Click here to load reader

9/28/2012 - forda-mof.org · KLASIFIKASI DAS DAS Dipulihkan Daya Dukungnya DAS Dipertahankan Daya Dukungnya ... Koef Rejim Aliran Koef Aliran Tahunan Muatan Sedimen Banjir Indeks

  • View
    219

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of 9/28/2012 - forda-mof.org · KLASIFIKASI DAS DAS Dipulihkan Daya Dukungnya DAS Dipertahankan Daya...

  • 9/28/2012

    1

    INTERAKSI AIR HUJAN TANAH PENGELOLAAN LAHAN

    (1)

    (3)

    (2)

    EROSI: (1) Sheet (interill) & rill erosion (2) Morpho-erosion erosi

    jurang, erosi tebing sungai (3) Land slide (Tanah Longsor)

    foto: pramono hadi

    DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) UNIT PENGELOLAAN INPUT (HUJAN) PROSES

    (LAHAN DAN MANUSIA) OUTPUT (ALIRAN SUNGAI)

    HUJAN

  • 9/28/2012

    2

    DAS : wilayah daratan yg merupakan satu kesatuan dgn sungai dan anak-anak

    sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang

    berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat

    merupakan pemisah topografi dan batas di laut sampai dengan daerah perairan

    yang masih terpengaruh aktivitas daratan.

    PENSELARASAN WILAYAH

    DAS DAN DMINISTRASI

    SPAS

    DAS SEBAGAI UNIT HIDROLOGI TERUKUR

    Wil DAS =/ (beda) Wil Hidrologi terukur krn : . Aliran balik (back water) . Pemisah topografis bocor krn gambut . Sudetan (sungai buatan memotong batas DAS)

    PP No 37 Thn 2012

    Pasal 1

    Pengelolaan DAS adalah upaya manusia dalam mengatur

    hubungan timbal balik antara sumberdaya alam dengan

    manusia di dalam DAS dan segala aktivitasnya, agar

    terwujud kelestarian dan keserasian ekosistem serta

    meningkatnya kemanfaatan sumberdaya alam bagi

    manusia secara berkelanjutan.

    Pasal 2

    (3) Pengelolaan DAS sebagaimana dimaksud pada ayat

    (1) dan ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan rencana

    tata ruang dan pola pengelolaan sumber daya air

    sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-

    undangan di bid. penataan ruang dan sumber daya air.

    PENGELOLAAN = F (Perenc., Kelembagaan, Implementasi, Monev)

    Sistem/Metoda

    Teknologi

    SISKAR DAS

    FUNGSI & SUMBERDAYA PENGELOLAAN DAS

    S D

    Method

    Machines

    Men Material Money

    Markets

  • 9/28/2012

    3

    PENGELOLAAN DAS = PEMBANGUNAN SD A & M

    Jenjang

    Pemerintahan

    Jangka Waktu Pembangunan

    Panjang Menengah Tahunan

    Nasional RPJP Nasional RPJM Nasional RKP

    Kementer/Lembag - Renstra-KL Renja-KL

    Provinsi RPJP Daerah RPJM Daerah RKPD

    SKPD - Renstra-SKPD Renja-SKPD

    Kabupaten/Kota RPJP Daerah RPJM Daerah RKPD

    SKPD - Renstra-SKPD Renja-SKPD

    Hierarki Perencanaan Pembangunan Nasional (UU No. 25 Thn 2004)

    Penyusunan & Penetapan Rencana Pengelolaan

    DAS dilakukan oleh (PP 37 Tahun 2012):

    a. Menteri untuk DAS lintas negara dan DAS

    lintas Provinsi;

    b. gubernur sesuai kewenangannya untuk DAS

    dalam provinsi dan/atau lintas kabupaten/kota;

    c. bupati/walikota sesuai kewenangannya untuk

    DAS dalam kabupaten/kota.

    S I S

    R E N C

    D A S

    DAS

    DAS/SUB DAS

    DAS/SUB-DAS

    SUB-SUB DAS

    MIKRO DAS

    KABUPATEN

    PROPINSI

    PEMERINTAH

    DESA

    1 : 50 rb

    1 : 250 rb

    1 : 1 JT

    1 : 5 rb

    DTA

    UU No. 25 Thn 2004

    (RenBangNas)

    PP 37 Thn 2012

    (Lola DAS)

    PP No. 15 Thn 2010

    (RTRW)

    Hierarki Perencanaan Pengelolaan DAS Dalam

    Perencanaan Pembangunan Berdasarkan UU No. 25 Tahun 2004 tetang

    Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional

    dan UU No 32 Tahun 2004 tentang

    Pemerintahan Daerah :

    pelaksanaan tugas dan fungsi perencanaan pembangunan di Daerah Provinsi, Kabupaten, Kota adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang selanjutnya disebut Bappeda.

  • 9/28/2012

    4

    PP No 37 Thn 2012

    Pasal 2

    (1) Peraturan Pemerintah ini mengatur

    Pengelolaan DAS dari hulu ke hilir secara

    utuh.

    (2)Pengelolaan DAS secara utuh sebagaimana

    dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan

    melalui tahapan:

    a. perencanaan;

    b. pelaksanaan;

    c. monitoring dan evaluasi; dan

    d. pembinaan dan pengawasan.

    PROSES PENETAPAN

    BATAS DAS

    Penyiapan Bahan

    Penentuan Batas DAS

    Verifikasi Batas DAS

    Penetapan Batas DAS

    PENYUSUNAN

    KLASIFIKASI DAS

    DAS Dipulihkan Daya

    Dukungnya

    DAS Dipertahankan

    Daya Dukungnya

    PERENCANAAN PENGELOLAAN DAS

    INVENTARISASI

    DAS

    PENYUSUNAN RENC.

    PENGELOLAAN DAS

    PENETAPAN RENC.

    PENGELOLAAN DAS

    KONDISI LAHAN

    Persentase lahan kritis

    Persentase penutupan vegetasi

    Indeks erosi

    SOSIAL EKONOMI

    Tekana Penduduk thp lahan

    Tk kesejahteraan penduduk

    Ikeberadaan dan penegakan aturan

    KUANT, KUALT, & KONT.

    AIR

    Koef Rejim Aliran

    Koef Aliran Tahunan

    Muatan Sedimen

    Banjir

    Indeks penggunaan air

    INVESTASI BANGUNAN AIR Klasifiksi kota

    Klasifikasi nilai bangunan air

    PEMANFAATAN RUANG WIL Kawasan lindung

    Kawasan budidaya

    PENENTUAN KLASIFIKASI DAS

    PENYUSUNAN RENCANAPENGELOLAAN

    DAS DILAKUKAN OLEH:

    a. Menteri untuk DAS lintas negara dan DAS

    lintas Provinsi;

    b. Gubernur sesuai kewenangannya untuk

    DAS dalam provinsi dan/atau lintas

    kabupaten/kota;

    c. Bupati/walikota sesuai kewenangannya

    untuk DAS dalam kabupaten/kota.

  • 9/28/2012

    5

    Pasal 21

    Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria penetapan

    Klasifikasi DAS sebagaimana dimaksud dalam Pasal

    12 ayat (3) diatur dengan Peraturan Menteri setelah

    berkoordinasi dengan menteri terkait.

    DAS SERAYU

    SPAS

    Sub DAS Serayu Hulu

    SISTEM PENGELOLAAN: -DAS - SUB DAS - MIKRO DAS

    SISTEM PERENCANAAN

    PENGELOLAAN

    DAERAH ALIRAN SUNGAI

    Tim Penyusun :

    Paimin

    Irfan Budi Pramono

    Purwanto

    Dewi Retna Indrawati

    Penyunting :

    Dr. Harry Santoso

    Prof. Ris. Dr. Pratiwi

    Kementerian Kehutanan

    Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan

    Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi

    SALAH SATU OUTPUT (HASIL) SINTESIS ANTARA

    (MARET 2012)

  • 9/28/2012

    6

    Diagram Alir Analisis TIPOLOGI DAS

    Daerah Kebanjiran

    Hujan Potensi Banjir

    Tipologi Banjir

    Wil DAS

    Luas DAS

    Tipologi Wilayah

    Bentuk Lahan

    Penutupan Lahan

    Tipologi Lahan

    Tipologi DTA

    Pertbn Ekonomi

    Kerawanan Ekonm

    Pendapatan

    Strkr Ekonomi

    Kepdtn Penduduk

    Kerawanan Penddk

    Tipolog Sosek Tipologi

    Pengelolaan DAS

    Bentuk/Sistem Lahan* Penutupan Lahan*

    Air Payau,

    air Tawar,

    Gedung (1)

    Hutan

    lindung,

    Hutan

    Konserv (1)

    Hut Prod/

    Perkebuna

    n, (2)

    Sawah,

    Rumput,

    Semak/Bel

    ukar (3)

    Pemuki

    man (4)

    Tegal,

    Tanah

    berbatu

    (5)

    Rawa-rawa, Pantai: PTG,

    UPG (1) 1 1 1 1 1 1

    Dataran Aluvial, Lembah

    alluvial: ACG, KHY (2) 1 1,5 1,5 2 2 2,5

    Dataran,: ABG, BTK, CSG,

    PKS, SSN (3) 1 2 2,5 3 3,5 4

    Kipas dan Lahar, Teras-:

    AAR, GJO, KNJ, NPA,

    LKU(4)

    1

    2,5

    3

    3,5

    4

    4,5

    Pegunungan &

    Perbukitan:

    AGA, BBG, BBR, BMS,

    BTA, CRG, GSM, HBU,

    PDH, TGM, TLU (5)

    1

    3

    3,5

    4

    4,5

    5

    Kerawanan/Sensitivitas Lahan Terhadap Degradasi Oleh Erosi .

    *Angka dalam kurung merupakan nilai/skor dari parameter yang bersangkutan

    Kategori Nilai Tingkat Kerentanan

    Sangat Tinggi > 4,3 Sangat Rentan

    Tinggi 3,5 4,3 Rentan

    Sedang 2,6 3,4 Sedang

    Rendah 1,7 - 2,5 Agak Rentan

    Sangat Rendah < 1,7 Tidak Rentan

    Klasifikasi Tingkat Kerentanan/Degradasi

    Kepadatan Penduduk

    (Org/km2)

    Struktur Ekonomi

    Pertanian (5) Industri (3) Jasa (1)

    Jarang ( < 250)

    (1) (3) (2) (1)

    Sedang (250 400 )

    (3)

    (4 )

    ( 3)

    (2) Padat ( > 400)

    (5)

    ( 5)

    ( 4)

    ( 3)

    Tipologi/Kerentanan Penduduk Terhadap Lahan

  • 9/28/2012

    7

    Pedapatan Pertumbuhan Ekonomi

    Pentil 5

    (1)

    Pentil 4

    (2)

    Pentil 3

    (3)

    Pentil 2

    (4)

    Pentil 1

    (5)

    > 1,5 SK

    (1) 1 1,5 2,0 2,5 3,0

    1,26 1,5 SK

    (2) 1,5 2,0 2,5 3,0 3,5

    1,1 1,25 SK

    (3) 2,0 2,5 3,0 3,5 4,0

    0,67 1 SK

    (4) 2,5 3,0 3,5 4,0 4,5

    < 0,67 SK

    (5) 3,0 3,5 4,0 4,5 5,0

    Kerawanan Ekonomi DAS

    Ket. SK = Standar Kemiskinan

    Kerawanan

    Ekonomi

    Kerawanan Penduduk Thdp Lahan

    Rendah

    (skala 1 + 2)

    Sedang

    (skala 3)

    Tinggi

    (skala 4 + 5)

    Rendah

    (skala 1 + 2) 1 2 3

    Sedang

    (skala 3)

    2 3 4

    Tinggi

    (skala 4 + 5)

    3 4 5

    Kerawanan Sosial Ekonomi DAS

    Kerawanan Lahan Kerawanan Sosial Ekonomi

    Rendah Sedang Tinggi

    Rendah 1 2 3

    Sedang 2 3 4

    Tinggi 3 4 5

    Tipologi Daerah Tangkapan Air

    (Catchment Area)

    Tipologi

    Kewilayahan

    Tipologi Daerah Tangkapan Air

  • 9/28/2012

    8

    Hujan Harian

    Maksimum (mm)

    Kerawanan Lahan

    4,7

    (Sangat

    Tinggi)

    < 20 (Sangat

    Rendah) 4,7 >4,7

    Tipologi Pasokan Air Banjir Terkoreksi Tipologi DAS alat diagnosis kerentanan dan potensi DAS -

    dimanfaatkan utk:

    !. Menilai tingkat kerentananan pengelolaan tingkat DAS:

    Tingkat Kerentanan Lahan

    Tingkat kerentanan sosial ekonomi

    Kerentanan banjir

    Koordinasi pengelolaan dalam satuan DAS lintas wilayah adm.

    2. Nilai tingkat kerentanan DAS sebagai dasar klasifikasi DAS

    3. Tingkat Kerentanan Bagian DAS dasar penetapan urutan prioritas

    pengelolaan bagian DAS atau Sub DAS atau d t a dlm kab. dominan.

    4. Konsep perencanaan pengelolaan DAS digunakan sebagai

    dasar untuk memperoleh pertimbangan teknis dari stakeholders

    5. Penetapan tujuan pengelolaan DAS yang didasarkan pada tingkat

    kerentanan dan jenis rentannnya.

    Tipologi Lahan: DAS: 3.24

    Sub DAS Tuntang Hulu: 3.46 Sub DAS Tuntang Tengah: 2.66

    Sub DAS Tuntang Hilir: 1.93

    Tipologi Sosek: DAS:3,75

    Sub DAS Tuntang Hulu: 3,0 Sub DAS Tuntang Tengah: 4,5

    Sub DAS Tuntang Hilir: 5

    Prioritas I : Sub DAS Tuntang Hulu

    Tipologi DAS : (3.59 + 3.71 )/2

    tinggi (skor 3.65)

    Pasokan air banjir tiap Sub DAS :

    Tinggi

    Tipologi DTA : (3.42+ 3.75)/2 Tinggi (3.59)

    Tipologi Wil : 2 Luas

  • 9/28/2012

    9

    Mekanisme atau Proses Perencanaan Pengelolaan DAS

    Konsep Usulan

    Penyelesaian Masalah

    dari Para Pihak

    RTRW Kesepakatan Masalah &

    Penetapan Tujuan

    Bappeda (Tim)

    Musyawarah Para

    Pihak Terkait

    Karakterisasi

    DAS

    RTRW Usulan Penyelesaian

    Masalah dari Para Pihak

    Rencana Pengelolaan DAS Tersusun :

    - Kebijakan

    - Program

    - Kegiatan

    - Pembagian Peran Para Pihak

    SALAH SATU OUTPUT (HASIL) SINTESIS ANTARA

    (MARET 2012)

    Karakteristik Dasar DAS

    Faktor Alami Iklim (Hujan & suhu), Morfometri, Geologi, Bentuk Lahan, Lerang, Tanah

    Kerentanan Potensial DAS : Kekeringan Banjir Kekritisan/Erosi Longsor

    Potensi Alami DAS : 1. Air 2. Lahan

    Karakteristik Aktual DAS

    Kerentanan Aktual DAS

    1. Kekeringan 2. Banjir 3. Kekritisan/Erosi 4. Longsor 5. Sosek

    Potensi Aktual DAS : 1. Air 2. Lahan 3. Sosek

    Faktor Manajemen Penggun lahan, Teknik KTA, Limpasan, Sedimen, Evapotrans., Kondisi Sosek,dll

    Faktor Faktor Karakteristik DAS

    Rumusan Dasar Karakterisasi DTA Dalam Kab Dominan

    No Parameter/Bobot Klasifikasi Kategori Skor

    I POTENSI AIR BANJIR

    A ESTIMASI (100%)

    1 ALAMI [60]

    a Hujan harian maksimum rata-rata

    pada bulan basah (mm/hari)

    [35%]

    < 20

    21-40

    41-75

    76-150

    >150

    Rendah

    Agak Rendah

    Sedang

    Agak Tinggi

    Tinggi

    1

    2

    3

    4

    5

    b Bentuk DAS

    [5%]

    Lonjong

    Agak Lonjong

    Sedang

    Agak Bulat

    Bulat

    Rendah

    Agak Rendah

    Sedang

    Agak Tinggi

    Tinggi

    1

    2

    3

    4

    5

    c Gradien Sungai (%)

    (10%)

    < 0,5

    0,5-1,0

    1,1-1,5

    1,6-2,0

    > 2,0

    Rendah

    Agak Rendah

    Sedang

    Agak Tinggi

    Tinggi

    1

    2

    3

    4

    5

    d Kerapatan drainase

    (5%)

    Jarang

    Agak Jarang

    Sedang

    Rapat

    Sangat Rapat

    Rendah

    Agak Rendah

    Sedang

    Agak Tinggi

    Tinggi

    1

    2

    3

    4

    5

    e Lereng rata-rata DAS (%)

    (5%)

    < 8

    8-15

    16-25

    26-45

    > 45

    Rendah

    Agak Rendah

    Sedang

    Agak Tinggi

    Tinggi

    1

    2

    3

    4

    5

    2 MANAJEMEN (40%)

    FORMULASI POTENSI AIR BANJIR DAN DAERAH RAWAN BANJIR

  • 9/28/2012

    10

    2 MANAJEMEN

    (40%)

    a Penggunaan lahan

    (40%)

    Hutan Lindung/ Konservasi*)

    Hutan Produksi/Perkeb**)

    Pekarangan/Semak/Belukar

    Sawah/Tegal-teras

    Tegal/Pmk-kota

    Rendah

    Agak Rendah

    Sedang

    Agak Tinggi

    Tinggi

    1

    2

    3

    4

    5

    B PENGUKURAN

    (100%)

    a Debit puncak spesifik

    (m3/dt/km2)

    (100%)

    < 0,58

    0,58-1,00

    1,01-1,50

    1,51-5,00

    > 5,00

    Rendah

    Agak Rendah

    Sedang

    Agak Tinggi

    Tinggi

    1

    2

    3

    4

    5

    *) dan **) dalam kondisi normal atau tidak dalam kondisi kritis atau terganggu

    II DAERAH RAWAN KEBANJIRAN

    1 ALAMI (55%)

    a Bentuk lahan

    (10%)

    Pegunungan & Perbukitan

    Kipas & Lahar

    Dataran, Teras

    Dataran Aluvial

    Lembah Aluvial, Jalur Kelokan

    Rendah

    Agak Rendah

    Sedang

    Agak Tinggi

    Tinggi

    1

    2

    3

    4

    5

    b Meandering

    Sinusitas (P) = panjang/jarak

    sungai sesuai belokan : jarak

    lurus

    (5%)

    1 1,1

    1,2 1,4

    1,5 1,6

    1,7 2,0

    > 2

    Rendah

    Agak Rendah

    Sedang

    Agak Tinggi

    Tinggi

    1

    2

    3

    4

    5

    c Pembendungan oleh

    percabangan sungai/air

    pasang

    (10%)

    Tidak ada

    Anak Cab S Induk

    Cab S Induk

    S Induk/Bottle neck

    Pasang Air Laut

    Rendah

    Agak Rendah

    Sedang

    Agak Tinggi

    Tinggi

    1

    2

    3

    4

    5

    d Drainase (% lereng lahan kiri-

    kanan sungai)

    (30%)

    Sangat Lancar (>8)

    Lancar (2 - 8)

    Terhambat ( 4,3 - Sangat Rentan/

    Sangat Terdegradasi

    Tinggi : 3,5 4,3 - Rentan/Terdegradasi

    Sedang : 2,6 3,4 - Agak Rentan/

    Agak Terdegradasi

    Rendah : 1,7 - 2,5 - Sedikit Rentan/

    Sedikit Terdegradasi

    Sangat Rendah : < 1,7 - Tidak Rentan/ Tidak

    Terdegradasi

    Jumlah dari (bobot x skor)/100 setiap parameter

    No Parameter/Bobot Bobot

    A ALAMI 60%

    a Hujan tahunan (mm) 20%

    b Evapotranspirasi aktual tahunan (mm) 17.5%

    c Bulan kering (< 100 mm/bl) 12.5%

    d Geologi 10%

    B MANAJEMEN 40%

    a Kebutuhan Air (Indeks Peng Air)

    Kebutuhan Air (m3)

    IPA = ------------------------

    Potensi Air (m3)

    25%

    b Debit minimum spesifik (m3/dt/km2) 15%

    Formulasi Kerentanan Kekeringan Dan Potensi Air

  • 9/28/2012

    11

    No Parameter/Bobot Bobot

    A. Alami 45%

    1. Solum tanah (Cm) 10%

    2. Lereng (%) 15%

    3. Batuan Singkapan (%) 5%

    4. Morfoerosi (erosi jurang, tebing sungai, sisi

    jalan). Persen dari Unit Lahan

    10%

    5. Jenis Tanah terhadap kepekaan erosi 5%

    B. Manajemen *) 55%

    1. Kawasan Budidaya Pertanian 55%

    a. Vegetasi Penutup 40%

    b. Konsevasi tanah mekanis 15%

    2. Kawasan hutan dan Perkebunan 55%

    a. Kondisi vegetasi 45%

    b. Konservasi tanah 10%

    Formulasi Kekritisan dan Potensi Lahan

    No Parameter/Bobot Bobot

    A ALAMI 60%

    a Hujan harian kumulatif 3 hari berurutan (mm/3 hari) 25%

    b Lereng lahan (%) 15%

    c Geologi (Batuan) 10%

    d Keberadaan sesar patahan/gawir (m) 5%

    e Kedalaman tanah (regololit) sampai lapisan kedap (m) 5%

    B MANAJEMEN 40%

    a Penggunaan Lahan 20%

    b Infrastruktur (jika lereng

  • 9/28/2012

    12

    TEKNOLOGI PENGELOLAAN SUMBERDAYA LAHAN & AIR

    DALAM

    SISTEM PENGELOLAAN DAS

    Pengelolaan lahan optimal

    Penggunaan lahan benar

    Sesuai Kemampuan &

    Kesesuaian Lahan

    Teknik budidaya pertnian

    konservatif

    Dukungan SosEkLemb

    PENGELOLAAN LAHAN

    Kompetisi Penggunaan Lahan

    -HUTAN BAIK (belakang)

    DEFORESTASI: - PERLADANGAN (latar depan) - SEMAK BELUKAR (tengah)

  • 9/28/2012

    13

    Penambangan Feldspar

    PRINSIP DASAR KONSERVASI TANAH & AIR

    Asas konservasi tanah :

    menjaga strukur tanah tidak terdispersi dan mengatur gerak

    dan jumlah limpasan permukaan

    Berdasar asas tsb ada 3 pendekatan :

    1. tutup tanah dengan vegetasi dan sisa vegetasi

    2. jaga dan perbaiki tanah agar resisten thdp

    penghancuran agregat dan pengangkutan, serta lebih

    besar daya serap air di permukaan

    3. atur aliran/limpasan permukaan agar mengalir dgn

    kecepatan tidak merusak dan memperbesar infiltrasi

    Mulsa & Konturing Pd Tumpangsari Hutan

    1 THN

    FASE PERTUMBUHAN HUTAN MAHONI

    THD

    TK KONSERVASI TANAH & AIR

    8 THN

    4 THN

    8 THN

    1 THN

  • 9/28/2012

    14

    Tanaman Hutan Tanah terlindung oleh seresah

    -

    -

    Batu bertanah tak banyak pilihan budidaya Jati & mahoni ditanam disela retakan batu

    Agroforestry Sengon + kopi

    . Pengolahan tanah minimal

    . Tanah tertutup rapat oleh

    kanopi & seresah

    Reboisasi di Hutan Produksi dengan Tumpangsari (pinus + tanaman semusim)

    Secara bertahap akan dikonversi Tumpangsari Pinus + Rumput Gajah + Gamal

  • 9/28/2012

    15

    Lantai Hutan Kehilangan Serasah Mudah Tererosi

    Gambar 4. Tanaman MPTS durian Ditanam Tersebar dan

    Jalur Tanaman Sengon batas milik

    Jalur Tanaman Sengon Tanaman Durian - Individu

    Cover Crop di Kebun Karet Mana yang protektif??

    Galian

    Urugan/Timbunan

    Lereng lahan asli

    Talud (riser) ditanami rumput

    Saluran pembuangan air

    GAMBAR SKET TERAS BANGKU

  • 9/28/2012

    16

    Penutupan tanah jarang

    Pengolahan tnh intensif

    Tanpa konservasi

    Monokultur

    Kentang

    Bawang Putih

    Teras Bangku : . Tanah Tipis berbatu Teras talud batu

    Tanah masih tebal

    Konservasi >< Agronomi

  • 9/28/2012

    17

    Morfoerosi (Erosi jurang) =>

    Bangunan Pengendali Jurang

    Tanah longsor sumbat sungai

    Lereng batuan (geologi) tegak (patahan?) tanah mudah longsor

    Dam Pengendali (Check Dam) :

    = Pengendali sedimen

    = Konservasi air

  • 9/28/2012

    18

    Dam pengendali tipe busur

    Pengendali Sedimen & air

    Penguatan Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat