Dampak Korupsi Terhadap Perekonomian

Embed Size (px)

DESCRIPTION

juuummmppp

Text of Dampak Korupsi Terhadap Perekonomian

DAMPAK KORUPSI TERHADAP BIDANG PEREKONOMIANTUGAS MATA KULIAH PENDIDIKAN DAN BUDAYA ANTIKORUPSI

Oleh :

D IV Keperawatan Tingkat 1

KELOMPOK 1

1) Putu Jana Yanti Putri

( P07120214028 )2) Ni Nyoman Diah Vitri P.

( P07120214029 )3) Ni Kadek Suliani

( P07120214034 )

4) Putu Lenny Omi Priyatni

( P07120214035 )

5) I Gusti Ayu Ari Dewi

( P07120214037 )KEMENTERIAN KESEHATAN RI

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

TAHUN PELAJARAN 2014/2015KATA PENGANTAR

Om Swastyastu

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa/ Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Pendidikan dan Budaya Antikorupsi untuk proses pembelajaran di Politeknik Kesehatan Denpasar tepat pada waktunya. Penyusunan makalah ini berkat bantuan dan motivasi berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah membantu dalam penelitian dan pengumpulan data.Kami menyadari makalah ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan kemampuan penulis. Untuk itu kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat konstruktif sehingga kami dapat menyempurnakan makalah ini.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Denpasar, 9 Maret 2015PenulisDAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

1

DAFTAR ISI

2

BAB I - PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

3

II. Rumusan Masalah

4III. Tujuan Penulisan

4IV. Manfaat Penulisan

4V. Metode Penulisan

4BAB II PEMBAHASAN2.1. Keadaan Perekonomian di Indonesia

62.2. Dampak Ekonomi

11a. Dampak Korupsi Terhadap Perekonomian

11b. Dampak Korupsi pada Perekonomian Anahsa Ekonometrika

132.3. Contoh Dampak Korupsi Bagi Perekonomian

23BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan

263.2. Saran

26DAFTAR PUSTAKA

28BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Masalah korupsi sedang hangat-hangatnya dibicarakan, terutama dalam media massa baik lokal maupun nasional. Banyak pendapat yang timbul akibat korupsi tersebut baik yang pendapat yang pro maupun yang kontra. Akan tetapi, korupsi merugikan negara dan dapat merusak sendi-sendi kebersamaan bangsa. Korupsi, secara teori bisa muncul dengan berbagai macam bentuk. Dalam kasus Indonesia, korupsi menjadi terminologi yang akrab bersamaan dengan kata kolusi dan nepotisme. Dua kata terakhir dianggap sangat lekat dengan korupsi yang kemudian dinyatakan sebagai perusak perekonomian bangsa. Bahkan sampai MPR merasa perlu mengeluarkan ketetapan (TAP MPR) khusus untuk memastikan penuntasannya dan terakhir dibentuk Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK).

Politik uang dan suap adalah bentuk transaksi haram yang sangat akrab dengan para elite ekonomi dan politik kita sejak zaman orde lama sampai era reformasi ini. Terminologi ekonomi menyebutkannya sebagaitransaction cost, sedangkan bahasa sosiologinya disebut korupsi.

Celah kelemahan hukum selalu menjadi senjata ampuh para pelaku korupsi untuk menghindar dari tuntutan hukum.

1.2 Rumusan Masalah

a. Bagaimana keadaan perekonomian di Indonesia ?

b. Bagaimana dampak korupsi bagi perekonomian ?

c. Apa contoh dampak korupsi bagi perekonomian ?

1.3 Tujuan

Tujuan UmumMahasiswa memperoleh informasi umum mengenai dampak korupsi bagi perekonomian serta hal-hal yang menyangkut di dalamnya.

Tujuan Khususa. Memahami tentang keadaan perekonomian di Indonesia.b. Mengetahui dampak korupsi bagi perekonomian..

c. Mengetahui contoh dampak korupsi bagi perekonomian.

1.4 Manfaat Penulisan

Manfaat penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan dan gambaran umum mengenai kondisi perekonomian di Indonesia, dampak korupsi bagi perekonomian, dan contoh dampak korupsi bagi perekonomian.1.5 Metode Penulisan

Adapun metode pengumpulan data yang kami gunakan dalam penulisan makalah ini adalah :

a. Studi PustakaDengan metode studi pustaka, kami membaca dan menganalisis literature yang berhubungan pendidikan anti korupsi yaitu Pendidikan Anti Korupsi untuk Perguuruan Tinggi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Buku Ajar Pendidikan dan Budaya Antikorupsi oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesiab. Penelusuran ITSelain menggunakan metode studi pustaka, kami juga melakukan penelusuran IT di dunia internet untuk melengkapi bahan tulisan yang diperoleh dari studi pustaka. Metode ini bersifat sebagai pendukung dan pelengkap data dari sumber pustaka kami.

BAB II

PEMBAHAHASAN

2.1 KEADAAN PEREKONOMIAN DI INDONESIASektor perekonomian merupakan sektor yang sangat berpengaruh bagi keberlangsungan suatu negara. Pertumbuhan di sektor ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dalam suatu negara tersebut, meski pada kenyataannya pertumbuhan ekonomi yang besar belum tentu menggambarkan kondisi rakyat yang sejahtera. Pemerintah pun berusaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi, termasuk di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan infrastruktur yang ada sehingga bisa meningkatkan minat para pengusaha untuk menanamkan modalnya di Indonesia, baik pengusaha lokal maupun pengusaha asing.

Terdapat beberapa indikator yang digunakan dalam menentukan besarnya pertumbuhan ekonomi di suatu negara, salah satu yang paling sering digunakan adalah Produk Domestik Bruto (PDB). Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan PBD sebagai jumlah nilai tambah yang dihasilksan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau menetapkan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.Secara umum, kondisi perekonomian di Indonesia pada masa sebelum krisis ekonomi, yaitu antara tahun 1986-1996, cukup stabil, bahkan relatif tinggi dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6.47 9.12 persen per tahun dengan rata-rata sebesar 7.76 persen pada periode tersebut. Pada tahun 1991, pertumbuhan ekonomi di Indonesia mencapai puncak tertinngi, yaitu sebesar 9.1 persen. Tentunya angka yang relatif tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi saat ini yang masih berada di kisaran 6 persen saja.saat krisis ekonomi melanda Indonesia, yaitu antara tahun 1997 1999 yang disebabkan anjloknya nilai dari mata uang Thailand (Bath), pertumbuhan ekonomi di Indonesia sangat menurun, bahkan terjadi penurunan yang sangat drastis di mana rata-rata pertumbuhan ekonomi antara tahun itu hanya sekitar -2.68 persen. Pada puncak krisis ekonomi, yaitu pada tahun 1998, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi terendah sepanjang sejarah, sebesar -13.24 persen saja.Perlambatan laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebetulnya sudah terasa sejak tahun 1997, di mana saat itu pertumbuhan ekonomi di Indonesia hanya sebesar 4.59 persen, turun 3.19 persen dari tahun sebelumnya, tahun 1996, di mana pertumbuhan ekonomi di tahun 1996 sebesar 7. 78 persen. Kemudian di tahun 1998 yang merupakan puncak krisis ekonomi, pertumbuhan ekonomi di Indonesia terjun bebas, yaitu turun sebesar 8.65 persen dari tahun sebelumnya, tahun 1997. Pada tahun 1999, kondisi perekomian di Indonesia mengalami peningkatan dengan ditandai peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 12.63 persen dari pertumbuhan ekonomi di tahun 1998.Pada periode pemulihan setelah krisis ekonomi, yaitu antara tahun 2000 2007, pertumbuhan ekonomi di Indonesia kembali menunjukkan peningkatan antara 3.83 6.35 persen, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 5.04 persen pada periode tersebut. Kemudian pada tahun 2008, kondisi perekonomian di dunia kembali diguncangkan dengan adanya krisis global, namun ternyata krisis global yang melanda perekonomian dunia ini tidak terlalu berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia. Penurunan memang saat itu terjadi pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia, namun tidak begitu signifikan, yaitu hanya sekitar 0.33 persen dibandingkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2007. Saat itu, pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebesar 6.01 persen.Dampak adanya krisis global yang melanda perekonomian dunia memang tidak terlalu dirasakan pada tahun 2008, namun justru baru dirasakan pada tahun 2009 di mana pada tahun 2009, pertumbuhan ekonominya hanya sebesar 4.58 persen, turun 1.44 persen dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2010, pertumbuhan ekonomi di Indonesia kembali meningkat, yaitu sebesar 6.01 pesen, meningkat jika dibandingkan tahun 2009 maupun tahun 2008.Di tahun 2011, pertumbuhan ekonomi di Indonesia kembali meningkat, yaitu sebesar 6.5 persen, naik sebesar 0.49 persen dibandingkan tahun 2010. Namun di tahun 2012 kemarin, perkiraan kenaikkan pertumbuhan ekonomi yang telah diramalkan pemerintah justru meleset. Di tahun 2012, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi di Indonesia hanya sekitar 6.23 persen, mengalami penurunan sebesar 0.27 persen jika dibandingkan dengan tahun 2011. Untuk tahun 2013, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia 6.8 persen, entahlah akan tercapai atau tidak.Di sisi lain dari usaha peningkatan pertumbuhan ekonomi, Indonesia justru sedang menhadapi masalah yang besar dan amat kompleks, yaitu masalah semakin banyaknya kasus korupsi di negeri ini. Seiring dengan usaha pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi, justru kasus korupsi juga berkembang dengan pesatnya. Berdasarkan hasil survei di tahun 2012, menempatkan Indonesia sebagai negara terkorup nomor 1 di Asia Pasifik, dan nomor 5 terkorup di dunia setelah Azerbaijan, Bangladesh, Bolivia, dan Kamerun.Apabila membaca koran, menonton, televisi, ataupun membaca berita-berita yang terpampang di media online, akan sangat mudah menemukan berita mengeai kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. Dari kasus korupsi di li