kontruksi memanjang

  • View
    90

  • Download
    19

Embed Size (px)

DESCRIPTION

KONSTRUKSI KAPAL

Text of kontruksi memanjang

RENCANA KONSTRUKSI MEMANJANG (PROFILE CONSTRUCTION)

Perhitungan profile construction (rencana konstruksi) berdasarkan ketentuan BKI (Biro Klasifikasi Indonesia) Th. 2013 Volume II. Direncanakan menggunakan Sistem Kontruksi Campuran.A. Perkiraan Beban1. Beban Geladak Cuaca (Load and Weather Deck)Yang dianggap sebagai geladak cuaca adalah semua geladak yang bebas kecuali bangunan atas yang tidak efektif yang terletak dibelakang 0,5L dari garis tengah.

PD = x cD[KN/m2]

(Ref : BKI Th. 2013 Vol. II Sec. 4 B.1.1)

Dimana :

Po = Basic Eksternal dinamic Load

Po= 2,1 (Cb + 0,7) Co Cl f CRW KN/m2cD= 1 untuk L >50

Cb= koefisien block 0,7Co=

for 90 ( L ( 300 M

=

= (10,75-2,911).0.90

=7,0551CL= 1,0for L ( 90 M

f1= 1,0 Untuk tebal pelat

f2= 0,75 Untuk Main Frame, Stiffener, Deck Beam dan

Longitudinalf3= 0,6Untuk Side Girder, Center Girder, Center Deck Girder, Web Frame, Stringers, Grillage dan TransversalCRW = 0,9untuk pelayaran nasional

(Ref : BKI Th. 2013 Vol. II Sec. 4.A.2.2)Jadi :

untuk pelat (Po1)

Po1= 2,1 (Cb + 0,7) Co CL f1

= 2,1 (0,7 + 0,7) 7,0551 1,0 1,0

=20,741 KN/m2untuk Main Frame, Deck Beam, Deck Longitudinal, Stiffener (Po2)

Po2 = 2,1 (Cb + 0,7) Co CL f2

= 2,1 (0,7 + 0,7) 7,0551 1,0 0,75

= 15,556 KN/m2untuk Web Frame, Strong Beam, Girder, Stringer,transversal dan Grillage (Po3)

Po3= 2,1 (Cb + 0,7) Co CL f3

=2,1 (0,7 + 0,7) 7,0551 1,0 0,6

=12,445 KN/m2Z= jarak vertikal dari pusat beban ke base lineZ= H (Untuk beban geladak cuaca)

= 9,20 mCd=1,0 (lihat pada table midhsip section 4)

Tabel 4.1. Formula Cd dan Cf

Gambar 4.1. Nilai Z untuk menghitung Beban Geladak

Beban Geladak Cuaca untuk Menghitung Pelat Geladak

1) Pada daerah midship

P D1 =

x C D

= 20,741 x

= 28,276 KN/m2 a. Beban Geladak untuk menghitung pembujur geladak1) Pada daerah Midship kapal

P D2 =

x C D

= 15,556 x

= 21,207 KN/m2b. Beban Geladak untuk menghitung Center Deck Girder, Side Deck Girder, Deck Transversal1) Pada daerah Midship kapal

P D3 =

x C D2

= 12,445x

= 16.966 KN/m24.1.1 Beban Sisi Kapala. Beban sisi kapal dibawah garis air muat tidak boleh kurang dari rumus sebagai berikut :Ps= 10 (T Z) + Po CF (1 + ) KN/m2

(Ref : BKI Th. 2013 Vol. II Sec.4. B.2.1.1)Dimana :

Po1= 20,741 KN/m2 (untuk pelat)

Po2= 15,556 KN/m2 (untuk stiffener, main frame)

Po3= 12,445 KN/m2 (untuk web frame, stringer)

Z= Jarak tengah antara pusat beban ke base line

= T= 7,40

= 2,466 m

CF= 1,0

Gambar 4.2. Nilai Z untuk Menghitung Beban sisi Dibawah dan Diatas Garis Air Beban sisi kapal di bawah garis air muat untuk pelat sisi

a) Untuk midship kapal

Ps1= 10 (T Z) + Po1 CF2 (1 + )

= 10 (7,40 2,466) + 20,741 x 1,0

= 76,987 KN/m2 Beban sisi kapal di bawah garis air muat untuk main frame.

a) Untuk midship kapal

Ps2= 10 (T Z) + Po2 CF2 (1 + )

= 10 (7,40 2,466) + 15,556 x 1,0

= 70,076 KN/m2 Beban untuk menghitung pelintang sisi dan senta sisiPs3= 10 (T Z) + Po3 CF (1 + )

= 10 (7,40 2,466) + 12,445 x 1,0

= 65,929 KN/m2b. Beban sisi kapal di atas garis air pada daerah tengah kapal beban sisi untuk menghitung plat sisi(side Plat) :Ps = Po CF KN/m2

(Ref : BKI Th.2013 Vol. II Sec. 4.B.2.1.2)

Dimana :

Po1= 20,741 KN/m2 untuk pelat kulit dan geladak cuaca

T= 7,40 m

Z= T + x (H T)

Z= 7,40 + x (9,20 7,40)

= 8,30 m

Cf= 1,0 Beban sisi kapal di atas garis air muat untuk menghitung ketebalan pelat sisi :

a) Untuk Midship kapal

Ps= Po1 CF2

= 20,741x 1,0

EMBED Equation.3

= 38,056 KN/m24.1.2 Beban Alas KapalBeban luar pada alas / dasar kapal adalah dihitung menurut formula sebagai berikut :

PB= 10 T + Po Cf KN/m2(Ref : BKI Th. 2006 Vol. II Sec.4. B.3)

Gambar 4.4. Pembagian Beban pada Alas Kapal

Dimana : T= 7,40 m

Po1= 20,741 KN/m2 (untuk pelat)

Po2= 15,556 KN/m2 (untuk bottom Longitudinal, Stiffener)Po3= 12,445 KN/m2 (untuk transversal, stringer, girder)Cf1=1,0a. Beban alas kapal untuk menghitung pelat Alas

1). Untuk Midship kapal

PB1= 10 x T + Po1 x Cf

= 10 x 7,40 + 20,741 x 1,0

= 94,741 KN/m2 b.Beban alas untuk menghitung pembujur alas(bottom frame,stiffner)2). Untuk Midship kapal

PB2= 10 x T + Po2 x Cf

= 10 x 7,40 + 15,556 x 1,0

= 89,556 KN/m24.1.3 Beban Alas Dalam (Load on inner bottom)Beban alas dalam untuk menghitung plat alas dalam dan pembujur alas dalam :Pi= 10 (T-hDB)hDB = Depth of double bottom

hDB min 600 m

= 350+40.B

= 350 + 40 x 18,40= 1178 mm= 1,18 m

Maka Pi = 10 . (T . hDB)

= 10 (7,40 .1,18)

= 62,2 KN/m24.1. Perhitungan Pelat Kulit Dan Pelat Geladak KekuatanJarak Gading Standart =ao = L/500 + 0,48

= 96,80/500 + 0,48

= 0,67 (m)

Gambar 4.6. Pembagian Pelat Kapal4.2.1 Menentukan Tebal Pelat Geladaka. Menentukan Tebal pelat geladak Cuaca

Tebal pelat geladak cuaca pada kapal tidak boleh kurang dari :t G1 = 1,21 a + tk(mm)

(Ref : BKI Th. 2006 Vol. II Sec. 7.A.7.1)

Dimana :

PD1= 28,276 KN/m2

untuk buritan kapal

PD2= 21,207 KN/m2

untuk midship kapal

PD3= 16,966 KN/m2

untuk haluan kapal

a= jarak antar gading

= L/500 + 0,48

= 96,08/500 + 0,48

= 0,67 (m)

Diambil = 0,60 m

jarak antar gading melintang untuk haluan dan buritan kapal

= 0,66 mjarak antar pembujur geladak untuk midship kapal

= 0,66mjarak antar gading melintang untuk midship

kapal diatas kamar mesin

b.Perhitungan jarak pembujuralas dan pembujur geladak

660 x 13 = 8580

620 x 1 = 620 +

B/2 : 9200=9200

c.Jarak Perhitungan Pembujur sisi

670 x 11 = 7370

650 x 1 = 650+

= 8020Untuk side girder di pasang 2 penumpu samping

B > 8 m di pasang 2 penumpu4.2.2 Menentukan Tebal Pelat Kulita. Tebal pelat geladak kekuatan (streng deck Plating) dan pelat Kulit (shend Platting) pada 0,4 L Tengah kapal:

Jarak pembujur Maximal:

= L/500 + 0,48

= 96,08/500 + 0,48

= 0,67 m Jarak pembujur alas dan geladak :di rencanakan = 0,66 maB = 0,66Jarak pembujur sisi: Direncanakan 0,67m

aS = 0,67 1).Tebal pelat geladak kekuatan tidak boleh kurang dari :

tD= 1,21 x a

Dimana : a : jarak pmbujur alas : 0,66 m

Pd1: 28,276 ( kn/m2)

K : 1,0 Faktor Material baja

Tk : 1,5 Faktor KorosiPerhitungan :

td= 1,21 x a x

= 1,21 x 0,66

= 1,21 x 0,66 x 5,317 + 1,5

= 5,74 mm

Tmin = ( 5,5 + 0,5 .L )x

= ( 5,5 + 0,5 x 96,08)x

= 10,304 mmJadi td = t min + 1 mm

= 10,304 mm + 1 mm

= 11,304 mm

= 11 mm

Maka plat yang digunakan = 11 mm

2.Tebal plat alas ( bottom plate) tidak boleh kurang dari:

Tb=1,21.a L> 90 m

Dimana : a = Jarak pembujur alas :0,66

Pb1= 94,741 Kn/m2

K = 1,0 Faktor material baja

Tk = 1,5 Faktor korosi

tB1 : 1.21.a

L> 90

: 1,21 x 0,66 .

: 1,21 x 0,66 x 9,733 + 1,5

: 9,27 mm

Tmin:

Lb : tmin + 1,5 = 9,8 + 2,0 = 11,3 mm= 12 mm

3. Tebal plat Bilga ( Bilga Stroke)

Tb1> tbtbs = 12 mm

Lebar plat Bilga

B : 800 + ( 5.L) ( mm)

: 800 + ( 5 . 96,08)

: 800 + 480,4

: 1290 mm

4.Lebar plat lunas ( plat keel)

Tfk : tb + 2,0

: 12 + 2,0

: 14 mm

.Lebar plat lunas

B : 800 + (5.L)

: 800 + ( 5x 96,08)

: 800 + 480,4

: 1280,4 mm = 1290 mm

5.Tebal Plat alas dalam (inner bottom plate) tidak boleh kurang dari

Ti : 1,1 .0,66

Dimana: a : Jarak Pembujur alas : 0,66 m

Pi : 62,22 KN/M2

K : 1,0 Faktor material baja

Tk : 1,5 faktor krosi

Ti : 1,1 x 0,66

: 1,1 x 0,66 x 7,88 +1,5

: 7,22 mm = 8 mm

6.Tebal Plate sisi (side Plate ) di bawah garis air tidak boleh kurang dari:

Ts1 : 1,21 .a L . 90 mm

Dimana : a : jarak pembujur sisi : 0,67 m

Ps1 : 76,987 KN/M2

K : 1,0 Faktor Matrial Baja

Tk : 1,5 Faktor Korosi

TsI : 1,21 . a . L>90 m

: 1,21 x 0,67

: 1,21 x 0,67 x 8,77 + 1,5

: 8,60 mm

TsI : Tmin + 1,5

: 9,8 + 1,5

: 11,3 mm

: 11 mm

Tmin : mm7.Tebal plate sisi di atas garis air

Ts2 : 1,21 .a

Dimana:a :Jarak Pembujur sisi : 0,670 m

Ps : 38,056 ( KN/M2)

K :1,0 Faktor Material Baja

Tk : 1,5 Fktor Korosi

Ts2: 1,21x0,67

: 1,21 x 0,67 x 6,168 +1,5

: 6,5 mm = 8 mm

8.Tebal Plat sisi lajur atas (sheer strake)

Tss : 0,5 (td + ts) (mm)

Dimana : Td: 11 m

Ts2: 8 mm

Tss: 0,5 (11+8)

: 0,5x 19

: 9,5 mm= 10 mm

Lebar palat sisi lajur atas :

B: 800 +(5 x L) mm

: 800 + ( 5 x 96,08)

: 800 + 480,4

: 1280,4 mm

: 1290 mm4.3 Perhitungan alas ganda

1.penumpu tengah (centre gi