Click here to load reader

Gambaran faktor faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian asi eksklusif di wilayah puskesmas katobu tahun 2013

  • View
    920

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Gambaran faktor faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian asi eksklusif di wilayah...

  • 1. BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangPada era modernisasi saat ini, tingkat teknologi dan pengetahuanberkembang semakin pesat, perlu diimbangi dengan sumber daya manusia(SDM) yang berkualitas sehingga antara teknologi dan sumber dayamanusianya dapat berjalan secara dinamis. Untuk mencapai hal tersebut,salah satu faktor yang sangat berperan adalah peningkatan kesehatan dangizi. Karena dalam tubuh yang sehat dan bergizi akan membantu kecerdasandan intelektual. Dengan ilmu pengetahuan akan menjadi salah satu tolak ukurSDM yang berkualitas akan tercapai (Zainuddin, 2008).Untuk mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas, maka kitaperlu memelihara gizi anak sejak bayi berada dalam kandungan. Bayi dananak yang mendapat makanan bergizi akan tumbuh menjadi anak yang sehat,cerdas dan terhindar dari berbagai penyakit infeksi. Nutrisi memegangperanan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Nutrisi yangterbaik bagi bayi adalah Air Susu Ibu (ASI) yang diberikan pada bayi sampaiusia enam bulan hanya ASI saja tanpa diberi makanan tambahan.Karena ASImudah di dapat, selalu tersedia,siap diminum tanpa adanya persiapan khusus(Zainuddin, 2008).Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO),2001 mengatakan bahwaASIeksklusif selama enam bulan pertama adalah makanan yangterbaik.ASIeksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman

2. tambahan lain pada bayi berusia nol sampai enam bulan, bahkan air putih puntidak boleh diberikan pada tahap ini. Karena itu pada enam bulan pertamamembutuhkan perhatian khusus dalam pemberian ASI.Dengan adanya modernisasi telah menggeser paradigma menyusui ASIseolah telah menjadi sesuatu yang kuno dan tidak modern sehingga banyakkaum ibu muda enggan memberikan ASI kepada anaknya dengan dalihmerusak penampilan, merepotkan dan membuang waktu karena merasa adasusu formula yang bisa menggantikan ASI ( Depkes, 2001:31 ).Faktor yang dapat mempengaruhi dalam keberhasilan pemberian ASIeksklusif seperti mitos-mitos yang sering menghambat dalam pemberian ASIeksklusif diantaranya bayi yang menangis karena ingin makan, faktor lainnyaadalah pengetahuan, pendidikan, usia ibu, paritas, pekerjaan, pengaruh orangtua dalam keluarga serta kurangnya informasi mengenai ASI eksklusif daripihak kesehatan maupun media lain seperti media televisi. Jarang sekali iklanatau kesempatan di media televisi yang menayangkan tentang manfaat dankeunggulan ASI eksklusif lebih gencar promosi susu formula yang dikemassedemikian menarik menunjukkan kelebihannya (Depkes RI, 2002 :1).Padahal banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam programmembantu menigkatkan keberhasilan ASI eksklusif diantaranya programInisiasi Menyusui Dini ( IMD ). Bayi baru lahir agar diletakan diatas dadaibunya untuk memulai menyusui. Bayi diharapkan terbiasa mendapat ASIsejak dini. Menyediakan pojok ASI untuk layanan konsultasi masalah ASI 3. dan memberikan waktu luang pada ibu bekerja untuk memeras ASI-nyasupaya tetap bisa memberikan ASI eksklusif pada bayinya.Meskipun ASI sangat besar manfaatnya bagi bayi, namun berdasarkanSurvei Demografi dan Kesehatan Indonesia ( SDKI ) pada tahun 2006-2007,pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia 2 bulan hanya 64 %.Presentasi inimenurun menjadi 40 % pada bayi berusia 2-3 bulan dan 14 % pada bayiberusia 4-5 bulan dan hanya 4 % bayi mendapat ASI dalam satu jamkelahiran. Cakupan ASI eksklusif 4-5 bulan di perkotaan antara 45 %-12 %dan di pedesaan 4 %-25 % pencapaian ASI eksklusif 5-6 bulan di parkotaanberkisar 1%-13 %,sedangkan di pedesaan 2 %-13 % (Depkes RI 2007 ).Menurut hasil pendataan tahun 2012 ASI eksklusif di Indonesia barutercapai 42 % dari target 70 %, di Jawa Barat baru tercapai 45 % dari target80 %, dan di Kabupaten Muna baru 40,4 % dari target 70 %. Dari targetKabupaten di Puskesmas Katobu pencapaian ASI eksklusif masih jauh daritarget, baru mencapai 14,7 % ( Dinkes Kab Muna 2012).Setelah melakukan wawancara terhadap 10 ibu yang mempunyai bayidengan usia 6 11 bulan, berdasarkan pengetahuannya dimana hasilnyaadalah 7 orang menyatakan tidak tahu tentang ASI eksklusif dengan tingkatpendidikan yang rendah. Berdasarkan data tersebut, maka penulis tertarikuntuk melakukan penelitian tentang Gambaran faktor-faktor yangmempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Katobutahun 2013. 4. 1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang tersebut diatas maka penulis merumuskanmasalah ini adalah Bagaimana Gambaran Faktor faktor yangmempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Wilayah KerjaPuskesmas Katobu tahun 2013?1.3 Tujuan Penelitian1.3.1 Tujuan UmumUntuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhikeberhasilan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja PuskesmasKatobu tahun 2013.1.3.2 Tujuan Khususa. Mengetahui gambaran keberhasilan ASI eksklusif di WilayahKerja Puskesmas Katobu tahun 2013.b. Mengetahui gambaran pengetahuan yang mempengaruhikeberhasilan ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Katobutahun 2013.c. Mengetahui gambaran pendidikan yang mempengaruhikeberhasilan ASI eksklusif di Wilayah kerja Puskesmas Katobutahun 2013.d. Mengetahui gambaran paritas yang mempengaruhi keberhasilanASI eksklusif di Wilayah kerja Puskesmas Katobu tahun 2013. 5. 1.4 Manfaat Penelitian1.4.1 Manfaat TeoritisPenelitian ini dapat dijadikan dasar dan bahan acuan yangbermanfaat bagi pengembangan penelitian selanjutnya.1.4.2 Manfaat praktis1. Bagi Ibu MenyusuiSebagai bahan informasi kesehatan dalam memberikanASI eksklusif bagi ibu menyusui dengan memberikan pengetahuandan wawasan yang jelas tentang ASI eksklusif.2. Bagi PuskesmasSebagai bahan masukan bagiPuskesmas Katobu khususnyauntuk program KIA dan Gizi3. Bagi Program Studi DIII KebidananSebagai bahan referensi tambahan di perpustakaan AkademiKebidanan Yayasan Kesehatan Nasional (YKN) Bau-Bau Kerjasama Raha.4. Bagi PenelitiPenelitian ini untuk mengimplementasikan ilmu yang di dapatselama kuliah serta dapat memperluas wawasan dalam bidangpendidikan khususnya mengetahui tentang ASI eksklusif pada ibumenyusui. 6. BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Pengetahuan2.1.1 DefinisiMenurut Notoatmodjo (2007: 139-140) pengetahuan merupakanhasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaanterhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui pancaindramanusia yakni indra penglihatan, pendengaran, penginderaan,penciuman, rasa dan raba, sebagian besar pengetahuan diperolehmelalui mata dan telinga. Pengetahuan atau kognitif merupakandomain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang( over behavior).2.1.2 Tingkat Pengetahuan di dalam Domain KognitifMenurut Notoatmodjo (2005 : 50-52) terdapat enam tingkatandalam pengetahuan, yaitu :a. Tahu (know)Diartikan sebagai mengingat sesuatu materi yang telah dipelajarisebelumnya termasuk dalam pengetahuan tingkat ini adalahmengingat kembali (recall) sesuatu yang spesifik dari seluruhbahan yang dipelajari atau dirangsang yang telah diterima. 7. b. Memahami (comprehension)Kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yangdiketahui dan dapat menginpretasikan materi tersebut secarabenar.c. Aplikasi (Aplication)Kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajaripada situasi atau kondisi sebenarnya.d. Analisis (Analysis)Suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam komponen komponen tetapi masih ada kaitannya satusama lain.e. Sintesis (Syntesis)Suatu kemampuan untuk menghubungkan bagian bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru, dengan kata lainsintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi formulasi baru dari formulasi formulasi yang ada.f. Evaluasi (Evaluation)Berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi ataupenilaian terhadap suatu materi atau obyek, penilaian tersebutdidasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri ataumenggunakan kriteria yang ada. 8. 2.1.3 Perubahan (Adopsi) Perilaku dan IndikatornyaMenurut Notoatmodjo (2007 :146), perubahan atau adopsiperilaku baru adalah suatu proses yang kompleks dan memerlukanwaktu yang relatif lama. Secara teori perubahan perilaku atauseseorang menerima atau mengadopsi perilaku baru dalamkehidupannya melalui 3 tahap, yaitu:a. PengetahuanSebelum seseorang mengadopsi perilaku (berperilaku baru) iaharus tahu terlebih dahulu apa arti atau manfaat perilaku tersebutbagi dirinya atau orang lain.b. SikapSikap adalah penilaian (bisa berupa pendapat) seseorang terhadapstimulus atau objek.c. Praktik atau tindakanSetelah seseorang mengetahui stimulus atau objek kesehatan,kemudian mengadakan penilaian atau pendapat terhadap apa yangdiketahui. Proses selanjutnya diharapkan akan melaksanakan ataumempraktekan apa yang diketahui atau disikapinya (dinilai baik).2.1.4 Proses Adopsi PerilakuDari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa perilaku yangdidasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yangtidak didasari oleh pengetahuan. Penelitian Rogers dalamNotoatmodjo ( 2007 : 140) mengungkapkan bahwa sebelum orang 9. mengadopsi berperilaku baru, didalam diri orang tersebut terjadiproses yang berurutan, yakni sebagai berikut :a. Awarennes (kesadaran), yakni orang tersebut menyadari dalamarti mengetahui stimulus atau objek terlebih dahulu.b. Interest, yakni orang yang mulai tertarik pada stimulus.c. Evaluation (menimbang nimbang baik dan tidaknya stimulustersebut bagi dirinya), hal ini berarti sikap responden sudah lebihbaik.d. Trial, yaitu orang yang telah mencoba perilaku barue. Adoption (Adopsi), subjek telah berperilaku baru sesuai denganpengetahuan, kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus prilaku.Selanjutnya Rogers dalam Notoatmodjo ( 2007 : 140) menyimpulkanbahwa perubahan perilaku tidak selalu melewati tahap tahaptersebut diatas. Apabila penerimaan perilaku baru atau adopsi perilakumelalui proses seperti didasari oleh pengetahuan, kesadaran dan sikapyang positif maka perilaku tersebut akan bersikap langgeng ( longlasting), sebaliknya apabila perilaku itu tidak didasari olehpengetahuan dan kesadaran maka tidak akan beerlangsung lama.2.2 Pengukuran PengetahuanUntuk mengukur pengetahuan kesehatan adalah dengan mengajukanpertanyaan secara langsung (wawancara) atau melalui pertanyaan tertulis(angket). Indikator pengetahuan kesehatan adalah tingginya pengetahuan 10. responden tentang kesehatan atau besarnya presentasi kelompok respondententang variabel komponen kesehatan ( Notoatmodjo, 2005:53).Menurut Arikunto (2006:344) terhadap data yang bersifat kualitatif,maka pengolahannya dibandingkan dengan standar atau kriteria yang telahdibuat oleh peneliti.Penilaian angket tersebut berdasarkan kriteria sebagai berikut :1. Baik : Skor > 75 %Apabila responden dapat menjawab > 75 % dari semua pertanyaan.2. Cukup : Skor 60 75 %Apabila responden dapat menjawab 60 75 % dari semua pertanyaan .3. Kurang : Skor < 60 %Apabila responden dapat menjawab 60 % dari semua pertanyaan.2.3 Pendidikan2.3.1 PengertianSemakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin mudahdalam menerima informasi sehingga diharapkan makin banyak pulapengetahuan yang dimiliki. Dalam penelitian ini tingkat pendidikandikategorikan menjadi 2 kelompok yaitu pendidikan rendah (SD SLTA)dan pendidikan tinggi (>SMA Perguruan tinggi).Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakanuntuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok atau masyarakat 11. sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan(Notoatmodjo, S 2007).Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2001) pendidikan adalahpengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalamusaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan penelitian.2.3.2 ParitasParitas adalah jumlah janin dengan berat badan lebih dari 500 gramyang pernah dilahirkan, hidup maupun mati, bila berat badan tidakdiketahui, maka dipakai umur kehamilan lebih dari 24 minggu ( Sumarah,2009:2).Paritas 1-2 merupakan paritas paling aman ditinjau dari sudut kematiammaternal. Paritas tinggi mempunyai angka kematian maternal lebih tinggi (Hanifa, 2005:71). Klasifikasi paritas menurut Saifuddin, 2007 adalahsebagai berikut :a. Paritas rendah: 1 -2b. Paritas tinggi: > 2Pengalaman dalam kehamilan atau persalinan sebelumnya akan sangatberpengaruh terhadap pengetahuan ibu tentang kehamilan dan persalinan.Pengetahuan ibu tentang perawatan kehamilan pada ibu yang sudah hamilakan lebih baik jika dibandingkan dengan ibu yang belum pernah hamil.Untuk lebih menanggapi dan menghayati terhadap perilaku baru sehinggapengalaman akan membentuk sikap positif atau negatif jika ibu yang 12. mempunyai pengalaman akan bersikap positif akan tetapi sebaliknya ibuyang belum pengalaman sama sekali cenderung akan bersikap negatif.2.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi perilakuMenurut Lawrence Green (1999:74) faktor-faktor yangmempengaruhi perilaku adalah sebagai berikut:a. Faktor predisposisi (predisposisi predisposing factors)Faktor predisposisi merupakan faktor anteseden terhadap perilakuyang menjadi dasar atau motivasi bagi perilaku, yang termasuk dalamfaktor ini adalah pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, norma sosialdan pengalaman.b. Faktor pemungkin atau pendukung (enabling factors )Faktor pemungkin adalah faktor anteseden terhadap perilaku yangmemungkinkan suatu motivasi atau aspirasi terlaksana, yang termasukdalam faktor ini adalah keterampilan, fasilitas, sarana atau prasaranayang mendukung terjadinya perilaku seseorang atau masyarakat.c. Faktor penguatFaktor penguat merupakan faktor penyerta perilaku atau yangdatang sesudah perilaku itu ada. Hal hal yang termasuk dalam faktorini adalah keluarga, teman, petugas kesehatan. 13. 2.5. ASI Eksklusif2.5.1 Definisi ASI EksklusifMenurut Lawrence tahun 1999 dalam Sukini (2006:11) ASIadalah suatu bahan makanan alami yang sempurna dengan mengandunglebih dari 2000 unsur pokok dan terus menerus berubah sesuai dengankebutuhan bayi. Bayi sebaiknya disusui eksklusif yaitu diberi ASI sajaselama 6 bulan pertama kehidupannya tanpa ditambah makanan cairatau padat kecuali dalam keadaan yang sangat jarang. Hal ini mungkindapat membawa kuman, mencetuskan alergi, menyebabkan bayikenyang dan menyusu sebaiknya dipertahankan sampai setidaknya bayiberusia 2 tahun dengan makanan pendamping ASI yang sesuai sejak 6bulan (WHO dan Unicef, 2001).ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minumantambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan airputih tidak ditambahkan dalam tahap ASI eksklusif ini (depkes RI2004). ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalamproses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Rendahnya pemahamanibu, keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya ASI bagi bayimengakibatkan pemberian ASI eksklusif tidak berlangsung secaraoptimal (Prastyono, 2009).Sebagai tujuan global untuk meningkatkan kesehatan dan menumakanan bayi secara optimal maka semua ibu dapat memberikan ASIeksklusif dan semua bayi diberi ASI ekslkusif sejak lahir sampai 14. berusia 6 bulan. Setelah berumur 6 bulan bayi dapat diberi makananpendamping atau padat yang benar dan tepat,sedangkanASI tetapditeruskan sampai usia 2 tahun. Pemberian makanan untuk bayi yangideal seperti ini dapat dicapai dengan menciptakan pengertian sertadukungan dari lingkungan sehingga para ibu dapat menyusui secaraeksklusif (Roesli, 2005).2.5.2 Manfaat ASI EksklusifBagi ibu dan bayi ASI eksklusif mengakibatkan mudahterjalinnya ikatan kasih sayang yang mesra antara ibu dan bayi barulahir. Hal ini merupakan keuntungan awal dari menyusui secaraeksklusif. Bagi bayi tidak ada yang lebih berharga daripada ASI. Hanyaseorang ibu yang dapat memberikan makanan terbaik bagi bayinya.Selain dapat meningkatkan kesehatan dan kepandaian secara optimal,ASI juga membuat anak menjadi potensial memiliki perkembangansosial yang baik (Roesli, 2005).Manfaat ASI menurut Prasetyono (2009) dan Roesli (2005) adalahsebagi berkut :1. Manfaat ASI bagi bayia. ASI sebagai nutrisib. ASI meningkatkan daya tahan tubuh.c. Meningkatkan kecerdasan.d. Menyusui meningkatkan jalinan kasih saying. 15. e. Sebagai makanan tunggal untuk memenuhi semua kebutuhanpertumbuhan bayi sampai usia enam bulan.f. Mengandung asam lemak yang diperlukan otak sehingga bayiyang diberi ASI eksklusif potensial lebih pandai.g. Mengurangi resiko terkena penyakit kencing manis, kankerpada anak dan mengurangi kemungkinan menderita penyakitjantung.h. Menunjang perkembangan motorik sehingga bayi yang diberiASI eksklusif akan lebih cepat bisa jalan.i. Menunjang perkembangan kepribadian emosional,kematangan spiritual dan hubungan sosial yang baik.2. Manfaat ASI bagi Ibua. Mengurangi perdarahan setelah melahirkan. Apabila bayisegera disusui segera setelah dilahirkan, maka kemungkinanterjadinya perdarahan setelah melahirkan akan berkurangkarena kadar oksitosin meningkat sehingga pembuluh darahmenutup dan perdarahan akan akan lebih cepat terhenti.b. Mengurangi terjadinya anemia.c. Menjarangkan kehamilan. Menyusui merupakan carakontrasepsi yang aman, murah dan cukup berhasil. Selama ibumemberi ASI eksklusif dan belum haid, 98 % tidak akanhamil pada enam bulan pertama setelah melahirkan dan 96%tidak akan hamil sampai bayi berusia 12 bulan. 16. d. Mengecilkan rahim, kadar oksitosin ibu yang menyusui akanmembantu rahim kembali ke ukuran sebelum hamil.e. Menurunkan kanker payudara.f. Pemberian ASI membantu mengurangi beban kerja ibu karenaASI tersedia kapan dan dimana saja. ASI selalu bersih, sehatdan tersedia dalam suhu yang cocok.g. Lebih ekonomis dan murah.h. ASI dapat segera diberikan pada bayi tanpa harus menyiapkan,memasak, air dan tanpa harus mencuci botol.i. Memberi kepuasan bagi ibu, ibu yang berhasil memberikan ASIeksklusifakan merasakan kepuasan, kebanggaan dankebahagiaan yang mendalam.3. Manfaat ASI bagi Keluargaa. Tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membeli susuformula botol susu serta gas untuk merebus air, susu danperalatan lainnya.b. Menghemat biaya perawatan kesehatan karena bayi yangdiberiASIeksklusif lebih sehat atau jarang sakit.c. Menghemat waktu keluarga.d. Menghemat tenaga keluarga karena ASI selalu siap tersedia. 17. e. Menyusui sangat praktis, karena dapat diberikan dimana saja.Keluarga tidak perlu repot membawa botol susu, susu formula,air panas, dan lain sebagainya ketika bepergian.4. Manfaat ASI bagi Negaraa. Menghemat devisa negara karena tidak perlu mengimporsusu formula dan peralatan lainnya.b. Bayi sehat membuat negara lebih sehat.c. Penghematan pada sektor kesehatan, karena jumlah bayi yangsakit hanya sedikit.d. Memperbaiki kelangsungan hidup anak dengan menurunkanangka kematiane. Melindungi lingkungan karena tidak ada pohon yangdigunakan sebagi kayu bakar untuk merebus air, susu danperalatannya.f. Menciptakan generasi penerus bangsa yang tangguh danberkualitas untuk membangun negara karena anak yangmendapat ASI dapat bertumbuh kembang secara optimal2.5.3 Produksi ASIASI diproduksi / dibuat oleh jaringan kelenjar susu atau pabrikASI, kemudian disalurkan melalui susu kedalam gudang susu yangterdapat dibawah daerah berwarna gelap atau coklat tua disekitarputing susu. Gudang susu sangat penting artinya karena merupakantempat penampungan ASI (Soetjiningsih, 2007) 18. ASI diproduksi atas hasil kerja gabungan antara hormon danreflex. Proses terjadinya pengeluaran air susu dimulai ataudirangsang oleh hisapan mulut bayi. Gerakan tersebut merangsangkelenjar pituitary anterior untuk memproduksi sejumlah hormonprolaktin, yaitu hormon utama yang mengendalikan pengeluaran airsusu.Proses pengeluaran susu juga tergantung pada let downreflex, yaitu reflex pengaliran atau pelepasan ASI. Hisapan bayi iniakan merangsang `kelenjar pituitary posterior untuk menghasilkanhormon oksitosin, yang dapat merangsang serabut otot halus didalamdinding saluran susu agar membiarkan susu dapat mengalir secaralancar (Roesli, 2007).Faktor faktor yang mengakibatkan reflex let down adalah;melihat bayi, mendengarkan suara bayi mencium bayi danmemikirkan bayi, atau ibu dalam keadaan tenang sedangkan faktor faktor yang menghambat reflex let down adalah; stress sepertikeadaan bingung atau pikiran kacau, takut dan cemas, juga apabilaibu merasa marah, kesal juga malu menyusui ( Soetdjiningsih, 2007).2.5.4 Komposisi ASIKomposisi air susu ibu atau ASI berlainan dengan komposisisusu mamalia lainnya karena komposisi ASI setiap mamaliadisesuaikan dengan laju pertumbuhan jenisnya sendiri, seperti susu 19. sapi, komposisinya disesuaikan dengan laju pertumbuhan anak sapi,air susu ibu disesuaikan dengan laju pertumbuhan anak manusia.Memang ASI manusia merupakan salah satu ASI yangterencer sehingga bayi harus sering menyusu pada ibunya. Inimerupakan hal yang baik, karena akan menyebabkan terjalinnyahubungan ibu anak yang lebih sering. Hal ini akan memastikanterdapatnya perhatian dan perawatan yang intensif untungkelangsungan hidup serta pertumbuhan bayi manusia.ASI adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, lactosedan garam garam organik yang disekresi oleh kedua kelenjarpayudara ibu, sebagai makanan utama bayi. Komposisi ASI initernyata tidak konsisten dan tidak sama dari waktu kewaktu. Adapunperbedaan komposisi ASI dari hari ke hari yaitu kolostrum, air susutransisi/peralihan, air susu matang (mature).Menurut Prasetyono (2009) dan Roesli (2005) perbedaankomposisi ASI yang keluar dari hari pertama sampai hari keempatsetelah melahirkan sebagai berikut:a. KolostrumKolostrum merupakan ASI yang keluar dihari pertama sampaihari ke empat, mengandung cairan emas, cairan pelindung yangkaya zat anti infeksi dan berprotein tinggi. Cairan emas yangencer dan seringkali berwarna kuning atau dapat pula jernihyang mengandung sel hidup yang menyerupai sel darah putih 20. yang dapat membunuh kuman penyakit. Kolostrum jugamerupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan mekoniumdari usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan salurantersedia. Menyusui sangat praktis, karena dapat diberikandimana saja dan kapan saja. Kolostrum lebih banyakmengandung protein, dan zat anti infeksi 10-17 kali lebihbanyak dibanding dengan ASI yang matang. Volume kolostrumantara 150-300 ml/24 jam.b. ASI Transisi PeralihanASI transisi merupakan ASI yang keluar setelah kolostrumsampai sebelum menjadi ASI yang matang. Kadar protein makinmerendah, sedangkan kadar karbohidrat dan lemak makin tinggi.Volume akan makin meningkat.c. ASI matang atau matureASI matang merupakan ASI yang keluar pada sekitar hari ke-14dan seterusnya, komposisi relatif konstan. Pada ibu yang sehatdengan produksi ASI cukup, ASI merupakan makanan satu-satunyayang paling baik dan cukup untuk bayi sampai umurenam bulan. ASI tidak menggumpal jika dipanaskan.2.5.5 Manajemen LaktasiManajemen laktasi adalah upaya - upaya yang dilakukanuntuk menunjang keberhasilan menyusui. Dalam 21. pelaksanaannya terutama dimulai pada masa kehamilan, segerasetelah persalinan dan pada masa menyusui selanjutnya.Adapun upaya upaya yang dilakukan adalah persiapanmenyusui pada masa kehamilan (antenatal), Pada masa segerasetelah persalinan (prenatal) dan pada masa menyusuiselanjutnya (post-natal) (Depkes RI 2003).Menurut JNPK - KR (2008) dalam buku Asuhan PersalinanNormal, manajemen laktasi terdiri dari:a. Masa Kehamilan (Antenatal)1) KIE manfaat dan keunggulan ASI2) Meyakinkan ibu untuk menyusui bayinya3) Melakukan pemeriksaan kesehatan, kehamilan dan payudara4) Memantau kecukupan gizi ibu hamil5) Menciptakan suasana bahagia bagi keluarga terkait dengankehamilan ibu.b. Segera setelah bayi lahir1) Memberikan ASI dini/IMD2) Membina ikatan emosional dan kehangatan ibu dan bayi3) Jangan memberikan cairan atau makanan pada bayi4) Biarakan ibu dan bayi bersama dalam 1 jam pertama dansetelah asuhan bayi baru lahir selesaic. Masa Neonatal1) Menjamin pelaksanaan ASI eksklusif2) Rawat gabung ibu dan bayi 22. 3) Jaminan asupan ASI setiap bayi membutuhkan4) Melaksanakan cara menyusui yang benar5) Upaya tetap mendapat ASI jika ibu dan bayi tidak selalubersama6) Vitamin A dosis tinggi bagi ibu nifas.7) Bimbing ibu untuk mengenali tanda jika bayi sudahmendapatkan ASI yang cukup8) Anjurkan ibu untuk beristirahat, makan dan minum bagi diridan bayinya9) Rujuk ke konselor ASI jika ibu mengalami masalah menyusui.d. Masa Menyusui Selanjutnya1) Pemenuhan ASI eksklusif dalam enam bulan pertama2) Makanan pendamping dan ASI untuk 6 bulan kedua3) Memantau kecukupan gizi dan memberi cukup waktuistirahat bagi ibu menyusui.4) Memperoleh dukungan suami untuk menunjang keberhasilanASI eksklusif5) Mengatasi masalah menyusui. 23. 2.5.6 Alasan Pemberian ASI EksklusifBayi normal sudah dapat disusui segera setelah lahir. MenurutWiknjosastro tahun 2005 di dalam Siregar (2008) lamanya disusuihanya untuk satu atau dua menit pada setiap ibu yang melahirkankarena :a. Air yang pertama atau kolostrum mengandung beberapa bendapenangkis yang dapat mencegah infeksi pada bayi.b. Bayi yang minum ASI jarang menderita kelainan di saluranpencernaanc. Lemak dan protein ASI mudah mudah dicerna dan diserapsecara lengkap dalam saluran pencernaan.d. ASI tidak menyebabkan bayi gemuk berlebihan.e. ASI merupakan susu buatan alam yang lebih baik dari susubuatan manapun oleh karena mengandung benda penangkis, sucihama, segar dan tersedia setiap waktu.ASI diberikan kepada bayi karena mengandung banyakmanfaat dan kelebihan, diantaranya ialah menurunkan resikoterjadinya penyakit infeksi,ASI mengandung zat gizi yang tidak terdapat didalam susuformula. Komposisi zat dalam ASI antara lain 88,1% air, 3,8%lemak, 0,9% protein, 7% laktosa serta 0,2% zat gizi lainnya yangberupa Decosahexanoic Acid (DHA), Arachidonic Acid (AA) danShypnogelin (Prasetyono, 2009). 24. 2.5.7 Tujuh langkah keberhasilan ASI eksklusifTerdapat tujuh langkah untuk keberhasilan pemberian ASIsecara eksklusif. Langkah langkah ini sangat penting terutama bagiibu pekerja. Menyusui memang akan mempengaruhi seluruhkeluarga karena dukungan mereka sangat berharga.Langkah langkah yang terpenting dalam persiapankeberhasilan menyusui secara eksklusif menurut Roesli (2005)adalah sebagai berikut :a. Mempersiapkan payudara bila diperlukanb. Mempelajari ASI dan tatalaksana menyusuic. Menciptakan dukungan keluarga, teman dan sebagainya.d. Memilih tempat melahirkan yang sayang bayi seperti rumah sakityang sayang bayi atau rumah bersalin yang sayang bayie. Memilih tenaga kesehatan yang mendukung pemberian ASIeksklusiff. Mencari ahli persoalan menyusui seperti klinik laktasi ataukonsultasi laktasi (lactasion consultan) untuk persiapan apabilakita menemui kesukarang. Menciptakan suatu sikap yang positif tentang ASI danmenyusui. 25. BAB IIIMETODE PENELITIAN3.1 Jenis dan Rancangan Penelitian3.1.1 Jenis PenelitianJenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu suatumetode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untukmenggambarkan tentang suatu keadaan secara obyektif(Notoatmodjo, 2007:135)3.1.2 Rancangan PenelitianRancangan penelitian ini adalah pengumpulan data denganmenggunakan instrumen pengamatan langsung artinya penelitiandengan menggunakan alat evaluasi yang berbentuk pengamatanlangsung, dapat dilakukan dengan tes, angket, rekaman gambar danrekaman suara (Badriah, 2012;132)3.2 Lokasi dan Waktu PenelitianLokasi penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Katobu.Waktu pelaksanaan bulan Oktober 2013.3.3 Subjek Penelitian3.3.1 PopulasiPopulasi adalah sebagai kelompok subyek yang hendak dikenaigeneralisasi hasil penelitian. Sebagai suatu populasi, kelompok subyektersebut harus memiliki ciri-ciri atau karakteristik bersama yangmembedakannya dari kelompok subyek yang lain (Badriah, 2012: 55). 26. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui yang mempunyaibayi 6 bulan 11 bulan yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Katobutahun 2013 sebanyak 214 orang.3.3.2 Teknik Pengambilan SampelMenurut Badriah (2006:81) sampel adalah sebagian daripopulasi, karena ia merupakan bagian dari populasi tentulah iamemiliki ciri ciri yang dimiliki oleh populasinya. Sampel dalampenelitian ini adalah ibu menyusui yang mempunyai bayi berumur 6bulan 11 bulan sebanyak 60 orang, dilaksanakan pada saat posyandudari tanggal 19 Oktober 22 Oktober. teknik yang digunakan dalampenelitian ini yaitu teknik pengambilan acidental sampling.3.4 Variabel PenelitianMenurut Badriah (2012 ; 91), menyatakan bahwa variabel seringdisebut juga perubah, dalam setiap penelitian pasti melibatkan danmemusatkan perhatian pada variabel yang terjadi amatan. Variabel dapatdiartikan sebagai ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota anggotasuatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki sekelompok yang lain.Menurut Badriah ( 2012;93), variabel penelitian berdasarkanfungsinya dibagi menjadi beberapa macam, antara lain;1. Variabel bebas adalah suatu variabel yang Variasinya mempengaruhivariasi lain. Dalam hal ini yang menjadi variabel bebas adalahpengetahuan, pendidikan dan paritas. 27. 2. Variabel terikat adalah variabel penelitian yang diukur untuk mengetahuibesar efek atau pengaruh variabel lain. Variabel terikat dalam penelitianini adalah pemberian ASI eksklusif.3.5 Instrumen Pengumpulan DataMenurut Badriah (2012;114), instrumen data didefinisikan sebagaipengumpulan data yang telah baku atau alat pengukur data yang memilikiValiditas dan realibilitas.Untuk memperoleh informasi dari responden, dalam penelitian inimenggunakan alat pengukur data berupa kuesioner yang disusun sendirioleh peneliti. Kuesioner dalam penelitian ini dirumuskan dalam bentukpertanyaan tertutup, yang sudah disediakan jawabannya, sehinggaresponden dapat memilih dengan membubuhkan tanda ceklist () padakolom jawaban yang sesuai. Kuesioner pertanyaan tertutup yaitu mengenaipengetahuan responden. Tentang pemberian ASI eksklusif denganberpedoman pada tinjauan pustaka, kerangka konsep dan definisioperasional.Jumlah pertanyaan dalam kuesioner yaitu 20 pertanyaan. Untukpertanyaan positif, bila jawaban benar diberi skor 1, bila jawaban salahdiberi skore 0. Untuk pertanyaan negatif, bila jawaban benar diberi skor 0,bila jawaban salah diberi skor 1. 28. 3.6 Teknik Pengumpulan Data3.6.1 Sumber Data1. Data PrimerData primer adalah data yang diperoleh langsung daripenelitian dengan menggunakan alat pengukuran atau alatpengambilan data langsung dari subyek sebagai informasi yangdicari (Badriah,2012;126).Dalam penelitian ini data primer diperoleh dengan pengisiankuesioner oleh ibu menyusui yang mempunyai bayi berumur 6 12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Katobu tahun 2013.2. Data SekunderMenurut Badriah (2012;125), data sekunder adalah data yangdiperoleh lewat pihak lain, tidak langsung didapat oleh peneliti darisubyek penelitian. Dalam penelitian ini data sekunder diperolehdari Dinas Kesehatan Kabupaten Muna dan Puskesmas Katobutahun 2012.3.7 Rancangan Analisa Data3.7.1 Pengolahan DataDalam melakukan analisa data, terlebih dahulu data harusdiolah dengan tujuan mengubah data menjadi informasi. Dalam prosespengolahan data terdapat langkah langkah yang harus ditempuh(Hidayat, 2007;121 122) diantaranya:1. Editing 29. Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran datayang diperoleh atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan padatahap pengumpulan data atau setelah data terkumpul.2. CodingCoding merupakan kegiatan pemberian kode numeric (angka)terhadap data yang terdiri atas beberapa kategori. Pemberian kodeini sangat penting bila pengolahan dan analisa data menggunakankomputer.3. Data EntryData entry adalah kegiatan memasukan data yang telahdikumpulkan kedalam master tabel atau data base omputer,kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana atau denganmembuat tabel kontigensi.4. CleanningDimasukan kedalam master tabel, data yang tidak diperlukan akandibuang. Data data masuk maka selanjutnya dilakukanpengecekan apakah data yang masuk sudah benar dengan caramelihat variasi dalam bentuk distribusi.3.7.2 Analisa DataMenurut Notoatmodjo (2006;188), setelah dilakukanpengolahan data, akan dilakukan analisa data dengan menggunakananalisis statistik deskriptif. Pada umumnya analisis ini hanyamenghasilkan distribusi frekuensi dan prosentasi dari tiap variabel. 30. Analisis statistik deskriptif dalam penelitian ini dimaksudkan untukmengetahui gambaran pengetahuan, pendidikan dan paritas. yangdisajikan dalam bentuk tabel dan analisis prosentasi.Menurut Budiarto ( 2002;37), adapun untuk menghitungproporsi dari setiap variabel yang diteliti peneliti menggunakanrumus:P = f x 100 %nKeterangan :P = Persentasef = Frekuensin = Jumlah Responden 31. BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANPada bab ini akan diuraikan hasil penelitian dan pembahasan mengenaigambaran faktor faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASIeksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Katobu tahun 2013. Secara rinci hasilpenelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:4.1 Hasil PenelitianBerdasarkan hasil penelitian tentang gambaran faktor faktor yangmempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif di puskesmas Katobuyang meliputi pengetahuan, pendidikan dan paritas dengan dengan 60responden yang disajikan dalam bentuk tabel, analisis persentase.4.1.1 Gambaran Ibu dalam Pemberian ASI EksklusifDi bawah ini disajikan tabel mengenai gambaran pengetahuan ibudalam pemberian ASI eksklusif di wilayah puskesmas Katobu tahun2013 sebagai berikut:Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pemberian ASI eksklusif pada bayi umur611bulan Tahun 2013NoPemberian ASIeksklusifJumlah Persentase %1. Ya 29 48,32. Tidak 31 51,7Jumlah 60 100Sumber : Pengolahan Data Primer 2013 32. Berdasarkan data tabel 4.1 di atas dapat dijelaskan bahwasebagian besar responden tidak memberikan ASI eksklusif sebanyak31 orang (51,7%) dan responden yang memberikan ASI eksklusifsebanyak 29 orang (51,7%).4.1.2 Gambaran Pengetahuan Ibu dalam Pemberian ASI EksklusifDi bawah ini disajikan tabel mengenai gambaran Pengetahuan ibudi Wilayah Kerja Puskesmas Katobu tahun 2013 sebagai berikut:Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu tentang Pemberian ASIeksklusif Tahun 2013No Pengetahuaan Jumlah Persentase %1. Baik 20 33,32. Cukup 28 46,73. Kurang 12 20Jumlah 60 100Sumber : Pengolahan Data Primer 2013Berdasarkan data tabel di atas dapat dijelaskan bahwa sebagianbesar responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 28 orang(46,7%) dan sebagian kecil responden memiliki pengetahuan kurangsebanyak 20 orang (20%). 33. Tabel 4.3 Distribusi frekuensi pemberian ASI eksklusif berdasarkanpengetahuan.PengetahuanPemberian ASI EksklusifTotalYa Tidakn % n % n %Baik 12 60 8 40 20 100Cukup 15 53,6 13 46,4 28 100Kurang 2 16,6 10 83,4 12 100Jumlah 29 48,3 31 51,7 60 100Berdasarkan tabel diatas, responden dengan pengetahuan baikmemberikan ASI eksklusif sebanyak 60% dan yang tidak memberikanASI eksklusif sebanyak 40% sedangkan responden dengan pengetahuankurang tidak memberikan ASI eksklusif 83,4% dan yang memberikanASI eksklusif 16,6%..Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi pendidikan ibu di Puskesmas KatobuTahun 2013No Pendidikan Jumlah Persentase %1 Pendidikan Rendah 50 83,32 Pendidkan Tinggi 10 16,7Jumlah 60 100Sumber : Pengolahan Data Primer 2013Tabel 4.4 menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengantingkat pendidikan rendah sebanyak 50 orang (83,3%) dan pendidikantinggi sebanyak 10 orang (16,7%). 34. Tabel 4.5 Distribusi frekuensi Pemberian ASI Eksklusif berdasarkanpendidikanPendidikanPemberian ASIEksklusif TotalYa Tidakn % n % n %Pendidikan rendah ( SMA) 21 42 29 58 50 100Pendidikan tinggi (> SMA) 8 80 2 20 10 100Jumlah 29 48,3 31 51,7 60 100Pada tabel 4.5 menunjukkan hasil bahwa pada responden yangberpendidikan tinggi memiliki presentase lebih besar dalam memberikanASI eksklusif (80 %) dan yang tidak memberikan ASI eksklusif (20%).Sedangkan pada responden yang berpendidikan rendah tidak memberikanASI eksklusif 58% dan yang memberikan ASI eksklusif .42%.4.1.3 Gambaran Paritas ibu dalam Pemberian ASI EksklusifDi bawah ini disajikan tabel mengenai gambaran tingkat paritasibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Katobu tahun 2013sebagai berikut:Tabel 5.6 Distribusi Frekuensi paritas ibu di Puskesmas Katobu Tahun2013No Paritas Jumlah Persentase %1. Paritas Rendah 23 38,32. Paritas Tinggi 37 61,7Jumlah 60 100Sumber : Pengolahan data primer 2013 35. Berdasarkan data tabel di atas dapat dijelaskan bahwa sebagianbesar paritas responden yaitu paritas tinggi sebanyak 37 orang(61,7%) dan sebanyak 23 orang (38,3) paritas rendah.Tabel 5.7 Distribusi frekuensi Pemberian ASI Eksklusif berdasarkanparitasParitasPemberian ASI EksklusifTotalYa Tidakn % n % n %Paritas rendah (1 - 2) 6 26,1 17 73,9 23 100Paritas tinggi (>2) 23 62,2 14 37,8 37 100Jumlah 29 48,3 31 51,7 60 100Pada tabel diatas bahwa sebagian besar responden pada paritastinggi yang memberikan ASI eksklusif 62,2% dan 37,8% yang tidakmemberikan ASI eksklusif. Sedangkan paritas rendah yang memberikanASI eksklusif 26,1% dan yang tidak memberikan ASI eksklusif 73,9%. 36. 4.2 PembahasanBerdasarkan hasil penelitian dapat diuraikan pembahasan sebagaiberikut :4.2.1 Gambaran Keberhasilan Ibu dalam pemberian ASI EksklusifSebagian besar ibu tidak memberikan ASI eksklusif (51,7%),sedangkan yang memberikan ASI eksklusif adalah 48,3%.Hasil penelitian ini sesuai dengan data yang dilaporkan padabadan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2006 2007 bahwa pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia 5 6 bulantidak mengalami kenaikan yang signifikan, diperkotaan berkisar 1 % -13 %, sedangkan dipedasaan 2 % - 13 %. .Penelitian ini juga didukung oleh data yang ada di PuskesmasKatobu tahun 2012, bahwa target pencapaian ASI eksklusif masihjauh dari target yang ditetapkan oleh Kabupaten Muna yaitu 70 %.Target yang baru dicapai oleh puskesmas Katobu sebesar 14,7 % (DinkesKab. Muna 2012).4.2.2 Gambaran Pengetahuan ibu tentang ASI EksklusifHasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mempunyaipengetahuan cukup sebanyak 28 orang ( 46,7%), berpengetahuan kurangsebanyak 12 orang (20%) dan responden dengan pengetahuan baik sebanyak 20orang ( 33,3%). 37. Dalam penelitian ini, pengetahuan yang diteliti meliputi pengertian ASIeksklusif, manfaat ASI eksklusif, cara pemberian ASI eksklusif. Keberhasilandalam pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan.Sebagian besar mereka yang memberikan ASI eksklusif adalah dari kelompokberpengetahuan baik (60%).Pengetahuan tidak hanya didapat dari pendidikan formal saja, tetapi bisadidapat dari berbagai sumber seperti media massa, penyuluhan, pengalaman daninformasi dari orang lain. Dari 60 responden yang diteliti sebagian besarberpengetahuan cukup, hal ini kemungkinan disebabkan karena penyuluhandari petugas kesehatan yang cukup, informasi yang gencar dari media massa.Sesuai dengan penelitian Rogers dalam Notoatmodjo (2007 :140)Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan bersifat lebih langgeng dariperilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Hal ini berkaitan dengan hasilwawancara pada ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif dikarenakankurangnya pengetahuan tentang manfaat ASI eksklusif , ada yang mengetahuimanfaat ASI eksklusif tetapi tidak diaplikasikan secara nyata dengan alasanbayinya rewel, menangis karena lapar sehingga menghambat keberhasilanpemberian ASI eksklusif.4.2. 3 Gambaran Pendidikan Ibu tentang ASI EksklusifHasil Penelitian menunjukan sebagian besar responden berpendidikantinggi 83,3% sedangkan berpendidikan rendah sebanyak 16,7%.Tingkat pendidikan seseorang akan mempengaruhi perilaku dalammerubah polapikir seseorang artinya bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan 38. akan semakin meningkatkan pengetahuan untuk menyerap informasi danmeningkatkan kesadaran dalam pemberian ASI eksklusif. Hal ini sesuai denganteori yang dikemukakan oleh Notoatmodjo (2007) bahwa pendidikan secaraumum adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lainbaik individu, kelompok atau masyarakat, sehingga mereka melakukan apa yangdiharapkan oleh pelaku pendidikan.Ibu yang berpendidikan tinggi cenderung memberikan ASI eksklusifdikarenakan pola pikir dan pengetahuan yang lebih luas sehinggamenumbuhkan kesadaran dalam penerapan pemberian ASI eksklusif. Hasilpenelitian ini sesuai dengan teori yakni ibu yang memberikan ASI eksklusifdengan kategori pendidikan tinggi sebesar 80%. Sedangkan ibu dengan tingkatpendidikan yang rendah sebagian besar tidak memberikan ASI eksklusif(58%).Hasil ini dimungkinkan belum adanya kesadaran akan pentingnya ASIeksklusif, untuk itu diperlukan upaya untuk meningkatkan pemberian ASIeksklusif melalui konseling, penyuluhan tentang pentingnya ASI ksklusif,supaya ibu lebih memahami dan mempraktekannya.4.2.4 Gambaran Paritas Ibu tentang ASI EksklusifIbu yang menjadi responden dalam pendidikan ini sebagian besar terdiridari kelompok paritas tinggi, yaitu memiliki anak >2 (61,7%).Dan apabila dikaitkan dengan teori menurut Saifuddin (2007)pengalaman dalam kehamilan atau persalinan sebelumnya akan berpengaruhterhadap pengetahuan ibu. Ibu yang memberikan ASI eksklusif berdasarkanparitas, sebagian besar dari kelompok paritas tinggi yaitu 62,2%. 39. Dengan demikian dimungkinkan paritas tinggi lebih bisa menerapkanpemberian ASI eksklusif dikarenakan pengalaman sebelumnya denganpemberian ASI eksklusif anaknya menjadi sehat dan tidak mudah sakit, lebihpraktis dan menghemat biaya untuk membeli susu formula, serta menyadarimanfaat gizi dari ASI eksklusif sehingga ibu mau memberikannya. Sedangkanparitas rendah masih ada yang belum memberikan ASI eksklusif dikarenakanmasih belum adanya pengalaman , pengaruh dari orang tua dan keluarga, tidaksabar dikarenakan ASInya belum lancar dan bayinya rewel. 40. BAB VKESIMPULAN DAN SARAN5.1 KesimpulanBerdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan tentang gambaranfaktor- faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusifdi Puskesmas Katobu tahun 2013, dapat disimpulkan sebagai berikut:1. Sebagian besar responden tidak memberikan ASI eksklusif sebanyak31 orang (51,7%).2. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukupsebanyak 28 orang ( 46.7%).3. Sebagian besar responden berpendidikan rendah sebanyak 50 orang(83,3%).4. Sebagian besar responden terdiri dari kelompok paritas tinggisebanyak 37 orang (61,7%). 41. 5.2 SaranBerdasarkan hasil temuan pada kesimpulan, maka penulismenyarankan hal-hal sebagai berikut1. Bagi Ibu MenyusuiDiharapkan bagi ibu menyusui sebagai bahan informasi kesehatandalam memberikan pengetahuan dan wawasan dalam pemberian ASIeksklusif2. Bagi PuskesmasDiharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan daninformasi dalam pengembangan program-program kesehatanmasyarakat, khususnya dalam program KIA dan gizi.3. Bagi Program Studi Diploma III Akademi Kebidanan YayasanKesehatan Nasional (YKN) Bau-Bau Kelas kerja sama RahaDiharapkan pada institusi pendidikan dapat dijadikan sebagai bahanreferensi tambahan perpustakaan tentang ASI eksklusif.4. Bagi Peneliti LainDiharapkan dapat melakukan penelitian lanjutan mengenaipemberian ASI eksklusif, pada aspek yang lebih luas dengan metodeyang lebih baik dalam menyempurnakan penelitian ini. 42. DAFTAR PUSTAKAArikunto, ( 2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:Rineka Cipta.Badriah, D.L. ( 2012). Metodelogi Penelitian ilmu ilmu Kesehatan. Bandung:Multazam.Budiarto, E (2002). Biostatistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat.Jakarta: EGC..Departemen Kesehatan, (2002). Manajemen Laktasi Buku Panduan bagi Bidandan Petugas Kesehatan di Puskesmas, Jakarta: Departemen KesehatanRepublik Indonesia.DinKes Kabupaten Kuningan, (2012).Profil Kesehatan Kabupaten KuninganJNPK KR. (2008).Asuhan Persalinan Normal. Jakarta : JHPIEGO Corporation.Green Lawrence (1999), Faktor-faktor yang mempengaruhi PerilakuNotoadmodjo. S. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.Puskesmas Maleber, (2012). Data ASI eksklusif, tidak diterbitkanRoesli, U. (2008), Inisiasi Menyusui Dini, Edisi Revisi, Pustaka Bunda.Prasetyono, (2009) Resiko Pemberian MPASI terlalu Dini.http: www.Asuh.wikia. com,Soetijiningsih, (2007) ASI:Petunjuk untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta: EGC.Zainuddin, (2008), Pentingnya ASI untuk Peningkatan Gizi Bayi:www.parenting.com 43. DAFTAR LAMPIRANLampiran 1 Daftar Riwayat HidupLampiran 2 Surat Izin PenelitianLampiran 3 Surat Balasan Izin PenelitianLampiran 4 Surat Pernyataan Kesediaan RespondenLampiran 5 Kisi Kisi Soal KuesionerLampiran 6 Lembar KuesionerLampiran 7 Tabel TabulasiLampiran 8 Hasil Pengolahan DataLampiran 9 Jadwal PenelitianLampiran 10 Kartu Bimbingan 44. RIWAYAT HIDUPI. IDENTITASNama Lengkap : SITTI FARINA SAPUTRITempat, Tanggal Lahir : Bubu, 01 Februari 1994Suku / Bangsa : Muna / IndonesiaJenis kelamin : PerempuanAgama : IslamAlamat : Desa Bubu, Kecamatan Kambowa,Kabupaten Buton UtaraII. RIWAYAT PENDIDIKAN1. Lulus SD Negeri 1 Bonegunu : Tamat Tahun 20072. Lulus SMP Negeri 1 Bonegunu : Tamat Tahun 20103. Lulus SMA Negeri 1 Bonegunu : Tamat Tahun 20134. Kuliah di akademi kebidanan kesehatan nasional (YKN) Bau-Bau KelasKerja Sama Kabupaten Muna mulai dari 2013 sampai sekarang 45. GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIKEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DIWILAYAHPUSKESMAS KATOBU TAHUN 2013KARYA TULIS ILMIAHDiajukan sebagai syarat untuk memperoleh Gelar Ahli Madya KebidananAkademi Kebidanan yayasan Kesehatan Nasional (TKN) Bau-BauKelas kerja sama Kabupaten MunaDisusun Oleh :SITTI FARINA SAPUTRINIM. 130251AKADEMI KEBIDANANYAYASAN KESEHATAN NASIONAL BAU-BAUKELAS KERJA SAMA KAB. MUNA 46. LEMBAR PERSETUJUANKARYA TULIS ILMIAHGAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIKEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAHPUSKESMAS KATOBU TAHUN 2013.Telah disetujui untuk diujikan dihadapan Tim Penguji Karya Tulis IlmiahAkademi Kebidanan Yayasan Kesehatan Nasional (YKN) Bau-Bau Kelas KerjaSama Kabupaten MunaRaha, Desember 2013Menyetujui,Pembimbing IHARMIN TOHA, S.STPembimbing IINURDIN,S.Pd 47. LEMBAR PENGESAHANKARYA TULIS ILMIAHKarya Tulis Ilmiah ini telah disetujui dan disahkan oleh Tim Penguji AkademiKebidanan Yayasan Kesehatan Nasional Bau-Bau Kelas Kerja Sama KabupatenMuna Tahun 2013TIM PENGUJI :1. WA ODE SITI AMZIA, S.ST (..............................................)2. HARMIN TOHA, S.ST (..............................................)3. HJ. SUPRIHATIN, S.ST (.............................................)MenyetujuiPembimbing IENDA CATUR RINI, S.STPembimbing IINURDIN,S.PdMengetahui,Direktur Akademi Kebidanan YayasanKesehatan Nasional Bau-Bau Kelas Kerja Sama Kabupaten MunaROBERT, S.KM 48. INTI SARISITTI FARINA SAPUTRI (130251) Gambaran Faktor-Faktor YangMempengaruhi Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif Di WilayahPuskesmas Katobu Tahun 2013 Dibawah Bimbingan oleh HARMINTOHA, S.ST dan NURDIN,S.PdSalah satu faktor dalam mencapai Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitasadalah kesehatan dan gizi. Karena dalam tubuh yang sehat dan bergizi akanmembantu dalam kecerdasan dan intelektual. Bayi dan anak yang mendapatkanmakanan bergizi akan tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas dan terhindar dariinfeksi. Nutrisi memegang peranan penting bagi pertumbuhan dan perkembanganbayi. Nutrisi yang terbaik bagi bayi adalah ASI yang dibrikan pada bayi sampaiusia 6 bulan. Berdasarkan survei dekografi dan kesehatan Indonedia (SDKI) padatahun 2012-2013 terdapat penurunan dalam pemberian ASI Eksklusif 5-6 bulandiperkotaan berkisar 1%-13% sedangkan dipedesaan 2%-13% (Depkes RI 2013)sebesar 14,7 %. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASIEksklusif diantaranya pengetahuan, pendidikan dan paritas. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhikeberhasilan pemberian ASI Eksklusif di wilayah Kerja Puskesmas Katobu tahun2013.Jenis penelitian yang digunakan Deskriptif suatu metode penelitian yangdilakukan dengan tujuan utama untuk menggambarkan tntang suatu keadaansecara objektif. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar responden 28 orang(46,7 %) berpengtahuan cukup, pendidikan sebagian besar respondenberpendidikan rendah sebanyak 50 orang (83,3 %), untuk paritas sebagian besarparitas tinggi sebanyak 37 oraang (61,7 %).Sehubungan dengan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa ibu yang mempunyaibayi 6-11 bulan memiliki pengetahuan cukup, sedangkan ibu yang berpendidikanrendah berpengetahuan cukup dan ibu yang paritas tinggi juga memilikipengetahuan cukup.Kata Kunci : Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif. 49. SURAT PERNYATAAN KESEDIAANKepada :Ibu-ibu RespondenDiWilayah Puskesmas MaleberDengan Hormat,Dalam rangka menyelesaikan Pendidikan Diploma III di Program StudiKebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan, dengan ini penulisbermaksud ingin mengadakan penelitian dengan judul Faktor faktor yangMempengaruhi Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di WilayahPuskesmas Maleber Tahun 2013.Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka penulis mohon kesediaanIbu-ibu menjawab pertanyaan/kuesioner yang telah disediakan oleh penulis. Demikelancaran pengisian kuesioner ini, maka penulis akan menjamin kerahasiaanjawaban yang diberikan oleh ibu-ibu.Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada ibu-iburesponden atas kerjasamanya. Semoga penelitian ini bermanfaat bagi kita semua.Kuningan, Juli 2013Responden Penulis,(.................) (Kusniah) 50. Lampiran 2Kisi Kisi KuesionerNo Jenis PertanyaanJenis PernyataanPositif (-) Negatif (+)1 Pengertian 1,2,3,11 -2 Manfaat 8,12,13,14,19 -4 Alasan yang bertentangan 4,5,6,7,10,15,16,17,18,205 Waktu Pemberian 9 51. KATA PENGANTARAssalamu alaikum Wr. Wb.Penulis panjatkan Puji dan syukur kehadirat Illahi Rabbi Allah SWT yangtelah melimpahkan rahmat hidayah-Nya serta telah memberi kekuatan dankemudahan kepada penulis dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.Karya Tulis Ilmiah ini ditulis dan diajukan untuk menyelesaikan tugas akhir studipada Program Studi Diploma-III di Akademi Kebidanan Kesehatan Nasional(YKN) Bau-bau Kelas Kerja Sama Kabupaten Muna dengan judul GambaranFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pemberian Asi EksklusifDi Wilayah Puskesmas Katobu Tahun 2013.Penulis juga sangat menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah ini dapattersusun berkat bimbingan, dorongan, semangat dan sumbangan pikiran sertabantuan yang sangat berharga dari berbagai pihak. Untuk itu penulis inginmengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dosen Pembimbingkami kepada HARMIN TOHA, S.ST selaku pembimbing I dan Bapak NURDIN,S.Pd selaku Pembimbing II yang telah meluangkan waktunya untuk memberikanbimbingan dalam proses penyusunan proposal ini hingga selesai.penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan proposal inimasih banyak kesalahan dan kekurangan yang disebabkan oleh keterbatasanwaktu, dan kemampuan penulis. Oleh karena itu saran, pendapat, dan kritik sangatpenulis harapkan dari semua pihak demi kesempurnaan proposal ini.wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Raha, Desember 2013Penulis 52. DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL............................................................................. iKATA PENGANTAR........................................................................... iiDAFTAR ISI.......................................................................................... iiiDAFTAR TABEL.................................................................................. ivINTI SARI.............................................................................................. vBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang............................................................................ 1B. Rumusan Masalah...................................................................... 3C. Tujuan Penelitian........................................................................ 3D. Manfaat Penelitian...................................................................... 4E. Ruang Lingkup Penelitian.......................................................... 4BAB II TINJAUAN PUSTAKAA. Tinjauan tentang Antenatal Care (ANC).................................... 5B. Tinjauan Tentang KarakteristikBAB III METODOLOGI PENELITIANA. Jenis Penelitian....................................................................... 22B. Waktu Dan Tempat Penelitian.................................................... 22C. Subjek Penelitian........................................................................ 22D. Pengumpulan Data....................................................................... 24E. Pengolahan Data......................................................................... 24F. Analisa Data............................................................................... 25 53. G. Etika Penelitian............................................................................ 25H. Keterbatasan Penelitian............................................................... 25BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANA. Hasil Penelitian.................................................................................26B. Pembahasan......................................................................................29BAB VI SIMPUL DAN SARANA. Kesimpulan......................................................................................33B. Saran..................................................................................................33DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN 54. DAFTAR TABEL1. Tabel 5.1 Distrubusi Responden menurut Umur Ibu Hamiltentang Antenatal Care di Puskesmas Parigi Tahun 2013..............262. Tabel 5.2 Distrubusi Responden menurut Tingkat Pendidikan IbuHamiltentang Antenatal Care di Puskesmas Parigi Tahun 2013..............273. Tabel 5.3 Distrubusi Responden menurut Pekerjaan Ibu Hamiltentang Antenatal Care di Puskesmas Parigi Tahun 2013..............274. Tabel 5.4 Distrubusi Responden menurut status kehamilandi Puskesmas Parigi Tahun 2013..............................................285. Tabel 5.5 Distrubusi Responden menurut pengetahuan Ibu Hamiltentang Antenatal Care di Puskesmas Parigi Tahun 2013..............28 55. DAFTAR LAMPIRANLampiran 1. Daftar pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care diPuskesmas Katobu Kabupaten Muna Tahun 2013Lampiran 2. Surat Izin Pengambilan Data Awal dari Akademi KebidananLampiran 3. Surat Permohonan Izin Penelitianlampiran 4. Surat Keterangan telah melakukan Penelitian 56. DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL........ ........................................................................... iKATA PENGANTAR................................................................................. iiDAFTAR ISI ............................................................................................... iiiDAFTAR TABEL ....................................................................................... ivBAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang ................................................................... 11.2 Rumusan Masalah.............................................................. 41.3 Tujuan Penelitian ............................................................... 41.3.1 Tujuan Umum ..................................................... 41.3.2 Tujuan Khusus .................................................... 41.4 Manfaat Penelitian ............................................................. 51.4.1 Manfaat Teoritis .................................................. 51.4.2 Manfaat Praktis................................................... 5BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1 Pengetahuan ..................................................................... 62.1.1 Definisi Pengetahuan .......................................... 62.1.2 Tingkat Pengetahuan........................................... 62.1.3 Perubahan Perilaku ............................................. 82.1.4 Proses Adopsi Perilaku .......................................... 82.2 Pengukuran Pengetahuan ................................................... 92.3 Pendidikan ......................................................................... 10 57. 2.3.1 Pengertian ................................................................ 102.4 Paritas ........................................................................... 112.5 ASI Eksklusif ..................................................................... 132.5.1 Definisi ................................................................... 132.5.2 Manfaat ASI Eksklusif ........................................... 142.5.3 Produksi ASI .......................................................... 172.5.4 Komposisi ASI ....................................................... 182.5.5 Manajemen Laktasi................................................. 202.5.6 Alasan Pemberian ASI Eksklusif ............................ 232.5.7 Tujuh Langkah Keberhasilan ASI Eksklusif........... 24BAB III METODOLOGI PENELITIAN3.1 Jenis dan Rancangan Penelitian ........................................ 253.1.1 Jenis Penelitian ......................................................... 253.1.2 Rancangan Penelitian ............................................... 253.2 Lokasi dan waktu penelitian.............................................. 253.3 subjek penelitian ............................................................. 253.3.1 Populasi .................................................................... 253.3.2 Tehnik pengambilan sampel .................................... 263.4 Variabel penelitian ............................................................ 263.5 Instrumen pengumpulan data ........................................... 273.6 Teknik Pengumpulan Data ............................................... 283.6.1 Sumber Data ......................................................... 28 58. 3.7 Rancangan Analisa Data .................................................. 283.7.1 Pengolahan Data................................................... 283.7.2 Analisa Data .......................................................... 29BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN4.1 Hasil Penelitian ................................................................. 314.2 Pembahasan....................................................................... 36BAB V KESIMPUL DAN SARAN5.1 Kesimpulan ........................................................................ 405.2 Saran .............................................................................. 41DAFTAR PUSTAKA 59. DAFTAR TABEL1. Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pemberian ASI Eksklusif............ 312. Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Pengetahuan................................ 323. Tabel 4.3 Tabel Silang Pengetahuan............................................. 334. Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Pendidikan................................. 335. Tabel 4.5 Tabel Silang Pendidikan............................................. 346. Tabel 4.6 Distribusi Paritas......................................................... 347. Tabel 4.7 Tabel Silang Paritas...................................................... 35 60. DAFTAR BAGANHalamanBagan 3.1 Kerangka Konsep................................................. 27 61. KUESIONERGAMBARAN FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHIKEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIFDI WILAYAH KERJAUPTD PUSKESMAS MALEBER TAHUN 2013Hari/tanggal :No. Responden :1.1 Petunjuk Pengisian1.1.1 Memahami terlebih dahulu setiap pertanyaan yang ada1.1.2 Jawablah pertanyaan pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda() pada kolom yang sesuai dengan jawaban anda1.2 Data Responden1.2.1 Nama Responden :1.2.2 Pendidikan :1.2.3 Jumlah anak :1.2.4 Alamat : 62. HASIL PENGOLAHAN DATAFrequenciesStatisticsKategoriPengetahuanN Valid 60Missing 0KategoriPengetahuanFrequency Percent Valid PercentCumulativePercentValid Baik (> 75%) 20 33.3 33.3 33.3Cukup (60 - 75%) 28 46.7 46.7 80.0Kurang (> 75%) 12 20.0 20.0 100.0Total 60 100.0 100.0 63. Tingkat PendidikanFrequency Percent Valid PercentCumulativePercentValid PendidikanRendah (SMA,SMP, SD)50 83.3 83.3 83.3PendidikanTinggi (PT) 10 16.7 16.7 100.0Total 60 100.0 100.0 64. ParitasIbuFrequency Percent Valid PercentCumulativePercentValid ParitasRendah (1 - 2) 23 38.3 38.3 38.3ParitasTinggi (> 2) 37 61.7 61.7 100.0Total 60 100.0 100.0 65. REKAPITULASI HASIL PENELITIANNoNamaRespondenPendidikan ParitasialiNreuoiseuKKategori TingkatPengetahuanNilai %1 Ny. A 1 2 12 60 Cukup2 Ny. Y 1 2 12 60 Cukup3 Ny. N 1 1 17 85 Baik4 Ny. S 2 1 20 100 Baik5 Ny. R 1 2 18 90 Baik6 Ny. N 1 2 16 80 Baik7 Ny. P 1 2 15 75 Cukup8 Ny. Y 1 2 10 50 Kurang9 Ny. R 1 2 15 75 Cukup10 Ny. S 2 1 19 95 Baik11 Ny. Y 1 1 18 90 Baik12 Ny. A 1 2 14 70 Cukup13 Ny. E 1 2 15 75 Cukup14 Ny. T 1 2 12 60 Cukup15 Ny. E 1 2 15 75 Cukup16 Ny. M 1 2 11 55 Kurang17 Ny. K 1 1 13 65 Cukup18 Ny. M 1 1 18 90 Baik19 Ny. I 2 1 20 100 Baik20 Ny. I 2 1 19 95 Baik21 Ny. D 1 2 16 80 Baik22 Ny. E 1 2 11 55 Kurang23 Ny. Y 1 2 10 50 Kurang24 Ny. M 1 1 12 60 Cukup25 Ny. P 2 1 18 90 Baik26 Ny. M 1 1 13 65 Cukup27 Ny. A 1 2 15 75 Cukup28 Ny. I 1 2 14 70 Cukup29 Ny. N 1 2 15 75 Cukup30 Ny. Y 1 2 11 55 Kurang31 Ny. E 1 1 18 90 Baik32 Ny. I 1 2 12 60 Cukup33 Ny. Y 1 2 11 55 Kurang34 Ny. N 1 2 10 50 Kurang35 Ny. Y 2 1 18 90 Baik 66. 36 Ny. W 1 1 15 75 Cukup37 Ny. M 1 2 10 50 Kurang38 Ny. E 1 2 16 80 Baik39 Ny. N 1 2 15 75 Cukup40 Ny. P 1 1 16 80 Baik41 Ny. Y 1 2 12 60 Cukup42 Ny. L 1 2 15 75 Cukup43 Ny. N 1 2 15 75 Cukup44 Ny. I 2 1 19 95 Baik45 Ny. M 1 2 11 55 Kurang46 Ny. I 1 2 11 55 Kurang47 Ny. D 1 2 15 75 Cukup48 Ny. I 2 1 19 95 Baik49 Ny. N 1 2 12 60 Cukup50 Ny. I 1 1 18 90 Baik51 Ny. A 2 1 18 90 Baik52 Ny. T 1 2 15 75 Cukup53 Ny. L 1 2 11 55 Kurang54 Ny. D 1 1 15 75 Cukup55 Ny. C 2 1 20 100 Baik56 Ny. Y 1 2 15 75 Cukup57 Ny. L 1 1 15 75 Cukup58 Ny. I 1 2 14 70 Cukup59 Ny. N 1 1 15 75 Cukup60 Ny. E 1 2 11 55 Kurang