapy) juga berperan dalam perbaikan fungsi ototTerapi fisik dan latihanKebutuhan terapi fisik terhadap penderita ini efektif untuk mempertahankan keseimbangan tubuhSelain dari itu disebutkan bahwa aktifitas fisik dan latihan dibutuhkan untuk memperbaiki struktur dan fungsi otak. Model percobaan PP menunjukan bahwa aktivitas fisik mendukung stimulasi neuroproteksi dan integritas fungsi mitokhondriaTerapi bedah Metode lama dan sudah jarang dilakukan: Palidotomi, Talamotomi, bisa menimbulkan kerusakan permanenMetode baru: Deep Brain Stimulation ( DBS), tidak menimbulkan kerusakan permanen

Kapan mulai memberikan obat anti parkinson ?Obat antiparkinson baru diberikan bila gejala-gejalanya sudah mengganggu kegiatan sehari-hari.

Obat apa yang dipilih untuk terapi awal?Pemilihan obat untuk terapi awal tergantung pada onset, gejala dominan, beratnya penyakit, dan dengan memperhitungkan efek samping obat

Pilihannya adalah sebagai berikut:UsiaObat pilihan< 60 tahunAntikolinergik, dopamin agonist, amantadin atau MAOB-inhibitor - Efeknya kurang dari levodopa- Dapat mengurangi gejala ringan selama 6-9 bulan, setelah itu tetap diperlukan Levodopa- Dibanding levodopa lebih jarang menimbulkan komplikasi motorik, tetapi lebih sering menimbulkan halusinasi, hipotensi ortostatik, dan mengantuk.Pilihannya adalah sebagai berikut:UsiaObat pilihan>60 tahunAda 2 pilihan, yaitu1. Agonis dopamin atau dopaminergikKurang efektif dibanding levodopa, tetapi lebih jarang menimbulkan komplikasi motorikAkhirnya membutuhkan levodopa juga 2. LevodopaPaling efektifSering menimbulkan komplikasi motorik dan non-motorik pada pengobatan jangka panjangKomplikasi pengobatan jangka panjang dengan levodopaWalaupun levodopa merupakan obat paling efektif untuk PP, namun dengan waktu terbatas setelah 3-7 tahun dapat timbul komplikasi motorik dan non-motorik.

Komplikasi pengobatan jangka panjang dengan levodopaKomplikasi Motorik:1. Fluktuasi motorik i. Wearing-offIni adalah suatu keadaan dimana efek levodopa menjadi pendek dari semula 4 jam menjadi, misalnya, 2 jam ii. On-off Efek levodopa bisa naik (on) turun (off)

Komplikasi pengobatan jangka panjang dengan levodopa2. DiskinesiaBerupa gerakan-gerakan tak terkendali seperti: - Khorea Contoh: gerakan berupa tarikan cepat pada anggota gerak - DistoniaGerakan konstan seperti melintir yang mengubah postur bagian tubuh tertentu

Komplikasi Non-motorik1. Gangguan OtonomikBanyak liur, keringatan, hipotensi ortostatik, konstipasi, disfungsi seksual 2. Gangguan PsikiatrikInsomnia, halusinasi, depresi, demensia

PENCEGAHANPola hidup dengan konsumsi makanan sehat, melakukan aktifitas fisik yang teratur. Menghindari kontak dalam jangka waktu lama dengan faktor risiko seperti zat kimia khususnya pestisida dan herbisida.Menghindari pemakaian obat-obatan dalam jangka waktu lama seperti pemakaian obat psikoterapi dan obat anti-muntah.Terapi hormonal estrogen tunggal secara dini kepada perempuan pre-menopause (konsultasi dengan ahli kebidanan), dan khususnya perempuan yang telah melakukan operasi histerektomi.PrognosisPenyakit Parkinson bukanlah penyakit yang sifatnya fatal akan tetapi progresif. Rata-rata harapan hidup dari penderita ini lebih rendah dibanding yang tidak menderita ParkinsonPada stadium akhir dari penyakit ini pada umumnya bisa mendapat komplikasi seperti kehilangan kekuatan fisik dalam hal ini ketidakberdayan, sering terjatuh akibat gangguan keseimbangan yang bisa berefek fatal serta pneumonia.Perjalanan penyakit ini bisa mencapai 20 tahun atau lebih. Melalui penanggulangan yang tepat dan cepat baik melalui terapi farmakologik maupun non-farmakologik penderita PP diharapkan bisa hidup produktif.Kuesioner Deteksi Dini ParkinsonApakah anda mengalami kesulitan ketika bangkit dari kursi?Apakah tulisan tangan anda menjadi kecil?Apakah teman teman anda mengatakan bahwa suara Anda menjadi lebih lembut atau tidak terdengar?Apakah keseimbangan Anda menjadi buruk?Apakah tungkai Anda sering seperti Macet ketika sedang berjalan?Apakah teman teman Anda mengatakan wajah anda tampak selalu sedih atau murung?Apakah tangan atau kaki Anda bergetar?Apakah Anda mengalami kesulitan untuk mengancing baju?apakah ketika sedang berjalan kedua tungkai Anda harus diseret?

Kuesioner Deteksi Dini ParkinsonApakah langkah langkah Anda menjadi pendek pendek atau kecil kecil ketika berjalan?Pernahkah seseorang menanyakan kepada Anda Apakah Anda menderita Parkinson?Pernahkah Anda mendapatkan obat Anti parkinson dari dokter Berapakah jumlah jawaban YA dari pertanyaan tersebut? Minimal 6 : Kemungkinan kecil anda menderita penyakit perkinson7 - 9: Kemungkinan anda sedang menderita penyakit parkinson10 - 12: Kemungkinan besar anda menderita penyakit perkinsonPertanyaan yang tercetak tebal memiliki sensitifitas tinggi untuk mendeteksi gejala PP