KABAR PERBANAS JATIM

  • View
    237

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Majalah Kabar Perbanas Jatim - Indonesian Banks Association

Text of KABAR PERBANAS JATIM

  • KABAR

    Jawa TimurEdisi

    November 201302 PERBANAS

    Awas Cyber Crime Perbankan

    Halaman 22 Halaman 34

    Haruskah Terpaku SOP

    Rp 11.000 Equilibrium

    Baru Nilai Tukar?

    Dwi Perkuat 3 Program

    Harga Rumah Pun

    Menggunung

    Halaman 5

    Halaman 12

    Halaman 17

  • 3PErbaNas Jatim | Edisi 2 | November 2013

    PERBANASiNdoNEsiaN baNks associatioN

    terbit : 3 bulan sekalitebal : 40 halaman full colourUkuran Halaman : 21,5 cm x 28,5 cmJumlah kolom : 3 kolom

    sUsUNaN rEdaksiPenanggungjawab : Perbanas Daerah Jawa Timur Pemimpin Umum/Pemimpin redaksi : Herman Halim koordinator redaksi : M Pujiono Santoso redaktur ahli : Joko Sumiatno, Deviana Widjaja, Tan Surya Agung, Judi Agus Setiawan redaktur Pelaksana : Erfandi Putraredaktur : Gatot Gus Santo sekretaris redaksi : Tri Setyaningsih reporter surabaya : Mashita, Tamam Malaka reporter Jakarta : Djauhari Effendi, Fariq Rofiq Fotografer : Zaky Al-Pakong Layout : T. O. Vianto

    daftar isi

    PERBANASKABAR

    Jawa Timur

    Pemerintah, Pengusaha dan RakyatBila kita cermati, penu-

    runan nilai tukar rupiah se-cara drastis sejak 7 Juni 2013 terjadi karena aliran keluar modal jangka pendek dari Indonesia. Nilai tukar rupi-ah merosot karena pemodal asing mengurangi kepemili-kan atas surat-surat berhar-ga yang diperjualbelikan di pasar uang ataupun modal Indonesia yang masih dang-kal dan sempit.

    Pada awal Juni 2013, posisi rupiah bera-da pada kisaran Rp 9.9000-an, pada 7 No-vember 2013 di posisi Rp 11.416 per dollar AS. Suatu lonjakan yang cukup signifikan dalm kurung waktu sekitar 4 bulan.

    Persoalan ekonomi, termasuk di da-lamnya persoalan kurs, tidak bisa hanya diselesaikan dengan satu lembaga, in-stansi dan lainnya. Akan tetapi, di sini memerlukan suatu kebersamaan demi In-donesia. Bertolak pada kenyataan inilah, persoalan ekonomi sudah seharusnya menjadi tugas kita semua. Baik pemerin-tah, pengusaha hingga kalangan rakyat. Bagi pemerintah, diperlukan regulasi yang dapat mendinginkan mesin-mesin ekonomi. Misalnya, kebijakan-kebijakan untuk menekan impor. Bank Indonesia sendiri, diharapkan tidak akan pernah tidur dalam menjaga mata uang kita.

    BI diharapkan terus memperbanyak cadangan devisa dengan memperluas jangka waktu term deposit valas. Juga

    pembelian SBN, saham dan Obligasi Korporasi Indonesia untuk menjaga ketersediaan rupiah untuk antisipasi nai-knya yield obligasi sehingga asing gak masuk lebih dalam.

    Pengusaha, diharapkan tidak hanya memikirkan kepentingan sesaat. Dalam posisi ini, terutama devisa dari eksportir menjadi suatu keharusan untuk segera masuk ke dalam negeri. Jan-

    gan main parkir di luar negeri. Indonesia harus bisa mencontoh Thai-

    land. Negara Gajah itu memiliki keten-tuan terkait dengan Devisa Hasil Ekspor (DHE) seperti apa yang dimiliki Indone-sia. Akan tetapi, di Thailand ada kewa-jiban dari para eksportir untuk menukar-kan hasil ekspornya (dollar AS) ke dalam mata uang Thailand (Bath). Mungkin ini merupakan salah satu solusi.

    Bagaimana dengan rakyat sendiri? Pada kondisi seperti ini, rakyat sudah sepantasnya pula mengoptimalkan produk-produk dalam negeri, sehingga angka ketergantungan pada impor da-pat diperkecilDi bulan November ini, di-mana pada 10 November 2013 lalu, kita memperingati Hari Pahlawan, mari kita jadikan momentum untuk membangkit-kan gejolak nasionalisme kita. Mari kita berpegangan erat, bahu membahu antara pemerintah, pengusaha dan rakyat untuk mengatasi penurunan ekonomi ini.

    HERMAN HALIM

    iklan / LanggananTri Setyaningsih HP : 081.230389256E-mail : tya@perbanas.ac.id atau tya_dias@yahoo.co.id

    1 Cover3 Salam redakSi (daftar iSi)5 laporan Utama

    Rp 11.000 Equilibrium Baru Nilai Tukar?

    10 laporan UtamaEkonomi RI Sudah Sesuai Arah

    12 periStiwaDwi Perkuat Tiga Program

    18 kreditMengamati Kredit Perumahan

    24 regUlaSiPRODUK PERTAMA OJK, POJK tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan

    28 periStiwaBI Surabaya Gebrak GIM 2013

    30 keSehatanMaag Pun Bisa Mengintai Nyawa Anda

    14 wawanCaraAgus Martowardojo, Rupiah Sekarang Bagus Untuk Obati Penyakit

    alamat : Sekretariat Perbanas Kampus STIE Perbanas Gedung D Lantai 2 Jl Nginden Semolo No. 34 36 SurabayaTelp : 031-5930243; Fax : 031-5947151

    DEWAN PENASIHAT : Freddy Suliman Dasuki Amsir Hadi SukriantoPENGURUS HARIANKetua : Herman HalimWk. Ketua Bid. Organisasi : Eko Antono& Hub. Antar Daerah Wk. Ketua Bid. Penelitian/ : M Pujiono SantosoPengkajian Perbankan & Hukum Wk. Ketua Bid. Pendidikan & : Th M Pramudito NugrohoPengembangan SDM Wk. Ketua Bid. Umum & Olahraga : Tang Amir Sekretaris : Djaki DjajaatmadjaBendahara : Suharjanto DjunaidiAnggota :Bidang Organisasi & : Anita Prasetio, AufriedaHubungan Antar Daerah Artsiana Dewi, Chandra Tjong, JudiartoBidang Penelitian/Pengkajian : Deviana Widjaja, TanPerbankan & Hukum Surya Agung, Joko Sumiatno, Judi Agus SetiawanBidang Pendidikan & : Iis Herijati, Selvy Hutomo,Pengembangan SDM Dicky Dwidiarto, Untung PujadiBidang Umum & Olahraga : Soelistiyono Halim, Henry Tjowari, Benny Arjuna, Darmaisah

    sUsUNaN dEWaN PENasiHat / PENGUrUsPErbaNas daEraH JaWa timUr

    Salam Redaksi

  • 4 PErbaNas Jatim | Edisi 2 | November 2013

    PERBANASiNdoNEsiaN baNks associatioN Kilas

    Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan kebijakan jumlah lot saham yang menurut rencana efektif akan berlaku 2 Desember 2013 mendatang. Jika sebelumnya jumlah lot saham 500 lembar per lot, selanjut-nya menjadi 100 lembar per lot.

    Ketentuan tersebut bertujuan untuk men-ingkatkan likuiditas, efisiensi dan pendalaman pasar. Perubahan lot juga bertujuan untuk memperkecil rasio antara permintaan dan tran-saksi. Sekarang ini rasionya antara 1:3 sampai 1:4, ini masih besar jadi pelaksanaan perdagan-gan tidak efisien, kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Samsul Hidayat Samsul di Jakarta, Kamis (17/10/2013).

    Menurut dia, untuk bisa meningkatkan li-kuiditas di pasar saham, selain memperkecil lot saham, pihaknya juga akan memperkecil fraksi harga dan kelompok harga. Saat ini, kata dia, pihak bursa masih memberlakukan 5 kelompok harga. Nantinya, kelompok ini akan diperkecil menjadi 3 kelompok saja dengan fraksi harga yang lebih kecil.

    Kelompok-kelompok harga di aturan yang baru yaitu kelompok harga di bawah Rp 200 per saham, Rp 200-5.000 per saham, dan harga di atas Rp 5.000 per saham. Selain itu, otoritas bur-sa juga akan mengatur fraksi harga. Fraksi harga untuk setiap kelompok harga akan semakin kecil bila dibandingkan dengan sebelumnya. jef

    sUrabaYa Dalam rangka mendukung program Pemerintah RI terhadap proyek Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Kalimantan Selatan, PT Pelindo III (Per-sero) telah menyelesaikan pembangunan terminal peti kemas dan dermaga Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Dalam program MP3EI terse-but, Pelabuhan memegang peranan penting dalam aspek konektivitas dengan menekankan pembangunan yang terintegrasi antara sistem transportasi, logistik, serta komunikasi dan informasi untuk membuka akses daerah. Dalam menunjang program tersebut, beberapa proyek pembangunan untuk peningkatan infrastruktur pelabuhan.

    General Manager PT Pelindo III (Persero), Toto Heli Yanto menjelas-kan bahwa perkembangan pelayanan pelabuhan trisakti sebelumnya hanya dapat beroperasi selama 8 jam karena faktor kedalaman alur sungai Barito yang hanya mengandalkan pasang surut. Namun kini dengan adanya pemeliharaan alur Barito maka kapal dapat beroperasi keluar dan masuk pelabuhan selama 24 jam nonstop. Hal tak lepas adanya sinergi antara PT Pelindo III dengan Pemerintah Daerah Kali-mantan Selatan yang membentuk anak perusahaan untuk pengelola alur sungai Barito yang kedalamannya terbatas.

    Toto Heli Yanto lebih lanjut merinci, keseluruhan proyek yang dibangun Pelindo III merupakan proyek vital dari perusahaan dalam rangka mendukung visinya mamacu integrasi logistik nasional. fan

    Jakarta- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk optimis dapat mempertahankan kinerja perusahaan di tengah kondisi ekonomi mak-ro yang tidak kondusif pada Triwulan III 2013. Perseroan berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2013 berhasil meningkatkan per-olehan Laba Bersih sebesar Rp 1,057 Triliun. Perolehan laba ini didor-ong oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang disalurkan sebe-sar Rp 96,53 Triliun dan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp.88,537 Triliun.

    Pertumbuhan kredit perseroan berada diatas rata-rata pertum-buhan kredit nasional sebesar 22%. Kami bersyukur Bank BTN dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja perseroan walau-pun kondusi makro kurang kondusif,. Demikian Maryono, Direktur Utama Bank BTN menjelaskan pada saat paparan kinerja Triwulan III tahun 2013 di Jakarta, Senin (28/10/2013).

    Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 September 2013 terse-but Bank BTN membukukan Asset sebesar Rp 123,319 Triliun atau tumbuh 24,87% dari posisi yang sama tahun 2012 yang sebesar Rp 98,756 Triliun. Sementara dari sisi Kredit dan Pembiayaan tumbuh dari Rp 76,566 Triliun pada tahun 2012 menjadi Rp 96,539 Triliun. Pertumbuhan kredit ini menca-pai 26% atau berada diatas pertumbuhan kredit nasional yang sebesar 22%. Bank BTN memproyeksikan pertumbuhan kredit akan berada pada kisaran 20% sd 25% sampai dengan akhir tahun 2013. Sementara untuk Dana Pihak Ketiga ( DPK) Perseroan pada posisi yang sama tumbuh dari Rp 69,331 Triliun pada tahun 2012 menjadi Rp 88,537 Triliun pada tahun 2013. Dana Phak Ke-tiga Bank BTN pada tahun 2013 pertumbuhannya mencapai 28%. jef

    Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat seki-tar 1.170 pegawainya akan pindah ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun sampai saat ini baru 80 oran