of 134/134
1 BAB I LINGKUP ILMU PENGETAHUAN ALAM A. PENDAHULUAN Ruang lingkup Ilmu Pengetahuan Alam yang akan dipelajari meliputi : kelahiran alam semesta dengan berbagai teori, keadaan tata surya, bumi, asal mula kehidupan di bumi dan perkembangan makhluk hidup. Pengetahuan lingkup IPA tersebut sangat penting memberi pemahaman kepada mahasiswa sehingga dapat mendukung pemahaman yang lebih luas tentang hubungan lingkungan hidup, teknologi bagi kemanfaatan umat manusia. Diketahui bersama IPA sangat berkaitan erat dengan teknologi. Oleh karena itu pula pemahaman yang benar tentang IPA akan mengurangi perilaku negative terhadap lingkungan bahkan pada akhirnya mengurangi dampak teknologi yang dihasilkannya. Standar kompetensi : Mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman lingkup IPA seperti terbentuknya alam semesta dan system tata surya khususnya bumi. Kompetensi Dasar : 1. Menjelaskan terbentuknya alam semesta 2. Menerangkan teori terbentuknya tata surya 3. Menunjukkan gambaran yang tepat susunan tata surya 4. Menerangkan dengan singkat sifat-sifat khusus masing-masing planet 5. Mengungkapkan dengan kata-kata sendiri teori terbentuknya bumi termasuk continental drift 6. Menjelaskan adanya system tertutup dari bumi 7. Menerangkan dengan singkat adanya fungsi lapisan bumi meliputi litosfer, hidrosfer, atmosfer dan biosfer. Petunjuk Belajar : 1. Untuk mempelajari materi IPA sebaiknya dilengkapi dengan video, film yang berhubungan dengan Alam. 2. Memanfaatkan multimedia secara optimal dapat membantu mahasiswa untuk memiliki motivasi dalam belajar.

buku ajar ilmu alamiah dasar

  • View
    99

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

buku ajar ilmu alamiah dasar

Text of buku ajar ilmu alamiah dasar

  • 1

    BAB I

    LINGKUP ILMU PENGETAHUAN ALAM

    A. PENDAHULUAN

    Ruang lingkup Ilmu Pengetahuan Alam yang akan dipelajari

    meliputi : kelahiran alam semesta dengan berbagai teori, keadaan

    tata surya, bumi, asal mula kehidupan di bumi dan perkembangan

    makhluk hidup. Pengetahuan lingkup IPA tersebut sangat penting

    memberi pemahaman kepada mahasiswa sehingga dapat

    mendukung pemahaman yang lebih luas tentang hubungan

    lingkungan hidup, teknologi bagi kemanfaatan umat manusia.

    Diketahui bersama IPA sangat berkaitan erat dengan teknologi.

    Oleh karena itu pula pemahaman yang benar tentang IPA akan

    mengurangi perilaku negative terhadap lingkungan bahkan pada

    akhirnya mengurangi dampak teknologi yang dihasilkannya.

    Standar kompetensi :

    Mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman lingkup IPA seperti

    terbentuknya alam semesta dan system tata surya khususnya bumi.

    Kompetensi Dasar :

    1. Menjelaskan terbentuknya alam semesta

    2. Menerangkan teori terbentuknya tata surya

    3. Menunjukkan gambaran yang tepat susunan tata surya

    4. Menerangkan dengan singkat sifat-sifat khusus masing-masing

    planet

    5. Mengungkapkan dengan kata-kata sendiri teori terbentuknya

    bumi termasuk continental drift

    6. Menjelaskan adanya system tertutup dari bumi

    7. Menerangkan dengan singkat adanya fungsi lapisan bumi

    meliputi litosfer, hidrosfer, atmosfer dan biosfer.

    Petunjuk Belajar :

    1. Untuk mempelajari materi IPA sebaiknya dilengkapi dengan video, film yang berhubungan dengan Alam.

    2. Memanfaatkan multimedia secara optimal dapat membantu mahasiswa untuk memiliki motivasi dalam belajar.

  • 2

    3. Dari penjelasan maupun gambaran yang diperoleh dari Film/video, mahasiswa diminta komentar masing-masing.

    4. Menuliskan hal-hal yang berkaitan dengan penciptaan, keadaan tata surya yang semakin berkembang maupun keberadaan

    makhluk hidup dewasa ini.

    5. Mengerjakan latihan dan menuliskan dalam bentuk laporan tugas mandiri.

    B. PENYAJIAN

    KEGIATAN BELAJAR 1.

    ALAM SEMESTA DAN TATA SURYA

    a. Teori Terbentuknya Alam Semesta

    Berbagai teori tentang terbentuknya alam semesta telah

    menjadi perdebatan para peneliti dari zaman ke zaman. Beberapa

    yang akan disajikan merupakan teori yang masih dipercaya hingga

    kini. Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan

    makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai

    ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba dan

    sebagainya. Sedang makrokosmos adalah benda-benda yang

    mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet,

    galaksi.

    Para ahli astronomi menggunakan istilah alam semesta dalam

    pengertian tentang ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada

    di dalamnya. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang berakal budi

    dan sebagai penghuni alam semesta selalu tergoda oleh rasa ingin

    tahunya untuk mencari penjelasan tentang makna dari hal-hal yang

    diamati. Dengan diperolehnya berbagai pesan dan beraneka ragam

    cahaya dari benda-benda langit yang sampai dibumi timbullah

    beberapa teori yang mengungkapkan tentang terbentuknya alam

    semesta. Teori tersebut dikelompokkan menjadi:

    1) Teori keadaan tetap (Steady-state theory) Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang

    menyatakan bahwa alam semesta di manapun dan bilamanapun

    selalu sama. Berdasarkan prinsip tersebut alam semesta terjadi

    pada suatu saat tertentu yang telah lalu dan segala sesuatu di

    alam semesta selalu tetap sama walaupun galaksi-galaksi saling

    bergerak menjauhi satu sama lain. Teori ini ditunjang oleh

  • 3

    kenyataan bahwa galaksi baru mempunyai jumlah yang

    sebanding dengan galaksi lama. Dengan demikian teori ini secara

    ringkas menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi terbentuk (lahir),

    tumbuh, menjadi tua dan akhirnya mati. Jadi, teori ini

    beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga besarnya dan

    tak terhingga tuanya. (tanpa awal dan tanpa akhir).

    Dengan diketahuinya kecepatan radial galaksi-galaksi

    menjauhi bumi yang dihubungkan dengan jarak antara galaksi-

    galaksi dengan bumi dari hasil pemotretan satelit, maka

    disimpulkan bahwa makin jauh jarak galaksi terhadap bumi,

    makin cepat galaksi tersebut bergerak menjauhi bumi. Hal ini

    sesuai dengan garis spektra yang menuju ke panjang gelombang

    yang lebih besar yaitu menuju merah, yang hal ini sering dikenal

    dengan pergeseran merah. Dari hasil penemuan ini menguatkan

    bahwa alam semesta selalu mengembang (ekspansi) dan menipis

    (kontraksi). Dengan demikian harus ada ledakan atau dentuman yang memulai adanya pengembangan.

    2) Teori dentuman besar (Big-bang theory) Teori ini berlandaskan dari asumsi adanya massa yang

    sangat besar dan mempunyai masa jenis yang sangat besar

    karena adanya reaksi inti kemudian meledak dengan hebat Massa

    tersebut kemudian mengembang dengan sangat cepat menjauhi

    pusat ledakan Menurut teori ini ada beberapa massa yang penting

    selama terjadinya alam semesta, yaitu:

    - Masa batas dinding Planck yaitu masa pada saat alai semesta berumur 10

    -43 detik berdasarkan hasil perhitungan Panck.

    - Masa Jiffy yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10-23 detik, dengan jari-jari alam semesta 10

    -13 cm dengan

    kerapatannya 1055

    kali kerapatan air.

    - Masa Quark yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10-4 detik. Pada masa ini partikel-partikel saling bertumpang

    tindih dan tidak berstruktur serta diikuti dengan terbentuknya

    hadron yang mempunyai kerapatan 109

    ton tiap sentimeter

    kubik.

    - Masa pembentukan Lipton yaitu masa pada saat alam semesta berumur setelah 10

    -4 detik.

    - Masa Radiasi yaitu masa alam semesta berumur 1 detik sampai satu juta kemudian pada saat terbentuknya fusi

    hidrogen menjadi helium mempunyai suhu 109 derajat

  • 4

    Kelvin. Pada saat usia alam semesta berumur 105 sampai 10

    6

    tahun mempunyai suhu 3000 derajat Kelvin.

    - Masa pembentukan Galaksi yaitu pada usia alam semesta 10

    8-10

    9 tahun. Pada saat usia ini galaksi masih berupa kabut

    pilin yang berputar membentuk piringan raksasa.

    - Masa pembentukan tata surya yaitu pada usia 4,6 X 109 tahun.

    b. Teori Terbentuknya Galaksi dan Tata Surya

    Menurut Fowler, 12 ribu juta tahun yang lalu Galaksi kita ini

    tidaklah seperti dalam keadaan seperti sekarang ini. la masih berupa

    kabut gas hidrogen yang sangat besar sekali yang berada di ruang

    angkasa. la bergerak perlahan mengadakan rotasi sehingga

    keseluruhannya berbentuk bulat. Karena gaya beratnya maka ia

    mengadakan kontraksi. Massa bagian luar banyak yang tertinggal;

    pada bagian yang berkisar lambat dan mempunyai berat jenis yang

    besar terbentuklah bintang-bintang. Gumpalan kabut yang telah

    menjadi bintang itupun secara perlahan mengadakan kontraksi.

    Energi potensialnya mereka keluarkan dalam bentuk sinar dan panas

    radiasi dan bintang-bintang itupun makin turun temperatur-nya.

    Setelah berpuluh ribu juta tahun ia mempunyai bentuknya yang

    boleh dikatakan tetap seperti halnya matahari kita. Hipotesis itu

    diyakinkan oleh suatu observasi yang ditujukan kepada pusat galaksi

    di mana selalu dilahirkan bintang baru baik secara perlahan-lahan

    maupun secara eksplosif (Amysari 2007: 10).

    Galaksi. Berdasarkan apa yang nampak dari hasil

    pengamatan, dapat kita bedakan adanya tiga macam galaksi, yaitu:

    a) Galaksi berbentuk spiral b) Galaksi berbentuk elips c) Galaksi berbentuk tak beraturan.

    Bima Sakti. Induk dari matahari kita adalah galaksi Bima

    Sakti atau Milky Way. Bima Sakti mempunyai bentuk spiral.

    Tetangga terdekat dari Bima Sakti adalah galaksi Andromeda yang

    juga berbentuk spiral dan jauhnya 870.000 tahun cahaya (cahaya

    bergerak dengan kecepatan 300.000 km/detik, jadi tahun cahaya

    berjarak 300.000 X 365 X 24 X 60 X 60 km = 1013

    km).

    Letak matahari dan bumi tempat tinggal kita kira-kira adalah

    pada tanda (X), yang jauhnya kurang lebih 2/3dari pusat galaksi

    sampai batas tepian luarnya. Bulatan-bulatan yang terletak di bawah

  • 5

    dan di atas pusat galaksi adalah kumpulan-kumpulan bintang

    (globular). Dalam satu galaksi ada yang mencapai 1.000 kumpulan

    bintang seperti itu. Galaksi kita ini mengadakan rotasi dengan arah

    yang berlawanan dengan jarum jam.

    Bima Sakti memiliki tidak kurang dari 100 ribu juta bintang.

    Selain itu masih terdapat gumpalan-gumpalan kabut gas maupun

    semacam galaksi kecil yang banyak jumlahnya.

    1) Hipotesis Nebular Hipotesis ini dikemukakan pertama kali oleh Laplace

    pada tahun 1796. Ia yakin bahwa sistem tata surya terbentuk dari

    kondensasi awan panas atau kabut gas yang sangat panas. Pada

    proses kondensasi tersebut ada sebagian yang terpisah dan

    merupakan cincin yang mengelilingi pusat. Pusatnya itu menjadi

    sebuah bintang atau matahari. Bagian yang mengelilingi pusat itu

    dengan cara yang sama berkondensasi membentuk suatu formula

    yang serupa dengan terbentuknya matahari tadi. Setelah

    mendingin benda-benda ini akan menjadi planet-planet seperti

    bumi dengan benda-benda yang mengelilinginya berupa satelit

    atau bulan. Dapat dibayangkan bahwa berdasarkan teori ini,

    planet Saturnus yang dikelilingi oleh cincin Saturnus itulah

    merupakan bakal satelitnya. Salah satu keberatan dari hipotesis

    ini adalah ditemukannya dua buah bulan pada Jupiter dan sebuah

    bulan di Saturnus yang berputar berlawanan arah dengan rotasi

    planet-planet tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa satelit

    tersebut bukan merupakan bagian dari planetnya sesuai dengan

    hipotesis Laplace.

    2) Hipotesis Planettesimal Dikemukakan pertama kali oleh Chamberlin dan

    Moulton. Hipotesis ini bertitik tolak dari pemikiran yang sama

    dengan teori nebular yaitu bahwa sistem tata surya ini terbentuk

    dari kabut gas yang sangat besar yang berkondensasi.

    Perbedaannya adalah terletak pada asumsi bahwa terbentuknya

    planet-planet itu tidak harus dari satu badan tetapi diasumsikan

    ada bintang besar lain yang kebetulan sedang lewat dekat bintang

    di mana tata surya kita merupakan bagiannya. Kabut gas dari

    bintang lain itu sebagian terpengaruh oleh daya tarik matahari

    kita dan setelah mendingin terbentuklah benda-benda yang

    disebut planettesimal. Planettesimal merupakan benda-benda

  • 6

    kecil yang padat. Karena daya tarik menarik antar benda itu

    sendiri, benda-benda kecil tersebut akan bergumpal menjadi

    besar dan menjadi panas. Hal ini disebabkan oleh tekanan akibat

    akumulasi dari massanya. Teori ini dapat menjawab pertanyaan

    meng-apa ada satelit-satelit pada Jupiter maupun pada Saturnus

    yang mempunyai orbit berlawanan dengan rotasi planet-planet

    itu.

    3) Teori Tidal Teori ini diungkapkan pertama kali oleh James Jeans dan

    Harold Jeffreys pada tahun 1919. Menurut teori ini planet itu

    merupakan percikan dari matahari yaitu seperti percikan mata-

    hari yang sampai kini masih nampak ada. Percikan tersebut di-

    sebut tidal. Tidal yang besar yang kemudian akan menjadi planet itu disebabkan karena adanya dua buah matahari yang

    bergerak saling mendekat. Peristiwa ini tentu jarang sekali terjadi

    namun bila ada dua buah bintang yang bergerak mendekat satu

    dengan yang lain maka akan terbentuklah planet-planet baru

    seperti teori tersebut di atas.

    Usaha para ilmuwan itu hanyalah sekadar menguji hipo-

    tesis. Setelah teruji, teori itu masih mungkin diperbaiki dengan

    teori yang lebih akurat. Namun demikian teori-teori tersebut di

    atas masih diyakini orang sampai sekarang.

    c. Sistem Tata Surya

    Kesamaan dan Kelainan

    Sembilan buah planet yang mengelilingi matahari pada

    hakikatnya merupakan dunia tersendiri, dengan beberapa cm khas.

    Dilihat dari segi kemanusiaan, bumilah yang paling khas, karena

    mampu mengemban kehidupan dan makhluk teknologi. Sampai saat

    ini diduga tidak ada Homo Sapiens. Manusia Pemikir, di lingkungan

    planet lain (makhluk jenis lain) mungkin saja hidup di planet Mars

    atau Venus, artinya dapat berkembang atau bermetabolisme.

    Secara kelompok, planet di dalam tata surya kita ini dapat

    terbagi dalam dua golongan kecil:

    1) Planet kecil (kerdil) Termasuk ke dalam keluarga ini ialah Merkurius, Venus,

    Bumi dan Mars. Golongan ini kebetulan menempati lintasan

    yang dekat dengan matahari, dibanding dengan lintasan golongan

  • 7

    kedua. Ciri umumnya ialah, garis tengahnya kecil, tetapi padat.

    Rapat masa rata-ratanya terletak antara 4,2-5,5 gram setiap

    sentimeter kubik; biasanya tidak berlapisan angkasa tebal,

    bahkan Merkurius sama sekali tidak diselimuti angkasa.

    2) Planet raksasa Terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus

    lintasannya jauh dari Matahari. Garis tengahnya jauh lebih besar

    dibanding dengan golongan pertama. Garis tengah Jupiter,

    umpamanya 17 kali garis tengah bumi. Walaupun demikian,

    kelompok ini umumnya kurang padat. Rapat masa sangat rendah,

    misalnya Saturnus, antara 0,7-1,6 gram setiap sentimeter kubik,

    lebih rendah daripada rapat air. Di samping ciri tadi, dilihat dari

    besar jari-jarinya, lapisan angkasa planet raksasa ini sangat tebal,

    dan hampir tiada kecualinya terdiri dari senyawa berhidrogen.

    Sesuatu yang sangat menarik kiranya ialah kenyataan, bahwa

    ruang antara kedua golongan planet itu dihuni oleh asteroid.

    Ketiadaan planet besar di dalam ruang asteroid pernah menimbulkan

    banyak perdebatan sampai pada tahun 1801. Pada tahun itu seorang

    astronom Italia, Piazzi, menemukan asteroid Ceres. Benda yang garis

    tengahnya hanya 750 kilometer itu terlalu kecil untuk disebut planet,

    tetapi terlalu besar untuk dianggap tidak ada. Penemuan ini

    merupakan permulaan daripada serangkaian penemuan asteroid.

    Kemudian ternyata, bahwa asteroid merupakan keluarga besar

    banyaknya sekitar 100.000. Semua itu menghuni daerah antara

    planet kecil dan planet raksasa. Planet Pluto, yang terdapat pada jarak 40 kali lebih daripada

    jarak matahari-bumi, sebenarnya merupakan dunia gelap, dingin dan

    masih asing bagi pengetahuan astronomi dewasa ini.

    Kekurangtahuan mengenai dimensinya menyebabkan dia belum

    dapat dimasukkan ke dalam salah satu sub-golongan tersebut di atas.

    Planet, selain berevolusi (beredar mengelilingi titik pusat

    gravitasi, yang dalam hal ini matahari) juga berotasi (bergasing

    mengelilingi pusat masa planet sendiri). Lamanya tempo revolusi

    dan rotasi berbeda antara planet yang satu dengan lainnya. Gerak

    putar planet terlihat sangat besar dibanding dengan gerakan

    matahari. Hampir 98 persen momentum putaran di dalam tata surya

    kita dihimpun dalam gerakan planet. Momentum putaran dalam ilmu

    mekanika merupakan suatu besaran vektor yang tetap besar dan

    arahnya. Perubahan dalam komponennya bisa terjadi, tetapi harus

  • 8

    diimbangi oleh komponen lainnya. Bahwasanya matahari sangat

    lamban memutari porosnya, barangkali bukan suatu kebutuhan tetapi

    merupakan sifat tak terpisahkan dengan terjadinya matahari dan

    pembentukan tata surya.

    Adonan dasar zat yang ditemui pada semua planet mungkin

    sama, tetapi ramuan bisa berbeda karena keadaan (kondisi) fisik

    yang berbeda. Hidrogen di bumi ditemui kebanyakan bersenyawa

    dengan oksigen, membentuk air. Di angkasa planet Jupiter, hidrogen

    ditemui sebagai senyawa dengan karbon dan nitrogen. Yang terakhir

    itu menghasilkan metana, yang tidak bisa diharapkan melimpah

    dalam angkasa bumi. Di planet Merkurius, hidrogen dan unsur

    ringan lain barangkali telah dihalau oleh panasnya permukaan planet

    itu (600). Kalau sejak dulu telah diduga, Merkurius tak dapat

    menahan angkasa maka pengamatan Meriner-10 pada tahun 1974

    hanya membenarkan dugaan tersebut. Planet Merkurius sangat padat,

    hal itu diduga akibat penumpukan unsur berat pada intinya, yaitu

    tersusun atas besi-nikel. Permukaan menyerupai permukaan bulan,

    penuh dengan kawah tetapi tanpa dataran rendah atau laut. Warnanya kehitaman menyerupai lapisan batuan basal yang kelam.

    Pada jarak, jarak rata-rata matahari-bumi,-terdapat planet

    berangkasa tebal, Venus, sering disebut saudara kembar bumi, hanya

    karena hampir sama besar dengan planet kita. Walaupun suhu rata-

    ratanya lebih tinggi daripada bumi, tetapi lapisan angkasa Venus

    cukup tebal, dan sebagian besar terdiri dari CO2. Ada petunjuk

    bahwa di sana tidak terdapat CO, tetapi uap air, nihil. Karena CO2-

    lah penyusun utama, menyebabkan angkasa planet itu memperoleh

    efek rumah semai (greenhouse) yang menyebabkan suhu permukaannya menjadi sangat tinggi akibat tertahannya pancaran

    panas dari permukaan. Warna Venus yang menyala merupakan

    petunjuk bahwa daya pantul lapisan angkasa Venus yang teratas

    tinggi sekali. Ini merupakan gejala yang menarik.

    Di samping tingginya suhu, juga tekanan udara di dalam ang-

    kasa sangat tinggi, 100 kali lebih besar daripada tekanan planetnya

    sendiri. Di bumi, adanya magnetosfera sangat menguntungkan,

    karena dapat bertindak sebagai penahanan pemboman zarah

    bermuatan yang berasal dari luar bumi. Ketiadaan magnetosfera di

    sekeliling planet Venus tidak bertentangan dengan teori dinamo. Dalam teori ini dikatakan, medan magnet di sekeliling sebuah planet

    hanya mungkin terjadi, jika di dalam planet itu masih terdapat zat

  • 9

    yang meleleh. Lagi pula planet yang bersangkutan harus berputar

    dengan cepat. Venus memang berputar lambat pada sumbunya.

    Tebal angkasa Venus menghalangi orang memandang

    tubuhnya, tetapi penyelidikan dengan radar telah memungkinkan

    pemetaan topografi permukaan planet itu. Dari penginderaan radar

    tersebut ditarik kesimpulan, permukaan Venus berlereng sangat

    landai, tidak seterjal Merkurius atau bulan.

    Planet ketiga dalam tata surya kita ialah bumi tempat tinggal

    manusia. Salah satu hasil terpenting penjelajahan angkasa luar ialah

    ditemukannya sabuk radiasi van Allen, yang merupakan tempat

    kedudukan partikel bermuatan yang tertangkap oleh medan magnet

    bumi. Partikel itu ada yang berasal dari angin, matahari atau dari

    awan plasma. Sebagian lagi berasal dari partikel yang dipercepat

    oleh medan magnet bumi atau terdiri dari elektron yang berasal dari

    peluruhan beta. Netron yang dapat meluruhkan elektron itu berasal

    dari sumber sinar kosmos utama yang bertumbukan dengan nitrogen

    angkasa bumi. Berbeda dengan planet venus, susunan angkasa bumi

    lebih ditentukan oleh nitrogen. Susunannya yang nyaman dan tepat

    untuk memenuhi kebutuhan manusia itu adalah hasil suatu proses

    yang memakan waktu kira-kira 4,5 milyar tahun, yakni seumur tata

    surya kita.

    Satu setengah kali lebih jauh dari jarak bumi matahari

    mengantarlah planet merah Mars. Warna merah yang sangat

    mencolok, baik dilihat dengan mata bugil maupun teropong,

    menyebabkan Mars mendapat julukan Dewa Perang dengan warna merah darah. Zat warnanya sendiri sebenarnya terdiri dari mineral

    yang tersebar pada permukaannya yang mungkin serupa padang

    pasir. Mineral itu di bumi dikenal dengan nama limonit (Fe2O3)

    Dataran rendah Mars yang lainnya tertutup debu dengan senyawa

    silikat. Tergantung dari musim, dingin atau panas, kedua kutub

    planet itu terdapat berubah warnanya. Putih mengkilap kalau dingin,

    seperti halnya jika terdapat lapisan pemantul yang kuat sekali.

    Dugaan yang sesuai logika ialah, jika musim dingin tiba, kutub

    tersebut tertutup zat cair yang membeku. Kemungkinan besar yang

    membeku ialah CO2, bukan air biasa. Seperti permukaan bulan,

    planet mars ditandai oleh adanya kawah, lembah dan ngarai.

    Sebagaimana diungkapkan oleh sejumlah foto Mariner pada tahun

    1971, kadang-kadang terlihat juga longsoran tanah. Pada tempat

    yang rendah di permukaan mars terdapat adanya perubahan baik

  • 10

    musiman maupun yang tidak. Barangkali aero-dinamika pada

    angkasa planet inilah yang menimbulkan angin dan memboyong

    debu dari satu tempat ke tempat lain, inilah kira-nya penyebab utama

    perubahan warna-warni permukaannya. Perubahan warna itu telah

    berpuluh tahun menarik perhatian, karena dikira timbul dari adanya

    jasad renik yang hidup kembali setelah musim semi tiba. Walaupun

    angin kencang sering mengamuk di permukaan mars, tetapi

    ketiadaan atau kekurangan zat cair, mengurangi derasnya laju erosi.

    Kecepatan erosi itu kira-kira hanya seperdua puluh kecepatan erosi

    wajar di permukaan bumi. Oleh karena itu, goresan pada permukaan

    planet merah itu sebenarnya merupakan tanda abadi kegiatannya di

    masa silam. Pada planet ini kelihatannya molekul organik dapat

    berkembang. Hanya berapa jauhkah evolusi organik di sana dapat

    maju dan berkembang, belum dapat dipastikan. CO2 dan H2O (air

    dapat ditemui di angkasa Mars, begitu pula N2, O3, dan argon.

    Berbeda dengan Venus, lapisan angkasa planet ini sangat tipis.

    Barangkali hanya 1-2 persen daripada perapatan lapisan angkasa

    bumi. Selain itu, walaupun belum meyakinkan, diduga planet Mars

    mempunyai medan magnet. Rotasi planet yang cepat dengan periode

    24 jam 37 menit, merupakan salah satu syarat dapat terbangkitnya

    medan magnet itu.

    Dari planet kecil, kita beranjak ke planet raksasa. Jupiter me-

    rupakan wakil golongan kedua, tidak hanya karena lebih dekat-nya

    dengan bumi (bahkan dikunjungi oleh wahana antariksa tak

    berawak), tetapi sekaligus juga karena besarnya. Jupiterlah planet

    terbesar, dengan garis tengah 17 kali garis tengah bumi. Dengan

    teropong terlihat planet ini sangat pepat pada kutubnya dan kelihatan

    mempunyai lapisan angkasa yang tidak sederhana. Warna-warni

    lapisan itu yang sejajar dengan khatulistiwa planet, mencerminkan

    gerakan di dalam angkasanya. Rotasinya cepat, hanya 10 jam waktu

    yang diperlukan untuk bergasing pada sumbunya. Mencoloknya

    kecepatan itu karena cepatnya planet bergasing, sehingga gaya

    sentrifugasi pada khatulistiwa besar, di samping kenyataan bahwa

    sebagian besar planet itu terdiri dari lapisan gas atau zat yang kurang

    padat. Sebagian inti Jupiter masih dalam keadaan liat, terbukti dari

    adanya medan magnet yang kuat di sekelilingnya. Perputaran planet

    yang cepat dan inti yang meleleh adalah syarat bagi pembentukan

    medan magnet.

  • 11

    Jupiter memancarkan pulsa (denyut) radio dan pancaran

    panas yang cukup besar. Kegiatan pancaran radio itu serta

    hubungannya dengan posisi Io, satelit yang cukup besar. Diduga

    interaksi antara medan magnet dengan Io, merupakan penyebab

    terbangkitnya pulsa radio tadi. Radiasi panas yang disebabkan

    karena bobot lapisan Jupiter, menekan bagian yang lebih dalam.

    Pengerutan Jupiter sebesar 1 mm saja, sudahlah cukup untuk

    menimbulkan tenaga potensial yang dapat menjadikan inti Jupiter

    100 derajat lebih panas, Radiasi panas semacam ini tidak dimiliki

    planet lain. Selain pancaran panas ini, Jupiter masih memancarkan

    panas dari proses yang nontermik. Sebuah zarah bermuatan seperti

    elektron, jika jalannya dipercepat oleh medan magnet sambil

    mempercepat jalan juga akan memancarkan radiasi sinkroton. Jupiter

    ternyata cukup besar kemampuannya untuk memancarkan radiasi

    tipe tersebut. Dalam pada itu halilintar atau peloncatan listrik di

    dalam angkasa Jupiter rupanya cukup intensif, hingga kadangkala

    tercatat semburan pancaran.

    Penyelidikan spektroskopi menunjukkan angkasa planet Ju-

    piter ini mengandung senyawa C, H, dan N. Amoniak (NH3) dan

    metana (CH4) merupakan zat yang spektrumnya terlihat kuat.

    Walauupun begitu seluruh amoniak di situ barangkali hanya

    mencapai 6 x 1020

    gram atau hanya 1/10.000 juta masa seluruh pla-

    net. Dalam tubuhnya sendiri He diduga menjadi komponen

    pembentuk planet yang tidak boleh diabaikan. Salah satu satelit

    planet Jupiter bernama Ganymede. Satelit ini besarnya melebihi

    Merkurius. Tetapi yang lebih menarik ialah, satelit tersebut, di luar

    keberatan apapun juga, sudah dapat dipastikan mempunyai lapisan

    angkasa. Satelit lainnya yang mempunyai angkasa adalah Titan,

    salah satu satelit Saturnus. Bulan terlalu kecil dan panas untuk

    menahan molekul angkasanya. Sesudah selang beberapa juta tahun,

    ia kehilangan seluruh angkasa dan menjadi gersang seperti yang

    sekarang kita saksikan.

    Susunan angkasa planet raksasa lainnya, seperti Saturnus,

    Uranus dan Neptunus, hampir serupa dengan susunan angkasa planet

    Jupiter. Kalau pun ada perbedaan, maka itu disebabkan terutama

    karena temperatur. Hampir semua amoniak pada angkasa saturnus

    membeku, tetapi pada angkasa uranus dan neptunus mungkin

    menjadi kristal warna kehijauan yang menjadi ciri planet Uranus dan

    Neptunus disebabkan karena banyaknya metana di dalam

  • 12

    angkasanya. Berbeda dengan planet kecil, tubuh planet besar ini

    terdiri atas 10 persen hidrogen, helium dan bahkan neon.

    Planet terjauh dan terakhir ditemukan secara teleskopi ialah

    Pluto dari planet ini matahari hanya terlihat sebagai cahaya lilin, dan

    oleh karena itu Pluto adalah dunia dingin dan gelap. Astronomi

    belum banyak mengetahui keadaan kebenarannya planet itu tetapi

    sudah melihat beberapa keanehan. Lintasannya berbeda dengan

    planet lain, dalam arti menyilang lintasan planet tetangganya,

    Neptunus. Inilah salah satu sebab timbulnya dugaan Pluto mungkin

    lepasan satelit Neptunus, yang karena suatu sebab, terpental keluar

    dari garis edarnya. Kecuali itu cahaya Pluto menunjukkan berbagai

    perubahan tak teratur. Seandainya ia merupakan planet yang bundar

    sempurna, maka kelakuan cahayanya tidak mungkin demikian. Jadi,

    barangkali Pluto memang tidak bundar. Masanya terlalu berat untuk

    ukuran garis tengahnya. Jika garis tengahnya yang sekarang

    diterima, dan dipergunakan sebagai dasar pengukuran volumenya,

    rapat masanya akan mencapai 50 kali lebih berat daripada masa air.

    Ini merupakan suatu hal yang sukar dimengerti.

    Pluto merupakan planet terakhir yang semula ditemukan se-

    cara perhitungan (1930) dan baru kemudian dilihat dengan teropong.

    Sebelumnya. telah ada dua buah planet yang ditemui secara

    demikian. Penemuan dengan perhitungan ini membuktikan

    keampuhan pengetahuan matematika dan mekanika benda langit,

    sehingga mendorong orang mencari planet lain. Mungkin masih ada

    planet di luar orbit Pluto, sebaliknya, di dekat matahari di sebelah

    dalam lintasan merkurius. Usaha terakhir ini sampai sekarang belum

    memberikan hasil nyata.

    Keseragaman dan Kebetulan

    Walaupun permukaan planet yang tampak maupun lapisan

    angkasanya berbeda satu sama lainnya. tetapi dinamika planet

    mempunyai kesamaan dan keseragaman yang khas, sehingga sukar

    di duga bahwa hal itu terjadi karena sesuatu kebetulan. Pergerakan

    planet dalam tata surya mempunyai beberapa ciri:

    1) Arah gerak baik rotasi maupun revolusinya searah. Semua ke arah yang berlawanan dengan gerakan jarum jam, kalau dilihat

    dari kutub utara. Aturan ini hampir tiada kecualinya diikuti

    dengan patuh, kecuali oleh beberapa satelit.

  • 13

    2) Bentuk lapisan planet mengelilingi matahari. ataupun satelit mengelilingi planet hampir menyerupai lingkaran. Yang

    mengingkari hukum ini ialah Merkurius dan Pluto, yang masing-

    masing mempunyai keeksentrikan 0,206 dan 0,247.

    3) Selain lintasannya yang sepusat (konsentris) semua lintasan tersebut terdapat pada bidang edar yang satu dengan lainnya

    hampir berhimpitan.

    Dari beberapa keseragaman di atas telah timbul beberapa alur

    pemikiran yang menunjukkan status permulaan tata surya kita.

    Dalam garis besarnya berbagai pemikiran tersebut dapat digolongkan

    jadi dua hal utama:

    1) Teori yang mengemukakan asal dan pembentukan planet dalam hubungannya langsung dengan kelahiran matahari. Proses

    pembentukan itu dapat terjadi sekaligus maupun berurutan.

    2) Teori yang mengemukakan kehadiran planet di sekeliling ma-tahari baru terjadi setelah matahari jadi bintang biasa (normal)

    dan mantap. Kedalam golongan ini termasuk aliran yang

    mengatakan bahwa:

    a) Materi pembentuk planet berasal dari terlemparnya matel matahari sendiri atau materi bintang tersebut. Tumbukan di

    sini tidak perlu berarti tumbukan antara dua buah bintang

    melainkan berarti matahari dan bintang tersebut hanya

    bersimpang jalan.

    b) Materi dasar pembentuk planet terkumpulkan dari materi antar bintang yang terseret oleh matahari dalam perjalan an

    hidupnya mengelilingi pusat galaktika.

    KEGIATAN BELAJAR 2.

    BUMI

    a. Hipotesis Kejadian Bumi

    diketahui bahwa kejadian bumi merupakan hal yang

    menakjubkan, sehingga hingga kini masih menjadi polemic. Untuk

    membahasnya hanya menelusuri cara terjadinya bukan siapa yang

    menjadikannya. Masalah yang terbesar yang mengganggu para ahli

    pikir adalah bagaimana sebenarnya bumi ini tercipta. Banyak dugaan

    dikemukakan sesuai dengan tingkat kemajuan ilmu dan pengetahuan.

    Pada permulaan abad ke-18 di daerah sebelah timur Mesopotamia,

  • 14

    yang kini dikenal sebagai Negara Irak, para ahli Archeologi

    menemukan sisa tulisan pada tanah liat. Ternyata tulisan itu memuat,

    antara lain tentang kejadian bumi. Cerita tentang adanya banjir besar

    zaman Nabi Nuh, juga terdapat dalam tulisan itu. Hal itu sangat

    sesuai dengan cerita-cerita dalam kitab suci. Pada masa kejayaan

    gereja di Eropa, buku Genesis adalah satu-satunya yang harus

    dipercaya. Pelopor perubahan ke zaman penelitian, Copernicus

    Keppler, Galileo dan Newton, membawa pandangan baru dalam

    meninjau sistem tata surya. Teori Newton tentang gravitasi,

    mendorong. para ahli untuk mengajukan hipotesis kejadian bumi

    dengan dasar ilmiah.

    1) Hipotesis Kabut dari Kant dan Laplace Immanuel Kant (1755) dari Jerman, dalam bukunya Al

    gemeine Naturgeschichte und Theorie des Himmels nach

    newtonisehen Grundsatzen behandelt, mencoba mengemukakan pikiran tentang kejadian bumi. Berdasarkan teori Newton tentang

    gravitasi, Kant mengatakan bahwa, asal segalanya ini adalah dari

    gas yang bermacam-macam, yang tarik menarik membentuk

    kabut besar. Terjadinya benturan masing-masing gas,

    menimbulkan panas. Pijarlah, dan itulah asal daripada matahari.

    Matahari berputar kencang, dan di khatulistiwanya memiliki

    kecepatan linear paling besar sehingga terlepaslah fragmen-

    fragmen.

    Fragmen-fragmen inilah yang tadinya pijar, melepaskan

    banyak panas, dan mengembun. Kemudian cair dan bagian luar

    makin padat. Demikianlah terjadi planet-planet, termasuk bumi

    kita ini ( Fessenden ,R.J and Fessenden J.S (2001).

    Piere de Laplace (1796) sarjana Perancis, seorang filosof

    dan ahli matematika, mengemukakan pula adanya kabut,

    meskipun sama sekali tidak kenal dengan Kant, ia beranggapan

    bahwa kabut asal itu telah berputar dan pijar. Di khatulistiwa

    terjadi penumpukan awan. Jika massa ini mendingin maka

    terlepaslah sedikit material dari induknya. Fragment tadi jadi

    dingin dan mengembun, berputar mengelilingi induknya.

    Kemudian menyusul terlepasnya fragmen yang kedua, dan

    ketiga. Sembilan buah planet yang kini beredar dianggap terjadi

    dengan cara yang sama. Induknya adalah matahari.

  • 15

    Massa asal matahari itu disebut nebula, sehingga

    hipotesis ini disebut hipotesis nebula. Karena Kant dan Laplace

    serupa dalam mengemukakan hipotesisnya, maka disebutlah

    hipotesis nebula dari Kant Laplace.

    2) Hipotesis Planetesimal Chamberlain dan Moulton masing-masing ahli Geologi

    dan ahli Astronomi, kira-kira seratus tahun setelah Kant dan

    Laplace, mengejutkan hipotesa Planetesimal. Maka beranggapan

    adanya matahari asal yang didekati oleh suatu bin tang besar

    yang sedang beredar, maka terjadilah tarik menarik sesuai

    dengan hukum Newton. Peledakan di matahari melepaskan

    sebagian materialnya dan tertarik oleh adanya bintang yang

    mendekat tadi. Material matahari itu akan sedikit menjauh dan

    kemudian mendingin sementara bintang besar itu terus berlalu.

    Selanjutnya terjadi pengembunan dan terbentuk sembilan planet

    dan planetoida.

    3) Hipotesis Pasang surut Gas Dikemukakan oleh Jeans dan Jeffries (1930) sebagian

    menyokong hipotesis planetesimal, sambil memperbaiki

    keberatan-keberatannya. Mereka berpikir adanya bintang besar

    yang mendekat, kira-kira seperti bulan dengan bumi, yaitu bulan

    menyebabkan adanya pasang dan surut lautan. Bulan tak cukup

    kuat menarik air menjulur jauh. Akan tetapi matahari yang

    didekati bintang besar itu menjauh, lidah api dari matahari asal

    itu putus dari induknya; pecah berkeping-keping seraya me-

    ngembun dan membeku menjadi planet-planet serta planetoida.

    b. Susunan Lapisan Bumi

    Bahwa bumi berlapis-lapis telah banyak disebut orang.

    Sesuai dengan hipotesis Kant-Laplace, bahwa bumi kemudian

    mendingin di sebelah luar sedang di dalam masih panas. Di dekat

    permukaan menjadi beku dan disebut kerak bumi. Untuk meneliti

    kedalaman bumi, cara yang terbaik adalah dengan pengeboran, Akan

    tetapi pengeboran yang terdalam hanya mampu sampai 5.000 meter, sedangkan jari-jari bumi 6.000.000 meter. Maka pemboran

    sedalam 5.000 meter hampir tiada berarti.

    Dengan majunya penelitian gempa (Seismologi) oleh alat

    yang disebut seismograf, dapatlah diteliti lapisan bumi secara tidak

  • 16

    langsung. Prinsip penelitian adalah anggapan bahwa getaran yang

    merambat melalui kedalaman bumi, hasil grafnya tergantung kepada

    material yang dilaluinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa

    memang bagian dalam ini tidaklah homogen, akan tetapi terdapat

    lapisan-lapisan. Dalam ilmu Geologi, lapisan batas itu disebut

    bidang diskontinyu.

    Bidang diskontinyu yang pertama pada kedalaman 60 Km,

    disebut bidang diskontinyu dari Mohorovicik, nama penemunya,

    kemudian pada kedalaman 1.200 Km dan 2.900 Km. Pada bagian

    paling dalam terdapat bola dengan jari-jari 3.500 Km, yang disebut

    inti bumi (Barysfer). Belum diketahui dengan pasti apakah inti bumi

    ini padat ataukah gas. Yang diketahui dari penelitian seismograf,

    bahwa inti bumi tidaklah cair seperti hipotesis Kant-Laplace.Suess

    dan Wiechert (1919), membagi lapisan bumi sebagai berikut:

    1) Kerak bumi, tebalnya 30-70 Km, terdiri batuan basal dan acid (basa atau pH tinggi, dan acid atau asam pH rendah).

    Massa jenisnya (massa jenis air = 1) kira-kira 2,7

    mengandung banyak Silikat dan Aluminium. Semua butan yang

    ada di ke-rak bumi paling atas, sedalam lautan terdalam (+10

    Km) dianggap berasal dari sedimentasi. Berbagai endapan

    mineral organik, yaitu berasal dari organisme, misalnya batubara,

    minyak bumi, kapur, mungkin berada di tempat tinggi karena

    kerjaan gaya-dalam daripada bumi. Batubara terjadi di rawa-

    rawa pada periode karbon, maka daerah batubara disebut facies

    rawa. Kapur terjadi di pantai tropis pada periode Kapur, 150 juta

    tahun yang lalu, maka daerah kapur disebut facies neritis.

    Sedangkan daerah minyak disebut facies lautan, karena minyak

    dianggap berasal dari organisme lautan. Endapan batuan yang

    biasa dibuat porselen, berasal dari cangkang Diatomae (gangang

    Kersik), yang mengendap di lautan dalam. Daratan yang kini

    dianggap stabil kulit buminya, misalnya daratan Cina, Eropa dan

    Amerika, banyak mengandung kersik dalam tanahnya, sehingga

    bila dibakar akan menjadi porselen. Di Indonesia dan daerah

    labil lainnya, kerjaan vulkanis menyebabkan tanahnya

    mengandung banyak senyawa besi, warnanya lebih merah,

    sehingga bila dibakar tetap merah dan jadilah tembikar.

    2) Selubung bumi, atau sisik silikat (Si), tebalnya 2.200 Km, massa jenisnya 3,6-4. Selubung bumi bersama Kerak bumi disebut

    Lithosfera.

  • 17

    3) Lapisan Chalkosfera, tebalnya 1.700 km, massa jenisnya 6,4 terdiri dari oksida besi dan sulfida besi.

    4) Inti bumi, atau Barisfera, merupakan bola dengan jari-jari 3.500 Km, massa jenisnya 9,6 terdiri dari besi dan nikel.

    Kuhn dan Pittman (1940) mengemukakan bahwa

    sesungguhnya bumi berasal dari matahari, maka inti bumi

    seharusnya juga seperti material matahari. Yaitu terdiri sebagian

    besar dari Hidrogen. Karena tekanan dalam inti bumi sangat besar,

    maka atom-atom Hidrogen bersifat padat. Holmes (1936), membagi

    kerak bumi sebagai berikut:

    a. Bagian atas setebal 15 Km, massa jenisnya 2,7 dan disebut magma-granit.

    b. Lebih ke dalam tebalnya 25 Km, massa jenisnya 3,5 dan disebut magma-basal.

    c. Bagian terbawah kerak bumi, setebal 20 Km, massa jenisnya 3,5 dan disebut magma-peridotit dan eklogit.

    Wiechert (1910), mengemukakan bahwa pada pokoknya

    bagian Lithosfera terdiri dari Silikat dan Aluminium (SiAl atau Sial)

    lebih ringan dan terutama menempati kontinen. Di sebelah bawah,

    terutama di lautan terdapat lapisan berat yang terdiri dari Silikat dan

    Magnesium (Sima). Dari penelitian terbukti bahwa dasar samudera

    Pasifik, terdiri dari Sima. Kedua lapisan tersebut berupa kristal,

    sedangkan di bawahnya terdapat substratum yang bersifat amorf.

    Selanjutnya terdapat teori adanya gerakan kontinen, yang disebabkan

    oleh karena Sial terapung di atas Sima. Wegner (1930) mengajukan

    hipotesis Continental drift (perkisar benua). Permukaan bumi terdiri

    beberapa lempeng besar berukuran benua, masing-masing terdiri dari

    bagian oceanis dan kontinental yang bergerak relatif yang satu

    terhadap yang lain. Tebal tiap lempeng kerak bumi ini adalah kira-

    kira 80 Km.

    Kecepatan gerak relatif lempeng-lempeng ini berkisar antara

    1 cm sampai 13 cm setahun. Meskipun menurut ukuran manusia

    kecepatan ini sangat kecil, namun dilihat dari kacamata Geologi, ini

    sangat berarti, karena gerak 5 cm setahun misalnya dalam satu juta

    tahun dapat menghanyutkan suatu benua sejauh 50 Km ke arah

    jurusan tertentu. Lempeng yang membawa benua Australia misalkan

    dengan kecepatan 6 cm per tahun sedang bergerak ke arah Utara

    yang dalam beberapa juta tahun, kalau proses ini berlangsung tanpa

    gangguan, dapat menjepit kepulauan Nusantara antara benua

  • 18

    Australia dan Asia. Lempeng-lempeng kerak bumi ini dipisahkan

    yang satu dengan yang lain oleh batas lempeng yang geraknya dapat

    bersifat divergensi, konvergensi atau shear (gesekan). Batas lempeng

    ini adalah sangat labil dan ditandai oleh gunung api yang aktif serta

    kegempaan yang tinggi.

    c. Atmosfer, Hidrosfer dan Lithosfer

    Atmosfer

    Bumi dikelilingi oleh selimut gas yang disebut udara atau

    atmosfer. Tebal lapisan udara secara pasti belum dapat diketahui.

    Tetapi para ahli berpendapat, pada jarak 100 Km di atas permukaan

    bumi masih terdapat udara. Kalau dibandingkan dengan jari-jari

    bumi yang 60.000 Km, maka tinggi lapisan udara yang 100 Km

    tersebut, hanya 1/600 jari-jari bumi. Ada lapisan dalam atmosfer.

    1) Yang dekat dengan permukaan bumi setebal . 10 Km disebut troposfer.

    2) Lapisan di atas troposfer disebut Stratosfer. Batas antara 2 lapisan udara tersebut tidak sama di semua

    tempat. Di daerah sekitar khatulistiwa batas itu kadang-kadang dapat

    mencapai 19 Km, tetapi dikutub hanya 6 Km. Presentase tiap gas

    dalam atmosfer pada beberapa ketinggian (HUMPHREY). Hal

    tersebut disebabkan karena adanya angin vertikal yang disebabkan

    pemanasan matahari. Troposfer mempunyai susunan gas yang

    seragam, hal ini disebabkan karena adanya angin yang vertikal,

    maupun horizontal.

    Susunan gas dalam troposfer:

    - 78% zat lemas - 1% gas oksigen - 0,0% asam arang.

    Selanjutnya masih ada, Ozon, Argon, Helium, di samping itu

    juga terdapat zat air. Sebaliknya di stratosfer susunannya tidak

    homogen. Di sini terdapat lapisan-lapisan udara yang B.D-nya

    berbeda-beda. B.D. udara yang besar terletak dekat dengan troposfer,

    sedangkan lapisan udara yang B.D. kecil cenderung bergerak di atas

    jauh dari troposfer. Lapisan udara tersebut terbentuk di stratosfer,

    karena adanya angin yang horizontal saja. Selain gas yang terdapat

    di troposfer tersebut terdapat juga:

    a) Uap air yang % nya tidak tetap, jumlah tersebut tergantung pada tempat dan waktu.

  • 19

    b) Benda bukan gas yaitu debu berfungsi sebagai inti kondensasi. Sebab uap air di udara tidak akan mengalami kondensasi menjadi

    titik-titik air yang berupa awan, kalau tidak ada inti kondensasi.

    Sehingga awan adalah kumpulan tetes-tetes air yang telah

    berkondensasi. Debu berasal dari muka bumi (dari gunung api)

    tetapi dapat juga dari angkasa luar yang berasal dari meteor.

    Bumi menerima panas dari matahari, dari bumi itu sendiri

    dan dari bulan. Di pusat bumi terdapat temperatur yang sangat

    tinggi, hal ini dapat dibuktikan: Dengan jalan menggali tanah secara

    vertikal ke bawah maka terjadi kenaikan temperatur, setiap turun 35

    m, temperatur naik 1C. Dan adanya benda-benda yang keluar dari

    gunung api yang mempunyai temperatur sangat tinggi seperti: lava

    abu, awan panas, dan sebagainya. Sebenarnya panas yang dikirim

    matahari ke bumi relatif tidak berubah; tetapi yang berubah adalah

    penerimaan panas tersebut oleh bumi. Penerima-an yang berubah-

    ubah ini disebabkan kondisi awan yang ada di udara.

    Apabila udara kerawan, panas matahari yang diterima bumi

    hanya berkisar 40%, sedangkan apabila udara bersih dari awan,

    panas matahari yang diterima bumi dapat mencapai sekitar 64%-

    69%. Menurut penelitian makin besar sudut penyinaran matahari,

    makin berat pula panas yang diterima dan sebaliknya. Di lapisan

    bawah (0 sampai 4 Km) dekat dengan permukaan bumi,

    temperaturnya sangat dipengaruhi bumi, pada lapisan ini masih

    berlaku ketentuan bahwa setiap naik ke atas 100 Km, temperatur

    akan turun 1C. Lapisan 1 ini masih banyak terdapat uap air. Dalam

    troposfer terdapat uap air yang jumlahnya tidak tetap. Uap air adalah

    gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Uap air yang mencair

    merupakan titik-titik air yang disebut awan. Jumlah uap air di udara

    tidak tetap, makin tinggi temperaturnya makin banyak kandungan

    uap air di udara. Ada dua cara untuk menyatakan uap air di udara,

    yaitu:

    a) Basah absolut Yaitu banyaknya uap air (dalam garam) yang terdapat dalam 1

    m3 udara.

    b) Basah relatif Yaitu perbandingan antara banyaknya uap air di udara (terhitung

    gram 1 m3 udara) dengan banyaknya uap air apabila udara

    tersebut pada temperatur yang bersangkutan jenuh dengan uap

    air.

  • 20

    Apabila awan yang terdiri dari titik-titik air berkumpul

    sehingga titik-titik air tersebut menjadi satu dan merupakan tetesan-

    tetesan air yang lebih besar dan lebih berat, dan kemudian jatuh ke

    bumi, maka peristiwa di atas disebut hujan. Jadi hujan adalah

    peristiwa jatuhnya tetesan-tetesan air sampai ke permukaan bumi.

    Selain hujan seperti pengertian di atas, kita mengenal juga hujan

    salju dan hujan es. Hujan salju terjadi apabila uap di udara terus naik

    ke atas sehingga mencapai temperatur lebih kecil dari 0C, maka uap

    air tersebut akan mengkristal. Dan apabila kelompokan kristal

    tersebut jatuh ke bumi akan terjadi hujan salju (Darmodjo, 2000:12).

    Hujan es berbeda dengan hujan salju.

    Hujan salju yang jatuh adalah kristal-kristal es, tetapi hujan

    es yang jatuh ke bumi memang butiran-butiran es yang cukup keras

    dan sering menimbulkan kerusakan. Secara garis besar dapat

    diterapkan sebagai berikut: Awan yang karena letaknya sangat

    tinggi, temperaturnya dapat jauh di bawah 0C, maka sebagian awan

    tersebut membeku dan terus dibawa angin naik ke atas lagi sehingga

    temperatur turun lebih rendah lagi jauh ke bawah 0C, dengan

    demikian keseluruhan awan menjadi gumpalan es. Panas yang

    dikeluarkan dalam pembekuan tidak mampu untuk mencairkan

    bagian awan yang lain karena rendahnya temperatur.

    Bila udara dianggap terdiri dari beberapa lapisan udara hori-

    zontal, dan setiap lapisan udara mempunyai berat, maka lapisan di

    bawah menerima tekanan lapisan udara di atasnya. Karena makin

    dekat dengan permukaan bumi tekanan udara makin besar, dan

    makin ke atas tekanan udara makin kecil/berkurang. Tempat-tempat

    di mana temperaturnya rendah akan terjadi tekanan udara yang

    rendah. Perbedaan tekanan udara antara tempat akan mengakibatkan

    terjadinya pemindahan udara dari daerah tekanan tinggi ke daerah

    tekanan rendah. Perpindahan udara karena perbedaan tekanan udara

    ini disebut angin. Angin mempunyai arah dan kecepatan.

    Pada siang hari di daratan mencapai temperatur lebih panas

    dari di lautan. Akibatnya di daratan akan terjadi tekanan udara yang

    lebih rendah dari di lautan, sehingga pada siang hari bergeraklah

    angin dari laut ke darat. Pada malam hari keadaannya terbalik, yaitu

    di laut panas yang diterima pada siang hari masih cukup tinggi. Di

    darat lebih cepat mengalami pendinginan temperatur udara di laut

    lebih besar dari daratan. Akibatnya tekanan udara di darat lebih besar

  • 21

    dari di laut sehingga bertiup angin dari darat ke laut. Kecepatan

    angin sangat ditentukan oleh besar kecilnya perbedaan tekanan

    antara 2 tempat. Makin besar perbedaan tekanan udara, makin cepat

    gerak angin (Kastama, E (2003 :25). Uap air, temperatur udara,

    tekanan udara dan hujan, apakah hujan es maupun salju; semuanya

    merupakan peristiwa-peristiwa/kejadian-kejadian di atmosfer. Hal

    tersebut akan menimbulkan adanya iklim serta cuaca di suatu daerah.

    Iklim: adalah peristiwa-peristiwa dalam atmosfer di suatu daerah

    untuk periode waktu yang panjang. Disebut juga, merupakan rata-

    rata cuaca periode panjang. Ilmu yang mempelajari iklim, disebut

    Klimatologi. Cuaca: adalah perubahan keadaan udara di suatu tempat

    pada suatu saat. Ilmu yang mempelajari cuaca disebut Meteorologi.

    Hidrosfer

    Yang termasuk hidrosfer adalah semua bentuk air yang ada di

    atas muka bumi. Yang terbesar adalah samudera dan lautan.

    Dikatakan bahwa perbandingan antara samudera dan daratan

    berkisar antara 72% dan 28%. Artinya 72% muka bumi berupa air

    sedangkan 28% berupa daratan. Kita semua tahu bahwa di daratan

    masih terdapat: danau, sungai dan rawa-rawa. Dasar laut dan

    samudera tak ubahnya seperti relief di muka bumi, dengan bagian

    sebagai berikut:

    - Shelf: Dasar samudera di sepanjang pantai yang di dalamnya rata-rata 200 m. Daerah ini merupakan daerah yang kaya ikan.

    - Plat: seperti Shelf tetapi daerahnya meluas dan kedalaman rata-ratanya 200 m. Daerah ini juga kaya akan ikan.

    - Trog: adalah lembah yang dalam dan memanjang di dasar laut. Daerah-daerah tersebut di atas selain kaya akan ikan juga

    merupakan daerah minyak bumi. Sehingga dewasa ini banyak

    dilakukan pemboran minyak di lepas pantai (off shore) sebagai

    perhiasan pemboran minyak di daratan (on shore).

    Makin ke bawah dan makin ke arah kutub, temperatur air laut

    makin rendah. Apabila temperatur air laut di daerah khatulistiwa

    28 C, temperatur laut di dekat kutub dapat mencapai 2 C sampai

    0C. Temperatur laut sangat mempengaruhi kehidupan di laut.

    Dengan demikian ikan banyak diketemukan di laut dangkal karena

    sinar matahari masih mampu menembus laut sampai dasar; di mana

    sinar matahari sampai dibutuhkan bagi setiap makhluk hidup, seperti

    ikan, plankton, maupun tumbuh-tumbuhan laut yang lain. Samudera

  • 22

    maupun laut akan bergerak menimbulkan arus laut baik terjadi

    dipermukaan maupun di bagian bawah (Maskoeri, Y .2005:24).

    Gerakan laut disebabkan oleh berbagai faktor:

    a. Adanya angin yang bertiup b. Adanya perbedaan kadar garam c. Adanya perbedaan berat jenis air laut d. Adanya perbedaan pasang naik dan pasang surut.

    Arus laut mempunyai pengaruh yang besar sekali dalam

    menentukan keadaan iklim di suatu tempat. Hal ini disebabkan ka-

    rena adanya arus panas dan arus dingin. Dengan demikian arus panas

    dapat membuat musim dingin tidak terlalu dingin, dan laut tidak

    akan mengalami pembekuan sepanjang tahun. Sebaliknya arus

    dingin, menyebabkan temperatur di atas laut tersebut rendah

    sehingga tidak ada penguapan. Maka ke daratan merupakan angin

    yang kering akibatnya di daratan tidak pernah jatuh hujan. Tetapi

    dalam suatu periode yang sangat panjang daratan tersebut dapat

    berubah menjadi padang pasir yang gersang.

    Pertemuan arus panas dan arus dingin merupakan tempat

    yang ideal bagi kehidupan ikan; karena pada tempat-tempat seperti

    itu banyak dijumpai plankton dan zat-zat makanan yang lain. Namun

    udara dingin di atas arus dingin, dan udara panas di atas arus panas,

    apabila bertemu akan menimbulkan suatu kabut tebal di atas laut

    yang sangat membahayakan pelayaran kapal-kapal di laut. Arus laut

    mempunyai arti ekonomi yang penting, karena para pedagang

    berlayar mengikuti arus. Bangsa-bangsa yang tahu dan dapat

    memperhitungkan dari mana dan kemana arah arus laut, dapat

    menjadi bangsa yang jaya.

    Litosfer

    Berdasarkan cara terjadinya batuan dapat dibedakan 3 jenis

    batuan:

    a) Batuan Beku Batuan ini terjadi secara langsung dari pembekuan magma yang

    terdiri dari mineral yang belum menunjukkan struktur tertentu.

    Misalnya: Batuan Andesit yang banyak digunakan untuk

    pengerasan jalan.

    b) Batuan Sedimen Batuan sedimen dapat terjadi karena pengendapan bahan organis,

    seperti tumbuh-tumbuhan.

  • 23

    Misalnya: Batuan kapur.

    c) Batuan Metamorf Batuan ini merupakan perubahan batuan beku dikarenakan

    perubahan temperatur atau tekanan.

    Misalnya: Batubara, Marmer.

    Bertitik tolak dari suatu pengertian bahwa mineral-mineral

    yang terdapat dalam magma (cairan bahan) mempunyai B.D. yang

    berbeda-beda. Mineral yang B.D-nya tinggi akan tenggelam berada

    di bawah, sedangkan mineral yang B.D-nya rendah naik ke atas.

    Mineral yang B.D-nya tinggi umumnya mengandung Fe, Mg, Ca

    sedangkan mineral yang B.D-nya kecil, umumnya mengandung Al,

    Si. Seperti diketahui bahwa makin masuk ke dalam perut bumi akan

    terjadi kenaikan temperatur. Thermigradient untuk Indonesia 30 m,

    artinya setiap masuk ke dalam tanah sedalam 30 m, temperatur akan

    naik 1 C. Selain temperatur cukup tinggi, tekanan juga besar, maka

    mineral-mineral tersebut berada dalam keadaan padat latent (latent

    plastic). Oleh karena itu apa-bila terjadi gerakan tektonik, bahan

    yang padat latent tersebut akan mencair. Hal ini disebabkan karena

    adanya pengurangan tekanan; disebabkan tekanan sebagian

    digunakan untuk menggerakkan bumi (gerakan tektonik). Bahan

    yang mencair tersebut kemudian lewat retakan kulit bumi yang

    mungkin ada bergerak keluar. Berdasarkan tempat terjadinya maka

    batuan penyusun litosfer dapat dibedakan atas:

    a) batuan intrusif: terjadi di bagian dalam, jauh dari permukaan bumi.

    b) batuan ekstrusif: terjadi di dekat permukaan bumi, atau diluar permukaan bumi.

    c) batuan hypoobisis: terjadi dalam gang atau saluran-saluran kulit bumi.

    Bagian luar dari bumi lapisan batuan yang disebut lithosfer.

    Karena adanya peristiwa diferensiasi, terbentuklah lapisan SIAL dan

    lapisan SMA. SIAL merupakan bagian teratas dari kerak bumi yang

    terdiri dari Silica dan Aluminium (SI-AL). Sedangkan SIMA

    merupakan bagian bawah dari SIAL, yang terdiri dari Silica dan

    magnesium (SI-MA). Kedua lapisan di atas merupakan lithosfer.

    d. Cuaca

    Bagi orang yang kerapkali berada di luar rumah, cuaca esok

    hari senantiasa menjadi suatu taruhan yang istimewa, oleh sebab itu

  • 24

    sebelum ribuan tahun, meramal cuaca merupakan suatu seni rakyat

    yang terutama dipraktekkan oleh pelaut, petani, pemburu, dan

    nelayan. Mereka mempelajari dewa, merasakan kelembaban udara

    pada pipi, mencatat perubahan angin serta memperhatikan rasa gatal

    pada bahu, nyeri pada paha kiri, mencocokkannya dengan perilaku

    binatang ternak atau burung, mengingat-ingat kembali kata-kata

    kakeknya, hal yang sama membanding-bandingkannya dengan

    pengalamannya sendiri serta dongeng cuaca dan akhirnya sampai

    pada suatu tebakan yang masuk akal (Mien, R 2009:45).

    Dewasa ini meramal merupakan ilmu yang diberi nama

    meteorologi (dari kata Yunani meteoros, tinggi di udara dan logos,

    pembahasan). Pembiayaan negara untuk penelitian atmosfer di AS

    hampir mencapai satu milyar dolar setiap tahun. Berkat adanya

    elektronika dan abad antariksa, para ahli meteorologi sekarang dapat

    menggunakan suatu teknologi menggairahkan yang dalam satu

    generasi saja telah menemukan hal-hal tentang cuaca yang

    jumlahnya lebih banyak daripada yang telah dicapai disepanjang

    sejarah sebelumnya. Pada saat ini setelit dengan kamera televisi

    mengawasi awan topan dari atas, dan menunjukkan kecepatan serta

    arah geraknya kepada para ahli meteorologi. Bahkan bila tidak ada

    topan alat ini mengirimkan gambar pemandangan antariksa yang

    memperlihatkan selimut awan diseluruh negeri, sehingga dapat

    dilihat pada berita televisi setiap malam.

    Unsur cuaca:

    Semua keadaan cuaca berawal pada empat unsur pokok yang

    saling mempengaruhi, yaitu:

    1) Matahari, yang merupakan sumber cahaya dan kehidupan yang energi radiasinya menentukan keadaan atmosfer.

    2) Bumi, dengan geometri hanya menentukan ciri-ciri cuaca serta iklim.

    3) Atmosfer bumi (berasal dari kata Yunani, atmos uap, dan sphaira bola) yaitu selimut gas yang memodulasikan radiasi matahari (mengubah panjang gelombangnya hingga menjadi

    radiasi yang tidak mematikan) dalam perjalanannya ke bumi.

    4) Faktor lain yang menentukan cuaca yaitu bentuk permukaan alam dan bentuk geofisika bumi gunung, lembah samudera,

    tudung es, gurun, danau dan sungai yang mengolah banyak

    keadaan atmosfer dalam perputaran abadinya.

  • 25

    Dari pengalaman serta pemikiran para ilmiawan memiliki

    keteraturan serta struktur cuaca pada suatu hari yang merupakan

    hasil dari apa yang telah terjadi dalam atmosfer pada hari

    sebelumnya. Kekuatan yang menghasilkan cuaca tidak dapat

    dielakkan atau pun diubah. Hal ini merupakan hukum alam. Salah

    seorang ahli teori pertama tentang cuaca, adalah filsuf Yunani

    Arsitoteles, yang hidup dari tahun 384-322 SM. Dalam bukunya

    Meteorologica, Aristoteles mengatakan bahwa seluruh kawasan

    bumi terdiri dari empat unsur yaitu api, udara, air dan tanah. la

    berpendapat bahwa unsur-unsur ini dapat diubah dari yang satu

    menjadi unsur yang lain, dan masing-masing secara potensial tetap

    terdapat dalam unsur yang lain. Sedangkan matahari merupakan

    penyebab perubahan.

    Angin

    Hakikat cuaca ialah perubahan. Dalam beberapa menit laut

    yang tenang kemilau dapat mengubah suatu hari yang

    menyenangkan pada akhir musim gugur menjadi awal musim dingin

    yang menggigil. Dari hari ke hari atau dalam perubahan musiman

    yang lebih panjang, manusia dapat tertimpa banjir, atau kekeringan,

    dapat digembirakan oleh hujan atau embun pagi. Dan digentarkan

    oleh angin topan badai salju atau tornado. Semua itu terjadi karena

    bumi terselubung oleh atmosfer, yang seakan-akan tidak berwujud

    namun gerakan abadinya mempengaruhi setiap saat kehidupan

    manusia. Andaikata tidak ada atmosfer, bumi akan berupa planet

    mati, mandul dan tak berkehidupan seperti bulan. Tidak ada

    tumbuhan, binatang, langit biru, awan atau pemandangan senja yang

    indah.

    Pentingnya atmosfer bukan saja karena semua kehidupan

    menghirup atau mengisapnya, tetapi juga sebagai selimut pelindung

    yang diperlukan. Tanpa atmosfer sinar matahari akan

    menghanguskan kerak bumi dengan suhu setinggi 82 C pada siang

    hari di khatulistiwa dan pada malam hari suhu akan mencapai 140 C

    di bawah nol pada tempat yang sama. Ahli meteorologi mengatakan

    bahwa udara yang bergerak disebut angin. Angin adalah energi dan

    merupakan kekuatan yang besarnya tidak terukur. Ilmuwan menaksir

    bahwa jika seluruh atmosfer bumi bergerak dengan kecepatan santai

    30 km/jam yaitu kecepatan yang kurang lebih sama dengan

    kecepatan angin sepoi, maka energinya pada setiap saat akan

  • 26

    menyamai energi yang dihasilkan bendungan Hoover jika bekerja

    dengan kapasitas penuh, siang dan malam selama 6.800 tahun.

    Energi angin melakukan tugas yang mengagumkan yakni tugas yang

    paling penting bagi kelangsungan kegiatan atmosfer. Energi angin

    mengisi langit dengan awan kemudian menyapunya lagi hingga

    bersih. Selain itu juga mendorong kabut yang menjadi dingin dan

    sarat lembaban dari laut, menghembuskan seluruh sistem badai

    hingga menempuh bulatan bumi, membawa bahang dan lembaban

    dari satu kawasan ke kawasan lain di bumi.

    Kelembaban udara

    Kelembaban udara diperlukan oleh peramal cuaca, yang di-

    maksud dengan kelembaban udara ialah perbandingan jumlah uap air

    di udara dengan jumlah uap air yang dapat dimuatnya pada suhu dan

    tekanan tertentu. Alat yang dipergunakan untuk mengukur

    kelembaban udara disebut higrometer. Mungkin anda merasakan,

    pada saat mendung badan sangat gerah, keringat mengalir di tubuh

    anda. Keadaan tersebut menandakan bahwa udara telah jenuh dengan

    uap air, sehingga keringat tidak mudah menguap dan menyebabkan

    badan terasa panas. Untuk mengurangi kegerahan dinyalakanlah

    kipas angin ini menyebabkan keringat menguap dan badan terasa

    dingin. Bila kelembaban makin tinggi lebih dari 80% dapat

    diharapkan akan terjadi hujan.

    KEGIATAN BELAJAR 3.

    ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI

    a. Berbagai Pendapat Tentang Asal Mula Kehidupan

    Sebelum abad ke-17, para ahli menganggap bahwa makhluk

    hidup terjadi dengan sendirinya dari makhluk tak hidup. Anggapan

    ini disebut teori generatio spontanea atau abiogenesis. Pendapat ini

    begitu ekstrim, misalnya kecebong berasal dari lumpur, ulat berasal

    dari bangkai, bahkan dari gandum dapat langsung jadi tikus hanya

    dalam waktu satu malam. Dengan adanya renaissance, mulai timbul

    paham baru. Francesco Redi (1626-1697), ahli Biologi dari Italia,

    dapat membuktikan bahwa ulat pada bangkai berasal dari telur lalat,

    yang meletakkan telurnya dengan sengaja. Dari berbagai percobaan,

  • 27

    mendapatkan peristiwa yang serupa, ia mengemukakan pendapat

    bahwa kehidupan berasal dari telur atau comne vivum ex ovo.

    Lazzaro Spallanzani (1729-1799) juga ahli Biologi dari Italia,

    dengan eksperimen terhadap kaldu membuktikan bahwa jasad renik

    yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu itu. Bila kaldu

    ditutup rapat setelah mendidih, maka tak terjadi pembusukan. Ia

    mengambil kesimpulan, bahwa untuk adanya telur harus ada jasad

    hidup, atau omne ovum ex vivum. Louis Pasteur (1822-1895) sarjana

    Perancis, melanjutkan teori Spallanzani, dengan eksperimen

    berbagai jasad renik. Ia mendukungnya, meskipun banyak yang

    menentang. Kemudian menarik kesimpulan bahwa harus ada

    kehidupan sebelumnya agar tumbuh kehidupan baru atau omne

    vivum ex vivum. Timbullah teori biogenesis, sedangkan teori

    abiogenesis rupa-rupanya telah terkalahkan. Akan tetapi asal mula

    kehidupan masih tetap jadi pikiran para ilmuwan.

    Sedemikian jauh hampir semua para ahli biologi sependapat

    bahwa pemula kehidupan terjadi di bumi ini, tidak di luar bumi.

    Mereka menemukan makhluk hidup bersel satu sebagai pemula

    kehidupan. Kemudian terjadi evolusi organik menjadi organisme

    bersel banyak, Porifera-Coelenterata-Vermes-Echinodermata-

    Molusca Arthropoda-Vertebrata, dan Manusia paling akhir. Oparin

    (1938) sarjana Rusia, mengemukakan hipotesis bahwa ada makhluk

    peralihan dari makhluk tak hidup ke makhluk hidup. Hipotesis ini

    berdasarkan penelitian ahli lain di bidang Ilmu Kimia. Kita telah

    mengetahui bahwa tubuh organisme 99% terdiri dari senyawa

    Karbon, Hidrogen, Oksigen dan Nitrogen. Seorang ahli kimia Harold

    Urey (1893) di Amerika Serikat, mengemukakan pendapat bahwa

    atmosfer bumi suatu waktu pernah mengandung banyak CH4

    (metana), NH3 (amonia), H2 (hidrogen), dan H2O (air) dalam bentuk

    gas. Zat tersebut sangat mungkin bergabung membentuk ikatan

    organik, di mana kehidupan biasanya berlangsung. Pendapat ini,

    kemudian terkenal dengan teori Urey. Seorang murid Urey, bernama

    Stanley Miller (1953) berhasil membuat model alat laboratorium

    yang sederhana untuk membuktikan teori Urey. Ke dalam alat itu ia

    masukkan gas tersebut di atas, kemudian dibuat loncatan listrik

    bertegangan tinggi. Hasilnya sungguh menakjubkan, setelah

    dianalisis ternyata diperoleh zat organik berupa: gula, purin,

    pyrimidin, asam amino, dan senyawa lainnya. Zat itu merupakan

  • 28

    komponen ikatan DNA (deoxyribo nucleic acid) dan RNA(Ribose

    nucleic acid),yaitu protein inti, yang biasanya membentuk virus.

    Eksperimen tersebut mengingatkan kita bahwa sinar matahari

    menyebabkan terjadinya muatan listrik di atmosfer. Bila muatan

    listrik besar akan menimbulkan loncatan listrik, yang kita nama-kan

    petir, baik besar maupun kecil. Karena di alam bebas dapat terjadi

    senyawa kimia seperti dalam eksperimen Stanley Miller dan

    tentunya juga menyokong teori Urey. Peristiwa petir terjadi jutaan

    kali setiap hari. Tentunya ikatan-ikatan kimia organik tersebar di

    seluruh pelosok muka bumi. Para ahli kimia sepakat bahwa di alam

    selalu terdapat kecenderungan penggabungan berbagai senyawa,

    sehingga makin kompleks struktur molekulnya. Weisz (1961)

    melanjutkan hipotesis Operin, disertai bekal teori Urey yang telah

    diuji kebenarannya oleh Milller. Menurut Weisz, penggabungan

    senyawa kimia itu terus bergabung menjadi molekul-molekul yang

    lebih besar dan kompleks. Salah satu ikatan yang banyak itu

    terbentuk asam nuklein, yang terdiri dari gula-phosfat-purin-

    pyrimidin-asam amino. Rantai ini cenderung untuk mengikat rnata

    rantai dari sekitarnya, sehingga terjadilah rantai dobel yang

    setangkup. Kemudian rantai yang satu melepaskan did dari yang

    pertama dalam bentuk duplikat Mulai dari sinilah, barangkali, terjadi

    loncatan tingkah laku kimiawi dari sifat tak hidup ke sifat hidup.

    Pada waktu rantai tadi mengikat materi yang sama, bolehlah kita

    sebut makan yang pertama, bila ia disebut hidup. Pada waktu

    melepaskan duplikat, bolehlah kita namakan reproduksi yang

    pertama, bila ia sebagai pemula kehidupan di bumi. Selanjutnya

    terjadilah persaingan, maka rantai serupa itu perlu bergabung satu

    sama lain, membentuk rantai yang lebih panjang dan lebih panjang

    lagi. Bila hipotesis ini dapat bertahan, maka terjawablah salah satu

    missing link terbesar dalam evolusi organik.

    Virus

    Bila rantai senyawa gula-phosfat-purin-pyrimidin asam

    amino itu makin panjang dan makin kompleks, maka akan terbentuk

    DNA dan selanjutnya terbentuk virus. Penemu virus sejalan dengan

    ditemukannya mikroskop elektron oleh Knoll dan Ruska (Jerman,

    1932). Mikroskop biasa yang menggunakan cahaya tak dapat dipakai

    untuk melihat virus, karena ukurannya sangat halus, kira-kira 10

    sampai 30 milimikron. Berbagai jenis virus telah ditemukan.

  • 29

    Bentuknya bermacam-macam, ada yang bulat, lonjong, seperti

    kubus, atau seperti batang, sifatnya aneh, dapat dikristalkan sebagai

    zat kimia biasa, dapat pula ditanam dalam tumbuhan atau hewan,

    dan bertambah banyak. Pertambahan banyaknya masih ada dua

    pendapat:

    a) Virus melakukan reproduksi sebagaimana halnya makhluk hidup lain.

    b) Virus itu tak dapat memperbanyak diri, melainkan organisme tempat virus itu berada, dapat membentuk duplikat virus tadi.

    Dalam pengamatan, jelas virus itu menjadi lebih banyak

    sedangkan bagaimana cara perbanyakannya belum diketahui dengan

    pasti. Percobaan untuk menumbuhkan virus dalam substrat buat-an

    selalu gagal. Timbul dalam pikiran lata, bahwa kalau demikian virus

    ini merupakan makhluk transisi antara makhluk tak hidup ke

    makhluk hidup. Akan tetapi terlalu pagi untuk berpendapat

    demikian. Beberapa jenis virus menyebabkan berbagai penyakit,

    misalnya: Mozaik pada tembakau, tomat, mentimun, waluh, jipang,

    dan lain-lain. Pada manusia misalnya campak, cacar, cacar air,

    influensa, polio, kutil, demam kuning, hepatitis infections dan lain-

    lain. Pada hewan misalnya, anthrax, rabies, psitacosis, pes-sapi, dan

    lain-lain.

    Bacteriophage

    Adanya suatu zat hidup yang menyelinap ke dalam substansi

    serupa virus, yang kemudian menyebabkan kehidupan, selalu dapat

    dipersoalkan yang tak pernah habis. Akan tetapi kenyataan adanya

    kehidupan tak terbantah. Tingkat yang lebih tinggi derajatnya

    daripada virus adalah bacteriophage. Ia sudah boleh dianggap hidup

    sesungguhnya. Tidak dapat hidup dalam substrat buatan. Tubuhnya

    terdiri dari rantai DNA yang dikelilingi protein. Dapat bereproduksi,

    hidupnya sebagai parasit yang menyerang bakteri dengan jalan

    membor tubuh bakteri. Ia berbuat demikian karena ukurannya jauh

    lebih kecil daripada bakteri, dan sedikit lebih besar daripada virus.

    Bentuknya seperti kendi; ukurannya 30-20 milimikron.

    Rickettsia

    Taraf makhluk hidup yang lebih tinggi dari Bacteriophage

    adalah Rickettsia. Ia sudah mempunyai RNA (Ribose Nucleic Acid),

  • 30

    yaitu asam inti yang biasanya berada di luar inti sel pada organisma

    bertaraf tinggi. Ukurannya 0,3-0,5 mikron, sedemikian kecilnya

    sehingga tak dapat disaring. Ia tak dapat berbiak dalam medium yang

    tak hidup. Oleh karena itu Rickettsia masih memiliki sifat virus.

    Telah ditemukan Rickettsia penyebab demam, cacar dan tiphus.

    Bakteria

    Bakteria merupakan mikroba yang sangat beragam dalam hal

    bentuk dan perilakunya. Ia digolongkan kepada tumbuhan karena

    berdinding tubuh yang tebal. Ukurannya 0,5-70 mikron, tergantung

    pada macam bakteria. Meskipun bakteria tidak memiliki inti sel, tapi

    DNA dan RNA ada dalam tubuhnya. Ia dapat dibiakan dalam

    medium buatan. Bakteria sering digolongkan ke dalam ragi atau

    jamur, karena tidak memiliki hijau daun, sehingga tidak dapat

    berfotosintetis; jadi kehidupannya tergantung kepada bahan organik

    yang sudah mati (saprofitis) atau menjadi parasit pada makhluk

    hidup lain. Pada umumnya bakteria hidup subur pada suhu 20-35

    derajat Celcius; ada pula bakteria yang tahan pada suhu 80 C

    misalnya di sumber air panas vulkanik. Hampir semua proses

    pembusukan, sebenarnya fenomena pembiakan bakteria. Dalam

    proses pembusukan, semua bahan organik hancur menjadi bahan

    anorganik; oleh karena itu bakteria disebut pula mikroba pengurai.

    Protozoa

    Protozoa sering pula disebut hewan bersel tunggal, karena

    dinding tubuhnya tipis sekali dan berperilaku seperti hewan, dalam

    arti mobilitasnya dan cara makan. Ukuran tubuhnya 20-100 mikron;

    memiliki inti sel yang masif dan tubuh kental yang dinamakan

    protoplasma. Protozoa ada yang hidup bebas di alam ada pula yang

    menjadi parasit. Ia dapat berbiak dengan cara membelah diri.

    Sel

    Nama sel, pertama kali dipakai oleh Robert Hook (1655)

    penemu mikroskop. la melihat ruang-ruang kecil waktu memeriksa

    irisan gabus sumbat botol. Itu hanyalah ruang kosong yang tampak

    hanya dindingnya. Para peneliti yang selanjutnya melihat bahwa

    dalam sel itu terdapat cairan sebagai lendir yang disebut protoplas-

    ma. Inilah bagian yang hidup. Pada irisan tubuh hewan ruangan

    seperti di atas tidak terdapat. Akan tetapi untuk menghormati

  • 31

    penemunya, maka terhadap satuan protoplasma yang hidup tetap di-

    sebut sel.

    Setiap sel pada umumnya terdiri dari dua bagian pokok yaitu:

    1) Inti sel (nucleus) tampak lebih masif. Di dalamnya terdapat serabut-serabut halus yang berfungsi sebagai penerus keturunan,

    untuk mempertahankan jenisnya yang disebut kromosom. Tiap

    jenis organisme mempunyai jumlah kromosom yang tetap,

    misalnya: Manusia 46 atau 23 pasang, Kera Rhesus 21 pasang,

    Kucing 19 pasang, Sapi 30 pasang, Kuda 33 pasang, Anjing 39

    pasang, Gandum 21 pasang, Tomat 12 pasang, Jagung 10 pasang,

    Bawang 8 pasang, dan lain-lain.

    Dalam kromosom itu terdapat titik-titik pembawa sifat keturunan

    yang banyak sekali, dan disebut gena. Dari segi Ilmu Kimia, titik

    gena itu terdiri dari DNA. Pada lalat-buah, dalam 4 pasang

    kromosom, telah ditemukan 500 gena, pada manusia kira-kira

    100.000 gena. Setiap jenis organisme mempunyai peta

    kromosom yang barangkali dapat diandaikan cetak biru untuk

    suatu bangunan. Gena itulah yang bertanggung jawab terhadap

    sifat kelestarian. Sifat yang tercata dalam kromosom disebut

    genotype. Dalam pelaksanaan pertumbuhan, dipengaruhi oleh

    keadaan sekitar, jadilah sifat yang sering berbeda dengan peta

    kromosom. Sifat inilah yang kita dapat amati di alam, dan di-

    sebut phaenotype.

    2) Protoplasma sel atau Cytoplasma, yang mengelilingi inti. Bagian ini bertanggung jawab terhadap peristiwa aktivitas hidup sehari-

    hari, misalnya metabolisme, makan, bernapas, peredaran darah,

    bergerak dan lain-lain.

    Reproduksi dan Perkembangan

    Pada organisme bersel tunggal, segala kehidupan berlangsung

    dalam satu sel dirinya saja. Reproduksinya dengan jalan membelah

    dirinya menjadi dua. Mula-mula yang membelah adalah intinya serta

    kromosomnya, baru diikuti oleh sitoplasmanya. Dari satu individu

    menjadi dua individu, lalu jadi empat, delapan, enambelas, dan

    seterusnya. Dari pembelahan ke pembelahan berikutnya hanya

    berlangsung antara 20-60 menit. Sementara terjadi yang baru, maka

    yang lama satu demi satu kehilangan kemampuan untuk hidup.

    Pada organisme bersel banyak, banyaknya sel sangat

    bervariasi, bilangan ratusan sampai milyaran sel tergantung kepada

  • 32

    jenisnya. Mereka, pada umumnya dapat didiferensiasi dalam bagian-

    bagian tubuh dan fungsinya. Tiap bagian tubuh mempunyai fungsi

    tersendiri, akan tetapi tetap dalam kesatuan harmonis individu,

    semuanya dalam satu kontrol. Bila karena sesuatu hal salah satu

    bagian tidak berfungsi sebagaimana mestinya, akan berakibat buruk

    kepada bagian lain dalam individu itu. Mereka mempunyai bagian

    khusus untuk melaksanakan reproduksi. Bagian ini disebut alat ke-

    lamin, yaitu alat kelamin jantan dan alat kelamin betina. Kedua alat

    itu mungkin dimiliki oleh satu individu, yang disebut

    hermaproditisme. Bila individu hanya memiliki alat kelamin jantan

    saja atau alat kelamin betina saja, disebut sifat gonochorisme.

    Alat kelamin jantan menghasilkan sel-kelamin jantan

    (spermatozoa = sel mani), alat kelamin betina menghasilkan sel-

    kelamin betina (ovum = telur). Sel mani dan sel telur masing-masing

    mempunyai inti dengan kromosom sebanyak setengah dari jumlah

    kromosom sel tubuh. Contoh, pada manusia sel mani dan sel telur

    masing-masing mempunyai 23 kromosom, sedangkan sel tubuh

    mempunyai 46 kromosom. Untuk melanjutkan keturunannya, suatu

    individu perlu mempertemukan sel mani dengan sel telur.

    Penggabungan itu disebut pembuahan (Conseptio). Dari dua sel

    melebur menjadi satu sel-zygote, dengan jumlah kromosom seperti

    induknya. Terleburlah sifat dari jantan dan dari betina di mana tiap

    kromosom mencari pasangan masing-masing. Sel zygote ini

    membelah diri sebagaimana halnya individu bersel tunggal. Akan

    tetapi semua sel melekat satu dengan yang lain, merupakan awal

    perkembangan individu. Setiap fase pertumbuhan mengikuti pola

    tertentu sampai selesai proses diferensiasi. Pertumbuhan dilanjutkan

    dengan masa kecil, masa muda dan masa dewasa untuk

    menghasilkan reproduksi, keturunan. Setelah itu tugas alamiah

    selesai bagi sesuatu individu.

    Perkembangan individu yang berbeda dengan uraian di atas,

    adalah fenomena parthenogenesis, yaitu sel telur yang tidak

    mengalami pembuahan berkembang menjadi individu dewasa.

    Contoh-nya, pada lebah madu, hewan betina yang biasa disebut ratu,

    bertelur banyak dengan tiga kelompok telur, yaitu:

    a) Telur yang berisi zygote, kemudian berkembang menjadi indi-vidu jantan.

    b) Telur yang berisi zygote, kemudian berkembang menjadi indi-vidu betina tulen dan dapat menjadi ratu baru.

  • 33

    c) Telur yang hanya berisi sel kelamin betina, tapi dapat berkem-bang menjadi individu betina palsu, alat kelaminnya berubah

    menjadi alat penyengat beracun.

    Ekologi (Oikos = rumah atau tempat tinggal)

    Kini menjadi sangat populer karena manusia mulai

    menyadari bahwa hidupnya tak dapat lepas dari lingkungan bumi. Di

    bumi inipun tak semua tempat layak untuk kehidupan manusia, tidak

    semua baik untuk kehidupan sesuatu makhluk hidup. Ekologi

    mempelajari interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Suatu

    sistem di mana terdapat keseimbangan ekologis, dinamakan

    ekosistem. Contoh ekosistem adalah: kolam, danau, hutan, padang

    rumput, akuarium yang baik, dan sebagainya. Biasanya tersedia

    komponen abiotik dan biotik.

    a) Komponen abiotik, misalnya tanah, udara, air, cahaya, suhu, semuanya berpengaruh terhadap makhluk hidup, dan saling

    mempengaruhi di antara komponen abiotik itu sendiri.

    b) Komponen biotik, adalah semua makhluk hidup yang ada di kawasan non biotik, yaitu:

    (1) Produsen, kelompok makhluk hidup yang dapat menghasilkan zat organik dari zat anorganik dengan jalan

    foto-sintesis.

    (2) Konsumen, kelompok makhluk hidup yang makan zat organik yang telah dibentuk oleh produsen.

    (3) Pengurai, adalah makhluk hidup yang menguraikan organisme mati menjadi zat anorganik. Kelompok ini

    biasanya bakteri dan berbagai jamur.

    (4) Rantai makanan, adalah proses makanan yang dimakan. Contoh: Jagung tikus ular burung manusia bakteri zat anorganik dan seterusnya.

    b. Sejarah Perkembangan Makhluk Hidup

    Menurut suatu teori, organisme sekarang yang beraneka

    ragam macamnya adalah hasil dari proses evolusi kehidupan. Yang

    dimaksud dengan evolusi kehidupan yaitu suatu perubahan

    kehidupan menjadi bentuk kehidupan lainnya melalui suatu proses

    yang perlahan-lahan dan mungkin memakan waktu ribuan bahkan

    jutaan tahun. Teori tersebut menyatakan bahwa organisme yang

  • 34

    mula-mula ada di dunia berupa organisme bersel tunggal, dan

    organisme ini bersel dari agregasi molekul-molekul yang ada.

    Yang menjadi persoalan kemudian adalah bagaimana

    mekanisme dasar sehingga organisme bersel tunggal tersebut

    sekarang berkembang menjadi organisme bersel banyak. Salah satu

    dugaan menyatakan bahwa biosfer yaitu suatu dunia kehidupan di

    bumi kita ini merupakan sebuah sistem, sedang organisme yang

    merupakan komponennya menjadi suatu subsistem. Sebagai suatu

    subsistem organisme itu dibentuk oleh materi dan energi yang

    tersedia dalam biosfer pula.Karena dalam biosfer berlaku hukum

    Termodinamika I dan II, maka organisme itu akan mengalami

    perlakuan hukum tersebut.

    Hukum Termodinamika I

    Di dalam biosfer tak ada energi yang hilang, jumlah energi

    itu tetap, yang berubah hanya bentuknya. Contoh:

    Energi listrik berubah menjadi energi mekanik, energi mekanik

    berubah menjadi energi panas.

    Hukum Termodinamika II

    Bila suatu sistem dibiarkan berdiri sendiri, maka sistem terse-

    but cenderung untuk mengalami penguraian ke arah yang paling

    tidak teratur. Bertalian dengan Hukum Termodinamika I dan II

    tersebut organisme akan menjadi suatu jalur arus energi. Dalam

    tubuh organisme, energi akan mengalami perubahan bentuk dari satu

    macam bentuk ke bentuk lain. Dan selanjutnya sebagai suatu sistem

    kalau dibiarkan begitu saja maka organisme akan cenderung ke arah

    kerusakan yang paling parah. Tetapi sebaliknya organisme sebagai

    suatu sistem akan mempertahankan diri dari perlakuan hukum

    tersebut. Organisme dapat mempertahankan diri dengan adanya

    kemampuan pelestarian diri atau self perpetuation. Dan kemampuan

    ini adalah bagian dari proses evolusi.

    Perkembangan yang lain yaitu adanya suatu kerja sama

    antara organisme sehingga akan membentuk koloni. Dengan alasan

    yang sama pula terjadilah gejala perkembangan menuju ke arah

    pembentukan organisme bersel banyak. Hal ini ditambah pula

    dengan keharusan beradaptasi terhadap lingkungannya. Kemudian

    berkembanglah apa yang dinamakan organisme bersel banyak yang

  • 35

    seperti halnya organisme uniselular, organisme multiselular ini

    berkembang menjadi beraneka ragam organisme lainnya.

    c. Perbedaan Makhluk Hidup dengan Benda Mati

    Makhluk hidup merupakan suatu substansi zat yang dapat

    menjalankan proses kehidupan. Yang dimaksud dengan proses ke-

    hidupan atau ciri-ciri makhluk hidup antara lain ialah:

    1) Bergerak Makhluk hidup dapat bergerak, baik pindah tempat maupun

    pergerakan dari bagian-bagian tubuhnya sebagai contoh: Kuda

    dapat berlari, burung dapat terbang, sedang ikan dapat bere-nang.

    Tetapi gerakan yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan sangat

    terbatas, misalnya gerakan daun Mimosa pudica kalau tersinggung, gerakan membuka dan menutupnya stomata, ge-

    rakan rotasi dan sirkulasi plasma sel.

    2) Metabolisme Makhluk hidup melakukan metabolisme, yang meliputi:

    - Nutrisi yaitu pengambilan zat-zat makanan dan sumber energi lain dari lingkungannya.

    - Respirasi yaitu menguraikan zat-zat nutrisi, sehingga memperoleh energi.

    - Sintesis, yaitu pembuatan zat-zat baru yang penting bagi kelangsungan hidup.

    - Ekskresi, yaitu pengeluaran zat-zat yang sudah tidak di-perlukan oleh tubuh.

    3) Mempertahankan jenisnya/hidupnya Makhluk hidup selalu berusaha untuk mempertahankan jenisnya

    supaya tidak punah dari bumi, usaha tersebut meliputi:

    - Regulasi yaitu fungsi mengatur keserasian proses yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup.

    - Reproduksi yaitu kegiatan untuk tumbuh dari muda menjadi dewasa selanjutnya menjadi tua, dan kemampuan untuk

    berkembang biak dari jumlah sedikit menjadi banyak.

    - Adaptasi yaitu usaha menyesuaikan diri terhadap lingkungan dengan tujuan selalu dapat mengikuti perubahan yang terjadi

    di lingkungan hidupnya.

    - Evolusi yaitu suatu perubahan kehidupan menjadi bentuk kehidupan lainnya melalui proses yang memakan waktu yang

    sangat panjang.

  • 36

    4) Tanggap terhadap rangsang Makhluk hidup mampu memberikan tanggapan terhadap

    rangsangan yang diterimanya. Sebagai contoh: sewaktu mata

    terkena cahaya yang menyilaukan maka dipejamkanlah mata itu,

    di sini cahaya merupakan rangsangan sedang memejamkan mata

    merupakan tanggapannya.

    Benda Mati dan Ciri-cirinya

    Benda mati merupakan substansi yang tidak menjalankan

    proses kehidupan. Ciri-ciri benda mati tentunya berlawanan dengan

    ciri-ciri makhluk hidup seperti yang telah dikemukakan di atas. Jadi

    ciri-ciri benda mati antara lain adalah:

    1) Tidak dapat bergerak Benda mati tidak dapat bergerak, kecuali kalau ada pengaruh

    luar. Batu bergerak karena pengaruh tenaga luar yang mengena

    pada batu tersebut.

    2) Tidak mengadakan metabolisme Benda mati tidak mengadakan kegiatan nutrisi, respirasi, sintesa

    maupun ekskresi.

    3) Tidak mempertahankan jenisnya Benda mati tidak ada usaha untuk mempertahankan

    keberadaannya (eksistensinya). Jadi benda mati tidak memiliki

    kegiatan regulasi, reproduksi, adaptasi maupun evolusi.

    4) Tidak ada tanggapan terhadap rangsang Benda mati tidak mempunyai tanggapan terhadap rangsang yang

    diterimanya. Jadi benda mati akan diam saja meskipun datang

    rangsang bertubi-tubi dari luar.

    Dengan memahami ciri-ciri makhluk hidup dan benda mati

    seperti diuraikan di muka, kita dapat membedakan antara makhluk

    hidup dan benda mati. Tetapi bagi makhluk hidup yang sangat

    sederhana susunannya dan sangat kecil ukurannya, ciri-ciri kehidup-

    an tadi sukar untuk dapat diamati begitu saja. Dalam kehidupan

    sehari-hari dengan mudah kita dapat menyebut bahwa batu itu benda

    mati sedang kucing adalah makhluk hidup. Mengapa kita bisa

    mengatakan bahwa batu itu benda mati dan kucing adalah benda

    hidup? Hal ini tentu berdasarkan tanda-tanda yang dapat dipakai

    untuk membedakan antara benda mati dan makhluk hidup. Sifat-sifat

    umum yang dapat dipakai untuk membedakan antara keduanya

    adalah:

  • 37

    a) Bentuk dan ukuran Makhluk hidup mempunyai bentuk dan ukuran tertentu sedang

    benda mati tidak, sebagai contoh: batu ada yang sebesar butir

    pasir, tetapi ada pula sebesar gunung, sedang kucing misalnya

    bentuk dan ukurannya tertentu.

    b) Komposisi kimia Makhluk hidup mempunyai komposisi kimia tertentu yaitu terdiri

    dari unsur-unsur Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (0),

    Nitrogen (N), Belerang atau Sulfur (S), Posfor (P), dan se-dikit

    mineral. Benda mati komposisi kimianya tidak tertentu.

    c) Organisasi Setiap makhluk hidup terdiri dari sel-sel. Sel-sel ini membentuk

    jaringan, dan jaringan membentuk organ. Sistem organ mem-

    bentuk proses hidup. Pada benda mati susunannya sedemikian

    rupa, merupakan hasil dari unsur pokoknya.

    d) Metabolisme Pada makhluk hidup terjadi pengambilan dan penggunaan ma-

    kanan, pernapasan (respirasi) sekresi dan ekskresi. Benda-benda

    mati tidak mengalami hal-hal tersebut.

    e) Iritabilitas Makhluk hidup dapat memberikan reaksi terhadap perubahan

    sekitarnya, misalnya cahaya, gerakan, kelembaban dan suhu.

    Besarnya reaksi tidak seimbang dengan besarnya aksi. Sebagai

    contoh, besi yang kena panas akan memuai sesuai dengan panas

    yang diterima.

    f) Reproduksi Pada makhluk hidup terdapat kemampuan untuk membuat

    makhluk itu menjadi banyak, sedang benda mati tidak.

    g) Tumbuh dan mempunyai daur hidup Setiap makhluk hidup mempunyai proses pertumbuhan dan

    mempunyai daur hidup, artinya mempunyai proses kelahiran,

    tumbuh, dewasa dan mati. Benda mati membesar karena

    pengaruh luar seperti halnya pada kristal.

    Hal-hal tersebut di atas merupakan perbedaan antara makhluk

    hidup dengan benda-benda mati, dan bukan kriteria untuk

    menetapkan apakah sesuatu itu makhluk hidup atau benda mati.

    d. Polusi atau Pencemaran

  • 38

    Pencemaran ialah keadaan yang akan mengakibatkan

    menurunnya kualitas lingkungan hidup dan terganggunya kesehatan

    dan ketenangan hidup makhluk hidup. Terjadinya pencemaran

    lingkungan umumnya terjadi akibat kemajuan teknologi dalam usaha

    meningkatkan kesejahteraan hidup.

    Mengenai polutan (unsur-unsur penyebab polusi), dapat

    digolongkan menjadi dua, yaitu:

    a) Yang bersifat kuantitatif Yaitu terdiri dari unsur-unsur yang secara alamiah telah ada di

    dalam alam ini, tetapi jumlahnya semakin bertambah karena

    kegiatan manusia sehingga menyebabkan pencemaran, misalnya:

    karbon dioksida, nitrogen, posfor dan lain-lainnya.

    b) Yang bersifat kualitatif Yaitu terdiri dari senyawa-senyawa yang terjadi karena sengaja

    dibuat manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi

    kurang bijaksana dalam penggunaannya, misalnya: pestisida,

    detergen, pupuk dan lain-lain.

    Beberapa pencemaran yang perlu diketahui ialah pencemaran

    udara, pencemaran air, pencemaran tanah dan pencemaran suara.

    1) Pencemaran Udara Udara pada lingkungan tercemar oleh zat-zat polutan jelas tidak

    bersih lagi dan telah merupakan gangguan kesehatan bagi

    makhluk hidup (termasuk manusia) sekitarnya. Dengan

    kemajuan teknologi pada masa kini, polusi udara telah

    menimbulkan banyak kekhawatiran terutama di daerah-daerah

    industri. Sebagai polutan dapat berupa gas misalnya

    karbondioksida, karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrokarbon,

    sulfordioksida, hidrogen sulfida. Polutan dapat juga berupa butir-

    butir benda cair dan partikel-partikel padat. Semua polutan

    tersebut menyembur ke udara, terbawa angin menyebar ke mana-

    mana di dalam atmosfer. Reaktor atom dan peledakan bom atom

    menyebarkan debu radioaktif yang merupakan polutan yang

    berbahaya ke mana-mana sampai ke tempat yang jauh sekali.

    Dari hasil observasi cuaca ternyata pencemaran udara dewasa ini

    tidak hanya terbatas di sekitar daerah industri dan tempat peledak

    bom atom, melainkan sudah menyebar mengotori seluruh

    atmosfer bumi kita (Mien, R 2009:56).

    Tindakan-tindakan mengatasi pencemaran udara:

  • 39

    a) Mencegah terjadinya pencemaran misalnya mesin kendaraan bermotor yang sudah tidak baik harus diservis supaya

    pembabakaran bensin atau solar lebih sempurna, pabrik yang

    mengeluarkan gas pencemar harus membuat cerobong yang

    sangat tinggi sehingga gas pencemar lekas