14
39 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Sebagaimana halnya penelitian yang lain, banyak metode yang digunakan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Penelitian tindakan (action research) (Sukmadinata, 2010: 56) menyatakan bahwa (action research) merupakan penelitian yang diarahkan pada pemecahan masalah atau perbaikan. Guru-guru mengadakan pemecahan terhadap masalah-masalah yang dihadapi dalam kelasnya, kepala sekolah mengadakan perbaikan terhadap managemen di sekolahnya. Penelitian ini difokuskan pada perbaikan proses pembelajaran dan peningkatan kinerja guru. Penelitian tindakan merupakan cara ilmiah yang sistematis dan bersifat siklus untuk mengkaji situasi sosial, memahami permasalahan, dan selanjutnya menemukan pengetahuan yang berupa tindakan untuk memperbaiki situasi sosial tersebut. (Sugiyono, 2014: 697-698). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif. Sugiyono (2003: 13) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif sering disebut metode naturalistik, karena penelitian yang dilakukan dalam kondisi yang alamiah natural (setting). Secara metodologis penelitian kualitatif lekat dengan penggunaan logika induktif dimana kategori dilahirkan

BAB III METODE PENELITIAN - repository.uksw.edurepository.uksw.edu/bitstream/123456789/10657/3/T2_942014050_BAB III.pdf · instrumen supervisi Dokumen wawancara Tindakan/ Pengamatan

  • Upload
    lamtruc

  • View
    278

  • Download
    4

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: BAB III METODE PENELITIAN - repository.uksw.edurepository.uksw.edu/bitstream/123456789/10657/3/T2_942014050_BAB III.pdf · instrumen supervisi Dokumen wawancara Tindakan/ Pengamatan

39

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis PenelitianSebagaimana halnya penelitian yang lain, banyak

metode yang digunakan. Dalam penelitian ini peneliti

menggunakan metode Penelitian Tindakan Sekolah

(PTS). Penelitian tindakan (action research)

(Sukmadinata, 2010: 56) menyatakan bahwa (action

research) merupakan penelitian yang diarahkan pada

pemecahan masalah atau perbaikan. Guru-guru

mengadakan pemecahan terhadap masalah-masalah

yang dihadapi dalam kelasnya, kepala sekolah

mengadakan perbaikan terhadap managemen di

sekolahnya. Penelitian ini difokuskan pada perbaikan

proses pembelajaran dan peningkatan kinerja guru.

Penelitian tindakan merupakan cara ilmiah yang

sistematis dan bersifat siklus untuk mengkaji situasi

sosial, memahami permasalahan, dan selanjutnya

menemukan pengetahuan yang berupa tindakan untuk

memperbaiki situasi sosial tersebut. (Sugiyono, 2014:

697-698).

Metode yang digunakan pada penelitian ini

adalah kualitatif. Sugiyono (2003: 13) menjelaskan

bahwa penelitian kualitatif sering disebut metode

naturalistik, karena penelitian yang dilakukan dalam

kondisi yang alamiah natural (setting). Secara

metodologis penelitian kualitatif lekat dengan

penggunaan logika induktif dimana kategori dilahirkan

Page 2: BAB III METODE PENELITIAN - repository.uksw.edurepository.uksw.edu/bitstream/123456789/10657/3/T2_942014050_BAB III.pdf · instrumen supervisi Dokumen wawancara Tindakan/ Pengamatan

40

dari perjumpaan peneliti dengan informan di lapangan

atau data-data yang ditemukan. Sehingga penelitian

kualitatif bercirikan informasi yang berupa ikatan

konteks yang akan menjelaskan sebuah fenomena.

3.2 Desain PenelitianPenelitian ini memnggunakan desain Classroom

Action Researh (CAR). Model yang digunakan adalah

model Kemmis & Taggart (Arikunto, 2008: 16) sebuah

model penelitian yang menggunakan 4 tahap meliputi

perencanaan, pelaksanaan atau tindakan, pengamatan

atau observasi, dan refleksi atau pantulan. Satu

tahapan ini kemudian disebut dengan siklus. Model ini

sebagai bentuk kajian bersifat reflektif yang dilakukan

untuk meningkatkan kemampuan rasional dan adanya

tindakan-tindakan yang telah dilakukan serta upaya

pemecahan masalah yang dihadapi dalam praktik

pembelajaran. Penelitian tindakan ini dilaksanakan

dengan proses daur ulang yang dilaksanakan 4 tahap,

seperti yang terlihat dalam gambar berikut:

Page 3: BAB III METODE PENELITIAN - repository.uksw.edurepository.uksw.edu/bitstream/123456789/10657/3/T2_942014050_BAB III.pdf · instrumen supervisi Dokumen wawancara Tindakan/ Pengamatan

41

Gambar 3.1 Desain Penelitian

Desain penelitian tindakan model Kemmis dan MC.

Taggart dalam Arikunto (2008:16).

3.3 Subyek dan Obyek Penelitian1. Subjek Penelitian.

Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 8 guru di SD

Negeri Purworejo 3, karena di SD Negeri Purworejo 3

terdapat 6 guru kelas dan 2 guru mata pelajaran.

Guru belum menyusun RPP sendiri, mereka masih

menggunakan RPP produk penerbit tertentu. Data

hasil supervisi menunjukkan kompetensi menyusun

RPP guru SD Negeri Purworejo 3 rata-rata 59,58.

2. Objek Penelitian

Selain subjek penelitian 8 guru di SD Negeri

Purworejo 3 terdapat pula obyek penelitian. Obyek

dalam penelitian ini adalah kompetensi guru

menyusun RPP, dan supervise akademik.

Tindakan

Siklus I

Refleksi

Pengamatan Perencanaan

Tindakan

Siklus II

Refleksi

Perencanaan Pengamatan

Page 4: BAB III METODE PENELITIAN - repository.uksw.edurepository.uksw.edu/bitstream/123456789/10657/3/T2_942014050_BAB III.pdf · instrumen supervisi Dokumen wawancara Tindakan/ Pengamatan

42

3.4 Setting Penelitian1. Tempat Penelitian

Penelitian tindakan sekolah ini dilakukan di SD

Negeri Purworejo 3 Kecamatan Bonang Kabupaten

Demak.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan sejak

tanggal 1 Pebruari 2016 sampai dengan 30 Juni

2016.

3. Porsi Peneliti dalam Penelitian

Dalam penelitian ini posisi peneliti sebagai kepala

sekolah di SD Negeri Purworejo 3 Kecamatan

Bonang Kabupaten Demak pada semester 2 tahun

pelajaran 2015/2016.

Tabel 3.1

Alokasi Waktu PenelitianNo Uraian kegiatan Jan Peb Mar Apr Mei Jun

1 Menyusun proposal √ √2 Menyusun

instrumen√

3 Pengumpulan data melalui tindakan ;Siklus 1Siklus 2

4 Analisis data √5 Diskusi √6 Menyusun laporan

hasil penelitian√ √

Pelaksanaan tindakan dilakukan siklus 1 dan

siklus 2 pertengahan bulan Pebruari sampai akhir

bulan Maret 2016 dikarenakan pada waktu itu kegiatan

belajar masing berlangsung, sehingga supervisi dapat

Page 5: BAB III METODE PENELITIAN - repository.uksw.edurepository.uksw.edu/bitstream/123456789/10657/3/T2_942014050_BAB III.pdf · instrumen supervisi Dokumen wawancara Tindakan/ Pengamatan

43

dilaksanakan sesuai jadwal. Analisis data dilaksanakan

sebelum diadakannya ulangan kenaikan kelas dan

ujian sekolah, maka perbaikan pembelajaran masih

bisa dilaksanakan. Penyusunan laporan hasil penelitian

tindakan sekolah pada akhir bulan Mei tahun pelajaran

2015/2016.

3.5 Prosedur Penelitian TindakanDalam Penelitian ini akan dilaksanakan dalam dua

siklus, dan langkah-langkah dalam setiap siklus

meliputi perencanaan, tindakan/pengamatan, dan

refleksi.

Prosedur penelitian tindakan ini digambarkan

sebagai berikut.

Page 6: BAB III METODE PENELITIAN - repository.uksw.edurepository.uksw.edu/bitstream/123456789/10657/3/T2_942014050_BAB III.pdf · instrumen supervisi Dokumen wawancara Tindakan/ Pengamatan

44

Gambar 3.2 Prosedur Penilaian Tindakan

Tabel: 3.2 Kisi-kisi TindakanTindakan Indikator Sumber data Instrumen

Perencanaan Menyiapkan

instrumen supervisi

Dokumen

wawancara

Tindakan/

Pengamatan

Menyiapkan

instrumen supervisi

kegiatan

pendampingan

Guru kelas

1-6

Lembar

instrumen

pengamatan

Refleksi Refleksi pelaksanaan

tindakan

Wawancara

Menerapkan supervisi akademik siklus 2

Kondisi Akhir

Dengan penerapan supervisi akademik dapat meningkatkan

kompetensi menyusun RPP bagi guru SDN Purworejo 3

Menerapkan supervisi

akademik siklus 1Tindakan

Menerapkan Supervisi Akademik

Kepala Sekolah/peneliti belum

melakukan supervisi akademik

Kompetensi guru dalam menyusun RPP belum

optimal

KondisiAwal

Page 7: BAB III METODE PENELITIAN - repository.uksw.edurepository.uksw.edu/bitstream/123456789/10657/3/T2_942014050_BAB III.pdf · instrumen supervisi Dokumen wawancara Tindakan/ Pengamatan

45

3.5.1 Perencanaan

Pada perencanaan ini yang dilakukan peneliti

adalah menyiapkan instrumen supervisi akademik

tentang pembuatan RPP.

3.5.2 Tindakan Pengamatan

Pada tahap tindakan pengamatan peneliti

mengamati dan mencatat hasil pengamatan terhadap

RPP guru atau temuan catatan permasalahan guru saat

membuat RPP dicocokkan dengan pedoman pembuatan

dan peneliti mencatat keluhan-keluhan guru dalam

menyusun RPP KTSP 2006

3.5.3 Refleksi

1. Setelah selesai pengamatan, peneliti mengadakan

refleksi.

2. Kegiatan refleksi meliputi hal-hal yang perlu

mendapat perhatian selama dalam pengamatan,

hambatan-hambatan yang ada diperbaiki dan

ditingkatkan.

3. Peneliti menyampaikan kekurangan-kekurangan

guru dalam menyusun RPP KTSP.

4. Peneliti mendampingi guru dalam menyusun RPP

KTSP 2006 yang baik dan benar.

3.6 Teknik Pengumpulan Data3.6.1 Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang lengkap peneliti

menggunakan beberapa teknik. Teknik yang digunakan

meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi:

Page 8: BAB III METODE PENELITIAN - repository.uksw.edurepository.uksw.edu/bitstream/123456789/10657/3/T2_942014050_BAB III.pdf · instrumen supervisi Dokumen wawancara Tindakan/ Pengamatan

46

1. Teknik Observasi menurut Nawawi dan Martini

(1992: 74) observasi adalah pengamatan dan

pencatatan secara sistematik terhadap unsur-unsur

yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala

pada obyek penelitian. Observasi dilakukan pada

siklus 1 dan 2 dengan terjun langsung ke lapangan

secara aktif untuk memperoleh gambaran dan

keterangan yang nyata mengenai kompetensi guru

dalam menyusun RPP di SD Negeri Purworejo 3

Kecamatan Bonang Kabupaten Demak.

2. Teknik wawancara menurut Sugiyono (2010: 194)

wawancara adalah pertanyaan yang diajukan oleh

peneliti dengan menggunakan pedoman wawancara

yang disusun secara sistematik dan lengkap untuk

mengumpulkan data yang dicari. Wawancara

dilakukan secara langsung kepada para guru di SD

Negeri Purworejo 3 Kecamatan Bonang Kabupaten

Demak, menanyakan tentang kendala apa yang

dialami dalam menyusun RPP KTSP 2006, untuk

dipecahkan bersama melalui pendampingan.

3. Teknik dokumentasi menurut Hamidi (2004: 72)

adalah informasi yang dari catatan penting baik dari

lembaga atau organisasi maupun dari perorangan.

Dokumentassi merupakan catatan peristiwa yang

berlalu yang dapat berupa gambar, foto, karya

orang yang monumental. Dalam pengumpulan

dokumen ini peneliti fokus pada arsip RPP KTSP

yang telah dibuat oleh guru dan hasil tes tentang

RPP (KTSP) tahun 2006 di SD Negeri Purworejo 3

Kecamatan Bonang Kabupaten Demak.

Page 9: BAB III METODE PENELITIAN - repository.uksw.edurepository.uksw.edu/bitstream/123456789/10657/3/T2_942014050_BAB III.pdf · instrumen supervisi Dokumen wawancara Tindakan/ Pengamatan

47

Tabel 3.3 Pengumpulan Data

No Jenis Data Sumber Teknik Instrumen1. Primer Guru Wawancara Lembar

wawancaraObservasi Lembar

observasi2. Sekunder Hasil

supervisiDokumen Rekap nilai

3.6.2 Alat Pengumpulan Data

1. Data kondisi awal terkumpul dalam dokumen data

RPP hasil dari penyusunan guru.

2. Data kompetensi menyusun RPP dengan butir soal

tes baik pada siklus 1 maupun pada siklus 2,

berupa tes unjuk kerja.

3.7 Analisis DataData hasil observasi pembuatan RPP dan studi

dokumen akan dianalisis secara kualitatif untuk

mengetahui tingkat kualitas baik perencanaan maupun

pelaksanaan pembuatan RPP yang telah dilakukan

guru di SD Negeri Purworejo 3. Kualitas perencanaan

dan pelaksanaanpembuatan RPP diklasifikasikan

dalam tabel berikut:

Page 10: BAB III METODE PENELITIAN - repository.uksw.edurepository.uksw.edu/bitstream/123456789/10657/3/T2_942014050_BAB III.pdf · instrumen supervisi Dokumen wawancara Tindakan/ Pengamatan

48

Tabel 3.4 Rentang skor kualitas perencanaan dan

pelaksanaan pembuatan RPP

Rentang skor Nilai Kualitas

86 – 100 A Sangat Baik

71 – 85 B Baik

56 – 70 C Cukup

< 55 D Kurang

Adapun langkah-langkah analisis data yang

digunakan dalam penelitian ini adalah Analysis

Interactive Model dari Miles dan Huberman, yang

membagi langkah-langkah dalam kegiatan analisis data

dengan beberapa bagian yaitu pengumpulan data (data

collection), reduksi data (data reduction), penyajian data

(data display), dan penarikan kesimpulan atau

verifikasi (conclutions).

1. Pengumpulan Data

Proses analisis data dimulai dengan menelaah

seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber

yaitu dari wawancara, pengamatan yang sudah

dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen

pribadi, dokumen resmi, gambar, foto, dan

sebagainya.

2. Reduksi Data

Reduksi data adalah suatu bentuk analisis yang

menajamkan, menggolongkan, mengarahkan,

membuang data yang tidak perlu dan

mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa

sehingga simpulan final dapat ditarik dan

diverifikasi. Reduksi data ini berlangsung secara

Page 11: BAB III METODE PENELITIAN - repository.uksw.edurepository.uksw.edu/bitstream/123456789/10657/3/T2_942014050_BAB III.pdf · instrumen supervisi Dokumen wawancara Tindakan/ Pengamatan

49

terus menerus selama penelitian berlangsung.

Setelah pengumpulan data selesai dilakukan,

semua catatan dibaca, dipahami dan dibuat

ringkasan kontak yang berisi uraian hasil penelitian

terhadap catatan lapangan, pemfokusan dan

penjawaban terhadap masalah yang diteliti.

3. Penyajian Data

Penyajian data/display data dimaksudkan untuk

menemukan pola-pola yang bermakna serta

memberikan kemungkinan adanya penarikan

simpulan serta memberikan tindakan. Penyajian

data dalam penelitian ini juga dimaksudkan untuk

menemukan suatu makna dari data-data yang telah

diperoleh, kemudian disusun secara sistematis, dari

bentuk informasi yang kompleks menjadi sederhana

namun selektif. Data yang diperoleh dari penelitian

ini berwujud kata-kata, kalimat, atau paragraf.

Karena itu data tersebut akan disajikan dalam

bentuk teks atau berupa uraian naratif. Dalam

penelitian ini data yang telah diperoleh disajikan

pula dalam bentuk gambar, matrik dan skema.

4. Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan dan verifikasi. Dari reduksi

data dan penyajian data/data display inilah

selanjutnya apabila kesimpulan dan verifikasi pada

awal telah didukung oleh bukti-bukti valid dan

konsisten, maka kesimpulan yang dikemukakan

merupakan kesimpulan yang kredibel.

Page 12: BAB III METODE PENELITIAN - repository.uksw.edurepository.uksw.edu/bitstream/123456789/10657/3/T2_942014050_BAB III.pdf · instrumen supervisi Dokumen wawancara Tindakan/ Pengamatan

50

3.8 Triangulasi DataKeabsahan data dalam penelitian kualitatif

merupakan faktor sangat pentig, karena berkaitan erat

dengan tanggung jawab ilmiah terhadap hasil temuan

dalam penelitian. Keabsahan data dilakukan melalui

triangulasi data melalui pengamatan kegiatan guru

dalam proses pembuatan RPP di SD Negeri Purworejo 3.

Hasil ini dapat digambarkan seperti gambar 3.3

dan 3.4 sebagai berikut:

Gambar: 3.3 Triangulasi “teknik” pengumpulan data

bermacam-macam cara sumber yang sama.

Observasi

Wawancara mendalam

Sumber data sama

Dokumentasi

A

B

C

Wawancara mendalam

Page 13: BAB III METODE PENELITIAN - repository.uksw.edurepository.uksw.edu/bitstream/123456789/10657/3/T2_942014050_BAB III.pdf · instrumen supervisi Dokumen wawancara Tindakan/ Pengamatan

51

Gambar: 3.4 Triangulasi “sumber” pengumpulan data

(satu teknik pengumpulan data pada bermacam-macam

sumber data A,B, C).

3.8 Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan

instrumen berupa, 1) instrumen wawancara, 2)

menggunakan format observasi, 3) instrumen supervisi

kegiatan pembuatan RPP, 4) post tes supervisi

penyusunan RPP.

3.9 Indikator Kinerja

Dalam kegiatan penelitian tindakan sekolah ini

peneliti menentukan indikator kinerja sebagai target

keberhasilan yang ingin dicapai. Indikator kinerja yang

ditentukan peneliti sebagai berikut:

1. Tes indikator pencapaian diperoleh dari hasil rata-

rata mendapatkan skor paling rendah untuk

seluruh guru skor ketuntasan 75.

2. Sekor digunakan untuk mengukur kompetensi

guru dalam menyusun kedua belas komponen

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yaitu,

identidas mata pelajaran, standar kompetensi,

kompetensi dasar, indikator pencapaian

kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar,

alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan

pembelajaran, penilaian, sumber belajar.

Page 14: BAB III METODE PENELITIAN - repository.uksw.edurepository.uksw.edu/bitstream/123456789/10657/3/T2_942014050_BAB III.pdf · instrumen supervisi Dokumen wawancara Tindakan/ Pengamatan

52

3. PTS ini dikatakan berhasil apabila seluruh guru

mencapai skor nilai minimal rata-rata 75 pada

keduabelas komponen Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP) di atas tercapai.