Insektisida alami

  • View
    18.457

  • Download
    7

Embed Size (px)

Text of Insektisida alami

  • 1. xINSEKTISIDA DAN AKARISIDA YANG BERASAL DARI ALAM Panut Djojosumartodjojosumarto.panut@gmail.comA. PENGERTIANYang dimaksud dengan insektisida dan akarsida alami adalah semua bahanaktif insektisida dan akarisida yang diambil dari alam, bukan merupakan hasilsintesa di laboratorium. Ketika insektisida alami diproduksi secara komersial,peranan industri terbatas pada riset dan pengembangan, pemurnian bahan aktif danformulasi, sehingga senyawa tersebut dapat digunakan secara praktis di lapangan.Dalam aartikel ini kami membagi insektisida alami kedalam beberapa kategorisebagai berikut:1. Insektisida nabati (insektisida botani), yakni bahan aktif insektisida yang diekstrak dari tumbuhan, seperti azadiraktin, nikotin, rotenon, dan seterusnya.2. Insektisida mikrobiologi (insektisida biologi), adalah mikroorganisme seperti jamur, virus, nematoda, dan sebagainya, yang umumnya menyebabkan penyakit pada serangga hama tertentu. 1

2. 3. Insektisida alami yang bukan termasuk ke dalam kategori 1, 2 dan 4. Contoh dari kategori ini adalah tanah diatomeae, bubuk karbon, dan sebagainya. 4. Insektisida yang berasal dari fermentasi mikroorganisme, seperti antibiotika, makrolida, dan sebagainya. Alasanmengapa kelompok antibiotika dan/atau makrolida kami masukkan ke dalam kelompok insektisida alami adalah kenyataan bahwa senyawa kimia ini tidak dibuat/disintesa di laboratorium, tetapi dihasilkan secara alami dari fermentasi mikrobiologi.B. INSEKTISIDA NABATISejak lama diketahui bahwa beberapa ekstrak tumbuhan bersifat racun bagiserangga tertentu. Penggunaan ekstrak tumbuhan sebagai insektisida telahdiketahui sejak abad 18, di antaranya daun tembakau (1763), bubuk piretrum daribunga Chrysantemum (1840), dan akar tuba (Derris eliptica).Daftar tumbuhan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pestisida botanidiberikan dalam tabel 1.Tabel 01: Beberapa jenis tumbuhan yang telah diteliti manfaatnya sebagaipestisida botaniNo Nama Umum Nama Ilmiah Bagian tanamanPenggunaan1 Aglaia (i) AglaiaKulit, batang, daun Insektisida odorata2 BabandotanAgeratum conyzoidesDaun, batang, Insektisida akarNematisida3 BalakamaOcimum basilicum Daun, bijiInsektisida4 BawangAllium spp.UmbiInsektisida Fungisida Nematisida5 Bengkuang Pacchiryzus erosus Daun, bijiInsektisida6 BitungBarringtonia sp. BijiInsektisida Piscisida7 Brotowali Tinospora sp.BatangInsektisida8 Cengkih Syzigium aromaticumDaun, bunga Bakterisida Fungisida Insektisida9 Daun wangiMalaleuca bracteataDaunAtraktan10DukuLansium domesticum Kulit buah, bijiInsektisida11GadungDioscore composite UmbiRodentisida 2 3. Insektisida12 JarakRicinus communisBiji, daunRodentisidaInsektisidaNematisida13 Jarak pagarJathropa curcas BijiInsektisida14 Jeringau Acarus calamusRimpang InsektisidaFungisida15 Kecubung Datura sp.Biji, daunInsektisida16 KembangGloriosa superbaAkarInsektisida sungsang17 KipahitTithonia sp.DaunRepelen18 Kunyit Curcuma domestica Rimpang NematisidaRodentisida19 Lada Piper nigrumBuah, bijiInsektisidaNematisidaFungisida20 LegundiVitex trifoliaDaunInsektisida21 LempuyangZingiber AmericansRimpang Insektisida emprit22 LempuyangZingiber zerumbet Rimpang Insektisida gajah23 LerakSapindus rarakBuah, bijiPiscisidaInsektisida24 Mahoni Swietenia macroplylla BijiInsektisida25 Jambu mete AnacardiumKulit bijiInsektisidaoccidentale NematisidaFungisidaBakterisida26 MimbaAzadirachta indicaBijiInsektisidaNematisida27 Nangka ArtocarpusDaunNematisidaheterophylus28 NilamPogostemon cablin DaunInsektisidaRepelen29 Patah tulang Euphorbia turricalliDaunMolluskisida30 Pepaya Carica papaya Akar, daunNematisida31 Picung Pangium edule BuahInsektisida32 Piretrum Chrysantemum spp. Bunga Insektisida33 Saga Abrus pecatoriusBijiInsektisida34 Secang Caesalpinia sappanDaun, bunga, biji Insektisida35 SelasihOcimum sp.DaunAtraktan36 SembungBlumea balsamiferaDaunMolluskisida37 Senggugu Clerodendron seratumDaunRodentisida38 Sereh dapurAndropogon nardus DaunInsektisidaFungisida39 SirihPiper bettleDaunBakterisidaFungisida40 Sirsak Annona reticulate Daun, bijiInsektisida41 SrikayaAnnona squamosa BijiInsektisidaNematisida42 Tefrosia Tephrosia vogelii DaunMolluskisida43 Tembakau Nicotiana tabacum DaunInsektisidaFungisidaNematisida44 Tembelekan Lantana camaraBunga, daun Insektisida 3 4. 45 Akar tuba Derris ellipticaAkarPiscisidaInsektisidaNovizan (2002): Membuat dan Memanfaatkan Pestisida Ramah Lingkungan Berikut adalah beberapa insektisida nabati yang telah dapat dimurnikan bahanaktifnya, dan diproduksi secara komersial, meskipun banyak di antaranya yangbelum dipasarkan di Indonesia.Asam sitrat (citric acid) Asam sitrat diekstraksi dari buah jeruk, digunakan sebagai insektisida untukmengendalikan berbagai jenis serangga, seperti semut, aphids, kumbang, ulat,wereng daun, kutu dompolan, tungau dan kutu kebul, pada tanaman buah-buahan,sayuran dan tanaman hias.Azadiraktin (azadirachtin) Ekstrak biji mimba (Azadirachta indica) sejak lama diketahui mempunyai efekinsektisida. Azadiraktin (AZA) adalah senyawa kimia utama dari ekstraksi atas biji-biji mimba (neem). Disamping azadiraktin, ekstrak biji mimba juga mengandungsenyawa limonoid lainnya, seperti nimbolid, nimbin dan salanin. Ekstrak biji mimba,atau neememulsion mengandung 25% (berat/berat) azadiraktin, 30-50% senyawalimonoid lainnya, 25% asam lemak dan 7% ester gliserol. Azadiraktin bekerja sebagai antagonis ecdyson (ecdyson adalah hormon yangbertanggung-jawab atas proses pergantian kulit serangga), sehingga ecdyson tidakbekerja dengan baik dan serangga hama yang terpapar akan tergganggu prosesganti kulitnya, sehinnga mati. Oleh karena itu azadiraktin dapat diklasifikasikansebagai penghambat pertumbuhan serangga (insect growth regulator : IGR) Azadiraktin digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama dari genus-genus yang berbeda. Efektif untuk mengendalikan kutu kebul (Bemisia spp.), thrips,pengorok daun, aphids, larva Lepidoptera (ulat), kutu sisik, kumbang dan kutudompolan, pada sayuran (tomat, kubis, kentang), kapas, teh, tembakau, kopi, dantanaman hias. LD50 (tikus) >5000 mg/kg, dermal (kelinci) >2000 mg/kg bb. Tidak menyebabkaniritasi pada kulit, tapi sedikit pada mata (kelinci). Klasifikasi toksisitas EPA(formulasi) kelas IV. Azadiraktin dipasarkan di Indonesia dengan nama-nama dagang Natural 9WSC, Nimbo 0,6 AS dan Nospoil 8 EC, dan didaftarkan (dalam hal ini Nimbo)4 5. untuk mengendalikan kutu daun Myzus persicae dan ulat grayak Spodoptera liturapada tanaman cabai (Anonim, 2006).Azadiraktin-dihidro (dihydroazadirachtin) Insektisida dihidroazadiraktin (DAZA) adalah bentuk terreduksi dari azadiraktinalami. Sifat-sifatnya mirip dengan azadiraktin, demikian halnya dengan cara kerja(mode of action) dan hama sasarannya. LD50 (tikus) >5000 mg/kg, dermal (kelinci) >2000 mg/kg bb.Ekstrak bawang putih Digunakan sebagai pengusir serangga (insect repellent) dan harus digunakansebelum ada serangan serangga hama. Mungkin senyawa mengandung sulfur yangterdapat dalam ekstrak bawang putihlah yang bertanggung-jawab atas efekrepellent-nya. Beberapa produk berisi ekstrak bawang putih telah diproduksi secarakomersial. Dalam penggunaannya dicampur dengan horticultural oil atau minyakikan, diencerkan sesuai dengan rekomendasi produsennya, dan disemprotkandengan volume tinggi pada tanaman yang dilindungi. Waktu aplikasikan sebaiknyamenjelang sore, dan diulangi setiap 10 hari. Ekstrak bawang putih mungkin juga mengusir serangga penyerbuk. Karena itujangan digunakan saat tanaman berbunga, apabila kehadiran serangga penyerbukpenting bagi produksi tanamannya. Ekstrak bawang putih praktis tidak berbahaya(dalam takaran normal). Ekstrak bawang putih juga dimanfaatkan sebagai suplemenmakanan dan dalam masak-memasak.Eugenol (4-allyl-2-methoxyphenol) Eugenol (minyak cengkih) diekstrak dari berbagai jenis tanaman, termasukcengkih, bersifat sebagai insektisida. Cengkih mengandung antara 14-20% minyakcengkih. Digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis serangga hama, termasuk kututanaman (aphids), ulat grayak, kumbang, ulat tanah, belalang, tungau, dsb., padatanaman sayuran dan buah-buahan.Kapsaisin (Capsaicin) Kapsaisin adalah senyawa kimia yang terdapat pada tanaman Solanaceae darigenus Capsicum (berbagai macam cabai), dan merupakan senyawa kimia yang5 6. bertanggung-jawab atas rasa pedas pada cabai. Senyawa ini merupakan pengusirserangga dan tungau, serta mempunyai efek sebagai insektisida. Juga dikatakandapat mengurangi transpirasi tumbuhan. Produk komersial dengan nama dagang Armorex mengandung campuranekstrak cabai (kapsaisin) dengan mustard oil (allyl isothiocyanate) digunakandengan cara dikocorkan (soil drench) sebelum tanam, dan dapat mengendalikanberbagai jenis cendawan tular tanah (termasuk Pythium, Rhizoctonia, Phytophthora,Pyrenochaeta, Sclerotium, Armillaria dan Plasmodiophora), serangga tanah sepertiulat potong (Agrotis), lundi (uret, larva kumbang), molluska, nematoda (Tylenchus,Pratylenchus, Xiphinema, dsb.), serta sejumlah gulma. Kapsaisin dikatakan dapat mengganggu metabolisme serangga dan bekerjapada susunan syaraf sentral serangga.Karanjin Insektisida dan akarisida karanjin diekstrak dari biji tumbuhan Derris indica(Pongamia pinnata). Bentuk WP didapat dengan menggiling biji hingga menjaditepung. Digunakan untuk mengendalikan tungau, kutu sisik, serangga pengunyahdan penusuk-pengisap, serta beberapa jenis jamur. Terutama efektif untukmengendalikan kutu kebul (whiteefly) thrips, pengorok daun, aphids, ulat, kutu sisikdan kutu dompolan pada berbagai jenis tanaman termasuk sayuran, kapas, teh,tembakau, dan tanaman hias. Karanjin bekerja dengan berbagai macam cara. Karanjin adalah penghalauserangga (insect repellent), antifeedant (menghilangkan nafsu makan serangga),menekan kegiatan hormon ecdyson (hormon yang mengatur pergantian kulitserangga), karenanya bertindak sebagai insect growth regulator (IGR). Dikatakanpula bahwa karanjin mampu menghambat sitokrom P450 pada serangga dantungau yang peka. Digunakan dengan cara disemprotkan. Tidak ada bukti adanya efek