of 13 /13
HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN MENYIMAK WAWANCARA DAN KETERAMPILAN MENULIS HASIL WAWANCARA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 10 TANJUNGPINANG ARTIKEL E-JOURNAL Oleh KARTIKA SARI NIM 090388201170 JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI TANJUNGPINANG 2015

HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN MENYIMAK WAWANCARA

Embed Size (px)

Text of HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN MENYIMAK WAWANCARA

  • HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN MENYIMAK WAWANCARA DAN

    KETERAMPILAN MENULIS HASIL WAWANCARA KELAS VIII SEKOLAH

    MENENGAH PERTAMA NEGERI 10 TANJUNGPINANG

    ARTIKEL E-JOURNAL

    Oleh

    KARTIKA SARI

    NIM 090388201170

    JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI

    TANJUNGPINANG

    2015

  • PERSUTUJUAN PENERBITAN ARTIKEL E-JOURNAL

    Judul Artikel : Hubungan Antara Keterampilan Menyimak Wawancara

    dan Keterampilan Menulis Hasil Wawancara Kelas VIII Sekpplah Menengah Pertama Negeri 10

    Tanjungpinang Tahun Pelajaran 2014/2015

    Nama Penyusun : Kartika Sari

    NIM : 090388201170

    Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

    Tanggal Lulus Ujian Skripsi : 12 Agustus 2016

    Telah memenuhi syarat untuk diunggah ke e-journal

    Tanjungpinang, Agustus 2016

  • . ABSTRAK

    Kartika Sari. 2016. Hubungan antara Keterampilan Menyimak Wawancara dan Keterampilan

    Menulis Hasil Wawancara Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 10

    Tanjungpinang Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa dan

    Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Maritim Raja Ali

    Haji Tanjungpinang. Pembimbing I: Dra. Hj. Isnaini Leo Shanty, M. Pd., Pembimbing II:

    Indah Pujiastuti, M.Pd.

    Kata kunci: Hubungan, menyimak, menulis, wawancara, siswa kelas VIII

    Keterampilan menyimak dan menulis merupakan bagian pembelajaran siswa di sekolah,

    untuk itu perlu diterapkan. Hal ini cenderung mendapat perhatian, hal yang dapat peneliti

    perhatikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Tanjungpinang masih banyak siswa yang

    belum mampu menyimak dan kemudian dari hasil simakan dideskripsikan secara tertulis.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan menyimak

    wawancara dan keterampilan menulis hasil wawancara siswa kelas VIII Sekolah Menengah

    Pertama Negeri 10 Tanjungpinang tahun pelajaran 2014/2015. Subjek dalam penelitian adalah

    siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Tanjungpinang berjumlah 48 orang.

    Objek penelitan adalah tes keterampilan menyimak dan menulis siswa. Instrumen penelitian

    yang digunakan adalah observasi dan tes. Penelitian ini menggunakan metode berlandaskan pada

    metode deskriptif kuantitatif, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu,

    pengumpulan data menggunakan tes, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan

    untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

    Hasil tes yakni keterampilan siswa berdasakan nilai rata-rata dalam menyimak yang

    meliputi unsur 5W+1H yakini meliputi unsur what (apa), unsur who (siapa), unsur when dan

  • where (kapan dan di mana), unsur why (kenapa), dan unsur how (bagaimana). Hasil tes

    keterampilan siswa dalam menyimak memperoleh hasil rata-rata kelas 68,96 kategori baik.

    Keterampilan dalam menulis hasil wawancara yang meliputi relevansi isi pesan, kerapian

    pengorganisasian isi, dan penggunaan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan isi

    memperoleh hasil rata-rata kelas 67,53 kategori baik.

    Hasil analisis uji hipotesis berdasarkan pengolahan data r hitung 0,34 dengan hasil

    hubungan antara keterampilan menyimak wawancara dan keterampilan menulis hasil wawancara

    tergolong rendah. Berdasarkan pengolahan data uji t, penelitian ini ada pada kriteria Ho ditolak

    dan Ha diterima, yakni berdasarkan perhitungan data yang diperoleh t hitung = 2,63 sedangkan t

    tabel (dk=46, a = 0,05) adalah 2,0129.

    Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara keterampilan

    menyimak wawancara dan keterampilan menulis hasil wawancara kelas VIII Sekolah Menengah

    Pertama Negeri 10 Tanjungpinang tahun pelajaran 2014/2015.

    ABSTRACT

    Kartika Sari. 2016. Relationship between Listening Skills Writing Skills Interview and Interview

    Results Grade VIII Junior High School 10 Tanjungpinang in the Academic Year

    2014/2015. Thesis. Department of Indonesian Language and Literature. Faculty of Teacher

    Training and Education. University of Maritime Raja Ali Haji Tanjungpinang. Advisor I:

    Dra. Hj. Isnaini Leo Shanty, M. Pd., Advisor II: Indah Pujiastuti, M.Pd.

    Keywords: Relationships, listening, writing, interviews, students of class VIII

    Listening skills and writing are part of students' learning in school, it is necessary to apply.

    It tends to get attention, things researchers note in Junior High School 10 Tanjungpinang there

    are still many students who have not been able to listen to and then from the gathering described

    in writing.

    This study aims to determine the relationship between listening skills and writing skills

    interviewing interviews eighth grade junior high school 10 Tanjungpinang academic year

    2014/2015. Subjects in the study were students of class VIII Junior High School 10

    Tanjungpinang of 48 people. Object of research is a test of listening and writing skills of

    students. The research instrument used is observation and tests. This research method is based on

    a quantitative descriptive method, used to examine the population or a particular sample, using

    test data collection, quantitative data analysis / statistics, with the aim to test the hypothesis that

    has been set.

    The results of tests that the student's skills Based on the average value in listening that

    includes elements of 5W + 1H believed to include elements of what (what), the elements who

    (who), the elements when and where (when and where), elements of why (why), and elements of

    how (how). Results of tests students' skills in listening obtaining an average yield of 68.96 class

    either category. Skills in writing the results of interviews covering the relevance of the message

  • content, neatness organizing content, and the use of language is good and right in accordance

    with the contents of obtaining an average yield of 67.53 class either category.

    The results of the analysis of hypothesis testing based data processing count r 0.34 with the

    relationship between the results of the interview listening skills and writing skills are low

    interviews. Based on t test data processing, this study there on the criteria of Ho refused and Ha

    is received, which is based on the calculation data obtained t = 2.63, while t table (df = 46, a =

    0.05) was 2.0129.

    Based on the above, it can be concluded that there is a relationship between listening skills and

    writing skills interviewing interviews eighth grade junior high school 10 Tanjungpinang

    academic year 2014/2015.

  • 1. Pendahuluan

    Keterampilan berbahasa dalam kurikulum di sekolah biasanya mencakup empat segi,

    yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Setiap keterampilan memiliki

    hubungan yang erat satu dengan yang lainnya, dalam memperoleh keterampilan berbahasa,

    seorang pembelajar harus mengikuti terlebih dahulu proses menyimak, kemudian bebicara, lalu

    membaca dan menulis. Keempat keterampilan tersebut pada dasarnya merupkana satu kesatuan

    yang disebut catur tunggal. Dalam catur tunggal ini dapat diuraikan menyimak dan berbicara

    merupakan komunikasi dua arah secara langsung dan merupakan komunikasi tatap muka. Dalam

    menyimak dan berbicara, ujaran merupakan poin penting sebagai model atau contoh bagi anak

    untuk mnedapatkan kecakapan saat berbicara. Ujaran sang anak akan menceritakan pemakaian

    bahasa di rumah dan lingkungannya.

    Menyimak adalah suatu aktivitas yang mencakup kegiatan mendengarkan secara khusus

    pada objek yang akan disimak. Oleh karena itu, siswa dituntut agar dapat berkonsentrasi dengan

    baik di dalam menyimak dan menyimak dilakukan untuk memahami suatu informasi secara lisan

    yang biasanya informasi itu berkaitan dengan profesi sang penyimak, menyimak juga membuat

    hubungan antarpribadi lebih efektif dan agar dapat memberikan respon yang tepat serta

    menyimak dapat digunakan untuk mengumpulkan data agar dapat melihat keputusan yang masuk

    akal. Menurut (Hanapi Natasasmita, 1995:18).

    Menurut (Tarigan, 2008:31), menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan

    lambang-lambang lisan dengan penuh pemahaman, apresiasi, serta interprestasi untuk

    memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan, serta memahami makna komunikasi yang

    telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Menurut (Russel & Russell

    dalam Tarigan, 2008:30), menyimak bermakna mendengarkan dengan penuh pemahaman dan

    perhatian serta apresiasi.

    .

  • Menulis adalah cara berbicara tidak langsung untuk mengungkapkan gagasan, pikiran dan

    kemampuan kepada orang lain secara tertulis dan perasaan dalam bentuk tulisan yang diharapkan

    dapat dipahami oleh pembaca dan berfungsi sebagai alat komunikasi secara tidak langsung

    dengan baik dan sedangkan dalam keterampilan menulis, menurut (Sumarno, 2009:5).

    Kemampuan menulis mempunyai peran penting dalam pelajaran bahasa Indonesia, selalu

    digunakan untuk menyatakan gagasan atau pikiran dengan tulisan atau karangan.

    Di latar belakangi permasalahan dan pemikiran tersebut di atas, peneliti ingin mengetahui

    dan melakukan penelitian bagaimana hubungan antara keterampilan menyimak wawancara

    dengan keterampilan menulis hasil wawancara. Mengingat pentingnya kaitan antara

    keterampilan menyimak dan keterampilan menulis hasil wawancara dan keterampilan berbahasa

    lainnya, sehingga keterampilan menyimak turut andil dalam meningkatkan prestasi belajar

    bahasa Indonesia. Selain itu, keterampilan menulis siswa di Sekolah Menengah Pertama

    merupakan tumpuan utama bagi siswa untuk bekal kehidupan siswa kelak di tengah lingkungan

    sekolah, sehingga dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk meneliti tentang Hubungan antara

    Keterampilan Menyimak Wawancara dan Keterampilan Menulis Hasil Wawancara Siswa Kelas

    VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Tanjungpinang Tahun Pelajaran 2014/2015.

    2. Metode Penelitian

    Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Deskriptif

    kuantitatif adalah penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan yang ada atau fakta yang

    sesuai dengan data yang diperoleh (Arikunto, 2010:192).

    Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian korelasional yang

    melibatkan dua variabel X (Kemampuan menyimak wawancara) dan variabel Y ( Menulis hasil

    wawancara).

    Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu berupa tes. Tes merupakan

    pernyataan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan,

    pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok

  • (Arikunto, 2010:193). Tes yang diberikan pada penelitian yaitu sebanyak dua kali, yaitu sebagai

    berikut:

    1. Tes pertama, siswa diminta melihat video wawancara yang sudah disediakan, kemudian

    siswa ditugaskan untuk menjawab beberapa soal. Tes seperti ini dilakukan untuk mengetahui

    keterampilan siswa dalam menentukan unsur simakan.

    2. Tes kedua, siswa diberikan soal untuk membuat sendiri hasil wawancara yang sudah

    diperlihatkan. Tes seperti ini dilakukan untuk mengetahui keterampilan siswa dalam

    menuliskan kembali hasil wawancara.

    3. Mengumpulkan hasil tes yang telah dikerjakan siswa.

    4. Mengoreksi hasil tes siswa.

    5. Memberikan skor atau penilaian dari masing-masing hasil tes.

    penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitaif. Teknik ini digunakan

    untuk mengalisis data yang diperoleh dari kemampuan menentukan unsur wawancara dan

    menulis teks berita dalam bentuk skor/nilai (Sugiyono, 2007:23). Langkah-langkah yang

    digunakan dalam analisis data yaitu memberikan skor mentah dari hasil keterampilan

    menentukan unsur wawancara dan keterampilan menulis hasil wawancara sesuai dengan

    pedoman penskoran.

    3. Hasil Penelitian dan Pembahasan

    Hasil Tes Menyimak Wawancara

    Keterampilan siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Tanjungpinang

    tahun pelajaran 2014/2015 berdasarkan tabel 9, hasil pengelompokan atas beberapa kategori,

    keterampilan siswa pada kategori amat baik berjumlah 12 orang, dengan tingkat keterampilan

    berdasarkan skala nilai 88-100. Kategori baik berjumlah 20 orang, dengan tingkat keterampilan

    berdasarkan skala nilai 66-79. Kategori cukup 12 orang, dengan tingkat keterampilan

    berdasarkan skala nilai 55-65. Kategori kurang baik 4 orang, dengan tingkat keterampilan

  • berdasarkan skala 40-55. Kategori gagal 0 orang, dengan tingkat keterampilan berdasarkan skala

    nilai 30-39.

    Hasil Tes Menulis Hasil Wawancara

    Keterampilan siswa dalam menulis hasil wawancara, siswa kelas VIII Sekolah

    Menengah Pertama Negeri 10 Tanjungpinang tahun pelajaran 2014/2015 berdasarkan tabel 11.

    Hasil pengelompokan atas beberapa kategori, keterampilan siswa pada kategori amat baik

    berjumlah 12 orang, dengan tingkat keterampilan berdasarkan skala nilai 88-100. Kategori baik

    berjumlah 18 orang, dengan tingkat keterampilan berdasarkan skala nilai 66-79. Kategori cukup

    18 orang, dengan tingkat keterampilan berdasarkan skala nilai 55-65. Kategori kurang baik 0

    orang, dengan tingkat keterampilan berdasarkan skala 40-55. Kategori gagal 0 orang, dengan

    tingkat keterampilan berdasarkan skala nilai 30-39.

    4. Simpulan dan Saran

    Penelitian ini terdiri dari 48 sampel siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 10

    Tanjungpinang tahun pelajaran 2014/2105. Berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data

    yang telah dibahas di atas, dapat disimpulkan adanya hubungan antara keterampilan menyimak

    wawancara dengan ketrampilan menulis hasil wawancara yang dilakukan melalui tes terhadap

    siswa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:

    1. Hasil tes menyimak wawancara, keterampilan siswa pada kategori amat baik berjumlah

    12 orang. Kategori baik berjumlah 20 orang. Kategori cukup 12 orang. Kategori kurang

    baik 4 orang. Kategori gagal 0 orang. Nilai rata-rata kelas memperoleh 68,96 kategori

    baik.

    2. Hasil tes menulis hasil wawancara, keterampilan siswa pada kategori amat baik

    berjumlah 12 orang. Kategori baik berjumlah 18 orang. Kategori cukup 18 orang.

    Kategori kurang baik 0 orang. Kategori gagal 0 orang. Nilai rata-rata kelas memperoleh

    67,53 kategori baik.

  • 1. Hasil analisis uji hipotesis berdasarkan pengolahan data r hitung 0,34 dengan hasil

    hubungan antara keterampilan menyimak wawancara dan keterampilan menulis hasil

    wawancara tergolong rendah. Berdasarkan pengolahan data uji t penelitian ini ada pada

    kriteria Ho ditolak dan Ha diterima, yakni berdasarkan perhitungan data yang diperoleh t

    hitung = 2,63 sedangkan t tabel (dk=46, a = 0,05) adalah 2,0129.

    Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara keterampilan

    menyimak wawancara dan keterampilan menulis hasil wawancara kelas VIII Sekolah Menengah

    Pertama Negeri 10 Tanjungpinang.

    Saran

    Mengingat besarnya manfaat hasil penelitian ini, saran yang dapat peneliti sampaikan

    sebagai berikut:

    1. Guru dapat menerapkan penggunaan media video yang berfungsi melatih keterampilan

    siswa dalam menyimak.

    2. Guru harus selalu memberikan tugas kepada siswa untuk menulis teks dalam bentuk

    karya tulis apapun, agar keterampilan siswa dalam menulis semakin meningkat.

    3. Mengingat adanya hubungan antara menyimak dan menulis khususnya dari sebuah media

    video, sebaiknya pembelajaran ini dapat diterapkan di sekolah.

  • Daftar Pustaka

    Akbar, A. 2011. Efektifitas Media Gambar dalam Pembelajaran Mengarang Deskripsi Siswa

    Kelas V Thalhah Sdit Al Madinah Tanjungpinang Timur. Skripsi. Tanjungpinang:

    Universitas Martitim Raja Ali Haji

    Akhadiah, Sabarti dkk. 2003. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta:

    Erlangga

    Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka

    Cipta

    Astria, Mery 2013. Kemampuan Menyimak Dongeng Menggunakan Media Audio (Rekaman)

    Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama 4 Tanjungpinang Tahun Pelajaran

    2012/2013 (skripsi)

    Atar, Semi.M 2007. Pengertian Menulis. Jakarta

    Djiwandono, 2008. Meningkatkan Kriteria Menilai

    Jannah, Farotul 2010 Kemampuan Menyimak Wawancara dan Menarasikan Menyimak Hasil

    Wawancara

    Ishwara, Luwi. 2005. Catatan-catatan Jurnalisme Indonesia. Jakarta: Kompas

    Margono, 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta. Rineke Cipta

    Herlinda, 2013. Kemahiran Menyimak Berita Pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah

    Pertama Negeri 3 Bintan

    Suharsaputra, Uhar. 2012. Metode Penelitian. Bandung: PT Refika Aditama

    Sugiyono, 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Jakarta: CV. Alfabeta

    Sumadiria, AS Haris. 2005. Jurnalistik Indonesia. Bandung: Simbiosa Rekatama Media

    Tarigan, Henry Guntur. 1986. Menyimak. Bandung: Angkasa

    ________1994. Menulis. Bandung: Angkasa

    Tarigan, 2008 Menyimak, Bandung: Angkasa

    Y. St. Slamet 2008:141. Pengertian menulis . Jakarta.

    Wardana, Arya Wisnu dan Ardianto Suryo Ardi. 2007. Menyingkap Rahasia Jadi Penulis.

    Yogyakarta: Pustaka Pelajar

    Zainal, Aqib, dkk. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: CV Yrama Widya Bumi