Click here to load reader

ASEAN Infrastructure Fund (AIF) Inisiatif Lembaga ... - inisiatif pembiayaan... · PDF fileKrisis ekonomi yang melanda negara-negara ASEAN pada tahun 1997 menyebabkan ... mengurangi

  • View
    218

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of ASEAN Infrastructure Fund (AIF) Inisiatif Lembaga ... - inisiatif pembiayaan... · PDF...

1

ASEAN Infrastructure Fund (AIF)

Inisiatif Lembaga Pembiayaan Infrastruktur Untuk Kawasan ASEAN1

Oleh: Novijan Janis2

A. Latar Belakang

Krisis ekonomi yang melanda negara-negara ASEAN pada tahun 1997 menyebabkan

terhentinya pembangunan infrastruktur. Bahkan kemampuan untuk, memelihara dan

merawat infrastruktur yang sudah ada pun semakin menurun. Hal ini terjadi karena proporsi

belanja pemerintah untuk infrastruktur baik untuk membangun infrastruktur baru maupun

untuk memelihara infrastruktur yang ada dikurangi. Selanjutnya pengurangan anggaran

dimaksud dialokasikan kepada upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,

memperbaiki indikator ekonomi makro secara keseluruhan, mencegah pelarian modal,

mengurangi hutang luar negeri dan hal-hal lainnya. Pada akhirnya krisis dimaksud

berdampak pada terganggunya mobilitas ekonomi dan meningkatnya biaya sosial yang

cukup besar bagi masyarakat ASEAN karena kondisi infrastruktur yang buruk.

Defisit infrastruktur yang dialami oleh negara-negara ASEAN dapat terlihat dari Tabel 1

yang menjelaskan tentang perbandingan kuantitas infrastruktur berdasarkan kawasan.

Dalam tabel dimaksud dapat terlihat bahwa pada tahun 2008, sepuluh (10) tahun setelah

ASEAN berhasil melalui masa krisis di tahun 1997, ternyata kondisi infrastrukturnya masih

tertinggal dibandingkan dengan kawasan Asia, OECD dan Amerika Latin. Para pemimpin di

negara-negara ASEAN mengartikan tabel dimaksud sebagai sebuah kebutuhan untuk

memperbaiki kualitas dan kuantitas infrastruktur di kawasan ASEAN. Secara umum tabel

dimaksud menunjukkan bahwa demand atas infrastruktur di kawasan ASEAN masih besar.

Tabel 1. Perbandingan Cakupan Infrastruktur Antar Kawasan (2008)

Kawasan

Jalan (km)

Rel Kereta (km)

Telepon (jumlah)

Elektrifikasi Air Bersih

(dalam 1000 orang) (%)

ASEAN 10,51 0,27 3,53 71,69 86,39

Asia 12,83 0,53 3,47 77,71 87,72

OECD 211,68 5,21 13,87 99,80 99,63 Amerika Latin 14,32 2,48 6,11 92,70 91,37 Afrika n.a. 0,95 1,42 28,50 58,36

1 Artikel ini merupakan modifikasi dari laporan kajian Tim Pendukung Negosiasi Pembentukan

ASEAN Infrastructure Fund (2011) dan Pendukung Pendirian ASEAN Infrastructure Fund (AIF) (2012), PPRF-BKF Kementerian Keuangan. Artikel telah dimuat dalam buku Bunga Rampai Kebijakan Pengelolaan Risiko Fiskal: Kumpulan Hasil Kajian Tahun 2011 2012.

2 Penulis adalah Kepala Subbidang Risiko Ekonomi Keuangan dan Sosial pada Pusat Pengelolaan

Risiko Fiskal BKF dan merangkap sebagai Peneliti Muda BKF.

2

Sumber: Presentasi ADB.

Selanjutnya, pada saat yang sama sebenarnya negara-negara ASEAN mempunyai

kelebihan atas cadangan devisanya. Krisis ASEAN di tahun 1997 mendorong pengelolaan

fiskal dan moneter yang ketat sehingga secara perlahan negara-negara ASEAN mengalami

pemulihan ekonomi dan berdampak kepada peningkatan cadangan devisa. Kondisi

cadangan devisa dimaksud dapat dilihat pada Tabel 2 berikut. Pada tabel dimaksud terlihat

bahwa beberapa negara ASEAN seperti Singapura dan Malaysia memiliki cadangan devisa

lebih besar secara nominal dari Amerika Serikat dan Inggris. Hal ini menunjukkan potensi

dana yang ada di kawasan ASEAN. Ada pun terhadap perbedaan cadangan devisa antara

ASEAN (baik secara individu maupun secara kolektif) dan Jepang yang sangat besar masih

dapat dipahami karena Jepang merupakan negara produsen besar di dunia.

Tabel 2. Cadangan Devisa Beberapa Negara Maju dan ASEAN-6 (dalam USD miliar)

Negara 2003 2004 2005 2006 2007

Amerika Serikat 74,9 75,9 54,1 54,9 59,5

Inggris 35,3 39,9 38,5 40,7 49

Jepang 663,3 833,9 834,3 879,7 952,8

ASEAN-6

Indonesia 35 35 33,1 41,1 55

Philipina 13,7 13,1 15,9 20 30,2

Malaysia 43,8 65,9 69,9 82,1 101,1

Singapura 96,2 112,6 116,2 136,3 167,7

Thailand 41,1 48,7 50,7 65,3 90,3

Vietnam 6,2 7 9,1 13,4 23,6

Sumber: Bank Indonesia, diolah.

Secara umum, kedua hal dimaksud yaitu kondisi buruknya infrastruktur dan kelebihan

cadangan devisa di kawasan ASEAN secara kolektif menjadi motivasi yang kuat atas

pembentukan sebuah lembaga pembiayaan infrastruktur di kawasan ASEAN. Pada awalnya

negara-negara ASEAN membahas suatu mekanisme pembiayaan infrastruktur dengan

memanfaatkan cadangan devisa yang ada. Setelah melalui pembahasan tahun jamak

secara berkesinambungan akhirnya negara-negara ASEAN memutuskan untuk membentuk

suatu lembaga pembiayaan infrastruktur dengan asistensi dari sebuah lembaga multilateral.

Dengan mempertimbangkan kedekatan geografis dan hubungan kerja maka negara-negara

ASEAN sepakat untuk meminta asistensi dari Asian Development Bank (ADB) atas

pembentukan lembaga pembiayaan infrastruktur dimaksud.

3

B. Proses Inisiatif dan Pembentukan AIF

Inisiatif atas pembentukan sebuah lembaga pembiayaan infrastruktur di kawasan

ASEAN muncul pada saat membahas perkembangan kondisi ekonomi kawasan ASEAN

baik secara individu suatu negara anggota maupun secara kolektif. Pembahasan dimaksud

dilakukan pada forum Kementerian Keuangan negara-negara ASEAN. Isu tentang

pembentukan lembaga pembiayaan infrastruktur dimaksud dibahas secara

berkesinambungan baik pada level teknis, level deputi maupun level menteri.

Inisiatif pembentukan ASEAN Infrastructure Fund (AIF) mulai muncul pada pertemuan

Menteri Keuangan ASEAN (ASEAN Finance Ministers Meeting / AFMM) ke-10 di Kamboja

yaitu pada tahun 2006. Inisiatif ini muncul atas prakarsa dari Malaysia dengan

mempertimbangkan adanya kelebihan cadangan devisa pada negara-negara ASEAN dan

kebutuhan akan ketersediaan infrastruktur yang memadai untuk memacu pertumbuhan

ekonomi di kawasan ASEAN. Pada pembahasan awal disepakati bahwa kelebihan dana

cadangan devisa negara-negara ASEAN akan digunakan untuk pembiayaan infrastruktur di

ASEAN. Sebagai tindak lanjut dari pembahasan dimaksud, dibentuklah ASEAN

Infrastructure Financing Mechanism Task Force (AIFM Task Force). Sesuai kesepakatan

bersama, Task Force dimaksud diketuai oleh Malaysia sebagai inisiator pembentukan

sebuah lembaga pembiayaan infrastruktur untuk ASEAN.

Secara konseptual, tujuan pembentukan AIFM adalah untuk (i) meningkatkan

pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan ASEAN melalui percepatan pembangunan

infrastruktur, (ii) memanfaatkan kelebihan cadangan devisa ASEAN untuk memperkuat

ketahanan keuangan negara-negara ASEAN, (iii) meningkatkan peran pasar modal di

negara-negara ASEAN dalam pembiayaan infrastruktur, (iv) memperkuat peringkat (rating)

dari surat berharga ASEAN, dan (v) memperkuat perdagangan dan investasi diantara

negara-negara ASEAN (Abidin, 2010, hal 26). Adapun fokus kerja dari AIFM adalah (i)

meningkatkan praktik yang terbaik dalam pembiayaan infrastruktur, (ii) meninjau strategi

fasilitasi atas penggunaan dana asuransi dan produk lindung nilai (hedging) mata uang

untuk jangka panjang, dan (iii) meningkatkan peran dan kapasitas sektor swasta untuk

pembiayaan dan mitigasi risiko pada proyek infrastruktur (Bhattacharyay, 2009, hal 18).

Sebagai Ketua AIFM Task Force, Malaysia memimpin pertemuan tingkat teknis (High-

Level Task Force Meeting) dan tingkat deputi (Deputy Meeting) yang khusus membahas

tentang pemanfaat cadangan devisa ASEAN untuk pembangunan infrastruktur. Fokus

pembahasan mencakup penyusunan kerangka dan mekanisme pemanfaatan dana

dimaksud untuk membiayai infrastruktur di kawasan ASEAN. Selain itu Malaysia juga

mengadakan beberapa seminar dan konferensi untuk mendapatkan masukan dari para

4

akademisi dan peneliti baik dari Kawasan ASEAN maupun dari luar serta lembaga

multilateral seperti Bank Dunia dan ADB.

Pada AFMM kesebelas di Thailand (tahun 2007), para Menteri Keuangan ASEAN lebih

fokus kepada pembahasan tentang penyusunan jadwal strategis dari pembentukan

Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community) sedangkan pembahasan

tentang pembiayaan infrastruktur untuk kawasan ASEAN diserahkan kepada AIFM Task

Force. Namun demikian, para Menteri Keuangan ASEAN masih sempat membahas secara

khusus atas proposal yang diajukan oleh AIFM Task Force tentang pembentukan lembaga

pembiayaan infrastruktur yang diusulkan bernama ASEAN Infrastructure Fund (AIF). Dalam

pembahasan dimaksud, para Menteri Keuangan ASEAN sepakat untuk mengesahkan

proposal tersebut dan meminta AIFM Task Force untuk melakukan kajian lebih lanjut

tentang strategi atau upaya-upaya untuk menarik investor agar terlibat dalam pembangunan

infrastruktur di Kawasan ASEAN dan tahapan pembentukan ASEAN Infrastructure Fund

(AIF).

Dalam periode tahun 2006 sampai dengan tahun 2008, AIFM Task Force membuat

kajian-kajian tentang Kerangka, Mekanisme dan Instrumen Pembiayaan Infrastruktur untuk

Kawasan ASEAN. Selanjutnya pada AFMM ke-13 di Thailand yaitu pada tahun 2009, para

Menteri Keuangan ASEAN sepakat untuk memberikan penugasan kepada ADB untuk

menyusun konsep dan struktur ASEAN Infrastructure Fund (AIF). Sebagai tindak lanjut dari

penugasan dimaksud, ADB mengaju