Gizi Reproduksi

  • Published on
    20-Jun-2015

  • View
    1.076

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

<p>BAB II GIZI SEIMBANG UNTUK IBU HAMILA. KehamilanKehamilan adalah suatu proses pembuahan dalam rangka melanjutkan keturunan sehingga menghasilkan janin yang tumbuh di dalam rahim seorang wanita Tanda-tanda kehamilan menurut Dainur (1994) : 1. Haid yang biasanya teratur pada bulan berikutnya berhenti. 2. Payudara mulai membesar dan mengeras. 3. Pagi hari sering muntah-muntah, kadang-kadang pusing dan mudah letih. 4. Perut makin lama membesar dan pada hamil 6 bulan puncak rahim sekitar setinggi pusat. 5. Sifat-sifat ibu berubah-ubah, misalnya ibu lebih suka makan yang asam-asam, rujak, mudah tersinggung dan sebagainya adalah normal. Kehamilan merupakan masa kehidupan yang penting. Dimasa ini ibu harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menyambut kelahiran bayinya. Ibu yang sehat akan melahirkan bayi sehat. Salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap kesehatan ibu adalah keadaan gizi ibu (Depkes RI, 2000). Para ahli sepakat bahwa perawatan gizi pra-kehamilan juga amat penting. Artinya, setidaknya tiga bulan sebelum anda berencana hamil, anda harus mempersiapakn diri melalui makanan bergizi dan kesehatan badan, dan mulai mengubah kebiasaan makan</p> <p>1</p> <p>anda yang kurang sehat demi kesehatan bayi anda nantinya. Sehingga pada saat anda hamil, badan anda sudah terkondisikan dengan sangat baik untuk pertumbuhan janin. Minggu-minggu pertama kehamilan adalah masa di mana organ tubuh yang penting terbentuk. Kekurangan gizi pada saat ini dapat menimbulkan kelainan pada bayi atau bahkan kelahiran prematur. Karena itu, gizi seimbang penting untuk pertumbuhan janin. Susunlah menu makananan anda secara seimbang dan bervariasi selama kehamilan anda. Pastikan anda mengkonsumsi makanan segar untuk memaksimalkan asupan vitamin. Kapsul vitamin dan obat suplemen bukanlah pengganti gizi makanan seimbang. Ketika seorang wanita dinyatakan hamil, perubahan fisiologis tubuh turut berubah, sehingga kebutuhan gizinya pun juga berubah. Perubahan paling nyata adalah bertambahnya berat badan. Selama kehamilan 9 bulan, berat badan wanita hamil umumnya bertambah sekitar 6 - 12 kg. Selama tiga bulan pertama, pertambahan berat badan sangat lambat yakni sekitar 1,5 kg. Pada trimester kedua dan ketiga pertambahan berat badan ibu hamil akan mencapai 4 ons per minggu sehingga pada akhir kehamilan beratnya bertambah 12 kg. Berat badan selama hamil adalah cerminan output dari produk kehamilan dan perubahan dalam tubuh ibu itu sendiri. Seperti bertumbuhnya fetus (janin), plasenta, dan cairan amnion. Berat totalnya bisa mencapai 5 kg. Sisanya sekitar 7 kg berisi deposit lemak yang menempel pada tubuh ibu, pertambahan volume darah ibu serta pertambahan ukuran payudara dan rahim.</p> <p>B. Kebutuhan Gizi Masa HamilMasa kehamilan merupakan masa yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia masa depan, karena tumbuh kembang anak sangat ditentukan kondisinya dimasa</p> <p>2</p> <p>GIZI</p> <p>REPRODUKSI</p> <p>janin dalam kandungan. Dengan demikian jika keadaan kesehatan dan status gizi ibu hamil baik, maka janin yang dikandungnya akan baik juga dan keselatan ibu sewaktu melahirkan akan terjalin. Sebaliknya jika keadaan kesehatan dan status gizi ibu hamil kurang baik (anemia) maka akan dapat berakibat janin lahir mati (prenatal death) dan bayi lahir dengan berat badan lahir dengan berat badan kurang dari normal (low birth weight) yang dikenal dengan istilah berat badan lahir rendah. Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untukpertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan, perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu.Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna. Bagi ibu hamil, pada dasarnya semua zat gizi memerlukan tambahan, namun yang seringkali menjadi kekurangan adalah energi protein dan beberapa mineral seperti Zat Besi dan Kalsium. Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira 80.000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. Hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil (Nasution, 1988). Energi yang tersembunyi dalam protein ditaksir sebanyak 5180 kkal, dan lemak 36.337 Kkal. Agar energi ini bisa ditabung masih dibutuhkan tambahan energi sebanyak 26.244 Kkal, yang digunakan untuk mengubah energi yang terikat dalam makanan menjadi energi yang bisa dimetabolisir. Dengan demikian jumlah total energi yang harus tersedia selama kehamilan adalah 74.537 Kkal, dibulatkan menjadi 80.000 Kkal. Untuk memperoleh besaran energi per hari, hasil penjumlahan ini kemudian dibagi dengan angka 250 (perkiraaan lamanya</p> <p>3</p> <p>kehamilan dalam hari) sehingga diperoleh angka 300 Kkal. Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. Kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan. Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah, pertumbuhan uterus, dan payudara, serta penumpukan lemak. Selama trimester III energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta. Karena banyaknya perbedaan kebutuhan energi selama hamil, maka WHO menganjurkan jumlah tambahan sebesar 150 Kkal sehari pada trimester I, 350 Kkal sehari pada trimester II dan III. Di Kanada, penambahan untuk trimester I sebesar 100 Kkal dan 300 Kkal untuk trimester II dan III. Sementara di Indonesia berdasarkan Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI tahun 1998 ditentukan angka 285 Kkal perhari selama kehamilan. Angka ini tentunya tidak termasuk penambahan akibat perubahan temperatur ruangan, kegiatan fisik, dan pertumbuhan. Patokan ini berlaku bagi mereka yang tidak merubah kegiatan fisik selama hamil. Sama halnya dengan energi, kebutuhan wanita hamil akan protein juga meningkat, bahkan mencapai 68 % dari sebelum hamil. Jumlah protein yang harus tersedia sampai akhir kehamilan diperkirakan sebanyak 925 g yang tertimbun dalam jaringan ibu, plasenta, serta janin. Di Indonesia melalui Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI tahun 1998 menganjurkan penambahan protein 12 g/hari selama kehamilan. Dengan demikian dalam satu hari asupan protein dapat mencapai 75100 g (sekitar 12 % dari jumlah total kalori); atau sekitar 1,3 g/ kgBB/hari (gravida mature), 1,5 g/kg BB/hari (usia 15-18 tahun), dan 1,7 g/kg BB/hari (di bawah 15 tahun). Bahan pangan yang dijadikan sumber protein sebaiknya (2/3 bagian) pangan yang bernilai biologi tinggi, seperti daging tak berlemak, ikan, telur,</p> <p>4</p> <p>GIZI</p> <p>REPRODUKSI</p> <p>susu dan hasil olahannya. Protein yang berasal dari tumbuhan (nilai biologinya rendah) cukup 1/3 bagian.Kenaikan volume darah selama kehamilan akan meningkatkan kebutuhan Fe atau Zat Besi. Jumlah Fe pada bayi baru lahir kira-kira 300 mg dan jumlah yang diperlukan ibu untuk mencegah anemia akibat meningkatnya volume darah adalah 500 mg. Selama kehamilan seorang ibu hamil menyimpan zat besi kurang lebih 1.000 mg termasuk untuk keperluan janin, plasenta dan hemoglobin ibu sendiri. Berdasarkan Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi Tahun 1998, seorang ibu hamil perlu tambahan zat gizi rata-rata 20 mg perhari. Sedangkan kebutuhan sebelum hamil atau pada kondisi normal rata-rata 26 mg per hari (umur 20 45 tahun). Saat hamil seorang wanita memerlukan asupan gizi lebih banyak. Mengingat selain kebutuhan gizi tubuh, wanita hamil harus memberikan nutrisi yang cukup untuk sang janin Masa kehamilan menjadi saat yang dinanti dan membahagiakan. Untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan buah hati berkembang normal, wanita hamil harus memiliki pola hidup yang sehat. Seperti makan makanan yang bergizi, cukup olahraga, istirahat, serta menghindari alkohol dan tidak merokok. Tentu dengan harapan janin dapat berkembang dengan normal dan telrahir dengan selamat dan sehat. Selain untuk mencukupi kebutuhan tubuh, ibu hamil juga harus mencukupi berbagi nutrisi dengan janin. Karenanya wanita hamil memerlukan angka Kecukupan gizi (AKG) yang lebih tinggi dibandingkan wanita yang sedang tidak hamil. Kekurangan gizi selama kehamilan bisa menyebabkan anemia gizi, bayi terlahir dengan berat badan rendah, bahkan bisa menyebabkan bayi lahir cacat.Masalah yang dijumpai pada masa kehamilan salah adalah anemia gizi besi. Dan KEK. Anemi merupakan suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah lebih rendah dari pada nilai normal menurut kelompok orang tertentu Sebagian besar</p> <p>5</p> <p>penyebab anemia di Indonesia adalah kekurangan besi yang berasal dari makanan yang dimakan setiap hari dan diperlukan untuk pembentukan hemoglobin sehingga disebut anemia kekurangan besi.Anemia Gizi Besi (AGB) terutama banyak diderita oleh wanita hamil, wanita menyusui dan wanita usia subur pada umumnya, karena fungsi kodrati (haid, hamil, melahirkan dan menyusui). Karena itu menyebabkan kebutuhan Fe atau zat besi pada masa hamil relatif lebih tinggi ketimbang kelompok lain. Kelompok lain yang rawan AGB adalah anak balita, anak usia sekolah dan buruh serta tenaga kerja berpenghasilan rendah (Depkes RI, 1995). Defisiensi Fe di Indonesia merupakan problema defisiensi nasional, dan perlu ditanggulangi secara serius dengan liputan nasional pula. Upaya prevensi belum diprogramkan secara menyeluruh, baru diberikan suplemer preparat ferro kepada para ibu hamil yang memeriksakan diri ke Puskesmas, RS atau dokter. Banyak berpantang makanan tertentu dan pola makan yang tidak baik selagi hamil dapat memperburuk keadaan anemia gizi besi, pola makan yang tidak memenuhi gizi seimbang dan sedikit bahan makanan sumber Fe seperti daging, ikan, hati atau pangan hewani lainnya merupakan salah satu faktor. Penyebab anemia. Karena pangan hewani merupakan sumber zat besi yang tinggi absorbsinya. Untuk itu pandangan yang salah mengenai makanan pantangan ketika ibu hamil harus dihapus untuk mengurangi resiko anemia zat besi pada ibu hamil (Wirakusumah, 1998). Oleh sebab itu, pemeliharaan gizi semasa hamil sangat penting. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan gizi ibu yang sedang hamil adalah sebagai berikut 1. Pengawasan dan pemantauan pertumbuhan janin 2. Pencegahan dini terhadap defisiensi gizi. Berbagai defisiensi gizi sering terjadi semasa kehamilan. Anemia gizi karena</p> <p>6</p> <p>GIZI</p> <p>REPRODUKSI</p> <p>kekurangan zat besi (Fe) merupakan jenis defisiensi yang paling banyak terjadi. 3. Pengaturan makanan semasa hamil. Ada beberapa keadaan yang mengharuskan pengaturan makanan dengan baik semasa hamil yaitu: a. Kebutuhan gizi ibu yang meningkat dengan pesat, bukan saja untuk keperluan pertumbuhan janin tetapi juga karena metabolisme meningkat oleh terjadinya perubahan keseimbangan hormonal. b. Pada awal kehamilan sering nafsu makan tidak begitu baik karena timbulnya rasa mual dan pusing. c. Ibu juga harus memberikan cadangan beberapa jenis zat gizi dalam jumlah yang cukup dalam tubuh bayinya pada waktu bayi itu lahir. d. Gizi buruk karena kesalahan dalam pengaturan makanan membawa dampak yang tidak menguntungkan bukan hanya bagi ibu tetapi juga bagi bayi yang akan lahir (Sjahmien Moehji, 2003). Pola makan adalah cara seseorang atau kelompok orang dalam memilih makanan dan memakannya sebagai tanggapan terhadap pengaruh fisiologi, psikologi budaya dan sosial. Sedangkan makanan adalah bahan yang dimakan untuk memenuhi kebutuhan tubuh untuk pertumbuhan, kerja dan perbaikan jaringan tubuh). Pada wanita hamil kebutuhan zat gizi akan mengalami penambahan kebutuhan dan dipengaruhi juga oleh status gizi sebelum ia hamil. Penambahan kebutuhan ini terjadi karena pertumbuhan janin hampir sama sekali tergantung pada penyediaan zat gizi dari tubuh wanita yang hami). Menu seimbang adalah menu yang terdiri dari beraneka ragam makanan dalam jumlah dan proporsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh dan proses kehidupan</p> <p>7</p> <p>serta pertumbuhan dan perkembangan. Pedoman pola menu seimbang yang dikembangkan sejak tahun 1950 dan telah mengakar dikalangan masyarakat luas adalah pedoman menu 4 sehat 5 sempurna. Pedoman ini pada tahun1995 telah dikembangkan menjadi pedoman umum gizi seimbang yang memuat 13 pesan dasar gizi seimbang. Dalam pedoman umum gizi seimbang (PUGS) susunan makanan yang dianjurkan adalah yang menjamin keseimbangan zat-zat gizi. Hal ini dapat dicapai dengan mengkonsumsi beraneka ragam makanana tiap hari. Tiap makanan dapat saling melengkapi dalam zat-zat gizi yang dikandungnya. Pengelompokan bahan makanan disederhanakan yaitu didasarkan pada tiga fungsi utama zat-zat gizi yaitu sebagai : 1. Sumber energi atau tenaga 2. Sumber zat pembangun dan 3. Sumber zat pengatur. Untuk mencapai gizi seimbang hendaknya susunan makanan sehari terdiri dari campuran ketiga kelompok bahan makanan tersebut. Dari tiap kelompok dipilih satu atau lebih jenis bahan makanan. Bahan makanan yang terdapat dalam tiap kelompok bahan makan sebagai berikut : 1. Sumber energi atau tenaga : Padi-padian, tepung, umbiumbian, sagu, pisang. 2. Sumber zat pengatur : sayur-sayuran dan buah-buahan 3. Sumber zat pembangun : ikan , daging, telur, susu, kacangkacangan dan hasil olahannya seperti tempe, tahu dan oncom. Gizi dalam masa kehamilan sangat penting. Bukan saja karena makanan yang diperoleh mempengaruhi hasil kehamilan tetapi juga pada keberhasilan menyusui. Wanita hamil membutuhkan gizi lebih banyak dari pada wanita tidak hamil.Selama kehamilan, terjadi penyesuaian metabolisme dan fungsi tubuh terutama dalam hal mekanisme dan penggunaanGIZI</p> <p>8</p> <p>REPRODUKSI</p> <p>energi. Wanita hamil harus betul-betul mendapat perhatian susunan dietnya, terutama mengenai jumlah kalori, protein yang berguna untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan turunnya kadar hemoglobin (anemia), abortus, perdarahan pasca persalinan, sepsis puerperalis. Zat-zat yang diperlukan protein, karbohidrat, zat lemak, mineral atau bermacam-macam garam terutama kalsium, fosfor dan zat besi, vitamin dan air diperoleh dari konsumsi makanan setiap hari. Konsumsi makanan adalah jumlah makanan tunggal/beragam yang dimakan oleh seseorang atau kelompok orang dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan fisiologis dan sosiologis. Tujuan konsumsi makanan ditinjau dari aspek gizi adalah untuk memperoleh sejumlah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Untuk menilai tingkat konsumsi makan diperlukan suatu baku angka kecukupan gizi yang dianjurkan (AKG). Makanan Ibu Hamil, pada kehamilan Tri Wulan I biasanya nafsu makan ibu kurang dan sering timbul rasa mual dan ingin muntah. Namun makanan ibu hamil harus tetap diberikan seperti biasa. Berikan makanan dengan porsi kecil tetapi sering dan yang segar-segar, misalnya susu, telur, buah-buahan seperti sari buahbuahan, jeruk, sup dan lain-lain atau makanan ringan lainnya seperti biskuit atau selera ibu masing-masing. Pada kehamilan Tri Wulan II nafsu makan ibu biasanya sudah meningkat, kebutuhan akan zat sepert...</p>