203760791 Epilepsi Lobus Temporalis

  • View
    300

  • Download
    11

Embed Size (px)

Text of 203760791 Epilepsi Lobus Temporalis

  • 7/26/2019 203760791 Epilepsi Lobus Temporalis

    1/26

    TEXTBOOK READING

    EPILEPSI LOBUS TEMPORALIS

    Dosen pembimbing:

    dr. Muttaqien Pramudigdo, Sp.S

    Disusun oleh:

    Khuriyatun Nadhifah

    G1A212035

    SMF ILMU PENYAKIT SARAF

    FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNSOED

    PURWOKERTO

    RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO

    PURWOKERTO

    2012

  • 7/26/2019 203760791 Epilepsi Lobus Temporalis

    2/26

    Lembar Pengesahan

    Telah dipresentasikan dan disetujui Textbook Reading yang berjudul:

    Epilepsi Lobus Temporalis

    Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat ujian di SMF Ilmu Penyakit Saraf

    RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto

    Disusun oleh:

    Khuriyatun Nadhifah G1A212035

    Telah dipresentasikan

    Tanggal: Oktober 2012

    Pembimbing

    dr. Muttaqien Pramudigdo, Sp.S

  • 7/26/2019 203760791 Epilepsi Lobus Temporalis

    3/26

    I. PENDAHULUAN

    Epilepsi merupakan salah satu kelaian otak yang serius dan umum

    terjadi, sekitar lima puluh juta orang diseluruh dunia mengalami kelainan

    ini. Angka epilepsi lebih tinggi di Negara berkembang. Insiden epilepsi di

    Negara maju ditemukan sekitar 50/100.000 penduduk sementara di Negara

    berkembang mencapai 100/100.000 penduduk, jumlah ini setara dengan

    penyakit kanker payudara pada wanita dan kanker paru-paru pada pria

    diseluruh dunia.1

    Epilepsi di Negara berkembang sekitar 80-90% diantaranya tidak

    mendapatkan pengobatn apapun. Penderita laki-laki umumnya sedikit

    lebih banyak dibandingkan dengan perempuan. Insiden tertinggi pada

    anak berusia dibawah 2 tahun (262/100.000 kasus) dan usia lanjut diatas

    65 tahun (81/100.000 kasus).2

    Epilepsi lobus Temporal juga dapat meningkatkan risiko kematian

    dini. 3 Efek fungsi kognitif ditandai dengan sklerosis hipokampus, kejang

    fokal dengan tanda kepribadian lobus temporal sebelah medial.

    Hipokampus dan sekitarnya adalah komponen terbesar dalam sistem

    frontotemporal.1

  • 7/26/2019 203760791 Epilepsi Lobus Temporalis

    4/26

    II. TINJAUAN PUSTAKA

    a.

    Anatomi dan Fisiologi

    1. Anatomi

    Lobus temporalis merupakan satu dari empat lobus utama dari

    otak. Lobus temporalis berada di bawah sylvian fissure dan di

    anterior korteks oksipital dan parietal. Brodmann mengidentifikasi

    10 area temporal, tetapi penelitian anatomi terbaru menunjukkan

    banyak area pada monyet, apalagi pada wanita. Region pada

    permukaan lateral temporal dapat dilihat pada bentuk auditory dan

    visual. Sylvian fissure berisi jaringan yang membentuk insula yang

    meliputi gustatory cortex. Superior temporal sulcus (STS)

    memisahkan girus superior dan middle serta berisi jumlah yang

  • 7/26/2019 203760791 Epilepsi Lobus Temporalis

    5/26

    signifikan dari neocortex, yang bisa dibagi dalam beberapa region.

    Korteks dari STS bersifat multimodal, menerima input dari

    auditory, visual, dan region somatik. Lobus temporal memiliki dua

    sulci penting yang terletak secara horizontal dan parallel dengan

    Sylvian fissure. Mereka membagi lobus temporal menjadi 3 gyri:

    Superior Temporal Gyrus, Middle Temporal Gyrus, dan Inferior

    Temporal Gyrus. Inferior Temporal Gyrus ukurannya lebih besar

    daripada yang kita lihat biasa dari samping korteks karena itu

    letaknya di permukaan bawah dalam tengkorak.3

    2. Fisiologi

    Lobus temporalis tidak memiliki fungsi yang satu, karena

    dalam lobus temporalis terdapat primary auditory cortex, the

    secondary auditory, dan visual cortex, limbic cortex, dan

    amygdala. Tiga fungsi basis dari korteks temporal adalah

    memproses input auditori, mengenali objek visual, dan

    penyimpanan jangka lama dari input sensori, ditambah dengan

    fungsi amigdala, yaitu nada afeksi (emosi) pada input sensori dan

    memori. Beberapa fungsi lainnya adalah sebagai berikut :

  • 7/26/2019 203760791 Epilepsi Lobus Temporalis

    6/26

    Tabel 1. Fungsi lobus temporalis.3

    Fungsi KeteranganKemampuan

    bicara

    diatur pada bagian sebelah kiri temporal,

    terdapat zona bahasa atau berbicara bernama

    Wernicke. Area ini mengontrol proses termasukkomprehensif dan memori verbal.

    Memori mengatur retensi memori jangka panjang berupa

    fakta, kejadian, orang, dan tempat

    Membaca memproses suara dan kata-kata tertulis menjadi

    suatu informasi sehingga menjadi ingat.

    Respon

    emosi

    berasal dari amygdala didalam lobus temporalis

    Responauditori

    primary auditory cortex(terletak pada Heschlsgyri) bertanggung jawab untuk merespon

    frekuensi suara yang berbeda untuk lokalisasi

    suara. Bagian ini bertugas untuk peka terhadapsuara.

    Pemrosesan

    visual

    memunculkan perasaan yakin dan insight.

    Fungsi

    penciuman

    tugas dari lobus olfaktori untuk identifikasi

    informasi.

    b. Definisi

    Epilepsi adalah suatu keadaan yang ditandai oleh bangkitan

    epilepsi berulang berselang lebih dari 24 jam yang timbul tanpa

    provokasi. Sedangkan yang dimaksud dengan bangkitan epilepsi

    adalah manifestasi klinik yang disebabkan oleh aktivitas listrik otak

    yang abnormal dan berlebihan dari sekelompok neuron. Manifestasi

    klinis ini terjadi secara tiba-tiba dan sementara berupa perubahan

  • 7/26/2019 203760791 Epilepsi Lobus Temporalis

    7/26

    perilaku yang stereotipik, dapat menimbulkan gangguan kesdaran,

    gangguan motorik, sensorik, otonom, ataupunpsikis.4

    Epilepsi merupakan suatu kondisi neurologik yang

    mempengaruhi sistem saraf. Epilepsi juga dikenal sebagai penyakit

    kejang. Epilepsi dapat didiagnosis paling tidak setelah mengalami dua

    kali kejang yang tidak disebabkan oleh kondisi medis seperti

    kecanduan alkohol atau kadar gula yang sangat rendah (hipoglikemi).

    Menurut International League Against Epilepsy (ILAE), epilepsi dapat

    didiagnosis setelah mengalami satu kali kejang, jika seseorang berada

    dalam kondisi dimana mereka memiliki risiko tinggi untuk menderita

    kejang lagi. Kejang pada epilepsi mungkin berhubungan dengan

    trauma otak atau kecenderungan keluarga tetapi kebanyakan penyebab

    epilepsi tidak diketahui.4

    Epilepsi lobus temporalis yaitu kejang berulang tanpa

    provokasi yang berasal dari medial atau lateral lobus temporalis,

    biasanya berupa kejang parsial kompleks dengan atau tanpa penurunan

    kesadaran dan dapat berupa kejang parsial sederhana tanpa gangguan

    kesadaran, dengan atau tanpa aura.5

    Epilepsi lobus temporal merupakan jenis epilepsi yang banyak

    ditemukan pada orang dewasa, pada kebanyakan kasus region

    epileptogenik melibatkan struktur mesial lobus temporal, terutama

    hippocampus, amygdala, girus parahipocampus. Kejang biasanya

  • 7/26/2019 203760791 Epilepsi Lobus Temporalis

    8/26

    dimulai pada masa anak-anak atau remaja, dan ummnya terdapat

    riwayat demam. Hampir semua pasien epilepsi lobus temporal,

    memiliki tipe kejang parsial kompleks dan beberapa diantaranya

    kejang umum sekunder.6

    c. Klasifikasi

    Ada dua klasifikasi epilepsi yang direkomendasikan oleh ILAE yaitu

    pada tahun 1981 dan tahun 1989.1,7

    International League Against Epilepsy (ILAE) pada tahun 1981

    menetapkan klasifikasi epilepsi berdasarkan jenis bangkitan (tipe

    serangan epilepsi):

    1. Bangkitan parsial

    a. Bangkitan parsial sederhana (kesadaran baik)

    1) Dengan gejala motorik

    2)

    Dengan gejala sensorik

    3) Dengan gejala otonom

    4) Dengan gejala psikis

    b. Bangkitan parsial kompleks (kesadaran terganggu)

    1) Bangkitan parsial sederhana diikuti dengan gangguan

    kesadaran

    2) Bangkitan kesadaran saat awal serangan

  • 7/26/2019 203760791 Epilepsi Lobus Temporalis

    9/26

    c. Bangkitan parsial yang menjadi umum sekunder

    1) Parsial sederhana menjadi tonik-klonik

    2)

    Parsial kompleks menjadi tonik-klonik

    3) Parsial sederhana menjadi parsial kompleks menjadi tonik-

    klonik

    2. Bangkitan umum

    a. Lena (absence)

    1) Tipikal lena

    2)

    Atipikal lena

    b. Mioklonik

    c. Tonik

    d. Klonik

    e. Tonik-klonik

    f. Atonik (Astatik)

    3. Bangkitan yang tidak terklasifikasi.

    Klasifikasi ILAE tahun 1981 di atas ini lebih mudah digunakan untuk

    para klinisi karena hanya ada dua kategori utama, yaitu

    a. Serangan fokal yaitu bangkitan epileptik yang dimulai dari fokus

    yang terlokalisir di otak.

    b.

    Serangan umum yaitu bangkitan epileptik terjadi pada daerah

    yang lebih luas pada kedua belahan otak.

  • 7/26/2019 203760791 Epilepsi Lobus Temporalis

    10/26

    Klasifikasi menurut sindroma epilepsi yang dikeluarkan ILAE tahun

    1989 adalah :

    1. Fokal/partial (localized related)

    a. Idiopatik (berhubungan dengan usia awitan)

    1) Epilepsi benigna dengan gelombang paku di daerah

    sentrotemporal (childhood epilepsy with centrotemporal

    spikes)

    2)

    Epilepsi benigna dengan gelombang paroksismal pada

    daerah oksipital

    3) Epilepsi primer saat membaca (primary reading epilepsy)

    b. Simptomatik

    1) Epilepsi parsial kontinua yang kronik progresif pad anak-

    anak (Kojenikows Syndrome)

    2) Sindrom dengan bangkitan yang dipresipitasi oleh suatu

    rangsangan (kurang tidur, alkohol, obat obatan,

    hiperventilasi, reflex epilepsi, stimulasi fungsi kortikal

    tinggi, membaca)

    3) Epilepsi lobus temporal

    4)

    Epilepsi lobus frontal

    5) Epilepsi lobus parietal