Askeb IV_fase Aktif Memanjang

  • View
    1.091

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Askeb IV_fase Aktif Memanjang

Kelompok 5Adimas Siti Helvani SD Astrid Septeria Debora Dwi Ferlindaningrum Ekka Puspita Itsna Ismiati Listianingsih Manya Nopitasari Tri Wulandari

PENATALAKSANAAN FASE AKTIF MEMANJANG

Pengertian Persalinan lama fase aktif memanjang jika pembukaan serviks melewati garis waspada partograf dan persalinan telah berlangsung 12 jam atau lebih tanpa kelahiran bayi (persalinan lama).

EtiologiDiagnosa adanya hambatan atau berhentinya kemajuan persalinan pada fase aktif lebih mudah ditegakkan dan umumnya disebabkan oleh faktor 3 P : 1. Power, Frekuensi kontraksi uterus mungkin memadai namun intensitas nya tidak memadai. gangguan ini akan menyebabkan kelainan kemajuan dilatasi dan pendataran sehingga keadaan ini seringkali disebut sebagai distosia fungsionalis. 2. Passage ( atau kapasitas panggul ) , kelainan pada kapasitas panggul (kelainan bentuk, luas pelvik ) dapat menyebabkan persalinan abnormal akibat adanya obstruksi mekanis sehingga seringkali dinamakan dengan distosia mekanis. 3. Passanger ( janin ), kelainan besar dan bentuk janin serta kelainan letak, presentasi dan posisi janin dapat menyebabkan hambatan kemajuan persalinan.

Tanda dan Gejala serta Diagnosa fase aktif memanjang diantaranya : Frekuensi his < 3x his/10 menit dan lamanya < 40 detik : Inersia Uteri . Pembukaan serviks dan turunnya bagian presentasi janin tidak maju, sedangkan his baik : Disporposi Sefalopelvik. Pembukaan serviks dan turunya presentasi janin tidak maju dengan kaput, terdapat molase hebat, edema serviks, tanda rupture uteri imminens, gawat janin : Obstruksi kepala. Kelainan presentasi ( selain verteks dengan oksiput anterior) : Malpresentasi atau malposisi.

Penanganan Umum Nilai secara cepat keadan umum wanita hamil tersebut termasik tanda vital dan tingkat hidrasinya. Apakah ada masalah medik lain atau hal-hal yang mengancam jiwanya? Apakah ia kesakitan? Gelisah? Jika ya pertimbangkan pemberian analgetik. Tentukan apakah pasien berada dalam persalinan?

Tentukan keadaan janin Periksa denyut jantung janin selama atau segera sesudah his. Hitung frekuensinya sekurang-kurangnya sekali dalam 30 menit selama fase aktif dan tiap 5 menit selama kala II. Jika terdapat gawat janin, lakukan seksio sesarea; kecuali jika syarat - syaratnya dipenuhi, lakukan ekstraksi vakum atau forceps.

Jika ketuban sudah pecah, air ketuban kehijau-hijauan atau bercampur darah, pikirkan kemungkinan gawat janin. Jika tidak ada ketuban yang mengalir setelah selaput ketuban pecah, pertimbangkan adanya indikasi jumlah air ketuban yang mungkin menyebabkan gawat janin.

Perbaiki keadaan umum dengan : Memberikan dukungan emosi. Bila keadaan masih memungkinkan anjurkan bebas bergerak, duduk dengan posisi yang berubah (sesuaikan dengan penanganan persalinan normal). Berikan cairan baik secara oral atau parenteral dan upayakan buang air kecil (hanya perlu kateterisasi bila memang diperlukan).

Bila penderita merasakan nyeri yang sangat berikananalgetik : tramadol atau pethidin 25 mg dinaikkan sampai maksimum 1 mg/kg atau morfin 10 mg IM. Lakukan pemeriksaan vaginal untuk menentukan kala persalinan. Lakukan penilaian frekuensi dan lamanya kontraksi berdasarkan partograf.

Penatalaksanaan pada Fase Aktif Memanjang : Jika tidak ada tanda-tanda disproporsi sefalopelviks atau obstruksi dan ketuban masih utuh lakukan amniotomi. Nilai his : Jika tidak adekuat (< dari 3 x dalam 10 menit dan lamanya < dari 40 detik) pertimbangkan adanya inersia uteri. Jika his adekuat ( 3 x dalam 10 menit dan lamanya > 40 detik ) pertimbangkan adanya disproporsi, obstruksi, malposisi atau malpresentasi. Lakukan penanganan umum untuk memperbaiki his dan mempercepat kemajuan persalinan.

Penanganan Khusus Penanganan pada inersia uteri Periksa keadaan serviks, presentasi dan kondisi janin, penurunan bagian terbawah janin dan keadaan panggul Tindakan dan rencana, berikan oksitosin drips 5-10 satuan dalam dextrosa 5% (12 tetes/menit), naikan setiap 10-15 menit sampai 40-50 tetes/menit Bila his tidak kuat oksitosin drips dihentikan kemudian berikan obat penenang : valium 10mg; bila disertai dengan disproporsi sepalofelvis kemudian tindakan SC

Penanganan pada CPD Persalinan percobaanPersalinan percobaan hanya dilakukan pada letak belakang kepala, tidak bisa pada letak sungsang, letak dahi, letak muka, atau kelainan letak lainnya. Ketentuan lainnya adalah umur kehamilan tidak boleh lebih dari 42 mingu karena kepala janin bertambah besar sehingga sukar terjadi moulage dan ada kemungkinan disfungsi plasenta janin yang akan menjadi penyulit persalinan percobaan.

Seksio cesarea Simfisiotomi Kraniotomi dan Kleidotomi

Penanganan pada malposisi atau malpresentasi janin Presentasi bokong Presentasi dahi Presentasi muka

Presentasi bokong Prinsip untuk melahirkan bayi presentasi bokong secara vaginal adalah tidak tergesa-gesa, tidak melakukan tarikan, dan selalu menjaga agar punggung janin dalam posisi anterior. Siapkan peralatan resusitasi bayi dan petugas yang akan melakukannya.Menjelang pembukaan lengkap, kosongkan kandung kemih menggunakan kateter elastik. Ketika pembukaan sudah lengkap dan perineum mulai teregang letakkan ibu dalam posisi litotomi. Lakukan pertolongan persalinan sesuai prosedur Melahirkan Bayi dengan Presentasi Bokong.

Presentasi Dahi Sebagian besar presentasi dahi memerlukan pertolongan persalinan secara SC untuk menghindari manipulasi vaginal yang sangat meningkatkan mortalitas perinatal. Apabila presentasi dahi didiagnosa pada persalinan awal dengan selaput ketuban yang utuh observasi ketat dapat dilakukan.

Presentasi muka Posisi dagu di anterior adalah syarat yang harus dipenuhi apabila janin presentasi muka hendak dilahirkan vaginal. Apabila tidak ada gawat janin, dan persalinan berlangsung dengan kecepatan normal, maka cukup dilakukan observasi terlebih dahulu hingga terjadi pembukaan lengkap. Apabila setelah pembukaan lengkap dagu berada di anterior, maka persalinan vaginal dilanjutkan seperti persalinan dengan presentasi belakang kepala. Bedah sesar dilakukan apabila setelah pembukaan lengkap posisi dagu masih posterior, didapatkan tanda-tanda disporposi atau atas indikasi obstetric lainnya.