Kasus - Kasus Kebakaran Industri

  • View
    236

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kasus kebakaran

Text of Kasus - Kasus Kebakaran Industri

  • 5/19/2018 Kasus - Kasus Kebakaran Industri

    1/22

    Tiga perusahaan jadi tersangka

    kasus kebakaranlahanclippingtoday/August 11, 2014

    Jumat, 8 Agustus 2014

    Pekanbaru (ANTARA News)Tiga perusahaan sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus kebakaran

    lahan di Riau tahun 2014, kata Pelaksana Tugas Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Kementerian

    Lingkungan hidup, Imam Hendargo Abu Ismoyo.

    Ketiga perusahaan sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak kasusnya ditingkatkan ke tahapan penyidikan,

    katanya ketika dihubungi melalui telepon dari Pekanbaru, Jumat.

    Dua perusahaan yang ditetapkan sebagai tersangka, menurut dia, beroperasi di Kabupaten Siak. Perusahaan

    dengan PT TFDI dan PT TKWL itu bergerak dalam bidang usaha perkebunan kelapa sawit.

    Sementara tersangka perusahaan yang lain, PT SGP yang beroperasi di Kota Dumai, bergerak di sektor industri

    kehutanan atau hutan tanaman industri.

    Semuanya perusahaan domestik, katanya.

    Menurut dia, penyidik Kementerian Lingkungan Hidup sudah mendapatkan bukti-bukti permulaan cukup kuatsehingga ketiga kasus itu statusnya ditingkatkan ke tahap penyidikan.

    Ini tentunya pelanggaran pidana dong, namun kami juga mempertimbangkan kemungkinan juga dijerat dengan

    perdata, katanya.

    Kementerian Lingkungan Hidup memulai penyelidikan terhadap perusahaan-perusahaan setelah kebakaran

    lahan kembali mengakibatkan bencana asap di Riau pada awal 2014.

    Kementerian sebelumnya menyelidiki sekitar 43 perusahaan, lalu mengerucut jadi 26 perusahaan dengan 29kasus dugaan kebakaran hutan dan lahan di Riau dengan pertimbangan kelengkapan barang bukti.

    Proses penyelidikan dilakukan dengan meminta keterangan saksi dari perusahaan serta ahli kebakaran hutan dan

    lahan serta kerusakan lingkungan.

    Hingga akhir Juni lalu sudah ada 18 perusahaan dengan 67 saksi yang telah diperiksa, katanya.

    Ia juga mengatakan bahwa keterbatasan jumlah penyidik serta sarana dan prasarana pendukungnya menjadi

    kendala kementerian dalam menyelidiki kasus-kasus kebakaran lahan dan hutan.

    http://cgclipping.wordpress.com/author/clippingtoday/http://cgclipping.wordpress.com/author/clippingtoday/http://cgclipping.wordpress.com/2014/08/11/tiga-perusahaan-jadi-tersangka-kasus-kebakaran-lahan/http://www.antaranews.com/berita/447594/tiga-perusahaan-jadi-tersangka-kasus-kebakaran-lahanhttp://www.antaranews.com/berita/447594/tiga-perusahaan-jadi-tersangka-kasus-kebakaran-lahanhttp://www.antaranews.com/berita/447594/tiga-perusahaan-jadi-tersangka-kasus-kebakaran-lahanhttp://www.antaranews.com/berita/447594/tiga-perusahaan-jadi-tersangka-kasus-kebakaran-lahanhttp://cgclipping.wordpress.com/2014/08/11/tiga-perusahaan-jadi-tersangka-kasus-kebakaran-lahan/http://cgclipping.wordpress.com/author/clippingtoday/
  • 5/19/2018 Kasus - Kasus Kebakaran Industri

    2/22

    Sumber :http://cgclipping.wordpress.com/2014/08/11/tiga-perusahaan-jadi-tersangka-kasus-

    kebakaran-lahan/

    Pengembangan Manajemen Keselamatan Berbasis Potensi BahayaKebakaran Pada Bangunan Gedung Dan Industri

    27/09/2006

    Pengembangan Manajemen Keselamatan Berbasis Potensi Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung Dan Industri

    ditulis oleh :

    Dr. Ir. Suprapto MSc.(FPE).APU.IPM*Pusat Litbang Permukiman Dep. PU

    Kebakaran senantiasa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, baik menyangkut kerusakan harta benda, kerugian materi,

    gangguan terhadap kelestarian lingkungan, terhentinya proses produksi barang serta jasa, serta bahaya terhadap keselamatanjiwa manusia. Kebakaran yang terjadi di permukiman padat penduduk bisa menimbulkan akibat-akibat sosial, ekonomi dan

    psikologi yang luas. Kebakaran di gedung tinggi sering berakibat fatal akibat sulitnya upaya pemadaman dari luar gedung.Kebakaran di kawasan kumuh padat bisa langsung memiskinkan masyarakat korban kebakaran. Kebakaran di industri bisa

    mengakibatkan stagnasi usaha dan kerugian investasi yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja. Konon hargaminyak dunia yang melambung disebabkan oleh terbakarnya kilang minyak milik British Petroleum di Teluk Meksiko dan di

    Mumbai, India, pertengahan tahun 2005. Oleh karena itu aspek pencegahan dan penanggulangan kebakaran dan terutamaaspek manajemen keselamatan terhadap kebakaran (fire safety management) baik di bangunan maupun di industrimerupakan suatu hal yang mutlak harus dilakukan. Hal ini menjadi semakin penting dan bersifat strategis dengan mengingatkondisi saat ini yang ditandai dengan meningkatnya kebakaran baik secara kuantitas maupun kualitasnya, seringnya terjadi

    bencana yang berujung pada kejadian kebakaran serta meningkatnya kecenderungan kejadian kebakaran akibat unsur

    kesengajaan (arson fire). Diperlukan peningkatan upaya penanganan kebakaran termasuk manajemen keselamatan kebakaran(FSM) yang memperhitungkan perkembangan teknologi, analisis risiko bahaya kebakaran, serta tuntutan dan paradigma baruproteksi kebakaran dalam antisipasi permasalahan kedepan.

    BAHAYA KEBAKARANMenganalisis kebakaran tidak lepas dari teori timbulnya api. Api adalah persenyawaan antara suatu bahan / bahan

    bakar dengan oksigen pada temperatur tertentu yang pada prosesnya timbul nyala, suara dan cahaya, sebagaimanaditunjukkan dalam persamaan berikut : Bhn bakar + oksigen (di udara) ? CO2 + CO + kalor + cahaya. Kebakaran adalah apiyang tidak dikehendaki. Dengan demikian kebakaran sebenarnya adalah kondisi natural akibat bersentuhannya bahan bakar(fuel), oksigen dan panas atau kalor, namun bukan yang dikehendaki. Bedakan dengan api di tanur atau di pabrik peleburan

    baja, yang memang dikehendaki dan dikendalikan. Kebakaran dapat dibedakan berdasarkan kondisi di mana lokasi sumberapi berada. Kebakaran pada bangunan umumnya berawal dari kebakaran dalam suatu ruangan, yang sering disebut sebagaikebakaran dalam ruangan tertutup (compartment fire).

    Sifat kimia dan fisika yang terjadi saat penyulutan, dilanjutkan dengan pembakaran (combustion) ditambah dengan

    tersedianya beban api (fire load) dengan kuantitas yang cukup termasuk perletakannya, dimensi ruangan serta faktor

    ventilasi yang menunjang, maka kebakaran meningkat intensitasnya, ditandai dengan kecepatan penjalaran dan panas yang

    tinggi dalam waktu yang relatif singkat. Kebakaran dalam ruangan bisa mengarah kepada terjadinya flashover dengantemperatur ruangan mencapai 500oC di atas ambient dalam waktu kurang dari 5 menit, atau ledakan asap (backdraft) apabilaruangan yang minim ventilasi tetapi cukup tahan terhadap tekanan yang timbul akibat kebakaran. Kedua fenomena tersebut

    harus diwaspadai karena bisa berakibat fatal. Menurut NFPA (USA) asap merupakan pembunuh terbesar. Sebanyak 72%

    korban kebakaran diakibatkan oleh asap. Dengan kecepatan asap berkisar antara 1.0 1.4 m/detik, maka dengan mudahasap bisa melampaui kecepatan jalan anak-anak, wanita hamil dan orang-orang tua saat dilakukan evakuasi. Selain bisamelumpuhkan kesadaran seseorang, asap pekat bisa menimbulkan gangguan dalam mengurangi jarak pandang (visibility).Selain itu produk non-termal kebakaran lainnya selain asap, yakni gas-gas hasil pembakaran (selain CO2 dan CO) seperti

    HCl dan HCN yang kerap tidak berwarna dan tidak berbau namun sangat beracun (toxic) sehingga banyak menimbulkan

    korban baik di kalangan penghuni / pengguna bangunan maupun dari kalangan petugas pemadam kebakaran, saat dilakukanoperasi pemadaman. Kebakaran bisa berakibat fatal terhadap bahan dan konstruksi bangunan akibat temperatur maupuntekanan yang ditimbulkannya. Pada suhu sekitar 400oC bahan padat seperti kayu, plywood mengalami dekomposisi lewat

    proses pirolisis menimbulkan gas-gas flammable yang setiap saat bisa menyulut meluasnya kebakaran. Kebakaran bisameningkatkan temperatur dalam ruang melebihi 500oC. Pada kondisi seperti ini akan terjadi tekanan berlebih(overpressures) dalam ruang hingga mencapai 1.64 atm. Apa yang terjadi pada situasi overpressures ini dapat kita

    bayangkan. Kaca-kaca jendela akan pecah pada tekanan kurang lebih 0.067 atm, dan kerangka kayu dalam bangunan akan

    rusak pada tekanan berlebih 1.002 atm, struktur bangunan bisa runtuh pada pada tekanan yang semakin meningkat. Begitu

    http://cgclipping.wordpress.com/2014/08/11/tiga-perusahaan-jadi-tersangka-kasus-kebakaran-lahan/http://cgclipping.wordpress.com/2014/08/11/tiga-perusahaan-jadi-tersangka-kasus-kebakaran-lahan/http://cgclipping.wordpress.com/2014/08/11/tiga-perusahaan-jadi-tersangka-kasus-kebakaran-lahan/http://cgclipping.wordpress.com/2014/08/11/tiga-perusahaan-jadi-tersangka-kasus-kebakaran-lahan/http://cgclipping.wordpress.com/2014/08/11/tiga-perusahaan-jadi-tersangka-kasus-kebakaran-lahan/http://cgclipping.wordpress.com/2014/08/11/tiga-perusahaan-jadi-tersangka-kasus-kebakaran-lahan/
  • 5/19/2018 Kasus - Kasus Kebakaran Industri

    3/22

    kaca jendela terbuka, udara luar masuk, api semakin membesar dan meningkat intensitasnya sampai berhenti saat bahan

    habis terbakar atau dihentikan oleh upaya pemadaman. Urutan proses pertumbuhan kebakaran, bahaya yang ditimbulkan dantindakan yang perlu dilakukan.

    TIPOLOGI KEBAKARAN DI INDONESIA

    Secara umum ada 2 (dua) jenis kebakaran yakni kebakaran karena unsur kesengajaan (arson fire) dan kebakaran yang bukankarena unsur kesengajaan atau disebut kebakaran nyata (real fire). Arson fire merupakan garapan instansi kepolisian untukpengungkapannya antara lain melalui forensic investigation. Real fire memiliki berbagai jenis seperti kebakaran dalambangunan (building fire), kebakaran di lingkungan industri (industrial fire), dan kebakaran hutan (forest fire). Di Indonesia

    terdapat pula jenis kebakaran yang cukup langka yakni lahan gambut (peat fire) yang memerlukan penanganan tersendiri.Kebakaran hutan meliputi kebakaran pada semak belukar (di Au