Ferro Ferri

  • View
    40

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Analytical

Text of Ferro Ferri

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PHARMACEUTICAL ANALYSIS

Analisis Kadar Ferro dan Ferri dalam sereal NESTLE HONEY Stars

Ester Rina D.A.

118114067

Andre S.

118114068

Canly Hansen Sudirman

118114069

Theresia Eviani

118114070Kelompok : A6

Tanggal praktikum : 15 November 2013

LABORATORIUM KIMIA ANALISIS INSTRUMENTAL

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2013

BAB I

PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG

Makanan yang dikonsumsi manusia hendaknya mengandung banyak gizi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Makanan yang penting bagi tubuh kita kaya akan serat, vitamin, dan berbagai mineral termasuk zat besi (Fe). Namun sebenarnya dalam makanan bisa saja mengandung zat yang tidak bergizi, atau tercemar sehingga berbahaya bagi tubuh. Contohnya dalam kehidupan sehari-hari adalah sereal Nestle Honey Stars yang biasa dikonsumsi manusia karena mengandung banyak gizi yang penting bagi tubuh.

Besi merupakan mikromineral yang paling banyak dalam tubuh manusia dan hewan. Besi mempunyai peran penting dalam berbagai reaksi biokimia, misalnya pada proses transfer oksigen. Secara alamiah, besi dapat diperoleh manusia dari makanannya, antara lain daging, jantung, hati, ikan, kuning telur, serta sayuran. Besi dibutuhkan oleh tubuh manusia, namun besi yang dikonsumsi manusia tentunya bukan besi dalam bentuk padatan logam, akan tetapi dalam bentuk ion, yaitu Fe (II) dan Fe (III). Pada umumnya kadar besi dalam makanan sekitar 0,1-3,3 mg per 100 gram-nya. Melihat begitu pentingnya besi dalam kehidupan, maka perlu dilakukan penelitian mengenai penentuan besi.

Besi (Fe) mempunyai dua tingkat oksidasi yaitu +2 (ferro) dan +3 (ferri), sehingga terbentuk ion Fe2+ dan Fe3+. Walaupun sama-sama zat besi, yang bermanfaat untuk manusia adalah ferro, lain halnya dengan ferri yang bersifat racun. Pada umumnya, besi cenderung membentuk senyawa dalam bentuk ferri daripada dalam bentuk ferro, dan masing-masing dapat membentuk kompleks yang stabil dengan senyawa-senyawa tertentu.

Oleh karena itu, diperlukan adanya penelitian terhadap kandungan besi pada makanan. Untuk melihat kadar ferro dan ferri pada produk makanan sereal Nestle Honey Stars tersebut, maka perlu dilakukan analisis kandungan logam besi.

B. RUMUSAN MASALAH1. Apakah ferro dan ferri terdapat dalam sampel sereal Nestle Honey Stars?2. Berapakah kadar ferro dan ferri dalam sampel sereal Nestle Honey Stars?

C. TUJUAN PENELITIAN1. Untuk mengetahui ada tidaknya kandungan ferro dan ferri dalam sampel sereal Nestle Honey Stars.

2. Untuk mengetahui kadar ferro dan ferri dalam sampel sereal Nestle Honey Stars.D. MANFAAT PENELITIAN

Penelitian analisis makanan ini dapat memberikan informasi mengenai ada atau tidaknya kandungan ferro dan ferri pada sampel sereal berdasarkan hasil uji kualitatif dan kuantitatif.BAB II

TINJAUAN PUSTAKAA. SEREALMakanan sereal dapat dikategorikan kedalam sereal tradisional karena dapat dikonsumsi dalam bentuk panas maupun dingin. Makanan sereal ini juga dapat dikonsumsi dengan penambahan susu. Dalam makanan sereal ini terkandung banyak serat. Selain itu makanan sereal mengandung banyak vitamin dan beberapa mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Contoh dari makanan sereal yaitu oats sereal, farina sereal, rice and corn sereal (Maxwell, 1977).

Sereal Nestle Honey Stars termasuk kedalam makanan sereal yang dibuat dengan gandum utuh. Didalam sereal Nestle Honey Stars mengandung serat, berbagai vitamin dan mineral seperti zat besi. Zat gizi tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian.B. BAHAN-BAHAN YANG TERKANDUNG DI DALAM SEREAL1. Besi

Besi (Fe) atau disebut juga dengan iron merupakan logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari (Fessenden, 2000). Besi memiliki pemerian berupa serbuk (solid) yang berwarna hitam atau abu-abu, bau yang khas, memiliki berat molekul sebesar 55,85 g/mol, berat jenis sebesar 7,86, titik didih sebesar 3000oC (5432oF) serta memiliki titik lebur sebesar 1535C (2795F). Besi bersifat tidak larut dalam air dingin, air panas, dan dietil eter. Besi dapat mengalami kondisi ketidakstabilan seperti suhu yang tinggi, dengan penambahan bahan yang tidak cocok dengan besi, air / kelembaban, dan udara. Besi juga dapat mengalami inkompatibilitas, sangat reaktif dengan oksidator dan asam, serta sedikit reaktif dengan kelembaban. Besi dapat memberikan efek kronik pada manusia seperti kerusakan pada liver, sistem kardiovaskuler, sistem pernapasan, dan pankreas, selain itu besi juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit, pernapasan, dan pencernaan (Science Lab, 2005).2. Air (H2O)Air dengan rumus kimia H2O memiliki pemerian berupa cairan (liquid) yang tidak berasa, berbau , dan berwarna. Air memiliki berat molekul sebesar 18,02 g/mol, pH 7 (netral), berat jenis 1, tekanan uap sebesar 2,3 kPa (@20oC), dan berat jenis uap sebesar 0,62. Air merupakan produk yang stabil (MSDS ,1995).3. Vitamin C

Vitamin C (C6H8O6) atau asam askorbat memiliki pemerian berupa padatan kristal, tidak berbau, memiliki rasa asam dan tajam, dan berwarna putih kekuningan. Vitamin C memiliki suhu kritis sebesar 783oC (1441,4oF) dan berat jenis sebesar 1,65. Vitamin C bersifat larut dalam air panas, larut secara partikular dalam air dingin, serta tidak larut dalam klorofom, benzene, protelium eter, minyak, lemak, dan dietil eter. Kelarutan vitamin C dalam air sebesar 1g/3mL air, dalam alkohol sebesar 1g/30mL alkohol, dalam absolut alkohol sebesar 1g/50mL alkohol, dalam gliserol sebesar 1g/100mL gliserol, dan dalam propilen glikol sebesar 1g/20mL propilen glikol. Vitamin C tidak stabil terhadap panas, cahaya, udara, dan dengan bahan lain. Vitamin C dapat mengalami inkompatibilitas dengan agen pengoksidasi (reaktif) (Science Lab, 2005).4. Lemak

Lemak memiliki pemerian berupa cairan yang berwarna kuning keputihan dengan bau yang khas. Lemak memiliki titik didih sebesar 300-360oC, titik lebur sebesar -20oC -10oC. Viskositas sebesar 0,35 - 0,5 mm/s @ 40C dan relativitas kerapatan sebesar 0,35 - 0,5 mm/s @ 40C. Lemak dapat stabil dalam kondisi normal, namun lemak juga dapat tidak stabil terhadap panas, cahaya, sinar, api, dan dengan yang bahan lain. Inkompatibilitas lemak dapat terjadi terhadap agen pengoksidasi yang kuat (Science Lab, 2005).5. Kalsium

Kalsium (Ca) memiliki pemerian berupa padatan dengan berat molekul 40,08 g/mol, titik didih sebesear 1484C atau 2703,2F, titik lebur sebesar 839C atau 1542,2F, dan berat jenis sebesar 1,54. Kalsium dapat mengalami inkompatibilitas dengan berbagai bahan karena bersifat sangat reaktif terhadap asam. Produk-produk hasil dari reaksi ini memiliki sifat mudah terbakar akan tetapi tidak bersifat toksik (Science Lab, 2005).6. Vitamin B1

Vitamin B1 (C12H17N4OSCl.HCl) atau Thiamine memiliki pemerian berbentuk padat yang berwarna putih, dengan pH sebesar 2,7-3,4 (10g/L), berat jenis sebesar 1,4 ,berat jenis uap sebesar 10,4 , titik lebur sebesar 260oC atau 500oF, dan berat molekul sebesar 300,6582. Vitamin B bersifat sulit larut dalam air. Vitamin B tidak stabil terhadap temperatur tinggi dan dapat terjadi inkompatibilitas terhadap bahan lain (Science Lab, 2005).7. Vitamin B2

Vitamin B2 (C17H20N4O6) atau disebut juga riboflavin memiliki pemerian berbentuk padat dengan berat molekul sebesar 376,37 g/mol dan titik lebur sebesar 2800C atau 5360F. Vitamin B2 sangat sulit larut dalam air dingin. Vitamin B2 merupakan produk yang stabil (Science Lab, 2005).8. Vitamin B3

Vitamin B3 (C6H5NO2) atau niasin memiliki pemerian berbentuk padat atau serbuk kristal berwarna putih dengan berat molekul sebesar 123,11 g/mol, titik lebur sebesar 236,6oC, dan berat jenis sebesar 1,473. Vitamin B3 dapat larut dalam air dingin. Vitamin B3 merupakan produk yang stabil (Science Lab, 2005).9. Vitamin B5

Vitamin B5 (C9H17NO5Na) atau asam pantotenat memiliki pemerian berbentuk padat atau kristal padat dengan berat molekul sebesar 241,22 g/mol, titik lebur sebesar 123oC atau 253,4oF. Vitamin B5 bersifat mudah larut dalam air panas dan larut dalam air dingin. Vitamin B5 bersifat stabil dan tidak reaktif dengan agen pengoksidasi dan alkalis (Science Lab, 2005).10. Vitamin B6

Vitamin B6 (C8H12ClNO3) atau piridoksin memiliki pemerian berbentuk padat atau kristal dan tidak berbau. Vitamin B6 memiliki berat molekul sebesar 205,64 g/mol, titik lebur sebesar 2040C atau 399,20F, dan berat jenis sebesar 0,8. Vitamin B6 mudah larut dalam air dingin dan air panas, serta sangat sukar larut dalam metanol dan aseton. Vitamin B6 bersifat stabil (Science Lab, 2005).11. Vitamin B9

Vitamin B9 (C19H19N7O6) atau asam folat memiliki pemerian berbentuk padat dengan berat molekul sebesar 441,4 g/mol dan pH 4. Vitamin B9 sangat tidak larut dalam air dingin dan air panas. Vitamin B9 bersifat stabil (Science Lab, 2005).12. Vitamin B12

Vitamin B12 (C63H88CoN14O14P) atau sianokobalamin memiliki pemerian berbentuk padat dengan berat molekul sebesar 1355,39 g/mol dan titik lebur sebesar 102,50 C atau 216,50 F. Vitamin B12 dapat larut dalam air dingin. Vitamin B12 bersifat stabil (Science Lab, 2005).13. NatriumNatrium memiliki pemerian berbentuk padat yang berwarna abu-abu dengan berat molekul sebesar 22,99 g/mol, titik didih sebesar 881,40C, titik lebur sebesar 97,80C. Natrium bersifat tidak larut dalam air dingin, air panas (Science Lab, 2005).C. BAHAN-BAHAN YANG DIGUNAKAN DALAM PERCOBAAN1. Buffer asetat

Buffer asetat terdiri dari komposisi berupa sodium asetat anhidrat, air, dan asam asetat. Buffer asetat memiliki pemerian berbentuk cair dengan titik didih sebesar 100oC (212oF), berat jenis sebesar1,02, tekanan uap sebesar 2,3 kPa (@20oC), berat jenis uap sebesar 0,62. Buffer asetat bersifat larut dalam air baik dingin maupun panas, dan aseton, mudah larut