of 40 /40
1 2 DIKTAT/BAHAN AJAR MATA KULIAH ILMU ALAMIAH DASAR (IAD) STKIP KUSUMA NEGARA JAKARTA Dr. Ani Marlina, M.Pd STKIP KUSUMA NEGARA JAKARTA 2020 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puja puji serta rasa syukur kepada Sang Penguasa alam semesta Allah SWT, sholawat serta salam terlimpah curah kepada revolusioner Islam sedunia suri tauladan sepanjang masa habibana wanabiyana Rasulullah SAW, akhirnya saya dapat menyelesaikan diktat/bahan ajar mata kuliah ―ILMU ALAMIAH DASAR (IAD) Diktat ini dibuat dengan mengutip dari berbagai sumber yang relevan sebagai salah satu rujukan pembelajaran mata kuliah IAD dengan harapan dapat menjadi salah satu metode yang dapat mempermudah mahasiswa dalam proses perkuliahan. Selain itu diktat ini digunakan sebagai buku pegangan praktis untuk mahasiswa yang bisa memberikan pemahaman secara khusus. Semoga diktat ini dapat bermanfaat dan dimanfaatkan untuk mahasiswa khususnya dan pembaca umumnya Jakarta, Februari 2020 Dr. Ani Marlina., M.Pd.

DIKTAT/BAHAN AJAR KATA PENGANTAR MATA KULIAH ILMU … … · DIKTAT/BAHAN AJAR MATA KULIAH ILMU ALAMIAH DASAR (IAD) STKIP KUSUMA NEGARA JAKARTA Dr. Ani Marlina, M.Pd STKIP KUSUMA

  • Author
    others

  • View
    69

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of DIKTAT/BAHAN AJAR KATA PENGANTAR MATA KULIAH ILMU … … · DIKTAT/BAHAN AJAR MATA KULIAH ILMU...

  • 1 2

    DIKTAT/BAHAN AJAR

    MATA KULIAH ILMU ALAMIAH DASAR (IAD)

    STKIP KUSUMA NEGARA JAKARTA

    Dr. Ani Marlina, M.Pd

    STKIP KUSUMA NEGARA JAKARTA

    2020

    KATA PENGANTAR

    Dengan mengucapkan puja puji serta rasa syukur kepada Sang

    Penguasa alam semesta Allah SWT, sholawat serta salam terlimpah curah

    kepada revolusioner Islam sedunia suri tauladan sepanjang masa habibana

    wanabiyana Rasulullah SAW, akhirnya saya dapat menyelesaikan

    diktat/bahan ajar mata kuliah ―ILMU ALAMIAH DASAR (IAD)

    Diktat ini dibuat dengan mengutip dari berbagai sumber yang

    relevan sebagai salah satu rujukan pembelajaran mata kuliah IAD dengan

    harapan dapat menjadi salah satu metode yang dapat mempermudah

    mahasiswa dalam proses perkuliahan. Selain itu diktat ini digunakan sebagai

    buku pegangan praktis untuk mahasiswa yang bisa memberikan

    pemahaman secara khusus.

    Semoga diktat ini dapat bermanfaat dan dimanfaatkan untuk

    mahasiswa khususnya dan pembaca umumnya

    Jakarta, Februari 2020

    Dr. Ani Marlina., M.Pd.

  • 3 4

    DAFTAR ISI

    COVER …………………………………………………………......

    KATA PENGANTAR ………………………………………………

    DAFTAR ISI ………………………………………………………...

    A. Perkembangan Pengetahuan dan Metode Ilmiah dan Metode

    Ilmiah dalam Persfektif Filsafat

    ilmu………………………………………………………………

    B. Perkembangan Penalaran di Bidang Ilmu Pengetahuan ..

    C. Perkembangan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam..

    D. Sejarah Perkembangan Ilmu …………………………………

    E. Perkembangan Pola Pikir Barat dan Islam, 1960-2013 …

    F. Perkembangan Ilmu Pengetahuan di Bidang Biologi ……

    G. Pengertian Astronomi dan Keterkaitannya dengan Science Islam

    …………………………………………………………….

    H. Kimia dan Prosesnya Serta Lingkungan Hidup dan Masalahnya

    …………………………………………………………………….

    I. IPTEK dan Kebutuhan Hidup Manusia …………..............

    DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………….

    1

    2

    3

    4

    6

    7

    30

    33

    41

    51

    61

    65

    79

    A. PERKEMBANGAN PENGETAHUAN DAN METODE ILMIAH DALAM PERSEPEKTIF FILSAFAT ILMU

    MEMERLUKAN PENELITIAN. UNTUK SALAH SATU SYARAT UNTUK MENGEMBANGKAN ILMU PENGETAHUAN MEMECAHKAN MASALAH DAN RASA KEINGINTAHAUANNYA DAPAT DILAKUKAN DENGAN PENDEKATAN ILMIAH Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu, sedangkan kepastian dimulai dengan ragu-ragu. Rene Descartes: "De Omnibus dubitandum" (segala sesuatu harus diragukan) Empat cara pendekatan ilmu pengetahuan

    - Metode keuletan (method of tenacity)

    - Metode kekuasaan (method of authority)

    - Metode apriori/intuisi (method of intution)

    - Metode ilmu pengetahuan (method of science)

    Manusia berupaya membuka rahasia alam dan rahasia berbagai potensi pemikiran manusia yang selalu dinamis, berkembang dan sering terjadi perubahan yang cepat dengan berbagai pendekatan pengetahuan. Diperlukan potensi SDM dengan tingkat tahunya yangtinggi dan memulai suatu kepastian dengan karagu-raguan.

  • 5 6

    SALAH SATU SYARAT UNTUK MENGEMBANGKAN ILMU

    PENGETAHUAN MEMERLUKAN PENELITIAN UNTUK MEMECAHKAN

    MASALAH DAN RASA KEINGINTAHAUANNYA DAPAT DILAKUKAN

    DENGAN PENDEKATAN ILMIAH

    Syarat Pengembangan Ilmu Pengetahuan memenuhi 3 kategori pemikiran filosofis, yaitu: (1) ontologi ; (2) aksiologi dan (3) epistimologi. Ontologi Merupakan bentuk pemahaman atas kenyataan yang menghendaki pengetahuan murni yang bebas kepentingan. Pengetahuan yang lahir dari refleksi ontologis adalah suatu disinterested knowledge. Dalam pemikiran filosofis, teori berarti kontemplasi atas kosmos. Philosof memandang alam semesta dan menemukan suatu tertib yang tidak berubah-ubah, yaitu suatu macrocosmos. Sang philosof melakukan kegiatan yang disebut mimesis (meniru). Kontemplasi atas kosmos menjadi tingkah laku praktis melalui kesadaran dirinya sebagai microcosmos. Filsafat telah menarik garis batas antara ada dan waktu, yaitu antara yang tetap dan yang berubah-ubah. Pemikiran filosofis ini adalah merupakan bibit cara berpikir yang menyebabkan lahirnya ontology dalam sejarah pemikiran manusia. Melalui teori, para philosof mulai menyusun konsep tentang keapaan (hakekat) benda-benda. Sedang yang disebut hakekat itu adalah inti kenyataan yang tidak berubah-ubah. Perasaan subyektif dan dorongan-dorongan emosional manusia tersebut mencoba untuk mempengaruhi hakekat adalah merupakan sikap manusia yang berubah-ubah yang berusaha mempengaruhi kemurnian pengetahuan. Sikap mengambil jarak dan membersihkan ilmu pengetahuan dari dorongan-dorongan empiris itu disebut sikap teoritis murni. Ontologi adalah merupakan hakekat yang dikaji. Manusia,

    pada hakekatnya merupakan makhluk yang berpikir, merasa, bersikap danbertindak. Ada dua cara manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang benar:

    1. mendasarkan diri pada rasio 2. mendasarkan diri pada pengalaman (experience).

    B. PERKEMBANGAN PENALARAN DI BIDANG ILMU PENGETAHUAN

    Perkembangan pengetahuan alam

    Berawal dari perkembangan alam pikiran manusia

    Anorganis & organis

    Pengisi bumi tunduk pada hukum alam (deterministis) makhluk hidup

    tunduk pada hukum kehidupan(biologis)

    Akal budi, rasa ingin tahu dan kemauan keras menjadi sifat unik

    manusia

    2 macam perkembangan alam pikiran: sejak dilahirkan-hayat&zaman

    purba-sekarang

    Penalaran ilmu pengetahuan alam Ada 3 tahap perkembangan sejarah

    perkembangan manusia :

    1. Teologis (metafisika)

    2. Filsafat

    3. Positif (ilmu)

    Ex: mitos/mitologi termasuk tahap apa?

    Mitos ada 3 (mitos sebenarnya, cerita rakyat, legenda)

    Timbul karena keterbatasan pengetahuan, penalaran&panca indera

    manusia, keingintahuan manusia yang telah dipenuhi walaupun sementara.

    Mitos terjadi pada zaman babylonia (600-700 SM) yaitu horoskop (ramalan

    bintang), ekliptika (bidang edar matahari) dan bentuk alam semesta yang

    menyerupai ruangan setengah bola dengan bumi datar. Tonggak sejarah

    pengamatan, pengalaman dan akal sehat manusia (Thales:624-546 SM),

    seorang astronom, pakar dibidang matematika dan teknik. (bintang

    mengeluarkan cahaya, bulan hanya memantulkan sinar matahari, dll)

    Tokoh-tokoh perubahan lain yang muncul: Anaximander, Anaximenes,

    Herakleitos, Pythagoras, dsb

  • 7 8

    Cara memperoleh berbagai ilmu pengetahuan alam, Mengamati,

    penyelidikan sejarah perkembangan IPA secara sistematis, kritis,

    Berdasarkan hipotesis Fowler: galaksi berawal dari kabut gas pijar dengan

    massa yang sangat besar Ionosfer :menentukan umur tata surya dan bumi.

    Teori Radioaktivitas Teori Pfugler, dsb: metabolism. Variasi dari pantai tropik

    ke puncak gunung, Ekologis sangat dominan : kompetisi, Menggerakka

    mesin (Oksigen), Produksi yang tinggiEksplorasi ilmu alamiah. Menyusun

    pengetahuan dengan menggunakan penalaran deduktif (umum-khusus) dan

    induktif (khusus-umum).

    Himpunan yang diperoleh dari penalaran deduktif dan induktif tidak

    dapat diandalkan sebagai ilmu pengetahuan

    Muncullah ilmusecara teoritis yang didapat dari pengamatan dan

    experimentasi terhadap gejala-gejala alam

    Konsep tersebut disebut ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)

    C. PERKEMBANGAN DAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

    ALAM

    Awal dari IPA dimulai pada saat manusia memperhatikan gejala-gejala alam,

    mencatatnya kemudian mempelajarinya. Pengetahuan yang diperoleh mula-

    mula terbatas pada hasil pengamatan terhadap gejala alam yang ada.

    Kemudian makin bertambah dengan pengetahuan yang diperoleh dari hasil

    pemikirannya. Selanjutnya dari peningkatan kemampuan daya pikirnya

    manusia mampu melakukan eksperimen untuk membuktikan dan mencari

    kebenaran dari suatu pengetahuan. Dari hasil eksperimen ini kemudian

    diperoleh pengetahuan yang baru. Setelah manusia mempu memadukan

    kemampuan penalaran dengan eksperimen ini lahirlah IPA (Ilmu

    Pengetahuan Alam) sebagai suatu ilmu yang mantap.

    Perkembangan IPA itu sendiri mulai berkembang sangat lambat antara abad

    15-16. Namum perkembangan IPA lebih pesat setelah adanya konsep

    Copernicus yang kemudian diperkuat Galileo (konsep geosentris konsep

    heliosentris), dikenal sebagai permulaan abad ilmu pengetahuan modern

    (kebenaran berdasarkan induksi). Di awal abad 20 perkembangan ipa

    khususnya bidang fisika makin berkembang pesat setelah konsep fisika

    kuantum dan relativitas dan bermunculan beberapa fisikawan yang terkenal

    seperti newton. Hal tersebut perlu di rebisi dan penyesuaian dengan konsep

    ilmu pengetahuan ke ara pemikiran yang modern.

    Pengertian ilmu pengetahua alam (IPA)

    H.W. Fowler dan kawan-kawan,1951 mendefenisikan IPA sebagai ilmu

    pengetahuan yang sistematis dan dirumuskan. Ilmu ini berhubungan dengan

    gejala-gejala kebendaan dan terutama didasarkan atas pengamatan dan

    induksi. Nokes menyatakan bahwa IPA adalah pengetahuan yang teoritis

    yang diperoleh dengan metode khusus. Dari berbagai pendapat diatas maka

    dapat ditarik kesimpulan bahwa IPA adalah suatu pengetahuan teoritis yang

    diperoleh/disusun dengan cara yang khas, yakni dengan melakukan

    observasi, eksperimen, penyimpulan, penyususnan teori, eksperimentasi,

    observasi dan seterusnya, berkaitan antara cara yang satu dengan cara

    yang lain. Untuk memperoleh ilmu dengan cara demikian dikenal dengan

    nama metode ilmiah.

    Perkembangan ipa tidak jauh dari kaitan Landasan Ilmu Pengetahuan itu

    sendiri antara lain :

    1. Hipotesis

    Merupakan strata ilmu yang paling rendah, berupa dugaan atau

    prediksi yang diambil berdasarkan pengetahuan atau teori yang sudah ada

    untuk menjawab penelitian yang sedang dilakukan.

    2. Teori

    Merupakan strata ilmu yang lebih tinggi dari hipotesis, berupa landasan ilmu

    yang telah teruji kebenarannya, namun teori masih mungkin untuk dikoreksi

    dengan teori baru yang lebih tepat.

    3. Hukum dan dalil

    Merupakan strata ilmu yang paling tinggi, berupa teori yang telah

    diuji terus-menerus dan diketahui tidak ditemukan adanya kesalahan.

    Berikut ini adalah diagram perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam

    diurutkan melalui abad:

  • 9 10

    Abad 15 16 19 20

    Pseudo science

    Mitos

    Logika

    Penemuan alat

    bantu (modern)

    Awal IPA

    sekarang

    Heliosentris

    Liberalism

    Teori

    sebelumnya

    lebih baik

    Revolusi

    industry

    Penemuan

    Mesin

    Modern:

    mesin

    uap,

    kertas,

    cetak dll

    Konsep

    baru

    Sifat

    mikrosko

    pik

    Analisis

    tinggi

    Abstraksi

    dalam

    IPA

    Modern

    Alat riset

    cancan

    Telaah

    mikrosko

    pik

    Penemuan

    anomali

    Gb. Perkembangan IP Menjadi Berbagai Disiplin Ilmu

    Ilmu pengetahuan akan terus berkembang sejalan dengan sifat manusia

    yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah dipunyai atau

    diketahuinya. Berdasarkan hal tersebut, maka ilmu pengetahuan merupakan

    siklus ilmu dengan penelitian sebagai intinya yang tidak pernah terputus.

    Bahkan ia akan semakin membesar dan meluas.

    Penggolongan IPA menjadi ―klasik‖ dan ―modern‖ sama sekali bukan

    berkaitan dengan waktu maupun klasifikasi bidang ilmu. Penggolongan ini

    lebih mengacu kepada konsepsi, yaitu cara berpikir, cara memandang, dan

    cara menganalisis suatu fenomena alam.

    IPA klasik yang telaahannya mengikuti kaidah ilmu tradisional berdasarkan

    pengalaman, kebiasaan, dan bersifat makroskopik. Sedangkan IPA modern

    yang bersifat mikroskopik, muncul berdasarkan penelitian maupun pengujian

    dan telah diadakan pembaharuan yang dikaitkan dengan berbagai disiplin

    ilmu yang ada.

    Ilmu tentang alam merupakan kegiatan manusia yang bersifat aktif dan

    dinamis. Artinya, hasil percobaan yang dilakukan manusia akan

    menghasilkan suatu konsep yang mendorong dilakukannya percobaan-

    percobaan berikutnya, karena ilmu alam bertujuan untuk mencari kebenaran

    yang relatif dari suatu hal.

    Tidak semua pengetahuan dapat disebut ilmu, karena ilmu merupakan

    pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat tertentu.

    Adapun syarat-syarat suatu pengetahuan dapat dikatakan sebagai ilmu

    adalah sebagai berikut:

    1. Logis

    Pengetahuan tersebut masuk akal dan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu

    pengetahuan.

    2. Objektif

    Pengetahuan yang didapat harus sesuai dengan objeknya dan didukung

    oleh fakta empiris.

    3. Metodik

    Pegetahuan diperoleh dengan cara-cara tertentu yang teratur, dirancang,

    diamati, dan dikontrol.

    4. Sistematik

    Pengetahuan disusun dalam satu sistem yang saling berkaitan dan

    menjelaskan satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh.

    5. Universal

    Pengetahuan berlaku untuk siapa saja dan di mana saja yaitu dengan

    cara eksperimentasi yang sama akan diperoleh hasil yang sama.

    6. Komulatif

  • 11 12

    Berkembang dan tentatif, sesuai dengan khasanah ilmu pengetahuan yang

    selalu bertambah dengan hadirnya ilmu pengetahuan yang baru. Ilmu

    pengetahuan yang terbukti salah harus diganti dengan ilmu pengetahuan yang

    benar.

    Untuk mencapai kebenaran, yakni persesuaian antara pengetahuan dan

    objeknya, tidaklah terjadi secara kebetulan, tetapi harus menggunakan prosedur

    atau metode yang tepat, yaitu prosedur atau metode ilmiah (scientific method)

    .Adapun Kelebihan dan kekurangan ilmu alamiah ditentukan oleh metode

    ilmiah, maka pemecahan segala masalah yang tidak dapat diterapkan metode

    ilmiah, tidaklah ilmiah.

    Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam

    a. Zaman Kuno

    Pengetahuan yang dikumpulkan pada zaman kuno berasal dari kemampuan

    mengamati dan membeda-bedakan, serta dari hasil percobaan yang sifatnya

    spekulatif atau trial and error. Semua pengetahuan yang diperoleh diterima

    sebagaimana adanya, belum ada usaha untuk mencari asal-usul dan sebab

    akibat dari segala sesuatu. Pada saat manusia mulai memiliki kemampuan

    menulis membaca dan berhitung maka pengetahuan yang terkumpul dicatat

    secara tertib dan berlangsung terus menerus. Misalnya dari pengamatan dan

    pencatatan peredaran matahari, ahli astronomi Babilonia menetapkan

    pembagian waktu, tahun dibagi dalam 12 bulan, minggu dibagi dalam 7 hari

    dan hari dalam 24 jam. Selanjutnya jam dibagi dalam 60 menit dan menit

    dalam 60 detik. Kemudian satuan enam puluh ini juga digunakan untuk

    pengukuran sudut, 60 detik sama dengan 1 menit, 60 menit sama dengan 1

    derajad dan satu lingkaran penuh sama dengan 360o.

    Demikian pula ahli Babilonia dapat meramalkan terjadinya gerhana matahari,

    tiap 18 tahun tambah 10 atau 11 hari. Ini terjadi kira-kira 3000 SM.

    Pada tahun 2980-2950 SM telah dapat dibangun piramid di Mesir untuk

    menghormati dewa agar tidak terjadi bahaya banjir di sungai Nil.

    Pembangunan piramid itu menunjukkan bahwa pengetahuan teknik

    bangunan dan matematika khususnya geometri dan aritmatika telah maju.

    Kurang lebih tahun 1.600 SM orang mesir telah menghitung keliling lingkaran

    sama dengan tiga kali garis tengahnya sedang luas lingkaran sama dengan

    seperdua belas kuadrat kelilingnya.

    b. Zaman Yunani Kuno

    Perkembangan ilmu pengetahuan berkembang pesat sekali pada

    zaman Yunani, disebabkan oleh kemampuan berpikir rasional dari bangsa

    Yunani. Pada tahap ini manusia tidak hanya menerima pengetahuan

    sebagaimana adanya tetapi secara spekulatif mencoba mencari jawab

    tentang asal-usul dan sebab-akibat dari segala sesuatu.

    c. Zaman Pertengahan

    Zaman Alkimia (abad 1-2)

    Ahli alkimia menerima pendapat empat buah unsur dan bahkan

    menambahkan tiga lagi, yaitu: air raksa, belerang dan garam. Disini

    pengertian usur lebih dimaksudkan sebagai sifatnya daripada unsur itu

    sendiri.

    Air raksa = logam yang mudah menjadi uap.

    Belerang = mudah terbakar dan memberi warna.

    Garam = tak dapat terbakar dan bersifat tanah.

    Zaman Latrokimia (latros = Tabib)

    d. Zaman Modern, Timbulnya Ilmu Pengetahuan Alam

    Pengetahuan yang terkumpul sejak zaman Yunani sampai abad

    pertengahan sudah banyak tetapi belum sistimatis dan belum dianalisis

    menurut jalan pikiran tertentu. Biasanya pemikiran diwarnai cara berpikir

    filsafat, agama atau bahkan mistik. Setelah alat sempurna dikembangkan

    metode eksperimen.

    Perkembangan IPA sangat pesat setelah dikenalkannya konsep fisika

    kuantum dan relativitas pada abad 20. Konsep yang modern ini

    mempengaruhi konsep IPA secara keseluruhan dan menyebabkan adanya

    revisi serta penyesuaian-penyesuaian konsep ke arah yang modern.Dengan

  • 13 14

    demikian, terdapat dua konsep IPA yang berkembang, yakni IPA Klasik dan

    IPA Modern.

    Penalaran Dan Pengetahuan Awal Lahirnya Ilmu Pengetahuan

    Nalar adalah pertimbangan tentang baik buruk; akal budi; atau aktivitas yang

    memungkinkan seseorang berpikir logis; jangkauan pikir; kekuatan pikir.

    Sedangkan penalaran adalah hal mengembangkan atau mengendalikan

    sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman.

    Tuhan menciptakan dua makhluk, yang satu bersifat anorganis (benda mati)

    dan yang lain bersifat organis (makhluk hidup). Benda yang menjadi pengisi

    bumi tunduk pada hukum alam (deterministis) dan makhluk hidup tunduk

    pada hukum kehidupan (biologis), tetapi yang jelas ciri-ciri kehidupan

    manusia sebagai makhluk yang tertinggi, lebih sempurna dari hewan

    maupun tumbuhan.

    Ada dua macam perkembangan alam pikiran manusia, yakni perkembangan

    alam pikiran manusia sejak dilahirkan sampai akhir hayatnya dan

    perkembangan alam pikiran manusia, sejak zaman purba hingga dewasa ini.

    Perkembangan dan penalalaran manusia berawal dari:

    1. Rasa Ingin Tahu

    Ilmu Pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu (curiousity). Perasaan ini

    merupakan salah satu ciri khas manusia. Rasa ingin tahu berkembang, baik

    tentang dirinya sendiri maupun benda-benda di sekelilingnya dan rasa yang

    seperti itu tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya.

    Manusia selalu merasa ingin tahu maka sesuatu yang belum terjawab

    dikatakan wallahualam, artinya Allah yang lebih mengetahui atau

    wallahualam bissawab yang artinya Allah mengetahui sebenarnya.

    Perkembangan lebih lanjut dari rasa ingin tahu manusia ialah untuk

    memenuhi kebutuhan nonfisik atau kebutuhan alam pikirannya, untuk itu

    manusia mereka-reka sendiri jawabannya.

    2. Mitos

    Menurut Auguste Comte (1798-1857) bahwa dalam sejarah perkembangan

    manusia itu ada tiga tahap, yaitu tahap teologi (tahap metafiika), tahap

    filsafat, dan tahap positif (tahap ilmu).

    Mitos termasuk tahap teologi atau tahap metafisika. Mitologi ialah

    pengetahuan tentang mitos yang merupakan kumpulan cerita-cerita mitos.

    Cerita mitos sendiri ditularkan lewat tari-tarian, nyanyian, wayang dan lain-

    lain.

    Secara garis besar, mitos dibedakan atas tiga macam, yaitu mitos

    sebenarnya, cerita rakyat dan legenda. Mitos timbul akibat keterbatasan

    pengetahuan, penalaran dan panca indera manusia serta keingintahuan

    manusia yang telah dipenuhi walaupun hanya sementara.

    Puncak hasil pemikiran mitos terjadi pada zaman Babylonia (700-600

    SM) yaitu horoskop (ramalan bintang), ekliptika (bidang edar Matahari) dan

    bentuk alam semesta yang menyerupai ruangan setengah bola dengan bumi

    datar sebagai lantainya sedangkan langit-langit dan bintangnya merupakan

    atap. Ada dua macam penalaran, yaitu:

    1.Penalaran deduktif

    Penalaran deduktif adalah cara berfikir yang bertolak belakang dari

    pernyataan yang bersifat umum untuk menarik kesimpulan yang bersifat

    khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif ini menggunakan pola berfikir

    yang disebut silogisme. Silogisme terdiri atas premis mayor dan premis

    minor. Jadi kesimpulan dari penalaran dedukktif ini dapat ditarik kesimpulan

    dari sesuatu yang umum menuju kepada yang khusus. Kesimpulan akan

    benar jika kedua premis yang digunakan benar dan cara menarik kesimpulan

    juga benar. Jika ada salah, maka kesimpulan yang diambil juga tidak

    benar.Masalah utama adalah kesulitan untuk menilai kebenaran premis-

    premis yang digunakan. Disebabkan karena penalaran yang digunakan

    bersifat abstrak, lepas, dari pengalaman, sehingga tidak mungkin diamati

    dengan panca indera.

    2.Penalaran induktif

  • 15 16

    Penalaran induktif adalah cara berfikir dengan menarik kesimpulan umum

    dari pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat khusus. Dengan penalaran

    induktif makin lama dapat disusun pernyataan yang lebih umum lagi dan

    makin bersifat fundamental.

    Pengetahuan yang diperoleh hanya dengan penalaran deduktif, tidak dapat

    diandalkan, karena bersifat abstrak dan lepas dari pengetahuan. Demikian

    pula yang dipeloleh hanya dengan penalaran induktif juga tidak dapat

    diandalkan, karena kelemahan pancaindera. Karena itu himpunan

    pengetahuan yang diperoleh belum dapat disebut ilmu pangetahuan.

    Cara Manusia Memperoleh Ilmu Pengetahuan. Cara manusia memperoleh

    pengetahuan :

    a. Cara lama dengan masih mengandalkan perasaan daripada kebenaran

    pikiran, yaitu dengan prasangka, intuisi dan coba-ralat.

    b. Cara baru yaitu dengan mempergunakan logika, yaitu pengetahuan dan

    kecakapan untuk berpikir lurus, tepat dan sehat. Logika yang bersifat

    kodratiah dan ilmiah.

    Manusia secara terus menerus selalu mengembangkan pengetahuan.

    Mereka mengembangkan pengetahuan tidak hanya sekedar untuk

    memenuhi kebutuhan yang menyangkut kelangsungan hidupnya saja.

    Mereka juga berusaha untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang

    salah.

    Berfikir adalah suatu kegiatan untuk memperoleh/menemukan pengetahuan

    yang benar. Proses berfikir dalam menarik kesimpulan berupa pengetahuan

    yang benar disebut penalaran. Pengetahuan yang dihasilkan penalaran ini

    merupakan hasil kegiatan berfikir, bukanlah hasil perasaan. Tidak semua

    kegiatan berfikir merupakan penalaran. Penalaran merupakan kegiatan

    berfikir yang mempunyai ciri-ciri tertentu yakni logis dan analistis.

    Berdasarkan kriteria ini, maka tidak semua kegiatan berfikif merupakan

    berfikir logis dan analistis. Cara berfikir yang tidak logis dan analistis bukan

    merupakan penalaran. Terdapat berbagai cara untuk memperoleh

    kesimpulan atau pengetahuan yang tidak berdasarkan penalaran, di

    antaranya ialah :

    a. Pengambilan kesimpulan berdasarkan perasaan. Merasa, merupakan

    suatu cara menarik kesimpulan yang tidak berdasarkan penalaran.

    b. Intuisi. Merupakan kegiatan berfikir yang tidak analistis, tidak berdasarkan

    pada pola berfikir tertentu.

    c. Wahyu. Adalah pengetahuan yang disampaikan oleh tuhan kepada

    utusanNya.

    d. Trial and error. Suatu cara untuk memperoleh pengetahuan secara coba-

    coba atau untung-untungan. Oleh karena itu, Pola pikir berdasarkan mitos

    mengajak manusia untuk berkembang melalui tahap-tahap peradabannya

    dari menemukan sesuatu yang asing menuju ke sesuatu yang dikenal. Ini

    adalah suatu hal yang dapat kita katakan sebagai pola kemanusiawian

    biasa. Implikasinya, berpikir berdasarkan mitos adalah suatu bakat

    manusiawi, tidak bisa kita hindari. Demikianlah yang dialami oleh seluruh

    bangsa-bangsa di dunia termasuk bangsa Indonesia, walaupun dapat

    dipergunjingkan lagi ketika perilaku semacam ini masih bertahan sampai

    sekarang.

    Sedangkan para ilmuwan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang

    sesuatu. Metode Ilmiah terdiri dari :

    a,Pengamatan. Pengalaman dan pengalaman yang digunakan sebagai

    dasar untuk merumuskan masalah.

    b. Hipotesa. Digunakan untuk penyelesaian yang berupa saran. Ini bersifat

    sementara dan perlu diverifikasi lebih lanjut. Dalam hipotesa, kebenaran

    masih bersifat probalitas. Kegiatan akal bergerak keluar dari pengalaman,

    mencari suatu bentuk untuk menyusun fakta-fakta dalam kerangka tertentu.

    Hipotesa dilakukan melalui penalaran induksi, dan memuat kalkulasi dan

    deduksi.

    c. Eksperimentasi. Merupakan kajian terhadap hipotesa. Hipotesa yang

    kebenarannya dapat dibuktikan dan diperkuat dinamakan hukum, sedangkan

    di atas hokum terdapat teori

  • 17 18

    Tahapan perkembangan pola pikir manusia :

    1. Antroposentris

    Antroposentris ( anthropus = manusia, centrum = pusat ) adalah

    anggapan bahwa manusialah yang menjadi pusat segala-galanya.

    Pandangan ini masih dalam tahap awal perkembangan pikiran manusia.

    2. Geosentris

    Geosentris ( geo = bumi ) adalah anggapan bahwa bumi pusat alam

    semesta. Semua benda langit mengelilingi bumi merupakan anggapan yang

    berkembang sejak abad ke-6 SM. Tokohnya:

    a. Thales (624-548 SM) yang dianggap orang pertama yang

    mempertanyakan dasar alam dan isinya. Thales percaya bintang-bintang

    bisa memancarkan cahaya sendiri, sedangkan bulan hanya memantulkan

    sinar matahari ke bumi. Dikatakan bahwa bumi merupakan cakram yang

    mengapung di atas air.

    b. Anaximender (610 – 546 SM) ialah orang pertama yang menyatakan

    bahwa langit berputar dengan poros bintang kutub Kubah langit yang

    nampak adalah setengah bola dengan bumi sebagai pusatnya.

    c. Pythagoras (580-500 SM) yang terkenal dengan dalil segitiga siku-siku.Di

    samping pelopor matematika, ia juga berkeyakinan bahwa bumi bulat dan

    berputar, sehingga menampakkan gerakan perputaran semu dari langit.

    Ia juga mengajarkan bahwa di bumi terdapat 4 unsur yaitu : tanah, air,

    udara dan api.

    d. Erasthothenes (276-195 SM) ialah orang yang pertama menghitung

    ukuran bumi sebagai benda bulat.

    e. Ptolomeus (127-151 SM) mengemukakan pendapatnya bahwa bumi

    adalah pusat jagad raya, berbentuk bulat, diam setimbang tanpa tiang

    penyangga

    f. Avicenna (Ibn-Shina abad 11), seorang ahli Ilmu Pengethuan, terutama

    dalam bidang Ilmu Kedokteran, Fiolosof.

    3. Heliosentris

    Heliosentris (Helios = matahari) adalah anggapan bahwa pusat alam

    semesta adalah matahari. Hal ini merupakan pendapat baru karena makin

    sempurnanya alat pengamat bintang berupa teleskop dan semakin

    meningkatnya kemampuan berfikir manusia yang terjadi pada tahun 1500 –

    1600.

    Sebagai tonggak sejarah Nicolous Copernicus (1473-1543) dengan

    pokok ajaran :

    a. Matahari adalah pusat sistem solar sedangkan bumi adalah salah satu

    planet di antara planet-planet lain yang beredar mengelilingi matahari.

    b. Bulan beredar mengelilingi bumi dan bersama bumi mengelilingi matahari.

    c. Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur yang mengakibatkan

    adanya siang dan malam dan pandangan gerakan bintang-bintang.

    Pengikut Copernicus adalah Bruno (1548-1600). Ia memberikan

    kesimpulan lebih jauh lagi:

    a. Jagat raya tidak ada lagi.

    b. Bintang-bintang tersebar di seluruh jagat raya.

    Tokoh lain adalah Johannes Kepler (1571-1630), pendapatnya :

    a. Planet-planet beredar mengelilingi matahari pada suatu garis edar yang

    berbentuk elips dengan suatu fokus.

    b. Bila ditarik garis imajinasi dari planet ke matahari dan ia bergerak menurut

    garis edarnya, luas bidang yang ditempuh pada jangka waktu yang sama

    adalah sama.

    c. Pangkat dua dari waktu yang dibutuhkan sebuah planet utk mengelilingi

    matahari secara penuh sebanding dengan pangkat tiga dari jarak rata-

    rata palnet itu terhadap matahari.

    Tokoh lain adalah Galileo (1564-1642) dengan penemuannya yaitu teleskop

    yang mutakhir. Ia menemukan bahwa ada empat buah bulan yang

    mengelilingi Yupiter, adanya gunung-gunung di bulan dan satu bintik hitam di

    matahari yang sangat penting untuk menghitung kecepatan rotasi matahari,

    adanya Mikly Way atau Bima Sakti. Dan yang sangat menakjubkan adalah

    ditemukannya cincin Saturnus.

    4. Galaktosentris

    Galaktosentris (Galaxy : kumpulan jutaan bintang) merupakan

    anggapan bahwa pusat alam semesta adalah galaksi. Paham tersebut

    berkembang sejak tahun 1920 setelah Amerika Serikat membuat teleskop

    raksasa, sehingga informasi tentang galaksi makin jelas diketahui orang.

  • 19 20

    Di California terdapat 2 buah observatoria : Mount Wilson dengan

    pemantul 1,5 meter dan Mount Palomar dengan pemantul 2,5 meter dan

    tahun 1976 berdiri observatorium Zelenchukskaya di Rusia.

    Pengetahuan tentang galaksi Bima Sakti makin intensif, sementara itu

    perhatian ke galaksi yang lain mulai dikembangkan.

    5. Asentris

    Asentris (a = tidak) merupakan anggapan bahwa tidak perlu lagi

    adanya pusat-pusatan dalam alam semesta ini, semuanya beredar dalam

    konstelasi ilmiah.

    Dengan paham ini manusia semakin kecil jika dihadapkan pada alam

    semesta yang tidak terbatas ukurannya, sehingga secara agama semuanya

    dikembalikan pada Tuhan sebagai Sang Pencipta.

    Masa Berlaku Suatu Temuan Ilmu Pengetahuan Dasar

    Roger bacon (1214-1294), ia berpendapat bahwa pengalaman yang

    mendasari permulaan ilmu pengetahuan, dan merupakan ujian terakhir bagi

    semua ilmu pengetahuan, dan matematika merupakan syarat mutlak untuk

    nmengolah semua pengetahuan.

    Roger Bacon banyak bergerak di bidang politik dan agama, dan

    akhirnya ia ditahan dalam penjara. Karya-karyanya sebenarnya cukup

    banyak, akan tetapi berhubungan dengan soal agama, bertentangan dengan

    takhayul dan lain-lain. Sehingga buku-bukunya tersebut tidak diterbitkan dan

    baru kira-kira 500 tahun kenudian baru dicetak.

    Leonardo Pisa atau Fibonacci adalah seorang sarjana dari Italia Utara. Ia

    melanjutkan pengetahuan Aljabar yang telah dirintis Al-khawarizmi dan

    melakukan penyelidikan terus menerus. Sehingga akhirnya menemukan tiga

    akar dari persamaan pangkat tiga. Penemuan itu, rupanya hanya mengenai

    persamaan tertentu, jadi bukan metode yang umum. Ia juga

    memperkembangkan pemakaian angka Arab dalam sistem desimal serta

    menggunakan Aljabar dalam perhitungan. Soal pecahan juga digarap

    sekalipun dengan mengikuti cara Mesir Kuno, yaitu menentukan agara

    numerator tiap pecahan adalah satu.

    Di samping garis ilmu pengetahuan dan sistematiknya, berkembang pula

    ilmu yang lain, misalnya, ilmu kedokteran ( Roger dan Salerno), ilmu kimia,

    dan ilmu bumi. Di zaman itu, juga ditulis beberapa ensiklopedi tentang ilmu-

    ilmu pengetahuan. Yang terkenal diantaranya oleh raja Frederick II (1194-

    1250 M) di Sicilia dan Albetus Magnus (1194-1280 M).

    Perkembangan ilmu pengetahuan tampak lebih tegas debgan karya

    orang-orang seperti Copernicus, Galileo dan Johannes Kepler

    Coperniccus (1473-1543), ia terkenal karena mengajukan pendapat

    bahwa bumi dan planet-planet semuanya mengelilingi matahari. Matahari

    menjadi pusat (prinsip heliosentrisme). Pendapat ini berlawanan dengan

    pendapat di zamannya yakni pendapat Hipparcus dan Ptolomeus yang

    mengatakan bumi sebagai pusat (prinsip Geosentrisme), yang diperkuat oleh

    dogma agama.

    Sekalipun Copernicus membuat model, namun alasan utamanya

    bukanlah sistemnya, melainkan keyakinannya bahwa teori ini akan sangat

    membantu perhitungan. Copernicus sendiri tidak berniat mengumumkan

    pendapatnya, mengingat keadaan pada zamannya.

    Pada tahun 1543 George Joachim seorang guru besar ilmu

    Matematika dari wittenberg menyusun sebuah buku tentang helioseontrisme

    dengan judul De Revolutinibus Orbium Coelestium ( Tentang perputaran

    alam semesta). Buku tersebut dimulai dengan beberapa ketentuan dasar

    mengenai Aksioma, yaitu : pertama, seluruh alam semesta merupakan bola

    (spherical). Kedua, semua benda angkasa dan bumi juga merupakan bola.

    Ketiga, semua benda angkasa bergerak secara teratur dalam lintasan yang

    bundar (Circular Uniform Motion)

    Thyco Brahe (1546-1601), ia adalah seorang bangsawan yang tertarik pada

    sisitem heliosentrisme yang diungkapkan Coppernicus ia membuat alat-alat

    yang ukurannya besar sekali untuk mengamati bintang-bintang dengan teliti.

    Perhatian thyco brahe dimulai bulan nofember tahun 1572 dengan

    munculnya bintang baru digugusan cassiopea secara tiba-tiba, yaitu bintang

  • 21 22

    yang cemerlang selama 6 bulan sebalum ia padam lagi. Pada zaman

    modern ini bintang tersebut disebut nova atau super nova tergantung besar

    dan massanya. Timbulnya bintang baru itu mengggugurkan pendapat yang

    dianut pada zaman itu. Yaitu angkasa tidak akan berupa sepanjang masa,

    dan bentuknya akan tetap abadi, oleh karena angkasa diciptakan oleh tuhan.

    Beberapa tahun kemudian thyco brahe berahsil menyusun obserfatorium

    yang lengkap dengan alat, kepustakaan dan tenaga pembantu.

    Pada tahun 1577 ia dapat mengikuti munculnya sebuah komet, dengan

    bantuan alatnya. Ternyata lintasan ini lebih jauh dari planet venus.

    Penemuan ini membuktikan, bahwa benda-benda angkasa tidak menempel

    pada cristaline spheres, melainkan datang dari tempat yang sebelumnya

    dapat dilihat dan kemudian muncul perlahan-lahan ketempat yang dapat

    dilihat yang kemudian menghilang lagi. Kesimpulannya adalah benda-benda

    angkasa semuanya terapung bebas dalam ruang angkasa.

    Johannes keppler (1571-1630 M) ia adalah pembantu thyco brahe dan

    seorang ahli metematika. Setelah thyco brahe meninggal dunia bahan

    penelitian diwariskan kepada keppler. Kecuali melanjutkan pengamatan,

    keppler tetap mengembangkan astrologi untuk memperoleh uang dan

    memelihara perkembangan astrologi. Keppler menemuakn 3 hukum

    astrologi yaitu :

    1. Orbit dari semua planet yaitu berbentuk elips.

    2. Dalam waktu yang sama, maka garis penghubung antara palnet dan

    matahari selalu melintasi bidang yang luasnya sama.

    3. Bila jarak rata-rata 2 planet A dan B dengan matahari adalah x dan y,

    sedangkan waktu untuk melintasi orbit masing-masing adalah P dan Q

    maka : P2 : Q

    2 = X

    3 : Y

    3.

    Ketiga hukum alam tentang planet itu, sampai sekarang masih digunakan

    dalam astronomi. Meskipun disana-sini diadakan perbaikan seperlunya.

    Galileo (1546-1642 M) dalam rangka karya-karyanya, perlu disebut

    penemuan lintasan peluru, penemuan hukum pergerakan dan penemuan

    tata bulan planet Jupiter. Penemuan tata bulan planet Jupiter memperkokoh

    keyakinan Galileo bahwa tat surya bumi bersifat heliosentris. Sebagai

    sarjana matematika dan fisika, Galileo menerima prinsip tata surya yang

    heliosentris serta hukum-hukum yang ditemukan keppler. Galileo dapat pula

    membuat tropong bintang, yang dengan tropong itu ia dapat melihat

    beberapa peristiwa angkasa secara langsung.

    Pertama, ia melihat bahwa planet venus dan merkurius menunjukkan

    perubahan-perubahan seperti halnya bulan, sehingga jelas bahwa planet-

    planet tidak memancarkan cahaya sendiri, melainkan memantulkan cahaya

    dari matahari. Benda yang bersinar sendiri tidak akan berubah.

    Kedua, dalam teropong terbukti bahwa permukaan bulan sama sekalii tidak

    datar, melainkan penuh dengan gunung-gunung, jadi tidak sempurna datar.

    Yang terpenting dan terakhir ditemukannya adalah planet Jupiter yang

    dikelilingi oleh 4 bulan. Disamping soal astronomi, Galileo juga mengamati

    lintasan batu yang dilempar dan menentukan bahwa lintasan itu berbentuk

    parabola. Sebagai ahli metematika, ia mengenalkan hukum-hukum

    planimetri parabola yang telah disusun oleh appolonius. Pengetahuan

    tentang perabola, yang sejak appolonius tidak ada kegunaannya dan

    dianggap sebagi ilmu untuk ilmu, tiba-tiba menjadi berguna untuk

    menentukan lintasan peluru, dan menjadi teknik peperangan. Kalau

    pekerjaan didikhtisarkan, maka beberapa hal akan jelas menunjukan,

    mengapa karyanya diangaggap sebagai perintis ilmu modern. Pokok-pokok

    penemuannya adalah sebagai berikut :

    1. Benda-benda yang jatuh bersamaan akan memerlukan waktu yang

    bersamaan pula untuk sampai disana.

    2. Semua lintasan benda jatuh bebentuk lurus. Hal ini memberikan sugesti

    adanya idealisme, bahwa lintasan benda yang tidak terganggu

    membentuk garis lurus.

    3. Baik benda yang jatuh tegak lurus, maupun benda yang jatuhya

    mengikuti bidang miring, masing-masing mencapai tanah pada waktu

    yang sama.

    4. Berdasarkan idelaisasi, maka hasil percobaan dapat dihitung terlebih

    dahulu, dengan kata lain terjadilah ramlan (prediction).

  • 23 24

    5. Ramalan itu kemudian diperiksa dengan percobaan berulang kali, yang

    hasilnya dihitung secara rata-rata.

    Oleh karena antara ramalan dan hasil percobaan ada penyesuaian yang

    meyakinkan, maka teori yang didasarkan pada idealisasi dapat diterima

    sebagai hukum tentang pergerakan benda-benda yang bebas dan yang

    mengikuti garis lurus.

    Berdasarkan semua itu, Galileo dianggap sebagai pelopor perkembangan

    ilmu pengetahuan. Dan penemu dasar ilmu pengetahuan modern, yang

    hanya berpegang pada soal-soal obyektif saja. Penemuan Galileo lainnya

    adalah sebuah pergerakan bandul, seperti yang sekarang kita gunakan

    dal;am lonceng-lonceng. Pergerakan ini bebas dari gesekan yang masih

    terdapat pada bidang miring, betapapun licinnya. Waktu yang diperluakan

    untuk satu kali bergerak dari sisi yang satu ke sisi yang lainnya teragntung

    pada panjangnya bandul.

    Kira-kira dalam masa yang sama dengan keppler dan galileo, ditemukan

    perhitungan logaritma oleh napier (1550-1617 M) berdasarkan basis e, yang

    lalu dirubah kedalam dasar sepuluh oleh Brigs (lahir 1615 M), dan kemudian

    diperluas oleh eze chil de decker (lahir 1626 M).

    Pemuka-pemuka ilmu pengetahuan yangakan dibicarakan selanjutnya

    adalah Francis Bacon, dalam lapangan filsafat empirisme, dan descartes

    dalam bidang filsafat dualisme. Sedangkan dalam kemajuan ilmu

    metematika akan diketengahkan karya-karya desarque, fermat, dan pascal.

    Francis Bacon (1560-1626 M) ia mempertajam empirisme dengan

    mendasarkan semua ilmu pengetahuan atas dasar pengalaman. Ia menolak

    pendapat plato, bahw manusia sejak dilahirkan telah membawa

    pengetahuan dari dunia ide yang ada di alam baka (the eternal world of

    ideas). Dan juga menolak pengetahuan yang semata-mata berlandaskan

    pada orang lain. Yang dimaksud dengan orang lain misalnya Aristoteles atau

    salah seorang sarjana, ataupun dogma agama.

    Metode Francis bacon yang mempercayai bahwa apa yang akan datang

    dapat diramalkan atas penemuan yang lampau, mendasari pengetahuan

    induktif sains philosophy yang berbeda dengan deducatif mathematical and

    logical philosophy. Kalau dedukatif sains memberikan kepastian mutlak

    dalam premis-premis, maka ilmu pengetahuan empiris tidak dapat

    pengetahuan mutlak. Melainkan hanya memberikan sampai pada

    kemungkinan yang terbesar (probability atau possibility).

    Rene Descartes (1596-1650 M). Ia adalah seorang Prancis yang kemudian

    hidup di Belanda. Oleh karena negeri ini dirasa lebih menjamin kemerdekaan

    manusia daripada negerinya sendiri.

    Dalam ilmu filsafat, Descartes terkenal karena ucapannya, Cogito Ergo Sum,

    yang artinya ―oleh karena saya tahu, saya berfikir, maka saya ada‖. Ucapan

    tersebut dianggap sebagai mutlak tentang keadaanya yang lepas dari semua

    sifat subyektif. Bukti mutlak ini diperlukan Descartes untuk sistem filsafatnya,

    yang dimulai dengan menyangsikan segala-galanya (systematic doubt)

    Berlainan dengan filsafatnya yang banyak kesalahan dan meragukan itu,

    penemuannya dalam perkembangan ilmu pasti, sangat memberikan

    sumbangan yang positif dan mempunyai hubungan mutlak dengan

    perkembangan ilmu matematika selanjutnya. Penemuan tersebut ialah

    sistem koordinat yang terdiri dari dua garis lurus X dan Y dalam bidang

    datar, sistem koordinat itu disebut orthogonal coordinate system, yang

    kemudian hari disebut analytic geometri.

    Desarque ( 1593-1662 M ), Fermat ( 1601-1665 M ), Pascal ( 1623-1662 M ).

    Desarque menyusun projective Geometry soal mempunyai hubungan

    dengan caramanusia melihat sesuatu, yaitu manusia A melihat benda P dati

    tempat T. Oleh kerena melihat hanya mungkin karena ada cahaya,

    sedangkan cahaya memancar lurus , maka seolah-olah mata dihubungkan

    dengan benda oleh suatu garis lurus. Oleh karena mata kecil, maka soal

    melihat dapat dianggap sebagai perbuatan melalui satu titik ditarik sejumlah

    garis lurus kearah benda tersebut. Dalam bentuk inilah diperiksa hukum-

    hukumnya, yaitu kalau garis-garis tadi dipotong oleh bidang-bidang datar,

    bagaimankah gambar yang diproyeksikan melalui sebuah titik pada suatu

  • 25 26

    bidang datar, jawaban tas pertanyaan ini sangat penting dalam menggambar

    perspektif misalnya. Sebetulnay soal perspektif jauh lebih lama dipakai oleh

    pelukis-pelukis secara intuitif, misalnya oleh Leonardo Da Vinci. Tetapi sifat

    sifat matematisnya baru digarap oleh Desarque.

    Fermat, seperti descartes ia juga mengambangan orthogonal coordinate

    system. Disamping itu ia juga melaksanakan teoru Al Jabar berkenaan

    dengan bilangan-bilangan, yang kemudian menjelma sebagai perhitungan

    diferencial-integral (calculus) ditangan Newton dan Leibniz.

    Fermat bersama pascal menyusun dasar-dasar statistik. Perhitungan

    statistik ini didasarkan pada kemungkinan-kemungkinan (probability) dan

    berlainan dengan ilmu pasti yang lainnya. Ilmu pasti menumukan kepastian

    bukan kemungkinan. Dalam kehidupan sehari-hari, maka sebenarnya jauh

    lebih banyak soal yang berdasarkan kemungkian dari pada kepastian.

    Karena itu, perkembangan ilmu statistik dikemudian hari akan sangat penting

    untuk ilmu pengetahuan sosial. Dalam abad XX, statistik bahkan merupakan

    dasar ilmu pengetahuan dalam rangka teori kenisbian (realitivity) dan

    quantum.

    Cristian Huygens (1629-1695 M) Ia dapat memecahkan beberapa soal

    astronomi, seperti dalam pengamatan terhadap cincin cahaya yang

    melingkari Saturnus, disebabkan oleh materi yang mengelilingi Saturnus

    dalam bentuk ikat pinggang atau sabuk, hal ini yang tidak bisa dijelaskan

    oleh Galileo. Selain itu ia jugamenemukan bulan terbesar Saturnus yang

    sekarang diberi nama Titan.

    Penemuan Huygens yang penting lainnya adalah ketentuan tentang hukum

    bandulan, yaitu bahwa waktu oscilasi hanya tergantung pada panjangnya

    bandulan. Ia kemudian menemukan formula bandulan, yang dinyatakan

    sebagai berikut :

    T = π

    T : waktu yang diukur dengan detik.

    Π: 3,1416.....

    1: panjang bandulan dinyatakan dengan centimeter.

    g: percepatan oleh grafitasi, yang dinyatakan dengan cm/second.

    Tentang cahaya, Huygens membuat penemuan seorang yang bernama

    Roemer, yang berbunyi ― bila berdasarkan heliosentrisme bumi sedang

    berada dalam jarak paling jauh dari jupiter, maka terbitnya salah satu bulan

    dari jupiter ditetapkan waktunya. Kemudian, pada saat jupiter sedang paling

    dekat dengan bumi, maka sekalli lagi waktu itu ditetapkan. Tebukti ada

    perbedaan waktu kira-kira tujuh menit. Hal ini disebabkan oleh perbedaan

    jarak antara dua kedudukan tadi‖.

    Dengan pengamatan Roemer tadi, Huygens menolak pendapat yang berlaku

    masa itu, bahwa untuk pemenacaran cahaya diperlukan waktu

    (instantancous transmission) karena itu, kecepatan pemancaran dihitungnya

    pula. Kecepatan cahaya 600.000 kali kecepatan suara. Pemencaran cahaya

    diterangkan berdasarkan merayapnya suatu gelombang dalam suatu

    medium. Jadi Huygens mengikuti contoh suara. Demikian pula, ia

    mengamati terjadinya popularisasi, jika cahaya menembus icelandspar, yaitu

    suatu jenis cristal, sekalipun ia sendiri belum dapat memberikan keteranan

    tentang peristiwa tersebut.

    Simon Steven dari Bruge, ia menemukan berbagi panemuan mekanis,

    diantara penemuannya dapat disebutkan : paralelogram antara dua gaya

    dan resultantenya dalam suatu bidang datar, hukum-hukum sebua kerekan

    dan kerekan-majemuk (pulleys and combinet pulleys), pengukuran tekanan

    air yang ternyata tergantung dari jarak antara tempat pengukuran dan

    permukaan air dan tekanan kesamping. Selain itu steven memulai ilmu

    pengetahuan tentang hydrostatika.

    Semua penemuan itu masih berdiri sendiri seolah tidak ada hubungan satu

    sama lain. Keadaan yang fragmentaris itu dikemudian hari menjadi suatu

    teori ditangan Newton (1643-1727 M) dan Leibniz (1646-1716 M).

  • 27 28

    Newton, perannya dalam ilmu pengetahuan sebenarnya dapat ditulis dalam

    sebuah buku tersendiri, tetapi yang dibahas disini adalah bebrapa hal

    penting dan dapat diamsukkan dalam sistematik umum, yaitu:

    1. Teori gravitasi. Teori ini memberi keterangan mengapa planet-planet

    tidak bergerak lurus, sekalipun kelihatannya tidak ada pengaruh yang

    memaksa platen harus mengikuti lintasan elips. Sebenarnya

    pengaruhnya ada, tetapi tidak dapat dilihat dengan mata. Pengaruh itu

    adalah grafitasi yaitu kekuatan yang selalu akan timbul jika ada dua

    benda yang berdekatan. Apakah gaya tersebut, bagaiamana

    perkemabangan pengaruhnya, dan berapa cepat pemancaran gaya itu,

    tidak dapat diterangkan Newton, karena pemeriksaan langsung

    dilaboratorium belum dapat dilakukan Newton. Sekalipun demikian,

    berdasarkan teori gravitasi dan perhitungan yang dilakukan Newton,

    telah dapat diterangkan dasra dari semua lintasan planet dan bulan,

    pengaruh pasang surutnya air samudra dan lain-lain. Teori gravitasi

    justru dapat terlihat meyakinkan, sehingga tidak ada lagi yang tidak

    percaya tentang adanya gravitasi tersebut. Hal ini disebabkan oleh dua

    peristiwa penting :

    Pertama, dilakukannya percobaan eksperimental dalam laboratorium oleh

    Hendry cavendish pada tahun 1798 untuk membuktikan teori grafitasi

    Newton dengan menyatakan rumus sebagai berikut,

    K=f

    Peristiwa kedua, adalah ditemukannya planet baru (Neptunus) yang tidak

    disangka adanya oleh Leverrier Adams Galle.

    Dalam sejarah ilmu pengetahuan belum pernah terjadi peristiwa demikian.

    Oleh kerana itu Newton sampai sekarang dipandang seorang jenius yang

    tidak ada saingannya. Ramalan yang didasarkan anggapan teoritis,

    perhitungan, dan ilmu ukur sistem Euclid-appolonius sedemikian tepatnya,

    sehingga sejak saat itu tidak ada orang yang menyangsikan kebenaran

    kombinasi ilmu-ilmu tersebut. Bahkan timbul dugaan, bahwa akhirnya

    manusia telah menemukan kunci pokok untuk mengetahui dan menguasai

    segalanya dalam alam semesta ini (1846).

    2. Perhitungan calculus, atau disebut differencial/integral. Penemuan

    Newton yang terjadi di Inggris ini, kira-kira bersamaan dengan Leibniz di

    Jerman, meskipun hubungan antar keduanya tidak dapat dipastikan.

    Perhitungan ini mengenai hubungan antardua soal, misalnya x dan y. Jiak x

    bertambah maka y kan bertambah pula, tetapi menuruti aturan yang tetap

    atau yang teratur. Misalnya ada benda yang bergerak, panjangnya jarak

    yang ditempuh tergantung dari kecepatan tiap detik dan panjangnya waktu

    pergerakan.

    Cara inilah yang dipelajari Archimedes, Euclid, Descartes, Fermat, Huygens,

    dan sarjana matematika lain yang akhirnya ditemukan Newton dan Leibniz.

    Calculus, terbukti sangat luas gunanyauntuk menghitung bermacam-macm

    hubungan antara dua atau lebih hal yang berubah, bersama dengan

    ketentuan yang teratur misalnya, kecepatan planet mengelilingi matahari

    yang berbedabeda sepanjang lintasan, menemuakn maxima minima dari

    suatu kurva, menemukan tanbahnya luas lingkaran bila radius berubah

    sedikit sekali dan lain-lain. Sehingga dapat dikatakan, bahwa setelah

    kalkulus ditemukan banyak sekali perhitungan dan pemeriksaan ilmiah dapat

    diselesaikan. Tanpa calculus ilmu matematika tidak dapat berkembang

    sampai tingkatnya sekarang ini.

    3. Optica, penemuan ketiga yang mendasari ilmu alam adalah

    pemeriksaan mengenai cahaya yang lazim disebut optica.

    Seperti yang telah diketahui, jika cahaya matahari dilewatkan sebuah

    prisma, maka cahaya asli yang kelihatannya homogen menjadi terbias

    antara merah sampai ungu, menjadi pelangi (spektrum). Kemudian, kalau

    pelangi dilewatkan sebuah lainnya yang terbalik, maka pelangi terkumpul

    kembali menjadi cahaya homogen. Dengan demikian dapat dibuktikan

    bahwa cahaya itu sebenarnya terdiri dari komponen-komponen yang

    terbentang antara merah dan ungu.

    Sekalipun newton mempelajari optica dan pembiasan cahaya, namun

    teorinya tentang cahaya didasarkan pada teori corpustular. Yang

    mengatakan cahaya terdiri dari benda-benda yang sangat halus, pergerkan

    benda-benda tersebut menjelma menjadi sinar, dan benda-benda kecil tadi

  • 29 30

    sesuai dengan jenis warna. Pendapatnya ini berbeda dengan Huygens, yang

    sudah mempertimbangkan bahwa cahaya diangap sebagai gelombang.

    Disamping ketiga penemuan tersebut, Newton menentukan rumus untuk

    koefisisen dalam rangka (A+B) pangkat m, dan perhitungan luasnya daerah

    yang dikelilingi oleh garis lengkung. Seorang ilmuan yang bernama Halley

    menggunakan teori grafitasi Newton untuk menentukan lintasan komet dan

    mengatakan bahwa lintasan komet merupakan elips, tetapi sangat lonjong

    bentuknya. Sehingga kekmunculan komet dapat diperhitungkan dan tidak

    dihubungkan dengan soal-soal ajaib dan gaib lagi. Selian itu Halley

    mengggunakn catatan dari kota Breslau yang berhubungan dengan

    kelahiran dan kematian manusia, dan membuat perhitungan untuk

    menentukan panjangnya rata-rat umur manusia. Dengan demikian Halley

    meletakkan dasar statistik ―asuransi‖ dalam zaman modern ini.

    Gottfried wilhem Leibniz (1646-1716 M) sebagaimana dijelaskan

    diatas, ia juga menemukan perhitungan calculus. Perbedaannya dengan

    Newton hanya mengenai cara menyusun notasi, yang dipakai sampai

    sekarang adalah notasi Leibniz dengan df/dx/dy. Dan sekitar tahun 1684 M

    beturut-turut dipublikasikan berbagi formula mengenai perhitungan

    diferencial, yang kemudian disusun dengan perhitungan integral, disamping

    itu, juga digarap persoalan permutasi dan comhinatorik, yang merupakan

    jalan lain menemukan koefisien sebuah hinomium.

    Penemuan Leibniz lainnya adlah pokok-pokok yang kemudian berkembang

    menjadi perhitunngan determinan-determinan. Disamping itu, Leibniz

    menyadari kelemahan dan keterbatasan logika Aristoteles, dan mulai secara

    luas mempergunakan simbol untuk mewakili kalimat-kalimat pendek dan

    bulat.

    D. SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU

    Periodisasi :

    Zaman Purba ( XV VII sm )

    Yunani Kuno ( VII – II sm )

    Islam Klasik ( II – XIV )

    Zaman Reinassance &Modern

    ( XVII – XIX )

    Zaman Kontemporer ( XX - …..)

    Mengenal membaca, menulis, dan berhitung sudah bisa menghitung dan

    mengenal angka. Kebudayaan mulai berkembang di berbagai tempat

    tertentu, yaitu Mesir di Afrika, Sumeria, Babilonia, Niniveh, dan Tiongkok di

    Asia, Maya dan Inca di Amerika Tengah. Berkembangnya sistem almanak,

    geometri, dan kegiatan survei. piramida, kuil, dan sistem penatanan kota,

    pembagian hari menjadi dua puluh empat jam,

    Yunani Kuno

    Thales (624-548 sm) :

    - Arkhe >> alam semeste = air

    - Perennial problems / significant Question

    - Konsep tentang perkembangan, evolusi genesis

    Phytagoras (580-500 sm):

    - Dalil Phytagoras > a2+b

    2 = c

    2

    - Teori Bilangan (genap; ganjil; prime number; hub. Natural number

    dan bilangan ganjil)

    - Pembentukan benda berdasar segitiga

    - Hubungan nada dan panjang dawai

    Socrates (470-399 sm):

    - Tidak meninggalkan tulisan

    - Maieutike Tekhne (Ilmu Kebidanan) >> Metode Dialektika

    Democritos (460-370 sm):

  • 31 32

    - Konsep Materialistik-monistik >> atom

    - Konsep Dinamika perkembangan >>> prinsip dinamika

    - Konsep murni ilmiah >> gerak intrinsik

    - Konsep kebetulan >>> tanpa tujuan

    Plato (427-347 sm):

    The one X The Many

    - Being X Becoming

    - Dunia ide X dunia kenyataan

    - Kepastian matematik >> kesempurnaan ide

    Aristoteles (384-322 sm):

    - Metafisika >> being as being

    - Logika >>inferensi; syllogisme; premis; Conclusion

    - Biologi >>> Observasi

    Zaman Pertengahan:

    Aktivitas Ilmu diabdikan ke agama >>> Ancila Theologiae

    Perkembangan Peradaban Islam :

    - Bani Umayyah >> astronomi

    - Khalifah Al Makmun >> Aljabar; Arithmatica; decimal

    - Omar Khayam >> Perbintangan, matematik; persamaan pangkat 3

    - Ibnu Sina; Al Razi >> Kedokteran

    - Al Idris >> peta

    Zaman Renaisance:

    Roger Bacon >> pengalaman empirik

    Copernicus >> Heliosentrisme

    Tycho Brahe >> Komet (Lintasan Circle)

    Johannes Keppler >> gerak benda angkasa >> lintasan elips

    Galileo Galilei :

    - Observation

    - Elimination

    - Prediction

    - Measurement

    - Experiment

    ZAMAN MODERN:

    Rene Descartes:

    - Ortogonal Coordinate System

    - Analytic Geometry

    - Metode Berfikir filsafat (fenomenologi)

    Issac Newton:

    - Teori Gravitasi

    - Calculus (Diferensial/integral)

    - Optik

    Charles Darwin:

    - Teori Evolusi

    - Struggle for life

    - Survival of the fittest

    JJ Thompson : electron

    Zaman Kontemporer :

    Spesialisasi ilmu >>> Sub spesialis

    Sintesis antar bidang ilmu : bioteknologi, psikolinguistik dll.

    E. PERKEMBANGAN POLA PIKIR BARAT DAN ISLAM, 60-2013

    Prawacana

    Orang-orang yang tidak percaya kepada kebenaran agama (baca: kaum

    materialis) menuduh bahwa pengetahuan yang diberikan oleh agama

    tentang adanya Tuhan dan lain-lain hanyalah ilusi belaka.

    Paling tidak pengetahuan seperti itu tidak bawakan keyakinan tentang

    kebenaran.

  • 33 34

    Untuk melihat apakah tuduhan seperti ini dapat dipertanggungjawabkan

    atau tidak kita perlu mengkaji epistemologi.

    Pendahuluan: Tuntutan fitrah manusia dan rasa ingin tahunya mendorong

    mencari jawab dan solusi atas semua persoalan yang melingkupi hidupnya:

    – Bagaimana alam diciptakan?

    – Apa hakikat manusia?

    – Apa tolok ukur kebaikan dan kejahatan bagi manusia?

    – Apakah benar bumi mengelilingi matahari?

    Pada dasarnya manusia selalu ingin menggapai hakekat dan menyingkap

    semua misteri yang menyelimuti hidupnya. Manusia menyadari bahwa:

    – Hakekat itu ada

    – Kita bisa mengajukan pertanyaan tentang hakekat itu

    – Hakekat itu bisa difahami dan dicapai

    Weltanschaung, Pandangan dunia (Weltanschaung) seseorang dapat

    dipengaruhi antara lain oleh konsepsi dan pengenalannya mengenai

    hakekat. Hakekat, suatu kebenaran yang hakiki, ialah suatu konsepsi pada

    diri manusia yang berkorespondensi dengan dunia luar.

    Kulminasi peradaban: Pandangan dunia yang valid akan mampu mendorong

    manusia mencapai kulminasi peradaban, dan sebaliknya.

    Nilai dan kualitas keberadaan manusia sangat tergantung pada

    pengenalan dia terhadap kebenaran.

    Manusia dikenali jatidirinya berdasarkan tingkat pengenalannya atas

    kebenaran yang hakiki tersebut.

    Apa itu epistemologi?

    Berasal dari Bahasa Yunani, teori ilmu pengetahuan; gabungan dari

    episteme + logos.

    Epistemologi: Cabang ilmu filsafat yang menengarai masalah-masalah

    filosofis di sekitar teori ilmu pengetahuan. Terkait dengan definisi dan konsep

    ilmu, ragam dan relasi antara subyek dan obyek. Epistemologi adalah bagian

    dari filsafat yang meneliti asal-usul, asumsi dasar, sifat-sifat dan bagaimana

    cara memperoleh pengetahuan.

    Dengan pengertian ini epistemologi akan menentukan karakter

    pengetahuan, bahkan menentukan sifat kebenaran mana yang dapat

    diterima atau ditolak. Gerakan epistemo;ogi Dimulai pada zaman Yunani dan

    dipelopori oleh kelompok Sophist, orang-orang yang secara sadar

    mempermasalahkan segala sesuatu, sehingga cenderung meragukan

    segala hal.Gorgias, tokoh Sophist terkemuka: tidak ada sesuatu yg benar-

    benar memiliki wujud. Jika ada maka ia tak dapat diketahui, tak dapat

    dikomunikasikan pada orang lain. Protagoras: tak ada pendapat yang dapat

    dikatakan lebih benar dari yang lain, karena setiap pendapat hanyalah

    sebuah penilaian yang berakar pada pengalaman yang diperolehnya.

    Skeptisisme, nihilism: Gorgias tidak hanya menganut skeptisisme tetapi

    sudah mengarah pada nihilisme.

    Tidak ada sesuatu pun yang berharga atau miliki nilai.

    Karena kebenaran bersifat subyektif maka retorika menjadi sangat penting.

    Dengan retorikalah kebenaran subyektif dapat dipaksakan kepada orang

    lain. Semakin hebat kemampuan retorika seseorang, semakin besar pula

    pengaruhnya pada orang lain dalam membentuk pandangan dan opini

    publik. Bagaimanapun Kaum Sofis telah mewariskan tradisi keilmuan dalam

    bentuk skeptisime yang ternyata masih dikembangkan oleh para ilmuan di

    abad modern ini, seperti Karl Popper dan Rene Descartes. Popper:

    pemikiran yang sudah dianggap benar itu harus digugat kembali melalui

    dekonstruksi pemikiran. Harus ada pengkajian ulang terhadap kebenaran

    yang telah diterima selama ini dg mengungkap data-data baru yang belum

    diketahui sebelumnya.

  • 35 36

    Descartes, Descartes terkenal dengan adagium Cogito ergo sum, saya

    berfikir maka saya ada. Pada mulanya dia meragukan segala hal, sampai dia

    tidak bisa meragukan tentang keraguannya sendiri, tinggal keraguannya

    sendirilah yang tidak dapat dia ragukan.

    Plato mencoba mengurai kerumitan yang dihadapi kaum Sophist dengan

    mempostulatkan keberadaan alam semesta yang bersifat tetap dalam

    bentuk alam ide, yang menjadi landasan bagi perumusan ilmu-ilmu eksakta.

    Benda-benda yang ada ini hanya tiruan yang tidak sempurna dari bentuknya

    yang sempurna yang dikaji dalam matematika dan filsafat.

    Hanya penalaran abstrak dalam matematika yang dapat dijadikan landasan

    ilmu pengetahuan yang sebenarnya.

    Aristoteles, Ia setuju dengan Plato dalam hal bahwa pengetahuan yang

    bersifat abstrak lebih unggul dari pengetahuan indrawi. Namun dia tidak

    setuju dalam hal metodenya. Hampir seluruh ilmu bermula dari pengalaman

    indrawi. Ilmu diraih dengan mengabstraksikan ciri-ciri khusus dari setiap

    speciesnya, atau dengan mendeduksi fakta-fakta baru dari apa yang telah

    diketahui sebelumnya, berdasarkan rumusan-rumusan logika.

    Scholastic, Pandangan yang rasionalistik lama-lama kurang menarik minat.

    Thomas Aquinas coba membantu kembalikan kepercayaan pada rasio dan

    persepsi indrawi. Dia juga memadukan antara metode rasional dengan iman

    dalam sebuah sistim keyakinan yang integral. Dia setuju dg Aristoteles

    bahwa persepsi menjadi titik awal dan logika sbg prosedur intelektual untuk

    sampai pada ilmu pengetahuan. Namun dia memandang iman sebagai

    sumber keyakinan.

    Pertemuan dan pergumulan, Pada fase inilah terjadi pertemuan sekaligus

    pergumulan antara Hellenisme dan Smitisme.

    Kekuasaan agama yang berkembang selama abad tengah telah beri

    peluang bagi supremasi Smitisme di atas Hellenisme.

    Di sisi lain, orang dapat melihat perpaduan antara Hellenisme yang bersifat

    manusiawi-intelektual, dengan ajaran agama yang supra-natural.

    Perkemabangan ini lahirkan aliran-aliran Rasionalisme, Empirisme,

    Idealisme dan Positivisme yang berikan perhatian amat besar pada problem

    pengetahuan.

    Perbedaan pengaruh, Namun semuanya tidak lepas dari perbedaan antara

    epistemologi Plato dan Aristoteles yang miliki pengaruh amat besar terhadap

    para filosof modern:

    Idealisme Plato pengaruhi para filosof rasionalis seperti Spinoza, Leibniz dan

    Whitehead.

    Pandangan Aristoteles tentang asal dan cara peroleh pengetahuan

    pengaruhi para filosof empisris, seperti Locke, Hume dan Berkeley.

    Gerakan Aufklarung, Zaman modern ditandai dengan munculnya gerakan

    Aufklarung yang meyakini bahwa dengan berbekal ilmu pengetahuan

    manusia secara alamiah akan mampu membangun tata-dunia yang

    sempurna.

    Optimisme yang berlebihan dari Aufklarung serta perpecahan dogmatik

    sebagai akibat dari pergumulan epistemologi modern telah timbulkan krisis

    peradaban bagi manusia.

    Framework of knowledge, Sejak zaman Yunani-Romawi hingga abad

    modern, ilmu pengetahuan terus dikembangkan dalam tiga kerangka dasar

    yg merepresentasikan tiga tahapan perkembangan ilmu: humanity, God, and

    nature. Ketiga kerangka ini melahirkan tiga disiplin ilmu:

    Humanities (Greco-Roman model),

    Theology (Medieval model), and

    The natural sciences (Modern times)

  • 37 38

    Greco-Roman model, The Greco-Roman model of humanitas emphasizes

    upon literature and human beings—their philosophy, ethics, history,

    geography, language, and their culture. The axis of the model was humanity.

    Studies of religion and science were present in the Greco-Roman world but

    they were less important than and integrated within the wider study of

    humanity. Medieval period model, The humanitas model was inherited and

    not completely forsaken during the Christian medieval period. But eventually

    St. Augustine and Thomas Aquinas became representative of a new

    European model of learning based upon theology rather than the humanities.

    Augustine used elements of humanitas model he had inherited as a kind

    of preparation for theology.

    The axis had now changed; it was God rather than human beings, and

    the primacy lay with theology.

    Terjadinya pengetahuan, Titik tolak penyelidikan epistemologi adalah situasi

    kita, yaitu kejadian di sekitar kita. Kita sadar bahwa kita punyai pengetahuan

    lalu kita berusaha memahami, menghayati, dan pada saatnya kita harus

    menjelaskan pengetahuan kita pada orang lain dan

    mempertanggungjawabkan apakah pengetahuan kita benar dalam arti

    memiliki arti dan substansi.Akal sehat dan usaha, Akal sehat dan keinginan

    untuk mengetahui (curiosity) dan mencoba-coba miliki peran penting dalam

    upaya temukan penjelasan mengenai gejala-gejala alam. Ilmu dan filsafat

    dimulai dengan akal sehat sebab tidak punya landasan lain untuk berpijak.

    Tiap peradaban, betapa pun primitifnya, bermula dari kumpulan

    pengetahuan yang bersumber dari akal sehat, sehingga tercipta sebuah

    kearifan atau produk budaya yang berharga.

    Karakteristik akal sehat, Karena berakar pada adat dan tradisi maka akal

    sehat cenderung bersifat kebiasaan dan pengulangan.Karena landasannya

    kurang kuat sering bersifat kabur dan samar, dan Karena kesimpulan yang

    ditarik sering berdasar asumsi yang tidak dikaji lebih lanjut maka

    pengetahuan yang dihasilkan tidak teruji (belum valid). Rasionalisme kritis,

    Pada perkembangan selanjutnya muncullah rasionalisme yang secara kritis

    mempermasalah-kan dasar-dasar fikiran yang bersifat mitos.Ini merupakan

    tahapan penting dalam sejarah berfikir manusia, sehingga tradisi yang

    bersifat dogmatik, hanya mengacu pada satu-satunya sumber doktrin,

    semakin ditinggalkan, diganti dengan upaya menemukan kebenaran dari

    berbagai sumber secara analitis yang bersifat kritis.Metode eksperimen,

    Selanjutnya berkembanglah metode eksperimen yang jadi jembatan antara

    penjelasan teoritis dan pembuktian yang bersifat empiris. Metode ini lebih

    lanjut dikembangkan oleh para sarjana Muslim pada abad keemasan Islam.

    Semangat mencari kebenaran yang dimulai oleh para pemikir Yunani

    dihidupkan kembali dalam peradaban Islam abad pertengahan. Melalui jasa

    para ilmuan Muslimlah dunia modern sekarang ini memperoleh

    kemajuannya.Metode ilmiah, Metode ilmiah merupakan prosedur yang harus

    dilalui dalam memperoleh pengetahuan yang disebut ilmu. Metode: prosedur

    atau cara mengetahui sesuatu yang memiliki langkah-langkah sistimatis.

    Metodologi ilmiah merupakan pengkajian dalam pelajari peraturan-peraturan

    dalam metode tersebut.Proses kegiatan ilmiah, Dimulai ketika manusia

    mengamati sesuatu. Secara ontologis ilmu membatasi masalah yang diamati

    dan dikaji hanya pada masalah yang terdapat dalam ruang lingkup

    jangkauan pengetahuan manusia. Karena yang dihadapi adalah fakta dalam

    ruang lingkup yang nyata maka ilmu mencari jawabannya pada fakta yang

    nyata pula, dengan menggunakan teori yang menjembatani antara

    keduanya.

    Teori, Teori dalam hal ini ialah penjelasan mengenai gejala yang terdapat

    pada dunia fisik, tetapi merupakan suatu abstraksi intelektual di mana

    pendekatan secara rasional digabungkan dengan pengalaman empiris. Teori

    ilmu merupakan suatu penjelasan rasional yang sesuai dengan obyek yang

    dijelaskannya.

    Kebenaran pengetahuan, The correspondence theory: suatu pernyataan itu

    benar jika isi pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan itu

    berkorespondensi (sesuai) dengan obyek yang dimaksud oleh pernyataan

  • 39 40

    tersebut. Jaminan kebenaran di sini ialah adanya kesamaan atau paling

    tidak kemiripan struktur antara apa yang dinyatakan dengan fakta obyektif

    yang dimaksud oleh pernyataan itu.

    The consistence/coherence theory. Teori ini berakar pada dua hal:

    Fakta bahwa matematika dan logika adalah sistim deduktif yang ciri

    hakikinya ialah konsistensi, dan

    Sistim metafisika rasionalistik yang seringkali mengambil inspirasi dari

    matematika.

    Tolok ukur kebenaran ialah apakah suatu pernyataan coherent atau

    consistent dengan kebenaran yang sudah diakui dan diketahui sebelumnya.

    The pragmatic theory: benar tidaknya suatu pernyataan, dalil, atau teori

    semata-mata ditentukan oleh ada-tidaknya suatu faedah dari pernyataan

    atau teori tersebut bagi manusia.

    Suatu gagasan dipandang sesuai dengan realitas jika memecahkan maslah,

    jika berhasil memenuhi kebutuhan dan berguna untuk mendatangkan

    kemajuan bagi kehidupan manusia.

    Kriteria Hudluri, Dikembangkan oleh Mehdi Ha‘iri Yazdi, filosof dari

    Universitas Teheran. Ilmu al-Hudluri atau Iluminasi ialah pengetahuan yang

    diperkuat dengan ‗kehadiran‘ kesadaran diri dalam bentuk neutic dan

    memiliki obyek imanen yang menjadikannya pengetahuan swa-obyek.

    Berbeda dengan korespondensi yang membutuhkan obyek di luar dirinya

    maka ilmu al-hudluri tidak miliki obyek di luar dirinya.

    Obyek itu adalah obyek subyektif yang ada pada dirinya.

    Pengetahuan dengan kehadiran ini adalah jenis pengetahuan yang semua

    bentuk hubungannya berada dalam kerangka dirinya sendiri, sehingga

    seluruh anatomi gagasan tersebut bisa dipandang benar tanpa hubungan

    eksterior.

    Pencerahan dan emanasi, Hubungan antara pengetahuan dengan kehadiran

    harus dipandang sebagai hubungan sebab-akibat dalam arti pencerahan dan

    emanasi. Dengan demikian pendekatan hudluri ini mengacu pada filsafat

    iluminasi yang jelaskan adanya hubungan iluminatif antara subyek dan

    obyek.

    Banyak diikuti kaum Sufi, Konsep iluminatif ini banyak diikuti oleh kaum Sufi

    yang dipandang sebagai pengetahuan diri tentang diri yang berasal dari

    penyinaran dan anugrah Tuhan.

    Pengetahuan ini sering diungkap dg istilah: Terbukanya hijab antara dirinya

    dg Tuhan, Rasa cinta yang sangat dalam antara dirinya dg Tuhan sehingga

    tidak ada rahasia lagi antara keduanya. Bersatunya kesadaran, ittihad, hulul;

    Sudah tidak ada beda antara dirinya dengan Tuhan.

    F. PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DIBIDANG BIOLOGI”

    Makhluk Hidup. Dalam biologi dikenal berbagai cabang ilmu yang

    mengkhususkan pada setiap kelompok organisme, seperti botani (ilmu

    tentang tumbuhan), zoologi (ilmu tentang hewan), dan mikrobiologi (ilmu

    tentang jasad renik). Ciri-ciri fisik Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan.

    Istilah ini diambil dari bahasa Belanda "biologie", yang juga diturunkan dari

    gabungan kata bahasa Yunani, bio (hidup) dan logos (lambang, ilmu). Akan

    tetapi ada juga yang menggunakan istilah ilmu hayat (diambil dari bahasa

    Arab, artinya "ilmu kehidupan"). Obyek kajian biologi sangat luas dan

    mencakup semua bagian tubuh dipelajari dalam anatomi dan morfologi,

    sedangkan fungsinya dalam fisiologi. Perilaku hewan dipelajari dalam

    etologi, perkembangan ciri fisik makhluk hidup dalam kurun waktu panjang

    dipelajari dalam evolusi, sedangkan pertumbuhan dan perkembangan dalam

    siklus kehidupan dipelajari dalam biologi perkembangan, interaksi antar

    sesama makhluk dan dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi.

    Mekanisme pewarisan sifat (yang berguna dalam upaya menjaga

    kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup) dipelajari dalam genetika.

    Saat ini bahkan berkembang aspek biologi yang mengkaji kemungkinan

    berevolusinya makhluk hidup pada masa yang akan datang, juga

    http://id.wikipedia.org/wiki/Makhluk_hiduphttp://id.wikipedia.org/wiki/Organismehttp://id.wikipedia.org/wiki/Anatomihttp://id.wikipedia.org/wiki/Fisiologihttp://id.wikipedia.org/wiki/Etologihttp://id.wikipedia.org/wiki/Ekologihttp://id.wikipedia.org/wiki/Genetika

  • 41 42

    kemungkinan adanya makhluk hidup di planet-planet selain bumi, yaitu

    astrobiologi. Sementara itu, perkembangan teknologi memungkinkan

    pengkajian pada tingkat molekul penyusun organisme melalui biologi

    molekular serta biokimia, yang banyak didukung oleh perkembangan teknik

    komputasi melalui bidang bioinformatika.

    Ilmu biologi dirintis oleh Aristoteles, ilmuwan berkebangsaan Yunani. Dalam

    terminologi Aristoteles, "filosofi alam" adalah cabang filosofi yang meneliti

    fenomena alam, dan mencakupi bidang yang kini disebut sebagai fisika,

    biologi, dan ilmu pengetahuan alam lainnya. Aristoteles melakukan penelitian

    sejarah alam di pulau Lesbos. Hasil penelitiannya, termasuk Sejarah Hewan,

    Generasi Hewan, dan Bagian Hewan, berisi beberapa observasi dan

    interpretasi. Pada masa kini, biologi mencakup bidang akademik yang

    sangat luas, bersentuhan dengan bidang-bidang sains yang lain, dan sering

    kali dipandang sebagai ilmu yang mandiri. Namun, pencabangan biologi

    selalu mengikuti tiga dimensi yang saling tegak lurus yaitu keanekaragaman

    (berdasarkan kelompok organisme), organisasi kehidupan (taraf kajian dari

    sistem kehidupan), dan interaksi (hubungan antar unit kehidupan serta

    antara unit kehidupan dengan lingkungannya).

    Perkembangan ilmu pengetahuan dibidang biologi dari tahun 1960 –

    2013

    Aristoteles (384-322 SM) merupakan orang yang pertama kali meletakkan

    dasar ilmu biologi pada zaman Yunani. Ia mengemukakan sebuah teori

    tentang asal muasal makhluk hidup dari benda mati yang dikenal dengan

    teori abiogenesis atau generatio spontanea. Kemudian pada abad ke-13 M,

    tepatnya tahun 1668, Fransisco Redi melalui percobaannya meluruskan

    pendapat Aristoteles yang telah muncul sejak belasan abad sebelum

    masanya dengan mengajukan teori biogenesis. Dengan teorinya, Redi

    menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga. Teori

    tersebut diperkuat oleh Lanzzaro Spallanzani (1765).

    Perkembangan berikutnya adalah munculnya teori evolusi yang

    dikemukakan oleh Charles Darwin (1809-1882) yang mengetengahkan teori

    evolusi melalui seleksi alam dalam buku Heorigin of Species atau Asal Usul

    Spesies. Selanjutnya berkembang ilmu yang mempelajari pewarisan sifat

    makhluk hidup (genetika), dipelopori oleh George Mendel (1822-1884).

    Contoh penerapan genetika adalah dalam dunia kedokteran, yaitu terapi

    gen. Setelah itu, biologi semakin berkembang dengan ditemukannya

    mikroskop oleh Anthony van Leeuwenhoek. Penemuan mikroskop tersebut

    mendukung penemuan sel oleh Robert Hook. Teori Hook tentang sel

    kemudian disempurnakan oleh Theodor Schwann dan Matthias Schleiden

    (1938-1939).

    Biologi terus berkembang seiring penelitian dan penemuan-penemuan baru,

    dengan dukungan teknologi lain, kajian biologipun mengalami

    perkembangan, sehingga muncullah penemuan-penemuan baru seperti

    dalam biologi molekuler, dan bioteknologi. Contoh bioteknologi adalah

    penemuan bayi tabung, kloning, pemetaan gen, dan transplantasi gen.

    Dengan kultur jaringan, kita bisa memperbanyak hewan atau tumbuhan

    tanpa harus mengawinkan jenis jantan dan betinanya, tetapi cukup dengan

    bagian tubuh tertentu.

    Perkembangan ilmu pengetahuan dibidang biologi pada periode 1960-

    1970.

    Pada periode ini, salah satu kemajuan dibidang biologi yang terkenal adalah

    penemuan DNA oleh ilmuan yang bernama Francis Harry Compton Crick.

    Dia lahir pada tanggal 8 Juni, 1916 di Northampton, Inggris lulus P.HD pada

    bidang fisika tahun 1939. Pada tahun 1947 mempelajari biologi, bersama

    Watson dan berhasil menemukan struktur DNA. Pada tahun 1949 ia

    bergabung dengan Medical Research dan menjadi mahasiswa riset untuk

    kedua kalinya pada tahun 1950, dan diterima sebagai anggota Caius

    College, Cambridge, hingga memperoleh gelar Ph.D. pada tahun 1954

    dengan sebuah tesis berjudul ―Difraksi Sinar-X: Polipeptida dan Protein‖.

    Selama periode ini, bersama-sama dengan W. Cochran dan V. Van dia

    bekerja menyusun teori umum difraksi sinar-X terhadap heliks, dan pada

    saat yang sama bersama dengan L. Pauling dan RB Corey, mengajukan

    hipotesis bahwa pola alpha-keratin merupakan pasangan melingkar alpha-

    http://id.wikipedia.org/wiki/Planethttp://id.wikipedia.org/wiki/Bumihttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Astrobiologi&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi_molekularhttp://id.wikipedia.org/wiki/Biologi_molekularhttp://id.wikipedia.org/wiki/Biokimiahttp://id.wikipedia.org/wiki/Bioinformatikahttp://id.wikipedia.org/wiki/Aristoteleshttp://id.wikipedia.org/wiki/Yunanihttp://id.wikipedia.org/wiki/Fisikahttp://id.wikipedia.org/wiki/Lesboshttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Hewan&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Generasi_Hewan&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bagian_Hewan&action=edit&redlink=1

  • 43 44

    heliks satu sama lain. Ia dianugerahi Prix Charles Leopold Meyer dari

    Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis pada tahun 1961, serta Penghargaan

    of Merit dari Yayasan Gairdner dan Penghargaan Research Corporation

    pada tahun 1962, terpilih sebagai Anggota Kehormatan asing dari American

    Academy of Arts and Sciences, dan Fellow dari University College, London.

    Francis Crick meninggal pada tanggal 28 Juli 2004. DNA adalah sejenis

    asam nucleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap

    organisme. Secara garis besar peran DNA didalam sebuah sel adalah

    sebagai materi genetik, artinya DNA menyimpan cetak biru bagi segala

    aktivitas sel.

    Perkembangan ilmu pengetahuan dibidang biologi pada periode 1970-

    1980

    Di periode ini perkembangan biologi salah satunya adalah penemuan virus

    terutama HIV dan AIDS yang dimulai pada abad ke 19 dengan

    ditemukannya kelainan pada daun tembakau berbintik kuning oleh Adolf

    Meyer seorang ilmuwan Jerman tahun 1883. pada abad ke-20 pengetahuan

    tentang virus yaitu bahwa virus bersifat patogen dan dapat menular, virus

    pun tidak dapat ditumbuhkan dalam medium tumbuh bakteri. Dua orang

    ilmuwan bernama Twort (1916) dan d‘Herelle (1917) menemukan virus yang

    menyerang bakteri dan menyebabkan bakteri lisis (pecah). Virus ini

    kemudian disebut bakteriofag atau sering disebut fag (phage) saja. Pada

    tahun 1935 Wendell Stanley seorang ilmuwan Amerika berhasil

    mengkristalkan mahluk hidup yang menyerang tanaman tembakau tersebut.

    Mahluk tersebut kemudian dibneri nama TMV (Tobacco Mosaic Virus)

    Stanley menemukanan bahwa virus dapat mengkristal pada saat bersamaan

    masih memiliki sifat-sifat organisme hidup. Partikel virus dapat berkembang

    biak dalam inang yang baru. Gortner dan Laidlaw secara terpisah

    mengemukakan pandangannya bahwa virus merupakan bentuk organisme

    paratisik yang lebih terspesialisasi. Sejak itulah penelitian tentang virus

    berkembang. Tahun 1980-an muncul penemuan virus HIV dan AIDS.

    Perkembangan ilmu pengetahuan dibidang biologi pada periode 1980-

    1990

    Diawal tahun 1950an, dilatarbelakangi karena banyaknya pasangan

    yang tidak mempunyai keturunan yang disebabkan oleh infertilitas

    (ketidaksuburan), yang diakibatkan oleh gangguan pada sperma, sumbatan

    saluran telur, endometriosis, gangguan perkembangan sel telur dan lain

    sebagainya, Robert Geoffrey Edwards mencetuskan sistem bayi tabung

    yaitu pembuahan sel telur yang dilakukan diluar tubuh. Tahun 1969 untuk

    pertama kalinya sebuah sel telur manusia dibuahi di cawan la boratorium,

    namun sel telur yang dibuahi itu tak berkembang sesuai yang diinginkan.

    Lompatan maju riset Edwards terutama dicapai setelah bekerjasama dengan

    ginekolog Patrick Steptoe yang saat itu tengah mengembangkan teknik

    laparoskopi (teknik operasi dengan sayatan kecil) yang memungkinkan

    pengamatan terhadap ovarium lewat instrumen optik. Kemudian

    dikembangkanlah bayi tabung dengan cara sel telur diambil dari indung telur

    dan dibuahi dengan sperma yang sudah disiapkan di laboratorium. Embrio

    yang telah terbentuk (stadium 4-8 sel) lalu ditanamkan kembali ke rahim ibu,

    biasanya 2 sampai 3 embrio guna memperbesar peluang kehamilan. Embrio

    itu diharapkan tumbuh sebagaimana layaknya pembuahan alamiah. Bayi

    tabung pertama bernama Louise Brown tahun 1981 yang kini sudah menikah

    dan memiliki anak dengan pembuahan alami. Sedangkan di Indonesia teknik

    bayi tabung pertama kali diterapkan di Rumah Sakit Anak dan Bunda

    (RSAB) Harapan Kita, Jakarta tahun 1987 dan lahir pada tanggal 2 Mei

    1988.

    Perkembangan ilmu pengetahuan dibidang biologi pada periode 1990-

    2013

    Pada periode 1990 sampai dengan 2013 perkembangan ilmu pengetahuan

    dibidang biologi ditandai dengan ditemukannya kloning pada hewan. Kloning

    sebenarnya sudah diterapkan oleh penemunya yaitu John Gurdon tahun

    1962 yang berhasil mengkloning seekor katak dari DNA sel usus kecebong

    lain. Akan tetapi penemuan terbesar dari sistem kloning adalah yang

  • 45 46

    dikembangkan oleh Ian Wilmut tahun 1997 yang berhasil diujicobakan dan

    bisa bereproduksi yaitu seekor domba yang menggunakan sel dari domba

    dewasa. Kemudian pada tahun 2006 ilmuwan Jepang Yamanaka berhasil

    memproduksi sel-sel induk tikus dari sel kulit tikus dewasa dengan

    memasukkan sejumlah kecil gen. Sekarang ini para ilmuwan sudah sukses

    mengkloning banyak hewan seperti tikus, kucing, kuda, babi, anjing, rusa

    dan lain sebagainya dari sel embrio maupun sel non embrio tergantung dari

    tujuan pengkloningan tersebut. Atas penemuan dibidang kloning tersebut,

    John Gurdon dan Yamanaka mendapatkan Nobel Kesehatan tahun 2012

    yang menguak bahwa sel dewasa bisa diubah kembali menjadi sel induk

    (stemcell) mirip embrio, yang suatu hari bisa digunakan untuk menumbuhkan

    kembali jaringan di otak, jantung, dan organ lain yang rusak.

    Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang biologi yang dipelopori

    Islam

    Sejarah ilmu pengetahuan dalam Islam, Dalam keyakinan Islam, ilmu

    pengetahuan dimulai dari perintah Allah dalam wahyunya kepada Nabi

    Muhammas SAW yang pertama tentang perintah membaca dan belajar

    melalui qalam (pena). Rasulullah adalah orang pertama yang memenuhi

    ajakan Al-Qur‘an untuk membaca dan belajar dan sangat intens dalam

    berdakwah dengan dua aspek, yaitu agama dan ilmu pengetahuan. Seruan

    Rasulullah disambut para sahabat dan umatnya dengan sangat antusias,

    mereka belajar membaca dan belajar menulis agar dapat menyebarluaskan

    agamanya, serta mempelajari bahasa musuhnya agar terlindung dari

    kejahatan. Kemampuan para sahabat pun tidak hanya pada pemahaman

    agama saja, tetapi juga pada ilmu pengetahuan yang lainnya, seperti

    pengetahuan dibidang hukum peradilan, bahasa asing, dan lain-lain. Sejak

    Rasulullah dan sahabatnya hijrah ke Madinah, para sahabat Nabi belajar

    dan mengajarkan ilmu didalam masjid, dan mulai abad keempat para umara

    dan pembesar Islam mendirikan tempat khusus ruang belajar yang menyatu

    dengan masjid, seta pesantren atau asrama.

    Bila dianalisis lebih jauh pada periode awal berkembangnya ilmu

    pengetahuan di kalangan umat Islam, kaum intelektual Islam identik dengan

    ulama karena dalam pengertian aslinya orang berilmu. Akan tetapi ilmu yang

    dikuasainya itu tidak terbatas kepada ilmu agama saja, mereka disebut

    intelektual atau ulama klasik, intelektual lama atau intelektual sakral dari

    abad pertengahan (650-1250). Di masa inilah berkembang dan munculnya

    ilmu pengetahuan, baik dalam bidang agama maupun non agama seperti

    matematika, kedokteran dan lain-lain, serta kebudayaan Islam. Zaman inilah

    yang menghasilkan ulama besar seperti Imam Malik, Abu Hanafi, Imam as-

    Syafi‘i dan Imam Ibnu Hambal dalam bidang hukum dan teologi, Zunnunal-

    Misri, Abu Yzaud al-Butami, dan Al-Hallaj dalam mistimisme atau tasawuf,

    Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina dan Ibnu Maskawaih dalam filsafat, Ibnu

    Hasyim, Ibnu Khawarizmi, al-Mas‘udi dan Rzai dalam bidang pengetahuan.

    Umat Islam mendahului umat lainnya dalam berbagai ilmu, umat Islam

    jugalah yang pertama kali menciptakan huruf timbul yang berguna untuk

    memudahkan para tuna netra untuk membaca yang penemunya adalah

    Zainuddin Alhamidi pada tahun 712 H ketika ia mengalami kebutaan pada

    masa mudanya. Puncak dari kejayaan ilmu pengetahuan Islam adalah pada

    masa Daulah Abbasyiah yaitu di zaman Khalifah Harun Ar-Rasyid (786-833)

    dan putranya Al-Makmun (813-833 M). Kekayaan yang banyak dimanfaatkan

    Harun al-Rasyid untuk keperluan sosial. Pada masa itu sudah terdapat

    paling tidak sekitar 800 orang dokter, al-Ma‘mun pengganti al-Rasyid dikenal

    sebagi khalifah yang sangat cinta kepada ilmu dibuktikan dengan mendirikan

    Baitul Hikmah (Lembaga Ilmu Pengetahuan) untuk menterjemahkan baku-

    buku asing Yunani, ia menggaji para ahli penerjemah-penerjemah dari

    golongan Kristen dan penganut agama lain.

    Dizaman ini banyak sekali buku-buku ilmu pengetahuan yang diterjemahkan

    kedalam bahasa arab dari berbagai bahasa asing, disamping buku-buku asli

    yang dikarang dalam berbagai bidang ilmu. Sekolah-sekolah dan akademik

    muncul disetiap pelosok, perpustakaan-perpustakaan umum yang besar

    didirikan dan terbuka untuk siapapun sehingga pemikiran filosofis-filosofis

    besar zaman klasik dipelajari berdampingan dengan ilmu Islam. Baghdad

    menjadi cemerlang bukan sebagai ibukota kahlifah Abbasiyah tetapi sebagai

    pusat kebudayaan, seni, dan sastra yang belum pernah disaksikan oleh

  • 47 48

    umat manusia serupa itu. Kota Bagdad membawa sulhu ilmu dan

    pengetahuan keseluruh pelosok Asia, di Hindustan di bawah kekuasaan

    Ghaznawi pada permulaan abad ke 11 di tangan Umar Khayyam, dibawa

    kaum Mongol setelah pertengahan abad ke 13 oleh Nasiruddin Al-Tusi,

    dinegara-negara Cina kira-kira akhir abad ke 13 ditangan Kuchu King, serta

    dibawah dinasti Utsmaniyyah pada paruhan pertama abad ke 14.

    Pada masa kejayaan ini perkembangan intelektual muslim mencapai

    puncaknya sehingga cenderung membentuk pemikiran bebas (rasionalisme)

    dan moderat sebagaimana dikembangkan oleh aliran Mu‘tazilah. Keadaan

    ini menimbulkan pertentangan dan kecemasan dikalangan sebagian kaum

    intelektual muslim. Ketika itu muncul al-Ghazali (1059-1111) yang

    menentang pemikiran bebas itu. Akan tetapi, sampai sekarang diakui bahwa

    periode sejarah peradaban Islam serta pendidikan yang paling cemerlang

    terjadi pada masa pemerintahan Daulah Abbasiyah di Baghdad (750-1285

    M) dan Daulah Umayyah di Spanyol (711-1492 M). Pada masa periode ini

    segala potensi yang tergantung dalam kebudayaan yang didasari nilai-nilai

    Islam mulai bergerak secara perlahan namun strategis baik di bidang

    sosioekonomik maupun intelektual. Kemajuan intelektual tersebut ditunjang

    oleh kemajuan pendidikan yaitu institusi, ifrastruktur, serta kemajuan sains

    dan obyek-obyek studinya.

    Ilmu biologi yang dipelopori Islam

    Ilmu pengetahuan (sains) adalah teori-teori yang dikumpulkan manusia

    melalui suatu proses pengajian dan dapat diterima oleh rasio. Dalam

    pengumpulan data dan berbagai observasi dan pengukuran pada gejala

    alamiah itu dianalisis, kemudian diambil kesimpulan. Inilah yang diberi