Israel Undercover

  • View
    284

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of Israel Undercover

USA ZIONISME UNDERCOVERUPAYA YAHUDI AMERIKA MENGUASAI DUNIA

BY : ABU YOHANNES AL BAITLAHMIDISTRIBUTED BY WWW.LENTERA-RAKYAT.SOS4UM.COM

Dokumen terakhir tentang pembuatan senjata pemusnah massal sedang dicari Amerika di dua wilayah Arab yang sedang bergolak, Palestina dan Irak. Propaganda paling ganas dan kuat keluar dari mulut-mulut "Zionis Gedung Putih". Mereka memaklumatkan bahwa perang terhadap Irak memiliki tiga tujuan utama: pertama, perjuangan melawan terorisme; kedua, pelucutan senjata pemusnah massal, dan ketiga, merealisasikan demokrasi di Irak dan kawasan Arab pada tahap berikutnya. Irak menjadi sasaran utama karena merupakan episode dalam sebuah mata rantai. Negara ini memegang peranan penting dalam perang Arab Israel dan juga letaknya di jantung Arab baik secara peradaban, peninggalan dan sejarah umat Islam. Selain itu, posisi negara ini sangat strategis dalam masalah perang eksistensi melawan Rasis Zionis Israel. Irak menjadi sasaran juga karena timbunan kekayaan minyaknya. Yang dalam pandangan Gedung Putih, negara adidaya ini adalah pewaris sah dan dunia telah menganugerahkannya. Dan dengan penuh arogansi mereka rampas kekayaan itu dari kehidupan bangsa Arab dengan harga rendah. Menurut pandangan mereka, dengan mencampakan Irak dari kebangsaannya akan menjadikan eksistensi negara Zionis Israel dengan mudah membuka kedua telapak tangannya di kawasan Arab. Jelas, mereka lalai atau pura-pura tidak tahu realita yang menegaskan bahwa hubungan antara Irak dengan Arab amatlah mendalam dan mendarah daging. Lebih kuat dibandingkan hubungan antara dua wilayah di benua Amerika. Perang Irak Perang Zionis Israel* Teori persekongkolan ini muncul dalam bermacam bentuk mulai dari yang menjijikan sampai pelecehan. Namun secara esensi menunjukan: bahwa di sana ada sekolompok orang yang penuh semangat mewakili zionis Israel berada dalam lingkaran parlemen Bush, juga di pusat-pusat informasi dan media Amerika. Di situ mereka telah melakukan perencanaan sejak jauh-jauh hari, untuk menjadikan wilayah Timur Tengah sebagai tempat yang aman bagi Israel. Yaitu dengan menjatuhkan rezim yang memusuhi Israel di Irak. Kelompok ini pada akhirnya berhasil meletakkan agenda di atas meja kepresidenan Bush. Sebagai bukti terhadap persekongkolan ini adalah adanya dokumen berjudul "Peristirahatan Suci: Strategi Baru Untuk Menjamin Keamanan Kerajaan", yang telah disiapkan tahun 1996 oleh sekelompok pemikir di Pentagon untuk PM Israel yang terkenal radikal, Benyamin Netanyahu. Kelompok ini mengusulkan agar Israel mengadopsi strategi agresi (permusuhan) dan mencakup rencana untuk menggulingkan Presiden Saddam Husain dari kursi kepresidenan. Termasuk dalam anggota kelompok ini adalah Ricard Birl, Doglas Fezt dan Devid Worsir yang sekarang ini mereka menduduki posisi-posisi penting di kabinet Bush. Untuk mendukung realita ini, teori ini mengisyaratkan kepada penasehat pribadi (Karl Roof) yang merupakan otak skenario bagi Bush, bahwa dia berhasil meyakinkan Bush dengan ide tersebut dengan kompensasi jaminan suara orang-orang Yahudi di Florida dan puluhan juta orang Kristen Inggris yang suka dengan Israel. Karena menurut keyakinan mereka (orang-orang Kristen Inggris) berkumpulnya orang-orang Yahudi di tanah suci (Palestina) sebagai persyaratan pendahulu bagi kembalinya Kristen, yang akan memberikan pilihan bagi mereka antara merubah agamanya atau binasa. Indikator-indikator pendukung bagi teori ini adalah bahwa mayoritas kelompok, sekte dan geng besar Yahudi, juga kebanyakan para donator besar Partai Republik mendukung serangan terhadap Irak. Sementara para ahli strategi pemerintah berkeyakinan bahwa kemenangan Amerika terhadap Irak memungkinkan terbukanya jalan bagi pengokohan dasar pemilihan untuk partainya. Bila kebijakan politik Bush berhasil dalam perang dan perdamaian, kata salah seorang ahli strategi pemerintah, kita akan menyaksikan perubahan yang esensial dalam hal dukungan politik Israel dari segi suara dan finansial bagi Partai Republik.

Benar bahwa pemikiran dan ide ini membahayakan politik luar negari Amerika. Namun tidak salah juga kalau orang-orang Israel berkeyakinan bahwa agresi perang ke Irak merupakan kemaslahatan bagi Yahudi. Karenanya tidak aneh bila Israel adalah satusatunya "negara" di dunia yang secara terang-terangan mengemukakan pendapatnya mendukung penggulingan pemerintahan Presiden Saddam Husain. Bila agresi tersebut bisa berlangsung lebih cepat maka hal itu lebih baik bagi kepentingan Israel. Kebijakan Amerika Serikat tidak mencantumkan Israel dalam daftar pendukung pemerintahan Bush dalam rangka membentuk koalisi untuk menggempur Irak, tidak lain adalah untuk menghindari kesan bahwa perang agresi terhadap Irak adalah agresi dan perang Amerika-Zionis Israel terhadap Arab dan Umat Islam. Bila masih ada yang memiliki keraguan seputar siapa yang menulis pidato Bush atau menguasai Amerika, supaya kembali mendengarkan pidato Bush mengenai Timur Tengah pada tanggal 25 Juni 2002 seputar penyingkiran Arafat, atau menyimak komentator politik Israel Mahom Pormya yang menulis di harian Yedeot Aharonot yang menyebar luas di kalagan Israel. Katanya, "Mulut (yang pidato) punya Bush, namun tangan yang menulis pidato adalah tangan Ariel Sharon." Dalam sebuah siaran radio Israel berbahasa Ibrani "Col Yazrael" pada tanggal 3 Oktober 2001 Sharon mengatakan kepada media massa, "Setiap kali kita melakukan sesuatu kalian mengatakan kepadaku kalau Amerika akan bertindak begini atau begitu. Saya ingin mengatakan kepada kalian sesuatu dengan sejelas-jelasnya: Kalian jangan risau dengan tekanan Amerika terhadap negara Yahudi. Sesungguhnya kita bangsa Yahudi yang menguasai dan mengendalikan Amerika, dan orang-orang Amerika mengetahui hal itu." Sejarah Palestina pra Islam (bagian kedua) Kemudian Allah mendekritkan bahwa mereka harus ditinggalkan untuk berkelana dalam kebingungan di tengah keganasan setelah mereka hampir berada di depan pintupintu tanah suci. Dan kelihatannya Allah telah mengharamkan generasi Bani Israel ini tidak diperbolehkan untuk melihat tanah sudi ini hingga generasi berikutnya dengan kekuatan yang tumbuh pada mereka dari kerasnya kehidupan padang pasir. Maka generasi ini telah dirusak oleh kehinaan, perbudakan dan persekusi saat hidup di Mesir yang tidak cocok untuk sebuah kehidupan yang mulia ini. Musa A.S meninggal dunia sebelum dapat memasuki tanah yang suci dan di dalam hadist Rasulullah SAW yang muttafaq alaihi yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah bahwa Rasulullah bersabda bahwa sesungguhnya nabi Musa ketika hendak menghembuskan nafas terakhirnya berkata : "" Ya Allah dekatkanlah aku kepada tanah suci hingga berjarak lemparan batu. Dan Rasulullah bersabda : " " Demi Allah! Kalau saja saya dekatnya saya akan memperlihatkan kepadamu tempat makamnya di samping jalan dekat bukit yang berwarna merah. Bani Israel memasuki Tanah Palestina : Setelah generasi baru tumbuh dan bertahun-tahun perkelanaan dalam keganasan gurun pasir berakhir, bani Israel dipimpin oleh nabi mereka yaitu Joshua bin Noon, A.S. Yahudi memanggil mereka dengan Yashou. Dia menggantikan Musa untuk memimpin mereka yang menyeberangi sungai Jordan bersama-sama pada tahun 1190 S.M. Lalu mereka dapat menaklukkan musuh-musuh mereka dan menduduki kota Jericho. Kemudian ia mengomando mereka untuk menginvasi Aai, dekat Ramallah dan berusaha untuk menaklukkan Jerussalam namun usaha ini gagal karena jumlah Yahudi yang terlalu sedikit. Sehinggal hal ini tidak memungkinkan mereka untuk menyebar,

menduduki dan mengontrol seluruh wilayah. Sesuatu yang kita ketahui tentang Joshua datang dari hadits Rasulullah SAW (selawat dan salam kepada beliau) yang mengatakan bahwa di saat Joshua berhadapan dengan musuhnya di medan pertempuran, peristiwa itu berlangsung hingga terbenamnya matahari. Ia berdoa kepada Allah agar supaya matahari tidak terbenam terlebih dahulu hingga peperangan itu usai dengan kemenangannya. Maka Allah kabulkan doanya dengan menunda matahari terbenam hingga Joshua memenangkan peperangan. Kepemimpinan Yahudi setelah Joshua dipegang oleh para pemimpin yang dikenal dengan para hakim (judges). Periode mereka ini dikenal dengan zaman para hakim (the time of the judges) yang berlangsung lebih kurang 150 tahun. Kendati mereka berusaha keras untuk mereformasi kaum ini namun masa ini terus mengabadikan chaos, pemberontakan, malapetaka, perselisihan dan dekadensi moral serta agama secara umum pada generasi Bani Israel yang berlangsung lebih kurang 150 tahun. Ketika itu mereka berdiam di wilayah datang tinggi di sekitar kota Jerussalem (Al Quds) dan wilayah datar bagian selatan Palestina. Di saat Bani Israel menyadari kondisi mereka yang kian memburuk, para pemimpin di antara mereka meminta kepada salah satu nabi (yang dipanggil Samuel) untuk menunjuk raja bagi mereka yang mungkin dapat memimpin untuk berperang di jalan Allah. Namun, nabi mereka, yang telah mengenal watak mereka : Artinya : (nabi mereka menjawab) : Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang. Mereka (menjawab) : Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?. Maka ketika perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. (Al Baqarah : 246) Nabi mereka mengatakan bahwa Tuhan telah menunjuk bagi mereka Talut sebagai raja. Tapi mereka menentang karena mereka : Padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya. (Al Baqarah : 247) Bahwasanya dia : Sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang banyak?. (Al Baqarah : 246) Nabi mereka berkata bahwa Tuhan telah memilihnya di atas kapasitas mereka dan diberi pengetahuan yang luas dan punya kekuatan fisik yang prima. Talut, seorang pemimpin yang beriman kini memegang puncuk kepimpinan bani Israel yang berlangsung pada tahun 1025 S.M. Narasi-narasi Israel (Israiliyyaaat) menamakannya dengan Shauel. Allah menguji pen