BAB IV Hasil dan Pembahasan 4.1 Hasil BAB IV Hasil dan Pembahasan . 4.1 Hasil Penelitian . 4.1.1 Tekanan

  • View
    215

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB IV Hasil dan Pembahasan 4.1 Hasil BAB IV Hasil dan Pembahasan . 4.1 Hasil Penelitian . 4.1.1...

34

BAB IV

Hasil dan Pembahasan

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Tekanan Darah Tinggi

Berdasarkan acuan data hasil pemeriksaan

tekanan darah, asam urat, gula darah dan kolesterol

di balai desa pada bulan Juni 2015 (Karwur dkk,

belum dipublikasikan), karena dari ketiga belas tokoh

masyarakat salah satu tokoh diantaranya yang

mempunyai indikasi tekanan darah tinggi sudah tidak

bisa dilakukan intervensi oleh peneliti yaitu Ibu L

(Gondhang) yang sudah menikah lagi dan menetap

di Kalimantan, maka tersisa ketiga belas tokoh

masyarakat Desa Batur. Dari ketiga belas tokoh

masyarakat, fokus spesifik intervensi peneliti

dilakukan bagi satu tokoh masyarakat dengan

tekanan darah yang tinggi yaitu ibu H (tekanan

darah: 140/90 mmHg).

35

a) Ibu. H (Samirono)

Proses Penelitian

Persiapan Sosial (26 April 2016)

Peneliti melakukan bina hubungan sosial

pertama kalinya dengan Ibu H yang pada saat

tersebut berada di kantor SD 04 Batur sekaligus

meminta izin persetujuan bahwa akan

dilaksanakan program tindak lanjut berdasarkan

hasil pemeriksaan sebelumnya pada bulan Juni

2015 di balai Desa Batur (Karwur dkk, belum

dipublikasikan), yaitu perbaikan status

kesehatan tokoh masyarakat dalam bentuk

kunjungan rumah masing-masing tokoh.

Kunjungan Pertama (6 Mei 2016)

Peneliti menggali pemahaman Ibu H tentang

hal apa yang diketahui secara umum termasuk

makanan yang harus dihindari terkait tekanan

darah yang tinggi, kadar kolesterol tinggi, kadar

asam urat tinggi, kadar gula darah tinggi, serta

bagaimana komplikasi penyakit tersebut ke

tingkat yang lebih berbahaya apabila jika tidak

segera diatasi.

36

Kunjungan Kedua (13 Mei 2016)

Peneliti memastikan kembali apakah data

yang telah didapat dari hasil pemeriksaan bahwa

kadar asam urat tinggi (8,3 mg/dl) dan tekanan

darah tinggi (140/90 mmHg) pada saat diperiksa

di balai desa masih berlaku sama atau tidak

hingga sekarang.

Maka pada kesempatan kunjungan kedua

kali ini, peneliti melakukan cek pemeriksaan

tekanan darah dan asam urat kembali, dengan

hasil: Asam urat: 4,4 mg/dl dan Tekanan darah:

140/80 mmHg. Ibu H menyampaikan bahwa

untuk hasil pemeriksaan rutin di dokter keluarga,

untuk hasil pemeriksaan yang tinggi adalah

tekanan darah dan kolesterol saja, asam urat

normal.

Kunjungan Ketiga (23 Mei 2016)

Peneliti melakukan follow up dari hasil

pemeriksaan pada kunjungan kedua yaitu

mencakup tentang pemberian edukasi

kesehatan terkait asam urat tinggi, kolesterol

tinggi, tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi

serta anjuran terkait diit makanan apa saja yang

37

harus dikurangi porsinya hingga benar-benar

harus dihindari agar tidak dikonsumsi karna

dapat berpotensi terhadap munculnya tingkatan

penyakit yang lebih berbahaya jika tidak segera

ditangani. Terkhususnya untuk tekanan darah

tinggi dapat mengakibatakan stroke, penyakit

jantung dan gagal ginjal. Karena Ibu H

mempunyai tekanan darah yang tinggi, peneliti

menghimbau agar Ibu H membatasi jenis

makanan yang asin termasuk penggunaan

garam dan bumbu dapur (MSG) setiap harinya,

menghindari kopi serta sebisa mungkin tidak

stress terbeban dengan pekerjaan.

Kunjungan Keempat (3 Juni 2016)

Peneliti melakukan controlling terkait pola

makan sejauh mana sudah diterapkan untuk

menekan tekanan darah tinggi dalam

menghindari makanan asin, kopi dan sebisa

mungkin pikiran untuk tidak terlalu terbeban

pekerjaan.

Kunjungan Kelima (10 juni 2016)

Berdasarkan acuan data pemeriksaan ibu H

yang telah didapat pada bulan Juni 2015 di balai

38

Desa Batur (Karwur dkk, belum dipublikasikan),

Ibu H mempunyai data hasil pemeriksaan

sebagai berikut: Kolesterol: 127 mg/dl, gula

darah: 100 mg/dl, asam urat: 8,3 mg/dl dan

Tekanan Darah: 140/90 mmHg.

Maka peneliti melakukan evaluasi

pemeriksaan tekanan darah, asam urat,

kolesterol dan gula darah. Hasil pemeriksaan

adalah sebagai berikut: kolesterol: 211 mg/dl,

asam urat: 5,1 mg/dl, gula darah puasa: 121

mg/dl dan tekanan darah: 140/90 mmHg.

Penilaian Terhadap Tokoh Masyarakat yaitu Ibu H

(Samirono)

Ibu H merupakan tokoh yang sudah melakukan

pemeriksaan rutin ke dokter keluarga setiap

bulannya, dan sudah tahu jenis makanan untuk

menekan kolesterol, asam urat dan tekanan darah

yang tinggi. Selama proses kunjungan Ibu H

menerapkan proses yang baik dalam bentuk

membatasi jenis makanan yang berlemak dan

berminyak seperti daging dan makanan gorengan,

sayuran santan termasuk menghindari jenis

makanan kacang-kacangan seperti buncis, kol,

39

brokoli kacang panjang, pete dalam menekan

kolesterol dan asam urat yang tinggi. Selain itu untuk

menekan tekanan darah yang tinggi, Ibu H sudah

benar berhati-hati menggunakan bumbu dapur MSG

yang hanya digunakan secukupnya dalam

pembuatan masakan. tetapi diakhir evaluasi

pemeriksaan terdapat ketidakstabilan perilaku

(sebelum evaluasi, Ibu H cukup banyak

mengonsumsi daging ayam karna ada tamu saudara

yang datang) sehingga menyebabkan hasil

kolesterol yang tinggi yaitu 211 mg/dl sedangkan

untuk pemeriksaan asam urat didapatkan hasil yang

normal yakni 5,1 mg/dl.

Hasil output yang didapat pada Ibu H setelah

dilaksanakan intervensi yaitu tekanan darah tetap

tinggi yaitu 140/90 mmHg, kolesterol yang tinggi

yaitu 211 mg/dl sedangkan hasil pemeriksaan asam

urat dan gula darah didapatkan hasil yang normal

yaitu 5,1 mg/dl dan 121 mg/dl.

4.1.2 Kadar Asam urat Tinggi

Berdasarkan acuan data hasil pemeriksaan

tekanan darah, asam urat, gula darah dan kolesterol

di balai desa pada bulan Juni 2015 (Karwur dkk,

40

belum dipublikasikan), dari ketiga belas tokoh

masyarakat, fokus spesifik intervensi peneliti

dilakukan bagi tiga tokoh dengan asam urat tinggi

yaitu Bapak A.K. (asam urat: 7,7 mg/dl), Ibu H (asam

urat: 8,3 mg/dl) dan Ibu P (asam urat: 8,4 mg/dl).

a) Bapak A.K. (Nanggulan)

Proses Penelitian

Persiapan Sosial (22 April 2016)

Peneliti melakukan bina hubungan sosial

pertama kalinya dengan Bapak A.K yang pada

saat tersebut berada di kantor Kepala Sekolah

Dasar 01 Batur sekaligus meminta izin

persetujuan bahwa akan dilaksanakan program

tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan

sebelumnya pada bulan Juni 2015 di balai Desa

Batur (Karwur dkk, belum dipublikasikan), yaitu

perbaikan status kesehatan tokoh masyarakat

dalam bentuk kunjungan rumah masing-masing

tokoh.

Kunjungan Pertama (10 Mei 2016)

Peneliti menggali pemahaman Bapak A.K.

tentang hal apa yang diketahui secara umum

41

termasuk makanan yang harus dihindari terkait

tekanan darah yang tinggi, kadar kolestrol tinggi,

kadar asam urat tinggi, kadar gula darah tinggi,

serta bagaimana komplikasi penyakit tersebut ke

tingkat yang lebih berbahaya apabila jika tidak

segera diatasi.

Kunjungan Kedua (10 Mei 2016)

Peneliti memastikan kembali apakah data

yang telah didapat dari hasil pemeriksaan bahwa

kadar asam urat tinggi dan kolesterol tinggi

Bapak A.K. (asam urat: 7,7 mg/dl dan kolesterol:

248 mg/dl) pada saat diperiksa di balai desa

masih berlaku sama atau tidak hingga sekarang.

Maka pada kesempatan kunjungan kedua

kali ini, peneliti melakukan cek pemeriksaan

kolesterol dan asam urat kembali, dengan hasil

sebagai berikut: Kolesterol: 138 mg/dl dan asam

urat: 5,3 mg/dl.

Kunjungan Ketiga (17 Mei 2016)

Peneliti melakukan follow up dari hasil

pemeriksaan pada kunjungan kedua yaitu

mencakup tentang pemberian edukasi

kesehatan terkait asam urat tinggi, kolesterol

42

tinggi, tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi

serta anjuran terkait diit makanan apa saja yang

harus di kurangi porsinya hingga benar-benar

harus dihindari agar tidak dikonsumsi karna

dapat berpotensi terhadap munculnya tingkatan

penyakit yang lebih berbahaya jika tidak segera

ditangani. Terkhususnya untuk asam urat tinggi

dapat menghambat aktivitas karena

dirasakannya kaku di persendian kaki,

pergelangan tangan dan bahkan sampai tidak

bisa digerakkan dalam kondisi tertentu. Karena

Bapak A.K. mempunyai asam urat sudah

normal, peneliti tetap menghimbau agar Bapak

A.K. membatasi jenis makanan yang

mengandung purin dalam bentuk membatasi

jenis makanan seperti: kacang-kacangan,

kacang panjang, buncis, emping melinjo, kol

terlebih menghindari daging, ikan sarden serta

jeroan.

Kunjungan Keempat (24 Mei 2016)

Peneliti menghimbau agar Bapak A.K. terus

memper