112
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) PADA SISWA KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH TERPADU SALSABILA, KALISARI, PASAR REBO, JAKARTA TIMUR Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Islam oleh Desi Anggraeni NIM 1812018300156 JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2015

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

  • Upload
    buibao

  • View
    238

  • Download
    1

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK

PENJELASAN DENAH MELALUI PEMBELAJARAN

KOOPERATIF TIPE STAD

(STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS)

PADA SISWA KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH

TERPADU SALSABILA, KALISARI, PASAR REBO,

JAKARTA TIMUR

Skripsi

Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Islam

oleh

Desi Anggraeni

NIM 1812018300156

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UIN SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2015

Page 2: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui
Page 3: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui
Page 4: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui
Page 5: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui
Page 6: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

iv

ABSTRAK

Desi Anggraeni (NIM: 1812018300156). Peningkatan Keterampilan

Menyimak Penjelasan Denah Melalui Pembelajara Kooperatif Tipe STAD

Pada Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Salsabila, Kalisari,

Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Menyimak mempunyai peranan yang penting sekali bagi kehidupan manusia,

penunjang keterampilan berbicara, membaca dan menulis, pelancar komunikasi

lisan, dan penambah informasi atau pengetahuan. Penelitian ini bertujuan

mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam

pelaksanaan pembelajaran keterampilan menyimak penjelasan denah. Penelitian

ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai November 2015 di Madrasah Ibtidaiyah

Terpadu Salsabila. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan

kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Nilai ketercapaian pelaksanaan

pembelajaran pada siklus I sebesar 60,00% dan siklus II sebesar 93,00%. Adapun

ketuntasan hasil belajar siswa dalam menyimak penjelasan denah pada siklus I

67,06 dan siklus II 88,53. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan

bahwa dengan penerapan model kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan

keterampilan menyimak penjelasan denah siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah

Terpadu Salsabila, Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Disarankan kepada guru

agar dapat menyajikan pembelajaran yang inovatif dengan menerapkan model

pembelajaran kooperatif supaya pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan

bagi siswa.

Kata Kunci: Keterampilan, Menyimak, Denah, Pembelajaran Kooperatif Tipe

STAD.

Page 7: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

v

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha

Penyayang. Alhamdulillaahirobbil’aalamiin, segala puji bagi Allah yang telah

melimpahkan segala rahmat dan nikmat-Nya kepada penulis, sehingga penulis

dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan kemampuan yang penulis miliki.

Skripsi yang ditulis dengan judul “Peningkatan Keterampilan Menyimak

Penjelasan Denah Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Siswa Kelas

IV Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Salsabila, Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur .”

Untuk meningkatkan keterampilan menyimak penjelasan denah khususnya pada

siswa, serta menambah pengetahuan teman-teman guru menggunakan

pembelajaran kooperatif saat mengajar, juga memotivasi teman-teman yang lain

untuk mengadakan penelitian yang lain.

Penulis menyadari tanpa dukungan dan semangat dari semua pihak yang

telah memberikan bantuan dengan tulus dan ikhlas dalam proses penyusunan

skripsi ini, semua tidak akan berjalan dengan lancar dan terselesaikan dengan

baik. Oleh karena itu, izinkanlah penulis menyampaikan rasa hormat dan terima

kasih yang tak terhingga kepada:

1. Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA., Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan

Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Dr. Khalimi, M.Ag., Kajur/Kaprodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Asep Ediana Latip, M.Pd, Sekretaris Kajur/Kaprodi pendidikan Guru

Madrasah Ibtidaiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

4. Dindin Ridwanudin, M.Pd., Ketua Pengelola Program DMS UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta.

5. Mahmudah Fitriyah ZA, M.Pd., Dosen pembimbing skripsi yang telah

banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan selama penyusunan

skripsi ini.

6. Dr. Hindun, M.Pd dan Ahmad Bahtiar, M.Hum, Dosen penguji skripsi yang

telah banyak memberi saran dan perhatian selama sidang skripsi berlangsung.

Page 8: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

vi

7. Segenap dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah,

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang

telah membimbing penulis selama perkuliahan.

8. Seluruh staf dan karyawan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta, terutama karyawan perpustakaan yang telah sabar

menunggu dan melayani penulis selama proses penyusunan skripsi..

9. H. Andi Abdullah Sa’ad, S.Pd.I., Kepala Madrasah Ibtidaiyah Terpadu

Salsabila yang telah mengizinkan peneliti untuk melakukan penelitian.

10. Choirus Salamah, S.Pd.I, Guru kelas IV, Diana, S.Pd.I, Guru kelas III,

Suryanih, S.Pd.I, Guru kelas I, Ratna Marlianti, S.Pd., Guru kelas II

Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Salsabila yang telah menemani dan membantu

penulis dalam proses pelaksanaan penelitian, serta semua teman-teman guru,

staf, karyawan, juga wali murid yang tidak saya sebutkan satu persatu, dan

tak lupa semua murid-muridku tersayang.

11. Suamiku tercinta Muhammad Yusuf dan buah hatiku yang selalu Ummi

sayangi Naaja Tsurayya Yusuf yang terus menginspirsi Ummi, terima kasih

atas pengorbanan, dukungan dan kasih sayang kalian selama ini.

12. Ibuku dan Ibu mertuaku yang selalu mendoakanku baik dalam keadaan

senang maupun susah,kakakku dan iparku yang selalu membantuku dan

seluruh keluarga besarku yang terus menguatkanku.

11.Teman-teman seperjuanganku di PGMI Dual Mode System khususnya kelas B,

Indri, Eka, Shohah, Kiki, Nina, Ufi, Ifa, Ii, Siti Mulya, Ika (Aisyah), Ernah

Pipit, Betty, Nurlis, Nela, Lela, Hany, Aburda, Irma, Syilvie, Umy, Nanik,

Widia, Aliyah, Turki, Abdurahaman (Omen), Hailani, Fahrul, Dwi, Pudin,

H.Basri, Syamsudin, Hasan Basri, Hilal, Jayadi, Kholil, Rohiman, Yusuf,

yang telah memberi bantuan, dukungan dan do’anya.

Terima kasih juga untuk semua pihak yang tidak saya sebutkan semua.

Semoga Allah SWT memberikan kita semua keimanan yang teguh, kesehatan,

kemurahan rezeki dan selalu di jalan yang diridhoi-Nya. Kritik dan saran demi

kesempurnaan karya ilmiah ini sangat diharapkan.

Jakarta, November 2015

D. A

Page 9: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

vii

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan Pembimbing Skripsi ...........................................................i

Lembar Pengesahan ...........................................................................................ii

Surat Pernyataan Karya Ilmiah ..........................................................................iii

Abstrak ................................................................................................................iv

Kata Pengantar ...................................................................................................v

Daftar Isi .............................................................................................................vii

Daftar Tabel .......................................................................................................x

Daftar Gambar ....................................................................................................xi

Daftar Lampiran .................................................................................................xii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ..........................................................1

B. Identifikasi Area dan Fokus Penelitian ....................................3

C. Pembatasan Fokus Penelitian ...................................................4

D. Perumusan Masalah Penelitian ................................................4

E. Tujuan Penelitian .....................................................................4

F. Kegunaan Hasil Penelitian …………………………………. 5

BAB II KAJIAN TEORETIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL

INTERVENSI TINDAKAN

A. Acuan Teori Area dan Fokus yang Diteliti

1. Keterampilan Menyimak penjelasan denah

a. Keterampilan ...................................................................6

b. Menyimak .......................................................................7

c. Keterampilan Menyimak ................................................10

d. Denah ..............................................................................11

2. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

a. Pembelajaran Kooperatif ................................................13

b. Pembelajaran Kooperatif tipe STAD ..............................17

B. Hasil Penelitian yang Relevan ...................................................19

C. Kerangka Berpikir .....................................................................20

Page 10: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

viii

D. Hipotesis Tindakan .....................................................................21

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................22

B. Metode Penelitian dan Rancangan Siklus Penelitian ..............22

C. Subjek Penelitian ....................................................................24

D. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian .............................24

E. Tahapan Intervensi Tindakan ..................................................24

F. Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan ..........................30

G. Data dan Sumber Data ............................................................31

H. Instrumen Pengumpulan data ..................................................31

I. Teknik Pengumpulan Data ......................................................32

J. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan ......................................33

K. Analisis Data dan Interpretasi Data ........................................33

L. Pengembangan Perencanaan Tindakan ...................................35

BAB IV DESKRIPSI, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Hasil Pengamatan

1. Penelitian Pendahuluan .....................................................36

2. Tindakan Pembelajaran Siklus I .......................................38

3. Tindakan Pembelajaran Siklus II .......................................49

B. Analisis Data ...........................................................................55

C. Pembahasan Temuan Penelitian .............................................59

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

A. Kesimpulan .............................................................................61

B. Implikasi .................................................................................61

C. Saran .......................................................................................63

Daftar Pustaka .....................................................................................................64

Lampiran .......................................................................................................66

Page 11: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Perbedaan Kelompok Belajar Kooperatif dengan Kelompok

Belajar Konvensional .........................................................................15

Tabel 2 Kegiatan Penelitian ............................................................................25

Tabel 3 Tahap Penelitian Kegiatan Pendahuluan ............................................27

Tabel 4 Tahap Penelitian Siklus I ....................................................................28

Tabel 5 Tahap Penelitian Siklus II...................................................................29

Tabel 6 Kriteria Pemberian Skor dengan Menggunakan Rubrik ....................34

Tabel 7 Hasil Observasi Aktivitas Kelompok Siswa Siklus I .........................41

Tabel 8 Hasil Tes Akhir Siklus I Keterampilan Menyimak Penjelasan

Denah ............................................................................................44

Tabel 9 Refleksi Kegiatan Tindakan Siklus I Keterampilan Menyimak

Penjelasan Denah ................................................................................46

Tabel 10 Hasil Observasi Aktivitas Kelompok Siklus II ..................................52

Tabel 11 Hasil Tes Akhir Siklus II Keterampilan Menyimak Penjelasan

Denah ............................................................................................53

Tabel 12 Rekapitulasi Tingkat Keterampilan Menyimak Penjelasan Denah ....54

Tabel 13 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa dalam Kelompok .......56

Tabel 14 Rekapitulasi Hasil pengukuran Keterampilan Menyimak Penjelasan

Denah ............................................................................................57

Page 12: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Keterampilan Menyimak ..................................................................10

Gambar 2 Alur Kerangka Berpikir Penelitian Tindakan Kelas ........................20

Gambar 3 Desain Model Kurt Lewin ................................................................23

Gambar 4 Guru Sedang Memberi Pengarahan .................................................43

Gambar 5 Aktivitas Siswa Mempresentasikan Hasil Diskusi ...........................44

Gambar 6 Grafik Hasil Tes Keterampilan Menyimak Penjelasan Denah

Siklus I .............................................................................................45

Gambar 7 Aktivitas Siswa Mengerjakan Tes Akhir Siklus I ............................45

Gambar 8 Aktivitas Siswa Mengerjakan Tes Akhir Siklus I ............................46

Gambar 9 Grafik Hasil Tes Keterampilan Menyimak Penjelasan Denah.........53

Gambar 10 Tingkat Keterampilan Menyimak Penjelasan Denah .......................55

Page 13: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

xi

DAFTAR LAMPIRAN

A. Lampiran I Perangkat Pembelajaran

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I ...................................66

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II ..................................72

B. Lampiran II Instrumen Penelitian

1. Lembar Observasi Aktivitas Kelompok Siswa ...........................................77

2. Lembar Pengamatan Guru dalam Pembelajaran di Kelas ..........................78

3. Lembar Catatan Lapangan .........................................................................79

4. Pedoman Wawancara Guru .........................................................................80

C. Lampiran III Hasil Instrumen Penelitian

1. Daftar Hasil Tes Awal Keterampilan Menyimak Penjelasan Denah ..........81

2. Daftar Hasil Tes Siklus I .............................................................................82

3. Daftar Hasil Tes Siklus II ............................................................................83

4. Hasil Observasi Aktivitas Kelompok Siswa ...............................................84

5. Hasil Observasi Peneliti ..............................................................................88

Page 14: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Ilmu pengetahuan dan keterampilan tidak mudah begitu saja kita peroleh.

Sekolah merupakan salah satu sarana yang tepat untuk memperoleh ilmu

pengetahuan dan keterampilan. Sekolah juga sebagai tempat proses belajar

mempunyai kedudukan yang utama dalam menciptakan situasi interaktif yang

edukatif, yakni interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, dan

sumber belajar dalam menunjang tercapainya tujuan belajar.

Bahasa sebagai alat komunikasi digunakan untuk bermacam-macam fungsi

sesuai dengan apa yang ingin disampaikan oleh penutur. Dalam pelaksanaannya

bermacam-macam fungsi tersebut dapat dipadukan melalui berbagai kegiatan

pembelajaran (bermain peran, percakapan mengenai topik tertentu, menulis

karangan, dsb).

Pembelajaran bahasa Indonesia adalah proses belajar dan mengajarkan bahasa

Indonesia. Tujuan utamanya adalah siswa mampu berkomunikasi dengan bahasa

Indonesia, baik secara lisan maupun tulisan. Bahasa Indonesia diajarkan kepada

siswa dengan kedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Dalam

mempelajari bahasa Indonesia, siswa sudah memiliki bahasa pertama yaitu bahasa

daerah. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia ini merupakan

pembelajaran bahasa kedua setelah bahasa daerah.

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan, baik untuk

dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan negara. Semakin tinggi

pendidikan seseorang maka semakin besar kesempatan untuk meraih kesuksesan.

Bahkan semakin tinngi pendidikan seseorang semakin mudah berkomunukasi

dengan siapa saja.

Pendidikan di Sekolah Dasar (SD/MI) bertujuan memberikan bekal

kemampuan dasar baca, tulis, hitung, pengetahuan dan keterampilan dasar yang

bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya. Terkait dengan

Page 15: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

2

tujuan memberikan bekal kemampuan dasar baca dan tulis, maka peranan

pengajaran bahasa Indonesia di SD/MI yang bertumpu pada kemampuan dasar

baca dan tulis, pembelajaran tidak hanya pada tahap belajar di kelas-kelas awal

tetapi juga pada kemahiran atau penguasaan di kelas-kelas tinggi.

Di sebagian siswa, pembelajaran bahasa Indonesia sangat membosankan

karena mereka sudah merasa bisa dan penyampaian materi yang kurang menarik

sehingga secara tidak langsung siswa menjadi lemah dalam penangkapan materi.

Selama ini pengajaran bahasa Indonesia memang kita akui belum berjalan dengan

efisisen dan efektif. Kemampuan guru-guru bahasa Indonesia belum

dikategorikan sebagai kemampuan guru profesional. Penguasaan materi atau

bahan pengajaran masih perlu ditingkatkan. Metode penyampaian perlu

divariasikan agar lebih menarik dan sesuai tujuan pengajaran.

Sehubungan dengan penangkapan materi ada kaitannya dengan keterampilan

menyimak, masih banyak siswa yang masih kurang dalam hal menyimak materi

yang disampaikan oleh guru. Jika apa yang disimak kemudian dituliskan kembali

pada umumnya tidak sesuai dengan isi yang disimak, dalam hal ini di kelas IV

menyimak penjelasan denah.

Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan yang dilakukan peneliti pada hari

Selasa, 11 Agustus 2015 di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Salsabila pada siswa

kelas IV terakait dengan persoalan menyimak di atas, diketahui bahwa

permasalahan menyimak memang masih perlu penanganan yang lebih baik lagi,

terutama tentang penjelasan denah. Pada waktu guru memperdengarkan tentang

penjelasan denah rumah, hanya sebagian siswa yang menyimak dengan baik, hal

ini dapat dilihat dari sebagian

siswa yang meminta diulang apa yang diperdengarkan oleh guru, bahkan ada

siswa yang sama sekali tidak peduli.

Walaupun demikian, para guru tidak boleh pesimis, tetapi justru data ini harus

jadi pemicu untuk bekerja lebih kreatif, semangat, dan cerdas. Guru dituntut lebih

profesional lagi, banyak belajar, mencari inovasi-inovasi baru untuk

perkembangan dan kemajuan putra-putri negeri ini sebagai generasi masa depan

yang penuh harapan.

Page 16: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

3

Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan menyimak penjelasan

denah pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, peneliti akan menerapkan model

pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions).

Alasan peneliti menerapkan model tersebut karena tipe STAD adalah

pembelajaran kooperatif yang paling mudah diterapkan oleh guru dan mudah

diikuti oleh siswa dari pembelajaran kooperatif yang lain.

Dalam penerapan pembelajaran STAD, pertama-tama siswa mengikuti

serangkaian instruksi guru tentang keterampilan menyimak dan menulis,

kemudian praktik, lalu prapenelitian dan kuis hingga anggota-anggota di

dalamnya menyatakan benar-benar siap. Penghargaan (reward) juga akan

diberikan kepada kelompok-kelompok baik yang mampu atau pun kurang mampu

menunjukkan performa peningkatan dalam aktifitas menyimak. Bagi kelompok

yang kurang mampu bertujuan sebagai motivasi untuk pembelajaran selanjutnya.

Sesuai dengan permasalahan yang telah disampaikan di atas, maka perlu

diadakan Penelitian Tindakan Kelas tentang “Peningkatan Keterampilan

Menyimak Penjelasan Denah Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (

Student Teams Achievement Divisions) pada pembelajaran Bahasa Indonesia

siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Salsabila, Kalisari, Pasar Rebo,

Jakarta Timur.”

B. Identifikasi Area dan Fokus penelitian

Dari uraian latar belakang masalah tersebut diketahui beberapa faktor yang

mempengaruhi kemampuan menyimak penjelasan denah pada siswa dalam mata

pelajaran Bahasa Indonesia, diantaranya yaitu:

1. Keterampilan menyimak penjelasan denah pada siswa relatif kurang baik.

2. Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa membosankan.

3. Penyampaian materi yang kurang menarik.

4. Guru belum menggunakan model pembelajaran yang sesuai dalam proses

pembelajaran.

5. Siswa kurang dilibatkan secara aktif dalam proses belajar mengajar.

6. Guru kurang kreatif dan inovatif dalam pengembangan strategi pembelajaran.

Page 17: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

4

C. Pembatasan Masalah

Agar penelitian lebih terarah pada tujuan dan sesuai dengan identifikasi

masalah yang dipaparkan, maka peneliti membatasi ruang lingkup penelitian

sebagai berikut:

a. Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan

keterampilan menyimak penjelasan denah pada pembelajaran Bahasa

Indonesia.

b. Penelitian akan dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Salsabila, Kalisari,

Pasar Rebo, Jakarta Timur pada siswa kelas IV. Terhitung bulan Juni sampai

dengan bulan November 2015.

D. Perumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan pembatasan masalah penelitian di atas, maka rumusan

permasalahan yang dapat peneliti ajukan adalah:

Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student

Teams Achievement Divisions) dalam meningkatkan keterampilan menyimak

penjelasan denah pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Salsabila,

Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan sejauh mana penerapan

model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions)

dalam menyimak penjelasan denah pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah

Terpadu Salsabila.

Page 18: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

5

F. Kegunaan Hasil Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:

1. Teoretis

Hasil penelitian ini diharapakan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan

dan masukan bagi peneliti lain serta dapat menambah keilmuan di dunia

pendidikan.

2. Praktis

a. Bagi Siswa

Dapat meningkatkan keterampilan menyimak penjelasan denah dalam

mata pelajaran bahasa Indonesia.

b. Bagi Guru

Dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperoleh

keterampilan baru yaitu penerapan model pembelajaran kooperatif tipe

STAD (Student Teams Achievement Divisions) dalam menyimak

penjelasan denah pada siswa kelas IV.

c. Bagi Sekolah

Dapat digunakan sebagai bahan membuat kebijakan dalam meningkatkan

mutu proses pembelajaran, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Page 19: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

6

BAB II

KAJIAN TEORETIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL

INTERVENSI TINDAKAN

A. Acuan Teori Area dan Fokus yang Diteliti

1. Keterampilan Menyimak Penjelasan Denah

a. Keterampilan

Pembelajaran di kelas tidak sekadar mengajarakan pengetahuan, akan tetapi

guru dituntut mengajarkan keterampilan.

Menurut Oemar Hamalik, “Suatu keterampilan adalah serangkaian gerakan-

gerakan. Keterampilan seringkali disebut keterampilan perseptual motorik

yang menitikberatkan pada kondisi persepsi (mata) dan tindakan motorik

(tangan). Keterampilan verbal titik beratnya adalah lidah, jadi bukan pada

tangan atau mata, yang mendasari belajar verbal”.1 Menurut Kamus Besar

Bahasa Indonesia, “terampil berarti cakap dalam menyelesaikan tugas;

mampu dan cekatan. Keterampilan: kecakapan untuk menyelesaikan

tugas”.2

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa suatu keterampilan

sesungguhnya adalah keseluruhan pola respon. Keterampilan adalah

kecakapan yang dimiliki siswa setelah mendapatkan seluruh pembelajaran.

Pengajaran keterampilan dilaksanakan melalui langkah-langkah berikut:

(1) telaah keterampilan

(2) menilai tingkah laku dasar siswa

(3) mengembangkan latihan (training) dalam komponen unit

keterampilan atau abilitas keterampilan

(4) menentukan dan mampertunjukkan keterampilan bagi siswa

(5) menyediakan tiga kondisi belajar yang mendasar.3

1 Oemar Hamalik, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, ( Jakarta:

Bumi Aksara, 2009), Cet.VIII, h. 173-174.

2Tim Pustaka Phoenix, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Media Pustaka

Phoenix, 2010), Cet. V, h. 868.

3 Hamalik, op. cit. h. 174-178

Page 20: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

7

Diharapkan dengan mengikuti langkah-langkah tersebut pengajaran

keterampilan dapat berjalan dengan lancar.

b. Menyimak

Komponen keterampilan dalam Bahasa Indonesia adalah

menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat hal tersebut

adalah rangkaian yang tak terpisahkan.

Dalam pengajaran bahasa, terutama pengajaran berbahasa lisan

sering kita jumpai istilah mendengar, mendengarkan, dan

menyimak. Ketiga istilah itu memang berkaitan dalam makna

namun tetap berbeda dalam arti. Mendengar diartikan sebagai

menangkap bunyi (suara) dengan telinga. Mendengarkan berarti

mendengarkan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Sedang

menyimak berarti mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa

yang diucapkan atau dibaca orang.4

Menyimak mempunyai peranan yang penting sekali bagi kehidupan

manusia. Dengan menyimak, seseorang dapat mengenal bunyi

suatu bahasa. Bunyi-bunyi bahasa yang sering dan berulang-ulang

disimak itu akhirnya ditiru, diucapkan, dan dipraktikkan dalam

kegiatan berbicara. Menyimak juga mempunyai peranan penting

sebagai dasar belajar berbahasa, penunjang keterampilan berbicara,

membaca dan menulis, pelancar komunikasi lisan, dan penambah

informasi atau pengetahuan.5

Tertera dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “simak berarti

menyimak: mendengarkan, memperhatikan baik-baik apa yang

diucapkan atau dibaca orang”.6

Henry Guntur Tarigan mengungkapkan, “Menyimak adalah suatu

proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh

perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh

informasi menangkap isi atau pesan, serta memahami makna

komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran

atau bahasa lisan”.7

Dari uraian di atas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa

menyimak tidak hanya suatu kegiatan mendengarkan tetapi selain

4 Djago Tarigan, Pendidikan Keterampilan Berbahasa, (Jakarta: Universitas Terbuka,

2005), Cet VII, h. 2.5. 5 Novi Resmini dan Dadan Juanda, Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia di Kelas

Tinggi, Edisi I, (Bandung: UPI Press, 2007) h. 37. 6 Phoenix, op. cit. , h. 799.

7 Henry Guntur Tarigan, Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, (Bandung:

Angkasa, 2008), h. 31.

Page 21: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

8

mendengarkan juga dapat mengungkapkan isi dari yang didengar.

Sebagaimana yang dikemukakan oleh Djago Tarigan bahwa “dalam

peristiwa menyimak ada tiga faktor dominan. Pertama, faktor

kesengajaan tampak dengan jelas dan nyata. Kedua faktor pemahaman

harus ada dan tampak pula dengan jelas sehingga faktor ketiga, yakni,

faktor penilaian dapat muncul dengan nyata pula.”8

Kegiatan menyimak dilakukan dengan bermacam tujuan, yang

antara lain sebagai berikut:

1) memperoleh pengetahuan dari bahan ujaran sang pembicara,

artinya dia menyimak untuk belajar.

2) menikmati keindahan audial.

3) mengevaluasi.

4) mengapresiasi materi simakan.

5) mengkomunikasikan ide-ide.

6) membedakan bunyi-bunyi dengan tepat.

7) memecahkan masalah secara kreatif dan analisis.

8) meyakinkan dirinya terhadap suatu masalah atau pendapat yang

selama ini diragukannya.9

Isah Cahyani dan Hodijah mengemukakan komunikasi dalam

menyimak bahwa, “perlu adanya unsur-unsur dasar yang mendukung

yaitu : (1) pembicara, (2) penyimak, (3) bahan simakan, dan (4)

bahasa lisan yang digunakan”.10

Kegiatan menyimak dalam prosesnya dilakukan melalui tahapan

berikut.

1. Tahap mendengar; dalam tahap ini kita baru mendengar segala

sesuatu yang dikemukakan oleh sang pembicara.

2. Tahap memahami; setelah mendengar maka ada keinginan untuk

mengerti atau memahami dengan baik isi pembicaraan yang

disampaikan oleh si pembicara.

3. Tahap menginterpretasi; menyimak yang baik, yang cermat dan

teliti, belum puas kalau hanya mendengar dan memahami isi

ujaran sang pembicara.

4. Tahap mengevaluasi; setelah memahami serta dapat menafsir

atau menginterpretasikan isi pembicaraan, sang penyimak pun

mulailah menilai atau mengevaluasi pendapat atau gagasan sang

8 Tarigan, op. cit, h. 2.6.

9 Resmini dan Juanda , op. cit., h. 25.

10Isah Cahyani dan Hodijah, Kemampuan Berbahasa Indonesia di SD, (Bandung:

UPI Press, 2007), Cet. I, h. 28.

Page 22: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

9

pembicara, di mana keunggulan dan kelemahan, di mana

kebaikan dan kekurangan sang pembicara, maka dengan

demikian sudah sampai pada tahap mengevaluasi.

5. Tahap menanggapi; merupakan tahap terakhir dalam kegiatan

menyimak, sang penyimak menyambut, mencamkan, menyerap

serta menerima gagasan atau ide yang dikemukakan sang

pembicara dalam ujaran atau pembicaraannya.11

Penjelasan berikutnya selain berbagai hal di atas tentang

menyimak yaitu ragam menyimak diantaranya:

1. Menyimak Ekstensif

Menyimak ekstensif (extensive listening) adalah sejenis

kegiatan menyimak mengenai hal-hal yang lebih umumdan

lebih bebas terhadap suatu ujaran, tidak perlu di bawah

bimbingan langsung dari seorang guru.

2. Menyimak Intensif

Kalau menyimak intensif diarahkan pada suatu kegiatan yang

jauh lebih diawasi, dikontrol terhadap suatu hal tertentu.12

Pada tahun 1949 Tulare County School menyusun sebuah buku

petunjuk mengenai keterampilan berbahasa yang berjudul “Tulare

County Cooperative Languange Arts Guide”. Khusus

keterampilan menyimak, dalam buku petunjuk tersebut terdapat

uraian berkaitan dengan bentuk kemampuan menyimak anak usia

TK-SD salah satunya yaitu:

Kelas tiga dan empat (71/2- 10 tahun)

1. Sungguh-sungguh sadar akan nilai menyimak sebagai suatu

sumber informasi dari sumber kesenangan.

2. Menyimak pada laporan orang lain, pita rekaman laporan

mereka sendiri, dan siaran-siaran radio dengan maksud tertentu

serta dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bersangkutan

dengan hal itu.

3. Memperhatikan keangkuhan dengan kata-kata atau ekspresi-

ekspresi yang tidak mereka pahami maknanya.13

Demikianlah penjelasan tentang menyimak. Semoga dapat

menambah pengetahuan tentang keterampilan bahasa terutama

keterampilan menyimak.

11Resmini dan Juanda. loc. cit.

12Henry Guntur Tarigan, op. cit., h. 38 dan 44.

13Resmini dan Juanda . loc. cit.

Page 23: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

10

c. Keterampilan Menyimak

Dari uraian di atas tentang keterampilan dan tentang menyimak

selanjutnya akan dijelaskan kedua gabungan kata tersebut yaitu

keterampilan menyimak. Berikut uraiannya lebih lengkap.

Khundaru Saddhono dan St. Y. Slamet berpendapat keterampilan

menyimak merupakan aktivitas atau kegiatan yang paling awal

dilakukan oleh anak manusia bila dilihat dari proses pemerolehan

keterampilan bahasa. Sebelum anak dapat melakukan berbicara,

membaca, apalagi menulis, kegiatan (aktivitas) menyimaklah yang

pertama dilakukan. Secara berturut-turut pemerolehan keterampilan

bahasa itu pada umumnya dimulai dari menyimak, berbicara,

membaca, dan terakhir menulis.14

Keterampilan menyimak adalah satu bentuk keterampilan

berbahasa yang bersifat reseptif. Langkah pertama dari kegiatan

keterampilan menyimak ialah proses psikomotorik untuk menerima

gelombang suara melalui telinga dan mengirimkan impuls-impuls

tersebut ke otak. Keterampilan menyimak pada tahapan lebih tinggi

mampu menginformasikan kembali pemahamannya melalui

keterampilan berbicara maupun menulis.15

Keterampilan menyimak menurut Rost dalam buku Iskandarwassid

dan Dadang Sunendar digambarkan dalam gambarberikut ini:

Keterampilan

Mempersepsi: Keterampilan a. Membedakan bunyi Keterampilan Menyintesis:

bahasa. Menganalisis: a. Menghubungkan

b. Mengenali kata. a. Mengidentifikasi penanda bahasa

satuan gramatikal. dengan penanda lainnya

b. Mengidentifikasi

satuan pragmatis. b. Memanfaatkan latar

belakang

pengetahuan.

Gambar 1. Keterampilan Menyimak

14

Khundaru Saddhono dan St. Y. Slamet, Meningkatkan Keterampilan Berbahasa

Indonesia (Teori dan aplikasi), (Bandung: Karya Putra Darwati, 2012), Cet. I, h. 11.

15

Iskandarwassid dan Dadang Sunendar, Strategi Pembelajaran Bahasa, (Bandung: UPI

dengan PT Remaja Rosdakarya, 2011), Cet. III, h. 227 dan 229.

KETERAMPILAN

MENYIMAK

Page 24: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

11

Beberapa upaya untuk peningkatan keterampilan menyimak adalah

sebagai berikut:

1. Berbicaralah dengan pembelajar dalam Bahasa Indonesia.

2. Jadikanlah Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam

pelaksanaan proses pembelajaran.

3. Kenalkan pembelajar pada beberapa penutur Bahasa Indonesia,

secara pribadi atau melalui video atau kaset rekaman.

4. Berilah kesempatan kepada pembelajar agar mereka belajar

mandiri, mencari kesempatan menyimak di luar kelas atau

inisiatif sendiri.

5. Rancang aktivitas menyimak yang melibatkan para pembelajar

secara pribadi.

6. Lebih berfokuslah pada pengajaran daripada evaluasi.

7. Carilah cara yang efektif untuk memanfaatkan rekaman audio

atau video yang sejalan dengan bahan pembelajaran yang akan

disajikan.16

d. Denah

Seseorang yang ingin ke suatu tempat namun tidak tahu dapat

bertanya kepada orang lain. Denah juga dapat diperlukan hingga bisa

sampai ke tujuan.

Denah merupakan gambar yang menunjukkan letak kota, jalan,

atau suatu tempat. Denah juga dapat berarti rancangan rumah dan

bangunan.17

Dapat juga dikatakan denah merupakan gambar yang

menunjukkan letak kota, jalan, atau tempat tertentu. 18

Hal senada juga

dituliskan dalam Kamus Bahasa Indonesia Lengkap bahwa denah

berarti gambar peta yang menunjukkan keadaan tempat jalan,

bangunan, sungai, dan sebagainya.19

Menurut Kamus Lengkap Bahasa

Indonesia “denah berarti rancangan, gambar rancangan.20

Jadi dapat

16

Ibid, 281-283. 17

New Teaching Resource, Seri Pendalaman Materi Plus, (Jakarta: Erlangga,

2009), h. 18. 18

Yessi Sitorus, Bahasa Indonesia Kelas 4 Denah, diakses tanggal 21 Agustus 2015

dari (http:/Sitorusyessi ca.blogspot.com/2013/0/bahasa-Indonesia-kelas-4

denah.html). 19

Daryanto S. S, Kamus Bahasa Indonesia Lengkap, (Surabaya: Apollo, 1997), h.

162.

20 Ananda Santoso dan A. R. Al Hanif, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia,

(Surabaya: Alumni), h. 95

Page 25: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

12

disimpulkan denah adalah gambar, rancangan atau bagan untuk

memberikan informasi letak sesuatu.

Dalam membuat denah ada beberapa syarat yang harus dipenuhi

oleh si pembuat denah. Adapun syarat-sayarat membuat denah

antara lain:

1. Informasi yang diwujudkan bentuk gambar dalam denah tidak

membingungkan pembaca denah.

2. Denah dan segala isinya mudah dipahami.

3. Denah memberi gambaran yang sebenarnya tetapi diwujudkan

dalam simbol dan gambar.

4. Tampilan denah hendaknya menarik, rapi, dan bersih.

5. Kata-kata yang digunakan untuk memberikan nama tempat,

keterangan harus singkat, padat, informatif, dan mudah

dimengerti.

6. Simbol, tanda, atau keterangan dalam denah tidak mengganggu

pembaca untuk memahami isi denah yang sebenarnya.

7. Denah diberi tanda atau keterangan arah mata angin.21

Manfaat denah antara lain sebagai berikut:

1. Sebagai pedoman atau petunjuk suatu tempat, misalnya, denah

perkawinan, denah perkemahan, dll.

2. Sebagai pedoman untuk melaksanakan suatu pekerjaan, misalnya

denah rumah dan denah sekolah.22

Jika sudah mengetahui syarat-syarat membuat denah dan manfaat

denah, berikut adalah langkah-langkah membuat denah.

1. Mengetahui dan memahami betul kenampakan wilayah (ciri-ciri

khas wilayah) yang akan dibuat denah. Selanjutnya ciri tersebut

digunakan sebagai penanda, misalnya jalan, gapura, tugu,

tempat ibadah atau sarana-sarana umum.

2. Menggambarkan kenampakan jalan-jalan yang terdapat di

wilayah yang akan menuju arah atau objek yang akan dituju.

Untuk memperjelas dan memudahkan pembaca, harus

dicantumkan nama jalan-jalan yang terdapat dalam denah.

3. Melengkapi denah dengan gambar atau objek-objek penting.

Objek yang penting ditandai dengan simbol-simbol yang umum,

misalnya terminal bus disimbolkan dengan gambar bus atau

rumah sakit disimbolkan dengan palang merah.

21Sitorus, loc. cit.

22

New Teaching Resource, loc. cit.

Page 26: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

13

4. Mencantumkan tanda arah mata angin atau petunjuk agar

pembaca denah mengetahui letak atau posisi objek-objek yang

digambarkan pada denah.

5. Memberi judul pada denah. Judul denah digunakan untuk

memahami denah sebelum meneliti isi denah.23

Dari penjelasan tentang denah di atas, kita dapat memahami

denah dan dapat membuat denah dengan baik. Sebab denah penting

untuk mengetahui letak suatu tempat.

2. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

a. Pembelajaran Kooperatif

Proses belajar di sekolah pastinya melibatkan guru dan siswa.

Dalam hal ini seorang guru dapat menggunakan model pembelajaran

kooperatif.

Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan

menggunakan sistem pengelompokan/tim kecil, yaitu antara empat

sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan

akademis, jenis kelamin, ras atau suku yang berbeda (heterogen).

Sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok. Setiap kelompok

akan memperoleh penghargaan (reward), jika kelompok mampu

menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan. Dengan demikian,

setiap anggota kelompok akan memiliki ketergantungan positif.

Ketergantungan semacam itulah yang selanjutnya akan

memunculkan tanggung jawab individu terhadap kelompok dan

keterampilan interpersonal dari setiap anggota kelompok. Setiap

individu akan saling membantu, mereka akan memiliki motivasi

untuk keberhasilan kelompok, sehingga setiap individu akan

memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi

demi keberhasilan kelompok.Strategi Pembelajaran Kooperatif

(Cooperative Learning) (SPK). SPK merupakan strategi

pembelajaran kelompok yang akhir-akhir menjadi perhatian dan

dianjurkan para ahli pendidikan untuk digunakan.24

Roy Killen dalam bukunya yang berjudul Effective Teaching

Strategies menjelaskan“cooperation means working together to

achieve share goals, so cooperative learning is an insructional

startegy in which learners work together in small groups to help

23 Sitorus, loc. cit.

24

Wina Sunjaya, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2013), Cet. V,

h. 309.

Page 27: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

14

another achieve a common learning goal.”25

Jadi penjelasan Roy

Killen yaitu pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi

pembelajaran bersama dalam grup kecil yang saling berinteraksi

untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Karakteristik atau ciri-ciri pembelajaran kooperatif dapat

dijelaskan oleh Rusman sebagai berikut:

1. Pembelajaran secara tim

2. Didasarkan pada manajemen kooperatif

3. Kemauan untuk bekerja sama

4. Keterampilan bekerja sama26

Berikut terdapat empat dasar pembelajaran kooperatif, seperti

dijelaskan oleh Wina Sunjaya di bawah ini.

1. Prinsip Ketergantungan Positif (positive interdependence)

2. Tanggung Jawab Perseorangan (individual accountability)

3. Interaksi tatap Muka (face to face promotion interaction)

4. Partisipasi dan Komunikasi (participation communication)27

Prosedur atau langkah-langkah pembelajaran kooperatif pada

prinsipnya terdiri atas empat tahap, yaitu sebagai berikut.

1. Penjelasan Materi, tahap ini merupakan tahapan penyampaian

pokok- pokok materi pelajaran sebelum siswa belajar dalam

kelompok. Tujuan tahapan ini adalah pemahaman siswa

terhadap pokok materi pelajaran.

2. Belajar Kelompok, tahapan ini dilakukan setelah guru

memberikan penjelasan materi, siswa bekerja dalam kelompok

yang telah dibentuk sebelumnya.

3. Penilaian, penilaian dalam pembelajaran kooperatif bisa

dilakukan melalui tes atau kuis, yang dilakukan secara individu

atau kelompok.

4. Pengakuan Tim, adalah penetapan tim yang dianggap paling

menonjol atau tim paling berprestasi untuk kemudian diberikan

25

Roy Killen, Effective Teaching Strategies, 5th Edition (Australia:

Thomson/Social Science Press, 2009), h. 212. 26

Rusman, Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru,

Edisi kedua, (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2012), Cet. V, h. 207.

27

Sunjaya, op. cit., h. 310-311

Page 28: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

15

penghargaan atau hadiah, dengan harapan dapat memotivasi tim

untuk terus berprestasi lebih baik lagi.28

Dari uraian di atas menunjukkan bahwa model pembelajaran

kooperatif memiliki karakteristik, langkah-langkah, lingkungan

belajar dan sistem pengelolaan yang khas dibandingkan dengan

model pembelajaran konvensional. Berikut perbedaan antara

keduanya.

Tabel 1

Perbedaan Kelompok Belajar Kooperatif dengan Kelompok

Belajar Konvensional29

Kelompok Belajar

Kooperatif

Kelompok Belajar

Konvensional

Adanya saling ketergantungan

positif, saling membantu, dan

saling memberikan motivasi

sehingga ada interaksi promotif.

Guru sering memberikan adanya

siswa yang mendominasi

kelompok atau menggantungkan

diri pada kelompok.

Adanya akuntabilitas individual

yang mengukur penguasaan

materi pelajaran tiap anggota

kelompok, dan kelompok diberi

umpan balik, tentang hasil belajar

para anggotanya sehingga dapat

saling mengetahui siapa yang

memerlukan bantuan dan siapa

yang dapat memberikan bantuan.

Akuntabilitas individual sering

diabaikan sehingga tugas-tugas

sering diborong oleh salah

seorang anggota kelompok

sedangkan anggota kelompok

lainnya hanya ”mendompleng”

keberhasilan “pemborong”.

Kelompok belajar heterogen, baik

dalam kemampuan akademik,

jenis kelamin, ras, etnik, dan

sebagainya sehingga dapat saling

mengetahui siapa yang dapat

memberikan bantuan.

Kelompok belajar biasanya

homogen.

Pimpinan kelompok dipilih secara

demokratis atau bergilir untuk

memberikan pengalaman

memimpin bagi para anggota

kelompok.

Pemimpin kelompok sering

ditentukan oleh guru atau

kelompok dibiarkan untuk

memil;ih pemimpinnya dengan

cara masing-masing.

Keterampilan sosial yang

diperlukan dalam kerja gotong-

royong seperti kepemimpinana,

Keterampilan sosial sering tidak

secara langsung diajarkan.

28Rusman, op. cit., h. 212-213.

29

Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Edisi I (Jakarta:

Kencana, 2009), h. 58-59.

Page 29: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

16

kemampuan berkomunikasi,

memercayai orang lain, dan

mengelola konflik secara

langsung diajarkan.

Pada saat belajar kooperatif

sedang berlangsung guru terus

melakukan pemamtauan melalui

observasi dan melakukan

intervensi jika terjadi masalah

dalam kerjasama antar anggota

kelompok.

Pemantauan melalui observasi

dan intervensi sering tidak

dilakukan oleh guru pada saat

belajar kelompok sedang

berlangsung.

Guru memerhatikan proses belajar

kelompok yang terjadi dalam

kelompok-kelompok belajar.

Guru sering tidak memerhatikan

proses belajar kelompok yang

terjadi dalam kelompok-

kelompok bealajar.

Penekanan tidak hanya pada

penyelesaian tugas tetapi juga

hubungan interpersonal

(hubungan antara pribadi yang

saling menghargai).

Penekanan sering hanya pada

penyelesaian tugas.

Setiap strategi pembelajaran apapun tidak ada yang unggul atau

paling baik dari yang lain. Dalam hal ini strategi pembelajaran

kooperatif memilki kelebihan dan kekurangan. Uraiannya sebagai

berikut:

Kelebihan dari strategi pembelajaran kooperatif adalah:

1. Siswa berkelompok sambil belajar mengenai suatu konsep atau

topik dalam suasana yang menyenangkan.

2. Optimalisasi partisipasi siswa.

3. Adanya struktur yang jelas dan memungkinkan siswa untuk

berbagi dengan pasangan dengan sesama siswa dalam suasana

gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk

mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan

berkomunikasi.

4. Adanya struktur yang jelas dan memungkinkan siswa untuk

berbagi dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan

teratur.

5. Meningkatkan penerimaan.

6. Meningkatkan hubungan positif.

7. Motivasi intrinsik makin besar.

8. Percaya diri yang tinggi.

9. Perilaku dalam tugas lebih.

10. Sikap yang baik terhadap guru dan sekolah.

11. Siswa bertanggung jawab dengan belajarnya.

Page 30: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

17

12. Siswa mengartikan “apa yang guru bicarakan” kepada “apa

yang dikatakan siswa” untuk peer mereka.

13. Siswa meningkat dalam “kolaborasi kognitif.” Mereka

mengorganisasi pikirannya untuk dijelaskan ide pada teman-

teman sekelas mereka.

Adapun kelemahan dari strategi pembelajaran kooperatif adalah:

1. Siswa yang pandai akan cenderung mendominasi sehingga

dapat menimbulkan sikap minder dan pasif dari siswa yang

lemah.

2. Dapat terjadi siswa yang sekedar menyalin pekerjaan siswa

yang pandai tanpa memiliki pemahaman yang memadai.

3. Pengelompokan siswa memerlukan pengaturan tempat duduk

yang berbeda-beda serta membutuhkan waktu khusus.30

Pembelajaran kooperatif adalah salah satu dari sekian model

pembelajaran yang dapat diterapkan oleh seorang guru. Sehingga

proses pembelajaran menyenangkan dan tidak membosankan.

b. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Ada beberapa tipe pembelajaran kooperatif. Salah satu dari

beberapa tipe pembelajaran kooperatif yang akan dibahas di sini

adalah tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions).

Model ini dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya

di Universitas John Hopkin. Dalam STAD, siswa dibagi menjadi

kelompok beranggotakan empat orang yang beragam kemampuan,

jenis kelamin, dan sukunya. STAD merupakan suatu metode

generik tentang pengaturan kelas dan bukan metode pengajaran

komprehensif untuk subjek tertentu, guru menggunakan pelajaran

dan materi mereka sendiri. Lembar tugas dan kuis disediakan bagi

kebanyakan subjek sekolah untuk siswa, tetapi kebanyakan guru

menggunakan materi mereka sendiri untuk menambah atau

mengganti materi-materi ini.31

Setiap kegiatan pembelajaran diperlukan adanya persiapan, dalam

hal ini pembelajaran kooperatif tipe STAD pun perlu persiapan,

menurut Trianto di antaranya “perangkat pembelajaran, membentuk

kelompok kooperatif, menentukan skor awal, pengaturan tempat

30

Masitoh dan Laksmi Dewi, Strategi pembelajaran, (Jakarta: Direktorat Jenderal

Pendidikan Islam Depag RI, 2009), Cet I, h. 248-249. 31

Rusman, op. cit., h. 215-216.

Page 31: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

18

duduk, kerja kelompok.” 32

Setelah dilakukan persiapan, maka

berikutnya adalah langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe

STAD sebagai berikut menurut Rusman, “(1) Penyampaian Tujuan

dan Motivasi, (2) Pembagian Kelompok, (3) Presentasi dari Guru, (4)

Kegiatan Belajar dalam Tim (Kerja Tim), (5) Kuis (Evaluasi), (6)

Penghargaan Prestasi Tim.33

Dari penjelasan di atas dapat dilihat

bahwa tipe STAD merupakan pembelajaran kooperatif yang

sederhana.

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kooperatif tipe

STAD Kebaikan dan Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif

Metode STADSetiap model pembelajaran mempunyai kelebihan

dan kekurangan, begitu juga dengancooperative learning. Menurut

Slavin dalam Hartati (1997:21) cooperative learning mempunyai

kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

Kelebihan:

a. Dapat mengembangkan prestasi siswa, baik hasil tes yang dibuat

guru maupun tes baku.

b. Rasa percaya diri siswa meningkat, siswa merasa lebih terkontrol

untuk keberhasilan akademisnya.

c. Strategi kooperatif memberikan perkembangkan yang berkesan

pada hubungan interpersonal di antara anggota kelompok yang

berbeda etnis.

Menurut Slavin dalam Hartati (1997 : 21) cooperative learning

mempunyai kekurangan sebagai berikut:

a. Apabila guru terlena tidak mengingatkan siswa agar selalu

menggunakan keterampilan-keterampilan kooperatif dalam

kelompok maka dinamika kelompok akan tampak macet.

b. Apabila jumlah kelompok tidak diperhatikan, yaitu kurang dari

empat, misalnya tiga, maka seorang anggota akan cenderung

menarik diri dan kurang aktif saat berdiskusi dan apabila

kelompok lebih dari lima maka kemungkinan ada yang tidak

mendapatkan tugas sehingga hanya membonceng dalam

penyelesaian tugas.

c. Apabila ketua kelompok tidak dapat mengatasi konflik-konflik

yang timbul secara konstruktif, maka kerja kelompok akan

kurang efektif.34

32

Trianto, op. cit., h. 69-70.

33

Rusman. loc. cit. 34

http://modelpembelajarankooperatif.blogspot.co.id/2012/08/student-team-achievement-

division-stad_3721.html, diakses tanggal 25 April 2016

Page 32: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

19

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Leni Pawitri dengan judul skripsi “Peningkatan Kemampuan Membaca

Denah Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Siswa Kelas IV SDN

Jagan 02, Jagan Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo.”

Kesimpulannya bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat

meningkatkan kemampuan membaca denah.

Perbedaan penelitian Leni Pawitri dengan skripsi ini adalah pada

penelitian yang saya lakukan untuk meningkatkan keterampilan menyimak.

Skripsi yang disusun Leni Pawitri adalah untuk meningkatkan kemampuan

membaca.

Damayanti dan Asri Susetyo Rukmi, dengan judul skripsi “Penerapan

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan

Keterampilan Menyimak Cerita Siswa SDN Mojongapit III Jombang.”

Kesimpulannya dengan penerapan model kooperatif tipe STAD dapat

meningkatkan keterampilan menyimak cerita.

Perbedaan penelitian Damayanti dan Asri Susetyo Rukmi dengan

skripsi ini adalah pada penelitian yang saya lakukan yaitu menyimak

penjelasan denah. Skripsi yang disusun Damayanti dan Asri Susetyo Rukmi

adalah menyimak cerita.

Ekhwani, Nanang Heryana, dan Abdussamad, dengan judul skripsi

“Peningkatan Keterampilan Mendeskripsikan Denah Dengan Diskusi

Kelompok Kelas IV A SD Gembala Baik I.” Kesimpulannya setelah

siklus dua dilaksanakan ada peningkatan keterampilan berbicara.

Perbedaan penelitian Ekhwani, Nanang Heryana, dan Abdussamad

dengan skripsi ini adalah pada penelitian yang saya lakukan yaitu menyimak

penjelasan denah melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD. Skripsi yang

disusun Ekhwani, Nanang Heryana, dan Abdussamad adalah

mendeskripsikan denah dengan diskusi kelompok.

Tampaknya model pembelajaran kooperatif khususnya tipe STAD

dilihat dari kajian temuan penelitian di atas menunjukkan efektifitas yang

tinggi bagi perolehan keterampilan siswa. Penguasaan materi pelajaran,

Page 33: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

20

pengembangan sikap sosial serta keterampilan bahasanya yang diharapkan

dapat bermanfaat bagi siswa dalam kehidupan di masyarakat.

C. Kerangka Berpikir

Kemampuan menyimak penjelasan denah siswa kelas IV MIT

Salsabila masih rendah, hal ini disebabkan proses pembelajaran yang

dilakukan guru masih bersifat konvensional yang hanya berceramah dan

menggunakan metode penugasan, sehingga siswa kurang tertarik dalam

mengikuti pelajaran. Hal ini juga mengakibatkan siswa kurang mengerti

makna dan tujuan dari pembelajaran, sehingga Bahasa Indonesia selalu

dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit, rumit dan kurang menarik serta

membosankan.

Upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan

menyimak penjelasan denah siswa kelas IV MIT Salsabila adalah melalui

penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams

Achievement Divisions), karena model pembelajaran kooperatif memiliki

beberapa keuntungan, yaitu dapat meningkatkan kepekaan dan

kesetiakawanan sosial, menghilangkan sikap egois, membangun

persahabatan dan belajar mengenai sikap, keterampilan, serta perilaku

sosial.

Untuk mengatasi hal tersebut di atas perlu diadakan pembenahan

dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru khususnya dalam

pembelajaran menyimak. Solusi yang diambil adalah dengan menggunakan

model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran menyimak

penjelasan denah. Dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe

STAD siswa akan lebih tertarik dan antusias dalam mengikuti pelajaran

bahasa Indonesia khususnya menyimak penjelasan denah. Setelah

penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD maka kemampuan

menyimak penjelasan denah siswa pun meningkat.

Adapun alur kerangka pemikiran yang ditujukan untuk mengarahkan

jalannya penelitian agar tidak menyimpang dari pokok-pokok permasalahan,

Page 34: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

21

maka kerangka pemikiran dilukiskan dalam sebuah gambar skema agar

penelitian mempunyai gambaran yang jelas dalam melakukan penelitian.

Adapun skema itu adalah sebagai berikut:

Gambar 2. Alur Kerangka Berpikir Penelitian Tindakan Kelas

D. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan landasan teori dan kerangka berpikir di atas. Maka dapat

dirumuskan hipotesis penelitian tindakan kelas, yaitu melalui pembelajaran

kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievemen Divisions) diduga dapat

meningkatkan keterampilan menyimak penjelasan denah dalam

pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah

Terpadu Salsabila, Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Kondisi

Awal

Dilakukan

tindakan

Kondisi

Akhir

Pembelajaran yang dilaksanakan

guru bersifat konvensional yaitu

hanya menggunakan metode

ceramah dan penugasan

Menggunakan model pembelajaran

kooperatif tipe STAD dalam

pembelajaran menyimak

penjelasan denah

Siswa menjadi lebih semangat

dalam pembelajaran sehingga

keterampilan menyimak

penjelasan denah siswa meningkat

Keterampilan

Menyimak

penjelasan

denah siswa

rendah

Siklus I

Siklus II

Page 35: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

22

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di MIT Salsabila, yang terletak di Jl. Batas I No.

50, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Penelitian

dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2015/2016, di bulan Juni sampai

dengan bulan November 2015.

Alasan pemilihan tempat adalah karena sekolah ini sebagai tempat mengajar

peneliti dengan pertimbangan bahwa data-data yang diperlukan mudah didapatkan

dan guru juga memerlukan inovasi pembelajaran.

B. Metode Penelitian dan Rancangan Siklus Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas.

Penelitian Tindakan Kelas atau PTK (Classroom Action Research) memiliki

peranan yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan mutu

pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar.

Diimplementasikan dengan baik, artinya pihak yang terlibat dalam PTK (guru)

mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan

memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam pembelajaran di kelas

melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah

atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati

pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya. Diimplementasikan

dengan benar, artinya sesuai dengan kaidah-kaidah PTK. Upaya PTK

diharapkan dapat menciptakan sebuah budaya belajar (learning culture)

dikalangan para guru. PTK menawarkan peluang sebagai strategi

pengembangan kinerja sebab pendekatan penelitian ini menenmpatkan guru

sebagai peneliti, agen perubahan yang pola kerjanya bersifat kolaboratif.1

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa siklus, di mana tiap-tiap

siklus terdiri dari empat tahapan, diantaranya:

1. Perencanaan (planning) tindakan meliputi:

1Kunandar, Langkah Mudah penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru,

(Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2013), Cet. IX, h. 41.

Page 36: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

23

a. semua langkah tindakan secara rinci;

b. segala keperluan pelaksanaan PTK (materi atau bahan ajar, metode

mengajar, serta teknik dan instrumen observasi);

c. perkiraan kendala yang mungkin timbul pada pelaksanaan.

2.Pelaksanaan (acting) tindakan: realisasi dari teori dan teknik mengajar serta

tindakan (treatment) yang sudah direncanakan sebelumnya;

3.Pengamatan tindakan (pengumpulan data dan informasi). Dalam

pengamatan atau observasi harus mengacu pada instrumen yang sudah

dibuat dan dimungkinkan melibatkan pengamat dari luar. Penggunaan

teknik pengumpulan data dalam PTK ditentukan oleh sifat dasar data yang

akan dikumpulkannya. Aspek yang diamati dalam PTK adalah:

a) proses tindakan

b) pengaruh tindakan

c) keadaan dan kendala tindakan

d) bagaimana keadaan dan kendala tersebut menghambat atau

mempermudah tindakan yang telah direncanakan dan pengaruhnya

e) persoalan lain yang timbul selama kegiatan PTK berlangsung.

4. Refleksi (reflecting) terhadap tindakan, yang meliputi:

(a) data yang dapat dianalisis

(b) dalam analisis dapat melibatkan orang luar

(c) menarik kesimpulan.2

Hubungan keempat komponen tersebut merupakan satu siklus, hal ini dapat

digambarkan sebagai berikur:

Gambar 3. Desain Model Kurt Lewin3

2 Ibid., h. 98-99.

3 Ruswandi Hermawan, dkk., Metode Penelitian Pendidikan SD, ( Bandung: UPI Press, 2007),

Cet. I, h. 127.

ACTING

OBSERVING REFLECTING

PLANNING

Page 37: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

24

C. Subjek Penelitian

Adapun kelas yang dijadikan penelitian adalah kelas IV dengan jumlah siswa

17 orang yang terdiri dari 9 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Pertimbangan

dipilihnya kelas tersebut adalah berdasarkan hasil rundingan dengan guru kelas

dan hasil tes kemampuan menyimak penjelasan denah menunjukkan bahwa siswa

di kelas IV rata-rata memiliki kemampuan menyimak penjelasan denah yang

relatif rendah dan peneliti mengajar di kelas tersebut sehingga cocok sebagai

tempat penelitian.

D. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai perencana dan pelaksana

kegiatan. Peneliti melakukan kegiatan awal berupa refleksi terhadap proses

pembelajaran menyimak di kelas dalam rangka mengamati dan mengidentifikasi

masalah-masalah yang ada. Kemudian peneliti merencanakan kegiatan,

melaksanakan kegiatan, melakukan pengamatan, mengumpulkan dan

menganalisis data serta melaporkan hasil penelitian.

Posisi peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai pengajar. Peneliti

melaksanakan tindakan langsung berdasarkan rencana pembelajaran dan berusaha

sebanyak mungkin mengumpulkan data sesuai fokus penelitian. Selain itu

peneliti juga berperan membuat laporan dari apa yang dilaksanakan dengan

dibantu beberapa guru yang bertindak sebagai pengamat (observer) yang akan

memberikan saran atau pendapat-pendapatnya. Dengan keterlibatan peneliti

secara langsung diharapkan data yang diperoleh lebih akurat.

E. Tahapan Intervensi Tindakan

Tahapan penelitian ini diawali dengan dilakukannya prapenelitian atau

penelitian pendahuluan dan akan dilanjutkan dengan tindakan yang berupa siklus

terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan evaluasi

serta analisis dan refleksi. Setelah melakukan analisis dan refleksi pada tindakan I

Page 38: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

25

peneliti akan melanjutkan dengan tindakan II jika data yang diperoleh

memerlukan penyempurnaan akan dilanjutkan kembali pada siklus selanjutnya.

Tabel kegiatan penelitian ini adalah sebagai berikut.

Tabel 2

Kegiatan Penelitian

Kegiatan Pendahuluan - Observasi awal proses KBM di kelas penelitian

- Wawancara guru

- Tes diagnosa awal

- Diperoleh masalah

Siklus I

Tahap Perencanaan

Perencanaan pembelajaran dengan penerapan

pembelajaran kooperatif tipe STAD

Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan proses pembelajaran dengan penerapan

pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi

menyimak penjelasan denah untuk memperoleh

pemahaman yang optimal melalui metode diskusi

kelompok, tanya jawab, ceramah, dan presentasi.

Tahap Observasi dan Evaluasi

- Pengamatan proses pembelajaran

- Evaluasi proses dan pembelajaran

Tahap Analisis dan Refleksi

Analisi dan refleksi terhadap hasil pengamatan dan

evaluasi pembelajaran siklus I

Tahap Perencanaan

Perencanaan berdasarkan hasil refleksi dari proses

pembelajaran pada siklus I dengan pembelajaran

kooperatif tipe STAD

Tahap Pelaksanaan Tindakan

Page 39: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

26

Siklus II

Pelaksanaan proses pembelajaran dengan penerapan

pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi

menyimak penjelasan denah untuk memperoleh

pemahaman yang optimal melalui metode diskusi

kelompok, tanya jawab, ceramah, dan presentasi.

Tahap Observasi dan Evaluasi

- Pengamatan proses pembelajaran

- Evaluasi proses dan pembelajaran

Tahap Analisis dan Refleksi

Analisi dan refleksi terhadap hasil pengamatan dan

evaluasi pembelajaran siklus II.

Adapun prosedur yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah

sebagai berikut.

1. Persiapan Pratindakan

a. Mendiskusikan rencana penelitian tindakan kelas sebagai upaya

meningkatkan kemampuan menyimak penjelasan denah Bahasa Indonesia

dengan guru kelas.

b. Merancang dan menyusun rencana tindakan pembelajaran yang akan

dilaksanakan menjadi dua siklus tindakan pembelajaran. Setiap tindakan

pembelajaran memuat tiga strategi pemahaman mandiri, yaitu menyimak

penjelasan guru, menuliskan hasil simakan, mempresentasikan hasil temuan

kelompok di depan kelas, dan membuat denah. Tindakan siklus I menyimak

penjelesan denah ruang, sedangkan tindakan pembelajaran siklus II

menyimak penjelasan denah toko.

2. Pelaksanaan Tindakan

a. Guru melaksanakan tindakan pembelajaran siklus I yaitu dengan penerapan

pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan menyimak

penjelasan denah ruang, kemudian diikuti dengan pelaksanaan tes,

menganalisis dan merefleksi terhadap pelaksanaan tindakan siklus I yang

telah dilaksanakan. Untuk keperluan ini dilakukan kegiatan antara lain

Page 40: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

27

memeriksa lembar observasi aktivitas peneliti dan siswa serta catatan

lapangan. Hasil analisis dan refleksi ini menjadi bahan perbaikan untuk

pelaksanaan tindakan berikutnya. Berdasarkan hasil analisis serta refleksi

terhadap hasil pembelajaran siswa dan aktivitas pembelajaran siklus I,

peneliti merancang rencana tindakan pembelajaran siklus II untuk pokok

bahasan menyimak penjelasan denah toko, kemudian diikuti dengan

pelaksanaan tes, menganalisis dan merefleksi terhadap pelaksanaan

tindakan siklus II yang telah dilaksanakan.

b. Guru melaksanakan tindakan pembelajaran siklus II yaitu dengan penerapan

pembelajaran kooperatif tipe STAD, kemudian diikuti dengan pelaksanaan

tes kemampuan menyimak penjelasan denah dengan menjawab pertanyaan

sesuai dari gambar denah, dan membuat kesimpulan tentang gambar denah

dalam beberapa kalimat. Menganalisis dan merefleksi terhadap pelaksanaan

tindakan pembelajaran siklus II yang telah dilaksanakan, kemudian hasilnya

menjadi bahan rancangan tindakan pembelajaran pada siklus selanjutnya

dan seterusnya.

c. Melakukan wawancara kepada guru kolaborator di akhir siklus untuk

mengetahui tanggapannya terhadap penerapan model pembelajaran

kooperatif tipe STAD dalam upaya meningkatkan kemampuan menyimak

penjelasan denah.

3. Evaluasi Seluruh Tindakan

Menganalisis dan merefleksi keseluruhan hasil tindakan dan memberikan

interpretasi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.

Prosedur penelitian di atas bila digambarkan seperti terlihat pada tabel berikut.

Tabel 3

Tahap Penelitian Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan Pendahuluan

1. Observasi di MIT Salsabila.

2. Mengurus surat izin penelitian.

3. Membuat instrumen penilaian.

4. Menghubungi kepala sekolah.

Page 41: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

28

5. Wawancara terhadap guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.

6. Menentukan kelas subjek penelitian.

7. Observasi proses pembelajaran di kelas penelitian.

8. Mensosialisasikan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan pembelajaran

kooperatif tipe STAD.

Tabel 4

Tahap Penelitian Siklus I

Tahap Perencanaan

1. Membuat rencana pengajaran.

2. Mendiskusikan RPP dengan guru kolaborator.

3. Menyiapkan materi ajar untuk setiap pertemuan.

4. Menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS), soal kuis, catatan lapangan, dan

keperluan observasi lainnya.

5. Menyiapkan soal tes untuk akhir siklus I.

6. Menyiapkan alat dokumentasi.

Tahap Pelaksanaan

1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

2. Guru menginformasikan bahwa pembelajaran yang akan diterapkan adalah

pembelajaran kooperatif tipe STAD yang memuat kegiatan guru membentuk

kelompok belajar yang anggotanya 4-5 orang secara heterogen, memberikan

wacana, siswa bekerja sama saling mencocokkan hasil simakan dan

menjadikan satu pemahaman dan menuliskan serta menggambarkan denah

pada lembar LKS, mempresentasikan hasil kelompok, dan membuat

kesimpulan bersama dengan guru. Siswa diberi LKS yang memuat tugas

menuliskan hasil simakan dan menggambarkan denah tentang letak ruang.

3. Guru berkeliling dan memperhatikan proses pengerjaan siswa terhadap LKS

yang diberikan.

4. Guru memperagakan cara mempresentasikan hasil kelompok di depan kelas.

5. Guru meminta semua kelompok bergantian untuk mempresentasikan hasil

Page 42: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

29

perolehan kelompoknya di depan kelas.

6. Guru memberi penilaian terhadap penampilan siswa serta mengoreksi

kesalahan penyampaian informasi oleh siswa.

7. Siswa mengerjakan tes untuk mengetahui kemampuan menyimak penjelasan

denah .

8. Dokumentasi

Tahap Observasi

Tahap ini berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan yang terdiri dari

observasi terhadap siswa dan guru, mencatat semua hal yang terjadi selama

proses pembelajaran

Tahap Refleksi

Menentukan keberhasilan dan kekurangan dari pelaksanaan siklus I yang akan

dijadikan dasar pelaksanaan siklus II.

Tabel 5

Tahap Penelitian Siklus II

Tahap Perencanaan

Berdasarkan hasil observasi siklus I maka dilakukan perbaikan dengan

perencanaan:

1. Membuat rencana pengajaran.

2. Mendiskusikan RPP dengan guru kolaborator

3. Menyiapkan materi ajar untuk setiap pertemuan.

4. Menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS), soal kuis, catatan lapangan, lembar

wawancara guru, dan keperluan observasi lainnya.

5. Menyiapkan soal tes untuk akhir siklus II.

6. Menyiapkan alat dokumentasi.

Tahap Pelaksanaan

1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

2. Guru menginformasikan bahwa pelajaran yang akan diterapkan masih

menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Siswa menyimak untuk

Page 43: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

30

memperoleh pemahaman yang optimal untuk menjawab pertanyaan sesuai

yang disimak, menjelaskan gambar denah yang sudah dibuat, dan

menyimpulkan gambar denah dalam beberapa kalimat.

3. Siswa diberi LKS yang memuat tugas menulis isi simakan, gambar denah,

dan menjawab pertanyaan sesuai isi simakan.

4. Guru berkeliling dan memperhatikan proses pengerjaan siswa terhadap LKS

yang diberikan.

5. Guru memperagakan kembali bagaimana tahapan menjelaskan kembali di

depan kelas.

6. Guru meminta semua kelompok bergantian untuk mempresentasikan hasil

perolehan kelompoknya di depan kelas.

7. Guru memberi penilaian terhadap penampilan siswa serta mengoreksi

kesalahan penyampaian informasi oleh siswa.

8. Siswa mengerjakan tes untuk mengetahui kemampuan menyimak penjelasan

denah.

9. Dokumentasi.

Tahap Observasi

Tahap ini berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan yang terdiri dari

observasi terhadap siswa dan guru, mencatat semua hal yang terjadi selama

proses pembelajaran, kemudian menganalisis data yang telah terkumpul pada

setiap pertemuan.

Tahap Refleksi

Setelah proses analisis dan evaluasi selesai, peneliti berkolaborasi dengan guru

kelas merencanakan untuk membuat kesimpulan hasil penelitian.

F. Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan

Penelitian ini mengungkap masalah rendahnya keterampilan menyimak

penjelasan denah. Data rendahnya keterampilan menyimak diperoleh dari hasil

observasi prapenelitian. Kemudian dengan memanfaatkan teori-teori yang ada

sebagai bahan pendukung dilakukan penelitian tindakan yaitu dengan mengubah

Page 44: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

31

pembelajaran yang bersifat menjenuhkan dengan pembelajaran kooperatif tipe

STAD. Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dilakukan berdasarkan

asumsi bahwa keterampilan menyimak penjelasan denah akan meningkat setelah

diterapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement

Divisions).

Penelitian tindakan ini diupayakan untuk memberikan solusi terhadap masalah

yang dihadapi, yakni meningkatnya keterampilan menyimak penjelasan denah.

Jika hasil yang diharapkan sudah tercapai maka penelitian ini dihentikan atau

siklus berakhir. Penelitian ini berakhir atau dihentikan dengan indikator

keberhasilan sebagai berikut.

a. Tes Kemampuan menyimak penjelasan denah yang diperoleh pada akhir siklus

menunjukkan nilai rata-rata kelas > 6,8.

b. Dari hasil pengamatan aktivitas kelompok siswa melalui lembar observasi

aktivitas kelompok siswa pada akhir siklus menunjukkan bahwa rata-rata

keseluruhan mencapai lebih besar dari 60 %.

G. Data dan Sumber Data

Data dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.

1. Data kualitatif: hasil observasi proses pembelajaran, catatan lapangan,

wawancara terhadap guru, dan hasil dokumentasi.

2. Data kuantitatif: hasil tes kemampuan menyimak penjelasan denah setiap

siklus.

Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa, guru, dan peneliti.

H. Instrumen Pengumpulan Data

1. Lembar Soal Tes

Lembar soal tes digunakan untuk mengukur keterampilan menyimak

penjelasan denah setelah diberikan perlakuan.

2. Pedoman Observasi Proses Pembelajaran

Pedoman observasi proses pembelajaran ada dua, yaitu pedoman observasi

peneliti dan siswa. Pedoman observasi peneliti digunakan untuk menilai proses

Page 45: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

32

mengajar peneliti, sedangkan pedoman observasi siswa digunakan untuk

memantau aktivitas siswa selama proses pembelajaran.

3. Pedoman Wawancara

Wawancara dilakukan kepada guru pada awal dan akhir penelitian.

Wawancara di awal penelitian dilakukan untuk mengetahui kesulitan belajar

Bahasa Indonesia siswa dan metode belajar yang digunakan guru. Sedangkan

wawancara di akhir penelitian dilakukan untuk mengetahui tanggapan guru

terhadap penelitian yang telah dilaksanakan.

4. Catatan Lapangan

Catatan lapangan digunakan untuk merekam kejadian-kejadian selama

proses pembelajaran berlangsung yang tidak dapat teramati oleh lembar

observasi.

5. Dokumentasi

Dokumentasi digunakan sebagai bukti otentik proses pembelajaran yang

dilakukan selama penelitian.

I. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan pada setiap aktivitas, situasi, atau kejadian yang

berkaitan dengan tindakan penelitian yang dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk

menjawab pertanyaan penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Nilai tes kemampuan menyimak penjelasan denah yang diperoleh dari hasil tes

siswa pada setiap akhir siklus.

2. Hasil observasi proses pembelajaran, data hasil observasi terhadap tindakan

penelitian ini ada dua. Pertama, data hasil observasi terhadap tindakan

pembelajaran peneliti yang diisi oleh observer. Kedua, data hasil observasi

proses pembelajaran siswa yang diisi oleh peneliti dan observer.

3. Hasil wawancara, peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas di awal

dan akhir penelitian . Wawancara di awal penelitian dilakukan untuk

mengetahui kesulitan belajar Bahasa Indonesia dan metode yang digunakan

guru. Sedangkan wawancara di akhir penelitian dilakukan untuk mengetahui

tanggapan guru terhadap penelitian yang telah dilaksanakan.

Page 46: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

33

4. Hasil catatan lapangan, catatan lapangan ini dilakukan ketika proses

pembelajaran berlangsung untuk merekam kejadian-kejadian selama proses

pembelajaran yang tidak teramati dengan lembar observasi.

5. Hasil dokumentasi, dokumentasi yang dimaksud adalah berupa foto-foto yang

diambil pada saat pembelajaran berlangsung.

J. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan

Untuk memperoleh data yang valid digunakan teknik triangulasi. Teknik

triangulansi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan

sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai

pembanding terhadap data itu, dengan cara :

a) Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara;

Hasil wawancara : guru tidak mengajarkan keterampilan menyimak, guru

menggunakan metode ceramah, guru belum pernah menggunakan

pembelajaran kooperatif.

Hasil pengamatan: mengajarkan keterampilan menyimak, menggunakan

pembelajaran kooperatif tipe STAD.

b) Membandingkan apa yang dikatakan oleh seseorang di depan umum dengan

yang dikatakan secara pribadi;

c) Membandingkan apa yang dikatakan oleh seseorang tentang situasi penelitian

dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu;

d) Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat

dan pandangan orang lain;

e) Membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan.4

Hasil wawancara : guru mendukung pembelajaran kooperatif tipe STAD,

pembelajaran siswa menjadi lebih menyenangkan.

Isi dokumen : dituliskan langkah-langkah pemebelajaran kooperatif tipe STAD

dalam RPP, ada peningkatan nilai keterampilan menyimak penjelasan denah.

Cara tersebut dapat mempermudah pengecekan atau pembanding terhadap data

peneliti yang sudah ada. 4Iskandar, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2009), Cet. I, h. 84.

Page 47: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

34

K. Analisis Data dan Interpretasi Data

Proses analisis data terdiri atas analisis data pada saat di lapangan yaitu pada

saat pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan analisis data yang sudah terkumpul.

Data yang sudah terkumpul berupa hasil Lembar Kerja Siswa, hasil observasi

aktivitas siswa, catatan lapangan, dan lain-lain.

Tahap menganalisis data dimulai dengan membaca keseluruhan data yang ada

dari berbagai sumber kemudian mengadakan reduksi data menyusunnya dalam

satuan-satuan dan mengkategorikannya kemudian diperiksa keabsahannya.

Selanjutnya data dianalisis sehingga data berupa kalimat-kalimat dan aktivitas-

aktivitas siswa menjadi data yang memiliki nilai ilmiah yang tinggi.

Data-data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa:

1. Jawaban-jawaban siswa terhadap tipe soal uraian dianalisis dengan berpatokan

pada sistem rubrics. Adapun rentang skor yang digunakan adalah dengan

kriteria seperti dijelaskan pada tabel berikut:

Tabel 6

Kriteria Pemberian Skor dengan Menggunakan Rubrik

Soal Skor Kriteria

A

Menyimak

30 Siswa mendengarkan dan sedikit bertanya

20 Siswa mendengarkan dan banyak bertanya

10 Siswa kurang mendengarkan

B

Menuliskan hasil

menyimak

40 Jika kalimat sesuai dengan yang

diperdengarkan

30 Jika kalimat kurang sesuai dengan yang

diperdengarkan

20 Jika kalimat tidak sesuai dengan yang

diperdengarkan

C

Membuat gambar denah

30 Jika gambar tepat

20 Jika gambar kurang tepat

10 Jika gambar tidak tepat

Total skor 100

Page 48: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

35

Penilaian/Nilai Akhir = 100maksimalskor Jumlah

benar yangskor Jumlah x

Selanjutnya, dilakukan analisis terhadap kemampuan menyimak penjelasan

denah dengan cara melihat niali rata-rata siswa secara keseluruhan. Apabila

nilai rata-rata kelas tersebut mencapai > 6,8 maka penelitian dihentikan.

2. Menganalisis hasil observasi proses pembelajaran yaitu hasil observasi tindakan

pembelajaran peneliti dan hasil observasi terhadap proses aktivitas siswa dalam

kelompok. Setiap kategori pengamatan diinterpretasikan dengan sangat baik

(4), baik (3), sedang (2), dan kurang (1). Kemudian dari hasil pengamatan

tersebut dihitung persentase total skor nya menggunakan rumus sebagai

berikut.

Persentase total skor = %100maksimumskor Jumlah

skor alJumlah totx

L. Pengembangan Perencanaan Tindakan

Setelah tindakan siklus I selesai dilakukan dan hasil yang diharapkan belum

mencapai kriteria keberhasilan yaitu adanya peningkatan keterampilan menyimak

penjelasan denah, maka akan dilakukan tindakan selanjutnya sebagai rencana

perbaikan pembelajaran. Penelitian ini berakhir apabila peneliti menyadari bahwa

penelitian ini telah berhasil menguji penerapan model pembelajaran kooperatif

tipe STAD terhadap peningkatan keterampilan menyimak sesuai dengan indikator

keberhasilan yang telah ditentukan pada pokok bahasan menyimak penjelasan

denah. Banyak faktor lain yang ikut mempengaruhi menyimak penjelasan denah,

untuk itu masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan faktor-faktor

lain tersebut.

Page 49: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

36

BAB IV

DESKRIPSI, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Hasil Pengamatan

1. Penelitian Pendahuluan

PTK (Penelitian Tindakan Kelas) ini dimulai dengan melakukan

observasi awal di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Salsabila. Observasi ini

dilakukan peneliti selama dua kali yaitu pada tanggal 15 Juni 2015 dan 11

Agustus 2015. Pada hari Senin tanggal 15 Juni 2015 peneliti menemui guru

kelas IV yang mengajar Bahasa Indonesia. Selanjutnya pada tanggal 11

Agustus 2015 peneliti memberikan tes awal di kelas tempat penelitian.

Observasi yang dilakukan peneliti pada hari Senin tanggal 15 Juni

2015 adalah untuk mengetahui silabus yang digunakan guru kelas yang

mengajar Bahasa Indonesia kelas IV sebagai bahan pertimbangan untuk

melakukan proses penelitian dan melampirkan kalender pendidikan yang

berlaku di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Salsabila. Selain itu, peneliti juga

melakukan wawancara terhadap guru kelas IV yang mengajar Bahasa

Indonesia dengan tujuan untuk mengetahui gambaran kegiatan pembelajaran

yang biasa dilakukan dan untuk mengetahui permasalahan atau kendala yang

dihadapi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV tersebut.

Kemudian pada hari Selasa, 11 Agustus 2015 peneliti memberikan

soal tes keterampilan menyimak penjelasan denah kepada siswa kelas IV

sebanyak dua butir pada pokok bahasan menyimak penjelasan denah yang

berjudul “Putri ke Rumah Dina”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur skor

awal keterampilan menyimak penjelasan denah siswa yang akan

dibandingkan dengan skor keterampilan menyimak penjelasan denah siswa

pada setiap akhir siklus penelitian.

Adapun hasil pengamatan dari penelitian pendahuluan diantaranya:

a. Metode pembelajaran Bahasa Indonesia yang selama ini digunakan oleh

guru adalah metode ceramah dan penugasan.

Page 50: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

37

b. Respon siswa dalam proses pembelajaran yaitu banyak bertanya karena

ketidaktahuan, tidak ada yang aktif mengemukakan pendapat ataupun

berdiskusi.

c. Pada saat kegiatan pembelajaran siswa kurang bersemangat dan kurang

termotivasi untuk belajar.

d. Kurangnya jiwa kompetisi sesama teman baik dari sikap maupun hasil

belajar siswa terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia.

e. Siswa tidak terbiasa belajar kelompok.

f. Tingkat keterampilan menyimak penjelasan denah siswa rendah.

Dalam penelitian ini peneliti mengambil materi menyimak penjelasan

denah yang berjudul “Denah Kelas Dodi”. Selama proses pembelajaran

disepakati bahwa guru kelas IV tahun lalu yang mengajar Bahasa Indonesia

bertindak sebagai observer yang mengamati peneliti, guru kelas IV tahun ini

sebagai observer yang mengamati siswa selama proses pembelajaran.

Sedangkan peneliti mengajar Bahasa Indonesia kepada siswa di kelas dengan

materi menyimak penjelasan denah yang berjudul “Denah Kelas Dodi”.

Dari hasil tes awal keterampilan menyimak penjelasan denah siswa

dengan judul “Putri ke Rumah Dina” diperoleh skor rata-rata kelas sebesar

66,47 dengan nilai terendah 40,00 serta nilai tertingginya 80,00 (terlampir).

Berdasarkan skor tersebut, dapat dilihat bahwa rata-rata keterampilan meyimak

penjelasan denah siswa masih rendah. Hal ini mendorong peneliti melakukan

suatu tindakan untuk meningkatkan keterampilan menyimak penjelasan denah

siswa dengan menggunakan suatu model pembelajaran yaitu pembelajaran

kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisisons).

Kegiatan selanjutnya peneliti berkonsultasi dan berdiskusi dengan guru

kelas IV untuk mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah

disusun sebelumnya agar disesuaikan dengan kondisi kelas yang ada sehingga

peneliti melaksanakan setiap tindakan pembelajaran dapat berjalan dengan

lancar. Kemudian peneliti mensosialisasikan kepada siswa yang ada di kelas

tempat penelitian tentang pembelajaran Bahasa Indonesia dengan

menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams

Page 51: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

38

Achievement Divisions) pada pokok bahasan menyimak penjelasan denah

dengan indikator keberhasilan siswa terampil menyimak, menuliskan hasil

simakan sesuai dengan yang diperdengarkan, menyampaikan pendapatnya,

membuat denah dari hasil simakan, dan menjelaskan kembali isi petunjuk

denah.

2. Tindakan Pembelajaran Siklus I

Tindakan pembelajaran siklus I merupakan tindakan awal yang sangat

penting, hal ini dikarenakan analisis dari hasil tindakan pembelajaran ini akan

dijadikan sebagai refleksi bagi peneliti pada tindakan pembelajaran di siklus II.

Kegiatan penelitian pada siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan, tiap

pertemuan selama 2 x 35 menit (2 jam pelajaran). Adapun tahapan pada siklus

I adalah:

a) Tahapan Perencanaan

Pada tahap ini dilakukan penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran) Bahasa Indonesia dengan KD (Kompetensi Dasar) membuat

gambar/daerah berdasarkan penjelasan yang didengar. RPP (Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran) dibuat dan didiskusikan bersama dengan guru

kolaborator agar rencana pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang telah

ditetapkan di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Salsabila.

Instrumen penelitian dibuat sendiri oleh peneliti yang terdiri dari lembar

observasi siswa, lembar observasi guru, catatan lapangan, pedoman

wawancara, LKS, dan soal tes. Perangkat lain yang perlu dipersiapkan adalah

media pembelajaran yaitu buku sumber Bahasa Indonesia.

Lembar soal tes akhir siklus I dibuat untuk mengetahui perkembangan

keterampilan menyimak penjelasan denah. Lembar observasi guru digunakan

untuk mencatat hasil pengamatan perilaku guru selama proses pembelajaran,

lembar observasi siswa digunakan untuk mencatat hasil pengamatan perilaku

siswa selama proses pembelajaran, catatan lapangan digunakan untuk mencatat

aspek-aspek aktivitas yang terjadi di kelas selama proses pembelajaran untuk

Page 52: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

39

melihat tingkat keefektifan proses pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student

Teams Achievement Divisions).

Pada siklus I ini peneliti ingin mengetahui apakah pembelajaran dengan

menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement

Divisions) dapat meningkatkan keterampilan menyimak penjelasan denah

siswa. Target yang ingin dicapai pada siklus I ini yaitu siswa terampil

menyimak, menulis hasil simakan sesuai dengan yang diperdengarkan,

menyampaikan pendapat, dan membuat denah dari hasil simakan.

b) Tahap Pelaksanaan

Tindakan pembelajaran siklus I dilaksanakan dalam dua pertemuan

dengan alokasi waktu (2 x 35 menit) tiap pertemuannya. Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP) siklus I dapat dilihat pada lampiran 1.

(1) Pertemuan pertama (Selasa, 8 September 2015)

Pertemuan pertama berlangsung selama 2 x 35 menit (2 jam pelajaran)

yang dimulai dari pukul 07.30 sampai dengan 08.40 BBWI. Pokok bahasan

yang disampaikan adalah menyimak penjelasan denah dengan judul “Denah

Kelas Dodi”. Kegiatan ini diawali dengan salam dan doa, guru menjelaskan

tujuan pembelajaran, apersepsi. Pada pertemuan pertama ini seluruh siswa

yang hadir berjumlah 17 orang. Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia selaku

guru kelas IV hadir sebagai observer untuk mengamati dan memberikan

penilaian terhadap aktivitas siswa perkelompok dan wali kelas IV tahun lalu

melakukan pengamatan pada peneliti ketika proses pembelajaran berlangsung

kemudian dicatat pada lembar observasi. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan

informasi bagi perbaikan pengajaran pada pertemuan selanjutnya.

Kegiatan pembelajaran selanjutnya yaitu kegiatan inti, peneliti

memberikan penjelasan mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif

tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions), yaitu guru membagi siswa

menjadi empat kelompok dari 17 orang siswa dengan masing-masing

kelompok terdiri dari 3 kelompok berjumlah empat orang dan satu kelompok

berjumlah lima orang yang telah ditentukan sebelumnya dan sudah

didiskusikan dengan guru kelas IV yang mengajar mata pelajaran Bahasa

Page 53: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

40

Indonesia. Ketika pembagian kelompok berlangsung, beberapa siswa menolak

untuk dikelompokkan namun hal tersebut dapat diselesaikan.

Setelah siswa duduk dalam kelompok yang telah ditentukan, siswa diberi

kesempatan untuk memberi nama kelompoknya masing-masing. Kemudian

Guru menjelaskan aturan belajar kelompok tipe STAD. Setelah itu guru

membagikan LKS pada masing-masing kelompok lalu guru menjelaskan cara

mengerjakan LKS tersebut yang memuat materi tentang denah, tugas menulis

hasil simakan penjelasan denah, kotak untuk menggambar denah dan

menjawab pertanyaan sesuai dengan hasil simakan dan gambar yang telah

dibuat.

Selama siswa mengerjakan LKS, guru bersama observer berkeliling

memantau aktivitas kelompok siswa dari satu kelompok ke kelompok lain

untuk memberikan pengarahan jika ada kelompok yang kurang mengerti dan

pada saat itu observer melakukan observasi proses pembelajaran kelompok

siswa.

Mulai dari awal pembelajaran, saat guru menjelaskan tujuan pembelajaran

beberapa siswa terlihat berbicara. Dalam hal belajar kelompok untuk kerjasama

terlihat baik, namun ada satu orang siswa yang sibuk dengan mainannya

walaupun guru sudah beberapa kali mengingatkan. Lebih kurang 25 menit

sebelum jam pelajaran habis sebagian besar siswa telah menyelesaikan LKS

bersama kelompoknya. Guru kemudian memberi contoh cara

mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. Lalu guru meminta

perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas,

guru meminta beberapa siswa memberi tanggapan.

Dalam kegiatan akhir, 10 menit sebelum bel guru dan siswa membuat

kesimpulan, guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya terkait

dengan isi penjelasan denah. Sebelum diakhiri dengan doa siswa menjawab

pertanyaan guru terkait dengan isi penjelasan denah dan guru menyampaikan

tim hebat hari ini. Berikut ini petikan dari proses pembelajaran kooperatif tipe

STAD yang dilakukan siswa pada pertemuan pertama beserta analisi

deskripsinya.

Page 54: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

41

1. Mencatat hasil simakan

Dari 17 siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe STAD,

sebagian besar siswa/kelompok masih bingung bagaimana

menggabungkan hasil simakan. Namun ada beberapa siswa yang mampu

menggabungkannya yaitu siswa yang tergolong cukup pandai.

2. Menjawab pertanyaan sesuai dengan hasil simakan

Hampir setiap siswa/kelompok mampu menjawab pertanyaan sesuai

dengan hasil simakan.

Selama proses pembelajaran berlangsung, guru dan observer selain

mengisi lembar observasi kelompok, observer juga mencatat temuan-temuan

yang tidak teramati oleh lembar observasi yang diperoleh selama pembelajaran

berlangsung ke dalam catatan lapangan untuk mengetahui aktivitas kelompok

selama proses pembelajaran.

(2) Pertemuan kedua (Selasa, 15 September 2015)

Pertemuan kedua sama waktunya dengan pertemuan sebelumnya

berlangsung selama 2x35 menit ( 2 jam pelajaran) yang dimulai dari pukul

07.30 sampai 08.40 BBWI. Kegiatan pembelajaran diawali dengan membuka

kegiatan belajar dan apersepsi tentang pembelajaran sebelumnya. Pada

pertemuan kedua ini alhamdulillah seluruh siswa yang berjumlah 17 orang

hadir semua.

Pada pertemuan kedua ini siswa tetap duduk berkelompok walaupun akan

dilaksanakan tes akhir silklus I. Tes ini berbentuk soal uraian berjumlah 5 soal

terkait dengan menjawab pertanyaan sesuai isi hasil simakan. Tes ini

dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keterampilan menyimak penjelasan

denah terhadap materi yang telah diajarkan sebelumnya.

Sebelum dilaksanakan tes, sesuai dengan rencana, selama 25 menit siswa

membuat denah dari hasil simakan pada pertemuan sebelumnya. Terakhir guru

dan siswa membuat kesimpulan bersama tentang hal-hal yang terkait dengan isi

hasil simakan. Tes ini dilaksanakan selama 15 menit. Selama proses

berlangsung, siswa mengerjakan dengan tenang, namun ada saja siswa yang

Page 55: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

42

berusaha bertanya dengan teman sebangkunya dan guru segera menegurnya,

setelah waktu habis siswa segera mengumpulkan lembar jawaban tersebut.

c) Tahap Observasi

Tahap ini pada dasarnya berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan

tindakan. Pengamatan dilakukan oleh guru kolaborator yang mencatat seluruh

aktivitas siswa dan hal-hal yang terjadi selama proses pembelajaran. Lembar

aktivitas kelompok siswa ini terdiri dari 10 aspek yang diukur dengan skor

penilaian 4 (baik sekali), 3 (baik), 2 (cukup), dan 1 (kurang). Hasil pengamatan

aktivitas kelompok siswa melalui lembar observasi dapat dilihat pada tabel 7

berikut:

Tabel 7

Hasil Observasi Aktivitas Kelompok Siswa Siklus I

No Nama Kelompok Jumlah Skor Persentase Keterangan

1 Al-Baqarah 25 62,50 % Tidak Tercapai

2 Ali-Imran 26 65,00 % Tercapai

3 Al-Fajr 17 42,50 % Tidak tercapai

4 Al-Fatihah 28 70,00 % Tercapai

Rata-rata 24 60,00 % Tidak Tercapai

Keterangan:

1. Skor aktivitas siswa:

a. Skor maximum = 40

b. Skor minimum = 10

c. Skor rata-rata = 25 atau 63,00 %

2. Skor rata-rata 25 atau 63,00% dijadikan sebagai patokan ketercapaian.

Berdasarkan tabel 7 di atas dapat dilihat aktivitas kelompok Al-Fajr

masih cukup jauh dari standar ketercapaian. Hal ini dapat dilihat dari

persentase yang didapatkan kurang dari 63,00 % yaitu 42,50 % sehingga

banyak beberapa aspek yang perlu ditingkatkan lagi. Kelompok Al-Baqarah

jauh lebih baik dari kelompok Al-Fajr. Hal ini terlihat dari persentase yang

diperoleh yaitu sebesar 62,50%, ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan

lagi seperti kualitas pembagian kelompok, bekerjasama dalam kelompok,

Page 56: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

43

menjelaskan hasil pengisian bahan diskusi, dan aktivitas mengikuti metode

pembelajaran.

Kelompok Ali-Imran sudah cukup lebih baik dari kelompok Al-Baqarah

dan Al-Fajr, hal ini terlihat dari persentase yang diperoleh yaitu 65,00 %,

namun ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan lagi seperti aktivitas

mengikuti metode pembelajaran dan keaktifan bertanya.

Perolehan persentase terbesar didapatkan oleh kelompok Al-Fatihah

sebesar 70,00 %, siswa terlihat bekerjasama dalam kelompok dan aktif

mengikuti metode pembelajaran. Selain itu kualitas pembagian tugas dalam

kelompok dan keaktifan menjawab sudah cukup baik. Namun masih perlu ada

peningkatan dalam hal menjelaskan hasil pengisian bahan diskusi dan

keaktifan bertanya.

Berdasarkan hasil observasi dari seluruh kelompok pada saat

pembelajaran siklus I didapatkan bahwa rata-rata aktivitas kelompok siswa

masih perlu ditingkatkan lagi dalam hal kualitas pembagian tugas dalam

kelompok, menjelaskan hasil pengisian bahan diskusi, dan keaktifan bertanya.

Hal inilah yang perlu diperhatikan sebagai bahan perbaikan pada siklus II.

Pembelajaran masih harus dilanjutkan karena hanya dua kelompok sudah dapat

dikatakan baik aktivitasnya. Sedangkan dua kelompok lain masih perlu lebih

diperhatikan agar aktivitas pada siklus II menjadi lebih baik.

Berdasarkan catatan lapangan yang dilakukan observer pada

pembelajaran siklus I ini siswa cukup antusias untuk memperoleh hasil yang

lebih baik, hanya saja kendalanya siswa belum terbiasa mengerjakan soal

secara kelompok. Terlihat juga di sini masih ada yang hanya mengandalkan

teman yang dianggap pintar untuk menyelesaikan soal-soal dan yang lainnya

hanya diam saja.

Selama proses diskusi, peneliti memberikan pengarahan aktivitas setiap

kelompok siswa sebagaimana pada gambar berikut:

Page 57: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

44

Gambar 4

Guru Sedang Memberi Pengarahan

Gambar 4menunjukkan guru sedang membimbing siswa dalam

kelompok belajarnya. Hal ini dilakukan agar siswa lebih terarah dalam proses

penyelesaian permasalahannya dan siswa terlihat serius dalam memperhatikan

penjelasan guru. Ini menunjukkan semangat siswa dalam belajar Bahasa

Indonesia cukup tinggi. Pada awal proses pembelajaran berlangsung, aktivitas

siswa dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD masih

terlihat kaku karena merupakan hal yang baru dalam proses pembelajaran yang

mereka alami. Salah satunya terlihat siswa masih malu-malu untuk tampil di

depan kelas, hal ini terlihat pada gambar berikut:

Page 58: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

45

Gambar 5

Aktivitas Siswa Mempresentasikan Hasil Diskusi

Pada pertemuan kedua dilaksanakan tes keterampilan hasil simakan

penjelasan denah di siklus I. Hasil tes tersebut disajikan dalam tabel 8 berikut:

Tabel 8

Hasil Tes Akhir Siklus I

Keterampilan Menyimak Penjelasan Denah

No. Nilai Jumlah Siswa Persen

1. 20 – 40 3 18

2. 41 – 60 6 35

3. 61 – 80 6 35

4. 81 – 100 2 12

Jumlah 17 100

Page 59: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

46

Dari tabel 8 didapat rata-rata hasil tesnya adalah 67,06 dengan nilai

terendahnya 20 dan nilai tertinggi 100. Hasil tes akhir siklus I ini disajikan

dalam bentuk grafik sebagai berikut :

Gambar 6

Grafik Hasil Tes Keterampilan Menyimak Penjelasan Denah Siklus I

Berikut ini gambar aktivitas siswa selama mengerjakan tes akhir

keterampilan menyimak penjelasan denah pada siklus I:

Gambar 7

Aktivitas Siswa Mengerjakan Tes Akhir Siklus I

0

1

2

3

4

5

6

20 - 40 41 - 60 61 - 80 81 - 100

3

6 6

2

siklus 1

12%

35%2

35%

18%

Page 60: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

47

Gambar 8

Aktivitas Siswa Mengerjakan Tes Akhir Siklus I

Gambar6 dan gambar 7 siswa sedang mengerjakan tes keterampilan

menyimak penjelasan denah siklus I, suasana cukup tenang dan penuh

konsentrasi. Akan tetapi tetap saja masih ada siswa yang bertanya kepada

temannya atau bekerjasama.

(d) Tahap Refleksi

Berdasarkan data yang diperoleh melalui lembar observasi guru dan

siswa, serta hasil tes keterampilan menyimak penjelasan denah, maka diperoleh

hasil analisis kegiatan refleksi yang dirangkum dalam tabel 9 sebagai berikut:

Tabel 9

Refleksi Kegiatan Tindakan Siklus I

Keterampilan Menyimak Penjelasan Denah

No Aspek Temuan Rencana

Perbaikan Guru Siswa

1. Penerapan

Model

Pembelajaran

Kooperatif

Tipe STAD

Kurang perlahan

saat menjelaskan

model

pembelajaran

kooperatif tipe

STAD.

Apresiasi bagi

Beberapa

siswa

berbicara saat

guru

menjelaskan

model

pembelajaran

Menjelaskan

kembali model

pembelajaran

kooperatif tipe

STAD dengan

perlahan.

Memfokuskan

Page 61: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

48

tim hebat masih

kurang baik.

kooperatif tipe

STAD.

Siswa masih

kesulitan

dalam

menjalankan

strategi

pembelajaran

kooperatif tipe

STAD.

siswa saat

menyampaikan

pembelajaran.

Guru

mengapresiasi

bagi tim hebat

dengan

memberikan

reward.

2. Aktivitas

Pembelajaran

Kesulitan

membimbing

siswa dalam

diskusi

kelompok.

Pengamatan

kurang merata.

Ada siswa

yang sibuk

dengan

mainannya.

Beberapa anak

kurang aktif

dalam

penyimpulan.

Memberi

motivasi

kepada siswa

untuk

melakukan

diskusi

kelompok.

Menciptakan

suasana kelas

yang lebih

santai agar

siswa berani

berpendapat.

Sebaiknya guru

berjalan ke

belakang untuk

menghampiri

siswa yang

kurang fokus.

3. Keterampilan Guru kurang Beberapa Guru akan

Page 62: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

49

Menyimak

Penjelasan

Denah

perlahan

memperdengar

kan penjelasan

denah ke siswa

siswa

tertinggal

untuk menulis

hasil simakan

penjelasan

denah dari

guru.

memperdengar

kan penjelasan

denah lebih

perlahan.

3. Tindakan Pembelajaran Siklus II

a) Tahap perencanaan

Tahap perencanaan siklus II ini dimulai dengan menyiapkan RPP

(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), menyiapkan materi ajar, menyiapkan

soal tes keterampilan menyimak penjelasan denah siklus II, menyiapkan

lembar observasi peneliti dan siswa, lembar catatan lapangan, dan keperluan

pembelajaran lainnya.

Berdasarkan hasil refleksi dari siklus I, pada siklus II ini proses

pembelajaran harus lebih terarah. Guru akan menciptakan suasana kelas yang

lebih santai tapi serius, Memperhatikan siswa yang tidak fokus dan

memberikan ketegasan dalam mengkondisikan kelas, memperdengarkan

penjelasan denah dengan perlahan, dan memberikan reward kepada kelompok

atau tim yang hebat selama proses pembelajaran.

Materi yang akan dibahas pada siklus II ini adalah menyimak penjelasan

denah toko mainan melalui metode presentasi, dengan indikator keberhasilan

siswa terampil menyimak dengan menuliskan hasil simakan, menjelaskan hasil

simakan, menggambar denah hasil simakan, dan menjawab pertanyaan yang

berhubungan dengan hasil simakan dan denah yang telah dibuat. Target pada

siklus II ini siswa semakin baik dalam mengikuti model pembelajaran

kooperatif tipe STAD dan hasil tes keterampilan menyimak penjelasan denah

semakin meningkat dibandingkan dengan siklus I yaitu sesuai dengan target

pencapaian penelitian ini minimal nilai rata-rata kelas siswa mencapai >

Page 63: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

50

68.Kemudian dari hasil pengamatan aktivitas kelompok siswa melalui lembar

observasi > 65%.

b) Tahap Pelaksanaan

Tindakan pembelajaran siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemua

dengan alokasi waktu 2 x 35 menit tiap pertemuannya RPP (Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran) siklus II dapat dilihat pada lampiran.

(1) Pertemuan Ketiga (Selasa, 29 September 2015)

Pertemuan ketiga di siklus II berlangsung selama 2 x 35 menit (2 jam

pelajaran) yang dimulai dari pukul 07.30 sampai dengan 08.40 BBWI.

Kegiatan pembelajaran diawali dengan membuka kegiatan pembelajaran dan

apersepsi berupa metode talking stick untuk menceritakan denah perjalanan

pulang dari sekolah ke rumah. Pada pertemuan ketiga ini seluruh siswa yang

berjumlah 17 orang hadir semua.

Kemudian guru pun mengkondisikan kelas dengan lebih tegas agar semua

siswa lebih disiplin. Kegiatan selanjutnya adalah guru menyampaikan tujuan

pembelajaran dari materi siklus II ini dan memberikan penjelasan dan

pengarahan lebih baik lagi dan siswa semakin baik dalam mengikuti model

pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu dalam pembagian tugas kelompok,

bekerjasama mendiskusikan hasil simakan, mempresentasikan hasil simakan

setelah didiskusikan di depan kelas. Menyimpulkan dan menjawab pertanyaan

sesuai hasil simakan.

Setelah kegiatan pembuka dan siswa sudah terkondisi dengan baik, guru

memberikan LKS (2) lalu memperdengarkan penjelesan tentang denah toko.

Kemudian siswa menuliskan hasil simakannya di LKS dan mendiskusikan

dengan kelompok, guru mengingatkan untuk berbagi tugas dalam kelompok.

Selama siswa mengerjakan LKS (2), guru bersama observer berkeliling

memantau aktivitas siswa dari satu kelompok ke kelompok yang lain untuk

memberikan pengarahan jika ada kelompok yang kurang mengerti dan pada

saat itu peneliti dan observer melakukan observasi proses pembelajaran

kelompok siswa.

Page 64: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

51

Pada pertemuan ketiga ini, siswa sudah terbiasa mengerjakan LKS

tersebut, bahkan sebelum guru menjelaskan mereka sudah tahu apa yang harus

dikerjakan, mereka sudah lebih pandai untuk mengisi LKS dengan benar

sehingga tercipta kerjasama yang baik untuk persiapan mempresentasikan hasil

diskusi dan terlihat mereka lebih semangat dari pertemuan pada siklus I.

Setelah waktu habis semua kelompok telah siap dengan hasil diskusinya.

Selanjutnya semua kelompok mempresentasikan bergantian, namun kali

ini satu dikelompok diwakili oleh dua anak agar lebih percaya diri dan guru

meminta siswa laki-laki yang maju dan suara lebih keras. Siswa terlihat lebih

fokus dan aktif dengan mendengarkan saat kelompok lain mempresentasikan

hasil diskusinya, memberikan tanggapan dan pertanyaan.

Dari 17 orang siswa yang mengikuti pembelajarn kooperatif tipe STAD,

hampir semua siswa dapat menyimak dengak baik, terlihat dari hasil simakan

yang mereka tulis, namun ada beberapa anak yang salah menuliskan satu nama

bangunan yang diperdengarkan oleh guru, mungkin karena kurang fokus saat

menyimak atau kata tersebut belum pernah mereka dengar sebelumnya. Hal ini

merupakan suatu kemajuan bahwa siswa lebih terampil menyimak dari

pertemuan sebelumnya di siklus I.

Selama proses pembelajaran berlangsung, peneliti dan observer

memberikan penilaian terhadap pembelajaran yang telah berlangsung dan

menyimpulkan apa yang telah dilaksanakan. Sebagai penutup, peneliti meminta

siswa menyebutkan beberapa kalimat dari hasil simakan yang sudah ditulis di

LKS. Kemudian guru mengummumkan tim hebat dan memberikan reward

kepada masing-masing kelompok.

(2) Pertemuan keempat (Selasa, 13 Oktober 2015)

Pertemuan keempat sama halnya dengan pertemuan sebelumnya

berlangsung selama 2 x 35 menit (2 jam pelajaran) yang dimulai dari pukul

07.30 sampai dengan 08.40 BBWI. Kegiatan pembelajaran diawali dengan

membuka pembelajaran dengan memberi salam dan berdo’a bersama kemudian

guru mengabsen, alhamdulilah semua siswa hadir.

Page 65: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

52

Pertemuan ini tidak dilakukan diskusi kelompok tetapi siswa tetap duduk

berkelompok karena akan dilaksanakan tes akhir siklus II. Tes ini berbentuk

soal isian berjumlah lima soal dengan indikator keberhasilan siswa mampu

menjawab pertanyaan sesuai dengan isi dari hasil simakan. Tes ini

dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keterampilan menyimak penjelasan

denah terhadap hasil simakan yang diperdengarkan pada pertemuan

sebelumnya.

Sebelum dilaksanakan tes, siswa membuat denah dari hasil simakan

penjelasan denah yang diperdengarkan guru pada pertemuan pertama di siklus

II di lembar LKS. Setelah denah selesai digambar, guru memberi kesempatan

siswa membaca kembali hasil simakan sebelum tes dimulai. Tes ini

dilaksanakan selama 15 menit. Selama tes berlangsung, siswa mengerjakan

dengan tenang dan serius. Setelah waktu habis siswa segera mengumpulkan

hasil jawaban tes tersebut.

c) Tahap Observasi

Proses pembelajaran siklus II ini dapat dikatakan sudah baik, karena dari

pertemuan ketiga pembelajaran dapat berjalan tertib dan lancar, tampak terlihat

keaktifan siswa dan semangat serta serius saat pembelajaran berlangsung.

Terlihat pembagian tugas dalam kelompok sudah baik sehingga penyelesaian

LKS pun tepat pada waktunya.

Jiwa kompetisi dari masing-masing kelompok lebih meningkat

dibandingkan siklus I. Pada siklus II keberanian siswa dalam

mempresentasikan hasil diskusi lebih baik, mereka lebih bisa mengingatkan

teman-temannya dan proses diskusi mengalami peningkatan. Jadi pada siklus II

ini siswa mulai terbiasa dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan

menjalankannya dengan baik, walaupun masih ada kekurangan.

Hasil pengamatan aktivitas kelompok melalui lembar observasi dapat

dilihat pada tabel 10 berikut:

Page 66: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

53

Tabel 10

Hasil Observasi Aktivitas Kelompok Siklus II

No Nama Kelompok Jumlah Skor Persentase Keterangan

1. Al-Baqarah 38 95,00 % Tercapai

2. Ali-Imran 37 92,50 % Tercapai

3. Al-Fajr 37 92,50 % Tercapai

4. Al-Fatihah 37 92,50 % Tercapai

Rata-rata 37,25 93,00% Tercapai

Keterangan:

1. Skor aktivitas siswa:

a. Skor maximum = 40

b. Skor minimum = 10

c. Skor rata-rata = 25 atau 63%

2. Skor rata-rata 25 atau 63% dijadikan sebagai patokan ketercapaian.

Berdasarkan tabel 10 di atas dapat dilihat bahwa aktivitas kelompok Al-

Fajr mengalami peningkatan sebesar 50% apabila dibandingkan dengan

aktivitas pada siklus sebelumnya yaitu 42,50% pada siklus I menjadi 92,50%

pada siklus II. Aktivitas kelompok Al-Baqarah pada siklus II juga mengalami

peningkatan sebesar 32,50% bila dibandingkan dengan siklus I. Persentase

aktivitas kelompok ini pada siklus II sebesar 95,00% sedangkan siklus I

sebesar 62,50%. Persentase aktivitas Ali Imran pada siklus I sebesar 65,00%

sedangkan persentase pada siklus II sebesar 92,50%, persentase tersebut

memperlihatkan kenaikan aktivitas siswa sebesar 27,50%.

Kelompok Al-Fatihah juga mengalami peningkatan namun pada siklus I

menunjukkan persentase paling tinggi, di siklus II tidak. Persentase paling

tinggi di siklus II adalah kelompok Al-Baqarah.

Berdasarkan hasil observasi dari seluruh aktivitas kelompok pada saat

pembelajaran siklus I dan siklus II diketahui bahwa semua kelompok

melebihi dari skor rata-rata. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas kelompok

ketika proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe

STAD sudah baik.

Page 67: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

54

Pada pembelajaran ini hampir semua siswa sudah terlihat lebih siap

mengikuti pelajaran. Aktif mengikuti metode pembelajaran dan lebih berani

tampil ke depan untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.

Pada pertemuan keempat dilaksanakan tes yang berhubungan dengan

keterampilan menyimak penjelasan denah. Hasil tes tersebut disajikan dalam

tabel 11 berikut:

Tabel 11

Hasil Tes Akhir Siklus II

Keterampilan Menyimak Penjelasan Denah

No. Nilai Jumlah Siswa Persen

1. 20 – 40 1 6

2. 41 – 60 - -

3. 61 – 80 6 35

4. 81 – 100 10 59

Jumlah 17 100

Dari tabel 11 diperoleh rata-rata hasil tesnya adalah 88,53 dengan nilai

terendahnya 40 dan nilai tertingginya 100. Hasil akhir siklus II ini disajikan

dalam bentuk grafik sebagai berikut:

Gambar 9

Grafik Hasil Tes Keterampilan Menyimak Penjelasan Denah

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

20 - 40 41 - 60 61 - 80 81 - 100

1 0

6

10

siklus II

59%

35%

0%

6%

Page 68: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

55

(d) Tahap Refleksi

Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams

Achievement Divisions) yang digunakan guru dalam proses pembelajaran

telah sesuai walaupun dalam pelaksanaannya masih ada kekurangan tetapi hal

tersebut dapat diatasi pada siklus berikutnya dengan adanya kegiatan refleksi

pada siklus sebelumnya.

Berdasarkan pengamatan, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe

STAD selama proses pembelajaran dilaksanakan sudah baik. Hasil tes yang

berhubungan dengan keterampilan menyimak penjelasan denah di siklus II

sudah menunjukkan hasil yang baik. Rata-rata nilai tes yeng berhubungan

dengan keterampilan menyimak penjelasan denah mengalami peningkatan

dari 67,06 menjadi 88,53 dengan besar peningkatannya adalah 21,47.

B. Analisis Data

Tahap analisis dimulai dengan membaca keseluruhan data yang ada dari

berbagi sumber baik tes maupun non tes. Diantaranya sebagai berikut:

1. Data hasil tes tentang keterampilan menyimak penjelasan denah pada setiap

akhir siklus.

Dari hasil analisis diperoleh tingkat keterampilan menyimak penjelasan denah

yang tertinggi. Tingkat keterampilan menyimak penjelasan denah yang terendah

dan rata-rata keterampilan menyimak penjelasan denah yang dirangkum dalam

tabel 12 berikut:

Tabel 12

Rekapitulasi Tingkat Keterampilan Menyimak Penjelasan Denah

Tingkat

Keterampilan

Menyimak

Penjelasan

Denah

Hasil Tes Keterampilan Menyimak Penjelasan Denah

Tes Awal Siklus I Siklus II

Nilai Tertinggi 80 100 100

Nilai Terendah 40 20 40

Rata-rata Nilai 66,47 67,06 88,53

Page 69: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

56

Indikator ketercapaian keterampilan menyimak penjelasan denah dalam

penelitian ini adalah jika nilai rata-rata keseluruhan > 68, maka penelitian

dihentikan.Nilai rata-rata keterampilan menyimak penjelasan denah mengalami

peningkatan mulai dari tes awal ke siklus I sebesar 0,59 dan dari siklus I ke siklus

II sebesar 21,47. Peningkatan nilai keterampilan menyimak penjelasan denah

dapat dikonversikan dalam grafik berikut:

Gambar 10

Tingkat Keterampilan Menyimak Penjelasan Denah

2. Lembar Observasi

Setiap melaksanakan tindakan pembelajaran, peneliti didampingi oleh

observer. Observer tersebut adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas

III yang diberikan lembar observasi yang berfungsi sebagai alat pengamatan untuk

mengetahui dan mengukur kemampuan peneliti sebagai guru yang menerapkan

inovasi pembelajaran. Kemudian observasi juga dilakukan kepada siswa untuk

mengetahui dan mengukur aktivitas siswa dalam kelompok yang dilakukan

peneliti dan observer. Lembar catatan lapangan juga digunakan untuk

menganalisis dan merefleksi setiap siklus tindakan pembelajaran. Hasil dari

aktivitas kelompok siswa tersebut dapat dilihat pada tabel 13 berikut:

0

20

40

60

80

100

Tes AwalSiklus I

Siklus II

Nilai Tertinggi

Nilai Terendah

Rata-rata Kelas

Page 70: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

57

Tabel 13

Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa dalam Kelompok

No Nama

Kelompok

Siklus I Siklus II

% Keterangan % Keterangan

1 Al-Baqarah 62,50 % Tidak Tercapai 95,00 % Tercapai

2 Ali-Imran 65,00 % Tercapai 92,50 % Tercapai

3 Al-Fajr 42,50 % Tidak tercapai 92,50 % Tercapai

4 Al-Fatihah 70,00 % Tercapai 92,50 % Tercapai

Rata-rata 60,00 % Tidak Tercapai 93,00% Tercapai

3. Hasil Wawancara

Selain data yang diperoleh dari hasil tes dan observasi aktivitas kelompok,

diperkuat lagi dengan hasil wawancara yang dilakukan peneliti sebelum

pelaksanaan penelitian dan sesudah pelaksanaan penelitian terhadap guru Bahasa

Indonesia yang bersangkutan untuk mengetahui pendapat guru Bahasa Indonesia

mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams

Achievement Divisions). Informasi yang diperoleh dari hasil wawancara tersebut

adalah sebagai berikut:

1. Guru yang mengajarkan Bahasa Indonesia di kelas IV tidak melakukan

pembelajaran keterampilan menyimak penjelasan denah.

2. Siswa banyak mengalami kesulitan saat membuat denah karena tidak

mendapatkan penjelasan tentang membuat denah.

3. Tingkat keterampilan siswa secara umum khusunya kelas IV untuk pelajaran

menyimak masih rendah, hal ini terlihat dari seluruh siswa hanya 50 % yang

nilainya mencapai KKM.

4. Metode yang selama ini digunakan guru untuk mengajar Bahasa Indonesia

adalah metode ceramah dan penugasan.

5. Guru yang bersangkutan pernah mendengar model pembelajaran kooperatif

tipe STAD namun tidak pernah digunakan.

6. Tanggapan guru mengenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD sangat

mendukung proses pembelajaran.

Page 71: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

58

7. Guru juga berpendapat dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini

membuat siswa lebih memahami materi dan proses pembelajaran menjadi lebih

menyenangkan.

8. Menurut guru yang bersangkutan, penerapan model pembelajaran kooperatif

tipe STAD sudah sesuai terutama dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Rekapitulasi hasil pengukuran keterampilan menyimak penjelasan denah

dapat dilihat pada tabel 14 berikut:

Tabel 14

Rekapitulasi Hasil pengukuran Keterampilan Menyimak Penjelasan denah

No Instumen Tes

Awal

Ket. Siklus

I

Ket. Siklus

II

Ket

1. Tes

Keterampilan

66,47 Tidak

Tercapai

67,06 Tidak

Tercapai

88,53 Tercapai

2. Lembar

Observasi

Aktivitas

Siswa

- - 60,00

%

Tidak

Tercapai

93,00

%

Tercapai

3. Pedoman

Wawancara

Sebelum Penelitian

Guru tidak melakukan

pembelajaran

keterampilan menyimak

penjelasan denah.

Siswa kesulitan

mengikuti pembelajaran

tentang denah.

Guru bahasa Indonesia

tidak pernah

menggunakan

pembelajaran kooperatif

tipe STAD.

Sesudah Penelitian

Penerapan pembelajaran

kooperatif tipe STAD

membuat siswa memahami

materi dan menyenangkan.

Model pembelajaran

kooperatif tipe STAD sesuai

untuk pelajaran bahasa

Indonesia.

Guru bahasa Indonesia jadi

mengenal model

pembelajaran kooperatif

tipe STAD dan dapat

Page 72: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

59

meningkatkan keterampilan

menyimak siswa tentang

penjelasan denah.

Indikator ketercapaian untuk:

a. Tes keterampilan menyimak penjelasan denah > 68

b. Persentase aktivitas siswa dalam kelompok > 65%

Berdasarkan wawancara guru, hasil pengamatan, catatan lapangan,

dokumentasi, dan hasil tes keterampilan menyimak penjelasan denah di setiap

akhir siklus terlihat bahwa pembelajaran dengan menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterampilan menyimak

penjelasan denah.

C. Pembahasan Temuan Penelitian

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams

Achievement Divisions) dalam proses belajar dapat meningkatkan keterampilan

menyimak penjelasan denah.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam kegiatan belajar

mengajar pada pokok bahasan menyimak penjelasan denah dapat memberikan

pengalaman baru kepada siswa. Proses pembelajaran dengan cara

mengelompokkan siswa dengan berbagai karakter, saling bekerja sama

mendiskusikan hasil simakan, dan mempresentasikan hasil diskusi membuat

pembelajaran lebih bervariatif serta berbeda dari sebelumnya.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap keterampilan

menyimak penjelasan denah sangat berpengaruh, hal ini terbukti dengan hasil tes

keterampilan menyimak penjelasan denah yang selalu meningkat mulai dari skor

awal rata-rata keterampilan menyimak penjelasan denah sebesar 66,47 menjadi

67,06 pada siklus I dan 88,53 pada siklus II.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam proses belajar

dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam kelompok, hal ini terbukti dari

persentase hasil pengamatan lembar observasi aktivitas siswa pada siklus I

Page 73: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

60

sebesar 60,00 % sedangkan pada siklus II menjadi 93,00%, ini artinya aktivitas

siswa dalam kelompok mengalami peningkatan 33,00%.

Berdasarkan hasil tes keterampilan menyimak penjelasan denah di siklus II

dapat diketahui kondisi akhir dari tes tersebut. Siswa yang masih di bawah KKM

adalah satu orang (6,00%). Siswa yang telah mencapai nilai KKM adalah enam

belas orang (94,00%).

Page 74: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

61

BAB V

KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

A. Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang telah

dilaksanakan dalam dua siklus. Terjadi peningkatan keterampilan menyimak

penjelasan denah dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD

(Student Teams Achievement Divisions) pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah

Terpadu Salsabila.

Hal tersebut dapat terlihat dari aktivitas siswa dalam proses pembelajaran

yang semakin meningkat dalam setiap siklusnya, yaitu persentase rata-rata hasil

pengamatan aktivitas siswa dalam kelompok pada siklus I 60% dan meningkat

menjadi 93% pada siklus II. Hasil tes keterampilan menyimak penjelasan denah

yaitu pada siklus I didapatkan 9 dari 17 siswa telah mencapai nilai KKM dengan

nilai rata-rata kelas 67,06 kemudian meningkat pada siklus II didapatkan 16 dari

17 siswa telah berhasil mencapai nilai KKM dengan nilai rata-rata kelas sebesar

88,53.

Hipotesis yang telah dirumuskan ternyata terbukti kebenarannya bahwa

penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan

keterampilan menyimak penjelasan denah kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Terpadu

Salsabila, Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur tahun 2015, sesuai dengan hasil

PTK (Penelitian Tindakan Kelas).

B. Implikasi

Penerapan pembelajaran dan prosedur dalam penelitian ini didasarkan pada

pembelajaran menyimak penjelasan denah dengan menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) dalam

pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia. Kompetensi dasar yang dipakai

dalam penelitian ini adalah membuat gambar/daerah berdasarkan penjelasan yang

didengar. Pelaksanaan siklus I berlangsung pada hari Selasa tanggal 8 September

Page 75: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

62

2015 dan hari Selasa tanggal 15 September 2015. Sedangkan pelaksanaan siklus II

berlangsung pada hari Selasa tanggal 29 September 2015 dan hari Selasa tanggal

13 Oktober 2015. Adapun indikator keberhasilannya adalah menyimak penjelasan

denah, mencatat isi penjelasan denah yang disimak, membacakan isi penjelasan

denah yang disimak, membuat gambar penjelasan denah sesuai dengan yang

disimak, dan menjelaskan kembali isi petunjuk denah.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikemukakan implikasi teoritis dan

implikasi praktis sebagai berikut:

1. Implikasi Teoritis

Implikasi dari penelitian ini yaitu memungkinkan adanya temuan-temuan

posistif ke arah pengayaan pengetahuan dalam hal pembelajaran Bahasa

Indonesia. Penelitian ini dapat membuka wawasan pemahaman dan

pendalaman materi menyimak, khususnya menyimak penjelasan denah untuk

memperoleh pemahaman yang optimal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

Penelitian ini juga membuka wawasan guru terhadap penerapan model

pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions)

yang selama ini tidak pernah diterapkan oleh guru.

2. Implikasi Praktis

Berdasarkan simpulan dan data-data temuan hasil penelitian terbukti bahwa

keterampilan menyimak penjelasan denah dapat ditingkatkan dengan

menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams

Achievement Divisions). Maka hasil penelitian dapat diimplikasikan sebagai

berikut:

a. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan yang tepat dalam

pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia aspek

menyimak dan pelajaran lain pada umumnya di Madrasah Ibtidaiyah.

b. Menunjukkan pentingnya kerjasama kelompok dalam pembelajaran yang

sudah terbukti dapat menciptakan suasana belajar yang aktif serta

menyenangkan sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan keterampilan

siswa.

Page 76: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

63

c. Memperkaya ilmu pengetahuan tentang penelitian tindakan kelas,

sehingga dapat memotivasi guru dan peneliti lain untuk melakukan

penelitian sejenis dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran.

C. Saran

Berdasarkan simpulan di atas beberapa saran yang dapat dipergunakan

sebagai bahan pertimbangan dan sekaligus sebagai bahan uraian penutupan skripsi

ini adalah:

1. Berikan penjelasan kepada siswa setiap menerapkan model pembelajaran agar

siswa dapat mengikuti dengan baik.

2. Gunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tidak hanya dalam

pelajaran bahasa Indonesia tetapi juga dalam pelajaran lain sesuai dengan

materinya.

3. Sekolah dapat membuat kebijakan dari hasil penelitian ini dalam rangka

meningkatkan mutu proses pembelajaran khusunya pada mata pelajaran bahasa

Indonesia.

4. Jadikanlah hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi

peneliti lain.

Page 77: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

64

DAFTAR PUSTAKA

Cahyani, Isah dan Hodijah, Kemampuan Berbahasa Indonesia di SD, Bandung:

UPI Press, Cet. I, 2007

Guntur, Henry Tarigan, Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa,

Bandung: Angkasa, 2008

Hamalik, Oemar, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem,

Jakarta: Bumi Aksara, Cet.VIII, 2009

http://modelpembelajarankooperatif.blogspot.co.id/2012/08/student-team-

achievement- division-stad_3721.html, diakses tanggal 25 April 2016

Iskandar, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Gaung Persada Press, Cet. I, 2009

Iskandarwassid dan Dadang Sunendar, Strategi Pembelajaran Bahasa, Bandung:

UPI dengan PT Remaja Rosdakarya, Cet. III, 2011

Killen, Roy, Effective Teaching Strategies, 5th Edition, Australia:

Thomson/Social Science Press, 2009

Kunandar, Langkah Mudah penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan

Profesi Guru, Jakarta: Rajagrafindo Persada, Cet. IX, 2013

Masitoh dan Laksmi Dewi, Strategi pembelajaran, Jakarta: Direktorat Jenderal

Pendidikan Islam Depag RI, Cet I, 2009

New Teaching Resource, Seri Pendalaman Materi Plus, Jakarta: Erlangga, 2009

Resmini, Novi dan Dadan Juanda, Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia di

Kelas Tinggi, Bandung: UPI Press, 2007

Rusman, Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru,

Edisi kedua, Jakarta: Rajagrafindo Persada, Cet. V, 2012

Ruswandi Hermawan, dkk., Metode Penelitian Pendidikan SD, Bandung: UPI

Press, Cet. I, 2007

S, Daryanto, Kamus Bahasa Indonesia Lengkap, Surabaya: Apollo, 1997

Saddhono, Khundaru dan St. Y Slamet, Meningkatkan Keterampilan Berbahasa

Indonesia (Teori dan aplikasi), Bandung: Karya Putra Darwati, Cet. I, 2012

Page 78: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

65

Santoso, Ananda dan A. R Al Hanif, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia,

Surabaya: Alumni

Sitorus, Yessi “Bahasa Indonesia Kelas 4 Denah”, http:/Sitorusyessi

ca.blogspot.com/2013/0/bahasa-Indonesia-kelas-4 denah.html, diakses

tanggal 21 Agustus 2015

Sunjaya, Wina, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Kencana, Cet. V, 2013

Tarigan, Jago, Pendidikan Keterampilan Berbahasa, Jakarta: Universitas

Terbuka, Cet VII, 2005

Tim Pustaka Phoenix, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Media Pustaka

Phoenix, Cet. V, 2010

Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Edisi I, Jakarta:

Kencana, 2009

Page 79: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

66

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SIKLUS I

Nama Sekolah : Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Salsabila

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : IV/I

Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2 x pertemuan)

Nilai Karakter : religius, rasa ingin tahu, disiplin, tanggung jawab,

percaya diri, kerjasama, santun.

Standar Kompetensi : Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk denah dan

simbol daerah/lambang korps.

I. Kompetensi Dasar:

Membuat gambar/daerah berdasarkan penjelasan yang didengar.

II. Indikator Keberhasilan:

A. Menyimak penjelasan denah.

B. Mencatat isi penjelasan hasil simakan.

C. Membacakan isi penjelasan hasil simakan.

D. Membuat sketsa penjelasan denah sesuai yang hasil simakan.

E. Menjelaskan kembali isi petunjuk denah.

III. Tujuan Pembelajaran:

Melalui kerjasama kelompok, diskusi, tanya jawab, dan bimbingan guru, maka

siswa diharapkan terampil menyimak, mencatat, membacakan, membuat

sketsa, dan menjelaskan kembali isi petunjuk denah.

IV.Model dan Metode Pembelajaran:

A. Model Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD.

B. Metode Pembelajaran : Diskusi kelompok, tanya jawab, dan presentasi.

V. Materi Pembelajaran:

A. Materi Pokok : Menyimak penjelasan denah yang berjudul “Membuat

Denah Kelas Dodi”

Page 80: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

67

B. Uraian Materi :

Denah merupakan petunjuk. Jika denah dijelaskan secara lisan,

diperlukan keterampilan menyimak yang baik. Hal ini sama ketika kita

mendengarkan petunjuk dari sumber lain, seperti brosur.

Pada saat penjelasan denah diperdengarkan, kamu harus

memperhatikan petunjuk atau informasi di dalamnya. Agar mudah

dipahami, kamu dapat menggambar tempat yang dimaksud.

Sebagai murid baru, Anton bertanya kepada siswa bernama Dodi.

Anton ingin tahu keadaan kelasnya. Inilah penjelasan Dodi dan Anton

mendengarkannya dengan seksama.

Kelas IV itu menghadap ke barat. Jumlah bangku sebanyak dua puluh

buah. Lemari buku diletakkan di depan kelas dekat pintu masuk. Meja

guru menghadap bangku siswa.

Ketika Dodi menjelaskan, Anton sibuk membuat denah kelas IV itu.

Berikut ini gambar yang dibuat Anton.

n

Denah Kelas IV

U

B T

S

PM

P Q R T

S

K L M N O

F G H I J

D C B A E

LB MG

PT

Page 81: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

68

Keterangan:

PM : pintu masuk A-T : bangku siswa

LB : lemari buku MG : meja guru PT : papan tulis

VI. Langkah-langkah Pembelajaran

A. Pertemuan pertama

1. Kegiatan Awal (15 menit)

a) Guru mengucapkan salam kemudian siswa menjawab salam.(santun)

b) Guru dan siswa memulai pelajaran dengan berdo’a. (religius)

c) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini. Siswa

mendengarkan informasi yang disampaikan guru. (rasa ingin tahu)

d) Apersepsi: permainan kalimat berantai, siswa mengikuti petunjuk

guru. (disiplin)

2. Kegiatan Inti (45 menit)

a) Eksplorasi (15 menit)

(1) Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok (@ 4-5 orang), siswa

berkumpul dalam kelompoknya. (kerjasama)

(2) Guru menjelaskan aturan belajar kelompok kooperatif tipe STAD,

siswa mendengarkan penjelasan guru.

langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai

berikut:

(1) Penyampaian tujuan dan motivasi

(2) Pembagian kelompok

(3) Presentasi dari guru

(4) Kegiatan belajar dalam tim (kerja tim)

(5) Kuis (evaluasi)

(6) Penghargaan prestasi tim

(3) Guru membagikan LKS pada masing-masing kelompok.

(4) Guru menjelaskan cara mengerjakan LKS tersebut.

Page 82: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

69

b) Elaborasi (15 menit)

(1) Guru memperdengarkan penjelasan denah, semua siswa

menyimak.

(2) Semua siswa menuliskan hasil simakan lalu mendiskusikan

dengan kelompoknya masing-masing. Guru membimbing kerja

siswa. (kerjasama)

(3) Kelompok menuliskan simakan hasil diskusi di LKS. Guru

memantau kerja siswa. (tanggung jawab)

c) Konfirmasi (15 menit)

(1) Guru meminta perwakilan dari masing-masing kelompok untuk

mempresentasikan hasil kerja mereka secara bergantian. (percaya

diri)

(2) Siswa dari kelompok lain memberikan tanggapan.

(3) Guru meminta beberapa siswa membacakan hasil simakannya.

3. Kegiatan Akhir (10 menit)

a) Guru dan siswa membuat kesimpulan yang berkaitan dengan isi

penjelasan denah.

b) Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya, siswa

menanyakan hal-hal yang belum dimengerti terkait dengan isi

penjelasan denah.

c) Siswa menjawab beberapa pertanyaan guru yang terkait dengan isi

penjelasan denah.

d) Guru menyampaikan tim hebat hari ini.

e) Guru dan siswa mengakhiri pelajaran dengan do’a dan salam.

B. Pertemuan Kedua

1. Kegiatan Awal (10 menit)

a) Guru memberikan salam kemudian siswa menjawab salam.(santun)

b) Guru dan siswa memulai pelajaran dengan berdo’a. (religius)

c) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini. Siswa mendengarkan

informasi yang disampaikan guru. (rasa ingin tahu)

Page 83: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

70

d) Apersepsi: tanya jawab tentang isi penjelasan denah kemarin.

2. Kegiatan Inti (45 menit)

a) Eksplorasi (10 menit)

(1)Mereview sekilas materi kemarin dan meminta beberapakelompok

menyebutkan isi dari penjelasan denah.

(2) Guru menjelaskan kembali cara mengerjakan LKS berikutnya.

b) Elaborasi (25 menit)

(1) Masing-masing kelompok mulai mengerjakan LKS yaitu membuat

denah dari hasil simakan kemarin.

(2) Guru membimbing cara membuat denah.

c) Konfirmasi (10 menit)

(1) Guru meminta kelompok mengumpulkan pekerjaannya.

(2) Masing-masing kelompok ke depan kelas secara bergantian

menjelaskan gambar denah yang sudah dibuat.

(3) Guru dan siswa merefleksi tentang kegiatan hari ini.

3. Kegiatan Akhir (15 menit)

a) Guru memberikan soal post tes yang terkait dengan penjelasan

denah.

b) Siswa mengerjakan soal post tes individual dengan dipantau guru.

c) Soal dikumpulkan.

d) Guru memberikan hadiah kepada tim hebat yang telah mencapai

kompetensi.

e) Guru dan siswa mengakhiri pelajaran dengan do’a dan salam.

VII.Media dan Sumber Belajar:

A. Buku Bahasa Indonesia kelas 4 Penerbit Erlangga.

B. Buku Bahasa Indonesia kelas 4 Penerbit Pusat Perbukuan Depdiknas.

C. Buku Bahasa Indonesia kelas 4 Penerbit Yudistira.

D. LKS yang dibuat oleh peneliti.

Page 84: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

71

VIII. Penilaian

A. Prosedur Tes : Tes proses dan tes akhir

B. Jenis Tes : Tertulis

C. Bentuk Tes : Isian singkat

D. Instumen Tes :

Menjawab Pertanyaan

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!

1. Siapa yang kelasnya dibuat menjadi denah?

2. Ke arah mana kelas 4 itu menghadap?

3. Berapakah jumlah bangku siswa di dalam kelas tersebut?

4. Apa yang berhadapan langsung dengan meja guru?

5. Di manakah letak lemari buku?

Kunci Jawaban

1. Kelas Dodi yang dibuat menjadi denah

2. Kelas 4 menghadap ke arah barat

3. Jumlah bangku siswa di dalam kelas tersebut adalah 20

4. Bangku murid yang berhadapan langsung dengan meja guru

5. Lemari buku terletak di dekat pintu masuk

E. Kriteria Penilaian : Skor 20 untuk setiap jawaban yang

Benar. Jadi skor maksimum 100.

F. Penghitungan Skor dan Nilai :

Penilaian/Nilai Akhir = 100maksimalskor jumlah

benar yangskor Jumlah x

Jakarta, 2 September 2015

Mengetahui,

Kepala MIT Salsabila Peneliti

H. Andi Abdullah Sa’ad, S.Pd. I Desi Anggraeni

Page 85: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

72

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SIKLUS II

Nama Sekolah : Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Salsabila

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : IV/I

Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2 x pertemuan)

Nilai Karakter : religius, rasa ingin tahu, disiplin, tanggung jawab,

percaya diri, kerjasama, santun.

Standar Kompetensi : Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk denah dan

simbol daerah/lambang korps.

I. Kompetensi Dasar:

Membuat gambar/daerah berdasarkan penjelasan yang didengar.

II. Indikator Keberhasilan:

A. Menceritakan denah menuju tempat tinggal dari sekolah

B. Menyimak penjelasan denah.

C. Mencatat isi penjelasan hasil simakan.

D. Membacakan isi penjelasan hasil simakan.

E. Membuat sketsa penjelasan denah sesuai yang hasil simakan.

F. Menjelaskan kembali isi petunjuk denah.

III. Tujuan Pembelajaran:

Melalui kerjasama kelompok, diskusi, tanya jawab, dan bimbingan guru, maka

siswa diharapkan terampil menyimak, mencatat, membacakan, membuat

sketsa, dan menjelaskan kembali isi petunjuk denah, serta menceritakan

denah menuju tempat tinggal dari sekolah.

IV.Model dan Metode Pembelajaran:

A. Model Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD.

B. Metode Pembelajaran : Talking stick, diskusi kelompok, tanya jawab, dan

presentasi.

Page 86: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

73

V. Materi Pembelajaran:

A. Materi Pokok : Menyimak penjelasan denah toko mainan

B. Uraian Materi :

Toko mainan terletak di jalan Nuri. Toko itu terletak di antara toko

buku dan toko sepatu. Toko itu menghadap ke arah selatan dan

berseberangan dengan Bank Artapura.

Toko Sepatu Toko Mainan Toko Buku

U

Bank Artapura

VI. Langkah-langkah Pembelajaran

A. Pertemuan pertama

1. Kegiatan Awal (15 menit)

a) Guru mengucapkan salam kemudian siswa menjawab salam.(santun)

b) Guru dan siswa memulai pelajaran dengan berdo’a. (religius)

c) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini. Siswa

mendengarkan informasi yang disampaikan guru. (rasa ingin tahu)

d) Apersepsi:Beberapa siswa menceritakan lokasi rumahnya dari

sekolah dengan metode talking stick.

2. Kegiatan Inti (45 menit)

a) Eksplorasi (15 menit)

(1) Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok (@ 4-5 orang), siswa

berkumpul dalam kelompoknya. (kerjasama)

(2) Guru menjelaskan aturan kerja kelompok kooperatif tipe STAD,

siswa mendengarkan penjelasan guru.

Page 87: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

74

langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai

berikut:

(1) Penyampaian Tujuan dan Motivasi

(2) Pembagian Kelompok

(3) Presentasi dari Guru

(4) Kegiatan Belajar dalam Tim (Kerja Tim)

(5) Kuis (Evaluasi)

(6) Penghargaan Prestasi Tim

b) Elaborasi (20 menit)

(1) Guru memperdengarkan penjelasan denah, semua siswa

menyimak.

(2) Semua siswa menuliskan hasil simakan lalu mendiskusikan

dengan kelompoknya masing-masing. Guru membimbing kerja

siswa. (kerjasama)

(3) Kelompok menuliskan simakan hasil diskusi di LKS. Guru

memantau kerja siswa. (tanggung jawab)

c) Konfirmasi (15 menit)

(1) Guru meminta perwakilan dari masing-masing kelompok

untuk mempresentasikan hasil kerja mereka secara bergantian.

(percaya diri)

(2) Siswa dari kelompok lain memberikan tanggapan.

(3) Guru meminta beberapa siswa membacakan hasil simakannya.

3. Kegiatan Akhir

a) Guru dan siswa membuat kesimpulan yang berkaitan dengan isi

penjelasan denah.

b) Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya, siswa

menanyakan hal-hal yang belum dimengerti terkait dengan isi

penjelasan denah.

c) Siswa menjawab beberapa pertanyaan guru yang terkait dengan isi

penjelasan denah.

d) Guru menyampaikan tim hebat hari ini.

Page 88: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

75

e) Guru dan siswa mengakhiri pelajaran dengan do’a dan salam.

B. Pertemuan Kedua

1. Kegiatan Awal (10 menit)

a) Guru memberikan salam kemudian siswa menjawab salam.(santun)

b) Guru dan siswa memulai pelajaran dengan berdo’a. (religius)

c) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini. Siswa

mendengarkan informasi yang disampaikan guru. (rasa ingin tahu)

d) Apersepsi: tanya jawab tentang isi penjelasan denah kemarin.

2. Kegiatan Inti (45 menit)

a) Eksplorasi (10 menit)

(1) Mereview sekilas materi kemarin dan meminta beberapa

kelompok menyebutkan kesimpulan dari isi penjelasan denah.

(2) Guru menjelaskan kembali cara mengerjakan LKS berikutnya.

b) Elaborasi (25 menit)

(1) Masing-masing kelompok mulai mengerjakan LKS yaitu

membuat denah dari hasil simakan kemarin.

(2) Guru membimbing cara membuat denah.

c) Konfirmasi (10 menit)

(1) Guru meminta kelompok mengumpulkan pekerjaannya.

(2) Masing-masing kelompok ke depan kelas secara bergantian

menjelaskan gambar denah yang sudah dibuat.

(3) Guru dan siswa merefleksi tentang kegiatan hari ini.

3. Kegiatan Akhir (15 menit)

a) Guru memberikan soal post tes yang terkait dengan penjelasan

denah.

b) Siswa mengerjakan soal post tes individual dengan dipantau guru.

c) Soal dikumpulkan.

d) Guru memberikan hadiah kepada tim hebat yang telah mencapai

kompetensi.

e) Guru dan siswa mengakhiri pelajaran dengan do’a dan salam.

Page 89: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

76

VII.Media dan Sumber Belajar:

A. Buku Bahasa Indonesia kelas 4 Penerbit Erlangga.

B. Buku Bahasa Indonesia kelas 4 Penerbit Pusat Perbukuan Depdiknas.

C. Buku Bahasa Indonesia kelas 4 Penerbit Yudistira.

D. LKS yang dibuat oleh peneliti.

VIII. Penilaian

A. Prosedur Tes : Tes proses dan tes akhir

B. Jenis Tes : Tertulis

C. Bentuk Tes : Isian singkat

D. Instumen Tes :

Menjawab Pertanyaan

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Apa nama jalan tempat toko mainan berada?

2. Apa nama toko di samping kiri toko mainan?

3. Apa nama toko di samping kanan toko mainan?

4. Apa nama bangunan di depan toko mainan?

5. Ke mana arah toko mainan menghadap?

Kunci Jawaban

1. Nama jalan tempat toko mainan berada adalah jalan Nuri

2. Toko sepatu di samping kiri toko mainan

3. Toko buku di samping kanan toko mainan

4. Bangunan di depan toko mainan adalah bank Artapura

5. Toko mainan menghadap arah selatan

E. Kriteria Penilaian : Skor 20 untuk setiap jawaban yang

Benar. Jadi skor maksimum 100.

F. Penghitungan Skor dan Nilai :

Penilaian/Nilai Akhir = 100maksimalskor jumlah

benar yangskor Jumlah x

Jakarta, 2 September 2015

Mengetahui,

Kepala MIT Salsabila Peneliti

H. Andi Abdullah Sa’ad, S.Pd. I Desi Anggraeni

Page 90: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

77

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS KELOMPOK SISWA

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Siklus Ke : ..........

Petunjuk : Anda perhatikan perilaku siswa di dalam kelas.

Tulislah pengamatan anada dengan cara mencentang di kolom

skor pada setiap aspek yang diamati.

Nama Kelompok : ...................................................

No. Aspek yang diamati Skor

1 2 3 4

1. Kesiapan mengikuti pelajaran

2. Tingkat pemahaman atas kejelasan guru

3. Kualitas pembagian tugas dalam kelompok

4. Bekerjasama dalam kelompok

5. Berusaha menyelesaikan bahan diskusi sesuai

dengan waktu yang diberikan.

6. Siswa menjelaskan hasil pengisisan bahan diskusi

7. Aktivitas mengikuti metode pembelajaran

8. Keaktifan bertanya

9. Keaktifan menjawab

10. Ketepatan waktu mengumpulkan hasil jawaban

bahan diskusi

Total Skor

Skor Maksimal 40

Skor Minimal 10

Keterangan Skor Penilaian: 4 = baik sekali, 3 = baik, 2 = cukup, dan 1 = kurang

Jakarta, September 2015

Observer Peneliti

( ............................ ) ( ....................................)

Page 91: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

78

LEMBAR PENGAMATAN GURU

DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS

Pengamat : ........................

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Pokok Bahasan : Menyimak Penjelasan Denah

Petunjuk : Anda perhatikan perilaku guru di dalam kelas.

Tulislah pengamatan anda dengan cara mencentang di kolom

skala penilaian pada setiap aspek yang diamati.

No. Aspek yang diamati Siklus I Siklus II

Skala Penialain Skala Penilaian

1 2 3 4 1 2 3 4

1. Menjelaskan tujuan

pembelajaran

2. Melakukan apersepsi

3. Guru membentuk kelompok

4. Guru memberikan LKS

untuk didiskusikan siswa

5. Penguasaan materi

6. Kualitas pengelolaan kelas

7. Kesesuaian metode

8. Kualitas interaksi

pembelajaran

9. Penggunaan media/sumber

belajar

10. Keterampilan bertanya

11. Memberikan penguatan

kepada siswa

12. Guru membuat kesimpulan

bersama siswa

13 Melakukan tes secara tertulis

sesuai tujuan pembelajaran

Jumlah

Nilai akhir

Rata-rata

Keterangan: 4 = baik sekali, 3 = baik, 2 = cukup, dan 1 = kurang

Jakarta, September 2015

Observer

Page 92: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

79

CATATAN LAPANGAN

Siklus : ........................

Hari/Tanggal : ........................

Waktu : ........................

Pertemuan ke : ........................

Aspek Hal yang terjadi Komentar

Kegiatan Awal:

1. Mengkondisikan siswa

2. Apersepsi

3. Menjelaskan tujuan dan

langkah-langkah

pembelajaran

Kegiatan Inti:

1. Memperdengarkan

penjelasan denah

2. Menuliskan hasil

simakan, menggambar

denah

3. Mempresentasikan hasil

jawaban kelompok

Kegiatan Akhir:

1. Membuat kesimpulan

2. Melakukan tanya jawab

Observer Peneliti

( ...................................) ( ............................. )

Page 93: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

80

Pedoman Wawancara Guru

Sebelum Penelitian

1. Apa saja kesulitan yang dialami siswa dalam belajar Bahasa Indonesia selama

ini?

2. Upaya yang ibu lakukan untuk mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh

siswa?

3. Bagaimana tingkat keterampilan menyimak penjelasan denah siswa kelas IV?

4. Apa saja kesulitan yang dihadapi siswa dalam menyimak penjelasan denah?

5. Apa saja kesulitan yang ibu hadapi dalam mengajar Bahasa Indonesia khusus

nya pokok bahasan penjelasan denah?

6. Apa metode mengajar yang ibu terapkan dalam kegiatan belajar mengajar

Bahasa Indonesia khususnya pokok bahasan menyimak penjelasan denah?

7. Bagaimana sikap siswa dengan metode yang ibu gunakan?

8. Buku sumber dan LKS apa yang biasa ibu gunakan?

9. Apakah siswa selalu tepat waktu mengumpulkan tugas yang ibu berikan?

10. Apakah ibu sudah memusatkan perhatian atau kegiatan pembelajaran untuk

meningkatkan keterampilan menyimak penjelasan denah siswa?

11. Pernahkah ibu mendengar tentang model pembelajaran kooperatif tipe STAD

(Student Teams Achievement Divisions)?

Sesudah Penelitian

1. Bagaimana tanggapan ibu terhadap model pembelajaran kooperatif tipe

STAD yang diterapkan dalam upaya meningkatkan keterampilan menyimak

penjelasan denah pada siswa?

2. Bagaimana penilaian ibu mengenai keterampilan menyimak penjelasan denah

siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD?

3. Bagaimana tanggapan ibu mengenai penerapan model pembelajaran

kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran Bahasa Indonesia?

4. Menurut pengalaman ibu, apa perubahan yang terjadi di kelas pada saat

dilaksanakannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD?

5. Menurut ibu, apakah model pembelajaran kooperatif tipe STAD sesuai untuk

pembelajaran Bahasa Indonesia? Berikan alasannya!

Page 94: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

81

DAFTAR HASIL TES AWAL KETERAMPILAN MENYIMAK

PENJELASAN DENAH

NO. KODE SISWA NILAI TUNTAS TIDAK TUNTAS

1. A 60

2. B 70

3. C 60

4. D 80

5. E 40

6. F 80

7. G 70

8. H 80

9. I 40

10. J 70

11. K 70

12. L 70

13. M 60

14. N 60

15. O 70

16. P 80

17. Q 70

NILAI TERENDAH 40

NILAI TERTINGGI 80

NILAI RATA-RATA 66,47

Page 95: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

82

DAFTAR HASIL TES SIKLUS I MENYIMAK PENJELASAN DENAH

NO. KODE SISWA NILAI TUNTAS TIDAK TUNTAS

1. A 40

2. B 60

3. C 60

4. D 80

5. E 40

6. F 60

7. G 100

8. H 80

9. I 20

10. J 60

11. K 80

12. L 80

13. M 60

14. N 80

15. O 60

16. P 100

17. Q 80

NILAI TERENDAH 20

NILAI TERTINGGI 100

NILAI RATA-RATA 67,06

Page 96: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

83

DAFTAR HASIL TES SIKLUS II MENYIMAK PENJELASAN DENAH

NO. KODE SISWA NILAI TUNTAS TIDAK TUNTAS

1. A 80

2. B 100

3. C 85

4. D 100

5. E 80

6. F 100

7. G 80

8. H 100

9. I 40

10. J 80

11. K 100

12. L 100

13. M 80

14. N 100

15. O 100

16. P 100

17. Q 80

NILAI TERENDAH 40

NILAI TERTINGGI 100

NILAI RATA-RATA 88,53

Page 97: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

84

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS KELOMPOK SISWA

Nama Kelompok : al-Baqarah Siklus: I

No. Aspek yang diamati Skor

1 2 3 4

1. Kesiapan mengikuti pelajaran

2. Tingkat pemahaman atas kejelasan guru

3. Kualitas pembagian tugas dalam kelompok

4. Bekerjasama dalam kelompok

5. Berusaha menyelesaikan bahan diskusi sesuai

dengan waktu yang diberika.

6. Siswa menjelaskan hasil pengisisan bahan diskusi

7. Aktivitas mengikuti metode pembelajaran

8. Keaktifan bertanya

9. Keaktifan menjawab

10. Ketepatan waktu mengumpulkan hasil jawaban

bahan diskusi

Total Skor 25

Skor Maksimal 40

Skor Minimal 10

Siklus: II

No. Aspek yang diamati Skor

1 2 3 4

1. Kesiapan mengikuti pelajaran

2. Tingkat pemahaman atas kejelasan guru

3. Kualitas pembagian tugas dalam kelompok

4. Bekerjasama dalam kelompok

5. Berusaha menyelesaikan bahan diskusi sesuai

dengan waktu yang diberika.

6. Siswa menjelaskan hasil pengisisan bahan diskusi

7. Aktivitas mengikuti metode pembelajaran

8. Keaktifan bertanya

9. Keaktifan menjawab

10. Ketepatan waktu mengumpulkan hasil jawaban

bahan diskusi

Total Skor 38

Skor Maksimal 40

Skor Minimal 10

Keterangan: 4 = baik sekali, 3 = baik, 2 = cukup, dan 1 = kurang

Observer Peneliti

Choirus Salamah, S.Pd.I. Desi anggraeni

Page 98: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

85

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS KELOMPOK SISWA

Nama Kelompok : Ali-Imran Siklus: I

No. Aspek yang diamati Skor

1 2 3 4

1. Kesiapan mengikuti pelajaran

2. Tingkat pemahaman atas kejelasan guru

3. Kualitas pembagian tugas dalam kelompok

4. Bekerjasama dalam kelompok

5. Berusaha menyelesaikan bahan diskusi sesuai

dengan waktu yang diberika.

6. Siswa menjelaskan hasil pengisisan bahan diskusi

7. Aktivitas mengikuti metode pembelajaran

8. Keaktifan bertanya

9. Keaktifan menjawab

10. Ketepatan waktu mengumpulkan hasil jawaban

bahan diskusi

Total Skor 26

Skor Maksimal 40

Skor Minimal 10

Siklus: II

No. Aspek yang diamati Skor

1 2 3 4

1. Kesiapan mengikuti pelajaran

2. Tingkat pemahaman atas kejelasan guru

3. Kualitas pembagian tugas dalam kelompok

4. Bekerjasama dalam kelompok

5. Berusaha menyelesaikan bahan diskusi sesuai

dengan waktu yang diberika.

6. Siswa menjelaskan hasil pengisisan bahan diskusi

7. Aktivitas mengikuti metode pembelajaran

8. Keaktifan bertanya

9. Keaktifan menjawab

10. Ketepatan waktu mengumpulkan hasil jawaban

bahan diskusi

Total Skor 37

Skor Maksimal 40

Skor Minimal 10

Keterangan: 4 = baik sekali, 3 = baik, 2 = cukup, dan 1 = kurang

Observer Peneliti

Choirus Salamah, S.Pd.I. Desi anggraeni

Page 99: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

86

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS KELOMPOK SISWA

Nama Kelompok : al-Fajr Siklus: I

No. Aspek yang diamati Skor

1 2 3 4

1. Kesiapan mengikuti pelajaran

2. Tingkat pemahaman atas kejelasan guru

3. Kualitas pembagian tugas dalam kelompok

4. Bekerjasama dalam kelompok

5. Berusaha menyelesaikan bahan diskusi sesuai

dengan waktu yang diberika.

6. Siswa menjelaskan hasil pengisisan bahan diskusi

7. Aktivitas mengikuti metode pembelajaran

8. Keaktifan bertanya

9. Keaktifan menjawab

10. Ketepatan waktu mengumpulkan hasil jawaban

bahan diskusi

Total Skor 17

Skor Maksimal 40

Skor Minimal 10

Siklus: II

No. Aspek yang diamati Skor

1 2 3 4

1. Kesiapan mengikuti pelajaran

2. Tingkat pemahaman atas kejelasan guru

3. Kualitas pembagian tugas dalam kelompok

4. Bekerjasama dalam kelompok

5. Berusaha menyelesaikan bahan diskusi sesuai

dengan waktu yang diberika.

6. Siswa menjelaskan hasil pengisisan bahan diskusi

7. Aktivitas mengikuti metode pembelajaran

8. Keaktifan bertanya

9. Keaktifan menjawab

10. Ketepatan waktu mengumpulkan hasil jawaban

bahan diskusi

Total Skor 37

Skor Maksimal 40

Skor Minimal 10

Keterangan: 4 = baik sekali, 3 = baik, 2 = cukup, dan 1 = kurang

Observer Peneliti

Choirus Salamah, S.Pd.I. Desi anggraeni

Page 100: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

87

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS KELOMPOK SISWA

Nama Kelompok : al-Fatihah Siklus: I

No. Aspek yang diamati Skor

1 2 3 4

1. Kesiapan mengikuti pelajaran

2. Tingkat pemahaman atas kejelasan guru

3. Kualitas pembagian tugas dalam kelompok

4. Bekerjasama dalam kelompok

5. Berusaha menyelesaikan bahan diskusi sesuai

dengan waktu yang diberika.

6. Siswa menjelaskan hasil pengisisan bahan diskusi

7. Aktivitas mengikuti metode pembelajaran

8. Keaktifan bertanya

9. Keaktifan menjawab

10. Ketepatan waktu mengumpulkan hasil jawaban

bahan diskusi

Total Skor 28

Skor Maksimal 40

Skor Minimal 10

Siklus: II

No. Aspek yang diamati Skor

1 2 3 4

1. Kesiapan mengikuti pelajaran

2. Tingkat pemahaman atas kejelasan guru

3. Kualitas pembagian tugas dalam kelompok

4. Bekerjasama dalam kelompok

5. Berusaha menyelesaikan bahan diskusi sesuai

dengan waktu yang diberika.

6. Siswa menjelaskan hasil pengisisan bahan diskusi

7. Aktivitas mengikuti metode pembelajaran

8. Keaktifan bertanya

9. Keaktifan menjawab

10. Ketepatan waktu mengumpulkan hasil jawaban

bahan diskusi

Total Skor 37

Skor Maksimal 40

Skor Minimal 10

Keterangan: 4 = baik sekali, 3 = baik, 2 = cukup, dan 1 = kurang

Observer Peneliti

Choirus Salamah, S.Pd.I. Desi anggraeni

Page 101: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

88

HASIL OBSERVASI PENELITI

Pengamat : Diana, S.Pd.I.

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Pokok Bahasan : Menyimak Penjelasan Denah

Petunjuk : Anda perhatikan perilaku guru di dalam kelas.

Tulislah pengamatan anda dengan cara mencentang di kolom

skala penilaian pada setiap aspek yang diamati.

No. Aspek yang diamati Siklus I Siklus II

Skala Penialain Skala Penilaian

1 2 3 4 1 2 3 4

1. Menjelaskan tujuan

pembelajaran

2. Melakukan apersepsi

3. Guru membentuk kelompok

4. Guru memberikan LKS

untuk didiskusikan siswa

5. Penguasaan materi

6. Kualitas pengelolaan kelas

7. Kesesuaian metode

8. Kualitas interaksi

pembelajaran

9. Penggunaan media/sumber

belajar

10. Keterampilan bertanya

11. Memberikan penguatan

kepada siswa

12. Guru membuat kesimpulan

bersama siswa

13 Melakukan tes secara tertulis

sesuai tujuan pembelajaran

Jumlah 6 7 3 10

Nilai akhir 46 : 13 = 3,54 49 : 13 = 3,77

Rata-rata 3,66

Keterangan: 4 = baik sekali, 3 = baik, 2 = cukup, dan 1 = kurang

Jakarta, September 2015

Observer

Diana, S.Pd.I

Page 102: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

89

LEMBAR PENGAMATAN GURU

DALAM PEMEBELAJARAN DI KELAS

Siklus : II

Pengamat : Diana, S.Pd.I.

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Pokok Bahasan : Menyimak Penjelasan Denah

Petunjuk : Anda perhatikan perilaku guru di dalam kelas.

Tulislah pengamatan anda dengan cara mencentang di kolom

skala penilaian pada setiap aspek yang diamati.

No. Aspek yang diamati Pertemuan I Pertemuan II

Skala Penialain Skala Penilaian

1 2 3 4 1 2 3 4

1. Menjelaskan tujuan

pembelajaran

2. Melakukan apersepsi

3. Guru membentuk kelompok

4. Guru memberikan LKS

untuk didiskusikan siswa

5. Penguasaan materi

6. Kualitas pengelolaan kelas

7. Kesesuaian metode

8. Kualitas interaksi

pembelajaran

9. Penggunaan media/sumber

belajar

10. Keterampilan bertanya

11. Memberikan penguatan

kepada siswa

12. Guru membuat kesimpulan

bersama siswa

13 Melakukan tes secara tertulis

sesuai tujuan pembelajaran

Jumlah

Nilai akhir

Rata-rata

Keterangan: 4 = baik sekali, 3 = baik, 2 = cukup, dan 1 = kurang

Jakarta, September 2015

Observer

Diana, S.Pd.I

Page 103: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

90

LEMBAR KERJA SISWA

Bahasa Indonesia

Nama : ................................................................... Kelas : ..........

DENAH

Denah merupakan petunjuk. Jika denah dijelaskan secara lisan, diperlukan

keterampilan menyimak yang baik. Hal ini sama ketika kita mendengarkan

petunjuk dari sumber lain, seperti brosur.

Pada saat penjelasan denah diperdengarkan, kamu harus memperhatikan

petunjuk atau informasi di dalamnya. Agar mudah dipahami, kamu dapat

menggambar tempat yang dimaksud.

Langkah-langkah membuat denah antara lain:

1. Mengetahui dan memahami betul kenampakan wilayah (ciri-ciri khas wilayah)

yang akan dibuat denah. Selanjutnay ciri tersebut digunakan sebagai penanda,

misalnya jalan, gapura, tugu, tempat ibadah atau sarana-sarana umum.

Standar Kompetensi: Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk denah dan

simbol daerah/lambang korps.

Kompetensi Dasar: Membuat gambar/daerah berdasarkan penjelasan yang

didengar.

Tujuan Pembelajaran: Melalui kerjasama kelompok, diskusi, tanya jawab, dan

bimbingan guru, maka siswa diharapkan terampil

menyimak, mencatat, membacakan, membuat

sketsa, dan menjelaskan kembali isi petunjuk

denah.

Nilai Karakter: religius, rasa ingin tahu, disiplin, tanggung jawab, percaya

diri, kerjasama, santun.

Page 104: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

91

2. Menggambarkan kenampakan jalan-jalan yang terdapat di wilayah yang akan

menuju arah atau objek yang akan dituju. Untuk memperjelas dan

memudahkan pembaca, harus dicantumkan nama jalan-jalan yang terdapat

dalam denah.

3. Melengkapi denah dengan gambar atau objek-objek penting. Objek yang

penting ditandai dengan simbol-simbol yang umum, misalnya terminal bus

disimbolkan dengan gambar bus atau rumah sakit disimbolkan dengan palang

merah.

4. Mencantumkan tanda arah mata angin atau petunjuk agar pembaca denah

mengetahui letak atau posisi objek-objek yang digambarkan pada denah.

5. Memberi judul pada denah. Judul denah digunakan untuk memahami denah

sebelum meneliti isi denah.

Uji Kompetensi I

Sebagai murid baru, Anton bertanya kepada siswa bernama Dodi. Anton ingin

tahu keadaan kelasnya. Inilah penjelasan Dodi dan anton mendengarkannya

dengan seksama.

A. Guru akan memperdengarkan penjelasan Dodi kemudian kalian tuliskan

pada titik-tik di bawah ini!

..............................................................................................................................

................................................................................................................................

............................................................................................................................

........................................................................................................................

.......................................................................................................................

B. Dari penjelasan di atas, dapat dibuat denah sebagai berikut!

Page 105: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

92

C.Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!

1. Siapa yang kelasnya dibuat menjadi denah?

Jawab: ..........................................................................................................

2. Ke arah mana kelas 4 itu menghadap?

Jawab: .........................................................................................................

3. Berapakah jumlah bangku siswa di dalam kelas tersebut?

Jawab: ......................................................................................................

4. Apa yang berhadapan langsung dengan meja guru?

Jawab: .....................................................................................................

5. Di manakah letak lemari buku?

Jawab: ........................................................................................................

Skor Paraf Guru Paraf Orang Tua

Uji Kompetensi II

A. Simaklah penjelasan denah dari gurumu kemudian tulislah pada titik-

titik di bawah ini!

....................................................................................................................................

....................................................................................................................................

....................................................................................................................................

....................................................................................................................................

....................................................................................................................................

Page 106: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

93

B.Dari penjelasan di atas, dapat dibuat denah sebagai berikut!

C.Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!

1. Apa nama jalan tempat toko mainan berada?

Jawab: ..............................................................................................................

2. Apa nama toko di samping kiri toko mainan?

Jawab: .......................................................................................................

3. Apa nama toko di samping kanan toko mainan?

Jawab: ..............................................................................................................

4. Apa nama bangunan di depan toko mainan?

Jawab: ......................................................................................................

5. Ke mana arah toko mainan menghadap?

Jawab: .......................................................................................................

Skor Paraf Guru Paraf Orang Tua

Page 107: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

KISI-KISI PENULISAN SOAL

Nama Sekolah : Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Salsabila Jumlah Soal : 5 butir

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Pilihan Ganda : - butir

Kelas/Semester : IV/ I Isian : 5 butir

Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Uraian Terbatas : - butir

No

Urut

Kompetensi Yang Diujikan Materi Uraian Materi Indikator Soal Bentuk

PG Isian Uraian

1.

2.

3.

4.

5.

Standar Kompetensi :

Mendengarkan penjelasan

tentang petunjuk denah dan

simbol daerah/lambang korps

Kompetensi Dasar :

Membuat gambar/daerah

berdasarkan penjelasan yang

didengar

Denah Denah merupakan petunjuk. Jika

denah dijelaskan secara lisan, diperlukan

keterampilan menyimak yang baik. Hal

ini sama ketika kita mendengarkan

petunjuk dari sumber lain, seperti brosur.

Pada saat penjelasan denah

diperdengarkan, kamu harus

memperhatikan petunjuk atau informasi

di dalamnya. Agar mudah dipahami,

kamu dapat menggambar tempat yang

dimaksud.

Sebagai murid baru, Anton bertanya

kepada siswa bernama Dodi. Anton ingin

tahu keadaan kelasnya. Inilah penjelasan

Dodi dan Anton mendengarkannya

dengan seksama.

Kelas IV itu menghadap ke barat.

Jumlah bangku sebanyak dua puluh buah.

Lemari buku diletakkan di depan kelas

dekat pintu masuk. Meja guru

menghadap bangku siswa.

Ketika Dodi menjelaskan, Anton

Menuliskan nama siswa yang

kelasnya dibuat menjadi denah

Menuliskan arah kelas empat

menghadap

Menuliskan hasil menghitung

jumlah bangku dalam kelas

Menuliskan benda yang berhadapan

langsung dengan meja guru

Menuliskan letak lemari buku

Page 108: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

sibuk membuat denah kelas IV itu.

Berikut ini gambar yang dibuat Anton.

Keterangan:

PM : pintu masuk A-T : bangku siswa

LB : lemari buku MG : meja guru PT : papan tulis

Denah Kelas IV

U

B T

S

PM

P Q R TS

K L M N O

F G H I J

D C B A E

LB MG

PT

Page 109: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui

KISI-KISI PENULISAN SOAL

Nama Sekolah : Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Salsabila Jumlah Soal : 5 butir

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Pilihan Ganda : - butir

Kelas/Semester : IV/ I Isian : 5 butir

Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Uraian Terbatas : - butir

No

Urut

Kompetensi Yang Diujikan Materi Uraian Materi Indikator Soal Bentuk

PG Isian Uraian

1.

2.

3.

4.

5.

Standar Kompetensi :

Mendengarkan penjelasan

tentang petunjuk denah dan

simbol daerah/lambang korps

Kompetensi Dasar :

Membuat gambar/daerah

berdasarkan penjelasan yang

didengar

Denah Toko mainan terletak di jalan Nuri.

Toko itu terletak di antara toko buku dan

toko sepatu. Toko itu menghadap ke arah

selatan dan berseberangan dengan Bank

Artapura.

Toko Sepatu Toko Mainan Toko Buku

u

Bank Artapura

Menuliskan nama jalan toko

mainan

Menuliskan nama toko di samping

toko mainan

Menuliskan nama toko di samping

kanan toko mainan

Menuliskan nama bangunan di

depan toko mainan

Menuliskan arah toko mainan

menghadap

Page 110: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui
Page 111: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui
Page 112: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PENJELASAN DENAH …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31460/3/DESI... · peningkatan keterampilan menyimak penjelasan denah melalui