Click here to load reader

EMULSI [Compatibility Mode]

  • View
    255

  • Download
    6

Embed Size (px)

Text of EMULSI [Compatibility Mode]

EMULSIT. N. Saifullah S. Laboratorium Teknologi Formulasi Fakultas Farmasi UGM

DEFINISI Alexander : Emulsi adalah suatu dispersiyang sangat halus dari suatu cairan ke dalam suatu cairan yang lain C Clayton ayto : Emulsi u s adalah ada a suatu syste system yang terdiri dari 2 fase cair, yang satu e d spe s da dalam a ya yang g lain a sebagai sebaga g globul obu terdispersi (butir(butir -butir kecil)

Mc. Mc Bain : Emulsi adalah suatu tetestetes-

tetes kecil cairan yang terdispersi dalam cairan yang lain dan dapat dilihat dibawah mikroskop P B P. Becher h :E Emulsi l i adalah d l h suatu t system t heterogen terdiri dari 2 cairan yang tidak b bercampur, yang satu t t terdispersi di i di dalam yang lain dalam bentuk tetestetest t k tetes kecil il yang mempunyai i diameter di t pada umumnya > 0,1 um

Dalam Bidang Farmasi : emulsi diartikan

sebagai campuran homogen 2 cairan yang dalam keadaan normal tidak dapat bercampur (fase air dan Fase minyak) dengan pertolongan suatu bahan penolong yang disebut emulgator

Advantages 1 Dapat menutupi bau dan rasa dari obat, 1. obat contoh: castor oil, codcod-liver oil, dll. 2. Dapat digunakan prolong the release of the drug /sustained release action. carbohydrates, , fats and vitamins 3. Essential nutrients like carbohydrates

can all be emulsified and can be administered to bed ridden patients as sterile intravenous emulsions. 4. Emulsions provide protection to drugs which are susceptible p to oxidation or hydrolysis y y . 5. Intravenous emulsions of contrast media have been developed to assist in diagnosis. 6 Emulsions are used widely to formulate externally used 6. products like lotions lotions, , creams creams, , liniments etc.

Dalam system y dispersi p : Cairan yang terdispersi Fase dispers/fase intern Cairan dimana terdapat fase dispers medium dispers/fase ekstern

Fase F b berair i : dapat d t berupa b air/campuran i/

sejumlah substansi hidrofil (alcohol, glikol, gula, gula garam mineral, mineral garam organik, organik dll.) dll ) Fase organik/berminyak : terdiri dari substansi lipofil ( Asam lemak, lemak alcohol asam lemak, lilin, zatzat-zat aktif liposoluble, dll.)

Pharmaceutical applications Oral administration (oils, vitamins, nutrients, drugs and as diagnostic agents) O/W tipe As dermatological vehicles for skin and mucous membranes (lotions, creams, etc.) Parenteral formulation (O/W and W/O, W/O depends on the route of injection and the intended use) ) O/W, administered by all the major parenteralroutes W/O, W/O for f i intramuscular l or subcutaneous b

Example Example: : carbohidrates, fats, vitamins, chylomicra,di diazepam, etc. etc t .

For delivery and targeting of drugs (controlled(controlled -released formulation) Improved gastrointestinal absorption by emulsification of drugs ( sulfonamides, sulfonamides phenytoin, griseofulvin, insulin ?, heparin ?) In cancer chemotherapy as vehicle for prolonging drug release after intramuscular or intratumoral injection j and enhancing g the transport of anticancer agents via the lymphatic system

Some Emulsion Products available in USA.

1. 1 Diprivan (Propofol Injectable emulsion)General anaesthetic

2. LIPOSYN II, III (INTRALIPID). Intravenous fatKeratoconjuctivitis

emulsion. Caloric agent, Total parenteral nutrition

3 3. RESTASIS S S S op ophthalmic a emulsion. e u s o (Cyclosporine) (Cy ospo e) 4. EMLA emulsion ( (Lidocaine and pvicocaine) p ) Apply pp y thicklayer on intact skin Topical anaesthetic

5. CYCLOCORT. Amcinonide ( (Topical p lotion and cream), )Topical steroid (management of f psoriasis psoriasis) ) B t i t ti skin Bacteriostatic ki cleanser l

6. PHISOHEX (Hexachlorophene) detergent cleanser,

Tipe emulsi : Tipe O/W Tipe W/O Tipe W/O/W Tipe O/W/O Mikroemulsi

Emulsi multiple (ganda)

Tipe O/W In this emulsion oil is the dispersed phaseand water is the dispersion medium. These emulsions are used mainly y for internal/oral use as bitter or disagreeable taste and odor of drugs g can be masked by y emulsification. Externally these emulsions are used for , lotions formulating non greasy creams creams, and liniments

Tipe pe W/O /O In this emulsion water is the dispersed phase orthe internal phase and oil is the dispersion medium or the external phase. They are mainly used externally as lotions and creams as the external layer of oil forms an occlusive layer y and p prevents the evaporation p of moisture from the surface of the skin. They y are also effective as cleansing g cream as they solubilize the oil soluble dirt from the surface. Example: Cold creams

Tipe p O/W/O / / and W/O/W / / Oil in water in oil (o/w/o) emulsion consists ofvery small droplets of oil dispersed in the water globules of water in oil emulsion Water in oil in water (w/o/w) emulsion consists of droplets of water dispersed in the oily phase of oil in water emulsion. Multiple emulsions are primarily used for formulating g sustained release dosage g forms as the drug entrapped in the innermost layer has to pass through the other two phases before being released l d for f absorption. b ti

Microemulsions Microemulsions are thermodynamicallystable t bl clear l isotropic i t i solution l ti of f oil, il water t and amphiphile (Emulsifying agent). They are homogeneous in nature. They contain globules having a diameter ranging from 0.1 to 100 micrometers. These emulsions appear as transparent solutions

STABILISASI BUTIRBUTIR-BUTIR TETESANDalam emulsi, butirbutir-butir tetesan (fase dispers) dapat distabilkan dg : Penurunan tegangan antar muka Terbentuknya T b t k l lapisan i ganda d listrik li t ik Terbentuknya film antarmuka

EMULGATOR Emulgator yang biasa digunakan, dpt di golongkan : Surfaktan Hidrokoloid Zat Padat halus yang terdispersi

SU SURFAKTAN Adalah : suatu zat yang mempunyai gugus hidrofil dan lipofil sekaligus dalam molekulnya molekulnya. l k l . Akan Ak b d di permukaan berada k cairan/antarmuka 2 cairan dg cara teradsorpsi. teradsorpsi . Gugus hirofil berada di bag bag. . Air sedang gugus lipofil di bag. bag. Minyak. Minyak.

Berdasarkan muatan yang dihasilkan jika zat ini terhidrolisa dalam air, maka surfaktan dapat di bagi jadi 4 Golongan : Surfaktan anionik Contoh : Na Na-lauril lauril-sulfat, NaNadioktilsulfosuksinat, , ester ortofosfat. Surfaktan Kationik Contoh : Cetrimide/CTAB, Dodecy pyridium iodide Surfaktan amfoterik Contoh : Lechitin, N N-dodecyl alanine Surfaktan non non-ionik Contoh : Gliserol monostearat, Tween, Span

HIDROKOLOID Menstabilkan emulsi dengan cara : membentuk lapisan kaku/rigid, bersifat viskoelastik pada permukaaan minyak minyak-air air. . Zat ini bersifat larut dalam air(menjadi koloid dengan adanya y air, , dan membentuk emulsi tipe p O/W / Prinsip mekanisme penstabilan emulsi tersebut : Pembentukan lapisan p kakukaku-viskoelastik p pada permukaaaan minyak minyak-air penaikan viskositas miliu pembentukan agregat dengan cara adsorpsi makromolekul yang sama pada permukaaan partikel dengan hubungan jembatan hidrokarbon

Contoh emulgator hidrokoloid :

GOM : Gom arab, arab tragakan Ganggang laut : AgarAgar-agar, alginat,caragen Biji Biji-bijian : Guar Gum Selulosa : CMC, MC Collagen : Gelatin Lain Lain-lain : polimer sintetik, protein

ZAT PADAT YANG G TERDISPERSI S S Agar dapat berfungsi sebagai emulgator, padatan harus mempunyai ukuran partikel ik l yang jauh j h lebih l bih kecil k il dari d i ukuran k f fase dispers dan mempunyai sifat pembasahan pada permukaan 2 cairan cairan. . Makin halus padatan, semakin baik sifat emulgatornya emulgatornya. . Contoh: - Mg, Al, Ca hidroksida Mg. Trisilikat Clay/tanah Cl / h liat l (bentonit, (b veegum, laponite) l ) emulsi tipe O/W Carbon hitam emulsiW/O /

PEMBUATAN EMULSI :Cara C ara pencampuran 1. Bila menggunakan surfaktan a surfaktan yang larut dalam minyak, a. minyak larutkan dalam minyak surfaktan yang larut dalam air, larutkan dalam air. i Campurkan, maka akan terbentuk sabun hasil rx. sebagai emulgator b. Fase minyak ditambah surfaktan (misal tween, span) ) dipanaskan 60 60-70 0 C, kemudian fase air ditambahkan porsi perporsi sambil diaduk sampai terbentuk emulsi, dan diaduk terus sampai dingin.

2.

Bila menggunakan hidrokoloid atau padatan d t yang terdispersi t di i a. Metode anglosaxon Dib at musilago Dibuat m silago antara anta a emulgator em lgato dengan bagian air, kemudian minyak dan air ditambah sedikit demi sedikit secara bergantian g sambil diaduk b. Metode Continental (4(4-2-1) Minyak 4 bagian ditambah gom 1 bagian dih dihomogenkan k d l dalam motir ti kering, k i k kemudian di ditambah 2 bagian air, diaduk hingga terjadi korpus p emulsi, , kemudian ditambah air sedikit demi sedikit sampai habis sambil diaduk. diaduk.

PENGAWETAN EMULSIPengawet sebaiknya mempunyai sifat : toksisitas rendah, stabil (dalam panas dan penyimpanan), dapat campur dengan bahan alin, alin efektif sebagai anti mikroba mikroba. . Selain itu emulsi juga dapat rusak karena oksidasi, maka dapat diberi antioksidan. antioksidan.

ALAT UNTUK PEMBUATAN EMULSISemua alat untuk pembuatan emulsi mempunyai karakteristik : - Memperkecil ukuran partikel dan sekaligus menghomogenkan campuran - Hanya H memperkecil k il ukuran k partikel tik l saja j

Pengaduk (mikser)Jenisnya beragam tergantung cari banyaknya volume, kekentalan dsb dsb. . Dapat menghomogenkan sekaligus memperkecil ukuran partikel. partikel. Efek menghomogenkan lebih dominan, penegcilan partikel terjadi karena benturan antara partikel dengan partikel yang lain serta dengan dinding dan pengaduk. pengaduk .

Terjadinya buih: Problema Cara mengatasi ? Untuk menghindari ini bisa dilakukana.l. :a. Dengan memasang 4 buffle dengan posisi 90o masing masing-masing mempunyai lebar + 1/12 diameter tempat pencampuran pencampuran. b. Dengan memasang sudip yang ditaruh didinding (untuk volume kecil). kecil) c. Pengaduk ditempatkan ketepi atau dimiringkan. dimiringkan

Bl d Blender 1. Mekanisme Pengecilan g ukuran partikel p ? 2. Efektivitas penghomogenan

HomogenizerMempunyai karakteristik memperkecil ukuran partikel yanga sangat efektif, namun tid k tidak menghomogenkan menghomogenkan. h k . Pengecilan ukuran partikel krn. krn. Cairan ditekan dan dipaksa melalui suatu celah yang sempit, kemudian dibenturkan kedinding atau ditumbukkan pada peniti penitipeniti metal yang ada dalam celah p partikel dengan p g tersebut. tersebut . Bisa didapat diameter < 1 um

Colloid millPrinsip kerja alat ini adalah dengan menggilas partikel sehingga didapat ukuran y yang g lebih kecil. kecil. Kalau dari prinsip kerja alat ini tdk efektif untuk menghomogenkan cairan, cairan tetapi dalam praktek bagian rotor alat ini dilengkapi dengan sejenis baling baling-naling shg, shg menaikkan efektifitas pengadukan cairan

Contoh : Ultra Turrax

UltrasonikPrinsip kerja alat ini adalah dengan cara memberikan gelombang ultrasonik melalui cairan, dg frek. frek . partikel ik l 2020 -50 adanya pecah h kilocycles/dtk. kilocycles/dtk . gelombang l b Dengan

tersebut b

menjadi j ukuran yang y g lebih kecil kecil. . Alat ini cocok untuk pembuatan emulsi yang cair atau dg dg. . viskositas menengah

KETIDAKSTABILAN EMULSIKetidakstabilan yang dimaksud adalah adalah: : suatu peristiwa perubahan fisik dari emulsi yang terjadi sewaktu pembuatan atau setelah penyimpanan, yaitu : Emulsi pecah Creaming Inversi

EMULSI PECAH/BREAKINGPenyebab: Karena terjadi penurunan Penyebab: luas antarmuka antara fase dispers dan medium di di dispers yang relatif l tif sangat t cepat t sampai suatu luas antar muka minimal, sehinggaterjadi 2 fase yang memisah total (peristiwa koalesensi) koalesensi). . Peristiwa ini akibat upaya penurunan energi bebas permukaan karena tegangan antar muka yang y g sangat g tinggi. tinggi gg . Kebanyakan y irreversible. irreversible .

CREAMINGYaitu : peristiwa emulsi terbagi 2, yang satu lebih l bih banyak b k mengandung d f fase i t intern sedang d yang lain lebih banyak fase ekstern ekstern. . Masih bersifat reversible. reversible Peristiwa creaming merupakan peristiwa flokulasi kalau berlanjut terjadi koalesensi flokulasi, (pecah) Flokulasi : o o oo Koalesensi : o o oo O

INVERSIYaitu : peristiwa pembalikan tipe emulsi l i Penyebab : suhu, komposisi bahan penyusun, dll. Umumnya y terjadi j bila menggunakan gg surfaktan pada emulgator, dan pada suatu yang g dekat dg g perubahan p sifat hidrofil HLB y dan lipofil. Pada emulsi dg emulgator jarang g terjadi, j , karena hidrokoloid j hidrokoloid lebih bersifat hidrofil.

KONTROL EMULSI Dimaksudkan utk mengetahui sifat fisikadari emulsi digunakan utk evaluasi kestabilan emulsi, emulsi terdiri dari:Determinasi tipe emulsi Distribusi granulometrik Determinasi sifat rheologi T t penyimpanan Test i yang dipercepat di t

DETERMINASI TIPE EMULSI1. Metode pengenceran (Dilution test) Tabung emulsi berisi air, air diteteskan beberapa tetes emulsi emulsi. . Bila campuran homogen/terencerkan ?

If the emulsion is o/w type and it is diluted

with water, , it will remain stable as water is the dispersion medium but if it is diluted with oil, the emulsion will break as oil and water are not miscible with each other. Oil in water emulsion can easily be diluted with an aqueous solvent whereas water in oil emulsion can be diluted with a oily liquid

2. Metode pewarnaan Emulsi l tipe o/w / terwarnai dg d ? Emulsi tipe w/o terwarnai dg ?In this test, when an emulsion is mixed with a water soluble l bl dye d such h as amaranth h and d observed b d under d the h , if the continuous phase appears red, then it microscope, microscope means that the emulsion is o/w / type yp as water is the external phase and the dye will dissolve in it to give color but if the scattered globules appear red and continuous phase colorless, colorless then it is w/o type type. . Similarly if an oil soluble dye such as Scarlet red C or Sudan III is added to an emulsion and the continuous phase appears red, d then th it w/o / emulsi l i

3. Konduktifitas listrik This test is based on the basic principle that water is a good conductor of electricity. electricity . Therefore in case of o/w emulsion , this test will be positive as water is the external phase Tipe o/w ? Tipe w/o ? Bila emulgatornya surfaktan non ionik ? +kan NaCl

4. Cobalt Chloride Test When a filter paper soaked in cobalt chloride solution is added to an emulsion and dried, it t turns f from bl blue t pink, to i k indicating i di ti that th t the th emulsion is o/w type type. . 5. Fluorescence Test If an emulsion l i on exposure to t ultraultra lt -violet i l t radiations shows continuous florescence under microscope, microscope , then it is w/o type and if it shows only spotty fluorescence, then it is Oil in o/w type yp

DISTRIBUSI GRANULOMETRIKUtk mengetahui distribusi granulometrik g an lomet ik dari da i partikel pa tikel fase dispers dispe s dpt digunakan utk mengevaluasi kestabilan emulsi Mikroskopik Optik :dengan alat difraksi sinar Elektronik : Dg Coulter counter Sentrifugasi f : berdasarkan rumus hukum stokes, dg menghitung perbedaan bj tiap fraksi emulsi

1. 2. 2 3. 4.

DETERMINASI SIFAT RHEOLOGI Perubahan konsistensi dpt disebabkan proses pabrikasi dan penyimpanan Dapat mempengaruhi : ketepatan pengambilan dosis, muda/tidaknya digunakan per per-parenteral, parenteral kemudahan pengisian, dapat Mempengaruhi pengendapan terjadinya creaming. pengendapan,

Faktor y yang g mempengaruhi p g sifat alir emulsi

Fase intern : fraksi volume, interaksi

partikel (flokulasi, koalesensi), ukuran partikel, viskositas fase intern, jenis kimia Fase ekstern : viskositas, adanya pengental, p g elektrolit, p pH Emulgator : jenis kimia, konsentrasi, ketebalan dan sifat rheologi dr film antar muka kedua fase

TEST PENYIMPANAN YANG DIPERCEPAT

Utk k memprediksi d k stabilitas bl suatu emulsi emulsi. l . Perlu ldicari korelasi dengan kondisi normal/sesungguhnya / gg y Ada beberapa cara : 1. Temperatur 40 40-60oC : suhu tinggi akan menurunkan/menaikkan viskositas viskositas, akan mempengaruhi kestabilan 2. Sentrifugasi g : 3. Shock termik : disimpan pada suhu tinggi dan rendah secara bergantian, diamkan satu hari, baca hasil

HLB (HIDROPHILE HIDROPHILE-LYPOPHILE BALANCE) Suatu karakter yang dimililiki oleh surfaktan no no-ionik, yg menunjukkan hidrofilisitas suatu surfaktan surfaktan. . Makin tinggi HLB, makin hidrofil. hidrofil. Perhitungan HLB : Griffin Produk P d k yg bagian b i hidrofil hid fil terdiri t di i dari d i PEO (poli(poli -etilenoksida)

KELARUTAN SURFAKTAN DALAM AIR

Kelarutan e a uta surfaktan su a ta tgt. tgt Hidrosilisitasnya. d os s tas ya S Sifat at

1. 2 2. 3. 4 4. 5. 6 6.

atau dispersinya dalam air dapat digunakan utk memperkirakan HLB surfaktan HLB Tak terdispersi dalam air 1-4 T di Terdispersi i dengan d kasar k 3-6 Seperti susu dengan penggojokan 5 - 8 Dispersi seperti susu yang stabil 8 -10 Terjadi dispersi yang translusid 10 - 13 Terjadi larutan jernih > 13

HLB CAMPURAN SURFAKTAN

Jika 2 surfaktan dicampur, Maka nilai HLB

campuran merupakan jumlah dari masing masingmasing HLB, sesuai dengan proporsi campurannya. campurannya . Misal : 70 bagian tween 80 (HLB = 15,0) 30 bagian span 80 (HLB = 4,3) 4 3) jadi HLB campuran : Tween T 80 = 70/100 x 15 15,0 0 = 10,5 10 5 Span 80 80= = 30/100 x 4,3 = 1,3 HLB campuran = 11,8

Bila kita ingin menggunakan suatu campuran s faktan pada s surfaktan suatu at nilai HLB te tertentu tent (menghitung berapa perbandingan surfaktan yang y g harus digunakan: g Contoh : akan dibuat emulsi pada HLB 12,0; dg surfaktan campuran tween 80 & span 80 (X(X -HLB span 80) % Tween 80 = x 100 (HLB tween 8080-HLB span 80) % Span 80 = 100 - % Tween 80 X = nilai il i HLB yang diinginkan dii i k

PERBANDINGAN SURFAKTAN PADA SUATU HLB

METODE EKSPERIMENTAN UNTUK DETERMINASI HLB

Beberapa surfaktan tidak menunjukkan hub dg

komposisinya (tidak spt. Surfaktan non ionik), misal derivat propilen oksida, butilen oksida dan nitrogen atau surfur., jadi formula tsb. Tidak cocok. Cara : dg mencampurkan pada komposisi yg telah diketahui dg surfaktan nonnon-ionik yg telah diketahui HLBnya, HLBnya kemudian digunakan utk mengemulsikan suatu minyak dimana harga HLB optimumnya telah diketahui

CARA PEMILIHAN SURFAKTAN DALAM FORMULASI EMULSI

Tahap I : Pemilihan HLB yg diperkirakan Tahap T h II : Pemilihan P ilih HLB ideal id l Tahap III : Pemilihan surfaktan ideal

Tahap I :Buat suatu seri emulsi, dengan variabel bebas nilai HLB, variable terkendali minyak, air dan surfaktan. Misal : 6,0 8,0 10,0 12,0 14,0

Tahap IIEmulsi yang stabil pada tahap satu, satu misal HLB 10 dan 12. 12. buat percobaan spt. spt. Tahap I dg dg. . Jarak HLB yg lebih sempit p Misal;10,0 10,4 10,8 11,2 11,6 12,0

Tahap p III.Misal diperoleh HLB ideal tahap II : 10,8 Kita buat suatu seri formula dg HLB 10 10, ,8 dg berbagai campuran surfaktan Tween Tween Tween Tween 80 60 40 20 Span 80 Span 60 Span p 40 - Span 20 dst

Amati emulsi yg p paling g stabil stabil, , berarti merupakan surfaktan ideal utk emulsi tersebut

Points to be considered during formulations of emulsions Stability of the active ingredient Stability St bilit of f the th excipients i i t Visual appearance Color Odor (development of pungent odor/loss of fragrance) f ) Viscosity, extrudability Loss of water and other volatile vehicle components Concentration C t ti of f emulsifier l ifi

Order of addition of ingredients Particle size distribution of dispersed phases pH Temperature of emulsification Type of equipment Method and rate of cooling Texture, feel upon application (stiffness, grittiness, greasiness, tackiness, spreadibility) Microbial contamination/sterility (in the unopened container and under conditions of use) Release/bioavailability (percutaneous absorption) Phase distribution, Phase Inversion (homogeneity/phase separation, bleeding

Packaging, Labelling And Storage Of E Emulsions l i

Depending on the use, emulsions shouldbe packed in suitable containers. Emulsions meant for oral use are usually packed in well filled bottles having an air tight closure. Light sensitive products are packed in amber coloured bottles. For viscous emulsions, wide mouth bottles should be used.

The label on the emulsion should mention that these products have to be shaken thoroughly before use. External use products should clearly mention on their label that they are meant for external use only. Emulsions should be stored in a cool place but refrigeration f should h ld be b avoided d d as this h low l temperature can adversely effect the stability of preparation

Preservation Of Emulsions Preservation from microorganisms: It is necessary to preserve the emulsions from microorganisms as these can proliferate easily in emulsified systems with high water content, particularly if carbohydrates carbohydrates, , proteins or steroidal materials are also present. Examples p of antimicrobial preservatives p : parahydroxybenzoate esters (methyl, propyl and butyl parabens), organic acids (ascorbic (ascorbic acid and benzoic acid) acid), acid ) organic mercurials (phenylmercuric acetate and ), phenylmercuric nitrate), quarternary ammonium compounds (cetrimide), cresol derivatives ( hl (chlorocresol) l) and d miscellaneous i ll agents t (sodium ( di benzoate, chloroform and phenoxyethanol).

Preservation from oxidation: Antioxidants can be used to prevent the changes g occurring g due to atmospheric p oxygen yg Some of the commonly used antixidants for emulsified systems y include alkyl y g gallate such as ethyl, propyl or dodecyl gallate, butylated sshydroxyanisole (BHA), butylated h d hydroxytoluene l (BHT)

Quality control tests for Emulsions1 Determination of particle size and 1. particle count: Determination of changes in the average particle size or the size distribution of droplets is an important parameter used for the evaluation of p emulsions. It is performed by optical microscopy, sedimentation by using A d Andreasen apparatus t and d Coulter C lt counter t apparatus.

2. Determination of viscosity: Determination of viscosity is done to assess the changes that might take place during aging. Emulsions exhibit nonnon-newtonian type of flow characterstics. The viscometers which should be used include cone and plate viscometers. viscometers Capillary and falling sphere type of viscometrs should be avoided. For viscous emulsions, the use of penetrometer is recommended as it helps in the determination of viscosity with age. In case of o/w emulsions, flocculation of globules causes an immediate increase in viscosity. After this change change, the consistency of the emulsion changes with time. In case of w/o emulsions, , the dispersed phase particles flocculate quite rapidly resulting in a decrease in viscosity, viscosity which stabilizes after 5 to 15 days. As a rule, a decrease in viscosity with age reflects an increase of particle size due to coalescence.

3. Determination of phaseseparation: tiThis is another parameter used for assessing th stability the t bilit of f the th formulation. f l ti Phase Ph separation may be observed visually or by measuring the volume of the separated phas

4. 4 Determination of electrophoretic

properties: Determination of electrophoretic properties like zeta potential is useful for assessing flocculation since electrical charges on particles influence the rate of flocculation. flocculation . O/W emulsion having a fine particle size will exhibit low resistance but if the particle size increase, then it i di t a sign indicates i of f oil il droplet d l t aggregation ti and instability. instability.