contoh makalah

  • View
    799

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of contoh makalah

MEMBACA EFEKTIF ARTIKEL ILMIAH

Makalah Disusun untuk memenuhi tugas terstruktur MPK bahasa Indonesia yang dibina oleh ....

KELOMPOK 3 DIAH SUKORINI HERWIYANTI NALURITA P.S RATIH JUNIARTI RENY P.S (0410230045) (0410230089) (0410230130) (0410233125) (0410233130)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI September 2007

BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG Mendengar kata jurnal atau artikel ilmiah, sebagian orang akan langsung memiliki pandangan bahwa jurnal atau artikel ilmiah pastilah membosankan dan menakutkan. Pandangan awal tersebut mungkin diakibatkan karena tidak pernah mengenal secara langsung seperti apakah jurnal atau artikel ilmiah yang dimaksud. Tampilan awalnya memang agak menakutkan dengan tebal kurang lebih 20 halaman, menggunakan bahasa inggris, dan terkadang bagian metodologi penuh dengan rumus-rumus sulit yang cukup mengintimidasi. Namun, jika sudah lebih mengenal jurnal atau artikel ilmiah, mungkin bisa sedikit mengurangi pandangan negatif seperti itu. Kurangnya minat mahasiswa untuk membaca jurnal atau artikel ilmiah setidaknya berusaha sedikit diatasi dengan adanya kelas Seminar C yang mengenalkan jurnal atau artikel ilmiah kepada mahasiswa. Kuliah Seminar C memiliki tujuan di antaranya adalah meningkatkan kemampuan membaca dengan cepat dan mengerti suatu jurnal atau artikel ilmiah dengan hanya mendengarkan tanpa membacanya sendiri. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan permasalahan yang merupakan pertanyaan dalam tujuan pembahasan sebagai berikut: Bagaimana cara yang paling efektif untuk membaca suatu jurnal atau artikel ilmiah?

TUJUAN PEMBAHASAN Pembahasan materi ini bertujuan agar mahasiswa mampu membaca efektif jurnal atau artikel ilmiah. MANFAAT PEMBAHASAN 1. Diharapkan Mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan membaca jurnal atau artikel ilmiah dengan cepat. 2. Diharapkan Mahasiswa dapat mengerti suatu jurnal atau artikel ilmiah dengan hanya mendengarkan tanpa membacanya sendiri.

BAB II PEMBAHASAN

MEMBACA ARTIKEL ILMIAH DEFINISI Artikel ilmiah adalah karya tulis yang menyajikan data dan fakta yang sahih dan dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan. MEMBACA EFEKTIF Ketika seseorang membaca, apapun bahan bacaannya, seharusnya ia mampu memahami isi dari bahan bacaan itu, sehingga ia memperoleh faedah dan manfaat. Membaca tapi tidak memahami isi dari bacaannya, merupakan kecenderungan yang dialami banyak orang. Kondisi ini terjadi biasanya disebabkan oleh ketiadaan tujuan dari membaca. Sebab, sejatinya seseorang yang membaca itu, paling tidak ia akan memperoleh informasi baru tentang apa yang dibacanya. Karena itu, sedapat mungkin cara kita membaca, agar memperoleh banyak manfaat, harus kita ubah. Bagaimana caranya? Pertama, membaca itu harus bertujuan. Tanpa tujuan yang jelas, pemahaman kita terhadap apa yang kita baca juga akan menjadi tidak jelas. Paling tidak, carilah tujuan yang paling mudah dan sederhana. Misalnya, ketika membaca buku tentang pendidikan, maka tujuannya minimal dapat memperoleh informasi tentang apa itu pendidikan. Dengan cara demikian, faedah membaca pun didapatkan. Itulah yang dimaksud dengan membaca yang bertujuan. Jadi, aktivitas membaca bukanlah aktivitas iseng dalam rangka mengisi waktu kosong. Jika tujuannya hanya iseng, sia-sialah aktivitas membaca tersebut.

TUJUAN MEMBACA ARTIKEL ILMIAH 1. Mengumpulkan informasi 2. Menambah wawasan 3. langkah untuk menyusun artikel ilmiah KECEPATAN MEMBACA Kecepatan setiap orang dalam membaca tidak selalu sama. Ada yang memiliki kecepatan 100 -150 kpm (kata per menit), ada yang 150-200 kpm, dan ada yang di atasnya. Berdasarkan pengamatan dalam berbagai pelatihan, keterampilan, kecepatan rata-rata orang Indonesia dewasa (yang belum pernah latihan keterampilan membaca) 175-300 kpm. Setelah mengikuti latihan keterampilan membaca, kecepatan itu biasanya bisa meningkat. Rumus untuk menghitung kecepatan membaca adalah : jumlah kata yang dibaca, dibagi waktu yang dibutuhkan untuk membaca. Jika kecepatan membaca itu kita andaikan A, jumlah kata yang dibaca diandaikan B, dan waktu yang dibutuhkan untuk membaca diandaikan C, maka rumusnya menjadi: A= B/C = kpm (kata per menit) Seandainya waktu yang dibutuhkan untuk membaca itu terdapat detiknya (misalnya 3 menit 20 detik), maka waktu itu dikonversikan dahulu ke detik; kemudian rumus di atas dikali 60 detik. A= B/C = x 60 detik =kpm (kata per menit) Contoh Jumlah kata yang dibaca adalah 1500 kata; lama membaca adalah 4 menit 10 detik (=250 detik); maka kecepatan membacanya adalah: 1500/250 x 6 x 60 = 360 kpm. Untuk mengetahui kecepatan seseorang dalam membaca,dapat dibaca tulisan berikut ini (ditulis oleh Kartono Mohamad, mantan IDI, berjudul "Dengan Retina Buatan, Dunia Kembali Menjadi Terang" dalam Harian KOMPAS, 14 November 1999, hlm. 4). Jumlah kata dalam tulisan ini adalah 803 kata, digenapkan menjadi 800 kata. Untuk menghitung kata di dalam bacaan digunakan cara berikut: Pertama, hitunglah jumlah kata dalam sepuluh baris; kemudian dibagi sepuluh. Hasilnya

adalah jumlah rata-rata kata perbaris. Kedua, hitunglah jumlah baris dalam tulisan yang kita baca; kemudian kalikan dengan jumlah rata-rata per baris tersebut. Hasilnya adalah jumlah kata yang kita baca. TEKNIK YANG PERLU DIPRAKTIKKAN untuk memperoleh SAAT informasi, MELAKUKAN bukan untuk

AKTIVITAS MEMBACA Pertama, membacalah memperoleh aneka pendapat. Bersikaplah kritis. Sangat banyak orang yang membaca sesuatu dan lantas memercayai begitu saja apa yang dia baca. Tidak sedikit orang yang membaca demi hanya mendukung pendapat yang telah dianutnya. Pembaca yang demikian tidak mau berpikir lagi dan percaya pada apa yang dibacanya begitu saja. Kedua, hendaknya membolak-balik terlebih dahulu buku yang akan dibaca sebelum memutuskan membaca buku tersebut hingga tuntas. Pertimbangkan apakah buku itu bermanfaat atau tidak. Cermatilah apakah makna buku tersebut. Lakukan hal yang sama pula saat akan membaca koran atau majalah. Ketiga, jika membaca buku ilmiah, harus membacanya dengan pikiran yang objektif. Akan tetapi, jika membaca buku yang mengemukakan suatu pendapat atau propaganda, harus membaca buku itu dengan kritis. Dalam konteks ini, harus menempatkan diri laksana seorang hakim. Dengan demikian, harus menjadi orang yang tidak gampang percaya begitu saja. Keempat, membuat tanda-tanda khusus pada bagian-bagian penting dalam setiap bahan bacaan yang dibaca. Tanda-tanda khusus itu bisa berupa tanda silang yang mencolok pada tepi kiri bagian yang dibaca, bisa juga berupa garis bawah pada bagian-bagian penting bahan yang dibaca. Kelima, membuat ringkasan atau ikhtisar dari setiap pokok persoalan yang dibaca. Ringkasan atau ikhtisar itu bisa ditulis dalam sehelai kartu atau dalam buku catatan khusus.

HAMBATAN

MEMBACA

CEPAT

DAN

EFISIEN

DAN

CARA

MENGATASINYA Ada beberapa hambatan yang sering dijumpai pada orang-orang tertentu di dalam membaca sehingga orang tersebut tidak bisa membaca secara cepat dan efisien. Hambatan-hambatan ini banyak berkaitan dengan ke-biasaan membaca yang dipraktekkan sejak masa kecil dan terbawa-bawa sampai dewasa. Beberapa hambatan tersebut di antaranya adalah: Membaca dengan melafalkan kata yang dibaca Ada orang yang membaca dengan melafalkan kata demi kata yang dibaca. Mungkin orang tersebut kurang puas jika kata-kata yang dibaca itu tidak diucapkan. Cara membaca seperti ini selain akan mengganggu orang lain, juga akan memperlambat pembacaan. Lambat karena kata demi kata dibaca atau satu demi satu. Di samping itu, pembaca akan mudah lelah karena mengucapkan kata demi kata yang dibaca itu mengeluarkan banyak energi. (bandingkan dengan orang yang sedang mengajar di depan kelas, atau yang sedang berpidato). Untuk mengatasi ini dapat dilakukan dua cara. Pertama dengan merapatkan bibir ketika membaca, dan kedua, dengan menguyah permen karet. - Membaca dengan menggerakkan bibir Ada lagi yang membaca dengan menggerakkan bibir. Bibirnya komat-kamit mengikuti bunyi huruf di dalam teks bacaan. Cara membaca seperti ini selain kurang enak di pandang mata (karena bibir terus komat-kamit) juga kurang cepat dan efisien karena si pembaca pada dasarnya membaca kata demi kata (bahkan huruf demi huruf) yang ada di dalam teks bacaan. Cara membaca dengan komatkamit juga bisa membuat bibir cepat lelah, rahang atas dan bawah pegal, dan pada akhirnya mempengaruhi daya tahan baca. Untuk mengatasi hambatan ini bisa dilakukan dua cara yang dikemukakan di atas: 1. Membaca dengan menunjuk Sebagian lagi ada yang membaca dengan menunjuk-nunjuk teks yang sedang dibacanya dengan jari atau alat tulis. Cara membaca seperti ini juga

kurang cepat dan efesien karena si pembaca melakukan pembacaan kata demi kata. Di samping itu, cara membaca dengan menunjuk-nunjuk ini juga bisa membuat tangan cepat lelah dan pada akhirnya bisa mempengaruhi daya tahan baca. Untuk mengatasi hambatan ini bisa dilakukan dua cara berikut. Pertama dengan memasukan tangan yang suka menunjuk-nunjuk itu ditugaskan memegang buku yang sedang dibaca (sekaligus jari telunjuk dan jempol ditugaskan untuk menyiapkan dan membuka `halaman berikut' yang akan dibaca). 2. Membaca dengan menggerakan kepala Sebagian lagi memiliki kebiasaan membaca dengan menggerakkan kepala (dari arah ke kiri ke kanan, dan sebaliknya) mengikuti kata-kata yang sedang dibaca. Cara membaca seperti ini juga kurang cepat dan efisien karena si pembaca pada dasarnya mengikuti pembacaan kata demi kata. Di samping itu cara membaca dengan menggerakkan kepala bisa juga mengakibatkan kepala cepat lelah dan bahkan pusing. Untuk mengatasi kepala yang bergerak-gerak ini maka si pembaca bisa memegang dagunya. Jadi ketika membaca,maka salah satu tangan memegang teks bacaan dan tangan yang