angga ISBD

  • View
    230

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of angga ISBD

  • 8/7/2019 angga ISBD

    1/34

    1

    Laporan Lengkap Praktek Lapangan Mata Kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasardi Kab. Gowa

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar BelakangDi era globalisasi sekarang ini perkembangan IPTEK semakin pesat, dimana

    manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya senantiasa bersandar kepada SDA

    yang ada. Namun dalam penggunaan dan pemanfaatan SDA tersebut manusia

    tidak sadar akan adanya masalah lingkungan hidup.

    Dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang begitu pesat serta perubahan

    gaya hidup, maka kebutuhan akan sumber daya alam semakin meningkat pula.

    Namun dalam pemanfaatan sumber daya alam cenderung di lakukan secara tidak

    terkontrol sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan, disamping itu jumlah

    angka kemiskinan khususnya di Indonesia semakin bertambah. Hal ini disebabkan

    karena tidak meratanya mata pencaharian atau terjadi kesenjangan sosial.

    Angka pengangguran semakin bertambah tiap tahunnya karena sumber mata

    pencaharian atau peluang kerja yang semakin kecil. Disamping itu karena kualitas

    masyarakat yang tidak memenuhi untuk bersaing di era globalisasi yang menuntut

    kepada pendidikan yang tinggi dan mempunyai keterampilan. Kurangnya

    kesadaran akan pentingnya pendidikan merupakan faktor utama sehingga angka

    pengangguran sulit untuk ditekan.

    Maka dari itu jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Makassar sebagai

    lembaga pendidikan merasa perlu untuk mengkaji dan mencari tahu tantangan

    pola hidup masyarakat perkotaan, peralihan antara desa dan kota yang nantinya

  • 8/7/2019 angga ISBD

    2/34

    2

    Laporan Lengkap Praktek Lapangan Mata Kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasardi Kab. Gowa

    akan dibandingkan dengan pola hidup masyarakat pedesaan, serta mempelajari

    budaya-budaya yang masih dipegang teguh dan dijalankan oleh mayarakat daerah

    tersebut guna mendapat jawaban yang pasti akan masalah dan problema di atas

    sehingga dapat memunculkan solusi yang dapat bermanfaat kedepannya.

    A.Rumusan masalahBerdasarkan latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan beberapa

    masalah antara lain :

    1. Bagaimanakah kondisi social ditengah-tengah masyarakat yang ada di desaKanreapia Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa.

    2. Bagaimanakah kondisi budaya/tradisi yang ada di desa KanreapiaKecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa

    B.Tujuan PraktikumBertolak dari rumusan masalah diatas,maka adapun tujuan yang ingin

    dicapai dalam praktikum ini adalah :

    1. Untuk mengetahui kondisi social yang ada ditengah-tengah masyarakatdi desa Kanreapia Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa.

    2. Untuk mengetahui kondisi budaya/tradisi yang ada di desa KanreapiaKecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa.

    C.Manfaat Praktikum1. Bagi mahasiswa sebagai bahan pembelajaran kedepannya bagaimana

    melakukan sebuah penelitian terutama penelitian yang bersifat

    kualitatif.

    2. Sebagai bahan informasi bagi masyarakat untuk selajutnya dijadikanbahan evaluasi.

  • 8/7/2019 angga ISBD

    3/34

    3

    Laporan Lengkap Praktek Lapangan Mata Kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasardi Kab. Gowa

    BAB II

    KAJIAN PUSTAKA

    A. Tentang Kehidupan Sosial MasyarakatDari hari ke hari manusia melaksanakan banyak tindakan interaksi antar

    individu dalam rangka kehidupan masyarakat. Di antara semua tindakannya yang

    berpola tadi perlu diadakan perbedaan antara tindakan-tindakan yang

    dilaksanakannya menurut pola-pola yang tidak resmi dengan tindakan-tindakan

    yang dilaksanakannya menurut pola-pola yang resmi. Sistem-sistem yang menjadi

    wahana yang memungkinkan warga masyarakat itu untuk berinteraksi manurut

    pola-pola resmi, dalam ilmu sosiologi dan antropologi disebut pranata, atau dalam

    bahasa Inggris institution. (Koentjaraningrat, 1981)

    Dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial pada hakikatnya

    menghasilkan nilai-nilai milik bersama oleh warganya. Untuk memahami

    keberadaan masyarakat perlu memahami nilai-nilai yang dianutnya. Setiap

    masyarakat mempunyai nilai-nilai sosial yang biasa disebut sistem sosial,

    berfungsi mengatur tatanan di dalam masyarakat. Menurut Soejito nilai-nilai

    sosial yang termasuk di dalamnya adalah tata susila dan adat kesopanan. Nilai-

    nilai sosial merupakan ukudan di dalam menilai tindakan seseorang hubungannya

    dengan orang lain. Nilai sosial seseorang dapat diperhitungkan oleh orang lain apa

    yang dilakukan. Jika bertemu dua kelompok masyarakat yang saling tidak

    mengetahui nilai-nilai sosialnya biaranya tidak saling memperhatikan tindakan

    yang akan dilakukannya. (Agussalim, 2009)

  • 8/7/2019 angga ISBD

    4/34

    4

    Laporan Lengkap Praktek Lapangan Mata Kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasardi Kab. Gowa

    Nilai-nilai sosial menurut Hanneman Samuel (1997) adalah prinsip yang

    berlaku di suatu masyarakat tentang apa yang baik, benar, dan berharga yang

    seharusnya dimiliki atau dicapai oleh masyarakat. Nilai-nilai itu berfungsi untuk

    membimbing seseorang dalam melakukan suatu tindakan sehari-hari. Misalnya

    seorang anak bertamu ke rumah temannya akan menyapa orang tua temannya

    dengan sopan, kalau anak mempunyai nilai-nilai tidak akan membuat gaduh di

    masyarakat.

    Eksistensi manusia dapat dilihat dari dua posisi, yaitu: sifat individu dan

    sosial. Sifat individu misalnya ketertarikan terhadap sistem stabilitas, penguasaan

    diri, keberanian yang berarti bukan kekuatan hari, bukan kekuatan tubuh.

    Sedangkan sifat sosial misalnya senang membantu, bekerja sama, kerja sosial,

    berbuat baik, dan berkorban untuk orang lain. (Agussalim, 2005)

    Seorang individu adalah perpaduan antara faktor genotipe dan fenotipe.

    Faktor genotipe adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan

    faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Secara fisik seseorang memiliki

    kemiripan ciri dari orang tuanya, kemiripan atau persamaan itu mungkin saja

    terjadi pada keseluruhan penampilan fisiknya, bisa juga terjadi pada bagian-

    bagian tubuh tertentu saja. Kita bisa melihat secara fisik bagian tubuh mana dari

    kita yang memiliki kemiripan dengan orang tua kita. Ada bagian tubuh kita yang

    mirip ibu atau ayah, begitu pula mengenai sifat atau karakter kita ada yang mirip

    seperti ayah dan ibu. (Elly M. Setiadi dkk, 2007)

    Manusia dikatakan juga sebagai makhluk sosial karena manusia tidak akan

    pernah hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Ketika

  • 8/7/2019 angga ISBD

    5/34

    5

    Laporan Lengkap Praktek Lapangan Mata Kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasardi Kab. Gowa

    bayi lahir, ia memerlukan pertolongan manusia lainnya. Bayi sama sekali tidak

    berdaya ketika ia lahir, ia tidak bisa mempertahankan hidupnya tanpa pertolongan

    orang lain. Berbeda dengan hewan, jerapah misalnya, ketika binatang ini lahir

    hanya dalam hitungan menit ia sudah bisa berdiri tegak dan berjalan mengikuti

    induknya. Kenapa hewan bisa mempertahankan hidupnya walaupun tanpa

    pertolongan hewan lainnya? Karena untuk mempertahankan hidupnya hewan

    dibekali dengan insting. Insting atau naluri adalah sesuatu yang dibawa sejak

    lahir, yang diperoleh bukan melalui proses belajar. (Elly M. Setiadi dkk, 2007)

    Kemajuan teknologi pada kota-kota besar sangat berpengaruh sekali terhadap

    kehidupan di kota, kemajuan kehidupan di kota-kota besar membawa pengaruh

    yang sangat cepat terhadap kehidupan di pedesaan. Penduduk di pedesaan ingin

    mengikuti dan merasakan hasil kemajuan tersebut. Hal ini dalam satu segi

    membawa pengaruh yang kurang baik, yaitu penduduk pedesaan menjadi

    konsumtif adanya perubahan kebudayaan yang kurang baik terhadap para muda

    mudinya. (Elly M. Setiadi dkk, 2007)

    Seorang ahli antropologi Amerika, R. Naroll, pernah menyusun suatu daftar

    prinsip-prinsip yang biasanya dipergunakan oleh para ahli antropologi untuk

    menentukan batas-batas dari masyarakat, bagian suku bangsa yang menjadi pokok

    dan lokasi yang nyata dari deskripsi etnografi mereka. Dengan beberapa

    modifikasi oleh J.A. Clifton dalam buku pelajarannya,Introduction to Cultural

    Antropology (1968: hal 15), maka daftar itu menjadi seperti apa yang tercantum di

    bawah ini.

    1. Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh satu desa atau lebih;

  • 8/7/2019 angga ISBD

    6/34

    6

    Laporan Lengkap Praktek Lapangan Mata Kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasardi Kab. Gowa

    2. Kesatuan masyarakat yang terdiri dari penduduk yang mengucapkan satubahasa atau satu logat bahasa;

    3. Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh garis batas suatu daerah politikal-administratif;

    4. Kesatuan masyarakat yang batasnya ditentukan oleh rasa identitaspenduduknya sendiri;

    5. Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh suatu wilayah geografi yangmerupakan kesatuan daerah fisik;

    6. Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh kesatuan ekologi;7. Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang mengalami satu pengalaman

    sejarah yang sama;

    8. Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang frekuensi interaksinya satudengan lain merata tinggi;

    9. Kesatuan masyarakat dengan susunan sosial yang seragam.Di dalam masyarakat selalu terbentuk jenjang sosial di pelapisan masyarakat.

    Pelapisan sosial adalah perbedaan rendah tingginya posisi atau kedudukan

    seseorang atau kelompok yang terdapat pada masyrakat bersangkutan. Dasar

    perbedaan rendah dan tingginya kedudukan tersebut sumbernya bermacam-

    macam. Terjadinya pelapisan sosial disebabkan adanya bermacam-macam

    perbedaan kemampuan seseorang atau kelompok untuk bersaing dan