of 23/23
45 BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Desain Komunikasi Visual Dalam buku What Is Graphic Design (Rotovision, 2002), Jessica Helfand mengemukakan bahwa Desain Grafis adalah sebuah seni dalam memvisualisasikan ide. Masih dalam buku yang sama, Quentin Newark mengemukakan bahwa Desain Grafis adalah seni yang paling universal, desain grafis berada di sekitar kita, menjelaskan, mendekorasi, dan mengidentifikasikan segala sesuatu di dunia ini. Tanpa Desain Grafis, setiap informasi yang kita terima akan hanya berupa kata yang terucap, tanpa media yang bersifat fisikal. Sedangkan menurut Situs Ensiklopedia Wikipedia, Desain Komunikasi Visual pada dasarnya merupakan istilah penggambaran untuk proses pengolahan media dalam berkomunikasi mengenai pengungkapan ide atau penyampaian informasi yang bisa terbaca atau terlihat. Desain Komunikasi Visual erat kaitannya dengan penggunaan tanda-tanda (signs), gambar (drawing), lambang dan simbol, ilmu dalam penulisan huruf (tipografi), ilustrasi dan warna yang kesemuanya berkaitan dengan indera penglihatan. Proses komunikasi disini melalui eksplorasi ide-ide dengan penambahan gambar baik itu berupa foto, diagram dan lain-lain serta warna selain penggunaan teks sehingga akan menghasilkan efek terhadap pihak yang melihat. Efek yang dihasilkan tergantung dari

BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori …thesis.binus.ac.id/Asli/Bab4/2009-2-00145-DS Bab 4.pdf · 45 BAB 4 . KONSEP DESAIN . 4.1 Landasan Teori . 4.1.1 Teori Desain

  • View
    219

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori …thesis.binus.ac.id/Asli/Bab4/2009-2-00145-DS...

  • 45

    BAB 4

    KONSEP DESAIN

    4.1 Landasan Teori

    4.1.1 Teori Desain Komunikasi Visual

    Dalam buku What Is Graphic Design (Rotovision, 2002), Jessica Helfand

    mengemukakan bahwa Desain Grafis adalah sebuah seni dalam memvisualisasikan ide.

    Masih dalam buku yang sama, Quentin Newark mengemukakan bahwa Desain Grafis

    adalah seni yang paling universal, desain grafis berada di sekitar kita, menjelaskan,

    mendekorasi, dan mengidentifikasikan segala sesuatu di dunia ini. Tanpa Desain Grafis,

    setiap informasi yang kita terima akan hanya berupa kata yang terucap, tanpa media yang

    bersifat fisikal.

    Sedangkan menurut Situs Ensiklopedia Wikipedia, Desain Komunikasi Visual

    pada dasarnya merupakan istilah penggambaran untuk proses pengolahan media dalam

    berkomunikasi mengenai pengungkapan ide atau penyampaian informasi yang bisa

    terbaca atau terlihat. Desain Komunikasi Visual erat kaitannya dengan penggunaan

    tanda-tanda (signs), gambar (drawing), lambang dan simbol, ilmu dalam penulisan huruf

    (tipografi), ilustrasi dan warna yang kesemuanya berkaitan dengan indera penglihatan.

    Proses komunikasi disini melalui eksplorasi ide-ide dengan penambahan gambar baik itu

    berupa foto, diagram dan lain-lain serta warna selain penggunaan teks sehingga akan

    menghasilkan efek terhadap pihak yang melihat. Efek yang dihasilkan tergantung dari

  • 46

    tujuan yang ingin disampaikan oleh penyampai pesan dan juga kemampuan dari

    penerima pesan untuk menguraikannya.

    Menurut Lauthfi Berdian dalam blog pribadinya, secara garis besar desain grafis

    dapat dibedakan menjadi beberapa kategori, yaitu :

    1. Printing (percetakan), yang memuat desain buku, majalah, poster, leaflet,

    booklet, pamflet, dan lain-lainnya.

    2. Web Design : Desain grafis untuk halaman website

    3. Film, termasuk CD, DVD, dan CD Multimedia untuk promosi.

    4. Identifikasi (Logo), Environmental graphic Design : merupakan desain

    professional yang menyangkut desain grafis, arsitektur, dan industri.

    5. Desain produk.

    Ruang lingkup keilmuan Desain Grafis atau Desain Komunikasi Visual berkaitan

    dengan ilmu pendukungnya seperti Layout, Tipografi (ilmu yang berkaitan dengan

    huruf), Fotografi, ilustrasi, Teori Warna, dan lain-lain. Teori-teori dari ilmu pendukung

    tersebt akan dibahas dalam sub-bab selanjutnya.

    4.1.2 Teori Layout & Grid

    Menurut Surianto Rustan, dalam bukunya yang berjudul Layout, dasar dan

    penerapannya (Penerbit, 2008), pada dasarnya layout dapat dijabarkan sebagai tata letak

    elemen-elemen desain terhadap suatu bidang dalam media tertentu untuk mendukung

    konsep atau pesan yang dibawanya.

  • 47

    Untuk membuat layout yang baik, diperlukan suatu prinsip-prinsip yang dapat

    dianalogikan sebagai suatu formula dasar. Berikut ialah penjelasan mengenai prinsip-

    prinsip tersebut :

    1. Sequence

    Merupakan urutan atau hierarki dari sebuah layout. Dimana desainer grafis

    Menentukan prioritas dan mengurutkan elemen mana yang harus dibaca

    pertama sampai yang terakhir dalam sebuah layout. Sequence diperlukan

    untuk mencegah penabrakan informasi yang diakibaykan oleh sama

    kuatnya beberapa informasi yang ditampilkan. Dengan adanya sequence,

    pembaca akan secara otomatis mengurutkan pandangan matanya sesuai

    dengan yang kita inginkan.

    2. Emphasis

    Menentukan point of interest yang akan ditangkap oleh audiens dengan

    cara memberikan penekanan terhadap elemennya. Penekanan tersebut

    dapat diciptakan dengan cara memberi ukuran yang lebih besar,

    memberikan warna yang kontras, peletakkan posisi, dan menggunakan

    style yang berbeda pada sebuah elemen yang ingin ditekankan.

    3. Balance

    Merupakan pembagian berat yang merata dalam sebuah desain layout. Hal

    ini bukan berarti seluruh bidang harus dipenuhi elemen, tetapi lebih pada

    menghasilkan kesan seimbang dengan menggunakan elemen yang

  • 48

    dibutuhkan dan meletakkannya pada tempat yang tepat. Keseimbangan

    dalam layout ada dua macam, yaitu keseimbangan simetris dan asimetris.

    4. Unity

    Merupakan penyusunan antara tiap elemen pada sebuah layout untuk

    membentuk kesatuan antar elemen. Kesatuan tersebut merupakan suatu

    bentuk keselarasan secara fisik dan pesan yang ingin disampaikan dalam

    konsepnya.

    Sedangkan menurut David Ogilvy yang sering disebut sebagai The father Of

    Advertising, formula hierarki layout sederhana dalam sebuah iklan adalah sebagai

    berikut:

    1. Visual

    2. Caption (Keterangan dari visual)

    3. Headline

    4. Copy

    5. Signature

    Untuk mempermudah seorang desainer grafis dalam me-layout, diperlukan grid

    sebagai alat bantu. Menurut Danton Sihombing dalam buku Tipografi Dalam Desain

    Grafis (Penerbit Gramedia, 2008), sebuah grid diciptakan sebagai solusi terhadap

    permasalahan penataan elemen-elemen visual dalam sebuah ruang. Grid Systems

    dignakan sebagai perangkat untuk mempermudah menciptakan sebuah komposisi visual.

    Melalui grid systems seorang perancang grafis dapat membuat sebuah sistematika guna

    menjaga konsistensi dalam melakukan repetisi dari sebuah komposisi yang telah

  • 49

    diciptakan. Tujuan utama dari penggunaan grid systems dalam desain grafis adalah

    menciptakan suatu rancangan yang komunikatif dan memuaskan secara estetik.

    Dalam kaitannya untuk merancang materi promosi dari event Jakarta Rock Parade

    2009 ini, sebuah sistem layout yang terkonsep dengan baik dibutuhkan untuk

    menciptakan suatu tatanan grafis yang tidak hanya baik dalam hal estetis, tetapi juga

    dapat berkomunikasi dengan baik terhadap khalayak sasaran.

    4.1.3 Teori Tipografi

    Menurut Eka Sofyan Rizal, dalam sebuah rubrik di majalah Concept (vol 01, edisi

    5, 2005), Tipografi adalah hal yang secara spesial mempermasalahkan tentang huruf.

    Tipografi merupakan lingkup dan wujud dari segala perlakuan terhadap huruf sehingga

    huruf bisa menampilkan fungsi keterbacaan dan fungsi kesan visual. Perlakuan tersebut

    dapat berupa kegiatan membuat bentuk huruf atau membuat komposisi huruf.

    Huruf memiliki peran penting dalam sebuah proses komunikasi tertulis. Kepastian

    huruf dalam menampilkan maksud membuatnya menjadi tokoh utama dalam proses

    penyampaian informasi yang dibutuhkan oleh target audience. Didukung oleh pernyataan

    Muchyar dalam majalah Concep Concept (vol 01, edisi 5, 2005)t, yaitu kekuatan huruf

    ialah kemampuannya untuk merekan bahasa verbal manusia dalam bentuk visual dengan

    kualitas ketepatan objektif serta kualitas ekspresif yang tinggi. Untuk menampilkan

    informasi, huruf sebaiknya memiliki persyaratan secara teknis dari segi ketampakan

    (legibility), keterbacaan (readability), keterlihatan (visibility), dan kejelasan (clarity).

  • 50

    Syarat utama agar huruf dapat berfungsi sebagai simbol ialah memiliki bentuk

    yang khas, sehingga mudah untuk dikenali dan dapat secara tepat diasosiasikan dengan

    jati dirinya.

    Dalam perancangan promosi dari event Jakarta Rock Parade 2009 ini, pendekatan

    tipografis yang dipilih ialah yang mendukung kesan vintage dan klasik yang diinginkan

    dalam grafis materi promosi event ini. Sesuai dengan karakter khas event ini yang

    merupakan sebuah dokumentasi dari sejarah perjalanan musik rock dari dekade tahun

    1960-an hingga saat ini. Selain itu, di zaman ini gaya desain vintage tampaknya kembali

    populer di kalangan muda. Terlihat dari maraknya desain-desain vintage pada T-shirt.

    4.1.4 Teori Warna

    Dalam buku Design Basic (Rockport Publishers, 2002), Warna merupakan sebuah

    elemen desain yang langsung dapat berkomunikasi secara instan melebihi elemen lain

    seperti Tipografi dan Gambar.

    Setiap warna memiliki konotasi pengertian tertentu dalam mindset masyarakat

    umum, contohnya ialah warna merah yang melambangkan semangat membara, dan

    warna hijau yang merupakan warna alam. Tetapi sebuah warna jika dikombinasikan

    dengan elemen lain disekitarnya, dapat berpengaruh pada penafsiran masyarakat.

    Contohnya ialah warna merah yang secara umum mewakili semangat yang membara, jika

    digabungkan dengan gambar tulang manusia, akan berubah makna menjadi kejam dan

    sadis, lain lagi jika digabungkan dengan sebuah gaun tidur, tentunya akan menghasilkan

    kesan bergairah dan seksi.

  • 51

    Untuk itu, sangat penting bagi desainer grafis untuk memperhatikan

    penggabungan warna dengan maksud pesan dan bagaimana cara memposisikan warna

    tersebut dalam bentuk grafis atau visual sehingga menghasilkan persepsi yang tepat,

    demikian yang diungkapkan dalam buku Marketing Communication, Taktik dan Strategi

    (Penerbit BIP, 2006).

    Menurut Anne Dameria dalam bukunya yang berjudul Color Basic (Link & Match

    Graphics, 2007), sebuah warna sangat berkaitan dengan sisi psikologis. Contohnya ialah

    warna biru yang melambangkan kedamaian, dan warna hitam yang berpotensi kuat untuk

    menimbulkan kesan magis.

    Dalam kaitannya untuk merancang materi promosi dari event Jakarta Rock Parade

    2009 ini, pemilihan warna didasarkan untuk memperoleh kesan klasik dan vintage tetapi

    dapat mencerminkan karakter khas musik Rock. Yaitu warna merah, coklat, dan hitam.

    4.1.5 Teori Ilustrasi

    Menurut situs ensiklopedia Wikipedia, Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu

    tulisan dengan teknik gambar, fotografi, lukisan ataupun teknik seni rupa lainnya yang

    lebih menekankan hubungan subyek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk.

    Menurut Brad Holland dalam buku Illustration Now! (Taschen, 2005), sebuah

    kata-kata memerlukan waktu tuk dibaca dan dimengerti, dan sebuah gambar memerlukan

    space untuk ditempatkan, tetapi hanya dengan sebuah ilustrasi, keseluruhan arti pesan

    dapat langsung ditampakkan.

    Tujuan Ilustrasi adalah untuk menerangkan atau menghiasi suatu cerita, tulisan,

    puisi, atau informasi tertulis lainnya, dengan harapan untuk lebih mudah dicerna.

  • 52

    Ilustrasi dalam materi promosi event Jakarta Rock Parade 2009 ini dibuat dengan

    tujuan untuk merepresentasikan judul dari Event ini, yaitu Jakarta Rock Parade.

    4.1.6 Teori Komunikasi Pemasaran

    Menurut buku Marketing Communication, Taktik dan Strategi (Penerbit BIP,

    2006), Komunikasi ialah sebuah proses sosial yang terjadi antara sedikitnya dua orang,

    dimana salah seorang mengirimkan sejumlah simbol tertentu pada orang lain.

    Komunikasi terjadi jika kedua pihak sama-sama mengolah dengan baik simbol yang

    disampaikan.

    Masih bersumber dari buku yang sama, Definisi Pemasaran ialah sebuah proses

    yang membentuk hubungan antara produsen dengan individu atau kelompok dalam

    menyampaikan produk, yaitu barang dan jasa, dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan

    keinginan guna mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi melalui penciptaan produk

    yang berkualitas.

    Komunikasi Pemasaran ialah sebuah kegiatan komunikasi yang bertujuan untuk

    menyampaikan pesan pada konsumen dengan menggunakan berbagai media, dengan

    harapan agar komunikasi tersebut menghasilkan tiga tahap perubahan , yaitu perubahan

    pengetahuan, sikap, dan tindakan.

    Komunikasi Pemasaran merupakan penggabungan dari lima metode komunikasi

    dalam pemasaran, yaitu :

    1. Advertising

    2. Promosi Penjualan (Sales promotion)

  • 53

    3. Public Relations

    4. Personal Selling

    5. Direct Selling

    Desain grafis merupakan sebuah bidang ilmu yang berkaitan langsung dengan

    Komunikasi Pemasaran. Penggunaan visual dan pesan yang tepat adalah syarat utama

    dalam keberhasilan sebuah program promosi dan periklanan.

    4.1.7 Teori Promosi dan Periklanan

    Promosi dan Periklanan merupakan bagian dari Komunikasi Pemasaran. Menurut

    situs ensiklopedia Wikipedia, Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau

    menawarkan produk atau jasa dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli

    atau mengkonsumsinya. Tujuan dilakukannya promosi adalah :

    1. Menyebarkan informasi produk pada target pasar potensial.

    2. Mendapatkan kenaikan penjualan dan profit.

    3. Mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan.

    4. Menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar.

    5. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing.

    6. Membentk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.

  • 54

    Sedangkan periklanan merupakan sebuah bagian dari strategi promosi yang

    bertujuan untuk mengajak dan mengkomunikasikan suatu produk kepada calon

    konsumen untuk membeli atau mengkonsumsi produk yang terkait.

    Menurut Griffin & Ebert dalam buku Marketing Communication, Taktik dan

    Strategi (Penerbit BIP, 2006), periklanan tidak menggunakan komunikasi primer, tetapi

    periklanan menggunakan media sebagai saluran penyampaian pesan, baik ditujukan pada

    perorangan, massa, maupun suatu kelompok. Dalam kajian periklanan, dikenal istilah

    media lini atas (Above The Line) dan media lini bawah (Below The Line), berikut ialah

    penjelasannya :

    1. Media Lini Atas (Above The Line)

    Ialah iklan yang ditujukan untuk khalayak ramai melalui media massa

    yang umum seperti Televisi, Radio, Website, Koran, Majalah, dan lain-

    lain.

    2. Media Lini Bawah (Below The Line)

    Ialah metode iklan yang lebih ditujukan kepada kalangan yang tertuju,

    sehingga lebih mengutamakan kepada efektifitas pesan, dan pengeluaran

    budget. Contoh medianya ialah flyer, brosur, direct mail, email, dan lain-

    lain.

    Menurut buku The Advertising Concept Book (Thames & Hudson, 2008),

    pemilihan media tersebut didasarkan kepada budget, target market, dan tipe produk itu

    sendiri. Pemilihan media yang tepat merupakan salah satu kunci penting dalam

    kesuksesan sebuah kampanye periklanan.

  • 55

    Langkah pertama seorang praktisi periklanan dalam membuat iklan ialah

    menentukan tiga hal yang sangat mendasar yaitu :

    1. Apa yang ingin dikatakan lewat iklan ini?

    Sebelum memulai membuat iklan, seorang praktisi periklanan harus

    mengetahui apa pesan mendasar yang ingin disampaikan produk terhadap

    target audiensnya melalui iklan. Hal ini berkaitan erat dengan product

    benefit.

    2. Kepada siapa iklan ini berbicara?

    Setelah menentukan apa pesan utama yang ingin disampaikan, seorang

    praktisi periklanan harus memperhatikan kepada siapakah pesan tersebut

    disampaikan. Hal ini berkaitan langsung kepada target audiens dari produk

    yang diiklankan. Dari sisi kreatif, target audiens sangat berpengaruh

    kepada konsep, ide visual, dan gaya bahasa atau penyampaian sebuah

    iklan.

    3. Bagaimana cara kita menyampaikannya?

    Setelah mengetahui apa pesan utamanya dan siapa target audiensnya,

    seorang praktisi periklanan harus menentukan secara tepat dan cermat

    dengan konsep, ide, atau gaya apa sebuah iklan akhirnya disajikan kepada

    para calon konsumennya.

  • 56

    4.1.8 Teori Branding

    Menurut Straub & Attner dalam buku Marketing Communication, Taktik &

    Strategi (penerbit BIP, 2006), Brand adalah nama, simbol, desain, atau kombinasinya

    yang mengidentifikasi kelebihan atau layanan dari sebuah perusahaan. Tetapi definisi

    tersebut tampaknya berubah seiring berjalannya waktu. Jeanny Hardono dalam salah

    satu kolom tulisannya di majalah Concept (vol 01, edisi 1, 2004) menuturkan bahwa

    sebuah produk, baru layak disebut brand bila ia telah berhasil mengisi hati konsumennya.

    Brand merupakan bagian dari hidup. Karena sesungguhnya sebuah brand tercipta

    melewati rangkaian proses waktu yang sangat panjang, sebagai contoh adalah brand

    Aqua, Coca Cola, dan Adidas, yang sudah sangat dekat dengan konsumen serta sudah

    menjadi bagian hidup dari masyarakat.

    Menurut Sakti Makki dalam sebuah kolom tulisannya di majalah Concept (vol

    01, edisi 1, 2004), persaingan yang tinggi dan semakin kompetitif menuntut adanya nilai

    lebih (added value) untuk setiap produk yang ditawarkan. Contohnya ialah Nike, sebuah

    brand yang memiliki added value yang jelas (brand juara), unik, dan memiliki nilai jual.

    Sebuah kaos berlogo Nike dapat terjual seharga Rp 750.000, sedangkan sebuah kaos yang

    sama dalam segi model dan kualitas, tetapi tidak disertai logo Nike, hanya dapat terjual

    Rp 75.000. Contoh tersebut merupakan bukti bahwa added value ialah sesuatu yang harus

    dimiliki oleh sebuah brand untuk sukses.

    Sedangkan definisi Branding menurut buku Marketing Communication, Taktik

    dan Strategi (Penerbit BIP, 2006) adalah sebuah usaha untuk memperkuat posisi produk

    di benak konsumen dengan cara menambah ekuitas dari nama sekelompok produk.

    Seluruh aktivitas yang dilakukan oleh sebuah brand seperti penciptaan, promosi,

  • 57

    penjualan, dan lain-lain merupakan sebuah kegiatan proses branding untuk menciptakan

    added value dari brand tersebut yang tercipta dalam jangka waktu yang cukup lama.

    Menurut Djoko Hartanto, dalam sebuah kolom tulisannya di majalah Concept

    (vol 01, edisi 1, 2004), membangun sebuah brand diperlukan strategi yang disebut Brand

    Architecture. Brand Architecture adalah suatu strategi penyusunan brand yang

    menentukan hubungan antar brand dalam suatu perusahaan. Strategi ini sangat penting

    mengingat Brand Architecture yang ditampilkan akan mempengaruhi konsumen dalam

    memandang dan mempersepsikan brand-brand yang ada dalam suatu perusahaan

    sekaligus mempengaruhi konsumen dalam membuat keputusan pembelian.

    Terdapat dua strategi dalam penyusunan brand architecture, yaitu :

    1. Monolitic

    Strategi branding monolitik menekankan branding pada induk perusahaan

    tunggal, sebagai contoh : Mercedes Benz. Penamaan semua jenis

    kendaraan ini selalu diawali dengan kata Mercedes (Mercedes E-Class,

    Mercedes C-Class, dan lain-lain). Strategi ini seringkali diterapkan pada

    perusahaan yang memiliki range produk dan karakteristik pasar yang jelas

    dan terbatas.

    2. Pluralistic

    Strategi branding monolitik menekankan branding pada produk yang

    beragam dalam satu induk perusahaan. Sebagai contoh ialah Unilever

    yang memiliki sekitar 650 brand. Strategi ini seringkali diterapkan pada

  • 58

    perusahaan yang memiliki range produk dan karakteristik pasar yang

    sangat luas.

    Penciptaan brand dalam event Jakarta Rock Parade 2009 dilakukan untuk

    mencitrakan event ini sesuai dengan karakternya yang merupakan sebuah dokumentasi

    dari sejarah perjalanan musik Rock dari dekade tahun 1960-an hingga saat ini.

    4.1.9 Logo

    Menurut situs ensiklopedia Wikipedia, Logo ialah sebuah simbol, tanda, atau ikon

    yang bersamaan dengan logotype-nya membentuk sebuah elemen grafis tersendiri yang

    menjadi sebuah trademark dari sebuah brand. Sedangkan Logotype adalah kumpulan

    huruf yang membentuk kata atau tulisan yang didesain sedemikian rupa sebagai

    trademark nama brand, produk, atau perusahaan. Konfigurasi dari sebuah logo dapat

    berupa simbol yang berdiri sendiri ataupun simbol yang dipasangkan terhadap

    logotypenya.

    Milton Glaser, dalam buku Designing Brand Identity (John Wiley & Sons, 2003),

    mengemukakan bahwa sebuah logo merupakan pintu masuk utama ke dalam sebuah

    brand. Logo merupakan suatu pembentuk identitas dalam sebuah brand yang membentuk

    karakteristik, dan ciri khasnya.

    Menurut David Airey di dalam website pribadinya (www.davidairey.com), ciri-

    ciri logo yang baik dan ikonik ialah:

    1. Describable : Mendeskripsikan maksud atau sesuatu

    http://www.davidairey.com/

  • 59

    2. Memorable : Mudah diingat

    3. Efektif, walau tanpa warna sekalipun (Black & White)

    4. Scalable : Tidak masalah jika harus dilakukan pengubahan ukuran sesuai

    dengan media peletakkan

    5. Appropriate : Cocok dengan karakter bidang brand, produk, atau

    perusahaan

    Dalam pagelarannya di tahun 2009, Logo Jakarta Rock Parade kembali diubah

    dengan mengacu kepada teori-teori diatas, untuk mendapatkan logo yang unik,

    memorable, dan dapat menjadi pintu masuk brand Jakarta Rock Parade dengan baik.

    4.1.10 Teori Positioning

    Menurut situs ensiklopedia Wikipedia, definisi positioning dari sisi pemasaran

    ialah suatu penciptaan image atau identitas suatu brand atau produk tertentu ke dalam

    mindset khalayak sasarannya.

    Istilah positioning pertama kali dipopulerkan oleh Al Ries dan Jack Trout dalam

    buku Positioning, A Battle For Your Mind (McGraw Hill, 2001). Mereka menuturkan

    bahwa sebuah brand dinilai dari persepsi yang dibawa oleh khalayak sasarannya. Contoh

    sederhananya ialah Brand Mercedes yang telah menanamkan positioning mereka ke

    dalam mindset khalayak sebagai produk kendaraan yang mewah, inilah yang dimaksud

    dengan positioning.

    Event Jakarta Rock Parade 2009 ini menempatkan diri sebagai sebuah festival

    konser musik rock akbar pertama dengan konsep multi stage yang diselenggarakan

  • 60

    selama tiga hari berturut-turut yang menghadirkan 100 artis dalam negeri dan

    mancanegara, lintas aliran, lintas benua, dan lintas generasi, hal tersebutlah yang ingin

    ditanamkan ke dalam mindset khalayak sasaran event ini.

    4.1.11 Style Overview

    Untuk memvisualisasikan materi-materi promosi untuk event ini, gaya desain

    yang menjadi acuan ialah gaya klasik atau vintage. Gaya desain vintage atau retro dapat

    didefinisikan sebagai gaya desain yang sudah lampau (outdated), terlihat tua, dan usang

    (dull). Tetapi menurut situs desain grafis Smashing Magazine, gaya desain vintage seperti

    Swiss International, Psychedelic, Art Nouvo, dan Art Deco merupakan sebuah acuan bagi

    karya-karya desain modern, bahkan tidak jarang banyak desainer yang memasukkan

    pengaruh desain retro atau vintage dalam skala besar untuk karya-karyanya yang modern

    seperti Andy Gilmore, James White, Shepard Fairey, Adrian Johnson dan Scott

    Thares.

    Pemilihan gaya klasik dan vintage ini didasari oleh karakter event ini yang

    merupakan sebuah dokumentasi perkembangan musik Rock dengan menampilkan artis

    dari dekade 1960an hingga artis yang populer di masa ini, serta mengajak khalayak

    sasaran menjadi saksi sejarah bahwa ini adalah event rock berskala besar pertama di

    Indonesia. Semangat itulah yang ingin ditunjukkan oleh event akbar ini. Dengan

    demikian, gaya grafis vintage kontemporer diharapkan dapat mewakili sisi sejarah musik

    rock Indonesia dengan karakter vintage-nya, dan sisi modern musik rock Indonesia saat

    ini.

  • 61

    Selain itu nuansa vintage dalam visualisasi event ini dirasa cukup relevan dengan

    karakter target audience-nya, yaitu kalangan muda. Karena gaya desain fashion vintage,

    khususnya pada t-shirt sangat digemari oleh kalangan muda saat ini. Bahkan menurut

    artikel yang dimuat di situs www.cossim.com, Vintage rock t-shirt menjadi collectible

    items paling dicari oleh generasi muda sekarang. Semangat pemberontakan yang selalu

    muncul di darah kaum muda di setiap masa,dapat diekspresikan dari media t-shirt. T-shirt

    vintage rock ini menjadi salah satu alat identifikasi sosial di kalangan remaja.

    4.2 Strategi Kreatif

    4.2.1 Strategi Komunikasi

    4.2.1.1 Keyfacts

    1. Jakarta Rock Parade ialah festival konser musik rock pertama di Indonesia

    yang menganut konsep multi stage yang digelar selama tiga hari dengan

    line up 100 artis dalam negeri dan mancanegara.

    2. Konser musik rock kental dengan image Rusuh dan Urakan

    3. Jakarta Rock Parade 2009 merupakan sebuah dokumentasi sejarah musik

    rock Indonesia, karena artis-artis dalam negeri dari dekade 1960-an

    sampai masa ini menjadi penampil di event ini.

    4. Indonesia merupakan kantung Rock terbesar di Asia setelah Jepang.

    4.2.1.2 Masalah yang akan dikomunikasikan

    Event Jakarta Rock Parade 2009 ini adalah event musik Rock akbar pertama

    dengan konsep multi stage yang digelar selama tiga hari dengan line up 100 artis dalam

    http://www.cossim.com/

  • 62

    negeri dan mancanegara, lintas generasi, lintas aliran, dan lintas benua. Sehingga menjadi

    dokumentasi sejarah perkembangan musik Rock di Indonesia.

    4.2.1.3 Tujuan Komunikasi

    Memperkenalkan konsep dan citra yang positif dari event Jakarta Rock Parade

    2009 ini kepada para khalayak sasaran, sehingga akan membuat khalayak sasaran

    menganggap bahwa ini adalah event yang menarik dan layak untuk diapresiasi, dan pada

    akhirnya akan menghadiri event ini.

    4.2.1.4 Khalayak Sasaran

    - Sasaran Primer

    1. Demografi

    o Kalangan Muda

    o Laki-laki dan Perempuan

    o Jangkauan usia diantara 18 25 tahun

    o kelas ekonomi B (menengah keatas)

    2. Geografi

    o Kota-kota besar di pulau Jawa (Jakarta dan sekitarnya, Bandung,

    Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya)

    3. Psikografi

    o Pencinta dan pengapresiasi musik, khususnya musik Rock

    o Menggemari (fans) salah satu atau beberapa musisi Rock

    o Menggemari salah satu atau beberapa subgenre musik Rock

  • 63

    o Gemar membaca majalah baik musik, lifestyle, seni, dan lain-lain

    o Gemar atau dapat memainkan salah satu atau beberapa alat musik

    Rock seperti gitar, drum, dan bass

    o Gemar bermain band

    o Membuka diri terhadap perkembangan dunia hiburan

    o Membuka diri terhadap perkembangan fashion dan lifestyle

    o Memiliki ketertarikan terhadap seni, fotografi, dan kebudayaan

    - Sasaran Sekunder

    1. Demografi

    o Praktisi Musik (Musisi, Sound Engineering, Kolektor, Pengamat,

    Produser, dan lain lain)

    o Pria (80%), Wanita (20%)

    o Jangkauan usia diantara 25 30 tahun

    o kelas ekonomi B (menengah keatas)

    2. Geografi

    o Kota-kota besar di pulau Jawa (Jakarta dan sekitarnya, Bandung,

    Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya)

    3. Psikografi

    o Pencinta dan pengapresiasi musik, khususnya musik Rock dan

    mengetahui sejarah dan perkembangannya

    o Menggemari (fans) salah satu atau beberapa musisi Rock

    o Menggemari salah satu atau beberapa subgenre musik Rock

  • 64

    o Gemar mengkoleksi cd atau kaset musik, khususnya musik Rock

    o Mengetahui teknis industri musik (recording, selling, konser, dan

    lain-lain)

    4.2.1.5 Positioning / USP (Unique Selling Proposition)

    Sebuah festival konser musik rock akbar pertama yang merupakan sebuah

    dokumentasi dari perjalanan musik Rock Indonesia.

    4.2.1.6 Benefit

    Rational Benefit

    Memberikan pengetahuan tentang perkembangan dan sejarah musik Rock

    di Indonesia, dan juga para musisinya. Serta memberikan pengetahuan tentang

    musisi, band, dan subgenre yang beragam dari musik rock baik dalam negeri

    maupun mancanegara.

    Emotional Benefit

    Memberikan rasa kagum dan bangga bagi para audience, bahwa ternyata

    Indonesia kaya akan musisi-musisi rock yang berkualitas dan beragam. Serta

    memberikan pengalaman baru bagi para audience, karena festival rock dengan

    konsep seperti ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia.

  • 65

    4.2.1.7 Creative Approach

    Pendekatan kreatif dari materi promosi event ini adalah membuat materi promosi

    yang dekat dengan karakter khalayak sasarannya dari segi media, maupun pendekatan

    pesan yang ditawarkan.

    Khalayak sasaran primer yang ditujukan oleh event ini adalah kalangan muda,

    untuk itu dilakukan pendekatan grafis yang ilustratif, dan dekoratif, kemudian

    digabungkan dengan nuansa vintage yang klasik dan monumental, karena sesuai dengan

    karakteristik event ini yang mewarnai sejarah musik rock Indonesia sebagai event akbar

    pertama yang menyuguhkan konsep multi stage yang menghadirkan 100 artis. Selain itu,

    event ini seolah menjadi sebuah dokumentasi bagi sejarah musik Rock Indonesia dengan

    menghadirkan artis dari dekade 1960-an hingga sekarang.

    4.2.1.8 Keywords

    - Vintage

    - Rock

    - Bersejarah

    - Monumental

    4.2.2 Strategi Desain

    4.2.2.1 Looks, Moods, Tone & Manner

    - Klasik

    - Legendaris

    - Ilustratif

    - Ekspresif

    - Bold

  • 66

    4.2.2.2 Strategi Verbal

    Menggunakan pendekatan verbal dengan gaya bahasa yang semi formal, modern

    dan dinamis untuk menunjukkan bahwa event ini merupakan event akbar musik rock

    yang berkelas dan layak diapresiasi.

    4.2.2.3 Strategi Visual

    Berikut ialah poin-poin mengenai pendekatan strategi visual pada materi promosi

    event Jakarta Rock Parade 2009 ini :

    - Menggunakan warna-warna berkesan vintage yang tetap mencerminkan

    karakteristik musik Rock, seperti Merah, Hitam, dan Coklat.

    - Menggunakan jenis typeface yang berkesan klasik dan vintage dari

    golongan serif.

    - Menggunakan ilustrasi yang berkesan klasik, vintage, dan monumental

    - Jenis layout yang digunakan ialah layout simetris yang berkesan rapi,

    untuk menjauhkan image Rusuh pada musik Rock. Dan menunjukkan

    bahwa event ini adalah event berkelas yang layak diapresiasi.

    - Menggunakan Elemen-elemen dekoratif yang berkesan klasik, legendaris,

    dan monumental.

    - Menambahkan Unsur-unsur grunge, atau dull yang dirasa tepat untuk

    menunjukkan kesan vintage tetapi dengan karakteistik Rock yang kental.

  • 67

    Berdasarkan poin-poin di atas, gaya desain yang ditampilkan ialah berciri Vintage

    Rock, yaitu gaya desain bernuansa vintage tetapi dengan karakteristik musik Rock yang

    tetap terasa.

    4.2.2.4 Pemilihan Item

    Pemilihan item promosi didasarkan oleh karakteristik dari khalayak sasaran, yaitu

    kalangan muda. Berikut adalah item-item promosinya :

    - Logo

    - Poster

    - Brosur

    - Guide Book

    - Iklan Majalah

    - Iklan Koran

    - Spanduk

    - Post Card

    - T-Shirt Panitia

    - Tiket

    - Kemasan

    - Umbul-umbul

    - Pick gitar

    - Stik Drum

    - Gitar Elektrik

    (Gift)

    - ID (Name tag)