All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
...

1. Buku Konstruksi Bangunan_1 2013

by asa-saefulloh-achmad

on

Report

Category:

Documents

Download: 2

Comment: 0

225

views

Comments

Description

Download 1. Buku Konstruksi Bangunan_1 2013

Transcript

KONSTRUKSI BANGUNAN Jilid-1 Untuk SMK Penulis : Robert Siagian Ukuran Buku : …… x …… cm Desain Sampul : ... Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2014 Buku berjudul Konstruksi Bangunan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan teori dan praktik tentang bangunan, baik itu bangunan sipil kering maupun bangunan sipil basah, dan buku ini disusun dalam dua bentuk, yaitu konstruksi bangunan_1 dan konstruksi bangunan_2, yang berkesinambungan. Pada dasarnya konstruksi bangunan merupakan teori dan pengetahuan yang sifatnya pengantar bagi siswa untuk memahami tentang pengetahuan bahan, spesifikasi, karakteristik guna mereka mampu mengaplikasikannya dalam praktek di lapangan. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang pada prkateknya di dunia kerja sebagai pelaksana dan juga sebagai pengawas, dapat meningkat menjadi perencana bangunan, tentu buku ini adalah pengantar mereka menuju pelajaran konstruksi atau struktur pada pelajaran keahliannya. Sehingga setiap siswa yang mempelajari buku ini diharapkan memiliki rasa ingin tau untuk lebih mendalam belajar konstruksi seperti konstruksi batu, konstruksi kayu, konstruksi baja, konstruksi jalan dan jembatan,konstruksi bangunan hidrolis dan lain-lain yang akan menjadikannya menjadi mausia yang terampil dan bisa melakukan analisis, perencanaan dan pelaksana bangunan Penyusunan buku ini merupakan bagian dari program penulisan bahan ajar SMK, yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah kejuruan (PSMK). Program pembuatan bahan ajar ini, adalah bagian dari peningkatkan mutu pendidikan kejuruan, melalui sarana buku bahan ajar. Penyusunan materi bahan ajar ini, tentu diambil dari berbagai sumber, baik itu materi diklat, bahan ajaryang ada, modul dan sumber lain yang berkenaan dengan topik dan gambar yang dimuat. Dengan demikian adanya buku ini diharapkan akan semakin memperkaya referensi pada Sekolah Menengah Kejuruan. Ucapan terima kasih disampaikan kepada pihak-pihak yang membantu penyelesaian buku ini, teman widyaiswara, dosen, pelaksana bangunan, dan seluruh rekan guru SMK di Indonesia. Akhirnya buku ini masih jauh dari sempurna, banyak kekurangan yang perlu untuk dilengkapi. Kritik dan saran untuk kesempurnaan buku ini sangat diharapkan. Semoga buku ini dapat dimanfaatkan bagi pengembangan bahan ajr pendidikan menengah kejuruan. Bandung, Awal Januari 2014 Robert Siagian, Dr, MP Judul Buku dan Katalog ii Kata Pengantar iii Daftar Isi iv Bab 1 Kayu 1 A. Pendahuluan 2 B. Karakteristik Kayu 3 1. Sifatdan Karakteristik Kayu 6 2. Pemeriksaan Kayu 8 3. Keawetan kayu 11 4. Sifat Mekanik Kayu 15 C. Kayu Hasil Olahan 20 1. Pemeriksaan Kayu Olahan 25 Bab 2 Beton 29 A. Pendahuluan 30 B. Campuran Beton 31 1. Batu Beton 31 2. Pasir 34 3. Semen (PC) 36 C. Adukan Beton 43 1. Pekerjaan Pengecoran Beton 45 2. Pekerjaan Beksiting Beton 49 Bab 3 Lantai 53 A. Pendahuluan 54 B. Material Lantai Bangunan 58 1. Lantai Plesteran 59 2. Lantai Keramik 59 3. Lantai Marmer 64 4. Lantai Granit 65 5. Lantai Mozaik 66 6. Lantai Kayu 68 7. Lantai Kayu Olahan 71 8. Lantai Batu Alam 72 9. Lantai Karpet 74 Bab 4 Atap 78 A. Pendahuluan 79 B. Jenis Penutup Atap 80 1. Atap Dari Bahan Tumbuhan 81 1.1 Atap Ilalang 81 1.2 Atap Rumbia 81 1.3 Atap Ijuk 83 1.4 Atap Sirap 85 2. Atap Bahan Logam 88 2.1 Atap Seng 88 2.2 Atap Spandek 89 3. Atap Genteng 94 3.1 Genteng Tanah Tradisonal 94 3.2 Genteng Keramik 95 3.3 Genteng Beton 96 3.4 Genteng Aspal (Bitumen) 99 3.5 Genteng Metal 101 4. Atap beton 104 5. Atap kaca 106 6. Atap Polycarbonate 107 7. Atap Asbes 109 C. Model (Bentuk) Penutup Atap 116 Bab 5 Konstruksi Rangka Atap 123 A. Pendahuluan 124 B. Konstruksi Rangka Atap 125 1. Struktur Rangka Atap 134 2. Bentuk Kuda-kuda 139 C. Model Pembebanan Pada Konstruksi Kuda-kuda 142 D. Bahan Rangka Atap 148 1. Konstruksi Rangka Atap Kayu 148 2. Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan 155 Bab 6 Baja 160 A. Baja Sebagai Bahan Konstruksi Bangunan 162 1. Keunggulan Baja Sebagai Bahan Konstruksi 162 2. Sifat Mekanis Baja 164 3. Ketentuan Baja Bahan Konstruksi 165 B. Baja Profil 166 C. Sambungan Baja 172 1. Sambungan Menggunakan Baut 173 2. Sambungan Menggunakan Paku Keling 175 3. Sambungan Menggunakan Las 179 Bab 7 Almunium 182 A. Almunium Sebagai Bahan Konstruksi 183 B. Kusen Almunium 187 1. Sambungan Konstruksi Almunium 198 C. Almunium Foil 199 Bab 8 Cat 205 A. Cat SebagaiBahanBangunan 206 B. Cat Air (water based) 208 1.TeknikPengecatanMenggunakan Cat Tembok 209 C. Cat Minyak(solvent based) 214 1. TeknikPengecatanMenggunakan Cat Minyak 217 Bab 9 Adukan 222 A. Pendahuluan 223 B. Bahan Adukan 224 1. Air Untuk Adukan 225 2. Pasir 227 3. Semen 230 3.1 Bahan Utama Semen 232 4. Kapur 233 C. Adukan Beton 235 1. Teknik Campuran Adukan Beton 237 2. Mutu Beton 242 3. Uji Kuat Beton 245 D. Adukan Plesteran dan Pasangan 246 1. Adukan Pasangan Bata dan Batu Kali 249 Bab 10 Pekerjaan Bangunan Sipil (28 Jp) 252 A. Pendahuluan 253 B. Ruang Lingkup Pekerjaan Konstruksi Bangunan Sipil 256 1. Bidang Ilmu dalam Teknik Bangunan 258 1.1 Teknik Sipil 259 1.2 Arsitektur 260 1.3 Mekanikal, Elektrikal, dan Plambing (MEP) 261 1.4 Fisika Bangunan 261 1.5 Studi kelayakan dan analisis proyek 261 C. Pekerjaan Bangunan Sipil Kering 262 1. Bangunan Rumah tinggal 265 D. Pekerjaan Bangunan Sipil Basah 270 1. Bangunan Pondasi 272 1.1 Pondasi Dangkal 273 1.2 Pondasi Dalam 276 2. Bangunan Jalan dan Jembatan 277 2.1 Bangunan Jalan 278 2.2 Bangunan Jembatan 281 3. Bangunan Hidrolis 284 3.1 Perencanaan Bendung 285 Judul Buku dan Katalog ii Kata Pengantar iii Daftar Isi iv Bab 11 Pekerjaan Batu dan Beton (28 JP) 1 A. Pekerjaan Pengukuran Lapangan 2 1. Pengukuran Membuat Garis Siku 3 2. Pengukurna Membuat Bidang Datar 5 B. Pekerjaan Memasang Papan Duga 7 C. Pekerjaan Dinding Bangunan 11 1. Dinding Batu Bata 14 2. Dinding Hebel 26 3. Dinding Batako 29 4. Dinding Batu Alam 37 5. Dinding Penahan Tanah 38 6. Dinding Beton 41 7. Dinding Partisi 44 7.1 Papan Gypsum 45 7.2 Papan Kalsium 47 7.2 Papan Triplek/ Multiplek 49 Bab 12 Pekerjaan konstruksi Baja (28 JP) 51 A. Pendahuluan 52 B. Konstruksi Baja Profil Pada Bangunan 1. Gambar dan Notasi Baja 56 2. Sambungan Baja 59 2.1 Tipe Sambungan Baja 60 2.2 Gambar Sambungan Baja Profil 67 2.2.1 Sambungan Las 72 3. Pekerjaan Kuda-kuda Baja Profil 79 4. Konstruksi Baja Ringan 89 Bab 13 Pekerjaan Konstruksi kayu (28 JP) 95 A. Sambungan Kayu 96 1. Alat-Alat Penyambung Kayu 98 1.1 Sambungan dengan paku 98 1.2 Sambungan dengan baut 101 1.3 Sambungan Dengan Perekat 105 2. Sambungan Kayu Memanjang 112 3. Sambungan Kayu Melebar 117 4. Sambungan Kayu Menyudut 126 B. Pekerjaan Kusen Kayu 136 1. Teknik Pemasangan Kusen Pintu 141 2. Teknik Pemasangan Daun Pintu dan Jendela 141 C. Konstruksi Kuda-kuda Kayu 145 D. Konstruksi Loteng Kayu 155 E. Konstruksi Plafon Kayu 161 Bab 14 Pondasi (10 JP) 162 A. Pendahuluan 163 B. Jenis-jenis Pondasi 166 1. Pondasi Langsung 166 2. Pondasi Tidak Langsung 181 a. Pondasi tiang Pancang 182 b. Pondasi Bored Pile 185 C. Perencanaan Pondasi 189 Bab 15 Utilitas Bangunan (10 JP) 195 A. Pendahuluan 196 B. Sistem Plambing Air Bersih 197 1. Peralata Plambing 200 2. Sistem Pemipaan Plambing 203 3. Sistem Plambing Air Bersih 205 4. Sistem Penyediaan Air Bersih 208 5. Air Panas 214 C. Sistem Plambing Air Kotor 218 a. Pipa Plambing Air Kotor 218 b. Sistem Pembuangan Air Kotor 221 c. Sistem Pembuangan Air Hujan 222 D. Utilitas Bangunan Modern 224 Bab 16 K3LH (10 JP) 234 A. Pendahuluan 235 B. Pelaksanaan K3LH Konstruksi 238 1. Pengertian K3 241 2. Peran dan Fungsi K3 242 3. Budaya K3 Kontruksi 245 4. Manajemen K3 249 5. Alat Pengaman Diri 251 C. Alat Pemadam api Ringan 257 D. Lingkungan Hidup 262 DAFTAR GAMBAR A. Pendahuluan Pengertian Pada SNI 03-3527-1994, dijelaskan Tentang Mutu dan Ukuran kayu bangunan, dijelaskan defenisi kayu seperti berikut ini. Pengertian kayu disini ialah sesuatu bahan, yang diperoleh dari hasil pohon-pohon di hutan, yang merupakan bagian dari pohon tersebut, setelah diperhitungkan bagian-bagian mana yang lebih banyak dimanfaatkan untuk sesuatu tujuan penggunaan. Baik berbentuk kayu pertukangan, kayu industri maupun kayu bakar. Kayu merupakan hasil hutan dari kekayaan alam, merupakan bahan mentah yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai kemajuan teknologi. Kayu memiliki beberapa sifat sekaligus, yang tidak dapat ditiru oleh bahan-bahan lain. Pada SNI 03-3527-1994, Pasal (4) Penggolongan Kayu bangunan dibagi dalam 3 (tiga) golongan pemakaian yaitu: · 4.1 Kayu bangunan structural Ialah kayu bangunan yang digunakan untuk bagian struktural bangunan danpenggunaannya memerlukan perhitungan beban · 4.2 Kayu bangunan non-strukturalIalah kayu bangunan yang digunakan dalam begian bangunan, yangpenggunaannya tidak memerlukan perhitungan beban. · 4.3 Kayu bangunan untuk keperluan lain Ialah kayu bangunan yang tidak termasuk kedua penggolongan butir 4.1;dan 4.2; tersebut diatas, tetapi dapat dipergunakan sebagai bahanbangunan penolong ataupun bangunan sementara. Gambar 1-1 : Rumah Dari Kayu Diskusikan dengan temanmu ! Selain sebagai bahan bangunan, kayu dapt dijadikan apa saja, perhatikan di sekeliling sekolah kemudan pikirkan apa yang ada di sekitar rumahmu. Masing-masing dari kamu, membuat dua contoh. 1. ……………………………………………………………………………… 2. ……………………………………………………………………………… Kemudian diskusikan bersama, selain untuk kebutuhan pembangunan rumah atau gedung, untuk apa saja kayu digunakan, dan dapatkah kamu memahami maksud apa itu kayu bangunan struktural dan non struktural ? B. Karakteristik Kayu Kayu adalah salah satu bahan bangunan yang sudah lama dikenal oleh masyarakat dan merupakan bahan yang sangat sering dipergunakan,  termasuk sebagai bahan konstruksi bangunan, yang berfungsi sebagai struktur dan non struktur bangunan.Di Indonesia terdapat banyak sekali jeniskayu dari banyaknya jenis pohon yang dihasilkan sebagai hasil yangmempunyai sifat-sifat yang berbeda. Setiap jenis tumbuhan akan memiliki hasil kayu yang berbeda sifat-sifat nya (kayu), sehingga dalam pemilihan atau penentuan jenis untuk tujuan penggunaan sesuai dengan yang diinginkan, apakah untuk konstruksi (struktur), apakah itu digunakan sebagai perabot, atau sebagai bahan untuk kebutuhan seni non struktur. Bahan konstruksi kayu yang berasal dari pohon, dikenal antara lain sebagai papan, balok persegi, balok bulat, multiplek, bahkan bentuk lain hasil rekayasa industri banyak dijual di pasaran. Kayu adalah bahan alam yang tidak homogen, yang dipengaruhi oleh pola pertumbuhan batang dan kondisi lingkungan pertumbuhan, karakteristik, sifat fisis dan sifat mekanis kayu berbeda pada arah longitudinal, radial, dan tangensial. Perbedaan ketiga arah kayu dapat dilihat potongan tampang kayu pada arah longitudinal, radial, dan tangensial, mempengaruhi kekuatan kayu, kekuatan pada arah longitudinal lebih besar dibandingkan dengan arah radial maupun tangensial. Berikut adalah gambar susunan potongan kayu, yang diambil dari potongan sebuah pohon, sebelum diolah menjadi bahan konstruksi. Gambar 1-2: Potongan Arah Serat Kayu Pemilihan dan penggunaan kayu untuk suatu tujuan, memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat kayu, pemilihan jenis kayu yang tepat serta tersedia berdasarkan sifat-sifat yang dibutuhkan, bila jenis kayu yang dibutuhkan pada suatu konstrukksi tidak diperoleh jenis kayu, dapat dipilih jenis kayu lainnya yang sesuai sifat serta karakteristiknya. Penggantian jenis kayu lain berdasarkan penggantian jenis kayu lain apabila jenis yang bersangkutan sulit didapat pada lokasi pekerjaan konstruksi bangunan yang akan atau sedang dilaksaakan. Pada masa lalu perancangan konstruksi kayu dilakukan secara dan coba-coba tanpa menggunakan perhitungan mekanika, sehingga pemanfaatan kayu menjadi kurang optimal dan cenderung boros. Pada zaman sekarang ini melalui analisis konstruksi, analisis dan perencanaan dengan perhitungan mekanika yang detail, perencanaan konstruksi kayu dapat dilakukan secara tepat dan rasional, dengan demikian, pemakaian kayu menjadi lebih efektif dan ekonomis. Amati nama pohon di sekitarmu, setiap daerah memiliki berbagai jenis pohon, dapatkah kamu kenali nama dan jenis pohon, seperti pohon durian, pohon pinus atau pohon kayu keras seperti jati ?.Dari jenis pohon tersebut, tentu sebagian dapat dijadikan papan atau balok kayu atau bahan lain, yang kemudian dijadikan bahan bangunan yang bersifat struktural dan non structural. Pohon pinus, akan sangat baik dijadikan kusen dan daun pintu/jendela, ini adalah bangunan non struktural, kemudian kayu jati dapat dijadikan tiang atau balok pada bangunan rumah sebagai bangunan struktural. Diskusikan dengan teman kelompokmu, apa yang menyebakan sehingga kayu itu dikelompokkan pada bangunan structural dan non structural, apa pemahaman mu, jelaskan. 1. Sifat dan karakteristik kayu Sifat kayu tidak terlepas dari sifat “pohon”, yang mempunyai arah serat vertikal dan sifat arah radial, dimana kayu tersusun dari dinding sel-sel senyawa kimia, berupa selulosa dan hemiselulosa. Bahan kayu bersifat anisotrofik yaitu memperlihatkan sifat-sifat yang berlainan jika diuji menurut tiga arah utamanya (longitudinal, tangensial, dan radial), dan Kayu merupakan satu bahan yang bersifat higroskopik yaitu dapat kehilangan atau bertambah kelembabannya akibat perubahan kelembaman dan suhu udara di sekitarnya. Sifat kayu yang tidak terlepas dari sifat pohon, dapat dilihat dari karakteristik pohon yang dijadikan kayu sebagai bahan konstruksi, dimana bagian bagian dari pohon terdiri dari kulit, kambium, gubal kayu, hati,lingkaran tumbuh dan jari jari kayu. Berikut ini adalah dapat dilihat potongan bagian bagian dari sebuah pohon. Gambar 1-3 : Bagian Bagian Pohon Kayu sebagai bahan konstruksi, dalam prakteknya memiliki kelebihan dan kekurangan bila dibandingkan dengan bahan konstruksi lain, seperti baja, beton plastic dan lain lain. Kayu sebagai bahan konstruksi memiliki beberapa kelebihan seperti; Berat Jenis (BJ), Keawetan Alami, Warna, Higroskopik, Berat, Kekerasan dan lain-lain. 1) Kayu memiliki Berat Jenis (BJ) ringan, sehingga berat sendiri struktur menjadi ringan 2) Kayu mudah didapat 3) Kayu mudah dikerjakan, menggunakan alat sederhana 4) Kayu memiliki nilai estetika yang tinggi 5) Kayu dapat dibudidayakan, sebagai bahan dari alam, 6) Kayu dikenal lebih aman terhadap bahaya gempa Berat Jenis atau BJ kayu, merupakan bagian penting dari sifat kayu, BJ Kayu berkisar 0,20 sampai 1,28. Makin berat kayu itu, umumnya makin kuat pula kayunya, semakin ringan BJ jenis kayu, akan berkurang pula kekuatannya. Berat jenis kayu diperoleh dari perbandingan antara berat suatu volume kayu tertentu dengan volume air yang sama pada suhu standar. Kayu sebagai bahan yang bersumber dari kekayaan alam, mudah diperoleh di mana mana, sepanjang alam masih tumbuh pohon tentu bahan kayu akan selalu ada, dan pohon dapat dibudidayakan. Kayu disebut juga sebagai sumber kekayaan alam yang dapat diperbaharui, atau diadakan lagi (renewable resoucces).Keberadaan kayu di alam berbeda dengan bahan material lain ,seperti bahan tambang misalnya, dalam sejarah keberadaban manusia telah menggunkan kayu sebgai bahan bakar dan bahan konstruksi, tetapi sampai seka\rang masih tetap eksis. Demikian juga dengan sifat bahwa Kayu mudah dikerjakan; kayu dikenal mudah dikerjakan, dapat dibentuk dan diproses dengan alat sederhana, menjadi berbagai bentuk yang di inginkan. Salah satu sifat khusus kayu adalahmemiliki nilai estetika yang tinggi; terutama dari teksturnya, demikian juga perpaduan antara tekstur serta warna kayu menghasilkan corak yang indah dan tidak ditemui pada bahan lain. Jenis dan bentuk tekstur kayu dapat didapat dari jenis pohonnya, seperti kayu jati, sonokeling, pinus yang memiliki tekstur halus dan banyak diminati orang.Demikian juga dengan warna kayu, beraneka macam warna seperti kuning, keputih-putihan, coklat muda, coklat tua, kehitam-hitaman, kemerah-merahan dan lain sebaginya.Hal ini disebabkan oleh zat-zat pengisi warna dalam kayu yang berbeda-beda.Warna suatu jenis kayu dapat dipengaruhi oleh faktor tempat di dalam batang, umur pohon dan kelembaban udara. Kekurangan Kayu antara lain adalah; a)  Sifatnya kurang homogen; b)  Mudah dipengaruhi oleh iklim/cuaca.; c)  Lendutan dapat terjadi pada keadaan kelembaban tinggi; d)  Mudah terserang serangga, jamur dan cacing laut; e)  Adanya cacat-cacat bawaan dan cacat alam, seperti : mata kayu dan pecah-pecah; dan f)  Mudah terbakar. 2. Pemeriksaan kayu Kayu merupakan bahan alam, dan kayu merupakan bahan bangunan yang banyak digunakan orang, baik dari sudut kemudahan mendapatkan, kemudahan mengolah menjadi produk industri maupun rumah tangga, dan atas pertimbangan lain. Dari aspek kekuatan, kayu cukup kuat dan dari aspek kemudahan, bahan kayu mudah dikerjakan, disambung dengan alat relatif sederhana, kemudian kayu merupakan bahan yang dapat didaur ulang dan ramah lingkungan. Pemeriksaan kayu secara kasat mata (visual) dapat dilakukan, untuk mendapatkan kualitas bahan kayu yang baik.Kualitas bahan kayu dapat kita kenali dari mulai cacat pohon, maupun cacat dari hasil gergajian.Sering kita jumpai cacat produk kayu gergajian baik yang disebabkan kesalahan akibat olah dari produk kayu, cacat karena kayu busuk, karena jamur dan kandungan air yang berlebihan, lapuk karena serangan hama. Untuk mengetahui kualitas kayu dapat dilakukan dengan berbagai cara,yaitu pengujian visual (tanpa alat),pengujian dengan memakai alat di laboratorium maupun di luarlaboratorium.Sebagai bahan konstruksi, maupun untuk digunakan sebagai bahan perabot, pemeriksaan kayu dapat di lihat dari kondisi fisik, bagaimana kondisinya lurus, bengkok, cacat, dan bagaimana warna maupun penampilan fisik, dari ukuran yaitu panjang, lebar, tebal dan kelurusan. Pemeriksaan ukuranpanjang, lebar dan tebal dapat diukur dengan alat meteran, dalam hal ukuran dikenal adanya toleransi yaitu besarnya penyimpangan dari ukuran nominal yang masih diperkenankan. SPESIFIKASI UKURAN KAYU UNTUK BANGUNAN RUMAH DAN GEDUNG SNI 03-2445-1991 RUANG LINGKUP : Spesifikasi ini mencakup ketentuan ukuran kayu gergajian yang ada di pasaran untuk dipakai dalam pembuatan bangunan rumah dan gedung. RINGKASAN: Kayu bangunan adalah kayu olahan yang diperoleh dengan jalan mengkonversikan kayu bulat menjadi kayu berbentuk balok, papan atau bentuk-bentuk yang sesuai dengan tujuan penggunaannya. · Ukuran nominal kayu untuk bangunan, tebal dan lebar minimal (10x10) m, (10x30) mm, (20x30) nm, sampai (120x120) mm, (25x30) mm, (30x30) nm, (30x50) mm, (60x80) mm, (60x100) mm, 60x120)mm, (80x80) mm, (80x100) mm, 120x120) mm. · Ukuran kayu berdasarkan penggunaan (Tabel): Ukuran panjang nominal (m): 1; 1.5; 2; 2.5; 3; 3.5; dst 5.5.; Ukuran untuk bangunan rumah dan gedung. · Kusen pintu dan jendela (mm): 60 (100, 120, 130, 150) ; 80 (100, 120, 150). · Kuda-kuda (mm): 80 (80, 100, 120, 150, 180), 100 (100, 120, 150, 180). · Kaso (mm) : 40x60; 40x80; 50x70. · Tiang balok (mm) :80 (80, 100, 120); 100 (100, 120; 120 (120, 150). · Balok antar tiang (mm): 40 (60, 80); 60 (80, 120, 150); 80 (120, 150, 180), 100 (120, 150). · Balok langit (mm): 80 (120, 150, 180, 200); 100 (150, 180, 200). Toleransi ukuran panjang kayu ditetapkan berdasarkan ukuran nominal 100 mm dan toleransi ukuran tebal dan lebar kayu ditetapkan 0-15 mm dari ukuran nominal. Ketentuan kadar air kayu adalah ukuran kayu gergajian dalam keadaan kering udara, maksimum 23%, kecuali untuk kusen daun pintu, daun jendela, jelusi dan elemen lainnya mempunyai kadar air maksimum 20%. Tabel 1-1. Ukuran kayu berdasar penggunaan Jenis Penggunaan Tebal (mm) Lebar (mm) Lis dan Jalusi 10 10,30,40,50, 60, 80 15 30,40,50,60,80,100,120,150, 180,200,220 20 40, 50,60,80, 100, 120 Papan 20 150, 180,200,220,250 30 180,200,220,250,300 40 180,200,220,250 Reng dan kaso 20 30 30 ,40,60,80, 100, 120. 35 30,40,60,80,100,120,150 50 70,80,100,120,130, 150 180,200,220,250 Balok 80 100,120,130,150,180,200,20,250 100 100, 120, 130, 150, 180, 200,220,250 Pemeriksaan Dari bahan bacaan di atas, coba sebutkan ukuran panjang masing masing kayu, yang ada di jual di dekat tempat tinggal mu,. Karena masing-masing daerah dan penghasil kayu berbeda panjang yang di sediakan. 1. Periksa ukuran panjang kayu yang tersedia 2. Periksa cacat kayu bawaan atau ketika pembuatan Buatlah catatan, dan hal apa yang belum kamu pahami tentang bahan bacaan di atas, diskusikan dengan kawan-kawanmu, dan buatlah catatannya, sebagai bahan referensi bila suatu saat kamu ke toko material (panglong) atau toko kayu, dapat menanyakan dan memeriksa ukuran kayu yang di jual. 3. Keawetan kayu Kayu sebagai bahan konstruksi memiliki kelemahan, yaitu tentang keawetan, untuk mencegah kerusakan kayu, perlu adanya pengawetan. Kerusakan kayu umumnya dikarenakan adanya serangan serangga, serangan jamur dan perusak lain. Tujuan usaha pengawetan kayu, adalah untuk menambah umur pakai kayu lebih lama terutama kayu yang dipakai sebagai bahan bangunan (konstruksi), maupun sebagai perabot atau aksesoris.Metode pengawetankayu yang sudah dikenal luas oleh penduduk kita merupakan seperti perendaman, laburan, rendaman panas serta dingin, dan saat ini dikenal dengan juga sistem vacuum. Dalam dunia konstruksi dikenal istilah keawetan dan kekuatan, hal ini berhubungan dengan kelas kayu. Oleh para ahli sesuai dengan hasil penelitian, berbagai macam kekuatan dan keawetan biasanya berhubungan, dimana biasanya kayu keras dan kuat terhadap konstruksi lebih awet dari kayu yang kurang kuat. Sebagi contoh kita ambil jenis kayu kelas awet satu, biasanya tahan terhadap basah, dan biasanya serangga seperti rayap jarang mau memakannya, kayu ini dikenal seperti kayu jati, kayu sonokeling, kayu besi, dan lain sebagainya. Berikut beberapa klasifikasi keawetan kayu. Kelas Awet Kayu, dikategorikan ke dalam beberapa kelas; 1. Kelas awet I (sangat awet), misal: kayu Jati, Sonokeling 2. Kelas awet II (awet), misal: kayu Merbau, Mahoni 3. Kelas awet III (kurang awet), misal: kayu Karet, Pinus 4. Kelas awet IV (tidak awet), misal: kayu Albasia 5. Kelas awet V (sangat tidak awet) Tabel 1-2 : Kelas Awet Kayu Berdasarkan Umurnya KELAS AWET I II III IV V Selalu berhungan dengan tanah lembab. 8 tahun 5 tahun 3 tahun Sangat pendek Sangat pendek Kayu tidak terlindungterhadap angin dan iklim, tetapi dilindungi terhadap air. 20 tahun 15 tahun 10 tahun beberapa tahun sangat pendek Kayu ditempatkan ditempat terlindung. tidak terbatas tidak terbatas sangat lama beberapa tahun pendek Kayu ditempatkan ditempat terlindung tapi dirawat, di cat, dsb. tidak terbatas tidak terbatas tidak terbatas 20 tahun tahun Kayu termakan / terserang rayap tidak jarang agak cepat sangat cepat sangat cepat Kayu termakan olehbubuk kayu, rayap dan serangga lain Berdasarkan SNI 03-3527-1994 Pasal 5.5 Ukuran toleransi kayu bangunan · 5.5.1 Ukuran lebar dan tebal nominal kayu bangunan untuk semua jenispemakaian harus sesuai table · 5.5.2 Ukuran lebar tebal nominal kayu bangunan untuk penggunaan padabangunan rumah dan gedung harus sesuai tabel 7. · 5.5.3 Ukuran panjang nominal kayu bangunan adalah: - 100 cm - 150cm - 200 cm - 250 cm - 300 cm - 350 cm - 400 cm - 450 cm - 500 cm - 550 cm - 600 cm · 5.6 Keawetan kayu, Secara alami kayu mempunyai keawetan tersendiri yang berbeda menurut jenisnya. Pedoman untuk menentukan kelas keawetan kayu dapat dilihat pada tabel 8. Tabel 6: Ukuran lebar dan tebal nominal kayu bangunan Untuk semua jenis pemakaian Tabel 7 Ukuran lebar dan tebal nominal kayu bangunan Untuk penggunaan pada bangunan rumah dan gedung Tabel 8 Kelas keawetan kayu · Baca dan pahami isi dari pasal-pasal yang tercantum dalam pasal-pasal 03-3527-1994 di atas, bila ada hal-hal yang belum kamu mengerti diskusikan dengan temanmu, dan tanyakan pada gurumu hal yang belum kamu membuat bingung. · Coba analisa pohon apa saja disekitarmu, yang termasuk kayu awet, apa nama pohon tersebut. · Komunikasikan pada temanmu, hasil pengamatanmu tentang kayu awet yang kamu ketahui, yang ada di sekitarmu. 4. Sifat Mekanik Kayu Dalam menggunakan kayu sebagai bahan bangunan, seperti tiang, balok induk, kuda-kuda, gording dan bahan konstruksi lain perlu adanya perhitungan matematis yang berhubungan dengan kekuatan konstruksi. Perhitungan matematis tersebut, berkaitan dengan sifat mekanik kayu, dimana dalam mekanika tersebut dikenal istilah tegangan dan regangan, tegangan adalah perhitungan distribusi gaya per unit luas, sedangkan renggangan perhitungan perubahan panjang per unit panjang bahan. Kemudian kekuatan lentur atau Modulus of Elasticity (MoE) adalah suatu nilai yang konstan dan merupakan perbandingan antara tegangan dan regangan dibawah batas proporsi, dan menurut kollman dan Cote (1968) kekuatan lentur patah atau Modulus of Rupture (MoE) merupakan sifat mekanis kayu yang berhubungan dengan kekuatan kayu yaitu ukuran kemampuan kayu untuk menahan beban atau gaya luar yang bekerja padanya dan cenderung merubah bentuk dan ukuran kayu. Gambar 1-4 : Konstruksi Kuda Kuda Kayu Kekuatan tekan atau keteguhan tekan (Compression stregth) suatu jenis kayu adalah kekuatan kayu untuk menahan muatan jika kayu itu dipergunakan untuk tujuan tertentu. Dalam hal ini dibadakan dua macam tekan, yaitu tekan tegak lurus arah serat dan yekan sejajar arah serat.Keteguhan tekan tegak lurus serat menentukan ketahanan kayu terhadap beban.Keteguhan ini mempunyai hubungan juga dengan kekerasan kayu dan keteguhan geser.Keteguhan tekan tegak lurus arah serat pada semua kayu lebih kecil dibandingkan keteguhan sejajar arah serat. Kekuatan tarik (Tension Strength) kayu, adalah kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha menarik kayu, dikenal   dua macam kekuatan tarik yaitu, kekuatan tarik sejajar arah serat dan kekuatan tarik tegak lurus arah serat. Dalam perhitungan mekanika kekuatan tarik terbesar pada kayu ialah kekuatan tarik sejajar arah serat.  Kekuatan tarik tegak lurus arah serat lebih kecil daripada kekuatan tarik sejajar arah serat. Gambar 1-5 : Gaya-gaya Tekan, Tarik dan Lengkung pada Serat Kayu Kemudian dalam ilmu konstruksi kayu, dikenal juga istilah keteguhan geser, yaitu ukuran kekuatan kayu dalam hal kemampuannya menahan gaya-gaya yang membuat suatu bagian kayu tersebut bergeser kebagian lain di dekatnya. Dalam hubungan ini dibedakan tiga macam keteguhan yaitu, keteguhan geser sejajar arah serat, keteguhan geser tegak lurus serat, dan keteguhan geser miring. Keteguhan geser tegak lurus arah serat jauh lebih besar dari pada keteguhan geser sejajar arah serat. Keteguhan lengkung (lentur), adalah kekuatan untuk menahan gaya-gaya yang berusaha melengkungkan kayu atau untuk menahan beban mati maupun hidup selain beban pukulan.  Terdapat dua macam keteguhan yaitu; Keteguhan lengkung statik, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang mengenainya secara perlahan-lahan, dan keteguhan lengkung pukul, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang mengenainya secara mendadak.Kekakuan tahan, adalah kemampuan kayu untuk menahan perubahan bentuk atau lengkungan.Keuletan adalah kemampuan kayu untuk menyerap sejumlah tenaga yang relatif besar atau tahan terhadap kejutan-kejutan atau tegangan-tegangan yang berulang-ulang yang melampaui batas proporsional serta mengakibatkan perubahan bentuk yang permanen dan kerusakan sebagian. Kekerasan adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya yang membuat takik atau lekukan atau kikisan (abrasi), bersama-sama dengan keuletan, kekerasan merupakan suatu ukuran tentang ketahanan kayu. Kayu adalah salah satu bahan bangunan yang sudah lama dikenal oleh masyarakat dan merupakan bahan yang sangat sering dipergunakan,  termasuk sebagai bahan konstruksi bangunan, yang berfungsi sebagai struktur dan non struktur bangunan. Pengertian Kayu,menurutSNI 03-3527-1994, dijelaskan Definisi;Kayu bangunan adalah kayu yang diperoleh dengan jalan mengkonversikan kayu bulat menjadi kayu berbentuk balok, papan ataupun bentuk-bentuk lain sesuai dengan tujuan penggunaannya.Kayu merupakan satu bahan yang bersifat higroskopik yaitu dapat kehilangan atau bertambah kelembabannya akibat perubahan kelembaman dan suhu udara di sekitarnya, Sifat kayu yang tidak terlepas dari sifat pohon, dapat dilihat dari karakteristik pohon yang dijadikan kayu sebagai bahan konstruksi (struktural dan non struktural). Kayu sebagai bahan yang bersumber dari kekayaan alam, mudah diperoleh di mana mana, dan disebut juga sebagai sumber kekayaan alam yang dapat diperbaharui, atau diadakan lagi (renewable resoucces). Sifat kayu mudah dikerjakan dapat dibentuk dan diproses dengan alat sederhana, menjadi berbagai bentuk yang di inginkan.Salah satu sifat khusus kayu adalahmemiliki nilai estetika yang tinggi; terutama dari teksturnya, demikian juga perpaduan antara tekstur serta warna kayu menghasilkan corak yang indah dan tidak ditemui pada bahan lain. Pemeriksaan kayu secara kasat mata dapat dilakukan, untuk mendapatkan kualitas bahan kayu yang baik.Kualitas bahan kayu dapat kita kenali dari mulai cacat pohon, maupun cacat dari hasil gergajian.Sering kita jumpai cacat produk kayu gergajian baik yang disebabkan kesalahan akibat olah dari produk kayu, cacat karena kayu busuk, karena jamur dan kandungan air yang berlebihan, lapuk karena serangan hama. pemeriksaan kayu dapat di lihat dari kondisi fisik, bagaimana kondisinya lurus, bengkok, cacat, dan bagaimana warna maupun penampilan fisik, dari ukuran yaitu panjang, lebar, tebal dan kelurusan. Pada penggunaan kayu sebagai bahan struktur, dikenal beberapa istilah, seperti kekuatan, kekuatan dan keawetankayu. Kekerasan adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya yang membuat takik atau lekukan atau kikisan (abrasi), bersama-sama dengan keuletan, kekerasan merupakan suatu ukuran tentang ketahanan kayu.Kekuatan tekan atau keteguhan tekan (Compression stregth) suatu jenis kayu adalah kekuatan kayu untuk menahan muatan jika kayu itu dipergunakan untuk tujuan tertentu. Kekuatan tarik (Tension Strength) kayu, adalah kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha menarik kayu, dikenal   dua macam kekuatan tarik yaitu, kekuatan tarik sejajar arah serat dan kekuatan tarik tegak lurus arah serat.Kemudian dalam ilmu konstruksi kayu, dikenal jugaistilah keteguhan geser, yaitu ukuran kekuatan kayu dalam hal kemampuannya menahan gaya-gaya yang membuat suatu bagian kayu tersebut bergeser kebagian lain di dekatnya. C. Kayu Hasil Olahan Pohon merupakan penghasil kayu, dari bahan kayu tersebut dapat diolah lagi menjadi produk lain.Di Indonesia kayu dikenal dalam berbagai bentuk, ada kayu balok utuh, papan, balok maupun dalam bentuk kayu olahan, dengan ukuran tebal, lebar dan panjang yang bervariasi. Perkembangan teknologi yang semakin canggih sekarang ini memberikan peluang untuk memproduksi berbahan dasar kayu yang lebih variatif, baik itu ombinasi dengan bahan lain maupun teknologi finishing yang ebih kreaif lagi. Dengan teknologi maju sekarang, kayu olahan sudah dibuat dengan finishing yang sesuai dengan permintaan pasar, selain produk kayu olaha di atas, produkolahan yang berasal dari kayu, seperti mainan anak-anak, benda-benda furniture, peralatan sekolah, dan lain-lain. Sekarang ini banyak perusahaan industri produk kayu yang yang memproduksi bahan bangunan dengan kombinasi bahan kayu dengan bahan lain, sehingga menghasilkan karya yang inovatif yang memeiliki corak dan warna yang menarik. Berikut adalah produk kayu olahan yang terbuat dari kayu, antara lain: 1) Kayu Lapis / Plywood 2) Kayu Gergajian/Sawntimber 3) Kayu Serpih/Chip 4) Kayu Bentukan/Moulding 5) Veneer 6) Blockboard 7) Furniture 8) Kertas 9) Pulp 10) Komponen bangunan / kayu bangunan 11) Papan Partikel/Particle Board 12) Papan Serat 13) Papan Semen Kayu hasil olahan dari limbah bangunan, yaitu kayu sisa bangunan dengan keuletan dan kemauan sekarang ini jug dapat diolah menjadi berbagai bahan yang bermanfaat. Kayu bekas bangunan yang sudah tidak terpakai dapat berubah menjadi suatu hasil karya yang unik dan menarik serta memiliki nilai jual tinggi.Limbah bangunan dari kayu, dapat diciptakan menjadi sebuah kerajinan tangan yang menarik dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Perabot dan beberapa furniture di dalam rumah menggunakan bahan kayu hasil olahan, perabot seperti meja, almari, bed, backdrop, tv cabinet, dan lain-lain saat ini banyak dibuat dari produk kayu lapis. Kayu lapis, seperti namanya, terbuat dari beberapa lapisan lembaran kayu yang direkatkan, yang diolah dari berbagai jenis kayu. Hasil kayu olahan tersebut dapat berupa partikel atau serbuk kayu maupun serat kayu seperti partikelboard, dapat pula berbentuk lapisan-lapisan kayu seperti plywood/multipleks, dan pengolahan dengan proses kimiawi seperti MDF (Medium Density Fiberboard). Proses pembuatan dari pohon menjadi kayu olahan terbilang sangat efisien dengan memanfaatkan hampir seluruh bagian dari pohon menjadi kayu olahan .Segala bagian dari pohon seperti kulit kayu, sisa potongan serbuk kayu, batang, ranting dsb dapat di proses menjadi kayu. Penggunaan bahan kayu lapis memang lebih murah dibandingkan dengan kayu solid, dimana semakin hari stok kayu solid semakin sedikit yang mengakibatkan harga yang melambung tinggi. Pembuatan kayu dalam ukuran lebar yang besar, tentu membutuhkan batang pohon yang besar, ini membuat harga kayu akan menjadi tinggi. Berbeda dengan material kayu olahan, yang lebih murah dan ekonomis sebagai bahan alternatif pembuatan furniture untuk interior rumah seperti wardrobe, kitchen set dan sebaginya.Namu demikian kayu olahan memiliki kekuatan lebih rendah dibandingkan kayu solid, karena dibuat menggunakan teknik perekatan mekanik dan kimiawi. Sekarang ini kayu olahan semakin banyak dipakai sebagai alternatif pembuatan bahan bangunan, furniture, dan bahan seni, kayu olahan jenis multipleks yang baik dapat bertahan lebih dari 10 tahun, tergantung dari kondisi ruangan dan cuaca Beberapa keuntungan yang diperoleh dari penggunaan kayu lapis jika dibandingkan dengan penggunaan kayu lain adalah: a) Susut pada arah memanjang dan melebar jauh lebih kecil, sehingga merupakan bahan yang memiliki stabilitas dimensi yang lebih baik, b) Memungkinkan penggunaaan lembaran-lembaran papan yang lebih besar, c) Memungkinkan penggunaan lembaran-lembaran papan berbentuk kurva, d) Ringannya kayu lapis hingga memudahkan perlakuan kayu lapis pada pembuatan-pembuatan bentuk tertentu, dan e) Memungkinkan mendapat efek nilai dekoratif yang lebih luas 1) Multipleks Ketebalan kayu lapis bervariasi, mulai dari 3mm, 4mm, 9mm, dan 18mm dengan ukuran penampang standart yaitu 120cm x 240cm. Kayu lapis bisa digunakan sebagai material untuk perabot, furniture, seperti kitchen set, tempat tidur, lemari, atau meja. 2) MDF (Medium Density Fiberboard) Finishing kayu MDF bisa dilakukan dengan lapisan irisan kayu tipis ( veneer ), pelapis kertas (tacon, supercon,dll ), melamik ataupun duco. Keunggulan dari MDF adalah permukaannya yang halus dan tidak berpori membuat proses finishing jauh lebih praktis dibandingkan proses finishing pada jenis kayu lainnya, kelebihan lainnya adalah, MDF dapat dilengkungkan, karena serbuk kayunya lebih lembut daripada partikel.namun ada juga kelemahannya yaitu harga yang relatif lebih mahal. 3) Blockboard Blockboard memiliki dua pilihan ketebalan, 15mm dan 18mm, harganya pun cenderung lebih murah dibandingkan kayu solid.Board yang sering digunakan di industri mebel di indonesia yaitu teak-block, yang sesungguhnya adalah multipleks di mana lapisan terluarnya adalah kayu jati, namun di bagian dalam adalah kayu luna, ini akan menambah nilai kayu tersebut, karena pola kayu yang di-jual. adalah kayu jati.Teknologi yang ada saat ini, telah memungkinkan lapisan kayu untuk direkatkan pada bahan yang ringan, seperti aluminium dan juga PVC sehingga penampilannya tetap kayu, tetapi ringan. Demikian juga untuk menambah kekuatan aggregate, antara lain memasukkan bahan kimia tambahan ke dalam campuran aggregate, dengan demikian bahan tsb akan mampu tahan air sehingga bisa dipakai di luar ruangan. Ukuran blockboard bermacam macam, dipasaran dapat dijumpai seperti ukuran tebal 0,9 – 1,8 cm, dan panjang-lebar; 122 x 244 cm. Terdiri dari satu lapis lembaran kayu yang dilapis 2 lembar kayu yang lebih tipis. Umumnya lapisan luar blockboard mempunyai tebal antara 0,5-2mm. Lapisan blockboard mempunyai serat yang bermacam-macam, mulai dari serat kayu biasa (umum dikenal dengan tripleks), serat jati (bermacam bentuk serat juga), berlapis melaminto (lapisan putih licin yang biasa digunakan untuk papan tulis yang memakai alat spidol), dan serat-serat lain dengan berbagai corak/motif. Bagian tengah blockboard yang mempunyai dimensi paling besar biasanya menggunakan kayu akasia dan meranti, karena bentuknya yang solid, bahan blockboard tidak bisa dilengkungkan. 4) Partikel Board Furniture berbahan partikel biasanya menggunakan lapisan tempel; seperti HPL, Decosit, Takonsit, dsb.Saat ini penggunaan bahan partikel sangat banyak, biasanya digunakan untuk furnitur-furniture siap rangkai yang tersebar pada toko-toko meubel.Beda dengan blockboard dan multipleks, bahan partikel tidak bisa menggunakan finishing semprot (melamin dan duco), secara kualitas/kekuatan pun jauh dibawah blockboard dan multipleks, kepadatan partikel berkisar 160-450 kg/m3. 5) Teakwood Fungsi dari teakwood adalah memberikan corak pada blockboard atau multipleks, dan corak teakwood bermacam-macam, dan biasanya teakwood dilapiskan pada blockboard yang akan menggunakan finishing melamin, sehingga serat kayu jatinya kelihatan. 6) Melaminto Jika anda pernah melihat papan tulis berwarna putih, dengan alat tulis spidol, maka itulah melaminto. Melaminto, dengan permukaan yang halus dan licin biasanya juga digunakan untuk lapisan blockboard atau multipleks yang akandifinishing duco. Permukaan melaminto yang sudah halus memudahkan dalam proses finishing. Jika tidak menggunakan melaminto (misal tanpa lapisan atau menggunakan teakwood) maka proses menjadi lama, karena harus mendempul dan mengamplas beberapa kali yang memakan waktu. Dengan menggunakan melaminto, tahap pendempulan dan pengamplasan bisa sangat tereduksi waktunya. 1. Pemeriksaan Kayu Olahan Untuk mendapatkan kualitas kayu hasil olahan yang baik, berbagai cara pemeriksaan dapat dilakukan; mulai dari pengiriman, pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik, dan sampai pada penyimpanan, agar kayu tetap dalam kondisi baik. Kayu olah umumnya menggunakan perekat lem, sebaiknya perhatikan lembar demi lembar kayu olahan, terjamin tidak terkelupas lemnya. Pemeriksaan secara visual (tanpa alat) kayu hasil olahan secara kasat mata dapat dilihat, dari mulai cacat dari pabrik, Cacat karena pengerjaan mesin (machine defect) cacat dalam proses transportasi, cacat karena jamur atau terendam air, kesemua itu akan menjadikan mutu kayu olahan menjadi berkurang. Proses transportasi dan penyimpanan yang kurang baik, akan menjadikan kayu hasil olahan melengkung, hal tersebut perlu diperhatikan juga dalam pemeriksaan. Oleh karena itu, proses penyimpanan atau mobilisasi kayu tidak menutup kemungkinan kayu akan melengkung. Demikian juga karena arah serat kayu, penyusutan bisa membuat kayu berubah bentuk.Pemeriksaan kayu hasil olahan, selain melihat faktor fisik, baik itu warna, kehalusan pabrikan, kelurusan, dan tidak cacat, selain itu untuk pemeriksaan panjang, lebar, dan tebal dapat menggunakan meteran untuk pemeriksaan ukuran. Kualitas kayu hasil olahan dapat dilihat pada permukaan luarnya, hal ini dikarenakan lapisan luar berhubungan dengan keadaan lapisan muka dan lapisan belakang dalam hal cacat alami dan cacat teknis. Cacat alami terjadi atau terdapat pada kayu lapis yang disebabkan oleh faktor alami, cacat teknis, terjadi atau terdapat pada kayu lapis yang disebabkan oleh faktor teknis atau proses pengolahan. pemeriksaan mutu lapisan luar dilakukan secara visual dan untuk mengetahui ukuran cacat digunakan meteran untuk setiap mutu ada kriteria mengenai cacat alami dan kerusakan/cacat teknis, baik kualitatif maupun kuantitatif. Pemeriksaan cacat kayu olahan yang bersifat kualitatif adalah cacat yang tidak bisa dinyatakan dengan angka, dan cacat yang bersifat kuantitatif adalah cacat yang kriterianya dapat dinyatakan dengan angka. Pemeriksaan berbagai macam cacat alami dan kerusakan/cacat teknis pada setiap standar tidak selalu sama, namun ada persamaan dalam hal cacat yang penting seperti mata kayu, lubang gerek, perubahan warna, sisipan, tambalan dan permukaan kasar. A. Pendahuluan Beton adalah campuran bahan bangunan yang terdiri dari agregat mineral kerikil, pasir, semen dan air. Bahan bangunan beton akan mengering setelah pencampuran, dan menjadi padat karena air menguap, semen berhidrasi, mengelem komponen lainnya bersama dan akhirnya membentuk material seperti-batu. Beton digunakan untuk membuat struktur bangunan, fondasi, jalan dan jembatan. Di dalam beton, agregat merupakan bahan pengisi yang netral. Dilihat dari asal bahan, agregat terdiri dari dua macam, yaitu agregat batuan alam dan agregat buatan, untuk agregat batuan alam, berdasarkan ukurannya terbagi 2 macam,yaitu agregat halus (pasir) dan agregat kasar (kerikil atau kricak/batu pecah). Pekerjaan adukan beton dapat dikerjakan dengan mengatur gradasi dari agregat, gradasi agregat yang baik akan menghasilkan beton dengan kualiatas baik. Susunan beton yang baik akan menghasilkan kualitas beton yang baik. Oleh karenanya mutunya akan banyak tergantung kondisi material pembentuk ataupun pada proses pembuatannya, untuk itu kualitas bahan dan proses pelaksanaannya harus dikendalikan agar dicapai hasil yang optimal. Dalam konstruksi beton dikenal istilah mutu dengan symbol “K”, dimana K - XXX menyatakan karakteristik dari kuat tekan beton yang digunakan. Karakteristik beton beda-beda, tergantung perbandingan campurannya, seperti ; K - 150 artinya kuat tekan betonnya 150 kg / cm2  dan K- 300 artinya kuat tekan betonnya 300 kg / cm2 , dan seterusnya. Beton mutu K - 150 juga kira-kira setara dengan mutu beton fc' 15 MPa atau kuat tekan 15 MPa / m2, untuk mendapat kuat tekan beton ini, tergantung campurannnya terutama semen dan air, misalnya untuk membuat beton dengan mutu K - 225, kira-kira butuh perbandingan campuran antara semen : pasir : agregat kasar : dan air sebesar 1 : 2 : 3 : 0.5  B. Campuran Beton 1. Batu Beton Bahan beton berupa agregat kasar, yaitu batu beton atau kerikil atau batu pecah, sebagai bahan agregat kasar, terdiri dari batuan alam utuh, dan batuan alam yang dipecah. Kerikil  (gravel) adalah bebatuan kecil dan biasanya diambil dari sungai, dan ada pula batu granit yang dipecahkan. Ukuran kerikil yang selalu digunakan ialah antara 2 mm dan 75 mm. Selan utnuk bahan beton, kerikil sering digunakan dalam pembangunan badan jalan, dan sebagai batu campuran untuk sirtu. Batu kerikil, dapat dibedakan atas; kerikil galian, kerikil sungai dan kerikil pantai.Kerikil galian biasanya mengandung zat-zat seperti tanah liat, debu, pasir danzat-zat organik.Kerikil sungai dan kerikil pantai biasanya bebas dari zatzatyang tercampur, permukaannya licin dan bentuknya lebih bulat, kerikil alam yang kasar akanmenjamin pengikatan adukan lebih baik. Terdapat beberapa jenis batu kerikil yang sudah dikenali, yakni: · Kerikil tepi · Kerikil pantai · Cadas teluk · Cadas tumbukan · Kerikil tumbukan · Kerikil murni · Kerikil sisa · Kerikil Piemonte · Kerikil gunung · Kerikil sungai Batu pecah atau disebut juga kricak(Split Stone / Batu Split/ Batu Pecah), adalah agregat kasar yang diperoleh dari batu alamyang dipecah, berukuran 5-70 mm. Proses panggilingan biasanyadilakukan dengan mesin pemecah batu (crusher).Batu beton atau split untuk betonmempunyai bentuk bervariasi sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dalam membuat sebuah konstruksi bangunan. Istilah bentuk atau tipe batu split untukb Beton disebutkan sesuai ukurannya di pasaran ada 1-2, 2-3, dan 3-4 dalam ukuran centi meter. Sebagai contoh jika kita akan mengerjakan konstruksi bangunan sebuah tiang atau kolom cor beton dengan ukuran 20 cm x 30 cm atau 30 cm x 30 cm kita bisa menggunakan batu split ukuran terbesar yaitu tipe  3-4, tetapi jika kita akan mengerjakan pengecoran kolom praktis yang hanya berukuran 10 cm x 10 cm maka sebaiknya kita menggunakan ukuran yang paling kecil yaitu tipe 1-2. Menurut ukurannya, batu beton jenis spilt/kricak dapat dibedakan atas; a. Ukuran butir : 5 - 1 0 mm disebut spilt/kricak halus, b. Ukuran butir : 10-20 mm disebut spilt/kricak sedang, c. Ukuran butir : 20-40 mm disebut spilt/kricak kasar, d. Ukuran butir : 40-70 mm disebut spilt/kricak kasar sekali. Gambar 2-1 : Batu Beton (Kerikil/Spilt) Pada umumnya yang dimaksud dengan agregat kasar adalah agregat dengan besar butir lebih dari 5 mm, sebagai bahan adukan beton, maka agregat kasar harus diperiksa baik secar visual dan bila perlu menggunakan laboratorium pengujian, untuk mutu beton khusus. Bahan betin agregat kasar harus terdiri dari butir-butir keras dan tidak berpori, agregat kasar yang mengandung butir-butir pipih hanya dapatdipakai, apabila jumlah butir-butir pipih tersebut tidak melebihi 20%dari berat agregat seluruhnya. Butir-butir agregat kasar harus bersifatkekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh-pengaruhcuaca.Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1%, ditentukan terhadap berat kering, dan juga tidak boleh mengandung zat-zat yang dapatmerusak beton. 2. Pasir Pasir adalah agregat halus bahan beton, agregat halus adalah butiran halus yang memiliki kehalusan 2mm – 5mm, dan menurut SNI 02-6820-2002 , agregat halus adalah agregat dengan besar butir maksimum 4,75 mm, agregat halus merupakan agregat yang besarnya tidak lebih dari 5 mm, sehingga pasir dapat berupa pasir alam atau berupa pasir dari pemecahan batu yang dihasilkan oleh pemecah batu. Sementara itu, menurut SNI 1737-1989-F , agregat adalah sekumpulan butir-butir batu pecah, kerikil, pasir,atau mineral lainnya baik berupa hasil alam maupun hasil buatan. Pasir adalah bahan batuan halus, terdiri dari butiran dengan ukuran 0,14-5 mm, didapat dari basil desintegrasi batuan alam (natural sand)atau dengan memecah (artificial sand). Sebagai bahan adukan, baik untuk spesi maupun beton, maka agregat halus harus diperiksa secara lapangan. Persyaratan agregat halus secara umum menurut SNI 03-6821-2002 adalah sebagai berikut: a) Agregat halus terdiri dari butir-butir tajam dan keras. b) Butir-butir  halus bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca. Sifat kekal agregat halus dapat di uji dengan larutan jenuh garam. Jika dipakai natrium sulfat maksimum bagian yang hancur adalah 10% berat. Sedangkan jika dipakai magnesium sulfat c) Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% (terhadap berat kering), jika kadar lumpur melampaui 5% maka pasir harus di cuci Gradasi agregat adalah distribusi ukuran butiran dari agregat. Bila butir-butir agregat mempunyai ukuran yang sama (seragam) volume pori akan besar. Sebaliknya bila ukuran butir-butirnya bervariasi akan terjadi volume pori yang kecil. Hal ini karena butiran yang kecil mengisi pori diantara butiran yang besar, sehingga pori-porinya sedikit, dengan kata lain kemampatannya tinggi. Pada agregat untuk pembuatan beton diinginkan suatu butiran yang berkemampatan tinggi, karena volume pornya sedikit maka bahan pengiat yang dibutuhkan juga sedikit. Menurut SK SNI T-15-1990-03 , kekasaran pasir dapat dibedakan menjadi empat kelompok menurut gradasinya, yaitu : 1) Pasir Kasar 2) Pasir Agak Kasar 3) Pasir Agak Halus 4) Pasir Halus Pemeriksaan pasir, sebagai bahan bangunan, yaitu dengan cara penggenggaman, dilakukan denngan mengambil pasir dengan kelembaban agak tinggi atau dalam kondisi agak basah (tapi jangan terlalu basah), lalu digenggam kuat-kuat dan dilepas. Jika tetap menggumpal maka kadar lumpur cukup tinggi, kandungan lumpur juga dapat terlihat di telapak tangan. Kemudian dengan cara penenggelaman pasir dilakukan dengan menggenggam pasir lalu memasukkan tangan ke dalam air jernih, lalu dibuka dan digerak-gerakkan perlahan, dan akan terlihat partikel lumpur yang terpisah dari pasir. Jika terdapat partikel yang mengambang atau mengapung, maka perlu dicurigai kandungan organik yang cukup tinggi pada pasir. Berikut ini dapat dilakukan pemeriksaan lapangan dengan cara sederhana. Pemeriksaan kandungan bahan organik agregat halus (pasir) di lapangan; a) Masukkan pasir dalam gelas atau botol bening  b) Campurkan larutan soda api 3%  c) Aduk atau kocok, lalu diamkan 24 jam jika larutan menjadi berwarna coklat tua, mengindikasikan kandungan organik dalam agregat cukup tinggi, Indikasi kandungan organik juga dapat terlihat jika pasir ditenggelamkan dalam air jernih, yaitu apabila terlihat partikel mengambang Pemeriksaan kandungan lumpur agregat halus (pasir) di lapangan ada beberapa cara, yaitu; a) Peremasan atau penggosokan  (tidak terukur) b) Penggenggaman (tidak terukur) c) Penenggelaman pasir di air jernih (tidak terukur) d) Pengocokan (terukur) Tiga pemeriksaan sederhana pertama merupakan pemeriksaan tidak terukur, yang hanya dilakukan untuk pemeriksaan cepat ketika menerima material atau melakukan inspeksi cepat. Cara peremasan atau penggosokan dilakukan dengan mengambil pasir kering udara atau sedikit lembab lalu diremas-remas dengan satu tangan atau digosok di antara dua telapak tangan, lalu dilihat partikel yang menempel di telapak tangan, menunjukkan perkiraan kadar lumpur yang terkandung dalam pasir. 3. Semen (Portland Cement/PC) Semen adalah zat yang digunakan untuk merekat batu, bata, batako, maupun bahan bangunan lainnya. Sedangkan kata semen sendiri berasal dari bahasa latin caementum , yang artinya "memotong menjadi bagian-bagian kecil tak beraturan". Sejarah menceritakan bahwa fungsi semen sejak zaman dahulu, pertama kali ditemukan di zaman Kerajaan Romawi, tepatnya di Pozzuoli, dekat teluk Napoli, Italia. Bubuk itu lantas dinamai pozzuolana. Semen, sebelum mencapai bentuk seperti sekarang, perekat dan penguat bangunan ini awalnya merupakan hasil percampuran batu kapur dan abu vulkanis.Sejarah menjelaskan dalam perkembangan peradaban manusia khususnya dalam hal bangunan, tentu kerap mendengar cerita tentang kemampuan nenek moyang merekatkan batu-batu raksasa hanya dengan mengandalkan zat putih telur, ketan atau lainnya. Semen Portland (sering disebut sebagai OPC, dari Ordinary Portland Cement) adalah jenis yang paling umum dari semen dalam penggunaan umum di seluruhdunia karena merupakan bahan dasar beton, plesteran semen, dan sebagian besarnon-nat khusus. Ini adalah bubuk halus yang diproduksi dengan menggiling klinker semen Portland (lebih dari 90%), jumlah terbatas kalsium sulfat (yang mengontrol waktu yang ditetapkan) dan sampai 5% bagian kecil sebagaimana diizinkan oleh berbagai standar. Sejarah Semen Portland dikembangkan dari semen alami yangterbuat di Inggris pada awal abad kesembilan belas, dan namanya berasal darikemiripannya dengan batu Portland, jenis bangunan batu yang digali di Isle of Portland di Dorset, Inggris. Penggunaan yang paling umum untuk semen Portland adalah dalam produksi beton, adalah material komposit yang terdiri dari agregat kerikil, pasir, semen, dan air. Sebagai bahan konstruksi, beton dapat dicetak dalam hampir semua bentuk yang diinginkan, dan sekali mengeras, dapat menjadi elemen struktur. Penggunaan Semen Portland (PC) juga digunakan dalam mortar, yaitu campuran pasir denga air saja. Adonan campuran semen dengan air dicampur dalam beberapa jam dapat mengeras, dan semakin lama akan semakin sempurna kekerasannya. Pada prinsipnya, kekuatan beton akan terus meningkat perlahan-lahan selama air tersedia untuk hidrasi lanjutan, beton biasanya kering setelah normalnya 21 hari, dan lama kelamaan akan mencapai titik kekerasan maksimal. Semen portland diklasifikasikan dalam lima tipe yaitu : 1) Tipe I (Ordinary Portland Cement); Semen Portland untuk penggunaan umum yang tidak memerlukan persyaratn khusus seperti yang dipersyaratkan pada tipe-tipe lain.Tipe semen ini paling banyak diproduksi dan banyak dipasaran 2) Tipe II (Moderate sulfat resistance); Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat atau panas hidrasi sedang. Tipe II ini mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah dibanding semen Portland Tipe I. Pada daerah–daerah tertentu dimana suhu agak tinggi, maka untuk mengurangi penggunaan air selama pengeringan agar tidak terjadiSrinkege (penyusutan) yang besar perlu ditambahkan sifat moderat “Heat of hydration”. Semen Portland tipe II ini disarankan untuk dipakai pada bangunan seperti bendungan, dermaga dan landasan berat yang ditandai adanya kolom-kolom dan dimana proses hidrasi rendah juga merupakan pertimbangan utama 3) Tipe III (High Early Strength); Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan yang tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi.Semen tipe III ini dibuat dengan kehalusan yang tinggi blaine biasa mencapai 5000 cm2/gr dengan nilai C3S nya juga tinggi. Beton yang dibuat dengan menggunakan semen Portland tipe III ini dalam waktu 24 jam dapat mencapai kekuatan yang sama dengan kekuatan yang dicapai semen Portland tipe I pada umur 3 hari, dan dalam umur 7 hari semen Portland tipe III ini kekuatannya menyamai beton dengan menggunakan semen portlan tipe I pada umur 28 hari 4) Tipe IV (Low Heat Of Hydration); Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan panas hidrasi rendah. Penggunaan semen ini banyak ditujukan untuk struktur Concrette (beton) yang massive dan dengan volume yang besar, seprti bendungan, dam, lapangan udara. Dimana kenaikan temperatur dari panas yang dihasilkan selama periode pengerasan diusahakan seminimal mungkin sehingga tidak terjadi pengembangan volume beton yang bisa menimbulkan cracking (retak). Pengembangan kuat tekan (strength) dari semen jenis ini juga sangat lambat jika dibanding semen portland tipe I 5) Tipe V (Sulfat Resistance Cement); Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat. Semen jenis ini cocok digunakan untuk pembuatan beton pada daerah yang tanah dan airnya mempunyai kandungan garam sulfat tinggi seperti: air laut, daerah tambang, air payau dsb. Tabel 2-1 : Karakter Semen dan Penggunaannya NO JENIS SEMEN KARAKTER APLIKASI PENGGUNAAN 1 I · Waktu ikat awal ± 120 menit. · Waktu ikat akhir ± 300 menit Normal, tidak memerlukan persyaratan khusus 2 II · Waktu ikat = PC tipe I · Panas hidrasi sedang Moderate sulfate resistance, misal untuk konstruksi bawah tanah 3 III · Komposisi kimia setara dgntipe I · Butiran partikel jauh lebih halus High early strength, untuk struktur yg memerlukan kekuatan awal yang tinggi 4 IV · Panas hidrasi rendah Low heat of hydration, digunakan untuk struktur dengan massa beton yang besar misalnya graving dam 5 V · Perkembangan kuat tekan lebih lambat dibanding tipe I · Waktu ikat awal ± 240 menit · Waktu ikat akhir ± 480 menit High sulfate resistance, digunakan untuk konstruksi yg memerlukan ketahanan yg tinggi terhadap serangan sulfat Pemeriksaan mutu semen, mungkin tidak perlu kita bicarakan disini, karena secara standar setiap produksi semen telah mengalami pengawasan uji mutu dari pabrik.setidaknya, bila tidak ada enyimpangan dalam transportasi, setiap semen yag dikirim dalam bentuk kemasan tertutup dari toko, dijamin pasti sudah melewati uji mutu yang standar. Jadi perlu diawasi dan diperiksa adalah campuran beton, dari material semen, pasir dan spilt. Untuk konstruksi bangunan sederhana, seperti bangunan rumah tinggal, ruko, gedung pertemuan, jalan beton, pemeriksaan semen dilapangan sangat jarang dilakukan, karena semen portland yang beredardi pasaran sudah melalui pengawasan yang ketat dari mulai instansi perindustrian, perdagangan dan pengawasan mutu produk di Indonesia. Beriktu ini adalah bahan bacaan untuk pemahaman tentang bahan, syarat adukan campuran dan adukan beton. Ketentuan menurut SNI 03-4810-1998, tentang bahan berbunyi: Pasal 2.2.2 Bahan; Bahan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1) Semen sesuai dengan SNI 15-2049-1990, Semen Portland, Mutu dan Cara Uji; 2) Air sesuai SNI 03-6861.1-2002, Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Non Logam); 3) Bahan tambahan sesuai dengan SNI 03-2495-1991, Spesifikasi Bahan Tambahan untuk Beton; 4) Agregat sesuai dengan SNI 03-1750-1990 Agregat Beton, Mutu dan Cara Uji. Ketentuan menurut SNI 03-4810-1998, tentang campuran beton segar, berbunyi: Pasal 2.2.4 Campuran Beton Segar Campuran beton segar harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : · Diambil sesuai dengan SNI 03-1972-1990, Metode Pengambilan Contoh Campuran Beton Segar; · Uji slump sesuai dengan SNI 03-1972-1990, Metode Pengujian Slump Beton; · Uji kandungan udara sesuai dengan SNI 03-3418-1994, Metode Pengujian Kandungan Udara pada Beton Segar dan ASTM Standard C-231, Tets Method for Air Content of Freshly Mixed Concrete by the Pressure Method; · Pengukuran suhu sesuai dengan ASTM Standard C 1064, Test Method for Temperature of Freshly Mixed Portland Cement Concrete. SNI Untuk Konstruksi Beton, Spesifikasi Agregat Ringan Untuk Batu Cetak Beton Pasangan Dinding, [ SNI 03-6821-2002 ]. · Spesifikasi ini mencakup ketentuan mengenai agregat ringan yang digunakan dalam pembuatan batu cetak beton ringan untuk untuk pasangan dinding dan persyaratan yang meliputi komposisi kimia dan sifat-sifat fisis agregat ringan   SNI Untuk Konstruksi Beton, Spesifikasi Agregat Ringan Untuk Beton Ringan Struktur, [ SNI 03-2461-2002 ]. · Standar ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai pegangan bagi produsen/ perencana dan pelaksanaan pekerjaan beton dalam menilai mutu agregat ringan yang memenuhi persyaratan. Spesifikasi ini mencakup ketentuan mengenai agregat ringan yang digunakan dalam pembuatan beton struktural dengan pertimbangan utamanya adalah ringannya bobot dan tingginya kekuatan, yang meliputi persyaratan mengenai komposisi kimia, sifat fisis serta penggantian pasir alam. Nilai dinyatakan dalam satuan metrik yang digunakan sebagai standar SNI Untuk Konstruksi Beton, Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal, SNI 03-2834-2000 Ketentuan (pasal) 2. Acuan · SNI-03-1750-1990, Mutu dan Cara Uji Agregat Beton · SNI-15-2049-1994, Semen Portland · SK SNI S-04-1989-F, Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam), · SNI-03-2914-1992, Spesifikasi Beton Tahan Sulfat. · SNI-03-2915-1992, Spesifikasi Beton Bertulang Kedap Air · American Concrete Institute (ACI) – 1995, Design of Normal Concrete Mixes, Building Code Requirements for Reinforced Concrete · British Standard Institution (BSI) – 1973, Spesification for Aggregates from Natural Sources for Concrete, (Including Granolithic), Part 2 Metric Units. · Development of the Environment (DOE) 1975, Design of Normal Concrete Mixes, Building Research Establisment. Ketentuan (pasal) 3. Pengertian Dalam standar ini yang dimaksud dengan: 1) Beton adalah campuran antara semen Portland atau semen hidraulik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air dengan atau tampa bahan tambah membentuk massa padat; 2) Beton normal adalah beton yang mempunyai berat isi (2200 – 2500) kg/m3 menggunakan agregat alam yang dipecah; 3) Agregat halus adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi secara alami dari batu atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0 mm 4) Agregat kasar adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi alami dari batu atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 5 mm – 40 mm 5) Kuat tekan beton yang disyaratkan f ,c adalah kuat tekan yang ditetapkan oleh perencana struktur (berdasarkan benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm, tinggi 300 mm); 6) Kuat tekan beton yang ditargetkan fcr adalah kuat tekan rata rata yang diharapkan dapat dicapai yang lebih besar dari f,c; 7) Kadar air bebas adalah jumlah air yang dicampur ke dalam beton untuk mencapai konsistensi tertentu, tidak termasuk air yang diserap oleh agregat; 8) Faktor air semen adalah angka perbandingan antara berat air bebas dan berat semen dalam beton; 9) Slump adalah salah satu ukuran kekentalan adukan beton dinyatakan dalam mm ditentukan dengan alat kerucut abram (SNI 03-1972-1990 tentang Metode Pengujian Slump Beton Semen Portland); 10) Pozolan adalah bahan yang mengandung silica amorf, apabila dicampur dengan kapur dan air akan membentuk benda padat yang keras dan bahan yang tergolongkan pozolan adalah tras, semen merah, abu terbang, dan bubukan terak tanur tinggi 11) Semen Portland-pozolan adalah campuran semen Porland dengan pozolan antara 15%-40% berat total camnpuran dan kandungan SiO2 + Al2O3+Fe2O3 dalam pozolan minimum 70%; 12) Semen Portland tipe I adalah semen Portland untuk penggunaan umum tanpa persyaratan khusus; 13) Semen Portland tipe II adalah semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahan terhadap sulfat dan kalor hidrasi sedang; 14) Semen Portland tipe III adalah semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi; 15) Semen Portland tipe V adalah semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahan yang tinggi terhadap sulfat; 16) bahan tambah adalah bahan yang ditambahkan pada campuran bahan pembuatan beton untuk tujuan tertentu. C. Adukan Beton Perlu  diketahui kekuatan beton sangat bervariasi sesuai dengan komposisi yang digunakan. Menurut SNI 7394 -2008 tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton Untuk Konstruksi Bangunan Gedung.Selain komposisi teknikadukan adonan beton juga mempengaruhi kualitas beton itu sendiri. Adukan beton dapat dilakukan dengan beberapa 2 cara,yaitu; pengadukan manual dan pengadukan dengan molen. Cara pengadukan beton secara manual adalah sebagai berikut; 1. Lakukan pencampuran bahan beton di atas bak dengan dasar lantai dari papan kayu atau dari pasangan yangdiplester, ini dilakukan agar kotoran atau tanah tidakmudah tercampur; 2. Lakukan pencampuran dan pengadukan di tempat terlindung atap, terlindung dari panas matahari dan hujan; 3. Lakukan pencampuran adonan dengan perbandinganvolume. Yang lazim digunakan di lapangan adalah denganmembuat kotak takaran untuk perbandingan volume pasir, semen,dan kerikil/spilt; 4. Lakukan urutan pencampuran adukannya yaitu pasir dengan semen dahulu, yangsudah ditakar dicampur kering di dalam bak pengaduk, lalu kerikil/spilt dituangkan dalam bak pengaduk kemudian diaduk sampai merata. Setelah adukan merata, tuangkan air sesuai kebutuhan, aduksampai campuran merata dan sesuai dengan persyaratan. Gambar 2-2 : Adukan Beton Untuk pengadukan menggunakan molen, prinsip dasarnya sama dengan pengadukan secara manual, hanya proses pencampuran bahan adukan beton dilakukan di dalam molen yang terus menerus berputar.Hasil adukan beton dengan menggunakan molen lebih baik dan lebihmerata dibandingkan dengan proses pengadukan secara manual atau tangan. Pengadukan beton secara manual, agar mencapai mutu yang baik, disyaratkan sebagai berikut; a) Lakukan pengadukan beton dengan mesin pengaduk(molen), mesin pengaduk sebaiknya dilengkapi dengan alat-alat yangdapat mengukur dengan tepat jumlah agregat, semen, dan airpencampur; b) Kontrol kekentalan adukan beton terus menerus dengan jalan memeriksa slumppada setiap campuran beton yang baru, besarnya slumpdijadikan petunjuk untuk menentukan jumlah air pencampur yangtepat sesuai dengan faktor air semen yang diinginkan; c) Lakukan waktu pengadukan bergantung pada kapasitas molen, volume adukan, jenis dan susunan butir agregat, dan nilai slump, secara umum, waktu pengadukan minimal dua-tiga menit setelah semua bahan-bahan dimasukkan ke dalam molen, dan setelah selesai, adukan beton harus memperlihatkan susunan warna yang merata. Untuk memperoleh hasil maksimal mutu beton, tidak kalah penting dari hal hal yangtelah dibicarakan di atas adalah tentang pelaksanaan pengecoran beton. Saran dalam pelaksanaan pengecoran dijelaskan sebagai berikut ini; a) Pastikan pengecoran beton harus dapat mengisi semua ruangan cetakandengan padat dan dapat membungkus tulangan; b) Lakukan adukan beton ditusuk-tusuk dengan sepotong kayu, bambu atau besi, untuk menghasilkan beton yang padat dan tidak keropos, selama proses pengecoran berlangsung, dan juga bagian cetakandipukul-pukul dengan palu dari kayu, untuk keperluan pemadatan, pada pengecoran beton dapat juga di pakai alat penggetar (vibrator). Pemakaian alat penggetar tersebut harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengenai bajatulangan yang dapat mengubah kedudukan tulangan; c) Lakukan pembuatan pembatas atau mistar pengukur ketebalan untuk pengecoran lantai yang luas, tebal lantai dapat ditentukandengan membuat mistar pengukur ketebalan yang terbuat darikayu dan diberi kaki, bagian bawah mistar pengukur dibuat rata dantingginya sama dengan tebal lantai yang dicor, pada waktupengecoran telah mencapai tebalnya, mistar pengukur dapatdi pindah tempatnya; d) Lakukan pengecoran terus menerus sampai selesai, bila hal tersebut tidak memungkinkan, pengecoran dapat dihentikan padatempat-tempat tertentu yang tidak membahayakan, dengan membuat sambungan cor yang sesuai dengan persyaratan teknis. 1. Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan pengecoran beton, adalah kegiatan melaksanakan penuangan adukan beton menjadi wujud bangunan. Pembentukan wujud bangunan sesuai gambar rencana, dikerjakan dengan mengerjakan bagian bagian bangunan, untuk pekerjaan beton seperti pembuatan pondasi, pembuatan sloof, pembuatan ring balok, lantai dan lain sebagainya. Pembuatan beton dengan bentuk yang diinginkan, dibantu dengan cetakan beton, atau istilah tukang disebut dengan bekisting. Berikut ini diberikan pedoman pelaksanaan pengecoran beton, yaitu: 1) Persiapan; a) Lakukan pemeriksaan posisi beton decking dan atau kaki tulangan apakah telah dapat memberikan kepastian posisi tulangan tidak akan berubah selama dan setelah proses pengecoran dilakukan b) Lakukan pemeriksaan sudut-sudut dan sambungan dari acuan beton, apakah terdapat celah yang dapat mengakibatkan keluarnya air semen. Bila ditemukan, celah agar segera ditutup c) Lakukan pemeriksaan kekokohan dari acuan beton apakah mampu menahan beban dari adukan beton yang belum mengeras (untuk menghindarkan lendutan akibat beban adukan) d) Sambungan, permukaan beton lama yang nantinya berhubungan dengan hasil pengecoran harus mempunyai permukaan kasar dan telah disapu dengan spesi adukan semen yang sesuai dengan campuran beton baru e) Periksa mix design campuran beton yang akan dipergunakan, batasan proporsi takaran campuran sesuai kebutuhan. f) Periksa kelayakan alat penggetar (internal atau external vibrator) g) Periksa peralatan tremie atau drop bucket untuk pengecoran di bawah air h) Periksa kebersihan area yang akan di cor dari kotoran – kotoran yang ada i) Permukaan sebelah dalam acuan yang nantinya menempel dengan beton harus dibasahi dengan air atau diolesi minyak yang tidak meninggalkan bekas 2) Pelaksanaan Pengecoran Beton a) Lakukan pengecoran hanya diperbolehkan pada siang hari, kecuali diizinkan dilaksanakan pada malam hari b) Pengecoran tidak boleh dilakukan pada kondisi cuaca seperti berikut · Hujan, air hujan langsung mengenai area pengecoran · Temperature melebihi 30° C · Lengas nisbi dari udara kurang dari 40% · Tingkat penguapan melampaui 1,0 kg/m2/jam (pengecoran masih dapat dilakukan dengan penambahan admixture yang sesuai dengan kondisi tempat pekerjaan) c) Pengecoran dilakukan segera setelah selesai pengadukan dan sebelum beton mulai mengeras d) Pengecoran beton harus dilanjutkan tanpa berhenti sampai dengan sambungan konstruksi (construction joint) yang telah disetujui sebelumnya atau sampai pekerjaan selesai. Hal ini dimaksudkan agar tercapainya homogenitas beton secara keseluruhan untuk menjamin sifat kedap air e) Jarak jatuh bebas ke dalam cetakan harus pada ketinggian kurang dari 150 cm, apabila melebihi dapat menyebabkan segregasi spesi beton. Serta tidak diperkenankan menimbun beton dalam jumlah banyak di suatu tempat dengan maksud untuk kemudian meratakannya sepanjang acuan f) Lakukan slump test (test kekentalan adukan beton) selama pelaksanaan pengecoran untuk menjamin agar nilai air semen tetap sesuai dengan mix design g) Lakukan pemadatan dengan menggunakan alat penggetar (internal atau external vibrator). Hal ini dilakukan agar semua sudut-sudut terisi , sela-sela di antara dan di sekeliling tulangan terpenuhi tanpa menggeser kedudukan tulangan tersebut membuat agar permukaan menjadi rata dan halus, mengeluarkan gelembung-gelembung udara dan mengisi semua rongga. Cacat beton yang bisa ditimbulkan dari hal ini adalah terbentuknya sangkar kerikil. 3) Perawatan Beton Perawatan beton adalah pekerjaan menjaga agar mutu beton yang dihasilkan baik, dengan menjaga permukaan beton segar selalu lembab, sejak adukan beton dipadatkan sampai beton dianggap cukup keras. Kelembaban permukaan beton itu harus dijaga untuk menjamin proses hidrasi semen berlangsung dengan sempurna. Kelembaban permukaan beton menambah beton lebih tahan cuaca, dan lebih kedap air. Setelah dilakukan pengecoran, langkah yang baik agar mutu beton terjamin, seperti membasahai permukaan beton sebelum pembongkaran bekisting, menutup permukaan beton bila hujan daang. Selanjutnya beberapa cara perawatan beton yang biasa dilakukan dan untuk dapat dipedomani,antara lain yaitu; a) Lakukan perawatan setelah beton mulai mengeras dengan menyelimutinya dengan bahan yang dapat menyerap air. Lembaran bahan harus dibuat jenuh dalam waktu paling sedikit 3 hari. Perawatan beton juga dapat dilakukan dengan uap ataupun secara chemical. b) Apabila digunakan acuan kayu, acuan tersebut harus dipertahankan basah pada setiap saat sampai dibongkar. c) Lalu lintas ataupun penambahan beban selain beban sendiri tidak diperkenankan sampai beton berumur 7 hari setelah pelaksanaan pengecoran. d) Pada lantai beton yang difungsikan sebagai lantai aus harus dirawat setelah permukaannya mulai mengeras dengan cara ditutup oleh lapisan lembab setebal 5 cm paling sedikit 21 hari. Waktu pembongkaran biasanya 28 hari setelah selesai pengecoran, setelah masa waktu itu barulah dikatakan beton itu kering atau masak. Pada bagian-bagian konstruksi di mana akibat pembongkaran cetakan dan bekisting akan bekerja beban-beban yang lebih tinggi daripada beban rencana, maka cetakan dan bekisting dari bagianbagian konstruksi itu tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut tetap berlangsung. Kemudian bagian-bagian konstruksi yang keropos harus segera diperbaiki dengan melakukan penambalan. Selama 24 jam sesudah selesai dicor, beton harus dilindungi terhadap pengaruh hujan lebat, air mengalir, getaran. Selama duabelas hari setelah dicor harus dilindungi terhadap panas matahari. Cara perlindungannya adalah dengan menutup permukaan beton, menggunakan pasir basah, menutup dengan karung-karung basah, atau menyirami dengan air secara periodik. Langkah selanjutnya adalah, melakukan evaluasi terhadap pengecoran beton, dimana kegiatan ini adalah pasca pengecoan, yang fungsinya memeriksa hasil pengecoran yang dilakukan. Beberap pedoman daan langkah yang dapat dilakukan sebagai evaluasi pengeoran, yaitu; a) Periksa permukaan beton hasil pengecoran, hasil pengamatan dan penyebabnya, perhatikan kondisi beton, seperti; · Perhatikan adanya retak · Pori besar,akibat bahan (batu,kayu, dll) · Permukaan berpasir b) Tes uji sampel beton dilakukan untuk setiap mutu beton dan untuk setiap jenis komponen struktur yang dicor terpisah pada tiap hari pengecoran. Setiap pengujian minimum harus mencakup empat benda uji, dengan maksud sebagai berikut : a) Benda uji pertama di uji/test pembebanan kuat tekan sesudah 3 hari b) Benda uji kedua di uji/test pembebanan kuat tekan sesudah 7 hari c) Benda uji ketiga di uji/test pembebanan kuat tekan sesudah 14 hari d) Benda uji keempat di uji/test pembebanan kuat tekan sesudah 28 hari 2. Pekerjaan Bekisting Beton Pekerjaaan beton yang membutuhkan bentuk, dikerjakan membutuhkan bekisting (cetakan) dan tiang acuan (perancah) merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, walaupun sifatnya konstruksinya sementara. Bekisting ialah suatu konstruksi sementara yang di dalamnya atau di atasnya dapat di stel baja tulangan dan sebagai wadah dari adukan beton yang dicorkan sesuai dengan bentuk yang kita dikehendaki. Cetakan beton harus dapat menahan berat baja tulangan, adukan beton yang dicorkan, pekerja-pekerja pengecor beton dan lain sebagainya, sampai beton mengeras, sehingga dapat menahan berat sendiri dan sebagian dari beban kerja. Pada cetakan/bekisting biasanya terdiri dari bidang-bidang bagian bawah dan samping, papan-papan bagian bawah dari cetakan yang tidak terletak langsung di atas tanah harus dipikul oleh gelagar-gelagar acuan, sedangkan gelagar acuan itu harus di dukung oleh tiang-tiang acuan. Gelagar acuan dan tiang acuan adalah suatu konstruksi sementara, yang gunanya untuk mendukung cetakan beton. Gambar 2-3 : Bekisting Dari Kayu Ada beberapa persyaratan dalam mendesain suatu struktur, yang harus dipenuhi dari konstuksi bekisting untuk pekerjaan beton, yaitu: 1) Kuat, yaitu bagaimana kekuatan/kokoh material bekisting seperti balok kayu tidak patah ketika menerima beban yang bekerja. 2) Kaku, syarat kekakuan yaitu bagaimana meterial bekisting tidak mengalami perubahan bentuk atau deformasi, sehingga tidak ada perubahan bentuk desain beton. 3) Stabil; Syarat tabilitas konstruksi bekisting harus terpenuhi, dimana balok bekisting dan tiang/perancah goyang, dan tidak runtuh tiba-tiba akibat gaya yang bekerja. Pekerjaan adonan beton yang dicorkan sesuai dengan bentuk yang dikehendaki, kekokohan bekisting maupun perancah harus dapat menahan berat seluruh beban yang diakibatkan oleh konstruksi tersebut, baik itu beban sementara dan tetap. DI Jakarta, sering terdengar runtuhnya bangunan konstruksi beton, banyak ahli memperkirakan hal itu terjadi kurang telitinya terhadap pernacah yang dipasang. Bisa dibayangkan bahan bahan yang dipikul perancah, sperti besi tulangan, adukan beton yang terdiri dari spilt, pasir semen dan air ditambah lagi pekerja, tentu beban yang ditimbulkan ‘berat’. Gambar 2-4 : Bekisting Dengan Gelagar Untuk pekerjaan beton yang akan difinishing dengan plesteran, papan acuan tidak perlu dihaluskan, tetapi bila pekerjaan beton tidak memerlukan finishing, maka permukaan acuan harus licin. Untuk pekerjaan tersebut biasnya digunakan acuan dari multipleks, plywood, atau pelat baja. Papan acuan dan tiang perancah yang digunakan biasanya dari kayu yang harganya murah dan mudah dikerjakan.Juga dapatdipergunakan pelat-pelat baja, pelat seng bergelombang, plywood danlain sebagainya. Meskipun acuan dan perancah dibuat dari kayu yangmurah, tetapi kayunya harus cukup baik dan tidak boleh terlalu basah,sebab kayu yang terlalu basah akan mudah melengkung dan pecah.Ukuran papan acuan biasanya adalah tebal 2-3 cm dan lebarnya 15-20cm. Untuk perancah biasanya digunakan kasau 4/6 atau 5/7 cm, namunbanyak juga yang menggunakan perancah dari bambu.Perkembangan yang terjadi dewasa ini, banyak digunakan acuan yang telah siap rakit, papan acuan dari pelat baja, sedang perancahnya menggunakan scaffolding frame. Pembongkaran bekisting dan perancah dapat dilakukan dengan syarat bahwa beton telah matang, telah melewati masa kekerasan.Cara pembongkaran cetakan dan bekisting dilakukan sebagai berikut, bekisting dan perancah hanya boleh dibongkar apabila bagian konstruksi tersebut telah mencapai kekuatan yang cukup untuk memikul berat sendiri dan beban-beban pelaksanaan yang bekerja padanya. Gambar 2-5 : Scafolding Frame A. Pendahulaun Lantai pada bangunan memiliki berbagai berfungsi, sebagai fungsi utama yaitu dasar berpijak dalam dan memberikan kenyamanan ketika berjalan di atasnya, juga sebagai arsitektur ruangan bangunan. Ragam pendapat tentang pengertian lantai, kita sepakati untuk tulisan ini, bahwa lantai adalah bagian dasar sebuah bangunan, yang memiliki befungsi sebagai dasar pijakan, dan memiliki nilai estetika pada bangunan. Ketika orang berjalan di atas lantai, maka karakter yang muncul adalah orang tersebut senang, lantai kuat, dan memunculkan suasana menyenangkan. Lantai rumah digunakan untuk meletakkan barang-barang seperti kursi, meja, almari, dan sebagainya serta mendukung berbagai aktivitas seperti berjalan, duduk di lantai, dan lain-lain. Sisi lain di bangunan biasa, beban yang diterima oleh lantai kadang cukup besar, misalnya ketika kita memindahkan benda berat seperti almari dengan cara menyeretnya. Lantai memiliki berbagai berfungsi mulai sebagai fungsi utamanya yaitu sebagai alas pijakan kaki sehingga memberikan kenyamanan ketika berjalan di atasnya, sampai dengan memberi nilai estetika suatu ruang dalam bangunan sehingga dapat menambah nilai jual bangunan tersebut. Karena fungsi setiap ruang dalam hunian beragam, maka beragam pula desain lantainya. Syarat bahan lantai di antaranya adalah: aman, awet, kuat, tahan lembab, mudah dibersihkan dan menyerap panas. Material penutup lantai yang bersifat hangat adalah: karpet, parket, gabus, karet, sedangkan material bersifat dingin adalah: marmer, keramik, granit . Kadangkala fungsi lantai dilain tempat, diperlukan untuk kekuatan, lantai seperti sebuah pabrik atau bengkel yang memikul serta terjadinya mobilisasi dan demobilisasi peralatan berat, maka fungsi lantai disini adalah untuk ketahanan atau kekuatan aktivitas yang berlangsung di ruangan tersebut. Lantai pabrik kimia, atau pabrik logam akan membutuhkan spesifikasi lantai yang sesuai dengan aktivitas yang dilakukan di ats lantai tersebut. Beda lagi dengan pembuatan lantai kamar mandi, disini dibutuhkan lanytai yang kedap air, sehingga air tidak merembes dari lantai kamar mandi, demikian juga degan pembuatan lantai untuk saran olahraga, diperlukan lantai yang kasar, dan membuat ornag tenang melakukan aktivitas olahraga, tdiak licin dan harus benar-benar rata. Selain lantai yang kita kenal di dalam ruanagn, sekolah, gedung, pabrik maupun bangunan ruangan lain, pada bangunan dikenal juga istilah “lantai kerja”, pembuatan lantai ini adalah merupakan pekerjaan yang biasa dilakukan dalam konstruksi bangunan. Seperti contoh pembuatan pondasi, kemungkinan turunnya elevasi lantai kerja dapat terjadi, bila elevasi lantai kerja turun, maka saat pengecoran pondasi, elevasi pondasi juga akan turun mengikuti lantai kerja. Guna menghindari penurunan elevasi, , maka perlu dilakukan perkuatan dengan membangun lantai kerja yang kuat kokoh dan stabil. Biasanya lantai kerja dibuat adalah sebagai tahap pekerjaan awal melaksanakan pekerjaan pondasi, pekerjaan beton dan pekerjaan lain yang membutuhkan pemerataaan atau penguatan dasar konstruksi diatasnya. Lantai kerja biasanya dibuat dari adukan semen dengan pasir, tetapi ada juga yang menggunakan adukan beton, ketebaan lantai kerja biasanya setebal 10 - 15 cm. Beberapa pertimbangan pembuatan lantai kerja bangunan, berkaitan dengan fungsi lantai itu sendiri, antara lain, yaitu; 1) Sebagai dasar pekerjaan awal pada pekerjaan pondasi dan beton guna memudahkan pekerjaan selanjutnya. 2) Sebagai dasar dan dudukan penyetelan tulangan besi, dan menghindari lumpur serta tidak ratanya tanah permukaan 3) Menahan gaya angkat (up-lift force) tanah di bawahnya. 4) Leveling tanah permukaan tempat kerja, untuk memastikan miring/datarnya lokasi Demikian juga bila kita lihat pembuatan lantai beton, baik itu untuk keperluan rumah, gedung, pabrik, landasan kapal terbang atau yang lain sesuai dengan kebutuhan spesifikasinya. Pembuatan pelat lantai beton, biasanya dibuat pada lantai tingkat, yaitu dengan pengecoran pelat lantai beton, kemudian diatasnya dapat di finishing menggunakan material penutup seperti keramik, papan parkit, karpet dan lain sebagainya. Atau alasan lain, yang menjadi pertimbangan menurut pemahaman mu. Lantai kamar hotel, dibuat dari kain karpet, karena beberapa alasan (alasan atau pertimbangan estetika/keindahan) antara lain; 1) Lembut (dari bahan kain/beludru) 2) Memiliki motif yang indah 3) Warna bermacam-macam 4) Motif dan warna dapat disesuaikan dengan motif dinding atau plafon 5) Kesan mewah 6) Dapat dibersihkan dengan cepat menggunakan vacum cleaner 7) Dapat diganti dalam waktu cepat sesuai musim/momen ( sesuai keinginan). Demikian beberapa pertimbangan orang menngunakan karpet pada lantai kamar hotel, selanjutnya lakukan pengamatanmu terhadap lantai di sekitar mu, dan apa alasan atau pertimbangannya, buatkan beberapa alasan, baik itu fungsi, estetika dan lain sebagainya.. Lantai carport mobil, dibuat orang dari beton sebagai lapisan dasar kemudian di finishing menggunakan plester+acian semen, karena pertimbangan alasan, antara lain; 1) Bahan Beton sebagai lapisan dasar, agar lantai tersebut kuat dan kokoh memikul beban mobil yang parkir di carport tersebut 2) Finishing dari bahan plester+acian; karena posisi carport di luar, kena hujan/panas, fungsinya hanya sebagai keindahan sisi luar dan parkir, cukup hanya finishing plesteran + aci dengan tekstur kasar, sehingga perawatan tidak begitu dibuthkan. 3) Tidak membutuhkan bahan/material keramik atau marmer, ini disesuaikan dengan fungsi lantai carport. Dengan alasan dan pertimbangan di atas, beri penjelasan pertimbangan apa saja untuk lantai bagian kiri dan alasan isian pada bagian kanan, diagram di bawah ini, beri alasan olehmu. Lantai ruangan Kantor ......: · Dibuat dari keramik, agar terlihat bersih , dan Keramik disusun siku pada sudut-sudutnya, untuk penempatan perabot indah dan tidak miring. Beri alasan yang lain sesuai pemahamn mu, mengapa ornag membuat lantai kamar mandi dari keramik ? · ............. · ............. · ............. · ............. · ............. B. Material Lantai Bangunan Pada saat kita memasuki sebuah bangunan, entah itu berupa rumah, toko, kantor restaurant, gedung pertemuan maupun sebuah hall, atau apapun itu, kita akan selalu menginjak lantai bangunan itu. Untuk mendapatkan lantai yang sesuai dengan kebutuhan bangunan kita tanpa meninggalkan unsur estetika, perlu sekali kita mengetahui macam-macam lantai. Berikut ini adalah beberapa jenis material lantai dengan beragam karakteristiknya sebagai pertimbangan aplikasi pada ruang, yaitu: 1. Plesteran (concrete) 2. Keramik 3. Marmer 4. Granit 5. Mozaik 6. Kayu 7. Batu 8. Karpet 1. Lantai Plesteran Plesteran (concrete) adalah termasuk bahan beton, jenis material ini tergolong paling sederhana dan paling murah, karena diperlakukan seperti saat memplester dinding dan diaci hingga halus. Namun perbedaan dengan perlakuan pada dinding adalah dilakukan langkah penggosokan lantai hingga halus dan mengkilap. Warna yang ditimbulkan sama dengan warna semen-pasir dan cenderung lebih gelap. Pada beberapa penerapan yang dilakukan dengan merata (covering) pada luas ruang, memiliki kelemahan ketika terjadi retak tidak dapat diganti dengan material dan harus ditambal.Tambalan yang muncul secara estetika terlihat tidak bagus. Namun penerapan dengan modul, akan mengurangi resiko tambalan yang berdampak pada tidak sedapnya pandangan estetika. 2. Lantai Keramik Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani, keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Lantai keramik atau ubin keramik adalah bahan penutup (finishing) lantai dari bahan keramik.Tujuan pemasangan ubin keramik selain sebagi penutup lantai adalah menambah kekuatan lantai, mempermudah pemeliharaan dan kebersihan lantai, serta mendekorasi ruangan.Selain fungsi-fungsi tersebut, efek pemasangan keramik lantai juga bisa menghadirkan atmosfer tertentu pada ruangan, tergantung jenis dan corak keramik yang dipilih. Jenis material keramik sangat lazim digunakan.Keramik punya fleksibilitas pakai tinggi dan dapat diaplikasikan pada hampir seluruh bagian rumah.Selain kuat, lantai rumah dari bahan keramik juga tidak membutuhkan pemolesan dan mudah dalam perawatannya. Kesan material keramik adalah hangat. Saat ini beragam tekstur keramik yang dijual di pasaran, yang secara visual mirip dengan jenis material lain. Misalnya: keramik bertekstur marmer, granit, kayu, batu, bata dan sebagainya. Hasil produksi pabrik tentang mutu keramik dipasaran dikenal istilah “KW”, banyak toko menyebutnya sebagai singkatan dari “Kwalitas”, artinya dalam (1) satu kotak keramik KW1 berisi keramik kualitas paling baik dan dari pabrik tidak ada kerusakan atau tidak ada yang cacat (reject), dikenal istilah dari mulai KW1, KW2, KW3 dan seterusnya. Kadang kw juga menunjukkan presisi ukuran dan juga kehalusan, misalnya dalam satu kardus/dus kw3 , didapat kualitasnya lebih rendah, seperti warna tidak sama persis sama, ukuran berselisih antara satu dengan lainnya. Jenis keramik yang ada di pasaran berbagai merek, corak serta ukuran, keramik bila dilihat dari penggunaan bahan dan proses pembuatan dikenal dalam dalam dua jenis keramik, yaitu; keramaik tradisional dan keramik modern. 1) Keramik Tradisional; Keramik tradisional yaitu keramik yang dibuat dengan manual, dan menggunakan bahan alam, seperti kuarsa, kaolin, yang termasuk keramik ini adalah barang pecah belah (dinnerware), keperluan rumah tangga (tile, bricks), dan untuk industri (refractory). 2) Keramik modern; Keramik modern (Fine ceramics advanced ceramic, engineering ceramic, techical dikenal juga denga istilah keramik halus ceramic) adalah, keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam atau logam, seperti: oksida logam (Al2O3, ZrO2, MgO,dll). Penggunaannya elemen pemanas, semikonduktor, komponen turbin, dan pada bidang medis. Berdasarkan perletakkannya, jenis keramik dikenal dalam dua jenis, yaitu: Keramik Interior dan keramik eksterior. Bila anda belanja ke toko, dan mencoba konsultasi dengan pemilik took, biasanya akan membedakan keramik berdasarkan penggunaannya, keramik tersebut mau digunakan di luar atau di dalam. Hal tersebut lazim ditanyakan, sama halnya kita akan membeli cat tembok, pemilik toko selalu menanyakan penggunaannya. Keramik interior senantiasa terlindung dari hujan, dan sinar matahari langsung, oleh karena itu biasanya digunakan jenis ubin keramik polos atau dekoratif sesuai dengan fungsi ruang serta kesan yang diharapkan. Khusus ruang-ruang interior dengan kegiatan menggunakan peralatan yang menghasilkan panas serta adanya bahan-bahan kimia, seperti laboratorium , dapur dan sebagainya maka gunakan ubin keramik yang resisten terhadap bahan-bahan pewarna, asam-basa, dan lemak, sehingga cairan yang tumpah dilantai dapat dengan mudah dibersihkan dan tidak merusak ubin keramik, serta resisten tinggi terhadap suhu tinggi. Jenis kermaik yang memenuhi kualitas tersebutanata lain keramik yang berglazur dan glossy. Sedang untuk ruang untuk kegiatan basah, seperti kamar mandi, tempat cuci gunakan keramik berglasur dengan tekstur pada permukaannya, sehingga tidak licin pada waktu basah dan mudah dibersihkan Keramik dinding juga lazim dipakai untuk kamar mandi, jenis yang cocok adalah keramik dinding berglasur, kilap yang resisten terhadap bahan-bahan kimia serta mudah dibersihkan. Gambar 3-1 : Keramik Lantai Keramik Eksterior; Untuk lantai eksterior dan sering kena hujan dan sinar matahari secara langsung disarankan pilih jenis keramik tahan perubaha cuaca, ditandai dengan daya serap air rendah, permukaan berglazur, tidak mengkilap (berkesan suram), karena jenis warna kusam tidak sensitive terhadap abrasi/goresan. Jenis keramik untuuk eksterior dipasaran dikenal dengan embossed (tidak rata). Khusus untuk tangga baik tangga interior maupun eksterior digunakan ubin khusus yaitu ubin keramik yang tidak licin, seperti keramik yang bertekstur atau dapat dipilih juga aksesoris keramik lantai yang memang khusus untuk dipasang pada anak tangga, yang bernama bullnose dan stepnose.Tipe ini pada permukaan terdapat granulagranula yang menimbulkan efek anti slip. Sifat Keramik, adapun sifat sifat keramik sebagai bahan bangunan, antara lain yaitu; a) Mudah pecah, Sifat yang umum dan mudah dilihat secara fisik pada kebanyakan jenis keramik adalah britle atau rapuh, hal ini dapat kita lihat pada keramik jenis tradisional seperti barang pecah belah, gelas, kendi, gerabah dan sebagainya, coba jatuhkan piring yang terbuat dari keramik bandingkan dengan piring dari logam atau melamin, pasti keramik mudah pecah, walaupun sifat ini tidak berlaku pada jenis keramik tertentu, terutama jenis keramik hasil sintering; dan campuran sintering antara keramik dengan logam; b) Tahan suhu tinggi Sebagai contoh keramik tradisional yang terdiri dari clay, flint dan feldfar tahan sampai dengan suhu 1200 C, keramik engineering seperti keramik oksida mampu tahan sampai dengan suhu 2000 C.; c) Kekuatan tekan tinggi, sifat ini merupakan salah satu faktor yang membuat penelitian tentang keramik terus berkembang; dan d) Keunggulan keramik antara lain yaitu, kaya akan ragam jenis, corak, tekstur, harga dan bahan pembentuk (batu alam, granit, marmer), kekuatan fisik tinggi (lebih tinggi dari parket), warna tahan sangat lama, serta mudah dalam membersihkannya, permukaannya anti air (daya serap airnya kecil) sehingga mudah dalam pemeliharaan dan cara membersihkan) dan tahan terhadap goresan pisau dan juga tahan panas (api). 2.1 Pemasangan Lantai Keramik Sebelum memasang lantai keramik diatas dasar adukan beton, ada beberapa hal yang harus diperhatiakn dan dilakukan, yaitu menghitung secara akurat lantai keramik yang dibutuhkan.Kemudian pastikan dasar lantai atau tanah sudah padat dan rata. Pertama tama buatlah gambar desain pola lantai dan lajur pemasangan arah horizontal, vertikal atau diagonal luas ruang untuk membantu menghitung secara detail kebutuhan keramik lebihkan sekitar 5 % untuk persediaan, bila waktu pemasangan pasang ada yang rusak, dan cadangan apabila ada kerusakan dikemudian hari, disebabkan stok terbatas dan selang bebrapa waktu kemungkinan tidak diproduksi lagi. Dan pastikan lantai keramik yang datang dan akan dipasang sesuai kode, ukuran warna yang dipesan. Perlu diperhatikan juga, sebelum memasang keramik ada baiknya di rendam dalam air dulu. Hal ini akan membuat keramik menjadi lebih elastis dan pada saat pemasangan dapat dengan mudah menempel. Perhatikan kualitas keramik. Jika ia keramik kw 1 maka tak ada masalah, namun jika ia merupakan kw 2 atau 3 akan susah memasang untuk presisi. Untuk itu nat keramik harus longgar karena masing-masing keramik memiliki selisih 0,2-0,5 mm, hingga keramik tidak saling bertubrukan. Pemasangan keramik sebagai lantai, dapat dilakukan langkah langkah sebagai berikut; 1) Tumpuk keramik yang akan dipasang dekat dengan pemasangan; 2) Bilaskan semen yang sudah dicampuri air sedikit ke bawah keramik, hal ini akan membuat daya rekat keramik ke adukan benar-benar lengket. 3) Adukan dan permukaan dasar lantai beton harus benar-benar bersih. Adukan harus benar-benar homogen atau semen, pasir dan air sudah sudah diaduk sehingg benar-benar bercampur dengan baiik dan dasar lantai yang akan dipasang harus bersih dari kerikil, batu atau ganjalan-ganjalan lain yang akan membuat rongga di bawah keramik. 4) Ketuk keramik yang baru dipasang dan pastikan tidak ada yang kopong atau bagian dasar yang berongga. Karena keadaan demikian akan membuat keramik lepas di kemudian hari. Periksa apakah ketinggiannya sudah sama rata dengan benang yang ditarik untuk menentukan ketinggian lantai. 5) Nat keramik dipasang belakangan. Jangan pasang semen oker atau nat pada sisi keramiksaat itu juga. Biarkan lantai keramik yang telah terpasang selama 2 atau 3 hari. Hal ini akan membuat sisa udara yang mengendap akan keluar melalui bagian nat yang belum ditutup. Setelah itu baru diberi semen nat dan jangan lupa membersihkan nat yang masih kosong dari kotoran yang mengendap. 6) Amankan areal keramik yang baru dipasang dari lalu lalang orang selama 2-3 hari. Jangan biarkan lantai keramik akan ambles karena adukan dibawahnya masih belum kuat untuk dibebani. 7) Periksa hasil pemasangan. Periksa kembali semua lantai keramik yang telah terpasang dengan memukul atau ketukan-ketukan dengan batang kayu pada permukaan satu lantai keramik, kemudian lakukan pada lantai keramik berikutnya dan seterusnya. Pastikan dibawah lantai keramik yang terpasang semuanya padat terisi adukan dan tidak ada yang kopong. Dalam sebuah areal pemasangan seukuran 3 x 3 m biasanya terdapat 3-5 keramik yang kopong. Untuk itu segera bongkar keramik tersebut dan ulangi pemasangannya. 8) Membuat Jarak Nat; Menggunakan plastik spacer Cara yang lazim digunakan untuk menetukan/mengatur jarak nat adalah dengan plastic spacer yang banyak dijual di toko-toko keramik. Ukurannya bermacam-macam, memberikan banyak pilihan penentuan lebar nat. Plastic spacer tersebut ditempatkan disamping (atas), dan dapat dengan muda dilepaskan dan dipasang kembali. Pemakaiannya sangat fleksibel. Menggunakan papan kayu Cara lain untuk menentukan lebar nat adalah dengan menggunakan penanda dari kayu. Lebar nat ditandai dengan pensil atau yang lainnya. Pemakaian dengan cara ini fleksibel sekali tetapi dalam aplikasinya mungkin lebih sulit. Pemasangan keramik dinding biasanya dipergunakan paku yang dipasang benang yang direntangkan dari satu sisi kesisi berikutnya untuk ketepatan pemasnagan dan menyeragamkan lebar nat 3. Lantai Marmer Marmer adalah batuan kristalin kasar yang berasal dari batu gamping atau dolomit. Marmer yang murni berwarna putih dan terutama disusun oleh mineral kalsit. Marmer atau batu pualam merupakan batuan hasil proses metamorfosa atau malihan dari batu gamping. Pengaruh suhu dan tekanan yang dihasilkan oleh gaya endogen menyebabkan terjadi rekristalisasi pada batuan tersebut membentuk berbagai foliasi mapun non foliasi. Marmer banyak disukai karena lebih memiliki karakter dan berkelas mewah, tekstur dan pola yang tidak teratur serta persediaan alam yang terbatas menjadikan material ini. Material marmer memiliki kesan dingin dan kuat.Kelemahan marmer adalah memiliki pori-pori relatif besar. Marmer yang berpori-pori relatif besar membutuhkan perawatan ekstra. Hal ini karena marmer mudah menyerap cairan dan layaknya karpet, meninggalkan noda jika tidak cepat dibersihkan. Selain mahal harganya, marmer juga mahal dalam perawatannya dan diperlukan cara khusus untuk membersihkannya. Pantaslah jika marmer merupakan material lantai yang berkelas dan mewah, sehingga hanya pengguna yang memiliki dana berlebih yang sanggup mengaplikasikannya dalam hunian. 4. Lantai Granit Batu granit, terbentuk  dari hasil pembekuan magma berkomposisi asam yang membeku di dalam dapur magma, sehingga batu ini merupakan jenis batu beku dalam, massa jenis  sekitar 2,2 – 2,3 gram/cm3 , warnaputih, abu-abu, atau campuran keduanya.Batuan ini banyak di temukan di daerah pinggiran pantai dan di pinggiran sungai besar ataupun di dasar sungai.Batu Granit dapat digunakan sebgai ; Batu bahan bangunan, monument, bahan dekorasi dan bahan tegel. Material lantai Granit adalah jenis batuan intrusif, felsik, igneus yang umum dan banyak ditemukan, granit kebanyakan besar, keras dan kuat, dan oleh karena itu banyak digunakan sebagai batuan untuk konstruksi. Lantai dengan material granit merupakan jenis lantai paling keras dibandingkan dengan lantai marmer maupun lantai teraso. Granit memiliki pori-pori yang lebih rapat, sehingga memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk dimasuki air dan kotoran.Granit memiliki kesan dingin dan berkesan kokoh. Batuan granit diperoleh dari bukit atau gunung granit. Namun sejalan dengan perkembangan teknologi, saat ini juga telah disediakan granit buatan dengan motif yang lebih beraneka dan harga yang lebih murah. 5. Lantai Mozaik Mozaik (mosaic) memiliki bentuk, desain, dan warna yang beragam.Ada yang berbentuk kotak siku, bulat, kotak lengkung, dan segi enam.Model lainnya berupa kembangan, dekoratif, serta acak.Variasi warnanya sampai ratusan, mirip dengan color card dari cat.Inilah yang membuat mozaik menjadi bahan pencitraan elemen rumah. Mozaik bisa menjadi lantai kamar mandi, back panel dapur, pelapis saniter, hingga dinding dan lantai kolam renang.Selain pada elemen bangunan, mozaik juga dapat diaplikasikan sebagai aksen pada sekat ruangan atau sebagai pengikat antar kepingan adalah jejaring berbahan nilon, mirip benang Jaring berperan sebagai pengikat sekaligus perekat kepingan mozaik. Gambar 3-2 : Lantai Mozaik Selain fungsinya beragam, inovasi mosaic kini terus berkembang dan makin menawan dari bentuk, warna, bentuk serta motif dan dapat dikombinasikan dengan bahan lantai lain. Dari pembentukannya, mosaic adalah jenis keramik tile yang dibentuk dari potongan-potongan keramik berukuran kecil (mosaic), dalam aplikasinya dirangkai membentuk pola tertentu sesuai dengan desain yang diinginkan. Mosaic sangat fleksibel untuk diolah menjadi aneka desain, sesuai dengan berbagai gaya interior, baik minimalis, klasik maupun modern. Material Mozaik semakin populer untuk mempercantik elemen bangunan. Mozaik terbuat dari porselen, kaolin, dan bahan khusus. Bahan-bahan khusus tersebut dioven pada suhu 2.200ºC selama 24 jam.Daya tekannya mencapai 500kg/cm2. Berbentuk kepingan, mozaik dirangkai di atas jaring benang. Ukuran keping bervariasi, ada yang 18 mm x 18 mm, 25 mm x 25 mm, 28 mm  x 28 mm, 35 mm x 35 mm , juga 50 mm x 50 mm. Masing-masing keping memiliki tebal 3 mm - 4 mm.Mozaik memiliki bentuk, desain, dan warna beragam. Ada yang berbentuk kotak siku, bulat, kotak lengkung, dan segienam. Model lainnya berupa kembangan, dekoratif, dan acak.Variasi warnanya sampai ratusan, mirip dengan color card dari cat.Inilah yang membuat mozaik menjadi bahan pencitraan elemen rumah.Ia berupa kepingan yang dapat mengubah tampilan lantai atau dinding menjadi indah. Memasang mozaik perlu ketelitian, selain butuh nat tipis, berkisar 2mm-3mm, mozaik juga perlu perlakuan khusus. Berikut ini beberapa pedoman cara memasang mozaik, yaitu; a. Siapkan alat dan bahan; Keramik mozaik dengan jumlah yang sesuai luas bidang (biasanya keramik dijual dalam satu jaring berukuran 40cm x40cm), 2. Semen instan atau semen berwarna putih, 3. Pengisi nat, 4. Kape, 5. Trowel, 6. Ember semen, 7. Sikat berbahan nilon b. Kondisi lantai dan dinding telah diaci rata, kemudian berikan lapisan semen diatasnya dan ratakan, jangan terlalu tebal Letakkan lembaran keramik mozaik diatasnya, diamkan selama 1/2 hari Isi antar keping mozaik dengan nat, buatlah permukaan nat agak melengkung ke bawah dan tidak terlalu rata agar terlihat lebih indah 30 menit setelah pengisian nat, bersihkan mozaik dengan lap setengah basah Setelah nat kering, (sekitar 2 jam) sikat permukaan mozaik, bersihkan dengan kape jika ada sisa nat yang menempel di keramik 3) Mozaik tidak boleh direndam dalam air. Air dapat merusak dan menghilangkan lem perekat pada jejaring di balik keping mozaik. 4) Tidak semua tukang keramik dapat memasang mozaik. 5) Nat mozaik cukup kecil berkisar 2mm-3mm. Oleh sebab itu, gunakan pengisi nat khusus 6. Lantai Kayu Pengertian lantai kayu, adalah lantai yang terbuat dari bahan kayu baik itu kayu solid maupun kayu olahan yang dijadikan sebagai lantai bangunan pada lantai dasar maupun lantai ingkat. Lantai kayu solid, yaitu dibuat dari bahan kayu murni yang dibentuk menjadi kepingan papan, balok selanjutnya di rangkai menjadi lantai. Lantai kayu olahan (engineered wood flooring) adalah jenis produk lantai berbahan dasar kayu, baik itu berupa kepingan atau lembaran yang selanjutnya dijadikan lantai. Lantai jenis kayu olahan berasal dari proses produksi tertentu yang menggabungkan berbagai bahan mentah seperti partikel kayu, perekat khusus, serta bahan tambahan melalui sistem manufaktur yang dirancang secara khusus, dan tampilannya juga natural dan menarik apalgi dipadu dengan jenis bahan lain. Akan tetapi, terdapat perbedaan yang signifikan antara lantai kayu keras (hardwood) dan kayu lunak (softwood), lantai kayu olahan digunakan secara luas karena harganya yang lebih terjangkau. Lantai kayu keras terbuat dari kayu pohon non-konifer seperti kayu, kenari, jati, dan lainnya, sedangkan lantai kayu lunak pada umumnya terbuat dari kayu pohon konifer seperti kayu pinus. Lantai kayu sering digunakan karena karakteristik fisik dan mekanisnya yang berbeda dengan jenis lantai lain seperti dari bahan besi, keramik, marbel, PVC, dan lain-lain.  Lantai kayu memiliki dimensi, ketebalan serta ragam yang berbeda, yang tiap elemennya terbuat dari kayu solid dan diproses dari satu balok kayu. Ukuran atau dimensi lantai kayu berbeda sesuai dengan kebutuhan dan hasil pabrik produksinya. Secara umum terdapat tiga macam jenis lantai kayu, yaitu; 1. Papan Strip; Terbuat dari kayu solid dan dimensinya sama 2. Papan Plank; Terbuat dari kayu solid dan dimensinya berbeda, pada ukuran lebar berbeda-beda 3. Papan Parkit (Parquet); Terbuat dari kayu solid dan olahan yang tipis yang disatukan menggunakan alat perekat khusus, memiliki pola tertentu yang artistic dan estetik. Gambar 3-3: Macam Motif Lantai Kayu Material lantai kayu, yang paling umum adalah lantai parket (parquette),kata tersebut berasal dari kata parquetry. Material kayu memiliki kesan hangat dan alami. Selain berasal dari kayu solid, bahan parket saat ini juga berasal dari bahan non kayu seperti bamboo. Bila kita memiliki lantai parquet, berarti harus siap dengan pemeliharaan yang kontinyu dan tidak dapat mengabaikan adanya rayap yang akan menghabisi kayu-kayu tersebut secara diam-diam. Untuk itu, persiapannyapun harus cukup matang, dan jangan pernah menumpahkan cairan ke atas lantai Parquet untuk menjaga keawetannya. Untuk itu lantai Parquet tidak boleh dipel dengan menggunakan air. Untuk pemasangan kayu sebagai lantai, bila dilakukan di lantai dasar, biasanya dipasang langsung pada beton dengan menggunakan bahan, dipersyartkan kandungan kelembapan beton tidak mempengaruhi papan menjadi melengkung dan memiliki celah (mencegah gapping). Untuk pemasangan pada lantai bertingkat atau loteng, biasanya menggunakan balok balok sebagai tempat tumpuan, dan dikenal dalam konstruksi sebagai balok induk dan balok anak. Gambar 3-4: Lantai Kayu 7. Lantai dari bahan kayu olahan Bahan lantai jenis kayu olahan, terdiri dari dua atau lebih lapisan kayu dalam bentuk papan dan biasanya tidak membutuhkan  finishing (sanding), yaitu pengampelasan dan penyelesaian setelah pemasangan.  Inti lantai kayu biasanya terbuat dari konstruksi lapisan kayu yang terdiri dari beberapa kayu tipis yang direkatkan satu sama lain.  Lantai seperti ini biasanya terdiri dari 2 atau 3 lapis, tergantung pada tujuan penggunaannya. Lapisan atas merupakan kayu yang terlihat ketika lantai sudah terpasang, lapisan ini direkatkan pada intinya sehingga lantai menjadi stabil, lapisan yang berada di tengah berfungsi untuk mencegah gapping atau cupping. Bahan lantai kayu olahan merupakan jenis lantai kayu yang paling umum digunakan karena biaya pemasangannya yang rendah. Stabilitas lantai dicapai dengan memastikan bahwa serat kayu pada tiap lapisan berada pada posisi tegak lurus terhadap lapisan yang berada di bawah dan atasnya.  Kayu tersebut kemudian distabilkan lagi dengan tekanan diberikan pada intinya secara pada panjang dan lebarnya.   Untuk finishing lantai kayu olahan, biasanya dilakukan pengampelasan untuk mengkompensasi ketidakseimbangan pada kayu. Sering kali, lantai kayu diselesaikan dengan menggunakan polyurethane dan minyak atau kombinasi keduanya. Lantai yang diselesaikan dengan minyak (oil finished floors) menggunakan minyak murni, untuk Lantai kayu resapan (impregnated wood flooring) mengunakan resapan akrilik khusus untuk meningkatkan daya tahan lantai kayu terhadap goresan dan kelembapan. Beberapa keunggulan Lantai kayu olahan dibandingkan dengan kayu solid, yaitu; · Ukuran dimensi yang presisi · Memiliki pola yang artistik · Pemasangan lebih mudah, dan perbaikan juga lebih mudah. Selain jenis kayu olahan untuk lantai kayu, dikenal juga jenis lantai laminasi, lantai vinil dan lantai veneer tetapi tidak diperlakukan sebagai lantai kayu olahan (engineered wood flooring). Kayu laminasi menggunakan motif kayu pada permukaannya, namun tidak terbuat dari kayu asli, lantai vinil terbuat dari plastik yang dibentuk menyerupai kayu, sedangkan lantai veneer menggunkan lapisan kayu tipis dengan inti yang tediri dari berbagai produk kayu komposit yang berbeda, dan yang paling umum adalah papan berbahan dasar kayu seperti MDF, sehingga lantai jenis ini memiliki ukuran lebih besar dari papan kayu. 8. Lantai Batu Alam Material batu alam juga sering dipakai sebagai bahan lantai, biasanya selain di lantai, banyak juga dipakai di taman atau ditempel di tembok pagar, dan dinding pada interior rumah. Pada bangunan, dapat dikatakan lantai merupakan bagian paling dasar yang menjadi alas bangunan, posisi lantai yang jarang menjadi perhatian sebetulnya dapat lebih mempercantik dan membuat ruangan nyaman. Untuk pemilihan lantai tersebut dapat terlihat artistik maka kenali dulu jenis bahan dan fungsi lantai tersebut, demikian pula untuk pemilihan serta penggunaan batu alam untuk lantai dimaksud. Beberapa Jenis lantai dari batu alam  yang dikenal secara umum di pasaran, yaitu berdasarkan letak, fungsi ruang, dan bahan. Berdasarkan letak ruang, batu alam untuk lantai dibagi menjadi lantai batu untuk eksterior dan lantai batu untuk interior. 1) Fungsi Interior; Untuk bagian interior lantai harus menggunakan batu alam dengan karakter yang membuat ruangan hidup. Penggunaan batu alam untuk lantai biasanya menggunakan finishing poles (polished) dimana batu tampak seperti cermin. Jenis batu alam yang dapat anda gunakan untuk interior adalah Andesit, Marmer, dan granit. 2) Fungsi Eksterior; Untuk bagian eksterior lantai harus menggunakan batu alam yang berkarakter kuat dan tahan cuaca. Jenis batu alam yang dapat anda gunakan untuk eksterior adalah Batu Andesit,  Batu Candi, dan Batu Templek . Gambar 3-5 : Aplikasi Batu Alam Sebagai Lantai Bangunan Material batu alam juga sering dipakai sebagai bahan lantai antara lain batu kali lempeng dan batu salagedang. Biasanya selain di lantai, banyak juga dipakai di taman atau ditempel di tembok pagar, dan dinding pada interior rumah. Kedua jenis batu ini cukup tahan terhadap cuaca, meskipun mencari tekstur batu yang kurang lebih seragam tidak mudah, ditambah lagi lebar nat antar batunya tidak seragam, tapi hal itu justru menambah ruang menjadi semakin natural.Material batu ini memiliki kesan segar. Batu alam untuk perlengkapan lantai kamar mandi, selain berfungsi sebagai fungsi estetika, juga sebagai fungsi kelayakan serta ketahanan akan air. Kamar mandi dalam satu bangunan, merupakan salah satu bagian penting dan bagian yang tidak terpiahkan dari komponen lain dari seluruh ruangan dalam bangunan, terutama rumah tinggal. Desain amar mandi dengan lantai dari batu alam memberikan kesan sensasi tersendiri, seakan membawa kea lam segar, alam sejuk bila dipadu dengan orname serta warna yang segar, terlebih dengan desain batu alam untuk kamar mandi yang dilengkapi dengan berbagai ornament tumbuhan dan kesan kesegaran alam yang rileks membawa suasana sempurna.  Penggunaan batu alam untuk kamar mandi yang dipadu dengan kesan alami, akan membawa kesegaran tersendiri, apalagi dipadu dengan elemen pelengkap kamar mandi yang lebih unik, antik dan dikombinasi dengan dinding batu alam, tentu akan lebih fresing. Kamar mandi akan terlihat lebih luas jika dipasangi batu alam baik dinding maupun lantainya, desain dinding kamar mandi dengan jenis batu alam, baik itu berupa batu andesit, batu paras, atau jenis batu lain yang ada di suatu daerah, seperti perpaduan batu koral dari berbagai bentuk, ukuran serta warna yang diapadu dengann system peralatan kran air yang manis, yang membawa seaakn berada di wilayah air pegunungan, tentu akan lebih menarik. Penggunaan batu alam untuk lantai teras rumah dan carport (Carport adalah pelataran halaman depan rumah yang menghubungkan pintu pagar depan rumah dengan teras ataupun garasi) atau taman, juga dapat didesain manis dan alami, perpaduan batu alam jenis koral, andesit dengan warna serta corak yang kental tentu menghadirkan suasana yang sempurna. Rumah-rumah modern di kota-kota besar umumnya memiliki carport sehingga carport sebagian yang tidak terpisahkan dari rumah. Batu alam dapat di gunakan untuk berbagai macam desain lantai carport material itu seperti batu andesit, batu koral, batu templek dan lain sebagainya. Posisi carport/teras umumnya tidak terlindung dari panas atau hujan sehingga jenis batu yang di pilih harus tidah mudah berlumut sehingga batu alam dengan karakter keras seperti dapat menjadi pilihan untuk lantai carport, dan lantai taman atau teras luar. 9. Lantai Karpet Lantai Karpet yang terbuat dari bahan kain, akan hangat bila digunakan, umumnya dipakai dan digunakan di rumah untuk bagian kamar tidur dan ruang keluarga, karpet juga diletakan di area ruang tamu. Lantai karpet bisa melambangkan kemewahan dari penghuninya, tergantung dari karpet yang digunakan, semakin mahal akan semakin mewah. Ada banyak alasan mengapa dimasa kini orang memilih lantai yang ditutup oleh karpet. Diantara alasan itu adalah: sebagai peredam suara, terutama untuk kantor dengan pegawai-pegawai yang penuh kesibukan. Sementara untuk rumah, sebuah keluarga yang mempunyai anak kecil akan lebih terasa aman bila memakai karpet dibanding permukaan lantai yang keras seperti lantai marmer. Disamping pemasangan yang mudah, banyak model corak, dan warna perawatannya juga mudah, lantai dengan karpet dipilih karena keindahannya. Saat ini sudah banyak sekali macam-macam karpet dengan macam-macam harga sesuai jangkauan kita, yang mampu menambah keindahan ruangan. Gambar 3-6: Lantai Karpet Untuk pemakaian diruangan kantor yang banyak orang lalu lalang, disarankan memakai jenis karpet Tile, sekaligus berfungsi sebagai peredam suara. Karpet Tile adalah karpet yang sudah dibentuk potongan-potongan seperti lantai keramik, sehingga pemasangan lebih mudah dan motif bisa disesuaikan dengan keinginan kita karena bisa disusun dengan arah yang berbeda.Keuntungan memakai karpet jenis Tile dibanding kapet gulungan adalah, dengan mudahnya dapat kita bongkar pasang bila kita menginginkannya. Beda dengan karpet jenis gulungan yang sekali ditempatkan, akan sulit untuk di pindahkan ketempat lainnya.Material karpet sering diapaki untuk lantai kantor, dan hotel hotel, lantai dengan berbahan karpet kelihatan mewah dalam lantai yang luas, apalagi dikombinasi dengan motif dan warna tertentu. Saat ini penggunaan lantai karpet, banyak digunakan untuk sarana olah raga seperti untuk lapangan sepak bola, lapangan futsal dan lain sebagainya. Untuk lapangan futsal ada beberapa jenis karpet yang dikenal, dan biasa digunakan yaitu : 1) Lantai Karpet Rumput Sintetis 2) Lantai Karpet Vinyl 3) Lantai Karpet Interlocking Lantai rumput sintetis, jenis rumput sintetis paling banyak digunakan untuk lapangan futsal karena dengan adanya rumput sintetis, mengurangi kecelakaaan yang diakibatkan terjatuh, dan juga lebih mudah perawatannya.Lantai karpet model rumput sintetis dilihat dari jenisnya lebih dikenal dua macam, yaitu jenis sebagai rumput gajah, dan tipe rumput jepang. Model rumput gajahsepintas hampir mirip dengan tali raffia, daun rumput tipe ini lebarlebar, setelah pemakaian selama kurang lebih 1 - 2 bulan akan pecah menjadi kecil kecil. Kemudian dikenal dengan tipe sebagai rumput jepang, daun rumput tipe ini kecil-kecil, hampir menyerupai rumput asli dan lebih natural. Tipe rumput rumput jepang belakangan lebih disukai oleh masyarakat karena daya tahan nya lebih kuat dan permukaan rumput datar sehingga lebih enak digunakan. Lakukan pengamatan pada lapangan badminton di sekitarmu, kemudian buat satu karangan tentang apa bahan lantai yang digunakan, dan coba buat analisanya berdasarkan pemahanmu, mengapa demikian. Panduan: · Terbuat dari bahan apa lantai lapangan badminton ? · Apa alasannya ?, beri penjelasan ! RANGKUMAN A. Pendahuluan Atap adalah penutup bagian atas bangunan, yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada di bawahnya. Secara arsitektur bentuk atap berpengaruh terhadap keindahan suatu bangunan dan pemilihan tipe atap sebaiknya disesuaikan dengan lingkungan setempat dan proporsional terhadap bangunan pada lingkungan tersebut. Atap harus ditopang konstruksi yang kuat, jenis konstruksi atap tergantung jenis bahan penutup atap dan bentuk atap yang akan digunakan.Jenis penutup atap saat ini banyak ragam baik bahan maupun bentuk, desain serta warna, seperti dikenal secara umum atap terbuat dari beton, atap seng, atap sirap, atap ilalang, atap genteng dan lain sebagainya. Jenis bahan penutup atap merupakan faktor yang sangat mempengaruhi keserasian atap, dalam pemilihan jenis penutup atap ini ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan antara lain seperti kondisi iklim setempat, seperti misalnya untuk daerah panas sebaiknya menggunakan penutpu atap yang menimbulkan efek sejuk seperti memakai atap genteng, bagaimana dengan bentuk keserasian atau fungsi dari bangunan tersebut, kemudian bagaimana dengan ketersediaan bahan penutup atap yang digunakan. Berikut ini adalah pemilihan atap, yang didasarkan atas pilihan karakteristik lokasi dan jenis atap yang digunakan; 1) Atap dari bahan bersifat isolasi terhadap panas, dingin dan bunyi 2) Atap yang berfungsi kedap (rapat) terhadap air hujan dan tidak tembus air 3) Atap yang tahan terhadap perubahan bentuk akibat pergantian cuaca 4) Atap yang memerlukan sedikit perawatan, seperti tidak perlu cat 5) Atap yang tidak mudah terbakar 6) Atap yang memiliki bobot ringan. 7) Atap yang awet dan usian tahan lama. Kemudian mengenai konstruksi rangka atap yang digunakan untuk jenis atap genteng, biasanya digunakan rangka atap kuda-kuda. Rangka atap kuda–kuda adalah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga berat sendiri dan sekaligus memberikan bentuk dan jenis penutup pada atap. Pada dasarnya konstruksia kuda–kuda terdiri dari rangkaian batang yang membentuk segitiga, dengan mempertimbangkan berat atap serta bahan penutup atap, maka desain konstruksi kuda–kuda akan berbeda satu sama lain. Setiap susunan rangka batang haruslah merupakan satu kesatuan bentuk yang kokoh yang nantinya mampu memikul beban yang bekerja pada konstruksi tanpa mengalami perubahan. Beberapa syarat-syarat konstruksi atap yang harus dipedomani antara lain, yaitu; 1) Konstruksi atap harus kuat menahan berat sendiri dan tahan terhadap beban-beban yang bekerja padanya. 2) Pemilihan bentuk atap yang sesuai sehingga menambah keindahan serta kenyamanan bagi penghuninya. 3) Bahan penutup atap harus sesuai dengan fungsi bangunan tersebut, dan tahan terhadap pengaruh cuaca. 4) Sesuai dengan ciri khas arsitektur tradisional bangunan sekitar. 5) Kemiringan atau sudut atap harus sesuai dengan jenis bahan penutupnya. Makin rapat jenis bahan penutupnya, maka kemiringannya dapat dibuat lebih landai, seperti bahan dari seng, kaca, asbes dan lain – lainnya. B. Jenis Bahan Penutup Atap Jenis bahan penutup atap sekarang ini banyak ragamnya, kita dengan mudah menemukan berbagai macam jenis, merek atau tipe yang ada dipasaran. Saat ini penutup atap merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam sebuah bangunan, karena selain dari fungsinya, dari segi keindahan pun terkadang juga perlu diperhitungkan. Penutup atap memiliki bermacam-macam jenis materialnya, terbuat dari bahan apa dan bagiaman konstruksi penopangnya, tergantung jenis dan benuknya. Berikut ini kita akan mengulas berbagai macam material atap yang dapat digunakan untuk penutup bangunan sesuai dengan desain dan kebutuhannya. 1. Atap Dari Bahan Tumbuhan Pemakaian atap ilalang atau alang-alang untuk penutup atap suatu bangunan banyak digunakan dipedesaan. Proses pembuatannya, setelah dikeringkan, ilalang dijalin sedemikian rupa membentuk sisir,atap ilalang ini dipasang pada atap suatu bangunan dengan cara diikat dengan tali bambu atau dijepit dengan paku. Ilalang adalah atap yang terbuat dari bahan tanaman, dalam lapisan yang tumpang tindih. Alang-alang yang dalam bahasa Melayu sering disebut ilalang di Sumatera banyak terdapat di lahan kosong, lahan perkebunan, di kebun, di lahan pertanian atau tegalan, perkembangannya sangat cepat sebab daya produksinya secara generatif maupun vegetatif amat efisien. Atap alang-alang sangat ramah lingkungan karena menghasilkan limbah yang sangat kecil, dan sampah pasca pemakaiannya dapat dikembalikan ke alam menjadi sampah organik. Atap alang-alang juga menyerap panas matahari dengan sangat ideal sehingga suhu ruangan dibawahnya menjadi sangat nyaman,sehingga tidak diperlukan lagi Air Conditioner di dalam ruangan. Jenis atap Ilalang adalah atap yang dipasang pada bangunan yang berbahan alang-alang, atap ilalang disebut juga dengan atap alang-alang di daerah tertentu, atap ini seringkali dipasang untuk membuat suasana yang natural atau memberikan kesan alami pada bangunan dan selain untuk atap bangunan rumah tradional atau rumah yang berada di desa, biasanya sering digunakan pada tempat-tempat yang berhubungan dengan suasana alami, seperti estetika pada restauran, villa, gazeboo, hotel atau penginapan untuk memberikan kesan natural dan alami. Adapun keunggulan jenis penutup atap Ilalang, antara lain adalah; 1) Mudah ditemukan, terutama di daerah pedesaan, dan bahanIni adalah bahan atap yang paling umum , karena bahan yang tersedia. 2) Ramah lingkungan Kekurangan jenis penutup atap Ilalang, yaitu; 1) Resiko mencegah kebakaran sangat kecil 2) Tidak tahan lama 3) Tidak kedap air 4) Sangat ringan sehingga tidak kuat menahan angin 1.2 Atap Rumbia Rumbia atau disebut juga (pohon) sagu adalah nama sejenis palma penghasil tepung HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Sagu" \o "Sagu"sagu, di berbagai daerah di Sumatra dan Sulawesi adalah rumbieu, rembie, rembi, rembiau, rambia, hambia, humbia, lumbia, rombia, rumpia, dan diMaluku dikenal sebagai ripia, lipia, lepia, lapia, lapaia, hula atau huda, di Jawa, ambulung, bulung, (am) bulu, tembulu (Jw.), bhulung (Md.), dan ki ray. Jadi atap rumbia, adalah atap yang dibuat dari daun rumbia, yang diraju menyerupai sisir menjadi satu kesatuan yang dapat berfungsi sebagai atap. Atap Rumbia merupakan karya seni tradisional yang di kerjakan oleh kalangan penduduk di pedesaaan, dan di tepi pantai, karna bahan bakunya semua dari bahan alami dan rumbia biasanya tumbuh di rawa-rawa dan di tepi pantai yang airnya payau. Atap rumbia sangat di butuhkan oleh masyrakat pedesaan, karna masih bisa terjangkau dengan ekonomi mereka, tetapi sekarang ini ternyata peminat atap rumbia bukan hanya di pedesaan, melainkan sudah sampai pusat kota, yang banyak di gunakan untuk atap gasebo dan rumah makan mewah yang membawa nuansa desa. Proses pembuatan atap rumbia tidaklah mudah, butuh ekstra keras, bahan dikumpul lalu di jahit dengan tangan, kemudian di jemur, dan siap untuk di pasarkan, dan proses ini hanya mengikuti apa yang sudah mereka terapkan, dan itu sudah standarisasi yang diterapkan turun temurun. Gambar 4-2: Penutup Atap Rumbia 1.3 Atap Ijuk Gambar 4-3: Atap Ijuk Penggunaan atap ijuk saat ini melambangkan bangunan rumah tradisional, dan karakteristik spesial yang membedakan arsitektur tradisional dengan arsitektur modern, selain itu atap ijuk juga mengandung suatu makna suasana desa yang alami, penuh kedamaian. Enau atau aren adalah jenis pepohonan palma, seperti kelapa (nyiur) dan merupakan tanaman serba guna. Tumbuhan ini dikenal dengan pelbagai nama seperti nau, hanau, peluluk, biluluk, kabung, juk atau ijuk (aneka nama lokal di Sumatra dan semenanjung Malaya); kawung, akol, akel, akere, inru, indu (bahasa-bahasa di Sulawesi); moka, moke, tuwa, tuwak (di Nusa Tenggara), dan lain-lain. Asal muasal kata atap ijuk, karena dibuat dari ijuk pohon aren, yang dihasilkan sebagai Serat berwarna hitam yang dihasilkan dari pohon aren ini memang istimewa, karena bisa bertahan hingga ratusan tahun. Keistimewaan serat ijuk tidak hanya terletak pada sisi keawetannya saja, masih ada lagi, serat ini tahan terhadap asam dan garam air laut, artinya ijuk tidak mudah lapuk oleh asam dan garam air laut.Kita dapat melihat orang-orang Sasak (dan wilayah pesisir di negeri ini) sampai sekarang masih memanfaatkan ijuk, tidak hanya untuk atap, tapi juga untuk tali. Diketahui juga ijuk adalah serat alami yang mampu mencegah kerusakan yang diakibatkan oleh rayap tanah. Sifat ijuk yang elastis, keras, dan tahan air, menyebabkan bahan alami ini sulit dicerna oleh organisme perusak serngga, seperti rayap.Aplikasi penggunaan ijuk seklain untuk atap rumah tempo dulu, sekarang ini banyak digunakan untuk keperluan lain, seperti pembuatan rumah adat, pembuatan atap untuk villa, pembuatan atap gazebo, dan penggunaan untuk budidaya ikan. Dahulu kala, sebelum munculnya berbagai jenis atap modern, orang banyak menggunakan atap ijuk, bahkan dari jenis atap ilalang, dan rumbia, ijuk adalah bahan atap yang paling diminati dan tahan lama saat itu, dan merupakan bahan atap mewah di zamannya. Penggunaan jenis atap ijuk saat ini sudah tidak seperti sebanyak zaman tempo dulu, sekarang ini penggunaan atap ijuk sudah pada tahap asesorie, sudah pada penggunaaan atap yang mengandung estetika, yang banyak digunakan untuk rumah rumah gazebo, rumah makan dan rumah rumah yang didesain bernuansa desa atau bernuansa alam. Pemeriksaan bahan ijuk yang bagus (berkualitas) untuk atap, dapat dilakukan dengan visual yaitu; 1) Panjang; Bahan ijuk memiliki ukuran ijuk yang panjang, tebal dan tekstur yang lebih kuat. 2) Lidi; Lidi telah terkelupas dari Ijuk Biasanya bahan ijuk yang berkualitas, kebayakan di ekspor ke luar negeri. Bahan ijuk dari pohon nira/enau, selain untuk bahan atap, lidinya juga dapat dipakai untuk pembuatan sapu lidi atau bahan lain. Beberapa keunggulan menggunakan ijuk sebagai bahan penutpu atap, antara lain yaitu; 1) Sejuk; Bisa memberikan efek sejuk di sekitar bangunan 2) Kesan Alami; Bisa memberi kesan alami dan tradisional pada bangunan 3) Kuat: Tahan lama 4) Ramah Lingkungan 1.4 Atap Sirap Gambar 4-4: Atap Sirap Atap sirap berasal dari kayu keras, dan kayu awet, seperti kayu jati, belian, onglen dan biasanya dari bahan kayu ulin, dan dikenal juga dengan nama kayu besi atau kayu bulian. Di daerah Kalimantan sejak dahulu sudah menggunakan bahan atapsirap, karena kayu ulin berasal dari daerah Kalimantan dan memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap perubahan suhu, kelembaban, dan pengaruh air laut. Selain untuk bahan atap, kayu ulin juga sering diapakai sebagai bahan bangunan, seperti konstruksi rumah, jembatan, tiang listrik, bantalan kereta api, dan perkapalan. Bahan atap sirap dibuat dengan cara membelah kayu yang keras seperti menjadi lembaran lembaran yang mempunyai ukuran tertentu. Ukuran-ukuran sirap ada beberapa macam seperti : · Ukuran besar : panjang 60 cm, lebar 8 @9 cm dan tebalnya 4 - 5 mm, atau 1 lembar atap sirap biasanya (p x l x t) = 58 x 6 x 0,3 dan 58 x 6 x 0,5 (cm) · Ukuran kecil : panjang 40 cm, lebar 5 cm dan tebalnya 3 @ 4 mm Atap sirap dari kayu ulin ini berwarna coklat kehitaman.lembaran tipis tersebut dikemas dalam ikatan, namun lama kelamaan akan berubah menjadi cokelat tua kehitam-hitaman. Kelebihan pengunaan bahan sirap adalah bahannya cukup ringan dan bersifat isolisasi terhadap panas. Kelemahan penggunaan bahan ini pemasangannya cukup sulit sehingga biaya yang akan digunakan akan bertambah dan bila lembaran sirap belum cukup kering sudah di pasang akan berubah bentuk menjadi cekung. Berikut beberapa keunggulan menggunakan Atap Sirap kayu pada bangunan, yaitu; 1) Bentuknya unik 2) Mudah didapatkan di pasaran 3) Harganya relative murah 4) Kekuatannya 20-50 tahun (sesuai dengan lingkungannya) Berikut beberapa kekurangan menggunakan Atap Sirap kayu pada bangunan, yaitu; 1) Jika tidak di proteksi maka air akan cepat menyerap 2) Rentan terhadap rayap 3) Serat-serat kayunya terkadang dimakan oleh burung 4) Kurang kuat terhadap terpaan angin 5) Tidak diproduksi perlembar sehingga dalam pemasangannya dibutuhkan waktu yang  lama Telah dijelaskan beberap jenis atap yang dipakai pada bangunan, dimana fakta sejarah nenek moyang kita menggunakan bahan-bahan dari sumber alam pohon atau dedaunan untuk dijadikan atap. Seperti dijelaskan di atas bahan tersebut yaitu; pohon ilalang (alang-alang), daun pohon rumbia, bahan ijuk dari pohon enau dan pohon kayu. Kesemua bahan jenis penutup di atas, dengan teknik sederhana, sulam dapat merangkai bahan tersebut menjadi berfungsi sebagai atap. Sekarang tugas mu, menemukan fakta di sekitarmu atau menemukan dari sumber bacaan lain, bahan apa saja sumber daya alam yang dapat dijadikan bahan atap tanpa melalui proses pabrik atau proses teknologi yang sehingga berfungsi menjadi atap. Apa yang telah kamu peroleh dari hasil pengamatan dan pemahamanmu tentang jenis atap dari sumber pohon atau dedaunan, sekarang kamu komunikasikan kepada teman, apa yang kamu dapat dan perbincangkan agar kamu lebih memahaminya. Atap pada bangunan tradisional pada umumnya merupakan salah satu karakteristik spesifikasi yang membedakan arsitektur tradisional satu dengan lainnya, disamping itu, atap juga mengandung suatu makna, dan norma dalam arsitektur suku (etnis). Proses pemilihan bahan, mulai menebang bahan dan mengerjakan menjadi bahan atap memiliki pola yang menarik, demikian pula pada proses pemasangan atap, memiki kaitan-kaitan yang khusus dengan masalah-masalah kekerabatan dan lingkungan sosial. Jenis bahan penutup atap yang banyak digunakan pada bangunan tradisional, seperti dijelaskan di atas, dapat kamu jadikan sebagai bahan ekplorasi ilmiah mu, untuk menggali dan memahami bahan atap dari sumber alam yang langsung dapat dijadikan penutup atap. 2. Atap Bahan Logam 2.1 Seng Gambar 4-5 : Atap Seng memiliki lima isotop stabil. Biji seng yang paling banyak ditambang adalah sfalerit (sengsulfida), terdapat berbagai jenis senyawa seng yang dapat ditemukan, seperti seng karbonat dan seng glukonat terdapat pada suplemen makanan, seng klorida terdapat pada deodorant, seng pirition terdapat padasampo anti ketombe, seng sulfida terdapat padacat berpendar, dan seng metil ataupun seng dietil. . Atap jenis seng sebenarnya dibuat dari lembaran baja tipis yang diberi lapisan zinc (zincalume) secara elektrolisa. Tujuannya untuk membuatnya menjadi tahan karat. Jadi, kata seng sebenarnya berasal dari bahan pelapisnya. Jenis ini akan bertahan selama lapisan zinc (zincalume) ini belum hilang, yang terjadi sekitar tahun ke-30-an. Setelah itu, atap akan mulai bocor apabila ada bagian yang terserang karat. Seng adalah salah satu sekian banyak bangunan yang sering digunakan sebagai penutup atap. Ukuran seng datar yang digalvanisir ukuran tebal yang kurang dari 1 mm dinyatakan dengan BWG.Ukuran seng gelombang biasa yang digalvanisir berkisar 760 mm x 1830 mm dengan beberapa macam tebal. Mengenal Sifat fisik seng, Seng merupakan logam yang berwarna putih kebiruan, berkilau, dan bersifat diamagnetik. Walau demikian, kebanyakan seng mutu komersial tidak berkilau, seng sedikit kurang padat daripada besi dan berstruktur kristal. Seng terdiri dari logam keras dan rapuh, seng juga mampu menghantarkan listrik dibandingkan dengan logam-logam lainnya, seng memiliki titik lebur (420 °C) dan tidik didih (900 °C) yang relatif rendah. Jika seng terkena air hujan yang banyak mengandung garam akan mudah berkarat, lagipula oleh jatuhnya air hujan akan menimbulkan suara yang gaduh, serta tidak bersifat isolasi panas maupun dingin artinya bila udara di luar panas atau dingin maka dalam ruangan akan terasa lebih panas atau dingin. Kelebihannya bobotnya ringan, harganya murah, untuk memasangannya mudah sekaligus dapat menghemat biaya. Gambar 4-6 : Penutup Atap Seng Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan atap seng, antara lain yaitu; 1) Kelebihan; Pemasangan cepat dan mudah, ringan, penggunaan rangka atap sediki. 2) Kekurangan; Sifatnya yang menahan panas kurang, mudah berkarat, kurang menarik secara penampilan dan mudah terhempas angin, mudah penyok. 2.2 Atap spandek (Spandex) Atap spandek, jenis atap baja yang dibuat sedemikian rupa seperti halnya seng gelombang namun bedanya spandek ini bentuknya menyudut.secara prinsip hampir mirip dengan atap seng gelombang biasa, namun karena bentuknya menyudut terkesan lebih manis. hal yang membedakan lain adalah jenis pelapis yang dipakai. Atap seng gelombang memakai lapisan seng sedangkan spandek ini memakai lapisan zinkalume. Gambar 4-7 : Atap Spandek Pada Bangunan Rumah Atap spandek terdiri dari jenis atap gelombang besar dan gelombang kecil yang banyak diaplikasikan pada bangunan pabrik, perkantoran, gudang, dan jenis atap spandek panjangnya dapat dipesan sesuai dengan permintaan. Bahan dasar yang dipergunakan untuk material Atap Spandek  antara lain, baja lapis zinc (zincalume) yang merupakan baja lembaran lapis logam paduan dengan komposisi Aluminium dan Seng. Komposisi ini memberikan perlindungan yang prima sehingga Atap Spandek cocok untuk berbagai aplikasi bangungan dan manufaktur. Baja lapis zinc (zincalume) memiliki lapisan resin jernih yang membuat permukaannya mudah di cat, mencegah goresan dan bercak tangan, dan lapisan pasivasinya menjamin permukaannya yang keperak-perakan tetap terjaga, tampilannya yang mengkilap memberikan daya pantul cahaya dan panas yang tinggi. Daya tahan panasnya mencapai 315 derajat celcius tanpa mengalami perubahan warna pada permukaannya, sehingga sangat cocok dipergunakan untuk atap bangunan gudang, pabrik maupun bangunan yang besar/luas, lapis zinc (zincalume) memberikan usia pakai 2 hingga 6 kali lebih lama dibandingkan dengan baja lapis Galvanis pada aplikasi yang sama.  Untuk lebih memahami, jenis, model dan ukuran ata spandek berikut ini disampakan data teknis, bentuk, ukuran daari atap spandek yang ada di pasaran. Perlu di ingat, bahwa atap jenis ini tidak semua toko menjual, oleh karena itu untuk penggunaan perlu pemesanan terlebih dhulu di toko atau agen yang menjualnya. Spesifikasi data atap spandek bermacam macam tergantung pabrik yang memproduksi jenis atap tersebut. DI bawah ini dapat dilihat spesifikasi salah satu atap spandek yang ada di jual di pasaran (sampel produk), yang memiliki panjang 6-7 meter: Bahan : Baja zincalume Tebal : 0,30 – 0,35 – 0,45 mm, dan 0,50 mm Panjang : Standar 6-7 meter Lebar : 600mm, 672 mm, 720mm, 730mm, 750mm, 760mm, 780mm, 800mm, 30mm, 890mm, 925mm, 935mm, 960mm, 1000mm, 1040mm dan 1060mm Gambar 4-8 : Beberapa Model Atap Spandek (Sampel Produk) Berikut ini dapat dilihat data teknis, spesifikasi tentang ketebalan beserta data berat masing-masing jenis atap spandek per kilogram panjang dan luas, yang diambil dari salah satu produk yang beredar di pasaran. Spesifikasi Atap Spandek “XX” Nama Produk   : “XX” Bahan Dasar    : Baja Hi-Ten G550, & Baja Soft G300 Sumber Bahan : Zincalume AZ 150, Abadi AZ 100 Lapis Lindung   : Zinc-Aluminium; Prepainted Zinc-Aluminium 150 gr/m2, Prepainted Zinc-Aluminium 100 gr/m2 Warna             : Colorbond, Pelangi, Gemilang Gelombang     : 5 Gelombang Lebar Effektif   : 750 mm Tebal standar  : 0.20 mm BMT atau 0.25 mm TCT 0.25 mm BMT atau 0.30 mm TCT 0.30 mm BMT atau 0.35 mm TCT 0.35 mm BMT atau 0.40 mm TCT 0.40 mm BMT atau 0.45 mm TCT 0.45 mm BMT atau 0.50 mm TCT Panjang         : Ukuran sesuai kebutuhan, Maksimal 12 m Tabel : Data teknis spandek tebal dan berat · (Thickness after Coated) 3. Atap Genteng 3.1 Genteng tanah tradisional Jenis bahan penutup atap genteng tradisional terbuat dari bahan dasar tanah liat melalui proses percetakan dan pembakaran sampai sempurn, ini disebabkan karena bahan ini mempunyai daya tolak panas, dingin , tahan lama, tidak memerlukan banyka perawatan serta harganya relative murah. Genteng tanah liat tradisional banyak digunakan pada bangunan-bangunan yang ada di daerah tropis maupun daerah yang berhawa lembab, di dsa desa di sekitar pulau Jawa jenis penutup atap genteng sudah popular sajk dahulu. Genteng jenis ini biasa sering disebut genteng S karena mempunyai penampang pelintang seperti huruf S. genteng S mempunyai ukuran : 1) Panjang : 28 – 36 cm 2) Lebar : 20 – 25 cm 3) Tebal : 0,8 – 1 cm 4) Dalam lengkungan : 4 – 5 cm Genteng tanah liat membutuhkan rangka untuk pemasangannya, dalam ilmu konstruksi disebut dengan struktur rangka atap atau konstruksi rangka atap, pemasangan genteng ini dipasang pada atap miring.Genteng menerapkan sistem pemasangan saling mengunci dan mengikat (inter-locking), dan biasanya pemasangan dimulai dari paling bawah. Warna dan penampilan genteng ini akan berubah seiring waktu yang berjalan. Biasanya akan tumbuh jamur di bagian badan genteng. Adapun keunggulan jenis penutup genteng tanah liat tradisional, antara lain adalah; a) Mudah didapat b) Kuat menahan air hujan c) Murah harganya d) Kedapa air dan anti rayap Kekurangan jenis penutup atap genteng tanah liat tradisional, yaitu; a) Mudah ditumbuhi jamur dan lumut b) Mudah retak c) Dalam pemasangannya membutuhkan waktu yang lebih banyak karena bentuknya yang dicetak satu persatu. d) Tidak cocok untuk bangunan didaerah yang bersalju 3.2 Genteng Keramik Bahan dasarnya tetap keramik yang berasal dari tanah lia, namun genteng ini telah mengalami proses finishing yaitu lapisan glazur pada permukaannya. Lapisan ini dapat diberi warna yang beragam dan melindungi genteng dari lumut. Umurnya bisa 20 – 50 tahun. Aplikasinya sangat cocok untuk hunian modern di perkotaan, dengan permainan atap genteng berbagai macam model/bentuk atap. Gambar 4-9 :AplikasiAtap Genteng Keramik Pada Bangunan Adapun keunggulan jenis penutup Genteng Keramik, antara lain adalah; a) Bentuknya sudah lebih modern b) Kedap air dibandingkan atap tanah liat tradisional c) Kuat dibandingkan genteng tanah liat tradisional karena telah melalui proses finshing, dan tahan lama 20-50 tahun d) Mengkilat, karena bagian luarnya dicat. Sehingga rumah terlihat apik e) Mudah didapatkan di pasaran f) Sesuaidi daerah panas maupun basah (hujan) g) ukurannya lebih besar dari genteng biasa sehingga bisa menghemat Kekurangan jenis penutup atap Genteng Keramik, yaitu; a) Dalam pemasangannya membutuhkan waktu yang lebih banyak karena bentuknya yang dicetak satu persatu. b) Tidak cocok untuk bangunan didaerah bersalju c) Terkadang cat yang digunakan untuk melapisi genteng terkelupas, sehingga pada bagian gentengnya ditumbuhi lumut. 3.3 Genteng Beton Bentuk dan ukurannya hampir sama dengan genteng tanah tradisional, hanya bahan dasarnya adalah campuran utama beton, yaitu campuran semen PC dan pasir, kemudian diberi lapisan tipis yang berfungsi sebagai pewarna dan kedap air. Sebenarnya atap ini bisa bertahan dalam waktu yang sangat lama, tetapi lapisan pelindungnya hanya akan bertahan antara 30 tahun hingga 40tahun. Gambar 4-10 :Berbagai Tipe Atap Genteng Beton Bentuk atap beton, hampir sama dengan bentuk genteng pada umumnya, hanya saja berbagai produsen memproduksi genteng beton dengan model/tipe dengan karakteristik masing-masing, baik itu bentuk, warna dan spesifikasinya. Untuk aspek komersil, produsen genteng beton membuat cirri dan keunggulan khusus, seperti dirancang khusus dengan bobot yang relatif ringan, warna yang menarik, model atau tipe genteng, seperti tipe S, M, atau tipe plat vertical, plat batu, dan lain lain tergantung produsen yang member nama sesuai dengan karakteristik masing-masing produksi.. Berbagai cara guna menarik dan merangsang konsumen agar membeli genteng beton yang di variasi dengan model cekungan, warna, atau kemudahan pemasangan. Perlu dipahami, bahwa setiap genteng memiliki kelebihan dan kekurangan, begitupun dengan genteng beton, beberapa karakteristik genteng beton yang dapat menjadi panduan pemeriksaan visual, yaitu: 1) Bobot; Genteng beton lebih berat dibandingkan genteng keramik; 2) Presisi; Genteng Beton memiliki tingkat presisi yang lebih baik, dikarenakan proses pembuatan genteng beton tidak mengalami pembakaran sehingga kemungkinan deformasi pada genteng sangat kecil, selain itu desain genteng ini memungkinan proses pemasangan lebih cepat. 3) Harga; Harga genteng beton relatif lebih murah dibandingkan dengan genteng keramik, karena isi/m2 genteng beton lebih sedikit dibandingkan genteng keramik 4) Warna; Warna genteng beton mungkin tidak sekuat warna genteng keramik berglazur, karena genteng beton umumnya mengalami pewarnaan dengan menggunakan cat minyak atau coating, tetapi beberapa produsen ada yang mengklaim dapat menghasilkan coating yang tahan lama. Perbedaan harga karena perbedaan warna genteng hampir tidak ada, hanya kualitas coating/cat yang mebedakan harga dari genteng beton, jadi kita dapat lebih fleksibel menyesuaikan warna dengan selera kita tanpa mengganggu budget awal. 5) Daya serap air; Genteng beton juga lebih mudah/rentan terhadap rembesan untuk pemakaian jangka panjang, apalagi jika coating/cat nya sudah terkelupas, hal ini akan berpengaruh pada beban atap pada saat hujan karena pada kondisi ini daya serap genteng terhadap air sangat tinggi. 6) Model; Model banyak tipe, khususnya model flat lebih cocok dengan desain minimalis, hal in dikarenakan bentuk dan desain genteng ini murni flat dan lebih presisi. Gambar 4-11 : Spesifikasi Genteng Beton Model M (Sampel) Selain dari karakteristik diatas kita dapat melihat dari sisi proses pembuatan genteng itu sendiri, pada genteng beton yang memiliki bahan dasar campuran beton. yang proses pengeringannya bergantung pada persenyawaan antara semen sebagai perekat dengan campuran beton. ditambah dengan press mesin pada saat pencetakan yang menjadi faktor utama kepadatan beton dari pada genteng itu sendiri. Gambar4-12 :Spesifikasi Genteng Beton Model Flat (Sampel) Beberapa kelemahan, jenis penutup Genteng beton, antara lain adalah; 1) Tidak memiliki proteksi jadi jika terkena hujan dan panas lebih cepat berjamur dan lumut 2) Harganya lumayan mahal 3) Untuk menyusun genteng beton lebih lama 4) Tidak cocok di daerah yang bersalju 5) Bobot, berat sehingga memerlukan rangka atap yang kuat 3.4 Genteng Aspal (Bitumen) Bahan aspal dikenal sebagai bahan atau material yang bersifat viskos atau padat, berwarna hitam atau coklat, yang mempunyai daya lekat (adhesif), dan mengandung hidokarbon yang dihasilkan dari minyak bumi (aspal alam) dan terlarut dalam karbondisulfida. Aspal telah digunakan selama ribuan tahun sebagai bahan waterproofing karena sifatnya yang mampu menyesuaikan terhadap fluktuasi suhu, dan dapat bersifat sebagai perekat, sebagai filter karna sifat yang cair pada suhu tertentu dapat mengisi rongga yang kosong dan bersifat kedap air (waterproof). Gambar 4-14 :BerbagaiBentuk Atap Genteng Aspal (Bitumen) Berbeda dengan genteng yang dikenal umum, seperti genteng beton atau tanah liat, genteng aspal masih belum banyak dikenal orang, dan di pasaran juga masih jarang, dan pengguna juga masih sedikit. Genteng ini terbuat dari campuran bubuk kertas, serat organik, resin, dan aspal, genteng ini memiliki bobot lebih ringan dibandingkan dengan genteng tanah liat, beton, atau keramik, bobotnya sekitar 4 kg/m2, tentu lebih ringan dibandingkan dengan atap genteng yang berat satuannya bisa mencapai 4 kg-8 kg. Bobot yang ringan ini dapat menjadi salah satu keunggulan genteng aspal, dengan bobot yang ringan, konstruksi atap pun dihemat. Selain itu genting ini sangat lentur dan tahan air, karena kita ketahui bahwa spal berfungsi sebagai waterproofing hingga membuat atap tahan bocor. Teknik pemasangan genting ini sama seperti memasang sirap pada umumnya, genteng aspal ini adalah sirap versi modern, pemasangannya sama dari bawah ke atas. Bentuk genteng aspal atau atap bitumen bermacam-macam, tergantung pabrik yang produksi, di pasaran ditemui berbagi bentuk atap bitumen, yaitu; 1) Atap Bergelombang, bentuknya seperti seng gelombang; 2) Atap Datar, bentuknya seperti atap sirap, atau berbentuk lembaran; 3) Atap Genteng, bentuknya seperti atap genteng. Gambar 4-15 :BentukAtap Genteng Aspal (Bitumen) Model Singel Berbagai pabrik di Indonesia telah memproduksi genteng jenis ini, dengan model, ukuran serta warna yang beragam. Genteng aspal bitumen ada yang dikombinasi dengan bahan berbagai macam yang tujuannya memperkuat serta memperindah tampilan, seperti kombinasi material fiber dan aspal, dan kombinasi dengan batuan berwarna yang menghasilkan paduan warna serasi. Prodk genteng seperti ini, menghasilkan genteng yang flexible, dapat dipasang dalam berbagai bentuk dan ragam motif. Pemasangan atap dapat dipasang dalam kondisi kemiringan yang ekstrim.Kemudian ada berbagai model juga yang diproduksi oleh pabrikan, seperti model datar bertumpu pada multipleks yang menempel pada rangka, multipelks dan rangka dikaitkan dengan bantuan sekrup. Ada juga model genteng aspal yang dilem ke papan, untuk jenis kedua, model bergelombang, ia cukup disekrup pada balok gording. Adapun keunggulan jenis penutup Genteng Aspal (bitumen), antara lain adalah; 1) Kekuatan; Tahan terhadap api, air, suhu dan rayap; 2) Pemasangan; Kemiringan pemasangan dapat dipasang pada kemiringan yang landai 22,5° sampai 90°, mudah dan praktis pemsngannya; 3) Warna; Memiliki warna yang beragam, serta terlindungai anti pudar dan anti jamur; 4) Bobot; Bobot ringan dibanding genteng keramik dan beton. Beberapa kelemahan, jenis penutup Genteng Aspal (bitumen), antara lain adalah; 1) Harga mahal; 2) Sulit didapat di setiap toko; 3) Tidak cocok digunakan didaerah panas 3.5 Genteng Metal Genteng metal terbuat dari lembaran metal yang diproses degan bahan pelapis, pada permukaan bagian atas dilapisi dengan butiran pasir dan aspal yang direkatkan, kemudian difinishing dengan cat, dan dibentuk seperti genteng, dengan ukuran tertentu. Ukuran genteng metal, bervariasi, ada yang dibuat lebih besar dari genteng tradisonalt, yakni sekitar 60–120 cm, dengan ketebalan 0,3 mm. Pemasangan genteng ini tidak jauh beda dengan genteng dari tanah liat, karena memiliki ukuran yang lebih lebar maka dapat mempercepat waktu pemasangan pada sebuah bangunan. Genteng jenis ini biasanya memerlukan sekrup untuk pemasangannya agar tidak mudah terbawa angin karena bobotnya yang ringan. Pilihan warna genteng metal yang tersedia sangat variatif dan menarik, kombinasi warna atap dan dinding bangunan dapat menciptakan estetika dan arsitektur yang indah. Gambar 4-17 : Komposisi Bahan Genteng Metal (Sampel Pabrikan) Teknik pemasangan genteng metal pada prinsipnya sam dengan pemasangan genteng tradisonal atau genteng keramik, bedanya terdapat pada perekatan/pemakuan, dimana biasanya dilekatkan menggunakan sekrup, paku, atau pengunci khusus. Bentuknya lembaran, mirip seng, genteng ini ditanam pada balok gording rangka atap, menggunakan sekrup. Bentuk lain berupa genteng lembaran. Pemasangannya tidak jauh berbeda dengan genteng tanah liat hanya ukurannya saja yang lebih besar. Ukuran yang tersedia bervariasi, 60-120cm (lebar), dengan ketebalan 0.3mm dan panjang antara 1.2-12m.Karena ukurannya lebih lebar dan ber variasi, tentu letak dan kedudukan konstruksi pendukung, seperti reng akan berbeda jaraknya, misalnya untuk ukuran lebar 80 cm dan panjang 77cm akan menyesuaikan. Pemasangan akan lebih cepat, karena lembaran yang lebih luas, teknik penempelan dilakukan dengan cara menempatkan genteng di atas reng yang telah disiapkan, kemudian tempelkan menggunakan paku. Ada pemasangan genteng jenis ini yang lebih praktis, karena pabrik sudah melengkapi dengan pengunci khusus atau paku, di samping ukurannya yang lebar dan panjang sesuai produk/pesanan, akan mempercepat proses pengerjaan. Pada pemasangan genteng metal yang harus diperhatikan adalah bagian atas dan bawah genteng tidak sama, sehingga perlu diperhatikan posisinya. Sehingga perlu diperhatikan pemasangan lembaran pada sayap kanan dengan pemasangan lembaran pada sayap kiri. Cara pemotongan genteng metal hanya dapat dilakukan dengan memakai gunting besi, dan lihat posisi yang dipotong untuk bagian atas genteng dimana gording terpasang. Berikut beberapa keunggulan menggunakan genteng metal pada bangunan, yaitu; 1) Kekuatan; Dilapisi bahan anti karat, pasir dan tahan terhadap api, air, suhu dan rayap; 2) Pemasangan; mudah dan praktis pemasangannya karena berbentuk lembaran perpaduan seng dengan genteng; 3) Warna; Memiliki warna yang beragam dan tahan lama; 4) Bobot; Bobot ringan dibanding genteng tradisonal, keramik dan beton; 5) Teknologi baru yang membuat genteng tidak menimbulkan panas dan tidak mudah terbakar. 6) Dilapisi bahan anti lumut sehingga tidak perlu khawatir untuk mengecet ulang yang tentunya memerlukan biaya tambahan Gambar 4-18 : Aksesoris Bahan Genteng Metal (Sampel Pabrikan) Berikut beberapa kekurangan menggunakan genteng metal pada bangunan, yaitu; 1) Mahal bila dibandingkan dengan bahan genteng tradisonal dan seng; 2) Pemasangan tidak rapi akan menimbulkan efek tambal dan tidak indah dilihat; 3) Kemampuan insulasi panas dan kebisingan yang ditimbulkan pada waktu hujan, masih belum sebaik genteng keramik dan genteng beton; 4) Menyerap panas. 4. Atap Beton Atap beton, adalah plat yang terbuat dari bahan beton atau beton bertulang, yang difungsikan sebagi atap dan biasanya merupakan atap datar. Banyak digunakan pada rumah-rumah modern minimalis dan kontemporer.Atap beton memiliki bobot yang berat, oleh karena itu untuk pembuatan perlu perencanaan oleh ahli untuk perhitungan konstruksi akibat beban beban yang dipikul serta pengaruh gaya-gaya yang bekerja. Banyaknya kasus runtuhnya konstruksi pembuatan plat beton pada bentangan yang panjang dan luas, dikarenakan perencanaan yang kurang teliti. Konstruksinya yang kuat memungkinkan untuk mempergunakan atap ini sebagai tempat beraktifitas seperti menjemur pakaian dan bercocok tanam dengan pot atau aktivitas lain yang dapat dipikul oleh konstruksi. Pemsangan plat beton yang difungsikan sebagai lantai, tebal minimum adalah 12 cm, dengan menggunakan tulang besi beton 2 lapis, menggunakan besi beton diameter 10 mm berjarak 10 cm pada lokasi momen maksimum, dan diameter 10 mm berjarak 20 cm pada lokasi momen minimum. Untuk plat beton yang difungsikan sebagai atap, tebal minimum plat adalah 7 cm dengan tulangan besi beton 1 lapis, jarak antara tulangan beton adalah 2 x tebal plat atau 20 cm, diambil nilai yang terkecil, sebagai bahan referensi tebal plat 7 cm maka jarak tulangan 2 x 7 cm = 14 cm, maka yang dipakai berjarak 14 cm. Akan tetapi penerapan dilapangan biasanya menggunakan tulangan pokok diameter 8mm jarak 10 cm, sedangkan tulangan pembagi diameter 6 mm berjarak 10 cm. Kemudian untuk plat konsol (cantilever) lebar bentang yang direkomendasikan maksimum 100 cm, bila lebih dari itu sebaiknya struktur dihitung oleh ahli dibidangnya, hal ini untuk mencegah runtuh dan tidak kokohnya plat beton. Kebocoran pada atap beton sering sekali terjadi, untuk itu perlu perencanaan yang teliti dan perlu pengawasan pada pengecoran dan pemakaian waterproofing pada lapisan atasnya. Untuk mencegah kebocoran, keruntuhan, dan berfungsi melindungi ruangan dari panas matahari dan hujan pembuatan atap beton harus memenuhi syarat-syarat yaitu yang ditentukan. Dalam hal ini dalam pelaksanaan pekerjaan bangunan atap merupakan penentu berhasil atau tidaknya pekerjaan atap seperti bocor atau tidaknya bangunan atap. Pelaksanaan pekerjaan atap beton, secara teknis terbuat dari beton bertulang, dimana pekerjaan terdiri dari dua bagian, yaitu pekerjaan adukan beton dan pekerjaan pembesian (tulangan) beton. Susunan campuran adukan untuk atap beton harus kedap air, artinya perbandingan campuran yang digunakan biasanya diambil 1 PC : 1 1/2 PS : 2 1/2 KR oleh tukang di lapangan disebut campuran beton kental. Pemakaian air dalam adukan beton untuk bangunan atap hendaknya diambil secukupnya saja artinya paling banyak terbatas pada sifat adukan beton dapat dikerjakan dan tidak boleh memakai air yang berlebih-lebihan yang dapat mengakibatkan adukan beton menjadi sangat cair. Pada adukan beton yang sangat cair dapat mengakibatkan beton setelah menjadi keras akan dapat dengan mudah ditembus oleh air. Air yang digunakan untuk adukan beton harus air tawar dan bersih atau memenuhi syarat penggunaan air sebagai campuran beton, demikian pula bahan tambahan pasir dan krikil harus juga bersih dari segala kotoran. Hal ini dimaksudkan agar mutu beton dapat terjamin baik terhadap kekuatan maupun terhadap sifat tahan tembus air (kedap air). Berikut beberapa keunggulan menggunakan Atap Plat Beton, pada bangunan, yaitu; 1) Kekuatan;kekuatannya sangat besar, karena merupakan campuran pasir,krikil,semen dan air 2) Bobot; Bobot berat 3) bahan-bahan penyusunnya mudah di dapatkan di pasaran 4) Model atap datar sehingga pada bagian atap bisa dilakukan aktivitas lain (menjemur,menaruh pot,dll) 5) Tahan terhadap hempasan angin 6) Bisa digunakan di daerah panas dan hujan Berikut beberapa kekurangan menggunakan Atap Plat Beton, pada bangunan, yaitu; 1) Harga bahan-bahan lebih mahal 2) Waktu pembuatan dan pengeringannya relative lama 3) Sering terjadi kebocoran pada plat beton, jadi harus di proteksi dengan waterproofing pada bagian atas plat. 4) Jika kurang perawatan maka akan tumbuh jamur dan lumut 5.  Atap Kaca Pemakaian atap kaca semakin popular untuk mendapatkan penerangan alami dalam rumah pada siang hari. Biasa dipakai pada bagian rumah yang tidak mendapatkan cahaya langsung dari jendela atau sebagai aksen yang melengkapi design sebuah rumah. Penggunaan atap kaca pada area depan bangunan, atau teras bangunan menjadi area yang modern, sebagai tempat bersantai dan menikmati pemandangan di sekitar  tanpa harus berpikir tentang cuaca yang ada baik hujan ataupun sinar matahari. Bentuknya pun bermacam macam, ada yang berbentuk lembaran kaca atau genteng kaca sesuai kebutuhan, dan tersedia dalam berbagai warna, walaupun tampaknya kaca bening masih merupakan pilihan terpopuler saat ini. Sebuah atap kaca dengan warna yang terang dapat menambahkan sentuhan individualitas dan gaya untuk, rumah kantor atau toko. Sedangkan untuk model dam macam atap, dapat dipilih jenis serta model atap datar, atap pelana, melengkung, flat memanjang dan kombinasi dengan bahan penutup atap lain yang banyak di jual di pasaran, dan tersedia dalam berbagai ukuran dan gaya permukaan. Penggunaan atap kaca biasanya diaplikasikan pada atap carport atau ruangan yang membutuhkan sinar alami dan cahaya segar, namun jika kita menginginkan sesuatu yang berbeda, kita bisa menggunakannya pada ruang lain, seperti kamar mandi. Mengaplikasikan atap kaca pada kamar mandi dapat memberikan sensasi yang unik, hal lain pastikan bukaan pada kamar mandi dapat mengakomodasi sirkulasi udara yang optimal, juga panas yang masuk melalui atap kaca. Dalam pemasangannya, kita harus memperhatikan beberapa pedoman agar tahan cuaca, gunakan kaca berketebalan minimal 10mm. Konstruksi atap sebaiknya landai, dengan kemiringan sekitar 2-3 derajat, rangka bisa terbuat dari besi pelat siku dengan jarak antar batang penahan kaca sekitar 50cm. Perawatan kaca jenis ini sangat mudah, cukup dengan membersihkannya secara rutin dengan air dan gosok kaca menggunakan lap yang direndam cairan sabun. Berikut beberapa keunggulan menggunakan Atap Kaca, pada bangunan, yaitu; 1) kedap air 2) bisa digunakan di daerah panas dan hujan 3) bagian rumah dapat tersinari matahari secara alami 4) tidak perlu menyalakan lampu di siang hari 5) hemat listrik 6) bebas rayap 7) tahan terhadap hempasan angin 8) mudah didapatkan di pasaran Berikut beberapa keunggulan menggunakan Atap Kaca, pada bangunan, yaitu; 1) jika malam hari tidak bisa di tutup dan tidak akan berguna 2) harganya mahal 3) tidak bisa di daur ulang 6. Atap Polycarbonate Atap Polycarbonate dikenal orang di lapangan sebagi canopy, atap ini berbentuk lembaran yang besar sehingga dimungkinkan untuk luasan yang besar tanpa sambungan. Polycarbonate adalah bentuk atap berongga transparan yang biasa digunakan untuk atap garasi, tempat jemuran, penutup atap kanopi, gazebo, carport, skylight, bahkan atap jembatan penyeberangan. Perencanaan atap polycarbonate sudah sangat bervariasi dan bisa digabungkan dengan berbagai material lain seperti kayu, besi, beton dan sebagainya. Atap polycarbonate ini menjadi pilihan untuk membuat atap carport karena cepat pemasangannya, murah, dan tidak sulit seperti pembuatan konstruksi atap lainnya. Pada dasarnya konstruksi atap polycarbonate adalah konstruksi atap ringan karena bobot polycarbonate sangat ringan. Pemasangan polycarbonate mudah dan cepat, namun harganya memang lebih mahal dari atap-atap lainnya. Pemeriksaan visual untuk memilih kualitas polikarbonat (polycarbonate) adalah dengan menekan kuat dengan jari penampang berongga pada lembaran polikarbonat, jika berkualitas jelek maka konstruksi berongga polikarbonat yang ditekan tadi tidak akan kuat menahan tekanan jari ('penyok'). Pemeriksaan dengan cara pada beberapa merk polikarbonat yang berbeda lebih disarankan lagi anda lakukan test ini pada polikarbonat dengan harga yang termahal dan pada harga yang termurah untuk lebih jelas melihat perbedaannya. Dipasaran ada beberapa macam merk polycarbonate, diantaranya ; Lexan, Twinlite, Starlite, Solarlite, Carbolux, Lexan Carboron, GE, Molydex, X-Lite, Cladian Plast, dan masih banyak lagi merk lainnya. Gambar 4-19 : Bentuk Atap Polycarbonate Berikut beberapa keunggulan menggunakan Atap polycarbonate, pada bangunan, yaitu; 1) Bahan material yang kuat dan kokoh serta ringan 2) Dapat meredam radiasi matahari, dan dapat digunakan di daerah panas dan hujan 3) Flexible, Dicetak dalam bentuk lembaran sehingga dapat dengan mudah dipakai jika luasan yang diperlukannya besar 4) Lebih cepat dalam pemasangannya 5) Mudah didapatkan dipasaran 6) kedap air 7) Modelnya simple dan elegan untuk penutup atap maupun pagar 8) Tersedia berbagai warna, bahkan ada yang transparan Berikut beberapa kekurangan menggunakan Atap polycarbonate, pada bangunan, yaitu; 1) Mahal 2) Digunakan pada bangunan tambahan seperti flapon 3) Terdapat unsur plastic sehingga sulut di daur ulang 7. Atap Asbes Asbes atau asbestosadalah campuran mineral silikat yang memiliki serat kristal diantaranya asbestiform, fibrosa tipis kristal, theinhalasi dari serat asbes. Asbes menjadi semakin populer di kalangan produsen dan pembangun pada saat ini karena penyerapan suara, kekuatan tarik rata-rata, dan ketahanan terhadap panas, listrik dan kerusakan kimia.  Asbes yang digunakan dalam beberapa produk untuk tahan panas, dan di masa lalu digunakan pada oven listrik dan kabel kompor listrik untuk perusahaan insulasi listrik pada suhu tinggi, dan di dalam bangunan untuk yang tahan api dan isolasi sifat, kekuatan tarik fleksibilitas, dan ketahanan bahan kimia.Aplikasi yang lebih modern dari asbes memanfaatkan ketahanan kimia dan sifat penguat serat untuk menghasilkan produk asbes semen yang diperkuat termasuk pipa, lembaran, dan herpes zoster yang digunakan dalam konstruksi bangunan. Beberapa jenis asbes seperti aktinolit, amosite, anthophyllite, crocidolite, tremolite, dan cempaka, dan jenis yang dikenal sebagai amfibol memiliki serat yang sangat kuat dan kaku, dan dapat ber efek pada bahaya kesehatan. Serat asbes Amphibolic dapat menembus jaringan tubuh, terutama di paru-paru, dan akhirnya menyebabkan tumor untuk berkembang.Jenis asbes, chrysotile, dikenal sebagai serpentin. Serat nya jauh lebih lembut dan lebih fleksibel daripada asbes amphibolic, dan efeknya lebih kecil pada jaringan tubuh. Sepertinya saat ini banyak orang sudah mengetahui bahwa atap rumah yang terbuat dari bahan asbes merupakan bahan bangunan yang dapat menimbulkan penyakit, sisi risiko ini menjadi pertimbangan kelemahan atap asbes. Tetapi pertimbangan lain, karena bahan atap asbes mempunyai banyak keuntungan, diantaranya, seperti bahannya ringan, tidak mudah rusak atau jebol, rumah menjadi lebih terasa sejuk karena sifat asbes yang tidak menyerap panas dari matahari dan tentunya juga harganya yang cenderung lebih murah dibandingkan bahan bangunan, kemudian mudah di dapat karena hampir semua toko bahan bangunan menjualnya. Gambar 4-20 : Konstruksi Rangka Atap Asbes Gelombang Atap asbes yang baik adalah yang diproduksi sesuai dengan Standar Nasional Indonesia, dan ketetapan perdagangan di Indonesia, setiap produksi yang standar harus memiliki ciri logo SNI pada setiap lembarnya. Pemeriksaan visual atap asbes, seperti permukaan yang licin, warna, bentuk dan tinggi gelombang yang seragam, mempunyai keseragaman warna, bentuk dan tinggi gelombang yang seragam, tidak cacat atau bocor.Atap asbes saat ini banyak digunakan untuk bangunan-bangunan yang luas, maupun bangunan rumah sederhana, seperti gudang, pabrik, sekolah dan rumah rumah di pedesaaan. Gambar 4-21 : Urutan Pemasangan Atap Asbes Gelombang Sepesifikasi asbes yang dapat dijelaskan, adalah seperti berikut ini; · ukuran panjang standard, 300, 2.700, 2.400, 2.100, 1.800 mm, dan Panjang yang dibuat atas pesanan 1.500, 1.200, 1.000 mm · Lebar efektif 1.000 mm · Lebar keseluruhan1080 mm · Tebal 6 mm · Jarak gelombang 145 mm · Tumpangan samping 80 mm · Tinggi gelombang 50 mm · Berat rata-rata :Lembaran pada kelembaban normal 13 kg/m, Lembaran yang dijenuhkan 15,5 kg/m Teknik pemasangan atap asbes, bahwa pada gelombang-gelombang lembaran atap pada kedua belahan harus tepat pada satu jalur. Baris atas harus di cut dalam hubungannya dengan nok paten gelombang. Berikut ini adalah contoh spesifikasi atau data teknis, asbes gelombang yang diperoleh dari sample produk sebuah pabrikan. Tabel Data Teknis Atap Asbes Gelombang Adapun keunggulan jenis penutup atapAsbes, antara lain adalah; a. Tahan panas b. Mampu meredam suara c. Anti rayap d. Kedap air e. Mudah didapatkan di pasaran f. Harganya murah Kekurangan jenis penutup atap Asbes, yaitu; a. Terdapat bahan mineral Amosite dan crocidolite yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru b. Dapat menyebabkan penyakit kulit akibat serat-serat yang ada pada asbes Gambar 4-22 : Tumpangan Lebar da Penempatan Paku Gambar 4-23 : Tumpangan Panjang Gambar 4-24 : Posisi Pemasangan Atap Asbes Gelombang Pada pemasangan seng asbes, semua tumpangan akhir harus terletak diatas gording atau kayu dan paku pancing/sekrup terletak pada as tumpangan. Sedangkan tumpangan samping 80 mm satu gelombang, jarak maksimum antara gording dengan gording 1250 mm, tetapi jarak yang sebenarnya tergantung panjang lembaran dan tumpangan akhir yang dikehendaki. Pemasangan pada gording kayu untuk lembaran yang tidak rangkap digunakan sekrup galvanisir 90 x 6 mm dengan ring metal yang digalvanisir berbentuk segi empat juga ring karet. Bila lembaran rangkap digunakan sekrup 100 x 6 mm dengan ring metal dan ring karet sebaiknya ring karet di sekat dengan asbes seal. Pada waktu pengeboran lubang untuk pemasangan sekrup lebih besar 2 mm dari pada diameter sekrup, pemasangan pada gording besi menggunakan paku pancing diameter 6 mm. Panjang paku pancing 90 mm lebih panjang dari pada tingginya profil gording dan panjang ulir minimum 40 mm untuk menerima ring dan mur. Disamping itu juga harus menggunakan ring metal segiempat yang di galvanisir dengan ring karet dan asbesseal. Pada pemasangan aksesoris, seperti nok, untuk nok stel gelombang,pasang semua rol dalam dahulu dengan susunan dari kanan kekiri baru kemudian di susun rol luar dengan sayap menghadapkebelahan atap lain. Pada tumpangan nok tak perlu dipotong (mitre cut), kemudian rol dalam harus terpasang baik, sebelum rol luar, kencangkan sekrup melalui puncak gelombang ke 2 dan 6. Pada Nok stel rata, dapat distel sudutnya dengan sayap yang rata cocok untuk semua atap dengan kemiringan sampai 30º.Sangat cocok untuk jurai pada atap piramida, panjang efektif1000 mm, lebar sayap 225 mm, tebal 6 mm. Pemasangan model nok ini harus disekat dengan adukan semen dan pasir, pada jarak 50 mm dari tepi sayap rata nok. Pasang dahulu rol dalam baik-baik baru rol luar kencangkan sekrup melalui puncak gelombang ke 2 dan ke lembaran atap. Pada nok paten gelombang, cara pemasangannya, bahwa pada gelombang-gelombang lembaran atap pada kedua belahan harus tepat pada satu jalur. Baris atas harus di mitre cut dalam hubungannya dengan nok patent gelombang. Selanjutnya seperti pada nok yang lain pemasangannya. Pada nok gigi gergaji, ini dapat distel dengan sayap gelombang, sayap vertikal rata dan penutup ujung, nok Ini dapat dipakai untuk atap gigi gergaji kemiringan terbesar 30º. Kemudian panjang efektif sayap bergelombang 1000 mm, panjang efektif sayap rata 1700 mm, lebar sayap bergelombang 300 mm, lebar sayap rata 300 – 450 mm dan tebal 6 mm.. Memasangnya harus dari sayap yang bergelombang dan harus diskrup ke gording paling sedikit 3 buah perlembar, penutup ujung gergaji ini dibuat disesuaikan terhadap panjangnya sayap rata dari nok gigi gerigi. Pada pemasangan konstruksi penutup asbes, dilakukan pedoman sepert beriktu ini; 1. Penutup saluran bergelombang; Pemasangan Letaknya penutup saluran dibawah deretan atap sehingga lidah menyentuh bagian dalam dinding talang 2. Penutup ujung atas bergelombang; Sekrup dipasang melalui puncak gelombang ke 2 dan ke 6 -Sambungan pada penutup ujung mundur 1 gelombang untuk menghindari penumpukan ketebalan lembaran. 3. Penutup sisi; Digunakan sebagai penghubung dinding vertikal dengan lembaran atap yang arah puncak gelombangnya sejajar dengan dinding vertikal. · Panjang efektif 2400 mm · Ukuran luas 75 x 250 x 50 mm · Tebal 6 mm Bila sisi yang 50 mm tak dapat menyentuh gelombang (lekuk) atap misalnya mengganggu lebih baik dipotong/dikurangi. Pada lisplang, dipersyaratkan seperti berikut ini; 1) Lisplang siku-siku; Lisplang untuk penghubung sudut atap dan dinding. Panjang efektif2400 mm, Sayap rata 200 x 200 mm Tebal 250 x 250 mm Tebal 6 mm 2) Lisplang lengkung; Panjang efektif 2400 mm, Ukuran bagian225 x 100 x 25 mm, Tebal 4 mm JURAI Pada atap perisai, pertemuan antara bidang atap yang merupakan garis miring menyudut disebut jurai bubungan miring.Pertemuan dari kedua bidang yang menjorok kedalam disebut dengan jurai dalam atau jurai talang. Apabila kita melihat suatu gambar tampak atas dari suatu rencana atap, maka panjang jurai luar ataupun dalam belum merupakan suatu garis atau panjang yang sebenarnya disini sangat penting sekali, untuk memesan kayu yang diperlukan untuk jurai tersebut. Untuk mencari panjang sebenarnya dari balok jurai pada prinsipnya digunakan dengan cara rebahan ataupun putaran seperti dalam pelajaran ilmu proyeksi . JURAI DALAM Gambar 4-25: Jurai Dalam Jurai dalam keadaannya berlawanan dengan jurai luar. Pada jurai luar air mengalir dari jurainya tetapi pada jurai dalam air justru mengalir ke jurainya untuk itulah pada jurai dalam harus dipasangi talang. Konstruksi jurai dalam prinsipnya sama dengan jurai luar. Pemasangan balok diagonal agak sulit sebab untuk mendapat tumpuan kedua ujung balok pincang tidak mudah, jalan satu-satunya disunatkan/dihubungkan dengan balok atap yang terdekat. Sedang untuk menghindari kesulitan pertemuan antara kuda-kuda dan bagian bawah balok jurai dalam, maka letak kudakuda digeser 20 – 25 cm dari sudut tembok. Pada jurai dalam bobot penutup atap menekan gording-gording serta berusaha untuk memisahkan, maka disini perlu tumpuan untuk mencegah hal tersebut. Pada ujung gording dibuatkan pern pendek 1 – 1,5 cm setebal gording dan lebarnya ½ lebar gording, kedua sisi samping jurai dibuat takikan berbentuk jajaran genjang, pen menyesuaikan bentuk ini. Diatas balok jurai dalam dipasang papan tebal 2 cm untuk alas seng yang pada kedua sisinya dibatasi reng.Seng biasa digunakan ialah jenis BWG 32.Papan talang dapat dipasang pada titik usuk atau rata ataupun diatas usuk ataupun diatas usuk tanpa takik. C. Model Atap Moodel atau bentuk atap akan menambah nilai keindahan dan artistik dari bangunan itu..Desain model atap merupakan bagian yang berperan penting dalam keindahan bentuk bangunan bahkan kadang kala atap menjadi suatu ciri khas dari sebuah bangunan atau ciri khas daerah tertentu . Oleh karena itu arsitek sering kali membuat bentuk atap yang aneh atau lain dari pada yang lain. Bentuk bangunan arsetekturnya sangat dipengaruhi desain atap yang dibuat, berbagai bentuk atau model atap saat ini banyak digunakan dalam desain rumah, pada saat ini dikenal orang yang lagi trendi adalah model atap minimalis.Untuk lebih mengenal bentuk atau model atap, berikut ini ditampilkan model-model atap bangunan. 1 Atap Pelana Gambar 4-26: Atap Pelana Model atap pelana sangat sederhana, bidang atap initerdiri dari dua sisi yang bertemu pada satu garis pertemuan yang disebut bubungan. Pada desain rumah dengan gaya tradisional ataupun modern, atap pelana ini juga cocok. Desain dari atap pelana tersebut memiliki kemiringan sekitar 35 derajat, kemiringan tersebut dapat menciptakan daya serap radiasi dan panas dari matahari amat bagus, juga guyuran dari hujan akan segera dengan mudah mengalir. Bidang atap teridiri dari duasisi yang bertemu pada satu garis pertemuan yang disebut bubungan, selain itu dalam pengerjaannya atap pelana membutuhkan bahan yang sedikit karena konstruksinya lebih sederhana, membuat proses pengerjaan atap pelana jadi lebih cepat. 2 Atap Perisai (Limas) Gambar 4-27 : Atap Limas Model atap perisai (limas) merupakan pengembang dari atap pelana, berupa bidang yang miring pada semua sisinya, dan terbentuk dari dua bidang segitiga dan dua bidang trapesium.Sudut yang digunakan pada atap perisai sekitar 30 derajat - 40 derajat.Bidang atap teridiri dari dua sisi yang bertemu pada satu garis pertemuan yang disebut dengan bubungan. Model atap ini cukup sederhana, karena itu banyak dipakai untuk bangun bangunan atau rumah sederhana di desa maupun di kota, karena bentuknya yang sederhana, gampang membuatnya dan biayanya ekonomis. Bahan yang sering dipakai pada atap model ini, adalah bahan yang berbentuk lembaran seperti asbes, seng dan sebagainya.Model seperti ini dipilih dimaksudkan agar tidak banyak diperlukan pemotongan atap untuk membuat sudut jurai luar. Keunggulan dalam pemakaian atap perisai itu hampir semua dinding luar terlindung dari panas terik matahari dan air hujan karena bentuknya yang miring pada semua sisinya, dan arah angin yang menerpa rumah dibelokkan ke atas sehingga mengurangi resiko kerusakan struktur dan kebocoran berupa rembesam air, tetapi struktur dan konstruksinya lebih kompleks, dibutuhkan perencanaa dan perhitungan yang lebih rumit dan lebih teliti. Jumlah penutup atap yang cukup banyak mengakibatkan banyaknya sambungan atap yang menimbulkan resiko kebocoran lebih besar. 3 Atap Datar Gambar 4-28 : Atap Datar Model Atap datar, dari segi pembuatannya paling sederhana, demikian juga penampakannya, atap ini biasanya terbuat dari bahan beton yang di bentuk atau di cor langsung di tempat. Kerugian pemakaian atap jenis ini bagi rumah tinggal adalah kurang mampu mengalirkan air sehingga peluang bocor, akibat genangan air yang tertahan.Risiko seringnya atap model datar ini bocor atau rembes, maka pengerjaan adukan dan ketika pengecoran memrlukan ke hati-hatian dan pengawasan oleh ahli di bidangnya.Atap datarbisaanya digunakan untuk bangunan bertingkat, balkon yang bahannyabisa dibuat dari beton bertulang, untuk teras bahannya dari asbes maupun sengyang tebal.Agar air hujan yang tertampung bisa mengalir, maka atap dibuatmiring ke salah satu sisi dengan kemiringan yang cukup. 4 Atap Sandar Gambar 4-29: Atap Sandar Model atap sandar biasa digunakan untuk bangunan bangunan tambahan misalnya; selasar atau emperan, namun sekarang atap model ini juga dipakai untuk rumah rumah modern. Atap sandar biasa disebut dengan atap tempel, umumnya terdiri atas dua bidang atap miring, bagian tepi atasnya bersandar atau menempel pada tembok bangunan. Konstruksi bentuk atap sandar menggunakan konstruksi setengah kuda kuda untuk mendukung balok gording, dan kemiringan atapnya dapat diambil 30 derajat atau 40 derajat bila memakai bahan penutup dari genteng. Untuk bahan penutup dari semen asbes gelombang dan seng gelombang kemiringan atapnya dapat diambil 20 derajat atau 25 derajat, yang pada pemasangannya tidak memerlukan reng 5. Atap Mansard Model atap ini terdiri dari dua atap yang terlihat bersusunatau bertingkat. Atap mansard jarang digunakan untuk bangunan rumah zaman sekarang ini, dahulu juga hanya di bangun oleh pemrerintah Belanda, karena model atap ini, adalah model atap dahulu ketika zaman penjajahan, yang dipengarhi model dari eropah. 6. Atap Menara Gambar 4-31 : Atap Menara 7. Atap Setengah Bola ( Kubah ) Gambar 4-32 : Atap Kubah 8 Atap Piramida Gambar 4-34 : Atap Piramida 9. Atap Gergaji Gambar 4-35: Atap Gergaji Model atap ini terdiri dari dua bidang atau lebih atap yang tidak sama lerengnya. Atap ini biasanya digunakan untuk bangunan besar/luas, seperti bangunan pabrik, gudang atau bengkel 10 Atap Tradisional (Daerah) Gambar 4-36 : Atap Tradisional A. Pendahuluan Pengertian konstruksi atau struktur atap adalah konstruksi bagian bangunan yang menahan atau mengalirkan beban-beban dari atap, konstruksi atau struktur atap terbagi menjadi rangka atap dan penopang rangka atap. Rangka atap berfungsi menahan beban dari bahan penutup atap sehingga umumnya berupa susunan balok dari kayu/bambu/baja secara vertikal dan horizontal, kecuali pada konstruksi atau struktur atap dak beton. Berdasarkan posisi konstruksi inilah maka muncul istilah gording, kasau dan reng.Susunan rangka atap dapat menghasilkan lekukan pada atap (jurai dalam/luar) dan menciptakan bentuk atap pada bangunan. Kemudian penopang rangka atap adalah balok kayu yang disusun membentuk segitiga dan disebut dengan istilah kuda-kuda, dna konstruksi yang berada dibawah rangka atap fungsinya untuk menyangga rangka atap. Pengaku bagian atas kuda-kuda disangkutkan pada balok bubungan,sementara kedua kakinya dihubungkan dengan kolom konstruksi atau struktur untuk mengalirakan beban ke tanah, melalui balok dan kolom Konstruksi atap dengan penutup atap genteng dan seng untuk konstruksi atau struktur, pada umumnya, atap terdiri dari tiga bagian utama yaitu struktur penutup atap, gording dan rangka kuda-kuda. Rangka atap, yang terdiri dari kuda-kuda, gording, usuk dan reng, beban-beban atap akan diteruskan ke dalam fondasi melalui kolom dan atau balok.Komponen atap yang memiliki profil paling kecil dalam bentuk dan ukurannya, posisinya melintang diatas kasau. Kemudian reng berfungsi sebagai penahan penutup atap (genteng dan lain-lain), fungsi lainnya adalah sebagai pengatur jarak tiap genteng agar rapi dan lebih terikat, ,dan jarak antar reng tergantung pada ukuran genteng yang akan dipakai. Pada dasarnya konstruksia kuda–kuda terdiri dari rangkaian batang yang membentuk segitiga. Dengan mempertimbangkan berat atap serta bahan penutup atap, maka konstruksi kuda–kuda akan berbeda satu sama lain. Setiap susunan rangka batang haruslah merupakan satu kesatuan bentuk yang kokoh yang nantinya mampu memikul beban yang bekerja padanya tanpa mengalami perubahan. Oleh karena itu dalam pembuatan konstruksi atap harus memperhatikan syarat-syarat yang diberlakukan untuk konstruksi atap sesuai SNI. Berikut adalah pedoman atau syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam penentuan konstruksi rangka atap, yaitu; 1) Konstruksi atap harus kuat menahan berat sendiri dan tahan terhadap beban-beban yang bekerja padanya. 2) Bentuk atap dapat menambah keindahan bangunan. 3) Bahan penutup atap harus sesuai dengan fungsinya, tahan terhadap pengaruh cuaca., bersifat isolasi terhadap panas, dingin dan bunyi, Rapat terhadap air hujan dan tidak tembus air, bersifat isolasi terhadap panas, dingin dan bunyi, dan tidak mudah terbakar. 4) Kemiringan atau sudut atap harus sesuai dengan jenis bahan penutupnya. Makin rapat jenis bahan penutupnya, maka kemiringannya dapat dibuat lebih landai, seperti bahan dari seng, kaca, asbes dan lain lainnya. 5) Bobot ringan dan mempunyai kedudukan yang kokoh setelah dipasang. 6) Awet. B. Konstruksi Rangka Atap Konstruksi rangka atap adalah suatu bentuk konstruksi yang berfungsi untuk menyangga penutup atap yang terletak di atas kuda-kuda. Penutup atap adalah bagian paling atas bangunan yang memberikan perlindungan bagian bawahnya terhadap cuaca, panas, hujan dan terik matahari. Fungsi rangka atap yang lebih spesifik adalah menerima beban oleh bobot sendiri, yaitu beban kuda-kuda dan bahan pelapis berarah vertikal kemudian meneruskannya pada kolom dan pondasi, sertadapat berfungsi untuk menahan tekanan angin muatan yang berarah horizontal. Jenis rangka atap yang biasa ditemui di rumah-rumah adalah jenis rangka atap dari bahan kayu, namun belakangan ini marak penyedia konstruksi atap berbahan baja ringan. Kayu yang biasa digunakan untuk konstruksi rangka atap berbeda-beda tergantung daerahnya. Jenis-jenis kayu tersebut antara lain: Kayu meranti, Kayu merawan (sumatera) atau, damar putih (Kalimantan), Kayu mersawa atau tenam (Palembang) atau keruing, sesawa (Riau), Kayu sintok/kapur (Kalimantan Tenggara), Kayu berangan/tunggeureuk/saninten/ kihiur (Sunda), dan lain sebagainya. Penggunaan bahan baja ringan sekarang ini sudah masuk ke desa-desa, diyakini Struktur baja ringan mempunyai kelebihan dalam hal umur pakai dan kekuatan, memang mempunyai perilaku yang berbeda dibandingkan dengan struktur kuda-kuda kayu. Struktur kuda-kuda baja ringan memiliki dimensi yang lebih tipis dibandingkan kuda-kuda kayu, mulai dari ketebalan 0,75 mm hingga ketebalan 1 mm. Perhitungan kuda-kuda rangka baja ringan amat berbeda dengan kayu, yakni cenderung lebih rapat, semakin besar beban yang harus dipikul, jarak kuda-kuda akan semakin pendek. Baja ringan memiliki derajat kekuatan tarik yang tinggi yaitu sekitar 550 MPa, kekuatan tarik dan tegangan untuk rangka atap ini untuk mengkompensasi bentuk atap baja yang tipis. Ketebalan baja ringan untuk atap ringan berkisar dari 0,4mm – 1mm. Untuk struk rangka atap, profil baja ringan yang biasa digunakan adalah profil C sebagai komponen struktur utama, profil U biasanya untuk reng, dan profil-profil tambahan lain seperti talang, dan sebagainya. Berikut ini gambar beberapa rencana atap (denah), rencana rangka atap, jenis konstruksi rangka atap untuk bahan genteng, dan seng, serta gambar detail susunan rangka penutup atap. Gambar 5-1: Sketsa Denah Atap Limas Gambar 5-2 : Denah Atap dan Potongan Kuda-kuda Gambar 5-3: Susunan Struktur Konstruksi Atap Perhatikan susunan konstruksi atap pada gambar di atas, susunan dari bagian atas bertuturt-turut adalah; 1) Penutup atap, 2) Balok reng, 3) Balok Kaso, 4) Gording, dan terakhir 5) Kuda-kuda. Dari susunan konstruksi atap tersebut, jelas diketahui bahwa penutup atap menggunakan jenis penutup atap yang ukurannya relatif kecil dapat menggunakan jenis genteng. Selanjutnya perhatikan detail gambar di bawah ini Gambar 5-4: Susunan Genteng dan Kaso Gording Gambar 5-5: Detai Susunan Rangka Atap Genteng Perhatikan susunan konstruksi atap pada gambar di bawah ini, bahan konstruksi adalah kayu, susunan dari bagian atas bertuturt-turut adalah; 1) Balok gording, dan 2) Kaki kuda-kuda. Dari susunan konstruksi atap tersebut, jelas diketahui bahwa penutup atap menggunakan jenis penutup atap yang ukurannya relatif besar atau luas, dapat menggunakan jenis seng, asbes, polycarbonate, dan spandek. Gambar 5-6: Susunan Kaki Kuda-kuda dengan Gording Gambar 5-7: Rencana Rangka Atap dan Penempatan Gording Gambar 5-8 : Denah Atap Gambar : Isometri Rencana Aangka Atap Gambar 5-9: Rencana Aangka Atap Baja RIngan 1. Struktur Rangka Atap Pengertian struktur atap adalah bagian bangunan yang menahan atau mengalirkan beban-beban dari atap. Struktur atap terbagi menjadi rangka atap dan penopang rangka atap, rangka atap berfungsi menahan beban dari bahan penutup atap sehingga umumnya berupa susunan balok-balok (material kayu, baja, beton,dll) secara vertikal dan horizontal –kecuali pada struktur atap dak beton, angka atap ini maka muncul istilah konstruksi atau struktur lain, seperti; gording, kasau/kaso dan reng. Susunan rangka atap dapat menghasilkan lekukan pada atap (jurai dalam/luar) dan menciptakan bentuk atap tertentu. Penopang rangka atap adalah balok kayu yang disusun membentuk segitiga, disebut dengan istilah kuda-kuda. Kuda-kuda berada dibawah rangka atap, fungsinya untuk menyangga rangka atap. Sebagai pengaku, bagian atas kuda-kuda disangkutkan pada balok bubungan,sementara kedua kakinya dihubungkan dengan kolom struktur untuk mengalirakan beban ke tanah. Secara umum dikenal 4 jenis struktur atap yaitu: struktur dinding (sopi-sopi) rangka kayu, kuda-kuda dan rangka kayu, struktur baja konvensional, struktur baja ringan, selain itu itu ada pula struktur dari bahan beton yang biasa digunakan untuk atap datar, dan kombinasi dari berbagai material, seperti kombinasi baja dengan beton. 1.1 Penutup Atap Penutup atap adalah elemen paling luar dari struktur atap, penutup atap harus mempunyai sifat kedap air, bisa mencegah terjadinya rembesan air selama kejadian hujan. Sifat tidak rembes ini diuji denganpengujian serapan air dan rembesan. Struktur penutup atap merupakan struktur yang langsung berhubungan dengan beban-beban kerja (cuaca) sehingga harus dipilihdari bahan-bahan yang kedap air, tahan terhadap perubahan cuaca. Struktur penutup yang sering digunakan antara lain; genteng, asbes, kayu (sirap), seng, polycarbonat, plat beton, dan lain-lain. Pada bab terahulu telah dijelaskan bahan atap, serta fungsi atap itu sendiri. Penutup merupakan bagian yang menutupi atap secara keseluruhan sehingga terciptalah ambang atas yang membatasi kita dari alam luar. Ada berbagai pilihan penutup atap dengan pilihan bentuk dan sifat yang berbeda. Dua faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam pemilihannya adalah faktor keringanan material agar tidak terlalu membebani struktur bangunan dan faktor keawetan terhadap cuaca (angin,panas,hujan). Faktor lain adalah kecocokan/keindahan terhadap desain rumah. Ukuran dan desain dari penutup atap juga memberi pengaruh pada struktur, misalnya konstruksi kuda-kuda, ukuran reng, dan sudut kemiringa serta desain bentuk atap yang sekarang ini dikenal dengan atap minimalis. 1.2 Reng Reng merupakan bilah/batang (kayu) yang melintang di atas kasau dan berfungsi sebagai tempat menempatkan posisi genteng, sedangkan ring balok diletakkan di bagian puncak dinding dan berfungsi sebagai pendukung balok kuda-kuda. Reng yang berupa batang kayu berukuran 2/3 cm atau 3/5 cm dengan panjang sekitar 3 m. Reng menjadi tumpuan langsung penutup atap danmeneruskannya ke usuk/kaso. Pada atap dengan penutup dari asbes,seng atau sirap reng tidak digunakan. Reng akan digunakan pada atapdengan penutup dari genteng. Reng akan dipasang pada arah tegaklurus usuk dengan jarak menyesuaikan dengan panjang dari penutupatapnya (genteng). 1.3 Kaso (Usuk) Kaso berfungsi menerima beban dari penutup atap dan reng dan meneruskannya ke gording. Usuk terbuat dari kayu dengan ukuran 5/7cm dan panjang maksimal 4 m. Usuk dipasang dengan jarak 40 s.d. 50cm antara satu dengan lainnya pada arah tegak lurus gording. Usuk akanterhubung dengan gording dengan menggunakan paku. Pada kondisitertentu usuk harus dibor dahulu sebelum dipaku untuk menghindaripecah pada ujung-ujung usuk. 1.4 Gording Gording membagi bentangan atap dalam jarak-jarak yang lebihkecil pada proyeksi horisontal.Gording meneruskan beban dari penutupatap, reng, usuk, orang, beban angin, beban air hujan pada titik-titik buhulkuda-kuda. Gording berada di atas kuda-kuda, biasanya tegak lurus dengan arah kuda-kuda.Gording menjadi tempat ikatan bagi usuk, dan posisi gording harus disesuaikan dengan panjang usuk yang tersedia. Gording harus berada di atas titik buhul kuda-kuda, sehingga bentukkuda-kuda sebaiknya disesuaikan dengan panjang usuk yang tersedia. Bahan- bahan untuk Gording, terbuat dari kayu, baja profil canalatau profil WF. Pada gording dari baja, gording satu dengan lainnya akandihubungkan dengan sagrod untuk memperkuat dan mencegah dar terjadinya pergerakan. Posisi sagrod diletakkan sedemikian rupasehingga mengurangi momen maksimal yang terjadi pada gordingGording kayu biasanya memiliki dimensi; panjang maksimal 4 m,tinggi 12 cm dan lebar 10 cm. Jarak antar gording kayu sekitar 1,5 s.d.2,5 m. Gording dari baja profil canal (Iight lip channel) umumnya akanmempunyi dimensi; panjang satu batang sekitar 6 atau 12 meter, tinggiantara 10 s.d. 12 cm dan tebal sekitar 2,5 mm. Profil WF akan memilikipanjang 6 s.d. 12 meter, dengan tinggi sekitar 10 s.d. 12 cm dan tebalsekitar 0,5 cm. 1.5 Listplank Listplank tirisan terbuat dari papan tegak yang dipasang pada ujung bawah kasau sebagai pengikat ujung kasau. Listplank harus dilindungi terhadap cucuran air ujan dan terhadap panas matahari agar tidak cepat lapuk. Konstruksi rangka batang adalah konstruksi rangka yang terletak pada sebuah bidang dan saling dihubungkan degan sendi pada ujungnya, sehingga membentuk suatu bagian bangunan yang terdiri dan segitiga-segitiga. Pelapis atap merupakan lapisan kedap air bisaanya terbuat dari seng, plastik, plat semen berserat yang bisaanya diletakkan di atas kasau, Sedangkan penutup atap nerupakan lapisan kedap terhadap resapan air hujan yang sering digunakan dari bahan ijuk, rumbia, genteng, plat semen berserat, atau seng bergelombang. Pada konstruksi kuda-kuda, terutama yang berkonstruksi kayu, kemiringan dan bentuk atap sangat dipengaruhi prinsip konstruktif dan bentuk konstruksi atap kayu. 1.6 Kuda-kuda Atap Kaki kuda-kuda yaitu batang miring yang membentuk sudut kemiringan atap, berfungsi sebagai tumpuan balok grading dan menopang beban gaya-gaya yang timbul. Seperti pada kaki kuda-kuda bagian bawah akan timbul gaya horizontal dan gaya vertikal yang harus ditahan oleh tembok pendukungnya. Apabila akan membuat bangunan, pasti akan memerlukan penutup atap dari berbagai bahan atau jenis atap, seperti misalnya genteng yang diletakkan di atas reng dan usuk, kemudian di bawahnya dibuat struktur penyangga yang biasa disebut kuda-kuda. Kuda-kuda merupakan penopang (iga-iga) yang menyalurkan gaya tekan, sedangkan balok dasar pada kuda - kuda yang berfungsi sebagai penahan dasar gaya tarik, serta tiang tengah (ander) yang mendukung balok bubungan (molo)dan menerima gaya tekan. Semua bangunan bila memiliki atap terutama yang miring, pasti memerlukan struktur atau rangka atap sebagai struktur penahan beban beban yang timbul dari berat sendiri, dan beban lain. Mari kita lihat contoh kuda-kuda yang di buat dari bahan kayu, kuda-kuda kayu tersusun dari rangkaian rangka batang kayu, yang   terdiri dari: kaki kuda-kuda, balok tarik, balok gantung, sokong, dan pengaku. Bentuk rangka batang kuda-kuda kayu pada umumnya sederhana, dan kayu hanya efeftif untuk sambungan tekan sehingga bentang kuda-kuda kayu dibuat tidak lebih terlalu panjang, biasanya bentang kurang dari dari 9 m. Bentuk sambungan simpul kuda-kuda kayu harus sesuai dengan gaya yang bekerja pada rangka batang, yaitu apakah batang tarik atau batang tekan.   Untuk batang tekan, sambungannya berupa gigi dan pen alur, dan untuk sambungan batang tarik dipergunakan takik dan baut. Penyambungan balok kuda-kuda kayu menggunakan balok kunci atau klos gapit, yang diperkuat dengan baut minimal 4 buah. Jarak antara baut minimum 7 diameter baut, sedangkan jarak baut dengan muka kayu 7 kali diameter dan atau ≥10 cm. Bentuk dan ukuran gigi menentukan kekuatan sambungan kaki kuda-kuda. 1.7 Jurai dan Sagord Pada pertemuan sudut atap terdapat batang baja atau kayu atau framework yang disebut jurai. Jurai dibedakan menjadi jurai dalam dan jurai luar. Sagrod Sagrod adalah batang besi bulat terbuat dari tulangan polos dengan kedua jungnya memiliki ulir dan baut sehingga posisi bisa digeser. Gambar 5-10: Kaki Kuda-kuda Kayu Mari kita lihat contoh kuda-kuda yang di buat dari bahan baja, konstruksi kuda-kuda baja.Kuda-kuda baja cocok untuk atap yang bentangnya lebar, diperbolehkan jarak bentang di atas 9 m. Karakter serta sifat baja yang kuat menahan  gaya  tarik  dan  desak  memungkinkan dikonstruksi lebih bervariasi dan hemat bahan dari segia kauntitas, karena tidak membutuhkan profil-profil yang besar dan banyak. Profil baja yang banyak dipergunakan untuk kuda-kuda baja yaitu profil siku (L), untuk gording profil C atau U, dan untuk kolom profil H atau I.   Pada bentang ruang yang lebarnya lebih dari 10 m digunakan  kuda-kuda  bentuk trapesium atau bentuk/model lain sesuai konstruksi, bergantung pada lebar ruangnya Sambungan kuda-kuda baja cukup stabil terhadap beban gaya batang, karena menggunakan baja simpul dan alat sambung baut atau las.   Gambar 5-11: Kaki Kuda-kuda Baja 2. Bentuk Kuda-kuda Gambar berikut ini, beberapa model atau tipe konstruksi kuda-kuda yang lazim di gunakan, baik untuk konstruksi sederhana maupun konstruksi pada bentang lebar/panjang, seperti gedung pertemuan, gudang, pabrik, hall, dan lain sebagainya. Gambar 5-12 : Model Rangka Atap C. Model Pembebanan Pada Konstruksi Kuda-kuda Gambar 5-13 : Konstruksi Kuda-kuda Perhatikan gambar di atas dan di bawah ini detail 1, 2 dan 3, bagian bagian dari konstruksi kuda kuda adalah sebagai berikut; a. Balok tarik b. Balok kunci c. Kaki kuda-kuda d. Tiang gantung e. Batang Sokong f. Balok Gapit g. Balok Bubungan h. Balok Gording i. Balok Tembok j. Balok bubungan miring k. Balok tunjang l. Tiang Pincang m. Balok Pincang Gambar 5-14 : Pembebanan pada Konstruksi Kuda-kuda Perhatikan gambar sebuah rumah, yang bangunan tersebut memiliki atap misalkan saja atap seng, menggunakan konstruksi kuda-kuda dari kayu.Sebagi ilustrasi dapat dilihat gambar di di atas.Perhatikan dari mulai gambar 1-2-3, dan bayangkan bentuk kuda kuda kayu yang ada.Akibat adanya beban maka titik pertemuan kedua kaki kuda-kuda, bagian atas (P) mengalami perubahan letak yaitu turun ke P’, sehingga kaki kuda-kuda menekan kedua tembok kearah samping. Bila tembok tidak kokoh maka tembok akan roboh. Gambar 5-15 : Proses Terjadinya Balok Melentur Untuk mencegah agar kaki kuda-kuda tidak bergerak ke sampingperlu dipasang balok horisontal untuk menahan kedua ujung bawahbalok kaki kuda-kuda tersebut. Batang horisontal tersebut dinamakan balok tarik (AB).Karena bentangan menahan beban yang bekerja dan beban beratsendiri kuda-kuda, maka batang tarik AB akan melentur. Titik P bergerak turun ke titik P’, dengan adanya pelenturan, tembok seolah olah ke dalam. Untuk mengatasi adanya penurunan pada batang tarik diujung ataskaki kuda-kuda dipasangi tiang dan ujung bawah tiang menggantung tengah-tengah batang tarik AB yang disebut tiang gantung. Semakin besar beban yang bekerja dan bentangan yang panjang,sehingga kaki kuda-kuda yang miring mengalami pelenturan. Dengan adanya pelenturan pada kaki kuda-kuda maka bidang atap akan keliatan cekung kedalam, ini tidak boleh terjadi. Gambar 5-16 : Tiang Gantung Untuk mencegah pelenturan pada kaki kuda-kuda perlu dipasangi batang sokong/skoor dimana ujung bawah skoor memancang padabagian bawah tiang gantung ujung atas skoor menopang bagiantengah kuda-kuda.Dengan demikian pelenturan dapat dicegah.Pada bangunan-bangunan yang berukuran besar, kemungkinankonstruksi kuda-kuda melentur pada bidangnya karena kurang begitukaku.Untuk itu perlu diperkuat dengan dua batang kayu horizontal yang diletakkan kira-kira ditengah-tengah tinggi tiang gantung. Gambar 5-17 : Batang Sokong Dalam perencanaan untuk bangunan gedung, ada beberapa komponen yang harus mendapatkan perhatian, dan susunan atau konstruksi tersebut mencangkup sebagai berikut; Bagian atas; 1) Penutup atap + Rangka (kuda-kuda); 2) Plafon +Rangka, dan bagian bawah antara lain bangunan, seperti balok, kolom dinding, dan pondasi. Pada konstruksi bangunan gedung harus ada kegiatan pembuatan pondasi sebagai bagian dari konstruksi bangunan gedung yang berfungsi sebagai pemikul atau menahan beban bangunan dan beban-beban lainnya, pada kondisi disini jenis pondasi dan kedalaman pondasi tergantung perhitungan beban konstruksi yang harus dipikul. Untuk mengetahui gaya-gaya yang bekerja apada konstruksi kuda-kuda, dan bagaimana balok-balok pada kaki kuda-kuda dibuat kuat, berikut ini dapat dipelajari proses terjadinya gay-gaya dan apa yang ditimbulkannya. Perhatikan gambar konstruksi kuda-kuda seperti dibawah dan proses-proses yang tadi telah dijelaskan di atas, dan telah dijkeaskan akibat gaya vertical dari bubungan akan timbul reaksi pada tumpuan berupa reaksi vertical dan reaksi horizontal. P =Gaya horizontal RH =Reaksi horizontal RV =reaksi vertical Gambar 5-18 : Reaksi Pembebanan Pada Kuda-kuda Pada konstruksi kuda – kuda disini terbentuk dari tiga sisi yang saling berhubungan satu sama lain berupa titik –titik simpul, yang kestabilan konstruksi disini terlihat lebih kaku dan kuat. Batang AB =sebagai balok tarik (+) Batang AC dan Batang BC =balok tekan (-) Penyaluran beban/ gaya tersebut ditampung oleh balok-balok portal dan kemudian penyaluran beban dari atas lewat kolom-kolom konstruksi yang sudah direncanakan dan kolom konstruksi harus dihitung dengan teliti dengan menempatkan dengan jarak-jarak tertentu. Rangka Atap, bagian konsrtuksi suatu bangunan sebagai pelindung kepada penghuninya dari; terik matahari, hujan, atau suara yang frekuensinya besar.Konstruksi kuda-kuda direncanakan agar kestabilan kuda-kuda betul-betul kuat dan dapat menahan penutup atap, beban hidup ataupun beban angin sampai ke beban akibat gempa yang mungkin dapat terjadi setiap saat.Konstruksi kuda-kuda yang perletakannya duduk pada ringbalk dan yang terpenting posisi kuda-kuda duduk pada posisi kolom konstruksi yang sudah diatur jaraknya. Konstruksi dari penutup atap, rangka kuda-kuda sampai kepada rangka bangunan dapat disebut sebagai upper struktur. 1) Penutup atap adalah bagian atas dari atap dapat berupa genting atau bahan penutup lain contoh asbes gelombang, seng gelombang atau kemungkinan jika beton disebut dak beton. Tentunya perlu diperhatikan kemiringannya dan diberi water proofing agar tidak terjadi rembesan air dari atas. 2) Plafon hanger merupakan rangka plafon yang diatur jaraknya dan disesuaikan dengan bahan plafon yang akan digunakan, apakah bahan eternity, bahan tripleks atau bahan gypsum. 3) Plafon yang merupakan bagian dari interior dibuat agar ada kenyamanan bagi si penghuninya, hal lain perlu memperhatikan penempatan titik – titik lampu atau armature sehingga nyaman, indah dan artistic ruangan yang akan dibangun. Gambar 5-19; Struktur Bagian Atas D. Bahan Rangka Atap Telah dijelaskan, bahwa fungsi utama rangka atap adalah menahan beban-beban yang bekerja pada konstuksi atap, oleh karena itu kekuatan sebuah atap sangat tergantung pada jenis material rangka atap yg digunakan, dan perhitungan konstruksi rangka atap berdasarkan itungan matemtaika dan mekanika tekik. Bentuk atau model atap tergantung pada susunan rangka yg dibentuk, jadi peranan rangka atap adalah faktor yg paling menentukan pada suatu bangunan, karena rangka atap itu adalah tempat melekatnya atau bertumpunya material penutup atap. Berikut beberapa bahan yang sering digunakan sebagai material struktur atau konstruksi rangka atap, antara lain; 1) Bahan alam langsung; seperti a) Rotan, b) Bambu, dan c) Kayu, Material yg paling banyak digunakan saat ini adalah kayu, selain kekuatannya, kayu juga tahan lama & tahan terhadap angin. Kayu juga mudah dibentuk sesuai selera 2) Bahan industri dan rekayasa; a) Baja ringan (Truss); Hasil rekayas industri, berupa baja ringan adalah jenis material saaat ini yang sangat diminati oleh orang banyak termasuk pada perumahan, selain ringan jenis ini juga anti rayap & tahan korosi, dan saat in mudah didapat. b) Baja; Banyak digunakan pada bangunan dgn bentang yg cukup besar seperti pada bangunan industri & aula c) Beton; Digunakan pada konstruksi dgn memikul beban berat diatasnya & juga pada bentangan panjang 1. Konstruksi Rangka Atap Kayu Konstruksi kuda-kuda adalah susunan rangka batang yang berfungsi mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri, sekaligus dapat memberikan bentuk pada atap. Kuda-kuda merupakan penyangga utama pada struktur atap. Pada dasarnya konstruksi kuda-kuda terdiri dari rangkaian batang yang selalu membentuk segitiga, dengan mempertimbangkan berat dan gaya-gaya yang diterima rangka atap. setiap susunan rangka batang harus merupakan satu kesatuan bentuk yang kokoh yang nantinya mampu memikul beban yang bekerja tanpa mengalami perubahan Saat ini bahan kayu sudah semakin sulit didapat, adakalanya harga kayu menjadi lebih mahal dari konstruksi lain, atau kualitas kayu yang baik sebagai bahan konstruksi sudah sulit ditemukan. Penggunaan kayu untuk dibuat konstruksi kuda-kuda kayu dengan bentang lebar, kuat, efektif dan efisien, perlu memahami penggunaan kayu diantaranya sebagai berikut; a) Diketahuinya sifat dan jenis kayu serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, b) Teknik penyambungan dan jenis alat sambung, dan c) Teknik pengawetan kayu yang semakin baik. Pemilihan atas suatu bahan bangunan kayu tergantung dari sifat-sifat teknis, ekonomis dan keindahan. Jikalau dipilih kayu sebagai bahan bangunan maka perlulah diketahui sifat-sifat kayu sepenuhnya. Kayu mempunyai sifat-sifat spesifik yang tidak bisa ditiru oleh bahan-bahan lain. Kayu sebagai satu bahan mempunyai beberapa sifat sekaligus yang tidak dapat ditiru oleh bahan-bahan lain yang dibuat manusia. Misalnya kayu mempunyai sifat elastis, ulet, mempunyai ketahanan terhadap pembebanan yang tegak lurus dengan seratnya atau sejajar seratnya. Kayu adalah material anisotrop dan mempunyai sifat-sifat mekanik kayu ke berbagai arah tidak sama. Kayu mempunyai kemampuan mudah dikerjakan dan relatif murah. kekurangan kayu mempunyai sifat yang kurang homogen dengan adanya cacat alam seperti arah serat yang berbentuk spiral dan diagonal serta adanya mata kayu. Mengatasi adanya cacat alam, kayu kurang kuat menerima gaya tarik, untuk itu dapat digunakan bahan baja sebagai pengganti batang tarik untuk menerima gaya tarik. Beberapa pedoman atau ketentuan, alam perencanaan kuda-kuda kayu, antara lain, yaitu; 1) Persyaratan bahan; Semua kayu yang dipakai harus kering, berumur tua, lurus dan tidak retak, tidak bengkok dan mempunyai derajad kelembaban kurang dari 15% dan memenuhi persyaratan yang tercantum dalam PKKI 1970-NI.5. 2) Beban-beban yang dihitung adalah beban mati yaitu; berat penutup atap, reng, usuk,gording, kuda-kuda dan beban hidup; angin, air hujan, orang pada saat mengerjakan atau memperbaiki atap. 3) Pekerjaan Konstruksi rangka Atap; Kuda-kuda, gording, konsul, ikatan angin, klos, usuk, reng dan seluruh rangka atap dibuat dari kayu kualitas baik tua, kering atau tidak pecah-pecah. 4) Papan lisplang bisa digunakan kayu atau woodplank 5) Baut, mur, besi strip dari bahan besi / baja. 6) Ukuran kayu : Dipakai ukurna kayu yang sesuai dengan persediaan,dan diperhitungkan kekuatannya 7) Pelaksanaan Pekerjaan. · Sebaiknya, semua pekerjaan kayu yang harus diserut rata dan licin hingga memberikan penyelesaian yang baik dan sedikit penghalusan. · Sebaiknya, Kaso-kaso dipasang setiap jarak 50 cm, harus waterpass menurut kemiringan atap, sedangkan reng dipasang setiap jarak sesuai dengan ukuran genteng. · Permukaan kayu yang tampak (papan lisplank, skoor) harus diserut rata dan licin, setiap sambungan konstruksi atas agar diperhatikan adanya pen/joint yang berfungsi pengunci. · Pekerjaan kayu harus rata, tidak melentur, atau bengkok Gambar 5-20 : Konstruksi Kuda-kuda Kayu Gambar 5-21 : Detail Gording dan Usuk Kayu Gambar 5-22: Perspektif Struktur Rangka Atap Kayu Gambar 5-23: Model Hubungan Balok Tarik Dan Tekan 2. Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan Konstruksi rangka atap baja ringan, adalah konstruksi yang terbuat dari bahan baja ringan (truss), saat ini sudah menjadi solusi bagi rangka atap rumah biasa yang masih menggunakan bahan kayu sebagai bahan dasar. Konstruksi rangka atap dengan menggunakan baja ringan yang disusun untuk dapat menopang beban di atasnya. Rangka atap baja ringan ini telah banyak digunakan karena lebih effisien, sehingga biaya perawatan lebih murah, serta memiliki keunggulan lain dengan menggunakan baja ringan untuk atap rumah yaitu tahan lama dengan bahan baja ringan tersebut. Rangka atap baja ringan dipasang dengan sistem konstruksi baja ringan yang stabil dan kokoh dengan keunggulan baja ringan yang tahan terhadap segala cuaca, tidak berkarat, anti rayap, kuat untuk puluhan tahun, atap rumah akan semakin kokoh dengan menggunakan rangka atap baja ringan dan memiliki kelebihan-kelebihan. Rangka atap baja ringan (Truss) tersedia dalam berbagai alternative dalam spesifikasi, bentuk, dan ukuran, rangka atap dapat dibentuk dari profil-profil batangan dengan ketebalan tertentu, dan panjang yang dapat dipesan sesuai dengan kebutuhan. Penggunaan rangka baja ringan untuk keperluan penutup atap, salah satu keunggulannya dapat melindungi rangka atap baja ringan dari rayap, lapuk (berjamur), karat dan tahan terhadap segala cuaca, serta ikut melestarikan lingkungan kita. Dengan menggunakan rangka atap jenis ini, dapat bertahan hingga puluhan tahun, hal ini akan menjadikan bahan ini unggul dari bahan kayu pada keawetan atau ketahan umur pakai. Pekerjaan rangka atap baja ringan adalah pekerjaan pembuatan dan pemasangan struktur atap berupa rangka batang berbentuk segitiga, trapesium dan persegi panjang yang terdiri dari : 1) Rangka utama atas (top chord) 2) Rangka utama bawah (bottom chord) 3) Rangka pengisi (web). Seluruh rangka tersebut disambung menggunakan baut menakik sendiri (self drilling screw) dengan jumlah yang cukup. 4) Rangka reng (batten) langsung dipasang diatas struktur rangka atap utama dengan jarak sesuai dengan ukuran jarak genteng Berikut ini adalah bentuk, dan fungsi dari baja ringan yang akan dijadikan rangka atap pada bangunan. Spesifikasi teknis baja ringan, masing-masing produk akan berbeda sesuai dengan tipe dan jenis yang diproduksi oleh pabrik, namun spesifikasi itu tidak jauh dari bentuk dan ukuran. Tabel :Material Utama Bahan Rangka Atap baja Ringan GAMBAR NAMA dan FUNGSI Rangka kuda-kuda (truss) Reng (roof batten) Talang Jurai Dalam (Valley Gutter); Pertemuan dua bidang atap yang membentuk sudut, pada pertemuan sisi dalam manggunakan talang dalam (Valley Gutter) untuk mengalirkan air hujan. Ketebalan material jurai dalam minimal 0,45 mm. Alat Sambung (Screw); Baut menakik sendiri (self drilling screw) digunakan sebagai alat sambung antar elemen rangka atap yang digunakan untuk fabrikasi dan instalasi Multigrip; Konektor antara kuda-kuda baja ringan dengan murplat (top plate) berfungsi untuk menahan gaya lateral tiga arah Gambar 5-25: Profil Baja Ringan Gambar 5-26 : Rangka Atap Baja Ringan Gambar 5-27: Rangka Atap Baja Ringan Beberapa bentuk sambungan profil baja ringan Gambar 5-28: Bentuk sambungan Profil Baja Ringan Beberapa kelebihan rangka atap baja ringan, antara lain yaitu; 1) Lebih awet, tidak dimakan rayap 2) Tahan terhadap api 3) materialnya ringan dan mudah dirakit,bila dibandingkan rangka kayu 4) Dapat dirancnag dan dibuat dalam bentangan yang panjang dan lebar 5) Struktur dengan sistem plat Buhul di setiap tumpuan sendi (seperti jembatan) lebih kokoh dari kuda-kuda baja lainnya. 6) Struktur menggunakan sistem tumpuan sendi dan roll Beberapa kekurangan rangka atap baja ringan, antara lain yaitu; 1) Membutuhan tukang yang ahli 2) Strukturnya seperti jaring, maka bila ada salah satu bagian struktur yang salah hitung ia akan menyeret bagian lainnya. 3) Rangka atap baja ringan tidak sefleksibel kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai bentuk. A. Baja Sebagai Bahan Bangunan Dalam pekerjaan struktur bangunan dewasa ini, dikenal ada dua bahan yang sering dipakai yaitu Baja dan Beton, kedua bahan ini pastinya sangat beda terutama dari segi kekuatan dan satu sama lainnya mempunyai suatu kelebihan dan kekurangan. Baja merupakan sauatu bahan konstruksi yang lazim digunakan dalam struktur bangunan, karena kekuatan yang tinggi dan ketahanan terhadap gaya luar yang besar maka baja ini juga telah menjadi bahan pilihan untuk konstruksi bangunan gedung bertingkat.Pengetahuan mengenai karakteristik baja merupakan keharusan apabila kita menggunakan baja sebagai pilihan untuk merencanakan suatu bagian struktur. Gambar 6-1 : Baja Sebagai Konstruksi Menurut sifatnya baja merupakan bahan yang keseragamannya dari komposisinya sangat baik dan homogenitasnya sangat tinggi terutama Fe (Ferum) dalam bentuk Kristal dan zat arang (C). Berbagai bentuk dan jenis profil baja struktural yang tersedia di pasaran.Semua bentuk profil tersebut mempunyai kelebihan dan kelemahan tersendiri. Beberapa jenis profil baja yang dipakai antara lain profil profil siku (L), C dan IWF. Profil siku atau profil L adalah profil yang sangat cocok untuk digunakan sebagai bracing dan batang tarik. Profil ini biasa digunakan secara gabungan, yang lebih dikenal sebagai profil siku ganda.Profil ini sangat baik untuk digunakan pada struktur truss. Profil C atau kanal mempunyai karakteristik flens pendek, yang mempunyai kemiringan permukaan dalam sekitar 1 : 6, profil IWF terutama digunakan sebagai elemen struktur balok dan kolom. Komponen struktur baja dapat juga dihasilkan dengan pencetakan, yang dalam kasus yang sangat kompleks memungkinkan pembuatan bentuk penampang yang sesuai dengan kebutuhan. Sebagian besar baja dibentuk oleh proses penggilingan dengan pemanasan, dan pembentukan dengan pendinginan. Penggilingan dengan pemanasan (hot-rolling) adalah proses pembentukan utama di mana bongkahan baja yang merah menyala secara besar-besaran digelindingkan di antara beberapa kelompok penggiling. Penampang melintang dari bongkahan biasanya dicetak dari baja yang baru dibuat dan biasanya berukuran sekitar 0,5 m x 0,5 m persegi, yang akibat proses penggilingan ukuran penampang melintang dikurangi menjadi lebih kecil dan menjadi bentuk yang tepat dan khusus. Bentuk penampang melintang I dan H biasanya digunakan untuk elemen-elemen besar yang membentuk balok dan kolom pada rangka struktur. Bentuk kanal dan siku cocok untuk elemen-elemen kecil seperti lapisan tumpuan sekunder dan sub-elemen pada rangka segitiga. Bentuk penampang persegi, bulat, dan persegi empat yang berlubang dihasilkan dalam batasan ukuran yang luas dan digunakan seperti halnya pelat datar dan batang solid dengan berbagai ketebalan.  Semua bahan bangunan yang telah dikenal dan dipakai dalam konstruksi pada umumnya mempunyai beberapa kekurangan bila dibandingkan dengan bahan baja, seperti misalnya kayu dan beton, kurang mempunyai daya tahan terhadap kekuatan tarik dan terlalu getas terhadap benturan. Baja disamping kekuatannya yang besar untuk menahan kekuatan tarik dan tekan tanpa membutuhkan banyak volume baja, juga mempunyai sifat-sifat lain yang menguntungkan sehingga menjadikannya sebagai salah satu bahan bangunan yang sangat umum dipakai sekarang ini. 1. Keuntungan Baja sebagai Bahan Bangunan Di samping kekuatannya yang besar untuk menahan kekuatan tarik dan tekan tanpa membutuhkan banyak volume, baja juga mempunyai sifat-sifat lain yang menguntungkan sehingga menjadikannya sebagai salah satu bahan bangunan yang sangat umum dipakai dewasa ini. Beberapa keuntungan baja sebagai material struktur antara lain, yaitu; 1) Kekuatan; Kekuatan Tinggi, baja bisa diproduksi dengan berbagai kekuatan yang bisa dinyatakan dengan kekuatan tegangan tekan lelehnya (Fy) atau oleh tegangan tarik batas (Fu). Bahan baja walaupun dari jenis yang paling rendah kekuatannya, tetap mempunyai perbandingan kekuatan per-volume lebih tinggi bila dibandingkan dengan bahan-bahan bangunan lainnya yang umum dipakai. Hal ini memungkinkan perencanaan sebuah konstruksi baja bisa mempunyai beban mati yang lebih kecil untuk bentang yang lebih panjang, sehingga. memberikan kelebihan ruang dan volume yang dapat dimanfaatkan akibat langsingnya profil-profil yang dipakai.  2) Pemasangan mudah; Kemudahan konstruksi baja bisa dipersiapkan di bengkel, sehingga satu-satunya kegiatan yang dilakukan di lapangan ialah kegiatan pemasangan bagian-bagian konstruksi yang telah dipersiapkan. Sebagian besar dari komponen-komponen konstruksi mempunyai bentuk standar yang siap digunakan bisa diperoleh di toko-toko besi, sehingga waktu yang diperlukan untuk membuat bagian-bagian konstruksi baja yang telah ada, juga bisa dilakukan dengan mudah karena komponen-komponen baja biasanya mempunyai bentuk standar dan sifat-sifat yang tertentu, serta mudah diperoleh di mana-mana.  3) Keseragaman; Sifat-sifat baja baik sebagai bahan bangunan maupun dalam bentuk struktur dapat terkendali dengan baik sekali, sehingga para ahli dapat mengharapkan elemen-elemen dari konstruksi baja ini akan berperilaku sesuai dengan yang diperkirakan dalam perencanaan. Dengan demikian bisa dihindari terdapatnya proses pemborosan yang biasanya terjadi dalam perencanaan akibat adanya berbagai ketidakpastian. 4) Daktilitas; Sifat dari baja yang dapat mengalami deformasi yang besar di bawah pengaruh tegangan tarik yang tinggi tanpa hancur atau putus disebut sifat daktilitas. Adanya sifat ini membuat struktur baja mampu mencegah terjadinya proses robohnya bangunan secara tiba-tiba. Sifat ini sangat menguntungkan ditinjau dari aspek keamanan penghuni bangunan bila terjadi suatu goncangan yang tiba-tiba seperti misalnya pada peristiwa gempa bumi. Di samping itu keuntungan-keuntungan lain dari struktur baja, antara lain adalah: · Proses pemasangan di lapangan berlangsung dengan cepat. · Dapat di las. · Komponen-komponen struktumya bisa digunakan lagi untuk keperluan lainnya. · Komponen-komponen yang sudah tidak dapat digunakan lagi masih mempunyai nilai sebagai besi tua. · Struktur yang dihasilkan bersifat permanen dengan cara pemeliharaan yang tidak terlalu sukar.  · Selain keuntungan-keuntungan tersebut bahan baja juga mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai berikut : · Komponen-komponen struktur yang dibuat dari bahan baja perlu diusahakan supaya tahan api sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk bahaya kebakaran. · Diperlukannya suatu biaya pemeliharaan untuk mencegah baja dari bahaya karat. · Akibat kemampuannya menahan tekukan pada batang-batang yang langsing, walaupun dapat menahan gaya-gaya aksial, tetapi tidak bisa mencegah terjadinya pergeseran horisontal. 2. Sifat Mekanis Baja Menurut SNI 03–1729–2002 tentang tata cara Perencanaan Struktur Baja untuk bangunan Gedung, sifat mekanis baja struktural yang digunakan dalam perencanaan harus memenuhi persyaratan minimum yang diberikan pada Tabel di bawah ini. Tegangan leleh Tegangan leleh untuk perencanaan (f y) tidak boleh diambil melebihi nilai yang diberikan pada Tabel Tegangan putus Tegangan putus untuk perencanaan (fu) tidak boleh diambil melebihi nilai yang diberikan Tabel : Sifat mekanis baja struktural Sifat-sifat mekanis lainnya baja struktural untuk maksud perencanaan ditetapkan sebagai berikut: · Modulus elastisitas : E = 200.000 MPa · Modulus geser        : G = 80.000 MPa · Nisbah poisson       : μ = 0,3 · Koefisien pemuaian : á = 12 x 10 -6 / o C. 3. Ketentuan Persyaratan Perencanaan Baja dalam Konstruksi Pada SNI diatur berbagai standar teknis, perencanaan, pekerjaan , pelaksanaan konstruksi yang menggunakan bahan baja. Menurut SNI 03 – 1729 – 2002 tentang TATA CARA PERENCANAAN STRUKTUR BAJA UNTUK BANGUNAN GEDUNG, semua baja struktural sebelum difabrikasi, harus memenuhi ketentuan Berikut ini adalah ketentuan yang diisyaratkan, menurut SNI di atas, yaitu: · SK SNI S-05-1989-F: Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian B (Bahan Bangunan dari Besi/baja); · SNI 07-0052-1987: Baja Kanal Bertepi Bulat Canai Panas, Mutu dan Cara Uji; · SNI 07-0068-1987: Pipa Baja Karbon untuk Konstruksi Umum, Mutu dan Cara Uji; · SNI 07-0138-1987: Baja Kanal C Ringan; · SNI 07-0329-1989: Baja Bentuk I Bertepi Bulat Canai Panas, Mutu dan Cara Uji; · SNI 07-0358-1989-A: Baja, Peraturan Umum Pemeriksaan; · SNI 07-0722-1989: Baja Canai Panas untuk Konstruksi Umum; · SNI 07-0950-1989: Pipa dan Pelat Baja Bergelombang Lapis Seng; · SNI 07-2054-1990: Baja Siku Sama Kaki Bertepi Bulat Canai Panas, Mutu dan Cara Uji; · SNI 07-2610-1992: Baja Profil H Hasil Pengelasan dengan Filter untuk Konstruksi Umum; · SNI 07-3014-1992: Baja untuk Keperluan Rekayasa Umum; · SNI 07-3015-1992: Baja Canai Panas untuk Konstruksi dengan Pengelasan; · SNI 03-1726-1989: Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah dan Gedung. B. Baja Profil Baja profil banyak digunakan dalam konstruksi bangunan di Indonesia. Baja adalah paduan logam yang tersusun dari besi sebagai unsur utama dan karbon sebagai unsur penguat. Unsur karbon inilah yang banyak berperan dalam peningkatan sifat dan karakteristik baja. Saat ini baja profil banyak dipakai sebagai material konstruksi karena sifat mekaniannya yang sangat baik, yaitu kekuatan dan keuletannya, selain itu juga baja sangat mudah untuk di bentuk menjadi bermacam-macam bentuk. Baja mempunyai kekerasan dan kekuatan yang sangat baik dibandingkan dengan bahan lain, seperti; material polimer, alumunium, bahkan titanium. Biasanya kekuatan baja ditingkatkan dengan menambah jumlah karbon sebagai campuran logam, akan tetapi penambahan ini dapat menurunkan sifat plastisnya terutama keuletan setelah dilas. Proses pembuatan baja, dilakukan dengan campuran peleburan dari biji besi menjadi besi kemudian peleburan ulang dari besi di campur logam yang lain menjadi baja. Pembuatan mendasar yang harus di lakukan pada setiap proses pembentukan baja adalah dengan cara menurunkan kadar karbon dari 3-4% dalam besi menjadi 0-1,5%, yaitu dengan mengoksidasikannya dengan oksigen, kemudian membuang simn dan p serta pengotor lare melalui pembentukan terak, dan menambahkan logam aliase seperti cr,ni,mn,v,mo,dan w sesuai dengan jenis baja yang di inginkan. Sekarang pembuatan baja lebih banyak menggunakan tungku oksigen (basic oxygen process), diamana tungku oksigen adalah tungku yang berupa selinder baja oksigen pelapis yang bersifat basa, seperti Mgo atau Cao. Beberapa sifat baja, yang didasarkan pada hasil baja yang dibuat dan dibentuk. Baja dibuat dalam perbandingan (prosentase) zat arang yang berlainan, semakin tinggi prosentase zat arangnya,maka baja menjadi kekuatan tanknya bertambah, kekerasannya bertambah, juga dapat dikeraskan (disepuh) maksimum 1,7% karbon. Baja mudah berkarat oleh panas maupun lembab, maka penggunaan baja untuk transmisi harus dilapisi untuk menahan karat. Berikut adalah jenis baja utama yang biasa dipakai di Indonesia sesuai kebutuhan konstruksi. Tabel : Profil Baja yang ada di Pasaran BENTUK NAMA DAN PROFIL BAJA Wide Flange (WF) WF biasa digunakan untuk : balok, kolom, tiang pancang, top & bottom chord member pada truss, composite beam atau column, kantilever kanopi, dll. Istilah lain: IWF, WF, H-Beam, UB, UC, balok H, balok I, balok W. UNP Penggunaan UNP hampir sama dengan WF, kecuali untuk kolom jarang digunakan karena relatif lebih mudah mengalami tekuk. Istilah lain: Kanal U, U-channel, Profil U UNP Equal Angle (Hot Rolled) Biasa digunakan untuk : member pada truss, bracing, balok, dan struktur ringan lainnya. Istilah lain : profil siku, profil L, L-shape. Unequal Angle (Hot Rolled) Penggunaan dan istilah lain hampir sama dengan Equal Angle. Lipped Channel Biasa digunakan untuk : purlin (balok dudukan penutup atap), girts (elemen yang memegang penutup dinding misalnya metal sheet, dll), member pada truss, rangka komponen arsitektural. Istilah lain : balok purlin, kanal C, C-channel, profil C Equal Angle (Cold Formed) Biasa digunakan untuk : bracing struktur ringan (kecil), rangka komponen arsitektural, support komponen-komponen ME. Istilah lain : hampir sama dengan EA hot rolled. Unequal Angle (Cold Formed) Pengunaan dan istilah lain hampir sama dengan Equal Angle. RHS (Rectangular Hollow Section) – cold formed Pengunaan komponen rangka arsitektural (ceiling, partisi gipsum, dll), rangka dan support ornamen-ornamen non struktural. Istilah lain : besi hollow (istilah pasar), profil persegi, profil [] RHS (Rectangular Hollow Section) – cold formed Pengunaan : komponen rangka arsitektural (ceiling, partisi gipsum, dll), rangka dan support ornamen-ornamen non struktural. Istilah lain : besi hollow (istilah pasar), profil persegi, profil [] SHS (Square Hollow Section) – cold formed Pengunaan dan istilah lain hampir sama dengan RHS. Steel Pipe Penggunaan : bracing (horizontal dan vertikal), secondary beam (biasanya pada rangka atap), kolom arsitektural, support komponen arsitektural (biasanya eksposed, karena bentuknya yang silinder mempunyai nilai artistik) Istilah lain : steel tube, pipa T-Beam (Hot Rolled) Pengunaan : balok lantai, balok kantilever (kanopi) Istilah lain : balok T Profil WF (Wide Flange) adalah salah satu jenis profil baja struktural yang paling banyak digunakan untuk konstruksi baja. Namun, profil ini punya banyak nama dan istilah penyebutan, ada yang menyebutnya dengan profil H, HWF, H-BEAM, IWF, dan I. bahkan ada juga beberapa tempat yang menggunakan istilah WH, SH, dan MH. Berdasarkan SNI, berikut ini dapat kita pahami beberapa standar produksi material profil berbentuk I. 1) Baja I Beam Canai Panas SNI 07-0329-2005, 2) Baja Profil H Hasil Pengelasan Dengan Filter SNI 07-2610-1992 3) Baja Profil WF Beam Proses Canai Panas SNI 07-7178-2006 Berikut ini dapat dilihat beberapa proses pembentukan baja profil I, Profil WF dan Profil H, sehingga penamaan dapat dilihat dari pembentukannya. Profil I Profil WF Profil H Proses pembuatan: hot-rolled Ada 2 lengkungan (r1, r2) Proses pembuatan: hot-rolled Ada 1 lengkungan (r1) Proses pembuatan: pelat + las. Persamaan atau perbedaan penamaan baja profil seperti yang dijelaskan di atas, tidak menjadi masalah, penamaan material bangunan juga berlaku bagi material lain, beda daerah beda juga sebutannya. Perbedaan akan signifikan bila ditinjau dari data teknis, seperti ukuran, dan volume. Berikut ini data teknis yang dapat ditampilkan antara beberapa jenis baja. Tabel : Perbandingan Lebar Profil Baja WF Profil SH (short-H) Profil WH (wide-H) Profil MH (middle-H) Profil WF yang lebarnya kira-kira sama dengan setengah kali tingginya. Seperti: 100×50, 200×100, 250×125 Profil WF yang lebarnya kira-kira sama dengan satu kali tingginya. Seperti: 150×150, 175×175, 300×300 Profil WF yang berada di antara SH dan WH. Seperti: 150×100, 250×150 (Jarang ada di pasaran) C. Sambungan Baja Pada konstruksi baja, sambungan pelat ataupun sambungan profil baja lazim dilakukan, karena ada kemungkinan suatu profil baja kurang panjangnya, tetapi selain itu ada juga kemungkinan diadakan sambungan karena pertemuan suatu batang dengan batang yang lain pada satu titik buhul, dengan menggunakan pelat buhul. Adapun sambungan baja dilakukan untuk tujuan; 1) Untuk menggabungkan beberapa batang baja membentuk kesatuan konstruksi sesuai kebutuhan. 2) Untuk mendapatkan ukuran baja sesuai kebutuhan (panjang, lebar, tebal, dan sebagainya). 3) Untuk memudahkan dalam penyetelan konstruksi baja di lapangan. 4) Untuk memudahkan penggantian bila suatu bagian / batang konstruksi mengalami rusak. 5) Untuk memberikan kemungkinan adanya bagian / batang konstruksi yang dapat bergerak missal peristiwa muai-susut baja akibat perubahan suhu. Alat penyambung yang lazim digunakan untuk profil baja ialah baut, paku keling dan Las. Kalau dibandingkan ketiga alat penyambung ini, alat penyambung las merupakan alat penyambung yang menghasilkan sambungan yang lebih kaku. Kemudian untuk alat penyambung baut dan paku keling, alat penyambung paku keling menghasilkan sambungan yang lebih kaku jika dibandingkan dengan alat penyambung baut. Jadi dalam konstruksi (struktur) baja dikenal tiga jenis sambungan, yaitu; 1) Sambungan dengan menggunakan Baut 2) Sambungan dengan menggunakan Paku Keling 3) Sambungan dengan menggunakan Las 1. Sambungan Menggunakan Baut Baut adalah salah satu alat penyambung profil baja, selain paku keling dan las. Baut yang lazim digunakan sebagai alat penyambung profil baja adalah baut hitam dan baut berkekuatan tinggi. Baut hitam terdiri dari 2 jenis, yaitu : Baut yang diulir penuh dan baut yang tidak diulir penuh, sedangkan baut berkekuatan tinggi umumnya terdiri dari 3 type yaitu, baut baja karbon sedang, baut baja karbon rendah, dan baut baja tahan karat. Baut adalah alat sambung dengan batang bulat dan berulir, salah satu ujungnya dibentuk kepala baut (umumnya bentuk kepala segi enam) dan ujung lainnya dipasang mur/pengunci. Dalam pemakaian di lapangan, baut dapat digunakan untuk membuat konstruksi sambungan tetap, sambungan bergerak, maupun sambungan sementara yang dapat dibongkar/dilepas kembali. Bentuk uliran batang baut untuk baja bangunan pada umumnya ulir segi tiga (ulir tajam) sesuai fungsinya yaitu sebagai baut pengikat. Sedangkan bentuk ulir segi empat (ulir tumpul) umumnya untuk baut-baut penggerak atau pemindah tenaga misalnya dongkrak atau alat-alat permesinan yang lain. Gambar 6-2 : Sambungan Profil IWF dengan Baut Baut untuk konstruksi baja bangunan dibedakan 2 jenis : 1) Baut Hitam; Yaitu baut dari baja lunak ( St-34 ) banyak dipakai untuk konstruksi ringan / sedang misalnya bangunan gedung, diameter lubang dan diameter batang baut memiliki kelonggaran 1 mm. 2) Baut Pass; Yaitu baut dari baja mutu tinggi ( ³ St-42 ) dipakai untuk konstruksi berat atau beban bertukar seperti jembatan jalan raya, diameter lubang dan diameter batang baut relatif pass yaitu kelonggaran d 0,1 mm. Macam-macam ukuran diameter baut untuk konstruksi baja antara lain D7/16” ( d = 11,11 mm ) D7/8” ( d = 22,22 mm ) D1/2” ( d = 12,70 mm ) D 1” ( d = 25,40 mm ) D5/8” ( d = 15,87 mm ) D11/8” ( d = 28,57 mm ) D3/4” ( d = 19,05 mm ) D11/4” ( d = 31,75 mm ) Gambar 6-3 : Bentuk Baut Beberapa keuntungan sambungan menggunakan baut antara lain : · Lebih mudah dalam pemasangan/penyetelan konstruksi di lapangan. · Konstruksi sambungan dapat dibongkar-pasang. · Dapat dipakai untuk menyambung dengan jumlah tebal baja > 4d (Tidak seperti paku keling dibatasi maksimum 4d). · Dengan menggunakan jenis Baut Pass maka dapat digunakan untuk konstruksi berat /jembatan. 2. Sambungan menggunakan Paku Keling Paku keling adalah suatu alat sambung konstruksi baja yang terbuat dari batang baja berpenampang bulat dengan bentuk seperti gambar berikut. Spesifikasi Paku Keling Dari gambar di atas, dapat diperoleh gambaran bentuk umum dari paku keling, kemudian perhatikan gambar di bawah ini yang menjelaskan bagian-bagian paku keling. Gambar 6-5: Bentuk Profil Paku Keling Dari gambar di atas dapat dilihat data tentang bagian-bagian dari paku keling, yaitu; · Kepala · Badan · Ekor · Kepala penutup Bahan atau material paku keling, adalah: 1) baja, brass, aluminium, dan tembaga tergantung jenis sambungan/ beban yang diterima oleh sambungan. 2) Penggunaan umum bidang mesin : ductile (low carbor), steel, wrought iron. 3) Penggunaan khusus : weight, corrosion, or material constraints apply : copper (+alloys) aluminium (+alloys), monel, dll. Ukuran paku keling di pasaran bermacam-macam, utnuk lebih lengkap dapat dilihat pada daftar di bahwa ini. Beberapa Ukuran- ukuran paku keling yang dapat diperoleh di pasaran, yaitu : 11 mm, 14 mm, 17 mm, 20 mm, 23 mm, 26 mm, 29 mm, dan 32 mm. Gambar 6-6 : Diamater dan Simbol Paku Keling Berikut ini gambar beberapa bentuk paku keling yang ada di pasaran dan jenis sesuai dengan entuk kepala. Gambar 6-7 : Bentuk Paku Keling Pada umumnya paku keling yang dipakai pada struktur baja adalah paku keling yang dipasang di bengkel dan paku keling yang dipasang di lapangan. Sebagaimana telah dijelaskan pada pendahuluan, paku keling terdiri secara sederhana dari sebuah baja yang pendek, mudah ditempa dan berbentuk mangkuk setengah bulatan. Tetapi bisa juga kepala paku keling tersebut berbentuk bonggolan. Pada saat paku keling berada dalam keadaan plastis, paku keling dipukul dengan palu sehingga akan terbentuk sebuah kepala lagi pada sisi yang lainnya, dan paku keling tersebut mengembang serta mengisi seluruh lubang. Proses penempaan menggunakan paku keling, sebuah alat bucking di tempatkan dibawah kepala paku keling di sisi belakang sambungan, untuk memegang paku keling supaya tidak bergerak dan berfungsi sebagai landasan. Setelah ditempa, paku keling kemudian menjadi angin dingin dan pendek, proses pemendekkan ini akan memberikan tekanan pada pelat-pelat yang disambung. Didalam perhitungan, prinsip sambungan dengan menggunakan paku keling sama saja dengan prinsip sambungan dengan menggunakan baut. Yang membedakannya hanyalah tegangan izin. Berikut ini adalah beberapa langkah atau pedoman Pemasangan Paku Keling, yaitu; 1) Plat yang akan disambung dibuat lubang, sesuai diameter paku keling yang akan digunakan. Biasanya diameter lubang dibuat 1.5 mm lebih besar dari diameter paku keling. 2) Paku keling dimasukkan ke dalam lubang plat yang akan disambung. 3) Bagian kepala lepas dimasukkan ke dalam lubang plat yang akan disambung. 4) Dengan menggunakan alat atau mesin penekan (palu), tekan bagian kepala lepas masuk ke bagian ekor paku keling dengan suaian paksa. 5) Setelah rapat/kuat, bagian ekor sisa kemudian dipotong dan dirapikan/ratakan. 6) Mesin/alat pemasang paku keling dapat digerakkan dengan udara, hidrolik atau tekanan uap tergantung jenis dan besar paku keling yang akan dipasang. Gambar 6-8 : Sambungan dengan paku Keling Kegagalan Sambungan paku Keling antara lain, yaitu; Robek pada salah satu sisi plat (tear off at the edge), robek pada plat melintas baris rivet (tear off across a row), bergesernya rivet (shear off), dan hancur atau rusaknya rivet (crushing off) 3. Sambungan Menggunakan Las Pengelasan adalah salah satu cara menyambung pelat atau profil baja, selain menggunakan baut dan paku keling. Kalau diperhatikan sekarang ini, sebagian besar sambungan yang dikerjakan di bengkel-bengkel kecil di pinggir jalan banyak menggunakan las, misalnya pembuatan pagar besi, pembuatan tangga besi, bodi mobil ataupun ataupun peralatan rumah tangga. Proses pengelasan biasanya dikerjakan secara manual dengan menggunakan batang las (batang elektroda). Batang elektroda berbeda-beda tipenya tergantung kepada jenis baja yang akan dilas, di pasaran biasanya disebut las listrik. Selain itu ada juga proses pengelasan dengan menggunakan gas acetylin yang disebut las antogen, bahasa pasarannya disebut las karbit, berikut ini akan kita jelaskan jenis las yang digunakan dalam sistem penyambuga pada baja konstruksi. Gambar 6-9: Sambungan Menggunakan Las Menyambung baja dengan las adalah menyambung dengan cara memanaskan baja hingga mencapai suhu lumer (meleleh) dengan ataupun tanpa bahan pengisi, yang kemudian setelah dingin akan menyatu dengan baik. Untuk menyambung baja bangunan kita mengenal 2 jenis las yaitu : 1) Las Karbid (Las OTOGEN); Yaitu pengelasan yang menggunakan bahan pembakar dari gas oksigen (zat asam) dan gas acetylene (gas karbid). Dalam konstruksi baja las ini hanya untuk pekerjaan-pekerjaan ringan atau konstruksi sekunder, seperti ; pagar besi, teralis dan sebagainya. 2) Las Listrik (Las LUMER); Yaitu pengelasan yang menggunakan energi listrik. Untuk pengelasannya diperlukan pesawat las yang dilengkapi dengan dua buah kabel, satu kabel dihubungkan dengan penjepit benda kerja dan satu kabel yang lain dihubungkan dengan tang penjepit batang las / elektrode las. Jika elektrode las tersebut didekatkan pada benda kerja maka terjadi kontak yang menimbulkan panas yang dapat melelehkan baja, dan elektrode (batang las) tersebut juga ikut melebur ujungnya yang sekaligus menjadi pengisi pada celah sambungan las. Karena elektrode / batang las ikut melebur maka lama-lama habis dan harus diganti dengan elektrode yang lain. Dalam perdagangan elektrode / batang las terdapat berbagai ukuran diameter yaitu 21/2 mm, 31/4 mm, 4 mm, 5 mm, 6 mm, dan 7 mm. Untuk konstruksi baja yang bersifat strukturil (memikul beban konstruksi) maka sambungan las tidak diijinkan menggunakan las Otogen, tetapi harus dikerjakan dengan las listrik dan harus dikerjakan oleh tenaga kerja ahli yang profesional. Keuntungan Sambungan Las Listrik dibanding dengan Paku keling / Baut : · Pertemuan baja pada sambungan dapat melumer bersama elektrode las dan menyatu dengan lebih kokoh (lebih sempurna). · Konstruksi sambungan memiliki bentuk lebih rapi. · Konstruksi baja dengan sambungan las memiliki berat lebih ringan. Dengan las berat sambungan hanya berkisar 1 – 1,5% dari berat konstruksi, sedang dengan paku keling / baut berkisar 2,5 – 4% dari berat konstruksi. · Pengerjaan konstruksi relatif lebih cepat (tak perlu membuat lubanglubang pk/baut, tak perlu memasang potongan baja siku / pelat penyambung, dan sebagainya ). · Luas penampang batang baja tetap utuh karena tidak dilubangi, sehingga kekuatannya utuh. Kerugian / kelemahan sambungan las : · Kekuatan sambungan las sangat dipengaruhi oleh kualitas pengelasan. Jika pengelasannya baik maka keuatan sambungan akan baik, tetapi jika pengelasannya jelek/tidak sempurna maka kekuatan konstruksi juga tidak baik bahkan membahayakan dan dapat berakibat fatal. Salah satu sambungan las cacat lambat laun akan merembet rusaknya sambungan yang lain dan akhirnya bangunan dapat runtuh yang menyebabkan kerugian materi yang tidak sedikit bahkan juga korban jiwa. Oleh karena itu untuk konstruksi bangunan berat seperti jembatan jalan raya / kereta api di Indonesia tidak diijinkan menggunakan sambungan las. · Konstruksi sambungan tak dapat dibongkar-pasang. A. Almunium Sebagai Bahan Konstruksi Bangunan Aluminium dalam bentuk bauksit adalah suatu mineral yang berasal dari magma asam yang mengalami proses pelapukan dan pengendapan secara residual. Proses pengendapan residual sendiri merupakan suatu proses pengkonsentrasian mineral bahan galian di tempat. Aluminium merupakan logam paling berlimpah yang mudah ditemukan, merupakan unsur kimia dengan lambang kimia aluminium atau Al, aluminium tidak termasuk dalam jenis logam berat. Aluminium digunakan dalam banyak hal.Kebanyakan darinya digunakan dalam kabel bertegangan tinggi.Juga secara luas digunakan dalam bingkai jendela dan badan pesawat terbang. Ditemukan di rumah sebagai panci, botol minuman ringan, tutup botol susu dsb. Aluminium juga digunakan untuk melapisi lampu mobil. Selain itu aluminium terdapat dalam penggunaan aditif makanan, antasida, air minum, knalpot mobil, penggunaan aluminium foil, dan peralatan masak. Aluminium juga merupakan konduktor listrik yang baik, dan kuat, juga buat panas, dapat ditempa menjadi lembaran, ditarik menjadi kawat dan diekstrusi menjadi batangan dengan bermacam-macam penampang dan tahan korosi. Ciri-ciri aluminium, adalah merupakan logam yang berwarna perak-putih, dapat dibentuk sesuai dengan keinginan karena memiliki sifat plastisitas yang cukup tinggi, dan merupakan unsur metalik yang paling berlimpah dalam kerak bumi setelah setelah silisium dan oksigen.Aluminium juga memiliki sifat yang lebih unggul dibandingkan dengan sifat logam lain. Sifat-sifat Aluminium yang lebih unggul bila dibandingkan dengan logam lain adalah sebagai berikut: 1) Ringan; Massa jenis Aluminium pada suhu kamar (29oC) sekitar 2,7 gr/cm3. 2) Kuat; Aluminium memiliki daya renggang 8 kg/mm3, tetapi daya ini dapat berubah menjadi lebih kuat dua kali lipat apabila Aluminium tersebut dikenakan proses pencairan atau roling. Aluminium juga menjadi lebih kuat dengan ditambahkan unsur-unsur lain seperti Mg, Zn, Mn, Si. 1. Ketahanan Terhadap Korosi; Aluminium mengalami korosi dengan membentuk lapisan oksida yang tipis dimana sangat keras dan pada lapisan ini dapat mencegah karat pada Aluminium yang berada di bawahnya. Dengan demikian logam Aluminium adalah logam yang mempunyai daya tahan korosi yang lebih baik dibandingkan dengan besi dan baja lainnya. 2. Daya Hantar Listrik Yang Baik; Aluminium adalah logam yang paling ekonomis sebagai penghantar listrik karena massa jenisnya  dari massa jenis tembaga, dimana kapasitas arus dari Aluminium kira-kira dua kali lipat dari kapasitas arus pada tembaga. 3. Anti Magnetis; Aluminium adalah logam yang anti magnetis. 4. Toksifitas; Aluminium adalah logam yang tidak beracun dan tidak berbau. 5. Kemudahan dalam proses; Aluminium mempunyai sifat yang baik untuk proses mekanik dari kemampuan perpanjangannya, hal ini dapat dilihat dari proses penuangan, pemotongan, pembengkokan, ekstrusi dan penempaan Aluminium 6. Sifat dapat dipakai kembali; Aluminium mempunyai titik lebur yang rendah, oleh karena itu kita dapat memperoleh kembali logam Aluminium dari scrap. Aluminium juga mempunyai sifat kimia dan fisika yang khas, sifat ini membedakan aluminium dari logam-logam lain. Pemakaian almunium sebagai bahan bangunan, antara lain sebagai pengganti kayu atau bahan lainnya, aluminium lebih awet dan sekali pasang untuk selamanya dan tidak perlu diganti dan hanya perlu perawatan untuk membersihkan secara periode. Penggunaan aluminium untuk bahan bangunan diantaranya untuk kusen aluminium , pintu aluminium , rangka jendela aluminium , campuran atap baja ringan) dan lain-lain. Dengan semakin mahal nya harga kayu, maka peran aluminium sebagai bahan bangunan menjadi sangat penting. Adanya perubahan dalam penggunaan dan konsep design rumah tinggal, salah satunya adalah mulai berkurangnya penggunaan bahan dari kayu dan digantikan dengan bahan jadi seperti aluminium, beton, plastik. Penggunaan kusen aluminium pada era dewasa ini sudah cukup banyak yang menggunakan untuk rumah tinggal, terutama pada perkotaan. Perubahan trendi itu, disebakan bebrapa kelebihan material almunium sebagai bahan kusen, yatu; 1) Tahan keropos, tidak dimungkinkan untuk dimakan rayap. 2) Bahan aluminium yang lebih tahan lama, anti rayap,dan tidak menyusut seperti kayu, tidak akan mengalami penyusutan dan perubahan bentuk atau melengkung akibat perubahan cuaca 3) Tampilan kusen aluminium dapat dicat atau dilapis dengan warna kayu bahkan motif kayu sehingga menyerupai kayu. 4) Desain dapat dibuat sesuai pesanan. Keunggulan kusen aluminium adalah bobotnya yang ringan dan kuat sehingga mudah dipindahkan. Perawatannya yang simpel menjadi daya tarik bagi pembelinya disamping kualitas bahan aluminium. 5) Ekonomis, dalam pengertian biaya proses pembuatan, pemasangan dan perawatan untuk kusen aluminium lebih murah karena lebih tahan lama. Gambar 7-1 : Kusen Almunium Selain sebagai bahan konsruksi atau aksesoris bangunan, dikenal juga namanya Aluminium Foil, fungsi alumunium foil tersebut sebagai isolasi atap bangunan, terbuat dari bahan yang kuat, elastis dan tahan air sehingga aman dan ramah lingkungan. Dan juga membantu menahan dan memantulkan panas sinar matahari masuk ke rumah. Selain itu Alumunium Foil pada rangka atap juga berfungsi melindungi kebocoran akibat tampias air hujan dan embun, melindungi plafond dari kerusakan / melengkung karena cuaca panas, membuat plafon bersih dan bebas debu, dan praktis karena mudah pemasangannya. Di Pasaran terdapat dua jenis umum alumunium foil yang sering digunakan pada konstruksi atap, khususnya rangka atap baja ringan, yaitu satu sisi(single side) dan dua sisi(double side). Untuk alumunium foil single side ditandai dengan hanya permukaan atasnya yang mengkilap berlapis alumunium. Sementara yang double side berarti kedua sisinya berlapis alumunium sehingga terlihat mengkilap pada kedua sisi.Keduanya memiliki fungsi yang sama.Alumunium double side dapat dijadikan sebagai material pendukung tampilan artistik di sejumlah bangunan, misalnya untuk mendapatkan tampilan ruangan dengan atap ekspose. Selain karena kekuatan juga karena kerapihan yang akan terlihat dari bawah. Alumunium foil yang single side juga bisa digunakan tetapi harus berbahan dasar plastik karena lebih kuat dan terlihat rapi. Alumunium Foil pada rangka atap baja ringan, sepertinya hampir menjadi penunjang pokok dalam setiap pekerjaan rangka atap khususnya yang berbahan baja ringan untuk mendapatkan fungsi optimum atap rumah yang tidak hanya kuat tetapi menjadikan rumah nyaman bagi penghuninya. B. Kusen Aluminium Penggunaan kusen dari almunium kini lebih sering digunakan pada semua jenis bangunan, hal ini selain karena lebih ramah lingkungan, kusen yang terbuat dari aluminium juga memiliki beberapa kelebihan lain, baik itu dari karaktersitik bahan, bentuk, kemudahan desain, konstruksi dan kemudaha pembuatan. Kusen alumunium saat ini bisa disesuaikan warnanya , bahkan dapat terlihat sangat mirip dengan kayu , Alumunium bisa bertahan lama dan low maintenance ( kalau ada noda , mudah dibersihkan) Sesuai dengan kemajuan jaman , dan kusen alumunium bisa lebih prestise daripada kusen kayu . Ukuran kusen almunium, yaitu: 1) Kusen Aluminium 3 inchi 2) Kusen Aluminium 4 inchi Bentuk almunium untuk kusen bangunan, berbentuk batangan dengan berbagai macam profil penampang. Setiap batangnya tersedia dengan panjang 6 meter, bentuk dan ukuran profil sangat bervariasi secuai dengan kegunaannya dalam konstruksi antara lain; profil-profil batang untuk kusen, profil-profil batang untuk rangka daun pintu, untuk konstruksi kusen dan daun jendela, untuk tiang atau rangka dinding partisi (penyekat ruang), untuk Rolling door, untuk Folding gate, dan sebagainya. Kemudian berbentuk pita atau pelat tipis dengan lebar tertentu ( missal ± 30 mm ) tersedia dalam bentuk gulungan ( rol ), biasanya untuk bahan awning dan krei.Selain itu, juga bentuk-bentuk profil khusus seperti Handle daun pintu dan profil profil khusus lainnya. Kemudian warna kusen aluminium berbagai macam warna dan corak, seperti; Warna aluminium standar, Hitam (Black), Coklat (Dark Brown), Silver (CA -Netral), Aluminium powder coating ,white, cream, merah, kuning dan warna serat urat kayu. Untuk kusen dari bahan Aluminium powder coating white harganya lebih mahal dari jenis almunium standar. Kemudian jenis powder coating motif urat kayu juga akan lebih mahal, kemahalan harga disesuaikan dengan bahan, tipe dan cark. Berikut ini dapat dilihat gambar beberpa profil kusen almunium. Beberapa keunggulan menggunakan almunium sebagai kusen, antara lain yaitu; 1) Tahan Keropos; Kelebihan dari kusen yang terbuat dari aluminium adalah tahan keropos, menggunakan kusen yang terbuat dari aluminium, tidak perlu kuatir akan keropos karena rayap tidak suka dan tidak bisa tinggal di kusen bahan aluminium. 2) Penyusutan; Kelebihan almunium adalah tahan lama, kusen yang terbuat dari aluminium tidak mudah berubah, menyusut ataupun melengkung karena perubahan cuaca. 3) Mobilisasi mudah; Kusen berbahan aluminium sangat mudah untuk dipindahkan, berat kusen yang ringan tidak akan kesulitan untuk mengangkat dan memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain. Selain itu, desain kusen yang terbuat dari bahan aluminium juga bisa dipesan sesuai dengan keinginan. Beberapa kelemahan menggunnakan almunium sebagai kusen, antara lain yaitu; 1) Pemasangan dengan menggunakan sistem fischer, teknik ini mengandalkan kekuatan sekrup fischer yang diborkan dan ditanam bersama kusen merapat ke tembok sekeliling kusen pintu yang sudah diplester rapi dan sangat akurat ukuran dan sudut siku-sikunya. Untuk teknik pemasangan ini, apabila terjadi kesalahan dalam pemasangannya maka dapat berakibat fatal, dan membuthkan keahlian khusu bagi tukang. 2) Variasi bentuk yang terbatas, karena merupakan standart pabrik, hanya terbatas pada bentuk tertentu saja. 3) Sambungan yang kurang baik pada siku atau kaca dapat menyebabkan air hujan dapat masuk, karena itu faktor penyambungan dan “sealant” atau karet penyekat antara kaca dan alumunium harus dari bahan berkualitas dan tahan lama agar air tidak mudah masuk ke dalam kusen atau ke ruangan. Pada dasarnya masalah sealant ini tidak menimbulkan masalah pada kusen alumuniumnya karena bahan alumunium tidak terpengaruh air. Gambar 7-2: Gambar Rencana Kusen Pintu dan Jendela Almunium Gambar 7-3 : Detai Potongan-1 Gambar 7-4: Detai Potogan-2 Gambar 7-5 : Detail Potongan-3 1. Konstruksi Sambungan Aluminium Untuk mengerjakan suatu konstruksi aluminium diperlukan pengetahuan tentang alat sambung dan cara menyambung. Dalam pekerjaan konstruksi aluminium untuk bangunan gedung seperti ; kusen, daun pintu / jendela, dan sebagainya pada umumnya menggunakan alat sambung berupa paku keling rivet atau baut sekerup. Untuk hubungan konstruksi aluminium dengan dinding tembok atau beton maka diperlukan fiser dari bahan plastik yang ditanam dalam tembok atau beton. Fiser ditanam setelah bidang tembok atau beton dilubangi dengan bor beton. Setelah fiser ditanam maka konstruksi aluminium dapat ditempelkan dengan cara disekerupkan pada fiser tersebut Gambar : Paku Keling dan Sekrup Paku keling rivet terdapat dalam beberapa macam ukuran diameter ( d ), pajang paku ( L ) juga terdapat beberapa macam. Namun yang banyak digunakan adalah paku keling rivet dengan Ø 3 mm panjang 10 mm. Untuk pemasangan engsel-engsel pintu maka digunakan diameter yang lebih besar. Sedangkan diameter tangkai rivet juga terdapat dalam beberapa ukuran tergantung diameter paku kelingnya, contoh ; untuk paku keling Ø 3 mm tangkai rivetnya berdiameter 1½ mm, sedang untuk paku keling Ø 5 mm tangkai rivetnya berdiameter 2 mm. Pada ujung tangkai rivet terdapat kepala yang berfungsi sebagai penekan paku keling pada saat pengelingan rivet berlangsung, sedangkan ujung tangkai lainnya sepanjang ± 30 mm dimasukkan ke dalam alat rivet untuk dijepit dan ditarik sehingga kepala tangkai menekan paku keling dilakukan berulang-ulang hingga tangkai putus di bagian leher dan ujung paku membengkak dan mengancing sambungan dengan kuat. Gambar : Alat Rivet Baut sekerup ada 2 ( dua ) macam : 1) Baut sekerup dengan ulir penuh sepanjang batang ( sepanjang L ). Baut ini jenis inilah yang sering digunakan untuk penyambungan batang aluminium. Terdapat berbagai macam ukuran diameter dengan panjang yang bervariasi, namun yang umum digunakan adalah baut dengan panjang ½” dan ¾” dengan diameter ± 3 mm. 2) Baut sekerup dengan ulir sepanjang 2/3 dari panjang baut ( sepanjang 2/3 L ). Baut ini biasanya dipakai untuk pemasangan konstruksi aluminium ( misalnya kusen ) menempel pada dinding tembok atau beton, juga untuk memasang engsel daun pintu. Untuk pemasangan baut sekerup pada tembok atau beton maka diperlukan alat tambahan yang disebut Fiser. Fiser terbuat dari bahan plastik. Tembok atau beton yang akan disekerup dilubangi terlebih dahulu dengan mesin bor beton, setelah itu fiser dimasukkan kedalam lubang tersebut. Pemasangan baut sekerup dikenakan pada fiser tersebut hingga mengancing dengan kuat. 1.1 Cara Memasang Paku Keling Rivet Pada Sambungan Aluminium Untuk menyambung aluminium dengan paku keling rivet dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Lukis ( tandai ) as lubang paku keling pada aluminium dengan tanda center mark ( + ). 2) Buat lubang pada center mark tersebut sebagai tempat memasukkan paku keling, menggunakan bor listrik untuk logam / besi. 3) Masukkan paku keling lengkap dengan tangkai rivetnya ke dalam lubang tersebut 4) Pasang alat rivet ( tang rivet ) dengan posisi stang pengokang dalam keadaan membuka dan tangkai paku keling masuk seluruhnya ke dalam mur rivet , seperti gambar. 5) Lakukan gerakan mengokang dengan dua tangan beberapa kali hingga kepala tangkai rivet mendesak ujung paku keling menjadi membengkak dan mengancing sambungan, lakukan gerakan mengokang tersebut sampai tangkai rivet putus terlepas dari paku keling. ( Bila tang rivet masih baik maka dengan 2 @ 3 kali kokang tangkai rivet sudah putus ). 6) Keluarkan potongan tangkai rivet yang masih berada di dalam alat rivet dengan cara dijungkir seperti gambar berikut ini sambil stang kokang digerak-gerakkan hingga potongan tangkai rivet terlepas keluar. Gambar : Sistem Rivet 1.2 Cara Memasang Baut Sekerup Untuk menyambung aluminium dengan baut sekerup dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut; 1) Lukis ( tandai ) as lubang baut sekerup pada aluminium dengan tanda center mark ( + ). 2) Buat lubang pada center mark tersebut sebagai tempat memasukkan baut sekerup, menggunakan bor listrik untuk logam / besi. Diameter lubang harus lebih kecil dari diameter baut sekerup yang akan dipasang, ini dimaksudkan agar baut sekerup ketika disekrupkan dapat menggigit aluminium dengan kuat. 3) Pasang baut sekerup pada lubang tersebut dengan cara diputar pakai obeng sambil ditekan secukupnya hingga kepala baut sekerup menekan pada aluminium yang disambung. Untuk batang-batang aluminium yang dipasang menempel pada tembok atau pada beton (misalnya kusen, rel rolling door, dan sebagainya) maka pemasangannya menggunakan baut sekerup jenis ulir tidak penuh atau panjang batang yang berulir 2/3 dari panjang baut, dan menggunakan fiser yang ditanam pada tembok atau pada beton yang akan disekerup. Cara memasangnya sebagai berikut : 1) Tentukan letak baut sekerup pada tembok / beton dan lukis ( tandai ) as lubang baut sekerup pada bidang tembok atau beton dengan tanda center mark ( + ) menggunakan pensil. 2) Buat lubang pada center mark tersebut menggunakan bor beton dengan diameter lubang disesuikan dengan diameter luar fiser yang akan ditanam. Kedalaman lubang juga disesuikan dengan panjang fiser. 3) Masukkan fiser kedalam lubang tersebut dengan cara ditekan / dipukul hingga terbenam rata dengan permukaan tembok/beton. 4) Pasang batang aluminium yang telah dilubangi untuk tempat baut, dan masukkan baut sekerup pada lubang tersebut ( ujung batang baut sekerup harus tepat mengenai lubang pada fiser yang telah ditanam pada tembok / beton. Lakukan penyekrupan baut dengan cara diputar menggunakan obeng hingga menancap kuat dan kepala baut sekerup sampai menekan batang aluminium. C. Almunium Foil Aluminium foil merupakan paduan aluminium yang dibuat dalam bentuk lembaran tipis, dengan ketebalan aluminium foil berkisar 0,2 mm dan mengandung sekitar 92% sampai 99% aluminium. Di pasaran aluminium foil tersedia dalam berbagai ukuran dan karakteristik dan digunakan untuk berbagai keperluan, seperti mengemas berbagai barang, dan untuk kebutuhan konstruksi bangunan. Untuk keperluan bahan bangunan, jenis alumunium foil, glasswool dan kawat ram saat ini merupakan material yang digunakan sebagai pelengkap rangka atap, namun yang paling banyak digunakan sebagai pelengkap rangka atap baja ringan adalah alumunium foil. Penggunaan alumunium foil pada bangunan, yaitu pada pelapis bagian atas atap, dapat berfungsi untuk menolak panas dan radiasi matahari. Pada siang hari suhu ruangan dalam rumah lebih panas hal ini disebabkan karena perpindahan panas dari radiasi panas atap ke bagian bawah atap. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah deengan menggunakan bahan almunium foil, yaitu dipasang di bagaian bawah penutup atap (genteng), sehingga radiasi panas matahari akan dipantulan kembali, sehingga suhu ruangan akan terasa lebih sejuk hal ini tentu akan meringankan kerja dari alat pendingin ruangan. Selain fungsi untuk mengurangi panas, almunium foil juga dapat berfungsi sebagai mengurnagi terjadinya kebocoran, jika terjadi kebocoran atap pada saat hujan air tidak langsung masuk kedalam ruang karena dihalangi oleh alumunium foil. Pertanyaan selanjutnya, dapatkah kamu mengidentifikasi fungsi lain almunium foil pada bangunan ? Beikan jawabanmu!: Bahan alumunium foil ada yang menggunakan bahan lapisan kertas, ada juga yang plastik, dilihat dari bahan dasarnya tentu lebih kuat yang berbahan dasar plastic tidak mudah sobek dibandingkan yang berbahan dasar kertas dan sudah barang tentu alumunium berbahan dasar plastik lebih mahal harganya. Bentuk Alumunium foil yang ada saat ini yaitu tipe satu sisi (single side) dan dua sisi (double side). Single side lapisan hanya satu sisi bagian atas sehingga akan tampak mengkilat dibagian atas dan buram dibagian bawah. Double side lapisan pada dua sisi atas dan bawah sehingga tampak mengkilat pada kedua sisi. Aluminium foil double side mempunyai kelebihan menolak radiasi lebih efektif dan lebih kuat jika di banding dengan alumunium single side. Teknis pemasangan alumunium foil yaitu dengan cara di jepit antara reng dan kaso pada konstruksi rangka atap, hal ini bisa dilakukan jika pemasangan sebelum atau bersamaan dengan pemasangan reng. Pemasangan almunium foil, sebaiknya dilakukan sebelum konstruksi rangka atap belum jadi, kondisi akan sangat efektif. Pemasangan alumunium foil yang bagus adalah pemasangan yang rata atau tidak menggelembung karena permukaan alumunium foil yang rata akan lebih efektif menolak radiasi matahari dan lebih efektif mencegah terjadinya kebocoran karena jika ada tetesan air maka air akan langsung meluncur ke bawah sesuai dengan kemiringan atap tersebut. A. Cat Sebagai Bahan Bangunan Pengertian Cat, adalah suatu massa yang pada suhu kamar berupa berupa zat cair dan bila diulaskan pada permukaan suatu benda akan membentuk lapisan padat kenyal. Cat dibuat dari bermacam-macam bahan dasar.Pada dasarnya bahan dasar tersebut diaduk atau dicampur dengan perbandingan-perbandingan tertentu dan untuk bermacam-macam tujuan. Ada banyak dan beragam jenis dan tipe cat yang tersedia di pasaran, untuk lebih mudah mengenal berbagai jenis cat tersebut, maka lebih mudah kita mengklasifikasikannya dalam dua jenis, yaitu; 1. Cat Air; Cat jenis ini berbasis air (water based), karena dibutuhkan hanya air untuk melarutkannya. Cat dengan bahan dasar air tidak menghasilkan efek kimia yang tinggi dalam larutan sehingga cat ini ramah lingkungan. Di pasaran cat dalam kelompok ini seperti cat tembok, cat genteng, cat lukis, dan lain sebagainya. 2. Cat Minyak; Cat jenis ini berbasis minyak (solvent-based). Cat dengan bahan dasar minyak, dapat dilarutkan dengan sejenis minyak atau thinner. Cat ini dikategorikan sebagai cat yang tidak ramah lingkungan karena dapat mengganggu kesehatan pernafasan manusia, karena itulah pemakaian minyak dalam cat diminimalkan. Karena berbahaya, produsen cat bangunan untuk hunian tidak lagi memproduksi cat jenis ini, dan cat ini hanya diaplikasikan sebagai cat untuk keperluan industri, otomotif, dan furniture. Cat yang berkualitas minimal mempunyai empat fungsi yangharus dimiliki diantaranya daya sebar, daya tutup, mudah dalampengaplikasiannya, dan aman bagi kesehatan lingkungan. Memang semakin tinggi kualitas cat, maka harganya pun akan semakin mahal,karena disamping keempat hal pokok diatas, cat yang berkualitas akanmemiliki nilai tambah seperti daya tahan terhadap cuaca, anti jamur, tidakmemudar mudah dibersihkan, dapat menutupretak rambut serta tambahan pengharum. Keberhasilan pengecatan,yang paling berpengaruh adalah kualitas atau mutu bahan yang akandicat itu sendiri (terlepas dari kualitas cat yang dipakai). Masalah yang sering timbul akibat dari kualitas mutu bahan yang akan dicat jelekbiasanya adalah belang-belang seperti basah (bila kadar air dalam bahanyang dicat terlalu tinggi), lapisan cat yang menggelembung. Sedangkanbila yang dipakai adalah cat dengan kualitas rendah maka masalah yang sering terjadi adalah pengapuran, atau warnanya luntur.Cat juga harus aman dan ramah lingkungan. Saat ini di pasarmasih banyak dijual produk yang tidak memperhatikan aspek-aspekkesehatan dan lingkungan, karena bahan baku yang dipergunakan masihmengandung tambahan logam merkuri (Hg) dan timah hitam tau timbal (Pb).Padahal kedua bahan tersebut sangat berpotensi membahayakanmanusia jika secara terus menerus masuk kedalam tubuh. Dengan penjelasan di atas, secara umum klasifikasi cat, dibedakan menjadi yaitu; 1) Water Based; Meliputi Cat tembok dan cat air 2) Solvent Based;Meliputi Cat mobil, cat besi, dan cat minyak Kemudian, element penyusun cat, yaitu; 1) Pigment; Berfungsi menyediakan warnaContoh : Pigment Putih (Titanium Dioxide) dan Pigment Kuning (Zinc Oxide) 2) Pigment extender / filler; Digunakan untuk membantu pigment utama dan meningkatkan daya rekat, Contoh : Calcium Carbonat, Kaolin Clay, dan Talc Powder 3) Liquid; sebagai pembawa elemen-elemen solid dimana dalam cat tembok yang digunakan adalah air. 4) Binder; Digunakan untuk mengikat Pigment, merekatkan Cat Pada Bidang dan membentuk Lapisan Film, Contoh : Acrylic, Vinyl Acrylic, dan Styrene Acrylic 5) Additive; Digunakan sebagai :Thickener ; Menghasilkan kekentalan tertentu, Menjaga kestabilan emulsi agar filler dan liquid tidak memisah antifoam; mencegah timbulnya busa ada saat cat diaduk di pabrik, pada saat cat diaduk dalam kemasannya dan pada saat cat diaplikasikan di permukaan Biocide ; mencegah timbulnya jamur di dalam kaleng/kemasan dan di permukaan (tembok) Cat digunakan mulai dari cat rumah, perabot rumah, dan berbagai peralatan sampai kepada mobil. Gunanya, selain untuk menambah keindahan barang yang dicat juga untuk melindungi bahan yang dicat dari karat, khususnya logam. Mulai dari pagar besi, teralis dan sampai kepada perut kapal laut ataupun tanker. B. Cat Air (water based) Penggunaan cat tembok saat ini mengarah pada sistim basis air, karena lebih ramah lingkungan, proses membuatnya yang mudah dan tidak mudah terbakar, selain itu tidak ber bau menyengat. Banayknya kebutuhan akan cat tembok, sehingga banyak orang yang melirik untuk membuka usaha pembuatan cat tembok, bisa dibuat home industri dirumah tanpa perlu lahan yang luas, hal ini karena konsumsi pemakaian cat tembok ini sangat besar, apalagi menjelang hari hari besar, seperti Hari Ulang tahun kemerdekaan, persiapan acar pesta, idul fitri, natal dan Tahun Baru banyak orang mempercantik rumahnya dengan mencat ulang tembok-temboknya. Saat ini banyak juga proyek rumah – rumah baru saat ini memakai cat tembok buatan home industri karena harga cat tembok buatan home industri bisa ditekan lebih murah di banding dengan yang bermerk, Karena hasil dari cat tembok yang bagus maka cat tembok home industri  bisa bersaing dengan cat tembok yang bermerk,sehingga bisa memperkecil biaya pengeluaran dan bisa membuat harga rumah lebih murah. Keunggulan Cat tembok, yaitu; · Bisa di buat sebagai industri rumahan. · Bahan-bahan mudah didapat di toko kimia · Pangsa pasar yang luas · Hasil produk murah · Hasil lebih tahan lama dan halus Pembuatan cat tembok, yaitu berbahan dasar Calcium, pigmen, binder (perekat), ditambah pemberat, Pengawet dan pewangi, air. Kemudian persiapan alat alat yaitu: Mixer, Ember (wadah), pengaduk, timbangan, dan gelas ukur. Cara membuatnya adalah ; Calcium diaduk dengan air sampai rata, masukkan binder dan terus, kemudian aduk sampai menyatu, masukkan pigmen aduk lagi, zat pemberat dimasukkan aduk terus terakhir, kemuudian masukkan pengawet, pewangi aduk rata simpan dalam wadah tertutup. Jenis cat tembok yang bagus untuk tembok seperti acrylic 100 persen yang dibuat untuk kelas cat interior premium, lalu ada acrylic emulsion yang merupakan gabungan dari acrylic 100 persen dan vynil versatic, dan yang terakhir vinyl acrylic. Beberapa persiapan penting yang harus dilakukan sebelum mengecat seperti membersihkan dahulu seluruh permukaan dinding dari kotoran dan pastikan juga kondisi dinding tidak lembab, kerik seluruh bekas cat lama hingga merata, bila perlu bersihkan dengan menggunakan ampelas. Biasanya sebelum memulai pengecatan, tembok yang akan dibubuhi cat dibersihkan hingga permukaannya seperti tampak baru. 1. Teknik Pengecatan Menggunakan Cat Tembok Teknik dan melaksanakan pengecatan bangunan rumah dengan cat tembok, dalam pengecatan, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan, salah satunya adalah mengetahui bahan dasar cat yang ingin digunakan, seperti bahan perekatnya, bahan pewarna atau pigmen, bahan pelarut, eksten den atau bahan pengisi. Semua bahan diatas bisa dibilang masih sangat ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan.Jika ingin mewarnai bagian luar, sebaiknya gunakan cat tembok dengan dasar 100 persen acrylic emulsion. Kandungan cat yang bagus selalu mengandung bahan dasar acrylic dengan daya lekat yang kuat dan mampu mengikat partikel zat warna dengan sempurna, sehingga warna lebih awet dan tidak cepat pudar. Keuntungan lain dari pemakaian cat dengan kualitas yang baik adalah ketahanan lapisan cat terhadap cuaca, lumut, jamur serta sengatan matahari atau perubahan cuaca. Cat bermutu tinggi pasti lebih irit dibanding dengan cat yang bermutu rendah, karena dua atau tiga lapisan saja tembok sudah bisa tertutup sempurna, namun, jika anda menggunakan kualitas yang kurang baik, dibutuhkan sedikitnya empat sampai lima lapisan. Beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan pengecatan dinding tembok, yang paling berpengaruh adalah kualitas atau mutu dinding itu sendiri terlepas dari kualitas cat yang dipakai. Masalah yang sering timbul akibat dari kualitas dinding yang jelek biasanya adalah belang-belang seperti basah, bila kadar air dalam dinding terlalu tinggi. Sedangkan bila yang dipakai cat dinding dengan kualitas rendah maka masalah yang sering terjadi adalah pengapuran, warnanya luntur, dan kelihatan tidak cerah. Cat yang berkualitas minimal mempunyai empat fungsi yang harus dimiliki diantaranya daya sebar, daya tutup, mudah dalam pengaplikasiannya, dan aman bagi kesehatan lingkungan. Memang semakin tinggi kualitas cat, maka harganya pun akan semakin mahal, karena disamping keempat hal pokok diatas, cat yang berkualitas akan memiliki nilai tambah seperti daya tahan terhadap cuaca, anti jamur, tidak memudar, mudah dibersihkan, dapat menutup retak rambut serta tambahan pengharum. Secara umum teknik yang baik antara lain adalah mengikuti prosedur atau langkah langkah sebagai berikut; 1) Pengecatan di lakukan pada siang hari, pada saat mathari terik/panas; 2) Pengecatan dimulai dari arah luar, mulai dari dekat jendela. menuju ke ruang dalam; 3) Pengecatan total, lakukan mulai dari langit-langit yang diteruskan ke dinding dekat kusen jendela, pintu-pintu, dan kemudian ke bagian bawah; 4) Pengecatan gunakan tiga lapis sesuai dengan anjuran pencampuran; 5) Jangan mengecat pada suatu bidang yang lebar sekaligus, tetapi batasi bidang pengecafan antara satu sampai dua meter persegi sekali mengecat. Langkah langkah pelaksanaaan pengecatan, sebelum proses pengecetan adalah menyiapkan permukaan yang akan dicat. Pastikan permukaan dinding bersih dan kering untuk mencegah terjadinya pengelupasan.Biasanya memakan waktu 28 hari agar reaksi pengerasan semen pada plesteran beton mengering dengan sempurna.Setelah permukaan tembok sudah benar-benar kering, dan sebelum tembok di plamir, lapisi dulu tembok dengan Wall Sealer, guna menetralisir PH semen agar sesuai dengan PH cat. Dengan wall sealer Cat tidak mudah mengelupas dan warna cat tidak akan berubah dari warna aslinya. Cat akan menjadi seperti kapur jika daya serap tembok masih bekerja, untuk itu tembok harus dilapisi dengan Wall Sealer, namun jika untuk alasan ekonomis anda dapat melarutkan satu sampai dua bungkus lem putih dalam satu galon air kemudian kuaskan pada tembok sebelum tembok di cat. Sebelum pengecatan dilakukan ada pekerjaan pendahuluan yaitu plamir dinding.Plamir dinding terdiri dari 3 bagian bahan, yang pertama adalah semen putih, lem putih, dan kalsium. Semua bahan tersebut mempunyai fungsi masing- masing. Penggunaan kalium pada bahan plamir berfungsi sebagai penambah volum dari plamir dan memudahkan penghalusan, namun apabila terlalu banyak justru akan menyebabkan cat yang nanti kita kerjakan menjadi kurang kuat. Sebagian kontraktor bangunan sudah tidak menggunakan kalium sebagai campuran plamir, kecuali pada pekerjaan yang memerlukan harga sangat hemat dan waktu penyelesaian yang relatif cepat. Gambar 8-1: Pengecatan Tembok Teknik melamir yang efektif adalah dengan menggunakan kapi (skrap) besar atau bahan bekas dari pipa pvc yang dibuat kapi (skrap). Dengan mengoleskan pada arah vertikal di dinding kemudian untuk lapis selanjutnya pada arah horisontal, demikian seterusnya sampai dinding menjadi rata. Lapisan yang kedua haruslah menunggu lapisan yang pertama kering dahulu. Penghalusan menggunakan amplas dengan arah memutar.Alat penghalus otomatis sebaik digunakan agar lebih cepat dalam pengerjaannya. Setelah diplamir, dilakukan Pelapisan cat dasar atau alkali sealer.Sebelum dilakukan pengecatan dengan cat tembok aplikasikan terlebih dahulu cat dasar alkali sealer, yang berfungsi memberikan lapisan dibawah cat tembok sehingga memperkecil kontak langsung dengan alkali tembok.Selain itu alkali sealer berfungsi memberikan lapisan warna putih sehingga dapat mempercepat penutupan warna cat tembok pada dinding.Alkali sealer berbeda dengan cat putih. Penggunaan cat putih sebagai dasaran pengecatan tidak akan menghindari kontak langsung alkali tembok dengan cat, tetapi hanya berfungsi membantu daya tutup cat tembok saja. Beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan pengecatan, yang paling berpengaruh adalah kualitas atau mutu bahan yang akan dicat itu sendiri (terlepas dari kualitas cat yang dipakai). Masalah yang sering timbul akibat dari kualitas mutu bahan yang akan dicat jelek biasanya adalah belang-belang seperti basah (bila kadar air dalam bahan yang dicat terlalu tinggi), lapisan cat yang menggelembung. Sedangkan bila yang dipakai adalah cat dengan kualitas rendah maka masalah yang sering terjadi adalah pengapuran, atau warnanya luntur. Agar pengecatan dapat berhasil dengan baik, maka beberapa langkah berikut perlu untuk diperhatikan, yaitu; 1) Pilih jenis cat yang tepat guna. Faktor nomor satu yang harus kita tentukan adalah untuk bidang manakah cat itu akan digunakan, untuk bidang interior atau untuk eksterior; untuk mendapatkan hasil maksimal usahakan menggunakan produk cat yang tepat guna. 2) Gunakan produk yang transparan. Bandingkan beberapa produk cat, baca keterangan/ aturan pemakaian dan yang tidak kalah pentingnya data teknis yang ada pada kemasan masing-masing. 3) Tentukan pilihan warna. Satu hal yang juga perlu menjadi bahan pertimbangan dalam memilih cat adalah tersedianya warna-warna yang bisa memenuhi selera kita. 4) Hitung jumlah kebutuhan.Bila sudah bisa menentukan jenis cat, merek serta warna cat yang akan gunakan, selanjutnya adalah menentukan berapa banyak cat yang diperlukan untuk sebuah ruangan atau tempat yang akan dicat. Pemberian Cat Dasar, untuk tembok dibagi dua, yaitu cat dasar yang berupa varnish dasar air yaitu cat tanpa pigmen dengan dasar emulsi acrylic 100%. Cat dasar ini biasanya disebut Wall Sealer Water Base. Wall Sealer sangat baik untuk tembok baru yang banyak retak rambut untuk mengisi celah-celahnya dan untuk menguatkan lapisan cat lama yang mulai mengapur. Kedua adalah cat dasar yang berupa cat tembok warna putih dengan dasar emulsi acrylic 100% dan mempunyai daya tahan alkali yang tinggi, daya rekat serta daya isi yang baik serta kadar bahan anti jamur cukup tinggi. Cat dasar ini disebut Alkali Resisting Primer atau Undercoat Tembok. Cara pemakaiannya adalah; encerkan cat sesuai dengan petunjuk pabrik, jangan berlebihan, karenadapat menghilangkan fungsi cat dasar. Beri 1 atau 2 lapis cat dasar. Kemudian pelaksanaan pemberian cat akhir, dengan langkah sebagai berikut ini; 1) Persiapan permukaan harus telah sempurna. 2) Bagian-bagian tembok yang tidak akan dicat, alat-alat rumah tangga seperti kursi, meja, lantai sudah ditutup plastik atau kertas koran. 3) Siapkan alat alat pengecatan yang dibutuhkan, seperti kuas, roller, ember, pengaduk, tangga, dan lain-lain. 4) Periksa kaleng cat, apakah sesuai dengan ketentuan pabrik. Catat nomor batch (lot)nya. 5) Aduk cat sampai rata dan pengenceran sesuai dengan kebutuhan pabrik. 6) Selang waktu antara setiap lapis harus cukup lama. Secara teoritis adalah 2-4 jam, tetap sebaiknya minimal 8 jam atau semalam. 7) Ventilasi ruangan harus sebaik mungkin dan kalau dapat Pengecatan dilakukan waktu cuaca terang dan kering.engenceran cat jangan langsung didalam kalengnya, kecuali kalau dapat habis pada hari itu juga. 8) Tutup rapat-rapat kaleng yang yang masih ada sisa catnya untuk menghindari pembusukan. C. Cat Minyak (solvent based) Cat minyak yaitu terbuat dari partikel-partikel pigmen warna yang disuspensi dengan media minyak, Cat ini berbasis minyak, atau menggunakan pengencer minyak, cat ini adalah banyak digunakan karena alasan warna yang tajam dan tahan lama, mudah dalam penggunaan dan tehniknya, bisa dengan mudah di explore dalam berbagai tehnik gaya lukis, bisa tehnik transparant, opaque, maupun bertekstur, dan bisa pula di combine dengan material lain, guna menghasilkan tehnik unik. Cat Minyak ini memberi efek cerahyang sangat bagus pada suatu gambar ataupun lukisan serta memberikan tesktur yang sangat bagus, terlebih kita tau bagaimana cara pemakaiannya benar.  Cat minyak ini sangat tahan lama ataupun awet namun sangat mengengat bau dari cat ini.membutuhkan waktu lama untuk menghilangkan bau cat ini.Cat minyak juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya perlu proses pengeringan yang lama, sehingga terkadang membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses melukis, kekurangan lainya adalah kurang ramah lingkungan, dan berbau tajam. Cat minyak berupa cairan yang kental, cat terdiri dari komponen resin, pigment, solvent, dan additves yang apabila dicampurkan bersama akan membentuk suatu konsistensi yang merata. Cat biasanya dilarutkan dengan thinner, agar mudah penggunannya. Dalam hal ini cat tipe dua komponen, ditambahkan dengan hardener. Komponen cat minyak adalah sebagai berikut: 1. Resin (Zat perekat) 2. Pigment (Zat pewarna) 3. Solvent (Pengencer 4. Additif Resin (Zat perekat); Resin adalah unsur utama cat yang berbentuk cairan kental dan transparan yang membentuk film atau lapisan setelah diaplikasi pada suatu obyek dan mengering. Kandungan resin mempunyai pengaruh langsung pada kemampuan cat seperti misalnya: kekerasan, ketahanan solvent serta ketahanan cuaca. Demikian pula berpengaruh atas kualitas akhir misalnya tekstur, kilap (gloss), adhesi suatu cat, serta kemudahan penggunaan diantaranya waktu pengeringan. Menurut tipe lapisan resin dibedakan menjadi dua macam, yaitu : 1) Thermoplastik Resin, pengeringan resin terjadi karena penguapan solvent. Apabila dipanaskan thermoplastic resin akan melunak dan akhirnya mencair. Jenis-jenis thermoplastic resin antara lain :nitrocelluloce, cellulose acetat butylate, thermoplastic acrylic, dan nylon. Resin tipe ini sering digunakan pada sistem pengecatan udara 2) Thermosetting Resin, jenis-jenisnya antara lain: amino alkyd, ollyurethane dua komponen, thermosetting acrylic, dan epoxy resin. Thermosetting resin hanya akan mengering dan mengeras jika dipanaskan dan tidak akan melunak lagi oleh adanya pemanasan kembali. Biasanya digunakan pada cat bakar, dimana cat ini mempunyai daya tahan yang kuat terhadap cuaca dan mempunyai kekerasan yang tinggi. Proses pengeringannya dilakukan diruang oven. Pigment (Zat pewarna); Pigment adalah suatu bubuk yang telah digiling halus yang diperoleh dari batu-batuan mineral atau buatan (syntetic). Pigment ini memberi warna dan daya tutup pada cat dan ikut menentukan ketahanan cat. Pemberian zat warna pada cat tergantung pada fungsi catnya.Pada cat dasar primer zat pewarna berfungsi membantu menahan karat.Zat warna pada dempul membantu membentuk lapisan tebal dan mudah diamplas.Sedangkan pada cat akhir zat warna memberikan efek pewarnaan yang tahan lama. Pigment atau zat warna terbagi menjadi : Pigment warna, berfungsi menambah warna pada cat dan menghasilkan daya tutup pada permukaan yang dicat, berikut adalah fungsi pigmen, antara lain; 1) Pigment terang berfungai menambah wrana-warni metalik pada cat. 2) Pigment extender, berfungsi menambah kekuatan cat pada bodi, menghasilkan viscositas dan mencegah pengendapan. 3) Pigment pencegah karat, dipergunakan terutama pada cat dasar untuk membantu mencegah karat pada plat dasar. 4) Pigment flatting, digunakan untuk mengurangi kilap pada cat, terutama pada cat jenis doof Solvent (Pengencer) pada cat minyak.Solvent adalah suatu cairan yang dapat melarutkan resin dan mempermudah pencampuran pigment dan resin dalam proses pembuatan cat. Solvent sangat cepat menguap apabila cat diaplikasi. Kegunaan solvent (thinner) ini untuk mengencerkan campuran pigment (zat pewarna) dan resin (zat perekat) sehingga menjadi agak encer dan dapat disemprotkan selama proses pengecatan. Thinner juga menurunkan kekentalan cat sampai tingkat pengenceran tertentu yang tepat untuk pengecatan dengan kuas, semprot atau roll.Thinner menguap sesaat setelah cat disemprotkan, thinner akan menguap dan meninggalkan resin dan pigment yang kemudian kedua zat tersebut akan membentuk lapisan yang keras. Solvent berdasarkan kegunaannya dibedakan menjadi dua macam. Solvent untuk cat lacquer (thermoplastic resin) disebut thinner dan solvent untuk cat namel (thermosetting resin) disebut reducer. Komponen pembentuk solvent (pengencer) meliputi : 1) Diluent, merupakan larutan yang membantu melarutkan resin lacquer. 2) Laten solvent, juga digunakan untuk mencampur pelarut yang baik, hasilnya sama dengan pelarut yang berkualitas baik. 3) Solvent murni, adalah larutan yang mampu melarutkan sesuatu yang mengakibatkan cairan tersebut masuk kedalam larutan. Solvent murni melarutkan bahan residu dan binder Additif; Additif adalah suatu bahan yang ditambahkan pada cat dalam jumlah yang kecil untuk meningkatkan kemampuan cat sesuai tujuan atau aplikasi cat.Berbagai tipe bahan yang ditambahkan pada cat dalam jumlah yang kecil untuk meningkatkan kemampuan cat sesuai dengan tujuan atau aplikasi cat.Zat additif berfungsi untuk : 1) mencegah terjadinya buih pada saat penyemprotan (anti foaming), 2) mencegah terjadinya pengendapan cat pada saat dipergunakan (antisetting ), 3) meratakan permukaan cat sesaat setelah disemprotkan (flow additif), 4) menambah kelenturan cat, dll. Material Thinner; Thinner dikenal juga dengan nama solvent yaitu suatu pelarut yang membuat viscositas cat menjadi lebih mudah diaplikasi. Berbagai tipe solvent dicampurkan bersamanya, untuk menyesuaikan kemampuan larut thinner dan penguapannya.Material Hardener; Suatu bahan yang membantu mengikat molekul di dalam resin, sehingga membentuk lapisan yang kuat dan padat. 1. Teknik Pengecatan Menggunakan Cat Minyak Pengecatan menggunakan cat minyak pada bangunan, antara lain untuk yang berbahan besi, berbahan kayu dan juga bahan lain seperti almunium. Pengecatan bisa langsung dari material mentah atau pengecatan ulang. Pengecatan pada besi (pagar) tentunya memiliki kesulitan tersendiri karena langsung bersentuhan dengan cuaca dan iklim sekitar dan juga rata-rata pagar memiliki bidang yang cukup sulit saat pengecatan seperti pagar besi, agar tahan lama dan terhindar dari karat.Cat agar tahan lama sebenarnya tidak terlalu sulit, hanya dituntuk sabar karena beberapa prosesnya membutuhkan waktu antara proses yang satu dengan lainya. Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika akan memberi lapisan cat pada besi, Bahan cat yang diperlukan yaitu; 1) Cat dasar (primer) dan cat antara (under coat) tidak boleh mengulit, mengandung endapan, menggumpal, mengeras, adanya pemisahan warna dan bahan asing lain dalam waktu 10 menit, dan mudah diaduk menjadi campuran yang serba sama. 2) Cat tutup (top coat) menggunakan pengencer organik (alkyd, vinyl, epoxy, minyak, phenolic, rubber base, polyurethan,dan acrilic) tidak boleh ada gel, endapan keras kering, dan waktu pengeringan maksimum 6 jam Cat primer adalah lapisan cat yang digunakan sebagai cat dasar permukaan plat yang berfungsi untuk memberikan ketahanan terhadap karat, meratakan adesi /daya lekat diantara metal dasar (sheet metal) dan lapisan (coat) berikutnya.Primer digunakan dalam lapisan yang sangat tipis dan tidak memerlukan pengamplasan. Dalam teknik pengecatan cat primer ada 4 jenis, yaitu : a) Wash primer, sering disebut etching primer, jenis ini terdiri dari bahan utama vynil butyral resin dan zinchromate pigment anti karat, dengan demikian primer ini mampu mencegah karat pada metal dasar. b) Lacquer primer, terbuat dari bahan nitrocellulose dan alkyd resin.Cat primer ini mudah dalam penggunaan dan cepat kering. c) Urethane primer, terbuat dari bahan utama alkyd resin.Merupakan resin yang mengandung polyisociate sebagai hardener. Cat primer jenis ini memberikan ketahanan karat dan mempunyai daya lekat (adhesi) yang kuat. d) Epoxy primer, cat primer jenis ini mengandung amine sebagai hardener. Komponen utama pembentuknya adalah epoxy resin. Epoxy primer memberikan ketahanan terhadap karat dan mempunyai daya lekat yang sangat baik. Kemudian dikenal nama Cat warna/ Top coat, peranan dari pada cat warna atau top coat adalah cat akhir yang memberi warna, kilap, halus bersamaan dengan meningkatkan kualitas serta menjamin keawetan kualitas tersebut.Pengecatan logam adalah pelapisan permukaan dengan bahan cat untuk menahan karat, meniadakan warna dasar serta memberikan pandangan yang indah dan merupakan pertahanan terhadap pengaruh pengaruh destruktif terhadap cuaca. Beberapa jenis cat minyak, yang baik untuk material pada bangunan, yaitu; 1. Cat besi alkyd sintetik; Cat ini mudah didapat ditoko bangunan dekat rumah kita, harganya terjangkau dan mudah diaplikasikan karena cat ini kering diudara dan mengandung pigmen titanium dioksida. 2.  Cat Alumunium; Bukan berarti cat ini hanya digunakan untuk bahan aluminium saja tapi juga bsia digunakan untuk logam jenis lainya seperti besi. Warna yang tersedia hanya satu yaiut warna silver aluminium. 3. Cat Epoxy; Cat ini cukup ampuh dan bisa dikitalkan untuk cat eksterior karena tidak menguap kena panas dan kualitasnya lebih baik dari cat sintetik. 4. Cat Duco; Cat duci lebih populer untuk pengecatan mobil atau motor karena teksturnya ayng lebih halus sehinga pengecatannya menggunakan spray bertekanan tinggi. Harganya juga mahal oleh sebaba itu bisa dikatakan tidak banyak yang memakai cat ini untuk pagar rumah, namun cat ini juga tahan terhadap panas. 5. Cat Efek; Cat efek adalah cat yang bisa menimbuklan  bentuk warna dan gradasi berbeda sehingga bisa berbentuk tekstur sepert igranit, kesan antik, retak-retak atau lainya. Ini juga mulai populer Dari beberapa jenis cat diatas sebaiknya kita menggunakan cat epoxy karena lebih tahan terhadap cuaca meski sedikit mahal namun ketahananya memang tidak diragukan lagi. Sedangakan bagi kita yang memiliki budget yang minim cat jenis sintetik juga bisa dijadikan pilihan meski tidak tahan lama namun cukup untuk mempercantik material bangunan.Setelah kita mengetahui jenis cat yang akan kita pilih nantinya untuk mengecat pagar/besi rumah kitaDengan memberi lapisan cat pada logam seperti besi, maka bisa melindungi dan membuat besi menjadi lebih tahan lama, bebas karat, dan tahan terhadap pengaruh cuaca ekstrim. Selain itu, lapisan cat juga bisa memberikan kesan keindahan yang membuat ornamen besi terlihat menarik. Gambar 8-2 : Pengecatan Bagian Bangunan Pengecatan besi baru (belum pernah dicat); Adapun langkah yang harus dilakukan dalam pengecatannya adalah; 1) Bersihkan karat dari permukaan besi dengan cara diamplas permukaannya, dan bersihkan dari debu, minyak dan kotoran lainnya yang ada dengan white spirit atau solvent kemudian di lap dengan kain yang dibasahi dengan thinner terlebih dahulu. 2) Untuk besi baru: pergunakan cat dasar, dan biarkan kering 3) Besi yang sudah di beri cat dasar r, di amplas halus untuk sedikit membuka permukaannya, dan bersihkan permukaannya dari debu dan kotoran yang ada. 4) Pergunakan cat minyak, sebagai medium coat dan membuat lapisan cat menjadi lebih tebal, dan biarkan kering. 5) Dan selanjutnya pergunakan cat (bisa Synthetic)   sebagai cat akhir. Pengecatan besi yang sudah pernah di cat ( Ulang ); Adapun langkah yang harus dilakukan dalam pengecatannya adalah; 1) Apabila cat lama masih dalam keadaan baik, Amplas ringan untuk sedikit membuka pori permukaannya agar cat yang akan diaplikasi diatasnya dapat penetrasi dengan baik, bersihkan permukaan dari kotoran, di kerok dengan sikat kawat atau sand blasting bagian cat yang telah rusak, kemudian lapisi cat dasar. 2) Apabila cat lama sudah dalam keadaan rusak, terkelupas atau bahkan sudah timbul karat, maka lakukan pengerokan terhadap cat lama tersebut serta bersihkan dari debu, minyak atau kotoran lain yang ada 3) Kemudian besi yang sudah dibersihkan tersebut di aplikasi terlebih dahulu denganb cat, sebagai cat dasar, biarkan kering, Cat kembali, sebagai medium coat dan membuat lapisan cat menjadi lebih tebal. Biarkan kering. 4) Dan selanjutnya lakukan pengecatan, sebagi cat akhir, lakukan proses pengecatan yang benar agar hasil yang diperoleh sempurna. Pengecata besi berkarat; Kita sekarang tentunya butuh cara mengecat pagar apalagi pagar rumah kita sudah mengalami masalah karat. Berikut adalah langkah kerja atau pedoman untuk melaksanakan pengecatan, menggunakan cat minyak, untuk pagar besi yang telah “berkarat”pada bangunan, yaitu; 1) Pertama, sediakan sarung tangan, kacamata dan masker kemudian cari sumber karat yang ada pada pagar besi kita, kemudian bersihkan dengan sikat kawat kemudian, lembabkan lap dengan mineral spirits sejenis thinner tak berbau. Ganti lap kita jika sudah cukup kotor aar pekerjaan kita tidak sia-sia. 2) Kedua, Cuci pagar dengan menggunakan air hangat yang diberi sabun karena beberapa cat tidak bisa mentolerir minerat spirits. Gosok dengan lap yang duberi abun kemudian bersihkan sisa sabun dengan penyemprot air. Keringkan selama semalaman. 3) Ketiga, Sebelum menggunakan cat utama sebaiknya menggunakan cat dasar primer sebagai pelapis anti karat, lakukan dengan cepat proses pengecatannya. keringkan cat primer selama minimal satu hari sampai cat tersebut benar-benar kering. Kemudian catlah dengan cat epoxy atau sintetik tergantung cat yang kita beli. Keringkan dan lakukan pengecatan kedua untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. A. Pendahuluan Adukan adalah suatu campuran dari bahan pengikat dan bahan pengisi serta air sampai konsisten tertentu. Bahan pengikat yang biasa dipakai adalah semen (PC) dan kapur, sedangkan bahan pengisi adalah pasir atau tras. Bahan-bahan tersebut harus memenuhi syarat yang telah ditentukan. Adukan yang memakai semen (PC) mempunyai kekuatan adhesi yang besar akan tetapi pengerjaannya agak sukar, sedangkan adukan yang menggunakan bahan pengikat kapur kekuatan serta adhesinya rendah jika dibandingkan menggunakan semen (PC), oleh karena itu sering dilakukan pencampuran antara semen (PC). Jadi pengertian adukan di sini dapat diartikan suatu campuran yang terdiri dari bahan pengikat dan bahan pengisi dengan ditambah dengan air, sehingga menjadi suatu masa dengan konsistensi tertentu. Beberapa penyebab rusaknya suatu bangunan, salah satu di antaranya adalah akibat dari penggunaan bahan-bahan pembentuk adukan yang tidak lagi memenuhi syarat. Kemudian sifat adukan yang kuat ditentukan oleh sifat kekuatan adhesi yang cukup, sedangkan untuk plesteran untuk luar harus mempunyai sifat kedap terhadap air, untuk itu diperlukan campuran yang berbeda-beda sesuai dengan jenis pekerjaan yang dikerjakan. Fungsi adukan dalam pasangan tembok diantaranya adalah untuk; 1) Pengikat antar bata yang satu dengan yang lainya, 2) Menghilangkan deviasi dari permukaan bata, 3) Menyalurkan beban dari bata yang berada diatasnya, 4) Meratakan permukaan tembok. Pemberian sebutan atau jenis pada adukan sesuai dengan bahan dasar yang dipakai dan penggunaannya dilapangan didasarkan atas volume perbandingan bahan campuran yang digunakan. Bahan dasar dan perbandingan campuran dari adukan yang akan digunakan untuk suatubangunan, akan mempengaruhi kekuatannya maupun letak penggunaannya. Sebagai contoh digunakan adukan dan campuran perbandingan semen, pasir dan kerikil dengan perbandingan: 1 pc: 2 ps: 3kr orang sering menyebutkan campuran ini adalah campuran adukan beton, yang penggunaannya baik untuk konstruksi beton bertulang yang tahan terhadap air. Bahan dasar tras, kapur dan pasir dinamakan spesi tras- kapur- pasir dengan campuran perbandingan 1 : 2 : 4 biasanya digunakan untuk pekerjaan plesteran dalam dan pekerjaan meratakan. Perbandingan untuk campuran bahan-bahan dasar dari adukan berbeda-beda dan untuk itu dipakai bagian takaran, karena sampaisaat ini masih sering digunakan. B. Bahan Adukan Karakteristik sifat bahan bangunan setiap daerah tidak selalu sama, hal ini perlu dipahami utnuk perancangan adukan. Sebagai perbandingan bahwa berat jenis dan berat satuan pasir dan batu pecah masing-masing daerah diperoleh hasil yang berbeda. Sebagai contoh, pasir batu apung dari Pulau Kalimantan mempunyai sifat, berat jenis dan berat satuan yang berbeda dari pasir beton dari Jawa Barat dan pasir besi dari Cilacap Jawa Tengah. Pasir beton di daerah Jawa Barat, diperoleh dari hasil tambang, bila di bandingkan dnegan dari Sumatera Utara misalnya, diambil dari sungai. Secara teknis bahan tersebut adalah bagian terpentinga campuran adukan, baik itu campuran untuk adukan plesteran, dan adukan beton. Untuk menjamin mutu adukan atau campuran, dapat digunakan pedoman sesuai dengan SNI 03-6861.1-2002 (Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A, bahan bangunan Bukan Logam). Kemudian untuk aturan mengenai tata cara perancangan beton normal sudah diatur dalam Standart Nasional Indonesia yaitu SNI 03-2834-2000  tentang Tata Cara Pembuatan Rancangan Campuran Beton Normal yang merupakan pembaruan kode dari SNI 03-2834-1993. Adukan berupa campuran beberapa material, yaitu agregat kasar, agregat halus, semen dan air, untuk mencapai kekuatan tertentu maka dilakukan dengan cara mengatur komposisi campuran material. Kekuatan beton sangat bervariasi sesuai dengan komposisi yang digunakan. Menurut SNI 7394 -2008 tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton Untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan berikut contoh komposisi adukan beton untuk beberapa jenis kekuatan beton. Beberapa ketentuan atau persyaratan bahan bangunan untuk campuran beton, antara lain yaitu: 1) SNI 03-2834-2000, Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal 2) SNI 03-6861.2-2002, Spesifikasi bahan bangunan - Bagian B: Bahan bangunan dari besi/baja 3) SNI 03-3976-1995, Tata cara pengadukan pengecoran beton 4) SNI 03-2847-1992, Tata cara penghitungan struktur beton untuk bangunan gedung 5) SNI 03-2445-1991, Spesifikasi ukuran kayu untuk bangunan rumah dan gedung 6) SNI 03-2495-1991, Spesifikasi bahan tambahan untuk beton 7) SNI 03-6861.1-2002, Spesifikasi bahan bangunan - bagian A: Bahan bangunan bukan logam 8) SNI 03-6861.3-2002, Spesifikasi bahan bangunan - Bagian C: Bahan bangunan dari logam bukan besi 1. Air Untuk Adukan Air yang akan digunakan untuk membuat suatu adukan harus memenuhi syarat-syaratyang telah ditentukan dan banyaknya air yang akan digunakan tergantungpada jenis pekerjaannya. Air untuk membuat adukan plesteran-plesteran yangberwarna putih, tidak boleh mengandung bagian campuran (zat pewarna) yangdapat merobah warna adukan. Air asin yang banyak mengandung garam tidak baik.untuk adukan, karena dapat merusak ikatan adukan sekaligus merusak tembok.Begitu pula air yang banyak mengandung bahan-bahan busuk atau kotor sebaiknya jangan digunakan. Air· adukan boleh mengandung bahan-bahan lain asal kadarnya sangat kecil. Apabila terdapat keragu~raguan mengenai keadaan air yang akan dipakai, disarankan untuk mengirimkan contoh air kelaboratorium bahan~bahan yang telah diakui, untuk diperiksa air itu dapat dipakai atau tidak. Dalam adukan untuk beton, fungsi air adalah untuk memicu proses kimiawi semen sebagai bahan perekat dan melumasi agregat agar mudah dikerjakan. Kualitas air yang digunakan untuk mencampur beton sangat berpengaruh terhadap kualitas beton itu sendiri. Air yang mengandung zat-zat kimia berbahaya, mengandung garam, minyak, dan bahan lain akan menyebabkan kekuatan beton. Pada umumnya air yang dapat diminum dapat digunakan sebagai campuran beton.Semen dapat berfungsi sebagai perekat apabila ada reaksi dengan air. Oleh karena itu jumlah air yang dibutuhkan untuk proses hidrasi semen harus cukup. Pada adukan pembuatan beton air diperlukan dalam proses pengadukan untuk melarutkan semen sehingga membentuk pasta yang bereaksi dengan semen, kemudian mengikat semua agregat dari yang paling besar sampai paling halus dan menjadi bahan pelumas antara butir-butir agregat agar dapat mudah dikerjakan dalam proses pengadukan, penuangan, maupun pemadatan. Pasta semen merupakan hasil reaksi kimia antara air dan semen maka bukan perbandingan jumlah air terhadap total berat campuran yang penting, tetapi justru perbandingan air dengan semen atau yang biasa disebut Faktor Air Semen (FAS). Air yang berlebihan akan menyebabkan banyaknya gelembung air setelah proses hidrasi selesai, sedangkan air yang terlalu sedikit akan menyebabkan proses hidrasi tidak tercapai seluruhnya, sehingga akan mempengaruhi penguatan beton. Pada beton mutu tinggi atau sangat tinggi, faktor air semen dapat diartikan sebagai rasio total berat air (water to cementious ratio), termasuk air yang terkandung dalam agregat dan pasir terhadap berat total semen dan additive cementious yang umumnya ditam-bahkan pada campuran beton mutu tinggi. Untuk menghasilkan sebuah beton beton mutu tinggi FAS dalam beton harus rendah. Untuk membuat beton bermutu tinggi faktor air semen yang dipergunakan antara 0,28 sampai dengan 0,38. Sedangkan menurut (SNI 03-6468-2000) beton mutu tinggi nilai faktor air semennya ada dalam rentang 0,2-0,5. Tujuan pengurangan FAS adalah untuk mengurangi seminimal mungkin porositas beton yang dibuat sehingga dihasilkan beton berkekuatan tinggi tinggi. Karena air mempunyai peranan penting dalam pencampuran beton, maka air tidak dapat ditambahkan sembarangan dalam pengadukan mortal, jadi harus diingat faktor air semennya disesuaikan dengan kebutuhan dalam workability serta mutu beton yang diinginkan. Dan yang perlu dicatat bahwa jumlah air yang terlalu banyak dapat menyebabkan kekuatan beton menjadi rendah.Untuk penggunaan air dalam adukan beton, secara umum air yang dapat diminum dapat digunakan sebagai air pengaduk pada beton. Adapun jenis-jenis air yang dapat digunakan untuk air pengaduk beton antara lain adalah; 1) Air hujan, air hujan menyerap gas dan udara pada saat jatuh ke bumi. Biasanya air hujan mengandung untur oksigen, nitrogen dan karbondioksida. 2) Air Tanah. Biasanya mengandung unsur kation dan anion. Selain itu juga kadang-kadang terdapat unsur CO2, H2S dan NH3. 3) Air permukaan, terdiri dari air sungai, air danau, air genangan dan air reservoir. Air sungai atau danau dapat digunakan sebagai air pencampur beton asal tidak tercemar limbah industri. Sedangkan air rawa atau air genangan yang mengandung zat-zat alkali tidak dapat digunakan. 4) Air laut, air laut yang mengandung garam di atas 3 % tidak boleh digunakan untuk campuran beton. Untuk beton pra tekan, air laut tidak diperbolehkan karena akan mempercepat korosi pada tulangannya. Sementara itu, penggunaan air untuk adukan beton, dipersyaratkan menurut ACI 318-83, adalah sebagai berikut; 1) Air untuk beton harus bebas dari minyak, alkali, garam dan bahn-bahan organik. 2) Air untuk beton pratekan atau yang dilekati alumunium, termasuk agregat tidak boleh mengandung ion clorida. Untuk mencegah korosi, kadar klorida setelah beton berumur 28 hari dibatasi sebagai berikut 3) Air harus bebas dari minyak, alkali, garam dan bahn-bahan organik, tidak boleh mengandung ion clorida 2. Pasir Pasir adalah agregat halus bahan beton, agregat halus adalah butiran halus yang memiliki kehalusan 2mm – 5mm, dan menurut SNI 02-6820-2002 , agregat halus adalah agregat dengan besar butir maksimum 4,75 mm, agregat halus merupakan agregat yang besarnya tidak lebih dari 5 mm, sehingga pasir dapat berupa pasir alam atau berupa pasir dari pemecahan batu yang dihasilkan oleh pemecah batu. Sementara itu, menurut SNI 1737-1989-F , agregat adalah sekumpulan butir-butir batu pecah, kerikil, pasir,atau mineral lainnya baik berupa hasil alam maupun hasil buatan. Pasir adalah bahan batuan halus, terdiri dari butiran dengan ukuran 0,14-5 mm, didapat dari basil desintegrasi batuan alam (natural sand) atau dengan memecah (artificial sand). Sebagai bahan adukan, baik untuk spesi maupun beton, maka agregat halus harus diperiksa secara lapangan. Persyaratan agregat halus secara umum menurut SNI 03-6821-2002 adalah sebagai berikut: d) Agregat halus terdiri dari butir-butir tajam dan keras. e) Butir-butir  halus bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca. Sifat kekal agregat halus dapat di uji dengan larutan jenuh garam. Jika dipakai natrium sulfat maksimum bagian yang hancur adalah 10% berat. Sedangkan jika dipakai magnesium sulfat f) Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% (terhadap berat kering), jika kadar lumpur melampaui 5% maka pasir harus di cuci Gradasi agregat adalah distribusi ukuran butiran dari agregat. Bila butir-butir agregat mempunyai ukuran yang sama(seragam) volume pori akan besar. Sebaliknya bila ukuran butir-butirnya bervariasi akan terjadi volume pori yang kecil. Hal ini karena butiran yang kecil mengisi pori diantara butiran yang besar, sehingga pori-porinya sedikit, dengan kata lain kemampatannya tinggi. Pada agregat untuk pembuatan beton diinginkan suatu butiran yang berkemampatan tinggi, karena volume pornya sedikit maka bahan pengiat yang dibutuhkan juga sedikit. Menurut SK SNI T-15-1990-03 , kekasaran pasir dapat dibedakan menjadi empat kelompok menurut gradasinya, yaitu : 5) Pasir Kasar 6) Pasir Agak Kasar 7) Pasir Agak Halus 8) Pasir Halus Pemeriksaan pasir, sebagai bahan bangunan, yaitu dengan cara penggenggaman, dilakukan denngan mengambil pasir dengan kelembaban agak tinggi atau dalam kondisi agak basah (tapi jangan terlalu basah), lalu digenggam kuat-kuat dan dilepas. Jika tetap menggumpal maka kadar lumpur cukup tinggi, kandungan lumpur juga dapat terlihat di telapak tangan. Kemudian dengan cara penenggelaman pasir dilakukan dengan menggenggam pasir lalu memasukkan tangan ke dalam air jernih, lalu dibuka dan digerak-gerakkan perlahan, dan akan terlihat partikel lumpur yang terpisah dari pasir. Jika terdapat partikel yang mengambang atau mengapung, maka perlu dicurigai kandungan organik yang cukup tinggi pada pasir. Berikut ini dapat dilakukan pemeriksaan lapangan dengan cara sederhana. Pemeriksaan kandungan bahan organik agregat halus (pasir) di lapangan; d) Masukkan pasir dalam gelas atau botol bening  e) Campurkan larutan soda api 3%  f) Aduk atau kocok, lalu diamkan 24 jam jika larutan menjadi berwarna coklat tua, mengindikasikan kandungan organik dalam agregat cukup tinggi, Indikasi kandungan organik juga dapat terlihat jika pasir ditenggelamkan dalam air jernih, yaitu apabila terlihat partikel mengambang Pemeriksaan kandungan lumpur agregat halus (pasir) di lapangan ada beberapa cara, yaitu; e) Peremasan atau penggosokan  (tidak terukur) f) Penggenggaman (tidak terukur) g) Penenggelaman pasir di air jernih (tidak terukur) h) Pengocokan (terukur) Tiga pemeriksaan sederhana pertama merupakan pemeriksaan tidak terukur, yang hanya dilakukan untuk pemeriksaan cepat ketika menerima material atau melakukan inspeksi cepat. Cara peremasan atau penggosokan dilakukan dengan mengambil pasir kering udara atau sedikit lembab lalu diremas-remas dengan satu tangan atau digosok di antara dua telapak tangan, lalu dilihat partikel yang menempel di telapak tangan, menunjukkan perkiraan kadar lumpur yang terkandung dalam pasir. 3. Semen (Portland Cement/PC) Semen adalah zat yang digunakan untuk merekat batu, bata, batako, maupun bahan bangunan lainnya. Semen Portland (sering disebut sebagai OPC (Ordinary Portland Cement) adalah jenis yang paling umum dari semen dalam penggunaan umum di seluruh dunia karena merupakan bahan dasar beton, plesteran semen, dan sebagian besarnon-nat khusus. Sejarah Semen Portland dikembangkan dari semen alami yang terbuat di Inggris pada awal abad kesembilan belas, dan namanya berasal dari kemiripannya dengan batu Portland, jenis bangunan batu yang digali di Isle of Portland di Dorset, Inggris. Penggunaan yang paling umum untuk semen Portland adalah dalam produksi beton, yang terdiri dari agregat kerikil, pasir, semen, dan air. Sebagai bahan konstruksi, beton dapat dicetak dalam hampir semua bentuk yang diinginkan, dan sekali mengeras, dapat menjadi elemen struktur. Penggunaan Semen Portland (PC) juga digunakan dalam mortar, yaitu campuran pasir denga air saja. Adonan campuran semen dengan air dicampur dalam beberapa jam dapat mengeras, dan semakin lama akan semakin sempurna kekerasannya. Pada prinsipnya, kekuatan beton akan terus meningkat perlahan-lahan selama air tersedia untuk hidrasi lanjutan, beton biasanya kering setelah normalnya 21 hari, dan lama kelamaan akan mencapai titik kekerasan maksimal. Semen portland diklasifikasikan dalam lima tipe yaitu : 6) Tipe I (Ordinary Portland Cement); Semen Portland untuk penggunaan umum yang tidak memerlukan persyaratn khusus seperti yang dipersyaratkan pada tipe-tipe lain.Tipe semen ini paling banyak diproduksi dan banyak dipasaran 7) Tipe II (Moderate sulfat resistance); Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat atau panas hidrasi sedang. Tipe II ini mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah dibanding semen Portland Tipe I. Pada daerah–daerah tertentu dimana suhu agak tinggi, maka untuk mengurangi penggunaan air selama pengeringan agar tidak terjadiSrinkege (penyusutan) yang besar perlu ditambahkan sifat moderat “Heat of hydration”. Semen Portland tipe II ini disarankan untuk dipakai pada bangunan seperti bendungan, dermaga dan landasan berat yang ditandai adanya kolom-kolom dan dimana proses hidrasi rendah juga merupakan pertimbangan utama 8) Tipe III (High Early Strength); Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan yang tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi.Semen tipe III ini dibuat dengan kehalusan yang tinggi blaine biasa mencapai 5000 cm2/gr dengan nilai C3S nya juga tinggi. Beton yang dibuat dengan menggunakan semen Portland tipe III ini dalam waktu 24 jam dapat mencapai kekuatan yang sama dengan kekuatan yang dicapai semen Portland tipe I pada umur 3 hari, dan dalam umur 7 hari semen Portland tipe III ini kekuatannya menyamai beton dengan menggunakan semen portlan tipe I pada umur 28 hari 9) Tipe IV (Low Heat Of Hydration); Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan panas hidrasi rendah. Penggunaan semen ini banyak ditujukan untuk struktur Concrette (beton) yang massive dan dengan volume yang besar, seprti bendungan, dam, lapangan udara. Dimana kenaikan temperatur dari panas yang dihasilkan selama periode pengerasan diusahakan seminimal mungkin sehingga tidak terjadi pengembangan volume beton yang bisa menimbulkan cracking (retak). Pengembangan kuat tekan (strength) dari semen jenis ini juga sangat lambat jika dibanding semen portland tipe I 10) Tipe V (Sulfat Resistance Cement); Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat. Semen jenis ini cocok digunakan untuk pembuatan beton pada daerah yang tanah dan airnya mempunyai kandungan garam sulfat tinggi seperti: air laut, daerah tambang, air payau dsb Pemeriksaan mutu semen, mungkin idak perlu kita bicarakan disini, karena secara standar setiap produksi semen telah mengalami pengawasan uji mutu dari pabrik.setidaknya, bila tidak ada penyimpangan dalam transportasi, setiap semen yag dikirim dalam bentuk kemasan tertutup dari toko, dijamin pasti sudah melewati uji mutu yang standar. Jadi perlu diawasi dan diperiksa adalah campuran beton, dari material semen, pasir dan spilt.Untuk konstruksi bangunan sederhana, seperti bangunan rumah tinggal, ruko, gedung pertemuan, jalan beton, pemeriksaan semen dilapangan sangat jarang dilakukan, karena semen portland yang beredardi pasaran sudah melalui pengawasan yang ketat dari mulai instansi perindustrian, perdagangan dan pengawasan mutu produk di Indonesia. 3.1 Bahan Utama Semen Dalam konstruksi bangunan, sebutan untuk semen yang ada di pasaran di sebut dengan sebutan portland cement (pc). Semen adalah suatu bahan pengikat Hydrolis yang dapat mengeras dan membantu jika dicampur air, yang berupa serbuk 'yang sangat halus berwama abu-abu. Adapun bahan dasar semen (pc), adalah batu kapur (CaO), Silika (Si02 ), Alumina (Al2 0 3 ), oxid besi (F.e~ 0 3) dan bahan-bahan lain dalam jumlah yang kecil seperti trioxid belirang (S03 ), belerang (S) dan sebagainya,. Qxid besi bersama alumina dan silika selalu terdapat dalam tanah liat, maka 'itu ia selalu terdapat di dalam semen. Semen yang baik akan terdapat bahan-bahan utama seperti; 1) Kapur (CaO), 58-65% 2) Silika (Si02}, 20- 26% 3) Alumina (Al20 3), 5- 9% 4) Oxid-besi (Fe2 0 3), 1 - 5% 5) Magnesia (MgO), l- 4% 6) Trioxid-belirang (S0 3), 0,5- 2% 7) Belerang (S), 0- 2% Kemampuan dari suatu bahan ikat untuk mengeras di dalam air ditentukan oleh modulus-hidroliknya, yaitu perbandingan bahan-bahan utama seperti antara CaO, Si02, Al2 03 dan Fe2 03. Pembuatan dan Pengikatan Semen secara garis besarnya seperti berikut: 1) Pertama-tama bahan dasar tanah liat dan kapur dalam keadaan .kering dengan perbandingan tertentu dicampur dan digiiing bersama-sama sampai menjadi tepung halus. 2) Selanjutnya tepung halus ini dicampur dengan sedikit air sehingga menjadi suatu massa yang basah yang disebut bubur (slurry) dengan kadar airnya 35 - 40%. Slurry ini disimpan dalam tangki-tangki koreksi, di mana komposisinya diatur dengan penambahan bahan-bahan tambahan yang dianggap masih kurang. 3) Kemudian slurry yang ada dalam tangki dimasukkan ke dalam dapur pembakaran dengan suhu berkisar i400°C dan gas panas yang keluar dari ujung atas dapur akan memanasi dan mengeringkan slurry tadi, sehingga menghasilkan batu keras dengan permukaan seperti kaca yang disebut Klinker. 4) Klinker ini kemudian digiling hingga halus dan hila perlu ditambahkan dengan bahan penghambat pengerasan berupa gips sebesar kurang dari 3%, serta dihaluskan kembali bersama-sama dan terjadilah semen Dalam perdagangan semen dimasukkan dalam kantong-kantong kertas dengan kemasan tertentu dan berat tertentu juga, seperti satu sak berisi 40 kg, atau 50 kg. Semen sebagai hasil produksi pabrik yang banyak diperjual belikan di took-toko, dapat digunakan sebagai; 1) Bahan pengikat dalam pembliatan beton dengan campuran sesuai dengan kebutuhan, misalnya dengan campuran: 1 semen : 2 pasir ; 3 kerikil dan bila untuk adukan plester kedap air: 1 semen : 2 pasir; 2) Untuk pembuatan elemen-elemen bangunan, seperti bahan .penutup atap genteng beton, atap semen asbes gelombang, tegel, bataco/batu cetak; 3) Sebagai bahan pembuat bata atau bahan bangunan lain. 4. Kapur Di Indonesia, kapur dikenal juga sebagai bahan bangunan, yang digunakan sebagai bahan ikat, dalam pembuatan tembok, pilar dan sebagainya. Sebagai bahan ikat pada beton. Bila dipakai bersama-sama Semen Portland, sifatnya menjadi lebih baik dan dapat mengurangi kebutuhan semen Portland. Sebagai bahan ikat pada beton. Bila dipakai bersama-sama Semen Portland, sifatnya menjadi lebih baik dan dapat mengurangi kebutuhan semen Portland. Kapur dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis, yaitu: · Kapur tohor (CaO) · Kapur padam (Ca(OH)2) · Kapur udara · Kapur hidrolis Kapur tohor atau kapur putih, atau dikenal pula dengan nama kimia kalsium oksida (CaO), adalah hasil pembakaran kapur mentah (kalsium karbonat atau CaCO3) pada suhu kurang lebih 90 derajat Celcius, jika disiram dengan air, maka kapur tohor akan menghasilkan panas dan berubah menjadi kapur padam. Kapur putih disebut juga kapur dengan kadar Kalsium tinggi, kapur gemuk,kapur murni dan sebagainya. Kapur putih adalah kapur non-hidrolik dengan kadar Kalsiumoxida yang tinggi jika berupa kapur tohor (belum berhubungan dengan air) atau mengandung banyak Kalsium-hydroxida jika telah disiram (direndam) dengan air. Sifat-sifat kapur sebagai bahan bangunan (bahan ikat) antara lain yaitu: 1) Dapat mengeras dengan cepat dan mudah 2) Mempunyai ikatan yang bagus dengan batu atau bata. 3) Mempunyai sifat plastis yang baik (tidak getas) 4) Sebagai mortel, member kekuatan pada tembok. 5) Mudah dikerjakan. 6) Kapur dapat dipakai untuk keperluan bahan ikat pada mortel, bahan ikat pada beton, sebagai batuan jika berbentuk batu kapur, dan sebagai bahan pemutih. Aplikasi penggunaan kapur sebagai campuran, adalah dalam pembuatan adukan mortar dimana biasanya perbandingan komposisinya adalah 1 kapur : 1 pasir, dan biasanya campuran tersebut dignuakan untuk plesteran, namun jarang dipergunakan, umumnya dipergunakan didaerah tertentu yang banyak terdapat bahan kapur. Secara fisik kapur yang dipergunakan harus bersih dari kandungan lainnya, berbutir tajam dan tidak tercampur oleh zat kimiawi lainnya, dan dalam pencampuran dengan semen harus menggunaka air yang bersih.  C. Adukan Beton Beton adalah salah satu bahan bangunan yang komponen penyusunnya campuran dari beberapa bagian material, yaitu agregat kasar, agregat halus, semen dan air dengan komposisi tertentu untuk mencapai kekuatan pada durasi waktu tertentu.  Pada beton, bahan penyusun tersebut dicampur dengan perbandingan tertentu sesuai dengan mutu beton, nilai slump, kondisi lingkungan yang diinginkan pada suatu konstruksi bangunan. Bila sudah dicampur bahan-bahan tadi akan menjadi suatu massa seperti seperti batuan, karena terjadi reaksi kimia dari semen dan air.Membuat beton tidak sesederhana yang kita sering lihat pada pembuatan bangunan sederhana, hanya sekedar mencampurkan batu, pasir, semen dan air saja. Campuran bahan/material untuk beton yang diinginkan adalah beton yang baik, dalam arti memenuhi persyaratan yang berlaku pada SNI (Standart Nasional Indonesia), ASTM (American Society of Testing and Materials) ACI (American Concrete Institute) atau standart lainnya, karena tuntutan pekerjaan pembetonan yang lebih tinggi, maka cara-cara memperoleh adukan beton harus diperhitungkan dengan seksama.Beton ada berbagai macam jenisnya, misal beton normal, beton ringan, beton berat, beton non pasir, beton kedap air, beton massa, beton serat, Beton mutu tinggi HSC (High Streght Concrete), Beton memadat sendiri SCC  (Self Compacting Concrete) Sifat adukan beton normal segar yang baik adalah mudah diaduk (workabilty), mudah diangkut, mudah dituang, dapat dipadatkan, tidak ada kecenderungan untuk terjadi pemisahan kerikil dari adukan beton(segregasi) maupun bleeding (air bersama-sama semen akan bergerak ke atas permukaan adukan beton segar yang baru saja dituang) sehingga mengakibatkan beton yang diperoleh jelek. Beton yang baik adalah beton yang kuat, tahan lama/ awet kedap air, tahan aus, sedikit mengalami perubahan volume (kembang /susutnya) Untuk mencapai kekuatan tertentu maka dilakukan dengan cara mengatur komposisi campuran material. Perlu  ketahui kekuatan beton sangat bervariasi sesuai dengan komposisi yang digunakan. Dalam konstruksi beton dikenal perbandingan campuran juga menyatakan kuat mutu beton, istilah mutu dengan symbol “K”, dimana K - XXX menyatakan karakteristik dari kuat tekan beton yang digunakan. Karakteristik adukan beton beda-beda, tergantung perbandingan campurannya, seperti ; K - 150 artinya kuat tekan betonnya 150 kg / cm2  dan K- 300 artinya kuat tekan betonnya 300 kg / cm2 , dan seterusnya. Beton mutu K - 150 juga kira-kira setara dengan mutu beton fc' 15 MPa atau kuat tekan 15 MPa / m2, untuk mendapat kuat tekan beton ini, tergantung campurannnya terutama semen dan air. Sebagi contoh kita ambil beton dengan mutu K-XXX, adukan yang sesuai dengan mutuu tersebut kira-kira perbandingan campuran antara semen : pasir : agregat kasar : dan air sebesar 1 : 2 : 3 dan air. Kemudian untuk Beton K-175 komposisi bahan yang benar dalam tiap meter kubiknya adalah 1 PC : 2 Ps : 3 KR :0,82 Air, pebandingan campuran ini di lapangan selalu disebut orang dengan istilah adukan 1:2:3. Selain komposisi bahan Semen :Pasir : Kerikil (Pc:Ps:Kr),  hal yang tidak kalah pentingnya adalah faktor air, penambahan kadar air di lapangan yang sangat berlebihan akan menurunkan kualitas beton itu sendiri. Adapun perbandingan campuran beton seperti yang dijelaskan di atas, yaitu; 1) Perbandingan Volume : PC = (326/1250)/(326/1250) = 1 Ps = (760/1400)/(326/1250) = 2,08 dibulatkan menjadi  2 KR = (1029/1350)/(326/1250) = 2,92 dibulatkan menjadi  3 Air = (215/1000)/(326/1250) = 0,82 2) Perbandingan berat yang tercantun dalam SNI 7394 -2008 : PC = 326 Kg Ps = 760 kg KR = 1029 Kg Air = 215 Liter Faktor air semen = 0,66 Gambar 9-1: Adukan Beton menggunakan Molen Perhitungan volme bahan untuk adukan perbandingan beton 1 : 2 : 3, yaitu Perbandingan Semen, Pasir dan Batu Split/Kerikil 1 : 2 : 3. Pertanyaannya berpa volume bahan ..? Pertama-tama kita harus mengetahui berapa bagian masing-masing item. Semen             : 1/6 Pasir                : 2/6 Batu Split        : 3/6 Jadi Semen mempunyai bagian 1/6 dari 1 m3 beton = 0,167 m3, Pasir mempunyai bagian 2/6 dari 1 m3 beton = 0,333 m3, Batu Split/Kerikil mempunyai bagian 3/6 dari 1 m3 beton= 0,5 m3. 1.Teknik Campuran Adukan Beton Sekarang untuk pelaksanaannya bagaimana cara yang mudah untuk membuat adukan beton sesuai dengan takaran tadi. Pemisalan dalam membuat takaran. Takaran ini mengacu pada jumlah semen.Takaran biasanya dibuat dari kayu yang biasa disebut Dolak. Dolak ini dibuat sesuai dengan ukuran 1 (satu) sak semen (persegi). Jadi Takarannya menjadi : Semen = 1 dolak, Pasir = 2 dolak dan Batu Split/Kerikil = 3 dolak. Perencanaan duct beton mempunyai ukuran 3 x 5 m2 . Maka harus mengetahui volume duct beton yang akan di buat. Misalkan perencanaan dengan ketebalan 10 cm, maka volume beton yang dibutuhkan adalah 3 x 5 x 0,1 m3 = 1,5 m3. Dari perbandingan beton tadi volume kebutuhan masing-masing material adalah : Semen = 1/6 x 1,5 m3 = 0,25 m3 atau jika dikonversi dalam satuan sak semen = Volume Semen : Volume 1 sak semen (mis ukuran 1 sak semen 50 kg = 0,1 x 0,4 x 0,6 = 0,024 m3) = 0,25 : 0,024 = 10,416 sak semen @ 50 kg. Pasir = 2/6 x 1,5 m3 = 0,5 m3. Batu Split/ Kerikil = 3/6 x 1,5 m3 = 0,75 m3. Untuk kekuatannya bagaimana ? Apakah adukan beton 1 : 2 : 3 memenuhi syarat untuk kebutuhan pelaksanaan konstruksi duct beton ? Untuk adukan beton 1 : 2 : 3 kurang lebih setara dengan Beton Mutu K-175 atau dengan kata lain mempunyai kuat tekan 175 kg / cm2, dimana cukup untuk memenuhi syarat kondisi kekuatan duct beton. Jika ingin menentukan kekuatan beton sesuai dengan SNI (Standard Nasional Indonesia) ias l dengan adukan beton (site mix) dengan K-200 atau K-225 maka dapat mengacu pada Buku SNI tentang Komposisi Adukan Beton. Pengadukan beton dapat dilakukan dengan beberapa 2 cara,yaitu; pengadukan manual dan pengadukan dengan molen.Cara pengadukan beton secara manual adalah sebagai berikut; 1) Pengadukan beton dengan tangan harus dilakukan di atas bakdengan dasar lantai dari papan kayu atau dari pasangan yangdiplester. Hal tersebut dilakukan agar kotoran atau tanah tidakmudah tercampur dan air pencampur tidak meluap keluar daricampuran. 2) Pengadukan beton dengan jumlah besar, sebaiknya dilakukandibawah atap agar terlindung dari panas matahari dan hujan. 3) Pengadukan beton manual biasanya menggunakan perbandinganvolume. Yang lazim digunakan di lapangan adalah denganmembuat kotak takaran untuk perbandingan volume pasir, semen,dan krikil. 4) Urutan pencampuran adukannya adalah; pasir dan semen yangsudah ditakar dicampur kering di dalam bak pengaduk, lalu krikildituangkan dalam bak pengaduk kemudian diaduk sampai merata.Setelah adukan merata, tuangkan air sesuai kebutuhan, aduksampai campuran merata dan sesuai dengan persyaratan.Untuk pengadukan menggunakan molen, prinsip dasarnya samadengan pengadukan secara manual, hanya proses pencampuran bahanadukan beton dilakukan di dalam molen yang terus menerus berputar. Hasil adukan beton dengan menggunakan molen lebih baik dan lebihmerata dibandingkan dengan proses pengadukan secara manual. Pelaksanaan pengecoran dimana proses pencampuran dan pengadukan beton dilakukan di lapangan yaitu di lokasi kerja, disebut dengan istilah site mix., umumnya pelaksanaan ini dilaksanakan dengan pertimbangan sebagai berikut; 1) Tidak ada nya  beton ready mix di dekat lokasi 2) Akses jalan masuk yang tidak memungkinkan masuk kelokasi. 3) Biaya yang terlampau mahal bila mendatangkan dari luar  kota. 4) Pertimbangan biaya yang lebih murah jika dibuat di lokasi. Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk beton yang menggunakan site mix  adalah saat pencampuran dan pengadukan sering tidak merata baik dari volume campuran maupun proses pengadukan yang tidak bagus, apalagi dilakukan secara manual. Jika menggunakan mesin molen beton, mungkin pencampuran akan didapatkan adukan yang lebih baik, tapi kadang  kesalahan penuangan material kedalam molen baik air ataupun material lainnya ias   menjadikan campuran kurang bermutu. Untuk mendapatkan hasil maksimal di lapangan, perlu ahli dalam pelaksanaan dan pengawasan, dan perlu memperhatikan standar pelaksanaan adukan dan campuran beton   mulai pemilihan material, pencampuran, pengadukan dan penuangan berjalan dengan baik. Ketentuan-ketentuan serta persyaratan pelaksanaan adukan beton dapat dipedomani sebagai berikut ini; (2) Bahan a) Air; Air harus memenuhi SK SNI S-04-1989-F tentang Spesifikasi Air sebagai Bahan Bangunan. b) Semen; Semen harus memenuhi SK SNI S-04-1989-F tentang pesifikasi Bahan Perekat Hidrolissebagai Bahan Bangunan. c) Agregat; Agregat harus memenuhi SK SNI S-04-1989-F tentang Spesifikasi Agregat sebagai BahanBangunan. d) Bahan Tambahan untuk Beton; Bahan tambahan untuk beton harus memenuhi SK SNI S-18-1990-03 tentang SpesifikasiBahan Tambahan untuk Beton. 2. Peralatan; Peralatan yang digunakan harus memenuhi ketentuan berikut : a) Semua peralatan untuk penakaran, pengadukan dan pengangkutan beton harus dalam keadaan baik dan bersih; b) Mesin pengaduk harus pada kecepatan yang direkomendasikan oleh pabrik pembuat mesin tersebut; c) Alat angkut yang digunakan dari tempat pengadukan ke tempat pengecoran harus mampu menyediakan beton (di tempat penyimpanan akhir) dengan lancar tanpa mengakibatkan terjadinya segregasi dan tanpa hambatan yang dapat mengakibatkan hilangnya plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan; d) Alat pemadat yang digunakan harus disesuaikan dengan bentuk dan jenis pekerjaan. (3) Pelaksanaan a) Persiapan; Sebelum pengecoran beton dilaksanakan, harus dilakukan pekerjaan persiapan yangmencakup hal berikut : · Semua ruang yang akan diisi adukan beton harus bebas dari kotoran; · Semua kotoran, serpihan beton dan material lain yang menempel pada permukaan beton yang telah mengeras harus dibuang sebelum beton yang baru dituangkan pada permukaan beton yang telah mengeras tersebut; · Bidang-bidang beton lama yang akan berhubungan dengan beton baru, harus dikasarkan dan dibasahi terlebih dahulu sebelum beton baru dicorkan; · Pasangan dinding bata yang akan berhubungan dengan beton baru, harus dibasahi dengan air sampai jenuh; · Untuk memudahkan pembukaan acuan, permukaan dalam dari acuan boleh dilapisidengan bahan khusus, misalnya lapisan tipis minyak mineral, lapisan bahan kimia,lembaran plastik, atau bahan lain yang disetujui oleh pengawas bangunan; · Tulangan harus dalam keadaan bersih dan bebas dari segala lapisan penutup yangdapat merusak beton atau mengurangi lekatan antara beton dan tulangan; · Air yang terdapat pada semua ruang yang akan diisi adukan beton harus dibuang,kecuali apabila pengecoran tremie atau bila diijinkan oleh pengawas bangunan. b) Penakaran; Penakaran bahan yang akan digunakan harus berdasarkan perbandingan campuran yangdirencanakan, dan memenuhi ketentuan sebagai berikut : · Untuk beton dengan f’c lebih besar atau sama dengan 20 Mpa, proporsi campuran harusdidasarkan pada teknik penakaran berat; · Untuk beton dengan nilai fc lebih kecil dari 20 Mpa, pelaksanaannya bolehmenggunakan teknik penakaran volume. Teknik penakaran volume ini harusberdasarkan pada perhitungan proporsi campuran dalam berat yang dikonversikan kedalam volume melalui perhitungan berat satuan volume dari masing-masing bahan. 3. Pengadukan; Pengadukan beton di lapangan harus memenuhi ketentuan berikut : a) Beton harus diaduk sedemikian hingga tercapai penyebaran bahan yang merata dan semua hasil adukannya harus dikeluarkan sebelum mesin pengaduk diisi kembali; b) Pengadukan harus dilakukan tidak kurang dari 11/2 menit untuk setiap lebih kecil atausama dengan 1 m3 adukan. Waktu pengadukan harus ditambah ½ menit untuk setiappenambahan kapasitas 1 m3 adukan; c) Pengadukan harus dilanjutkan minimal 11/2 menit setelah semua bahan dimasukkan kedalam mesin pengaduk (atau sesuai dengan spesifikasi alat pengaduk); d) Selama pengadukan berlangsung, kekentalan adukan beton harus diawasi terusmenerus dengan jalan memeriksa slump pada setiap campuran beton yang baru; e) Kekentalan beton harus disesuaikan dengan jarak pengangkutan; f) Bila produksi beton dilakukan oleh perusahaan beton siap pakai, maka keseragamanpengadukan harus mengikuti ketentuan yang berlaku; Perekaman data yang rinci harus dilakukan terhadap : (1) Waktu dan tanggal pengadukan dan pengecoran; (2) Proporsi bahan yang digunakan; (3) Jumlah adukan yang dihasilkan; (4) Lokasi pengecoran akhir pada struktur. 2. Mutu Beton Mutu Beton menyatakan kekuatan tekan luas bidang permukaan, beton dengan mutu fc' 25 menyatakan kekuatan tekan minimum adalah 25 MPa pada umur beton 28 hari, dengan menggunakan silinder beton diameter 15 cm, tinggi 30 cm. Mengacu pada standar SNI 03-2847-2002 yang merujuk pada ACI (American Concrete Institute). 1 MPa = 10 kg/cm2.Karakteristikbeton dengan mutu K-250 menyatakan kekuatan tekan karakteristik minimum adalah 250 kg/cm2 pada umur beton 28 hari, dengan menggunakan kubus beton ukuran 15x15x15 cm. Mengacu pada PBI 71 yang merujuk pada standar eropa lama. kekuatan tekan karakteristik ialah kekuatan tekan, dimana dari sejumlah besar hasil-hasil pemeriksaan benda uji, kemungkinan adanya kekuatan tekan yang kurang dari itu terbatas sampai 5% saja. Yang diartikan dengan kekuatan tekan beton senantiasa ialah kekuatan tekan yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus yang bersisi 15 (+0,06) cm pada umur 28 hari.Sedangkan fc’ adalah kuat tekan beton yang disyaratkan (dalam Mpa), didapat berdasarkan pada hasil pengujian benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Penentuan nilai fc’ boleh juga didasarkan pada hasil pengujian pada nilai fck yang didapat dari hasil uji tekan benda uji kubus bersisi 150 mm. Dalam hal ini fc’ didapat dari perhitungan konversi berikut ini. Fc’=(0,76+0,2 log fck/15) fck, dimana fck adalah kuat tekan beton (dalam MPa), didapat dari benda uji kubus bersisi 150 mm. Atau perbandingan kedua benda uji ini, untuk kebutuhan praktis bisa diambil  berkisar 0,83. Apakah Perbedaan Mutu Beton K dengan fc’ Mpa? Dalam sebuah perencanaan beton biasanya output yang dihasilkan adalah fc’ dalam satuan Mpa.Namun dalam spesifikasi teknis tercantumkan adalah mutu beton dengan menggunakan beton K seperti K225. Ketika mendesain beton digunakan mutu beton K. Kemudian ada pertanyaan “Samakah Mutu Beton K dengan fc’ Mpa ?”. Jawabannya tidak sama, karena K adalah kuat tekan karakteristik beton kg/cm2 dengan benda uji kubus bersisi 15 cm. Sedangkan fc’ dalam Mpa adalah kuat tekan beton yang disyaratkan Mpa atau kg/cm2 dengan benda uji silinder. Jadi, karena terjadi perbedaan benda uji maka mutu betonnya menjadi tidak sama. Sebagai hasil contoh, fc’22,5 Mpa itu setara dengan mutu beton berkisar K-271. Apakah kuat tekan Karakteristik itu?kekuatan tekan karakteristik ialah kekuatan tekan, dimana dari sejumlah besar hasil-hasil pemeriksaan benda uji, kemungkinan adanya kekuatan tekan yang kurang dari itu terbatas sampai 5% saja. Yang diartikan dengan kekuatan tekan beton senantiasa ialah kekuatan tekan yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus yang bersisi 15 (+0,06) cm pada umur 28 hari. Sedangkan fc’ adalah kuat tekan beton yang disyaratkan (dalam Mpa), didapat berdasarkan pada hasil pengujian benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Penentuan nilai fc’ boleh juga didasarkan pada hasil pengujian pada nilai fck yang didapat dari hasil uji tekan benda uji kubus bersisi 150 mm. Dalam hal ini fc’ didapat dari perhitungan konversi berikut ini. Fc’=(0,76+0,2 log fck/15) fck, dimana fck adalah kuat tekan beton (dalam MPa), didapat dari benda uji kubus bersisi 150 mm. Atau perbandingan kedua benda uji ini, untuk kebutuhan praktis bisa diambil  berkisar 0,83 Sebagai bahan Perbandingan fc' dan K, dapat dilihat dari hasil uji kuat tekan sebagai berikut ini; Dengan perbandingan kuat tekan benda uji : Contoh : Mutu beton fc' 25 MPa (benda uji silinder), mutu beton K berapa? Apabila benda uji kubus 15x15x15 cm Kuat tekan = 250 kg/cm2 : 0,83 = 301,20 kg/cm2 ~ K-300 Adukan Beton dan Mortar berdasarkan analisa BOW 1m³ adukan mortar 1 : 7 dibutuhkan bahan: Semen       = 1 * 0.760 = 0.760 m³ * 1250 = 950 Kg = 19 Sak Pasir          = 7 * 0.675 = 4.725 m³ Dalil: Seperti :  · K – 400, kekuatan tekan beton = 400 kg/cm2, dengan benda uji kubus 15 x 15 x 15 · F’c = 40 MPa = kekuatan tekan beton = 40 Mpa, dengan benda uji silinder diameter 15 cm tinggi 30 cm 3. Uji Kuat Tekan Beton Kuat tekan beton adalah besarnyabeban persatuan luas yang menyebabkan benda uji beton hancur bila dibebanidengan gaya tekan tertentu, yangdihasilkan oleh mesin tekan (SNI 03-1974-1990).Pengujian kekuatan tekan betondilakukan dengan menggunakan mesintekan.Hasil massa beban maksimumakan terbaca dalam satuan ton. Benda ujidiletakkan pada bidang tekan mesinsecara sentris.Pembebanan dilakukansecara perlahan sampai beton mengalamikehancuran. Kuat tekan suatu mutu beton dapatdikategorikan memenuhi syarat jika dua halberikut terpenuhi (SNI 03-2847-2002): 1) Setiap nilai rata-rata dari tiga uji kuattekan yang berurutan mempunyai nilaiyang sama atau lebih besar dari fc’. 2) Tidak ada nilai uji kuat tekan yangdihitung sebagai nilai rata-rata dari duahasil uji contoh silinder mempunyai nilaidi bawah fc’ melebihi dari 3,5 MPa Beton adalah suatu bahan konstruksiyang mempunyai sifat kekuatan tekan yangkhas, yaitu kecenderungan untuk bervariasi atau tidak seragam dan nilainya akan menyebarpada suatu nilai rata-rata tertentu.Penyebaran dari hasil pemeriksaan akan kecil atau besar tergantung pada tingkat kesempurnaan dari proses pelaksanaannya. Tingkat kesempurnaan dari pelaksanaannya dipengaruhi oleh beberapa faktor sepertivariasi mutu bahan, pengadukan, pemadatan, stabilitas pekerja dan factor lainnya.Atas adanya variasi ekuatan tekanbeton tersebut maka diperlukan adanyapengendalian terhadap mutu (qualitycontrol) untuk memperoleh kekuatan tekanyang hampir seragamMutu beton dan mutu pelaksanaandianggap memenuhi syarat, apabila terpenuhi syarat-syarat berikut (PBI NI-2,1971) ; 1) Tidak boleh lebih dari 1 nilai diantara 20nilai hasil pemeriksaan benda ujiberturut-turut terjadi kurang dari σ’bk, 2) 2. Tidak boleh satupun nilai rata-rata dari 4hasil pemeriksaan benda uji berturutturutterjadi kurang dari (σ’bk + 0.82 sr). D. Adukan Plesteran dan Pasangan Batu Plesteran adalah proses yang dilakukan dalam pekerjaan konstruksi yang meliputi pekerjaan penempatan bahan adukan perekat terhadap suatu bidang kasar yang ditujukan supaya permukaan menjadi rata. Plesteran dinding merupakan lapisan pada dinding yang merupakan penguat ikatan dinding, memperhalus pasangan dinding dan menghambat rembesan langsung dari air yang mengenai dinding. Penerapan umumnya ditujukan untuk meningkatkan penampilan permukaan dan secara konstruktif juga ditujukan untuk melindungi bidang dari cuaca seperti hujan, panas , dan lainnya. Bahan plesteran yang umum digunakan adalah menggunakan mortar yang juga sering disebut dengan plesteran. Plesteran ini terdiri dari semen dan pasir yang diaduk dengan air. Pada dinding yang berhubungan langsung dengan air seperti dinding kamar mandi biasanya dipakai pasangan trasram yaitu kalau pada bata, dipasang bata dengan perbandingan spesi dan adukan antara semen dengan pasir 1:2 sehingga kedap air.   Dari penjelasan dan pengertian di atas, adapun tujuan dari pekerjaan plesteran adalah; 1) Untuk membuat permukaan sebuah dinding lebih rapi, lebih bersih dan juga untuk membuat kesan penampilan lebih indah. 2) Melindungi permukaan dari pengaruh cuaca dan iklim 3) Untuk menutupi cacat atau kerusakan pada dinding atau bidang yang ditutupi. 4) Menutupi kualitas bahan yang kurang baik pada  pasangan bata, sehingga dimungkinkan penambahan kekutan oleh penutupan dengan plesteran. 5) Menjadikan dasar yang baik untuk proses pengecatan pada dinding 6) Dengan plesteran maka penempelan debu akan lebih kecil pada dinding dibandingakan debu langsung menempel pada pasangan batu bata. 7) Mempermudah pencucian atau pembersihan pada dinding Gambar 9-2: Plesteran Dinding Bata Panduan atau pedoman dalam pekerjaan plesteran dinding, adalah sebagai berikut ini : 1) Terlebih dahulu selesaikan pekerjaan instalasi yang terdapat pada dinding, seperti instalasi listrik, plumbing, saluran AC, kabel-kabel dan utilitas lain, sehingga tidak ada pekerjaan bongkar pasang lagi setelah diplester dan plesteran terlihat rapi. 2) Basahi dinding dengan air bersih sampai jenuh, untuk menghindari semen diserap pasangan dinding. 3) Pakai plesteran kedap air, dengan adukan 1 PC : 2 Pasir untuk dinding yang berhubungan langsung dengan air. 4) Ketebalan plesteran maksimal adalah 2,5 cm, atau sesuai dengan kebutuhan. 5) Plesteran harus lurus, tidak bengkok atau menggelembung dari dindingnya. Kemudian untuk mendapatkan plesteran yang bagus, dan nantinya tidak terjadi retak retak, atau pecah pada permukaannya, perlu diperhatikan bahan pasirnya, dan disyaratkan seperti: 1) Pasir jangan terlalu halus, karena akan terjadi retak susut yang banyak. 2) Pasir dan air tidak mengandung kadar garam yang akan merapuhkan. 3) Pasir dan air tidak tercampur minyak, karena semen tidak akan mengikat bila terkena minyak. 4) Pasir tidak mengandung lumpur lebih dari 5% 5) Gradasi pasir tidak boleh seragam, ada bagian halus sedang dan kasarnya. Tabel : Jenis Penggunaan Campuran Adukan dan Plesteran NO Jenis penggunaan Perbandingan campuran SEMEN : PASIR 1 Pasangan & plesteran – pasangan batu kali PC (1) – Pasir (7 – 8) 2 Pasangan & plesteran –  pasangan bata beton berlubang (batako) :  PC (1) – Pasir (7 – 8) 3 Pasangan & plesteran – pasangan bata merah : PC (1) – Pasir (7 – 8) 4 Pasangan & plesteran – plesteran dinding PC (1) – Pasir (7 – 8) 5 Pasangan & plesteran – plesteran dinding kamar mandi : PC(1) – Pasir (3 – 5) 6 Pasangan bata beton berlubang (batako) : PC (1) – Pasir (5 – 7) 7 Komponen bangunan – Paving block : PC (1) – Pasir (3 – 6) 8 Komponen bangunan – Genteng beton PC (1) – Pasir (2 – 5) *PC = Portland Cement (Semen) Salah satu cara agar konstruksi didnding kuat dan kokoh, adalah melakukan plesteran pada dinding, dan cara lain adalah memberikan acian pada dinding yang telah diplester dengan baik. Pekerjaan mengaci pada plesteran dinding merupakan pekerjaan menutup pori-pori yang terdapat pada plesteran dengan pasta adukan. Fungsinya acian adalah untuk menghaluskan permukaan plesteran agar kelihatan lebih rapi, serta menutup lubang pori-pori plesteran sehingga permukaan plesteran mudah dicat dan memperindah penampilan dinding. Guna mendapatkan hasil terbaik, gunakan acian plesteran dari bahan semen yang baik, yang memiliki daya rekat yang tinggi dan plastis saat diaplikasikan pada permukaan yang halus dan licin. Adukannya tidak cepat mengering saat diaplikasikan, dan hasil aciannya lebih halus. Berikut adalah salah satu prinsip dan pedoman pelaksanaan acian pada pleseeran dinding, yaitu: 1). Persiapan. a) Siapkan tempat kerja dan permukaan yang hendak diaci. b) Bersihkan dasar permukaan yang akan diaci dari serpihan, kotoran dan minyak yang dapat mengurangi daya rekat adukan. c) Basahi dasar permukaan yang akan diaci dengan air. 2). Pengadukan. a) Siapkan tempat adukan acian dari ember atau bak yang tidak bocor, sesuai pada pon (1) di atas b) Tuangkan air ke dalam bak adukan sebanyak 12,5 – 13,0 liter untuk tiap kantong semen (PC) ukuran 40 kg. c) Masukan semen kering  ke dalam bak adukan. d) Aduk campuran di atas hingga rata. 3). Aplikasi. a) Pengacian dilakukan secara manual sebagaimana umumnya menggunakan sendok semen, atau roskam. yang terbuat dari steel (baja) atau PVC untuk penghalusan permukaan acian. b) Tebal acian yang di anjurkan adalah 1,5 – 3,0 mm, tergantung kerataan dasar permukaannya. 1. Adukan Pasangan Bata atau Batu Kali Telah dijelaskan di atas, jenis dan penggunaan adukan baik perbandingan campuran yang dipersyaratkan, untuk melekatkan pasangan baik batu kali,bata,batu cetak atau bahan lain yang digunakan adukan dengan prbandingan campuran yang sesuai. Adukan,terdiri dari bahan seperti: portlan cement (pc),tras (tr) dan pasir (ps) menurut perbandingan tertentu ditambah air secukupnya, sehingga adukan menjadi keras. Cara membuat adukan untuk pasangan batu bata atau batu kali ada dua acara, yaitu; 1) Manual, yaitu pengadukan dengan menggunakan  tenaga pekerja bangunan, dan pencampuran biasanya dilakukan dengan menggunakan ember atau pacul sebagi takaran dugaan. 2) Mesin ,yaitu  pengadukan  yang menggunakan  mesin  pengaduk campuran atau molen, dan biasanya digunakan ukuran campuran digunakan volume emnggunakan ember atau alat lain yang dianggap memenuhi. Gambar 9-3: Campuran Adukan Cara Manual Cara manual, mengaduk campuran dengan cara manual adalah dengan tangan atau alat sederhana, tempat untuk mencampur  dibuat sedemikian rupa sehingga air semen tidak tumpah kedalam tanah. Tempat adukan ini dapat dibuat dari kayu atau pasangan batu yang dibentuk seperti kotakan. Adapun urutan pengadukan manual, urutannya sebagai berikut: Pasir dan semen dicampur terlebih dahulu sampai merata, kemudian pemberian air kemudian ketiganya diaduk hingga merata. Pengadukan  sistem mesin, Sedapat mungkin tempat pengadukan dekat dengan lokasi pekerjaan agar memudahkan pengangkutan/transportasinya. untuk memperoleh adukan yang baik sebaiknya dipersiapkan timbangan/ takaran Volume material (pasir ,semen dan split/agregat). Cara menuang material Ke molen urutan penuangannya sebagai berikut; 1) Air, 2) Semen, dan 3) pasir. urutan penuangan ini harus benar, jika terjadi kesalahan dapat menjadikan campuran tidak bisa tercampur dengan rata, campuran menggumpal dan dapat menyebabkan debu semen beterbangan. lama Pemutaran mesin pengaduk tergantung pada kapasitas drum pengaduk dan banyaknya adukan yang diaduk. lama pengadukan minimal 1,5 menit dari saat setelah semua material dimasukkan kedalam drum pengaduk atau setelah susunan dan warna dalam adukan merata. Pada umumnya bahan adukan ditakar menurut perbandingan campuran sebagai berikut: NO Jenis penggunaan PERBANDINGAN campuran 1 Untuk pasangan batu kali/bata: a) 1 kp :1pc : 2 - 3 ps. b) 1 pc : 1/4 kp : 5 - 7 ps. c) 1/2  pc : 1 kp : 7 ps (untuk batu cetak). 2 Untuk pekerjaan kedap air: a) 1 kp : 1 pc : 1 ps. b) 1 pc : 2 ps. 3 Untuk pasangan yang berhubungan air yang mengandung garam: a) 1 pc : 1 tr : 2 1/2 ps. b) 1 pc : 2 ps. 4 Untuk pasangan ubin dan krepus/wuwung: a) 1 kp : 2 ps. b) 2 kp : 3 - 4 ps(untuk ubin dinding). 5 Untuk plesteran: a) 1 kp : 1 sm : 2 - 3 ps b) 2 kp : 1/4 pc : 7 - 8 ps. 6 Untuk pasangan angker dan klos kayu: 1 pc : 3 - 4 ps. Ket: Kp= Kapur; pc=Semen; ps=pasir Pasangan Batu/bata adalah susunan beberapa buah batu yang diikatkan menjadi satu kesatuan dengan menggunakan bahan perekat yang di sebut mortar/spesie. Suatu  konstruksi pasangan batu, kekuatannya sangat dipengaruhi oleh kualitas dan jenis bahan perekatnya. Ketebalan perekat (spesi) pada umumnya tipis berkisar 1 sd 2,5 cm, jadi memerlukan adukan perekat yang lembut. untuk memperoleh adukan yagn lembut, maka semua butiran bahan harus disaring atau diayak terlebih dahulu dalam keadaan kering untuk membuang butiran butiran yang besar. SHAPE \* MERGEFORMAT A. Pendahuluan Bangunan adalah sebuah benda hasil karya yang dibuat dengan tujuan dan fungsi tertentu, dibuat dari berbagai bahan sehingga membentuk bagian-bagian yang bermanfaat. Ilmu yang berhubungan dengan bangunan, seperti Ilmu Bangunan Gedung, yaitu ilmu pengetahuan yang digunakan untuk perencanaan, pelaksanaan dan perbaikan bangunan-bangunan gedung, dan ilmu lain yang langsung maupun tidak langsung mendukung untuk perencanaan, pelaksanaan dan perbaikan bangunan. Fungsi suatu bangunan gedung dapat dikelompokkan menjadi fungsi perumahan, fungsi usaha/pasar, fungsi komersil, pabrik, fungsisosial budaya dan fungsi khusus.  Fungsi bangunan gedung merupakan acuan untuk persyaratan teknis bangunan gedung, baik ditinjau dari segi tata bangunan dan lingkungan maupun keandalannya.  Pekerjaan bangunan sipil, adalah pekerjaan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan perbaikan bangunan sipil. Pada ilmu bangunan sipil (teknik sipil), dikenal dua jenis pekerjaan, yaitu; 1) Pekerjaan bangunan sipil kering, yang termasuk ke dalam pekerjaan jenis ini adalah; Pekerjaan bangunan gedung, rumah tinggal, ruko, bangunan transportasi jalan raya, bandara dan lain sebagainya. Jenis pekerjaan yang termasuk pada sipil kering, yaitu pekerjaan pada bagian atas permukaan tanah, yang tidak berhubungan dengan tanah, dan air secara langsung. 2) Pekerjaan bangunan sipil basah (Hidro), yang termasuk ke dalam pekerjaan jenis ini adalah; Pekerjaan bendungan, Saluran irigasi, pelabuhan, Jembatan, dan lain sebagainya. Jenis pekerjaan yang termasuk pada sipil basah, yaitu pekerjaan pada bagian bawah permukaan tanah, yang berhubungan langsung dengan tanah dan air. Gambar 10-1: Bagian Pekerjaan Bagunan Sipil Kering dan Basah Pekerjaan bangunan sipil kering, seperti pada bagian bangunan yang letaknya di atas tanah (lantai) kita ambil contoh bangunan rumah tinggal, seperti pekerjaan tembok, kolom, pintu, jendela, ring balk, atap. Pekerjaan bangunan sipil basah, seperti pada bagian bangunan yang letaknya di bagian bawah, kita ambil contoh pekerjaan pembangunan rumah tinnggal, yaitu yang letaknya di bawah lantai, seperti pondasi. Bangunan bawah pada rumah tinggal, berfungsi untuk menahan seluruh berat bangunan yang ada di atasnya, kemudian meneruskannya ke tanah. Pemahaman tentang istilah bangunan sipil dengan ilmu teknik sipil, dapat disamakan atau dibedaan dngan penjelasan beriku ini. Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia.Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, lingkungan hingga komputer mempunyai peranannya masing-masing. Teknik sipil dikembangkan sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa dikatakan ilmu ini bisa mengubah sebuah hutan menjadi kota besar. Kemudian cabang dari ilmu tekik sipil ini, adalah ilmu tentang mekanika, yang membahas dan mengkaji tentang struktur bangunan. Ilmu Struktural adalah cabang yang mempelajari masalah struktural dari materi yang digunakan untuk pembangunan. Sebuah bentuk bangunan mungkin dibuat dari beberapa pilihan jenis material seperti baja, beton, kayu, kaca atau bahan lainnya.Setiap bahan tersebut mempunyai karakteristik masing-masing. Ilmu bidang struktural mempelajari sifat-sifat material itu sehingga pada akhirnya dapat dipilih material mana yang cocok untuk jenis bangunan tersebut. Dalam bidang ini dipelajari lebih mendalam hal yang berkaitan dengan perencanaan struktur bangunan, jalan, jembatan, terowongan dari pembangunan pondasi hingga bangunan siap digunakan. Ditinjau dari susunannya, bangunan gedung dapat dibedakan menjadi dua bagian , yaitu: A. Bangunan bagian bawah: yaitu bagian bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah, seperti sloof dan pondasi.  Bangunan bawah merupakan konstruksi yang dibuat untuk menahan seluruh bangunan. B. Bangunan bagian atas: yatu bagian bangunan yang terletak di atas permukaan tanah, seperti tembok, kolom, pintu & jendela, ringbalk, rangka atap, atap, eternity dll. Yang termasuk bangunan bawah ialah konstruksi yang dibuat untuk menahan berat bangunan di atasnya termasuk berat pondasi itu sendiri.Untuk itu bangunan harus kuat, tidak mudah bergerak kedudukannya dan stabil.Sedang yang termasuk bangunan atas adalah bagian-bagian yang terletak di atas bangunan bawah, sehingga seluruh beratnya diteruskan kepada bangunan bawah sampai ke tanah dasar B. Ruang Lingkup Pekerjaan Konstruksi Bangunan Sipil Bangunan adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukan baik yang ada di atas, di bawah tanah dan/atau di air. Bangunan biasanya dikonotasikan dengan rumah, gedung ataupun segala sarana, prasarana atau infrastruktur dalam kebudayaan atau kehidupan manusia dalam membangun peradabannya seperti halnya jembatan dan konstruksinya serta rancangannya, jalan, sarana telekomunikasi, dan lain-lain. Teknik bangunan adalah suatu disiplin ilmu teknik yang berkaitan dengan perencanaan, disain, konstruksi, operasional, renovasi dan pemeliharaan bangunan, termasuk juga kaitannya dengan dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Konstruksi merupakan suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana.Dalam bidang arsitektur atau teknik sipil, sebuah konstruksi juga dikenal sebagai bangunan atau satuan infrastruktur pada suatu atau pada beberapa area. Suatu pekerjaan konstruksi merupakan gabungan atau rangkaian dari banyak pekerjaan. Pekerjaan konstruksi umumnya diatur oleh seorang manajer konstruksi (construction manager), serta dilaksanakan dan diawasi oleh manajer proyek, tenaga teknik perancangan (design engineer) atau arsitek lapangan (project architect). Proyek konstruksi adalah rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan upaya pembangunan sesuatu bangunan, umumnya mencakup pekerjaan pokok dalam bidang teknik sipil dan arsitektur, meskipun tidak jarang juga melibatkan disiplin lain seperti teknik industri, mesin, elektro, geoteknik, maupun lansekap Secara umum, proyek konstruksi ada beberapa jenis, diantaranya yaitu; 1) Proyek Konstruksi Teknik Sipil (heavy engineering construction); Merupakan suatu proses penambahan infrastruktur pada suatu lingkungan terbangun (built environment). Pemilik proyek (owner) biasanya pemerintah baik pada tingkat nasional atau daerah. Pada proyek ini elemen desain, finansial dan pertimbangan hukum tetap menjadi pertimbangan penting, walaupun proyek ini lebih bersifat non-profit dan mengutamakan pelayanan masyarakat (public services). Beberapa proyek konstruksi yang termasuk pada jenis proyek ini antara lain proyek pembangkit listrik, jalan raya), jalan kereta api, bendungan, pertambangan, dan lainnya. 2) Konstruksi bangunan gedung (building construction); Merupakan tipe proyek konstruksi yang paling banyak dilakukan. Tipe konstruksi ini menekankan pada pertimbangan konstruksi dan teknologi praktis, dan pertimbangan pada peraturan bangunan setempat. 3) Proyek bangunan perumahan/pemukiman (residential Construction); Merupakan proyek pembangunan perumahan pemukiman didasarkan pada tahapan pembangunan yang secara serempak dengan penyediaan prasarana penunjang. Jenis proyek ini sangat memerlukan perencanaan yang matang untuk infra struktur yang ada dalam lingkungan pemukiman tersebut seperti jaringan jalan, air bersih, listrik dan fasilitas lainnya 4) Konstruksi Bangunan Industri (industrial construction); Merupakan bagian yang relatif kecil dari industri konstruksi, namun merupakan suatu komponen yang penting. Pemilik proyek (owner) biasanya merupakan suatu perusahaan atau industri besar, seperti perusahaan minyak, farmasi, kimia dan industri lain. Proses yang dilakukan dalam industri ini membutuhkan keahlian khusus di bidang perencanaan, desain dan konstruksi. Di Indonesia, jenis pekerjaan konstruksi disebutkan dalam undang-undang jasa konstruksi (UU no 18 tahun 1999), meliputi: 1) Pekerjaan arsitektural yang mencakup antara lain pengolahan bentuk dan massa bangunan gedung berdasarkan fungsi serta persyaratan yang diperlukan setiap pekerjaan konstruksi. 2) Pekerjaan sipil yang mencakup antara lain pembangunan pelabuhan, bandar udara, jalan kereta api, pengamanan pantai, saluran irigasi atau kanal, bendungan, terowongan, struktural gedung, jalan, jembatan, reklamasi rawa, pekerjaan pemasangan perpipaan, pekerjaan pemboran, dan pembukaan lahan. 3) Pekerjaan mekanikal dan elektrikal merupakan pekerjaan pemasangan produk-produk rekayasa industri. − Pekerjaan mekanikal mencakup antara lain pemasangan turbin,pendirian dan pemasangan instalasi pabrik, kelengkapan instalasi bangunan, pekerjaan pemasangan perpipaan air, .minyak dan gas. 4) Pekerjaan elektrikal mencakup antara lain pembangunan jaringan transmisi dan distribusi kelistrikan, pemasangan instalasi kelistrikan, telekomunikasi beserta kelengkapannya. 5) Pekerjaan tata lingkungan mencakup antara lain: pekerjaan pengolahan dan penataan akhir bangunan maupun lingkungannya.   1. Bidang Ilmu dalam Teknik Bangunan   Disiplin ilmu yang relevan dengan teknik bangunan dan konstruksi antara lain: 1) Teknik Sipil untuk struktur bangunan dan pondasi 2) Arsitektur, untuk desain bangunan meliputi bentuk bangunan, fungsi, peraturan bangunan dan spesifikasinya 3) Mekanikal, untuk penghawaan, pengkondisian udara dan sistem pelayanan mekanikal bangunan, Elektrikal, untuk distribusi daya serta sistem kontrol dan elektrik bangunan 4) Fisika bangunan untuk pencahayaan dan akustika bangunan 5) Studi kelayakan dan analisis proyek secara ekonomi 6) Manajemen untuk pengelolaan atau manajemen proyek 1.1 Teknik Sipil Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia. Cabang-cabang ilmu teknik sipil dengan aplikasi antara lain: 1) STRUKTUR, cabang yang mempelajari masalah struktural dari material yang digunakan untuk pembangunan. Beberapa pilihan jenis material bangunan diantaranya: baja, beton, kayu, kaca atau bahan lainnya. Dalam bidang ini dipelajari lebih mendalam hal yang berkaitan dengan perencanaan struktur bangunan, jalan, jembatan, erowongan dari pembangunan pondasi hingga bangunan siap digunakan 2) GEOTEKNIK, cabang yang mempelajari struktur dan sifat berbagai macam tanah dalam menopang suatu bangunan yang akan berdiri di atasnya. Cakupannya dapat berupa investigasi lapangan yang merupakan penyelidikan keadaan-keadaan tanah suatu daerah dan diperkuat dengan penye-lidikan laboratorium. 3) MANAJEMEN KONSTRUKSI, cabang yang mempelajari masalah dalam proyek konstruksi yang berkaitan dengan ekonomi, penjadwalan peker-jaan, pengembalian modal, biaya proyek, serta semua hal yang berkaitan dengan hukum dan perizinan bangunan hingga pengorganisasian pekerjaan di lapangan sehingga diharapkan bangunan tersebut selesai tepat waktu. 4) HIDROLOGI dan LINGKUNGAN, cabang yang mempelajari air dan lingkungan alam, pengendalian dan permasalahannya. Mencakup bidang ini antara lain cabang ilmu hidrologi air (berkenaan dengan cuaca, curah hujan, debit air sebuah sungai dsb), hidrolika (sifat material air, tekanan air, gaya dorong air, dsb) dan bangunan air seperti pelabuhan, dam, irigasi, waduk/bendungan, kanal hingga teknik penyehatan. 5) TRANSPORTASI, cabang yang mempelajari mengenai sistem transportasi dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Mencakup bidang ini antara lain konstruksi dan pengaturan jalan raya, konstruksi bandar udara, terminal, stasiun dan manajemennya. 6) INFORMATIKA TEKNIK SIPIL, cabang baru yang mempelajari penerapan teknologi komputer untuk perhitungan dan pemodelan sebuah sistem dalam proyek pembangunan atau penelitian bangunan. Mencakup bidang ini antara lain berupa pemodelan struktur bangunan (struktural dan material atau CAD), pemodelan pergerakan air tanah atau limbah, pemodelan lingkungan dengan Teknologi GIS (Geographic Information System). 1.2 Arsitektur Arsitektur adalah pengetahuan dan seni untuk merancang bangunan dan struktur, dalam pengertian yang lebih luas mencakup perancangan keseluruhan lingkungan terbangun, mulai dari tingkat makro untuk perencanaan kota, kawasan atau lingkungan, lansekap atau bentang alam, hingga tingkat mikro untuk perancangan detail konstruksi bangunan dan desain perabot atau furnitur. Arsitektur sebagai proses awal perencanan dan perancangan ruang dan fisik bangunan harus mempertimbangkan segala aspek kehidupan dalam prosesnya. Tujuan arsitektur yang harus dipenuhi dengan baik adalah pemenuhan akan kegunaan (fungsi), kekuatan (struktur), dan keindahan (estetika). Bidang-bidang perancangan arsitektur meliputi: 1) Lingkungan Ruang Dalam Bangunan (Building Indoor Environment) meliputi aspek-aspek lingkungan dalam disain, analisis dan efisiensi energi, kesehatan dan kenyamanan bangunan. Kekhususan bidangnya antara lain kenyamanan termal, kualitas udara, penerangan buatan, akustik, HVAC dan sistem kontrol. 2) Building Envelope adalah suatu aplikasi yang menggambarkan semua area dari teknik bangunan, khususnya ilmu bangunan dan lingkungan ruang dalam. Bidang ini memfokuskan pada analisa dan disain selubung bangunana, meliputi ketahanan bangunan, perpindahan panas dan kelembaban serta interaksi dengan lingkungan ruang dalam. 3) Building Science menekankan pada analisis dan kontrol dari fenomena fisika yang mempengaruhi tampilan material bangunan dan sistem penutup bangunan. 4) Building Structure mempertimbangkan prinsip-prinsip mekanika struktur, perilaku material dan analisanya dan disain baja, beton bertulang, struktur bangunan kayu. 5) Manajemen Konstruksi (Construction Management) meliputi teknik konstruksi, proses konstruksi, perencanaan, penjadwalan, pengendalian proyek, pekerja dan pengaturan bangunan. 6) Computer Aided Engineering 7) Efisiensi Energi (Energy Efficiency) meliputi analisa, disain, dan kontrol efisiensi energi atau low-energy, sistem HVAC, serta intelegent building 1.3 Mekanikal, Elektrikal, dan Plambing (MEP) Mekanikal, elektrikal dan plambing atau MEP merupakan pekerjaan instalasi sistem dan peralatan dalam bangunan sebagai bagian dari fungsi pelayanan bangunan atau utilitas bangunan (building utility).Di Indonesia pengetahuan MEP termasuk dalam bidang-bidang ilmu teknik mesin dan teknik elektro. Keahlian MEP yang termasuk dalam bidang ilmu teknik mesin, yaitu; 1) Instalasi dan mesin-mesin generator listrik dan pompa-pompa air, mesin pengkondisian udara, lift dan eskalator, dll 2) Teknik pengelasan 3) Mesin dan alat berat konstruksi Keahlian MEP yang termasuk dalam bidang ilmu teknik elektro: − Instalasi dan peralatan daya listrik − Instalasi dan peralatan listrik penerangan − Instalasi penangkal petir − Instalasi dan peralatan telepon, jaringan komputer dan multimedia, sistem deteksi dan kontrol bangunan 1.4 Fisika Bangunan Fisika bangunan merupakan cabang ilmu Fisika yang mempelajarifenomena fisika yang terjadi pada suatu bangunan yangmempengaruhi faktor kenyamanan manusia.Dalam pembahasan fisika bangunan yang menjadi topik utama adalahkenikmatan fisik atau Comfort. Maka permasalahan kenikmatan fisik dalamsuatu bangunan erat kaitannya dengan kenikmatan fisik bangunan, yangdiantaranya adalah : · Pencahayaan · Temperatur udara · Kelembaban udara · Kejernihan dan oksigen · Pergerakan udara (Angin) : berpengaruh pada · temperatur, bau, sweating (keringat), debu · Akustik 1.5 Studi kelayakan dan analisis proyek secara ekonomi Studi kelayakan bangunan dibuat dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan pembangunan, hasil studi bermanfaat bagi para stakeholder untuk menetapkan kebijaksanaan, perencanaan, pengambilan keputusan dalam pelaksanaan proyek bangunan tersebut di kemudian hari, sehingga diharapkan target pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai rencana.Studi kelayakan proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek (proyek investasi) dilaksanakan dengan berhasil. Keberhasilan proyek penegertian terbatas atau artian yang lebih luas, yaitu; artian yang lebih terbatas oleh pihak swasta tentang manfaat ekonomis suatu investasi. Bagi pemerintah (lembaga nonprofit) pengertian menguntungkan bisa dalam arti yang lebih relatif yaitu manfaat bagi masyarakat luas contohnya: penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan sumber daya yang melimpah di tempat tersebut, dan sebagainya. Bisa juga dikaitkan dengan penghematan devisa ataupun penambahan devisa yang diperlukan oleh pemerintah. Kalau seseorang atau suatu pihak melihat suatu kesempatan usaha pertanyaannya apakah kesempatan tersebut bisa dimanfaatkan secara ekonomis?. Sebagai contoh dilakukannya studi kelayakan suatu bangunan bendungan. Tahap pelaksanaan Studi Kelayakan Pendahuluan, meliputi Pencarian informasi data perencanaan diperlukan kegiatan penyelidikan pada data-data yang akan dijadikan bahan analisis selanjutnya. Pada dasarnya kegiatan studikelayakan pendahuluan terdiri dari : pengumpulan data, dan pengujian data yang sudahterkumpul, selanjutnya diadakan perencanaan pemetaan topografi yang lebih lengkap danpenelitian geologi di beberapa tempat. Kemudian diadakan perhitungan-perhitungan teknis dan ekonomis yang masih bersifat sederhana, penentuan lokasi proyek dan desain yangsederhana pula. Kemudian selanjutnya dilakukan analisis ekonomik merupakan salah satu analisis yang digunakan pada model teknik fundamental. analisis ini cenderung digunakan untuk mengetahui keadaan-keadaan yang bersifat makro dari suatu keadaan bangunan secara ekonomi. Unsur-unsur makro ekonomi yang biasa dianalisis melalui analisis ekonomik ini adalah faktor tingkat bunga, pendapatan yang diterapkan. analisis ini digunakan untuk mengetahui potensi dari faktor makro yang pastinya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat pengembalian dari investasi C. Pekerjaan Bangunan Sipil Kering Pekerjaan Struktur sebuah bangunan rumah dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu:Struktur bangunan bagian Atas, yaitu struktur bangunan yang berada diataspermukaan tanah, yang terdiri atas dua bagian, yaitu bagian atap dan rangka bangunan (dinding dan kolom) dan Struktur Bagian Bawah, yaitu strukturbangunan yang berada dibawah permukaan tanah yang dimaksud disini adalah pondasi, kedua struktur tersebut dalam pelaksanaannya harus memenuhipersyaratan sbb: a. Kualitas bangunan yang baik b. Keberadaan dan dimensi struktur yang sesuai c. Seluruh elemen struktur utama tersambung dengan baik d. Mutu pengerjaan yang baik Pekerjaan bangunan sipil kering pada gedung atau rumah tinggal, baik perencanaan, maupun pelaksanaanya dapat kita identifikasi dari mulai bagian atas bangunan.Konsep Perencanaan merupakan suatu rangkaian proses kegiatan menyiapkan keputusan mengenai apa yang diharapkan terjadi yang merupakan persiapan yang harus memiliki data yang bernilai sehingga dapat diwujudkan. Dalam bangunan sipil kering, yang menyangkut dengan perencanaan, yaitu; 1) Perencanaan teknis; menyangkuta kekutan 2) Perencanaan ekonomis; menyangkut biaya 3) Perencanaan fungsional; menyangkut penggunaan 4) Perencanaan estetika; menyangkut seni dan keindahan 5) Perencanaan standar; menyangkut standar seperti SNI dan standar perhitungan yang diakui secara internasional. Jadi dalam pekerjaan sipil kering ini, dari mulai perencanan sampai pelaksanan sehingga terwujudnya bangunan, dapat kita identifikasi pada bagian atas sampai lantai bangunan. Sebagai panduan untuk pemahaman kita tentang pekerjaan bangunan sipil kering, perhatikan gambar bagian bangunan di bawah ini, sebagai contoh kita ambil bagian bangunan rumah tinggal. Gambar 10-2: Bagian Pekerjaan Sipil Kering Pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan bangunan sipil kering pada bangunan rumah, antara lain yaitu; 1) Atap dan rangka atap 2) Ring balok dan kolom 3) Dinding 4) Sloof 5) Pintu, jendela dan kunci-kunci 6) Plafon 7) Lantai 8) Finishing bagian atas Pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan bangunan sipil kering pada bangunan berdasarkan fungsi, antara lain yaitu; 1) Seluruh pekerjaan bangunan yang bersifat kering, yang perencnaan dan pelaksanaan bangunan, tidak berhubungan langsung dengan tanah atau air. Perencanaan dan pelaksanaan bangunan sipil kering tidak memperhitungkan gaya dukung tanah, dan sifat mekanik air (hidrolika) 2) Bangunan yang termasuk pad poin satu di atas, seperti; bangunan rumah tinggal, ruko, pabrik, kantor, lapangan olah raga, pasar, sekolah perkantoran, bandara, dan lain lain. 3) Bangunan transportasi jalan; jalan aspal, jalan beton dan lain sebagainya. 1. Bangunan Rumah Tinggal Bangunani rumah tinggal merupakan bagunan yang saat ini banyak dikerjakan oleh ahli dan pekerja teknik sipil. Bangunan rumah tinggal secara umum termasuk pada jenis bangunan sipil kering, walaupun disana ada pekerjaan bagian pondasi, tetapi porsinya sangat sedikit, sehingga kalaupun pekerjaan pondasi bangunan rumah tinggal sederhana dapat dikelompokkan pada bangunan sipil kering. Gambar 10-3: Potongan Bangunan Rumah Tiggal Sederhana 1) Ruang lingkup pekerjaan bangunan rumah tinggal sederhana Melihat bagian gambar bangunan rumah tinggal sederhana di atas, dapat langsung kita kelompokkan mana bagian bangunan sipil kering, dan mana bagian bangunan sipil basaha. Seperti pembahasan di atas, karena porsi bangunan pondasi rumah tinggal sederhana sedikit, sebenranya pembangunan rumah tinggal sedrhana keseluruhannya dapat kita kelompokkkan pada banguna sipil kering. Beberapa bagian pekerjaan bangunan sipil kering rumah tinggal sederhana, yaitu; 1) Pekerjaan Arsitektur dan Pekerjaan Struktur; · Kolom, Balok & Plat, Kuda-kuda · Dinding · Plesteran & Acian · Pelapis Lantai & Dinding · Pekerjaan Plafond dan Langit-langit · Pekerjaan Pengecatan · Pekerjaan Kusen dan Penggantung · Pekerjaan Pemasangan Penutup Atap · Pekerjaan Pondasi (dapat masuk pada kelompok bangunan sipil basah). 2) Penyusuna Daftar Pekerjaan Untuk RAB (Bill of Quantities) Beberapa tahapan dalam pekerjaan bangunan sipil kering, sebagai contoh kita ambil pembangunan rumah tinggal sederhan, yang keseluruhan pekerjaannya dimasukkan dalam kelompom pekerjaan bangunan sippil kering, adapun tahapan yang dilaksanakan antara lain yaitu; 1) Tahap Perencanaan; Perumusan ide, akan seperti apa bangunan nanti, fungsinya, besar/luasnya, biayanya, gaya arsitekturnya dll. Perumusan untuk mengelola data awal yang ada seperti luas lahan, kondisi sekitar, peraturan-peraturan di lokasi, anggaran yang dimiliki dan sebagainya 2) Perancangan; berdasarkan rumusan ide, dimulai melakukan perancangan bangunan, mengatur tata letak, mendisain model bangunan, hingga detail ornamentnya dan rencana instalasi. 3) Pengurusan Izin Mendirikan Bangunan ( IMB ); IMB adalah izin yang diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk mengatur, mengawasi serta mengendalikan terhadap setiap kegiatan membangun, memperbaiki, merombak/ merobohkan bangunan agar desain pelaksanaan pembangunan sesuai dengan tata ruang yang berlaku 4) Rencana Pelaksanaan Bangunan; Berdasarkan gambar rencana yang telah kita miliki kita mulai membuat rencana kerja, merumuskan besaran material yang kata kita beli, tahapan pembelian material, menseleksi pelaksana bangunan, subkontraktor dan mempersiapakan kontrak kerja dengan pihak lain ( supplier bahan bangunan, pelaksana bangunan, pengawas proyek). 5) Persiapan; Pekerjaan ini termasuk, antara lain yaitu; · Pembersihan lahan dari timbunan sampah, tumbuhan liar & binatang liar; · Pembuatan bedeng; · Pembuatan sumur bor bila belum tersedia air PAM; · Pemasangan Bouwplank. Bouwplank (papan bangunan) berfungsi untuk mendapatkan titik-titik bangunan yang diperlukan sesuai dengan hasil pengukuran 6) Pekerjaan Pondasi; Pekerjaan ini termasuk, antara lain yaitu; · Pekerjaan Galian Tanah, berupa pekerjaan Galian tanah, Urugan tanah, meratakan tanah dan memadat tanah. · Pembuatan pondasi, berupa: penggalian tanah pondasi mengikuti gambar perencanaan sipil & memasang pondasi. 7) Pekerjaan Struktur; Pekerjaan ini termasuk, antara lain yaitu; · Pekerjaan Beton dan Pembesian Berupa pembuatan frame, balok-balok struktur dengan beton bertulang yaitu: Sloof yang merupakan balok beton bertulang mendatar yang dibuat diatas pondasi. Colum (kolom) yang merupakan tiang tegak lurus terhadap sloof dan Ring Balk yang serupa sloof tetapi dibangun di atas kolom-kolom.  Steger adalah perancah atau alat bantu mendirikan bangunan. esteger bisa berupa konstruksi tangga kayu atau besi. 8) Pekerjaan Pasangan Bata/Dinding, Plesteran dan Acian; Berupa: penyusunan bata (umumnya; batu bata / batako / bata ringan Hebel) dengan adukan semen atau semen khusus. 9) Pekerjaan Pasangan Bata/Dinding, Plesteran dan Acian; Berupa: penyusunan bata (umumnya; batu bata / batako / bata ringan Hebel) dengan adukan semen atau semen khusus, Serta pelapisan acian pada profile kasar dinding bata, struktur beton bertulang, dan pemlesteran lantai untuk mendapatkan bidang datar sehingga tertutup rapi. 10) Pekerjaan Kusen, Pintu dan Jendela; Berupa: pemasangan kusen-kusen pada sisi-sisi dinding tertentu untuk akses keluar masuk penghuni / barang dan penghawaan udara. Pelapisan kusen, daun  jendela dan pintu yang terbuat dari kayu dengan politur / melamik / cat duco, agar awet dan sedap dipandang mata. Serta pemasangan kunci-kunci pada pintu dan jendela, termasuk disini pemasangan penggantung dan handle pintu / jendela. 11) Pekerjaan Rangka dan Penutup Atap; Berupa: pemasangan rangka atap (kuda-kuda, gording, nok, kaso & reng), pemasangan alumninum foil (jika perlu) dan pemasangan genteng beserta aksesories-nya.  12) Pekerjaan Plumbing, Mekanikal dan Elektrikal (M&E); Pekerjaan ini termasuk, antara lain yaitu; · Pemasangan sanitary, Berupa: pemasangan kakus / WC, westafel, bath up, pemanas air kamar mandi, kaca rias, dll. Sudah termasuk pemasangan kran-kran, pancuran dan semprotan air. · Instalasi pipa air bersih, Berupa: pemasangan pipa-pipa saluran air bersih untuk keperluan memasak, mencuci dan mandi. Pada masa kini sudah populer digunakan pipa plastik PVC. · Instalasi pipa air kotorBerupa: pemasangan pipa-pipa saluran air kotor / sanitasi dari  hasil aktifitas memasak, mencuci, mandi dan WC serta limpahan air hujan. Pada saat ini populer digunakan pipa plastik PVC. · Instalasi listrik Berupa: pemasangan jaringan kabel listrik dari meteran listrik, kotak sekring / kotak MCB sampai ke titik-titik lampu penerangan, stop kontak dan saklar. Kadang disertakan pula pemasangan jaringan kabel TV dan telepon (bila ada permintaan) yang berakhir di terminal pada titik-titik tertentu. Serta berupa: pemasangan tempat lampu, saklar dan stop kontak di titik-titik tertentu. 13) Pekerjaan Finishing; Pekerjaan ini termasuk, antara lain yaitu; · Pemasangan material lantai & dinding Berupa: pemasangan material lantai sesuai material yang diinginkan. Demikian pula untuk dinding di bagian-bagian tertentu, seperti kamar mandi, dapur sampai dengan fasade (tampak muka) rumah. · Pekerjaan Finishing Kusen, Pintu dan Jendela Berupa: pelapisan kusen, daun  jendela dan pintu yang terbuat dari kayu dengan politur / melamik / cat duco, agar awet dan sedap dipandang mata. Serta pemasangan kunci-kunci pada pintu dan jendela, termasuk disini pemasangan penggantung dan handle pintu / jendela. · Pekerjaan Plafon; Berupa: pemasangan rangka-rangka besi hollow atau kayu kaso dan lembaran-lembaran penutup langit-langit agar terlihat rapi. · Pekerjaan Pengecatan Berupa: pengecatan dengan cat tembok di bagian interior dan eksterior rumah, termasuk plafond. 14) Pekerjaan Opsional / Outdoor; Pekerjaan yang bisa ditambah sewaktu-waktu, tergantung klien, misalnya : Pekerjaan Kolam Renang, Pemasangan Pagar Halaman dan Pintu Pagar, Pekerjaan Kanopi (Canopy) / Pergola, Pekerjaan Taman (Landscape), Pekerjaan Garasi /Carpor, Pembersihan Lahan, membuang material sisa, dan persiapan serah terima 15) Serah terima, Pekerjaan ini termasuk, antara lain yaitu; berupa: penyerahan semua kunci ke pada pemilik rumah, sehingga si pemilik rumah segera menghuninya. Berikut adalah Acuan normatif Undang-undang No. 4 Tahun 1992, tentang Perumahan. · SNI 03-1733-1989, Tata cara perencanaan kawasan perumahan kota · SNI 03-3434-1994, Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk bangunan dan gedung · SNI 03-2837-1992, Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tembok dan plesteran untuk bangunan sederhana · SNI 03-2435-1994, Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan penutup langit-langit untuk bangunan dan gedung · SNI 03-2836-1992, Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi batu belah untuk bangunan sederhana · SNI 03-2835-1992, Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan persiapan dan pekerjaan tanah untuk bangunan sederhana · SNI 03-3436-1994, Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan atap untuk bangunan dan gedung · SNI 03-2840-1992, Tata cara pengerjaan lembaran asbes semen untuk penutup atap pada bangunan rumah dan gedung · SNI 03-3436-1992, Tata cara perhitungan satuan pekerjaan atap untuk bangunan dan gedung · SNI 05-1994-F, Tata cara perancangan penerangan alami siang hari untuk rumah dan gedung · PUBI-1982, Peraturan Umum Bahan Bangunan di Indonesia Keputusan Menteri PU No. 20/KPTS/1986, Peraturan Teknis pembangunan perumahan sederhana tidak bersusun Keputusan Menkes No. 829/MENKES/SK/VII/1999, Persyaratan kesehatan perumahan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 54/PRT/1991 D. Pekerjaan Bangunan Sipil Basah Seperti telah dijelaskan di atas, mengenai pekerjaan bangunan sipil basah, yang termasuk ke dalam pekerjaan jenis ini adalah; Pekerjaan bendungan, saluran irigasi, pelabuhan, Jembatan, dan lain sebagainya. Jenis pekerjaan yang termasuk pada sipil basah, yaitu pekerjaan pada bagian bawah permukaan tanah, yang berhubungan langsung dengan tanah dan air. Sebagai contoh untuk bangunan rumah tinggal yang tentu ada bangunan (konstruksi) pondasi, baik itu jenis pondasi dangkal dan pondasi dalam, termasuk dalam pekerjaan bangunan sipil basah. Namun dalam prakteknya bisa saja bangunan pondasi dangkal menjadi bagian sipil kering, disamping perhitungan gaya-gayanya sederhana, pekerjaannya juga sederhana. Lain halnya dengan pondasi dalam, seperti pondasi tiang pancang, pondasi sumuran, pondasi tiang straus, dan sebagainya yang termasuk pondasi dalam, menjadi bagian pekerjaan bangunan sipil basah. Gambar 10-4: Pekerjaan Pondasi Bagain Pekerjaan Bangunan Sipil Basah Bila kita lihat gambar potongan bangunan rumah tinggal di atas, bagian pekerjaan bangunan sipil basah, dapat terlihat sesuai dengan keterangan yang diberi tanda, yaitu; bagian galian dan urugan pondasi, pembuatan pondasi, lapisan batu kosong atau aanstamping, dan lantai kerja pondasi. Beberapa bagian perencanaan, pelaksanaan dan perbaikan yang termasuk pekerjaan bangunan sipil basah, antara lain adalah; 1) Pekerjaan pondasi; Terutama jenis pondasi dalam 2) Pekerjaan Jalan dan jembatan 3) Pekerjaan Hidrologi; Bendungan, Waduk dan Irigasi 4) Pelabuhan 5) dan lain sebagainya (berhubungan dengan tanah dan air) 1. Pekerjaan Bangunan Pondasi Pekerjaan pondasi merupakan bangunan bawah yaitu bagian-bagian yang terletak di bawah muka lantai yang ada dalam tanah. Bangunan lain yang berhubungan dengan pondasi, seperti balok beton (sloof) dan pondasi (pondamen) dapat juga digolongkan pada bangunan basah, tetapi pada prakteknya pekerjaan tersebut masuk dalam pekerjaan bangunan sipil kering. Pondasi sebagai bangunan bawah ini dimaksudkan untuk menahan seluruh berat bangunan yang berada diatasnya termasuk berat pondasi itu sendiri dan berat tanah yang langsung diatas pondasi. Dengan demikian pondasi mempunyai hubungan langsung dengan dasar tanah keras dibawahnya. Karena pondasi harus memikul beratnya sendiri dan berat bangunan bagian atas, maka konstruksi pondasi harus memenuhi syarat- syarat sebagai berikut; 1) Konstruksi pondasi harus terletak diatas lapisan tanah keras yang tidak mengandung humus. 2) Konstruksi pondasi harus mempunyai ukuran yang sesuai, sehingga tanah cukup kuat menahan beban. Untuk bangunan sederhana dasar pondasi harus terletak pada kedalaman 60- 80 cm dibawah muka tanah. 3) Konstruksi pondasi harus cukup kuat, sehingga tidak akan pecah karena muatan yang bekerja pada pondasi. Dan untuk bangunan-bangunan yang berat harus dihitung secara cermat dengan ilmu pondasi. Penjelasan tentang pekerjaan pondasi untuk jenis pondasi setempat dan dangkal, seperti pondasi rumah tinggal sederhana, dapat digolongkan pada bangunan sipil kering. Tetapi seperti penjelsan pendahuluan, bahwa yang termasuk pada kelompok bangunan sipil basaha, salah satu cirinya yaitu, konstruksi itu berada di bawah permukaan lantai atau berhubungan langsung dengan tanah atau air. Secara bijak kita sebagai orang yang memahami pekerjaan teknik sipil untuk perencanaan, pelaksanaan pada bangunan sederhana tidak menjadi masalah. Tetapi apabila volume pekerjaan pondasi sudah besar, perhitungan gaya-gaya beban sudah besar, maka kita harus memasukkanny pada kelompok bangunan sipil basah. 1.1 Pondasi dangkal (shallow footing) dapat berupa antara lain, yaitu ; 1) Pondasi telapak (square footing). Dimana beban yang disalurkan disebarkan melalui lebar telapak pondasi. Dimana intensitas beban yang diteruskan ketanah haruslah lebih kecil dari daya dukung tanah yang diijinkan. 2) Pondasi Setempat. Dibuat pada bagian yang terpisah (dibawah kolom pendukung/kolom struktur) dan juga biasa dipakai pada kontruksi bangunan kayu didaerah yang ber-rawa. Pada bangunan sementara sering juga digunakan penumpu batu alam masif dan diletakkan diatas permukaan tanah yang diratakan 3) Pondasi menerus (continous footing); Ciri-ciri Pondasi menerus adalah; Ukuran sama besar dan terletak pada kedalaman yang sama, Dipasang dibawah seluruh dinding penyekat dan kolom, Biasanya digunakan sebagai pondasi bangunan tidak bertingkat, Untuk kondisi tanah lembek, dibuat dari sloof memanjang dan bagian bawah diperlebar menjadi pelat. Bagian pekerjaan bangunan sipil basah pada rencana dan pelaksanaan bangunan pondasi dangkal. Gambar 10-5 : Pondasi Dangkal Gambar 10-6: Pondasi Dangkal Setempat Berbagai bentuk pondasi di atas, merupakan pekerjaan bangunan sipil basah, aplikasi pondasi dangkal banyak digunakan pada bangunan rumah tinggal, ruko dan kondisi kedalaman tanah keras kurang dari 2-meter. 1.2 Pondasi Dalam (Deep Footing) Pengertian pondasi dalam adalah jenis pondasi yang kedalaman tanah keras jauh ke dalam tanah, dan ahli geoteknik merekomendasikan pondasi dalam apabila beban rancangan sangatlah berat misalnya bangunan yang lebih dari dua lantai dan tanah yang keras jauh kedalam bumi. Pondasi dalam memiliki berbagai istilah seperti; Tiang pancang (pile), turap (sheet pile), dan kaison (caisson). Pemberian namanya bisa jadi beragam tergantung disiplin keteknikan dan pembuatannya. Pondasi dalam dapat dibuat dari kayu, baja, beton bertulang dan beton prategang, dan dapat dipasang dengan cara menancapkannya atau memancangnya ke bumi (tanah), atau membor dengan besaran tertentu lalu mengisinya dengan beton masif atau beton bertulang. 1.2 Pondasi Dalam (Deep Footing) yang antara lain adalah : 1) Pondasi Tiang Pancang. Dengan pondasi ini beban dan bobot akan disalurkan dengan mekanisme pergeseran antara tanah dan pondasi. Dan dukungan dari lapisan tanah keras pada kedalaman tertentu. Pile adalah komponen penerus bebas yang berbentuk panjang dan vertikal yang bisa dibuat dari bahan kayu, besi/baja, beton atau kombinasi diantaranya tergantung dari berat beban yang dipikul. 2) Pondasi Caisson. Merupakan jenis pondasi dalam yang mempunyai diameter tiang yang besar Gambar 10-7: Pondasi Dalam 2. Bangunan Jalan dan Jembatan Pekerjaan jalan dan jembatan, merupakan pekerjaan bangunan sipil basah, dari mulai perencanaan, pelaksanaan, dan perbaikan. Pekerjaaan jalan (transportasi), khusunya bagian perkerasan, dan drainase yang berhubungan langsung dengan daya dukung tanah, dan juga berhubungan langsung dengan air, tentu strukturnya membutuhkan perhitungan hidrolika yang membuat bagunan jalan ini masuk pada bangunan sipil basah. Pekerjaan jembatan yang dibangun dengan perhitungan perencanaan yang memperhitungan daya dukung tanah, dan langsung berhubungan dengan tanah dan air, sehingga pekerjaan bangunan jembatan masuk dalam kategori bangunan sipil basah 2.1 Bangunan Jalan Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap jalan, dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, dibawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Tahapan kegiatan perencanaan jalan, meliputi kegiatan; 1) Pekerjaan lapangan, meliputi semua survei yang diperlukan 2) Kriteria perencanaan, meliputi klasifikasi jalan, karakteristik lalu lintas, kondisi lapangan, pertimbangan ekonomi, dll. 3) Penyiapan peta planimetri, merupakan peta hasil survei topografi yang diperlukan sebagai peta dasar perencanaan geometrik. 4) Perencanaan geometrik, meliputi jarak pandang dan perencanaan alinemen horizontal dan vertical; Perencanaan geometrik jalan merupakan bagian dari perencanaan jalan yang dititik beratkan pada perencanaan bentuk fisik jalan raya. Tujuan dari perencanaan geometrik jalan adalah untuk memenuhi fungsi dasar jalan, yaitu memberikan pelayanan kepada pergerakan arus lalu lintas (kendaraan) secara optimum. Sasaran perencanaan geometrik jalan adalah untuk menghasilkan design infrastruktur jalan raya yang aman, efisien dalam pelayanan arus lalu lintas dan memaksimumkan ratio tingkat pengunaan/ biaya pelaksanaan 5) Geoteknik dan material jalan, menguraikan pengolahan data geoteknik dan material untuk keperluan konstruksi perkerasan dan drainase jalan 6) Perencanaan perkerasan jalan, meliputi perkerasan lentur dan kaku 7) Drainase jalan, menguraikan analisis hidrologi dan sistem serta bangunan drainase, kebutuhan material dan sistem drainase bawah permukaan (subdrain) 8) Bangunan pelengkap jalan, meliputi tembok penahan, rambu-rambu lalulintas, dan sebagainya. 9) Perkiraan biaya, meliputi perhitungan kwantitas, analisis harga satuan dan dokumen pelelangan 10) Lampiran, tabel-tabel dan ketentuan lain yang dapat digunakan untuk perhitungan. Gambar 10-8 : Penampang Jalan Raya Pada perencanaan alinemen (aligment) vertikal ini dipertimbangkan bagaimana meletakkan sumbu jalan sesuai kondisi medan dengan memperhatikan sifat operasi kendaraan, keamanan jarak pandang, dan fungsi jalan. Pemilihan alinyemen vertikal berkaitan pula dengan pekerjaan tanah yang mungkin timbul akibat adanya galian dan timbunan yang harus dilakukan. Pada perencanaan Penampang melintang jalan, diperhitungkan dan direncanakan bagian-bagian dari jalan seperti lebar dan jumlah lajur, ada atau tidaknya median, drainase permukaan, kelandaian lereng tebing galian dan timbunan, serta bangunan pelengkap lainnya. Penampang melintang dapat dimodifikasi untuk kondisi khusus sesuai dengan lokasi, kemiringan sisi tepi yang dituliskan harus ditentukan berdasarkan pada kondisi tanah yang umum dilokasi. Kemudian tentang system drainase bangunan jalan raya, telah diatur dalam TATA CARA PERENCANAAN DRAINASE PERMUKAAN JALAN SNI 03-3424-1994, yang memebri pedoman dalam perencanaan dan pelaksanaan bangunan jalan raya. Penjelasan tentang Drainase Permukaan; Adalah sistem drainase yang berkaitan dengan pengendalian aliran air permukaan, yang berfungsi mengendalikan limpasan air di permukaan jalan dan dari daerah sekitarnya agar tidak merusak konstruksi jalan. Fungsi tersebut Antara lain yaitu; 1) Mengalirkan air hujan/air secepat mungkin keluar dari permukaan jalan dan selanjutnya dialirkan lewat saluran samping; menuju saluran pembuang akhir 2) Mencegah aliran air yang berasal dari daerah pengaliran disekitar jalan masuk ke daerah perkerasan jalan 3) Mencegah kerusakan lingkungan di sekitar jalan akibat aliran air. Sedangkan Drainase Bawah Permukaan; Adalah sistem drainase yang berkaitan dengan pengendalian aliran air dibawah permukaan tanah, yang berfungsi menurunkan muka air tanah dan Klasifikasi (berdasarkan fungsi) mencegat serta membuang air infiltrasi dari daerah sekitar jalan dan permukaan jalan atau air yang naik dari subgrade jalan. Fungsi tersebut Antara lain yaitu; 1) Menurunkan m.a.t sampai kedalaman min 1.00 m di bawah permukaan tanah (di dalam base, urugan tanah atau tanah) 2) Mencegat air dari daerah sekitar agar tidak merembes ke dalam urugan tanah Gambar 10-9: Sistem Drainase Jalan 2.2 Bangunan Jembatan Jembatan adalah bangunan pelengkap jalan yang menghubunkan suatu lintasan yang terputus akibat suatu rintangan atau sebab lainnya, dengan cara melompati rintangan tersebut tanpa menimbulkan atau menutup rintangan itu. Lintasan tersebut bisa merupakan jalan kendaraan, jalan kereta api atau jalan pejalan kaki, sedangkan rintangan tersebut dapat berupa sungai, jalan, jalan kereta api, atau jurang (bisa juga berupa jurang pemisah antar gedung bertingkat). Jembatan mempunyai ciri-ciri khusus yaitu; 1) Bangunan atas, 2) Bangunan bawah (abutment), 3) Pondasi, 4) Tumpuan, 5) Oprit, dan 6) Sandaran (railing), perhatikan gambar di bawah ini. Gambar 10-11: Bagian-bagian Jembatan Beberapa tahapan dalam perencanaan jembatan, yang semuanya merupakan bagian pekerjaan bangunan sipil basaha, antara lain yaitu; 1) Pekerjaan lapangan, meliputi semua survei yang diperlukan 2) Perencanaan teknis; meliputi klasifikasi jembatan, karakteristik lalu-lintas, kondisi lapangan, pertimbangan ekonomi, dll. 3) Penyiapan Peta Planimetris, yang merupakan peta hasil survei topografi yang diperlukan sebagai peta dasar perencanaan geometrik. 4) Perencanaan Geometrik, meliputi perencanaan glagar, pondasi dan pilar 5) Geoteknik dan Material jembatan, menguraikan pengolahan data geoteknik dan material untuk keperluan konstruksi perkerasan jalan/glagar, podasi dan tiang/pilar. 6) Hidrologi sungai, menguraikan analisis material yang terbawa 7) Perkiraan Biaya, meliputi perhitungan kwantitas, analisis harga satuan. Beberapa gambar rencana jembatan di bawah ini yang menjadi bagian pekerjaan sipil basah, disajikann dalam bentuk gambar dari beebrpap model jembatan yang ada di Indonesia. Gambar 10-12: Jembatan Pelat Beton Gambar 10-13: Jembatan Rangka Baja 3. Bangunan Hidrolik Bangunan hidrolik adalah bangunan yang dapat digunakan untuk mengalihkan, membatasi, menghentikan, atau mengelola aliran air. Bangunan tersebut dibuat untuk mengatur satu atau lebih parameter yang akan diatur, seperti debit air, tinggi muka air, volume air, kecepatan air, dan arah air. Dalam pekerjaan bangunan jenis bangunan hidrolik, diantaranya adalah tanggul, pintu air, bendung, dan bendungan. Tanggul adalah istilah umum untuk menjelaskan sebuah bangunan yang berfungsi untuk mengendalikan aliran air, baik air sungai, empang, kolam, situ, danau ataupun air laut. Tanggul dapat berfungsi untuk menahan air sehingga tinggi muka air meningkat, dan pada teknik irigasi, beda tinggi air ini menjad tumpuan dalam pembagian volume air dan kecepatan yang berhubungan dengan debit air. Bangunan hidrolik dapat dibuat dari bahan dari batu besar/bronjong, beton dan bahan lain yang sifatnya sementara mapun permanen. Bendung adalah bangunan untuk mengempang air agar tinggi muka air dan aliran air dapat dikendalikan, sebagai penaik tinggi muka air dan pembagi aliran air. Sedangkan bendungan lebih mirip dengan bendung namun dengan fungsi yang lebih luas mulai dari untuk memenuhi tujuan irigasi, sumber air baku, pengendali banjir, sumber tenaga untuk pembangkit tenaga listrik sampai pada pemenuhan fungsi turisme. Bendungan biasanya dilengkapi dengan drop structure yang dapat digunakan untuk mengalirkan kelebihan air, bangunan-bangunan tersebut dapat menjadi pengendali semua parameter sesuai dengan kebutuhan Bangunan bendung, biasanya dilengkapi dengan bangunan pengendali debit atau alirann air, seperti pintu air, bangunan ini lebih spesifik .yang diperuntukkan untuk mengendalikan aliran air, khususnya air yang mengalir di sungai atau keluaran air dari waduk, kolam, situ, empang atau danau. Pintu air banyak kita temukan dibangun untuk tujuan irigasi dan pengendali banjir, dan berfungsi untuk mengatur air yang masuk ke saluran ataupun bendungan, sehingga debit, volume, dan tinggi muka air dapat dikendalikan. 3.1 Perencanaan Bendung Beberapa pekerjaan bangunan sipil basah, tentang perencanaan bendung, adapun kegiatan perencanaan bendung adalah; a) Studi kelayakan pendahuluan, b) Pre Feasibility Study), c) Studi kelayakan (Feasibility Study), d) Perencanaan teknis (Detailed Design), dan e) Pelaksanaan pembangunan (Construction) Kegiatan Studi Kelayakan Pendahuluan, yatiu Pencarian informasi data perencanaan diperlukan kegiatan penyelidikan pada data-data yang akan dijadikan bahan analisis selanjutnya. Pada dasarnya kegiatan studi kelayakan pendahuluan terdiri dari : pengumpulan data, dan pengujian data yang sudah terkumpul, selanjutnya diadakan perencanaan pemetaan topografi yang lebih lengkap dan penelitian geologi di beberapa tempat. Kemudian diadakan perhitungan-perhitungan teknis dan ekonomis yang masih bersifat sederhana, penentuan lokasi proyek dan desain yang sederhana pula. Berikut beberapa kegiatan yang berhubungan dengan pengumpulan data, antara lain, yaitu; a) Peta-peta topografi b) Peta-peta geologi c) Foto udara d) Data klimatologi e) Data hidrologi f) Data jaringan irigasi (pengairan) g) Lain-lain (Land use, kehutanan, perkebunan, data tenaga listrik, bangunan-bangunan lama). Kegiatan Studi Kelayakan, di dalam tahap studi kelayakan ini diteliti kembali semua perhitungan dan desain yang telah dibuat terdahulu. Lalu melakukan pemetaan topografi dengan skala yang lebih kecil, memasang alat-alat pengukur parameter hidrologi dan klimatologi, serta penyelidikan geologi. Dari data yang diperoleh dapat dibuat perhitungan teknis beberapa bangunan terutama yang diperlukan dan dalam perhitungan ekonomis proyek. Kegiatan utama dalam studi kelayakan, antara lain yaitu; 1) Penelitian Topografi; Kegiatan penelitian topografi dilaksanakan dalam areal rencana genangan waduk, axis bendungan, tanggul dan lokasi fasilitas bangunan serta rencana saluran pensuplai air ke areal daerah irigasi. Lingkup kegiatan penelitian topografi akan dilakukan meliputi : · Pemasangan Bench Mark (BM) baru · Pengukuran poligon dan waterpass pada areal rencana waduk dan daerah genanganny · Pengukuran situasi detail areal rencana waduk dan daerah genangannya. · Pengukuran profil memanjang dan melintang sungai di sekitar axis Dam hingga batas daerah genangan · Pengolahan dan analisa data hasil pengukuran di lapangan · Penggambaran hasil pengukuran situasi detail, dalam daerah genangan, yang disajikan dalam bentuk peta situasi bendungan dan daerah genangan dengan beda kontur 1 m. 2) Penelitian meteorologi dan klimatologi; Data yang diperoleh adalah temperatur, kelembaban, curah hujan, angin, tekanan udara, radiasi matahari dan penguapan di suatu daerah selama periode tertentu. 3) Penelitian hidrologi; Tujuan penelitian adalah untuk mencari parameter hidrologi yaitu besaran hujan dan debit air sebagai data masukan dalam perhitungan saluran pengelak, bendungan utama, bangunan pelimpah, sedimentasi dan volume waduk 4) Penelitian Geoteknik; Penelitian Geoteknik dan Mekanika Tanah adalah untuk meneliti, mempelajari, menyelidiki keseimbangan dan perubahan dari tanah, jenis dan sifat tanah, pelapukan, zone gempa baik di lapangan maupun di laboratorium. Data-data yang didapat dari hasil penelitian geoteknik dan mekanika tanah tersebut akan dapat menentukan axis bendungan, tipe dan bahan bendungan serta parameter-parameter lain yang akan digunakan dalam perhitungan pondasi dan stabiltas. 5) Penelitian Sosial Ekonomi Kegiatan penelitian sosial ekonomi meliputi pengumpulan data sekunder social ekonomi, untuk memberi gambaran kondisi yang ada dalam wilayah studi. Pengumpulan data dilakukan dengan pola pendekatan langsung pada instansi yang terkait sesuai kebutuhan data yang diperlukan. Berikut ini beberapa kegiatan yang berhubungan dengan Perencanaan Teknis, antara lain yaitu; 1) Analisis Hidrologi; Perencanaan bangunan-bangunan air sama halnya dengan bendungan, hasil analisis hidrologi merupakan informasi yang sangat penting untuk pekerjaan perhitungan pendimensian dan karakteristik bangunannya. Analisis hidrologi yang dihasilkan dan sebagai informasi (data) perencanaan hidraulik dari bangunan yang akan dibuat adalah : a) Evapotranspirasi b) Infiltrasi c) Curah hujan d) Ketersediaan air e) Kebutuhan air f) Debit banjir g) Patokan rancangan h) Volume genanga i) Sedimentasi 2) Analisis Hidroulik; Analisis disini dimaksudkan sebagai kegiatan untuk mendapatkan dimensi bangunan secara hidrolis dengan mendapatkan parameter-parameter bangunan baik ukuran maupun parameter hidraulik lainnya 3) Perhitungan Stabilitas; Kegiatan ini untuk mendapatkan tingkat stabilitas dari bendungan perlu dilakukan analisis gaya-gaya yang akan bekerja pada bendungan. Gaya-gaya yang bekerja pada bendungan adalah akibat berat sendiri tubuh bendungan, beban hidrostatis, tekanan air pori, dan beban seismis. Analisis stabilitas bendungan biasanya dilakukan terhadap lereng bendungan (tipe urugan) dan akibat filtrasi. 4) Bangunan Pelengkap; Operasional bendungan perlu ditunjang oleh bangunan pelengkap agar fungsi dari bendungan dapat dicapai dengan baik. Tanpa adanya bangunan pelengkap memungkinkan akan membahayakan konstruksi atau bendungan tidak dapat berfungsi dengan baik. dipakai untuk memenuhi salah satu atau lebih keperluan yang direncanakan. 5) Penggambaran; Hasil perhitungan dari perencanaan bendungan di atas ditranformasikan kedalam bentuk gambar dengan skala tertentu. Penggambaran dilakukan mulai dari topografi genangan, lokasi, denah, potongan memanjang dan melintang bendungan, dan detail-detail. Hasil penggambaran tersebut merupakan informasi mengenai jenis bangunan, ukuran dan bahan yang akan digunakan pada pembangunannya. Sehingga akan dijadikan dasar untuk perhitungan anggaran biaya dan bestek dalam pelaksanaan proyek. 6) Analisa Ekonomi; Hasil perhitungan anggaran biaya dari informasi gambar bestek didapatkan besaran tertentu. hitungan ini juga dapat dijadikan informasi pembuatan jadwal kerja (time schedule), kebutuhan bahan dan material (material schedule) dan kebutuhan tenaga kerja (man power schedule). Kegiatan Pelaksanaan Pembangunan; Kegiatan pelaksanaan konstruksi dibuat urutan-urutan pelaksanaannya yang efektif dan efisien dan tidak tumpang tindih. Secara umum urutan pekerjaan dilakukan mulai dari pembuatan jalan akses (acces road), pembuatan base camp dan mobilisasi, pembuatan saluran pengelak, pembuatan cofferdam, penggalian pondasi, penimbunan, penutupan alur sungai dan bendungan. Program dan skedul pelaksanaan serta jenis dan kapasitas pekerjaan disusun secara teliti yang didasarkan pada karakteristik masing-masing pekerjaan dari setiap komponen bendungan. Adapun ruang lingkup desain bangunan pada bendung adalah sebagai berikut; 1) Lokasi tubuh bendung 2) Tubuh bendung (tetap dan gerak) 3) Intake 4) Bangunan peredam energi 5) Bangunan pembilas 6) Tembok sayap, tembok pangkal dan pengarah arus 7) Bangunan penahan batu 8) Lantai hulu dan hilir 9) Kantong lumpur 10) Peilschale 11) Jembatan inspeksi Gambar 10-14: Waduk dan Bendung Waduk dan bendung, bagian perencanaan, pelaksanaan dan perbaikan bangunan yang berhubungan dengan konstruksi waduk, bendung, dan banguan-bangunan pendukung lainnya, seperti pintu, pengaturan aliran air (debit), keseluruhan itu termasuk dalam kategori bangunan sipil basah. Gambar 10-15 : Pintu Air qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyu�dfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmrtyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmrtyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmrtyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmrtyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmrtyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmrtyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmrtyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnm Siagian Robert Konstruksi Bangunan Jilid 2 untuk SMK Kelas XI /oleh Robert Siagian. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2014. ........, hlm Daftar Pustaka : Glosarium : ISBN : GLOSSARY Bangunan structural: Ialah bangunan yang bahan dan penggunaannya memerlukan perhitungan pembebanan. Estetika: adalah ilmu yang membahas � HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Keindahan" \o "Keindahan" �keindahan�, bagaimana keindahan bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya Kayu Bangunan: Adalah kayu yang telah dikonversi menjadi balok, papan atau bentuk lain sesuai penggunaannya. Konstruksi: Kegiatan keseluruhan bangun (an) yang merupakan bagian-bagian pekerjaan teknik sipil Kekuatan tekan atau keteguhan tekan (Compression stregth) adalah kekuatan untuk menahan muatan atau beban Kekuatan tarik (Tension strength) adalah kekuatan untuk menahan gaya-gaya yang berusaha menariknya Keteguhan lengkung (lentur), adalah kekuatan untuk menahan gaya-gaya yang berusaha melengkungkan atau untuk menahan beban mati maupun hidup selain beban pukulan Kekerasan kayu, merupakan suatu ukuran tentang ketahanan kayu. Kayu solid, adalah kayu yang terbuat dari pohon dan murni hanya terdiri dari bahan dasar kayu tanpa dicampur atau di kombinasi dengan bentuk bahan lain Kayu lapis, adalah kayu yang terdiri dan terbuat dari beberapa lapisan lembaran kayu yang direkatkan, yang diolah dari berbagai jenis kayu. MoE: Modulus of Elastisitas, yaitu kekuatan mekanis yang berhubungan dengan sifat bahan menahan beban MDF adalah singkatan dari Medium Density Fiberboard, yaitu material kayu olahan sebagai bahan interior, furnitur dan bahan lain pada bangunan. Perhatikan gambar di sebelah, bangunan rumah tersebut terbuat dari bahan kayu., sekarang buat kesimpulanmu tentang kayu sebagai bahan bangunan dari pertanyaan beriktu ini. Bentuk kayu seperti apa saja yang dipakai untuk bangunan tersebut ? Bagaimana proses membentuk kayu untuk bahan bangunan, dapatkah kamu menjelaskannya dari mulai pohon ? Diskusikan dan buatkan urutannya ! Amati di sekitarmu, nama pohon yang bisa dijadikan papan, balok atau bentuk lain jadi bahan bangunan, kemudian menjadi apa saja bahan tersebut ?, sebutkan minimal olehmu masing-masing tiga. Papan� Balok� � ………………. ………………. ……………….� ………………. ………………. ……………….� � Amati meja, kursi, lemari, papan tulis, dan lain lain, yang ada di sekitar mu. Dari bahan apakah peralatan/perabot tersebut di buat ? Perhatikan juga plafon di ruang kelas, atau barangkali di sekitar sekolahmu, dari bahan apakah palfon itu dibuat ? Sekarang ! Jelaskan apa saja kayu olahan yang kamu ketahui, dan dibuat untuk apa kayu olah itu dipergunakan, berikan contoh !dengan temanmu ap Multipleks, adalah produk kayu hasil olahan yang terbentuk dari beberapa lapisan lembaran kayu, lembaran-lembaran tersebut direkatkan dengan tekanan tinggi dan menggunakan perekat khusus.Kayu lapis yang terdiri dari lebih dari tiga lembar lapisan dipasaran disebut dengan sebutan multipleks, sedangkan kayu lapis yang terdiri dari tiga lembar kayu disebut namanya tripleks. Kayu MDF merupakan material kayu olahan yang tidak tahan terhadap air dan kelembapan, bahan ini terbuat dari campuran bubur kayu dengan bahan kimia tertentu, cara pembuatannya mirip dengan kayu partikel. Untuk daerah-daerah yang memiliki kelembapan tinggi, sebaiknya tidak menggunakan kayu MDF. Blockboard, adalah istilah yang dipakai untuk bahan berupa lembaran seperti papan kayu.Yang dibuat dari balok-balok kayu berukuran 4cm-5cm dipadatkan menggunakan mesin, setelah itu diberi pelapis, sehingga hasil akhirnya berupa lembaran seperti papan kayu. � Partikel board, merupakan serbuk-serbuk kayu kasar yang dicampur dengan bahan kimia khusus, campuran tersebut kemudian disatukan dengan lem dan dikeringkan dengan suhu tinggi kemudia di press sehingga berbentuk lembaran. Teakwood, adalah lembaran berupa corak kayu jati, dimensi panjang, lebar dan tebal seperti multiplek dan blockboard, teakwood biasanya untuk melapisi kedua bahan tersebut. Tugas ! Buatlah rangkuman tentang kayu olahan, Komunikasikan kepada temanmu hasil rangkumanmu tersebut, dan bandingkan kepada temanmu intisari dari rangkuman tersebut ? Tulis dan Kerjakan tugas berikut tentang kayu: Sebutkan masing-masing 4 kayu yang termasuk dalam kategori kayu structural dan kayu non structural, yang ada di daerah mu Sebutkan masing-masing 4 kayu yang termasuk dalam kategori kayu kelas awet-1 dan kelas awet -4 yang ada di daerah mu. Jelaskan apa itu kayu olahan, beri 4-contoh yang kamu kenal, dan bagaimana cara membuatnya, buatkan penjelasanmu dalam bentuk laporan hasil penyelidikanmu ? GLOSSARY Adukan adalah suatu campuran dari bahan pengikat dan bahan pengisi serta air sampai konsisten tertentu. Bahan pengikat yang biasa dipakai adalah semen dan kapur, sedangkan bahan pengisi adalah pasir atau tras. Agregat, adalah sekumpulan butir- butir batu pecah, kerikil, pasir, ataumineral lainnya baik berupa hasil alam maupun buatan (SNI No: 1737-1989-F) Bekisting; Berasal dari bahasa Belanda, yaitu bekistingen, memiliki arti cetakan. Sementara itu, secara umum bekisting memiliki definisi sebagai cetakan sementara yang dibuat untuk menahan beton selama beton dituang atau di bentuk Beton adalah campuran bahan � HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Bangunan" \o "Bangunan" �bangunan� yang terdiri dari agregat mineral �HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Kerikil" \o "Kerikil"�kerikil�, � HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Pasir" \o "Pasir" �pasir�, �HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Semen" \o "Semen"�semen� dan �HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Air_(molekul)&action=edit&redlink=1" \o "Air (molekul) (halaman belum tersedia)"�air�. fc’: adalah kuat tekan beton yang disyaratkan (dalam Mpa), didapat berdasarkan pada hasil pengujian benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm “K”, Adalah simbol yang digunakan untuk mutu beton, atau menyatakan karakteristik kuat tekan beton beton kg/cm2 dengan benda uji kubus sisi 15 cm, seperti K175, K225, dll. PC: Adalah singkatan Portland Cement, yaitu semen semen hidrolisis yang dihasilkan dengan cara menggiling bersama-sama dengan bahan tambahan berupa kristal senyawa kalsium sulfat dan ditambah dengan bahan tambahan mineral lain. (SNI nomor 15-2049-2004). Vibrator, Alat penggetar dalam pekerjaan pengecoran beton � HYPERLINK "http://kontruksibangunan-kb1.blogspot.com/2012/02/penjelasan-singkat-mengenai-perancah.html" �Scaffolding� adalah suatu struktur sementara yang digunakan untuk menyangga manusia dan material dalam konstruksi dalam melaksanaan pembangunan dan perbaikan bangunan, scafolding disebut juga perancah. Pemahaman ! Dapatkah kamu mengenal pasir dan kerikil (spilt) yang biasa digunakan tukang bangunan ?, coba jelaskan pemahamanmu tentang jenis pasir itu ! Paham kah kamu bentuk dan warna pasir berbeda-beda, dan taukah kamu bahan pasir diambil dari mana ? Setelah membaca seluruh bahan bacaan di atas, pahamilah seluruh isinya, bila ada yang belum kamu pahami betul, Tanya dan diskusikan dengan temanmu. Bila temanmu juga tidak paham, tanyakan kepada gurumu Selanjutnya, cari dan temukan bahan bangunan yang belum pernah kamu lihat baca dan komunikasikan kepada seluruh temanmu. Tugas : Buatlah rangkuman tentang materi Beton, dari mulai pemilihan dan syarat-sayarat bahan campuran, perbandingan campuran, adukan, dan pengecoran beton di lapangan. Komunikasin kepada teman mu,apa yang telah kamu tulis dalam rangkuman tersebu. GLOSSARY Acian, adalah campuran semen dengan air, yang digunakan untuk menjadikan permukaan plesteran menjadi rata dan licin Carport; adalah pelataran halaman rumah yang didesain dari berbagai bahan bangunan dan taman dan berfungsi ganda, yaitu sebagai taman, tempat pejalan kaki, dan ada juga yang digunakan sebagai garasi. Eksterior, maksudnya adalah pekerjaan dan penggunaan pada bagian luar bangunan. Interior, maksudnya adalah pekerjaan dan penggunaan pada bagian dalam bangunan. KW, adalah singkatan kwalitas, menyatakan material bangunan sesuai dengan kwalitasnya. Lantai adalah bagian dasar sebuah bangunan dari bagian bangunan, yang berfungsi sebagai tempat berpijak sehingga memberikan kenyamanan dan memberi nilai estetika suatu ruang. Mobilisasi, adalah pergerkan atau pengangkutan peralatan dan material bangunan ke lokasi pekerjaan, dan untuk mengembalikannya lagi disebut demobilisasi. Material, bahan dasar Nat, adalah jarak keramik dengan pasangan keramik lain, atau jarak antara pasangan yang berisi adukan penghubung. Plestera, adalah pasangan dinding yang terdiri dari semen, pasir pasang dan air. PVC, adalah polyvinyl chloride, yaitu jenis bahan plastic. Parkit (Parquet); Bahan lanrai yang terbuat dari bahan kayu solid dan atau olahan yang tipis yang disatukan menggunakan alat perekat khusus, memiliki pola tertentu yang artistic dan estetik. Vinil, disebut juga dengan veneer, yaitu bahan lantai berbentuk laminasi Perhatikan dan amati lantai yang ada di sekitar mu, kemudian pahami mengapa lantai tersebut dibuat demikian beri alasan (estetika) ? Pengamatan Lantai : .......................................................................... Alasan dipilih dari bahan tersebut, menurut saya karena pertimbangan/alasan; ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ Perhatikan Gambar di bawah ini. Rumah-rumah zaman dulu, umumnya lantai terbuat dari kayu, baik itu bentuk kayu bulat atau papan yang di susun di atas balok atau gelagar kayu. Banyak pertimbangan saat itu, salah satunya tentu bahan kayu yang masih melimpah dan murah, contoh rumah model panggung, tentu masih banyak hal yang melatar belakangi keadaan tersebut itu ? � Perhatikan Gambar di bawah ini dan pahami. Rumah modern, sekarang ini banyak juga yang menggunakan kayu sebagai lantai, dikenal di pasaran sebagai lantai parkit (parquet), orang menggunakannya tentu bukan karena alasan murah atau bahan kayu masih melimpah. Apa pertimbangan orang zaman sekarang menggunakan kayu sebagai lantai ?, dapatkah kamu memberi pertimbangan atau alasannya?. � Lantai pada bangunan memiliki berbagai berfungsi, sebagai fungsi utama yaitu dasar berpijak dalam dan memberikan kenyamanan ketika berjalan di atasnya, juga sebagai arsitektur ruangan bangunan. Salah satu fugsi lantai rumah digunakan untuk meletakkan barang-barang seperti kursi, meja, almari, dan sebagainya serta mendukung berbagai aktivitas seperti berjalan, duduk di lantai, sampai dengan memberi nilai estetika suatu ruang dalam bangunan sehingga dapat menambah nilai jual bangunan tersebut. Kadangkala fungsi lantai, diperlukan untuk kekuatan, lantai seperti sebuah pabrik atau bengkel yang memikul serta terjadinya mobilisasi dan demobilisasi peralatan berat, maka fungsi lantai disini adalah untuk ketahanan atau kekuatan aktivitas yang berlangsung di ruangan tersebut. Selain untuk fungsi kenyamanan dan keindahan, lantai dibutuhkan juga untuk fungsi yang kedap air, sehingga air tidak merembes dari lantai kamar mandi, demikian juga degan pembuatan lantai untuk saran olahraga, diperlukan lantai yang kasar, dan membuat orang tenang melakukan aktivitas olahraga, tdiak licin dan harus benar-benar rata. Beberapa jenis material lantai dengan beragam karakteristiknya sebagai pertimbangan aplikasi pada ruang, dikenal di bangunan, seperti; lantai dari Plesteran (concrete), Keramik, Marmer, Granit, Mozaik, Kayu, Batu, Karpet dan lain sebagainya. Mungkin banyak lagi bahan yang bisa digunakan untuk lantai, tergantung kebutuhan dan bahan apa yang dipakai, karena ada juga orang menjadikan lantai sebagai bahan seni, sehingga mungkin akan memadukan berbagai bahan untuk dijadikan lantai yang berniali seni yang tinggi. Dalam pemilihan bahan lantai sebaiknya disesuaikan pada kebutuhan fungsi bangunan, dan untuk rumah tinggal dipilih lantai yang memnuhi persyaratan kesehatan, tidak kotor, tidak licin, lebih bagus bila �lantai kedap air. Jadi � HYPERLINK "http://www.rumah.com/berita-properti/2013/6/4346/kiat-memilih-penutup-lantai-rumah" \t "_blank" �Pemilihan material lantai �sangat penting, untuk kenyamnana dan kesehatan. GLOSSARY Asbes, atau asbestosadalah campuran mineral silikat yang memiliki serat kristal diantaranya asbestiform, fibrosa tipis �HYPERLINK "http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en%7Cid&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Crystal&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhhwbyo61juBj1HvSt79I_fOcLyKHg" \o "Kristal"�kristal�, the�HYPERLINK "http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en%7Cid&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Inhalation&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhhqZBjULR9h-i9m-fbcjUB0_4AVaA" \o "Inhalasi"�inhalasi� dari �HYPERLINK "http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en%7Cid&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Asbestos_fibers&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhh-U3NicRhcS0_AQvixGfGHDlLPeg" \o "Serat asbes"�serat asbes� Atap adalah penutup bagian atas bangunan, yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada di bawahnya. Atap beton, adalah plat yang terbuat dari bahan beton atau beton bertulang, yang difungsikan sebagi atap dan biasanya merupakan atap datar Bitumen, material asapal turunan lain BWG, Berasal dari “Birmingham Wire Gauge” Adalah standar seng galvanis yang digunakan di Indonesia, setelah ada ketetapan dari Departemen Perindustrian, istilah BWG tidak lagi digunakan. Untuk pelat galvanize digunakan istilah Bjls yang artinya baja lapis seng. Apabila pada pelat tersebut terdapat tulisan Bjls 30, itu menandakan bahwa ketebalan pelat tersebut 0,30 mm; Bjls 40 ketebalan pelat tersebut 0,40 mm. Polycarbonate; Polycarbonate adalah bentuk atap berongga transparan dikenal orang di lapangan sebagi canopy, atap ini berbentuk lembaran yang besar sehingga dimungkinkan untuk luasan yang besar tanpa sambungan. SNI, adalah Standar Nasional Indonesia Spandek, jenis atap baja yang dibuat sedemikian rupa seperti halnya seng gelombang namun bedanya spandek ini bentuknya menyudut, dan spandek ini memakai lapisan zinkalume (merupakan perpaduan coating antara, dengan aluminium dan silicon jauh lebih bags dari galvanis). Mengeksplorasi, maksudnya adalah mengadakan penyelidikan terutama mengenai sumber alam yang terdapat di suatu tempat. Seng (�HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Belanda" \o "Bahasa Belanda"�Belanda�: zink), atau timah adalah �HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Unsur_kimia" \o "Unsur kimia"�unsur kimia �dengan lambang kimia Zn, beberapa aspek kimiawi seng mirip dengan �HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Magnesium" \o "Magnesium"�magnesium�, hal ini dikarenakan ion kedua unsur ini berukuran hampir sama. Selain itu, keduanya juga memiliki �HYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Keadaan_oksidasi" \o "Keadaan oksidasi"�keadaan oksidasi� +2. Seng merupakan unsur paling melimpah di bumi, dan Bahan meterial yang satu ini terbuat dari campuran lembaran bitumen yaitu turunan aspal dan bahan kimia lain, di pasaran sering juga genting jenis ini disebut dengan genteng bitumen atau atap bitumen. Model atap menara hamper sama dengan atap tenda, bedanya atap menara puncaknya lebih tinggi sehingga kelihatan lebih lancip. Model atap ini banyak kita jumpai pada bangunan gedung khusus,seperti bangunan atap gereja, atap menara masjid dan lain – lain. Bentuk atap melengkung setengah bola. Model atap ini banyak kita jumpai pada bangunan gedung khusus, seperti bangunan atap gereja, atap menara masjid dan lain – lain. Bentuk atap ini terdiri lebih dari empatbidang yang sama bentuknya. Bentuk denahpada bangunan dapat segi 5, segi 6, segi 8 dan seterusnya GLOSSARY Anisotrop, adalah sifat yang berbeda setiap arah, sementara isotrop adalah sifat yang sama ke segala arah Elastis atau elastisitas adalah kemampuan sifat suatu benda kembali ke bentuk awalnya Gording, adalah balok melintang yang berada di atas kaki kuda-kuda menjadi tempat ikatan bagi usuk, dan posisi gording harus disesuaikan dengan panjang usuk yang tersedia Gaya tarik, adalah aksi menarik suatu batang, dan akibatnya batang ini cenderung menjadi meregang atau bertambah panjang. Gaya Tekan, adalah aksi mendorong suatu batang, akibatnya batang ini cenderung untuk memperpendek atau menekan batang tersebut. Homogen, adalah terdiri atas berbagai unsur yang sama, dan homogen (homogeneous), yaitu keadaan suatu kumpulan, misalnya jaringan atau larutan yang keadaan unsur-unsur penyusunnya serba sama Jurai, adalah pertemuan sudut atap, jurai dibedakan menjadi jurai dalam dan jurai luar Kaso/Usuk, adalah balok/bilah kayu yang melintang diatas gording, berfungsi menerima beban dari penutup atap dan reng dan meneruskannya ke gording Konstruksi atau struktur atap, adalah konstruksi bagian bangunan yang menahan atau mengalirkan beban-beban dari atap, konstruksi atau struktur atap terbagi menjadi rangka atap dan penopang rangka atap. Penutup atap adalah elemen paling luar dari struktur atap, penutup atap harus mempunyai sifat kedap air, bisa mencegah terjadinya rembesan air selama kejadian hujan Reng, adalah bilah/batang (kayu) yang melintang di atas kasau/kaso dan berfungsi sebagai tempat menempatkan posisi genteng Ring balok, adalah batang/balok yang diletakkan di bagian puncak dinding dan berfungsi sebagai pendukung balok kuda-kuda GLOSSARY Baja, adalah paduan logam yang tersusun dari besi sebagai unsur utama dan karbon sebagai unsur penguat. Unsur karbon inilah yang banyak berperan dalam peningkatan sifat dan karakteristik baja. K Kekuatan ( Strenght), adalah kemampuan bahan untuk menerima tegangan tanpa menyebabkan bahan menjadi patah, kekuatan ini terdiri dari : kekuatan tarik, kekuatan tekan, kekuatan geser, dan lain sebagainya. Ø  Kekerasan (Hardness), adalah kemampuan bahan untuk tahan terhadap goresan, pengikisan (abrasi ).Sifat ini berkaitan terhadap sifat tahan aus ( wear resistance ). Kekenyalan (Elastisity), adalah kemampuan bahan untuk menerima tegangan tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk yang permanent setelah tegangan dihilangkan. Kekakuan (Stifness), adalah kemampuan bahan untuk menerima tegangan atau beban tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk atau defleksi Las Karbid (Las OTOGEN); Yaitu pengelasan yang menggunakan bahan pembakar dari gas oksigen (zat asam) dan gas acetylene (gas karbid) Las Listrik (Las LUMER); Yaitu pengelasan yang menggunakan energi listrik, untuk pengelasannya diperlukan pesawat las yang dilengkapi dengan dua buah kabel, satu kabel dihubungkan dengan penjepit benda kerja dan satu kabel yang lain dihubungkan dengan tang penjepit batang las / elektrode las. Profil WF (Wide Flange), adalah salah satu jenis profil baja struktural yang paling banyak digunakan untuk konstruksi baja Paku keling, adalah suatu alat sambung konstruksi baja yang terbuat dari batang baja berpenampang bulat St, adalah singkatan dari Steel (baja) sedangkan angka 37 berarti menunjukkan batas minimum untuk kekuatan tarik 37 km/mm2 Sambungan dengan paku keling ini umumnya bersifat permanent dan sulit untuk melepaskannya karena pada bagian ujung pangkalnya lebih besar daripada batang paku kelingnya. Oleh karena itu pengelingan banyak dipakai pada bangunan-bangunan bergerak atau bergetar. Keuntungan: tidak ada perubahan struktur dari logam disambung. Oleh karena itu banyak dipakai pada pembebanan-pembebanan dinamis. Kelemahan: ada pekerjaan mula berupa pengeboran lubang paku kelingnya, dan kemungkinan terjadi karat di sekeliling lubang tadi selama paku keling dipasang. GLOSSARY Aluminium, adalah logam yang berwaarna putih perak dan tergolong ringan yang mempunyai massa jenis 2,7 gr/ cm3. Aluminium foil, merupakan paduan aluminium yang dibuat dalam bentuk lembaran tipis, ketebalan aluminium foil berkisar 0,2 mm dan mengandung sekitar 92% sampai 99% aluminium, aluminium foil tersedia dalam berbagai ukuran dan karakteristik dan terutama digunakan untuk mengemas berbagai barang. Double side, adalah lapisan pada dua sisi atas dan bawah sehingga tampak mengkilat pada kedua sisi Fischer, adalah teknik mengandalkan kekuatan sekrup fischer yang diborkan dan ditanam Folding Gate, adalah pintu lipat, yang memiliki dua sisi yaitu rangka silang (harmonika) dan slat daun. Roolling Door, adalah pintu yang bisa digulung ke atas, jadi untuk membuka pintu ini adalah dengan cara di gulung, biasanya Rolling Door digunakan untuk toko atau ruko dan juga  garasi rumah, Ada beberapa jenis Rolling Door, seperti Rolling Door Aluminium dan Rolling Door Besi Single side, adalah lapisan hanya satu sisi bagian atas sehingga akan tampak mengkilat dibagian atas dan buram dibagian bawah. Ø  Tentu kamu mengenal dan menjumpai penggunaan almunium di sekitarmu. Berikan contoh penggunaan aluminium yang kamu temui di sekitr mu atau di rumah ? Pada Bangunan/Konstruksi: ................................................................................................................ ................................................................................................................ Pada Perabotan rumah: ................................................................................................................................................................................................................................ Pada Keperluan makanan, sebagai apa ? ................................................................................................................................................................................................................................ Pada Keperluan Furnitur, apa ? ................................................................................................................................................................................................................................ .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. GLOSSARY Cat, adalah suatu massa yang pada suhu kamar berupa berupa zat cair dan bila diulaskan pada permukaan suatu benda akan membentuk lapisan padat kenyal. Cat Air; Cat jenis ini berbasis air (water based), karena dibutuhkan hanya air untuk melarutkannya. Cat Minyak; Cat jenis ini berbasis minyak (solvent-based). Cat dengan bahan dasar minyak, dapat dilarutkan dengan sejenis minyak atau thinner Element penyusun cat, adalah Pigment, Pigment extender / fille, Liquid binder dan additive. Pigment, adalah suatu bubuk pemberi warna yang yang diperoleh dari batu-batuan mineral atau buatan (syntetic), ini menentukan ketahanan cat. Plamir, adalah bahan pelapis dinding sebelum cat agar permukaannya rata dan halus, wujudnya seperti adonan, tidak encer juga tidak keras. PH adalah tingkat keasaman atau kebasa-an suatu benda yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14 Wall Sealler, adalah cat emulsi yang diformulasi sebagai lapisan dasar pada permukaan semen, plester dan asbes, dapat digunakan untuk melapisi permukaan yang telah diberi lapisan plamir, bangunan atau permukaan kayu atau besi Resin adalah unsur utama cat yang berbentuk cairan kental dan transparan yang membentuk film atau lapisan setelah diaplikasi pada suatu obyek dan mengering. GLOSSARY ACI, American Concrete Institute, yaitu organisasi dunia bidang bangunan konstruksi beton, bidang kegiatan al: mengumpulkan dari seluruh dunia tulisan-tulisan ilmiah hasil penelitian uji lapangan, laboratorium; penemuan-penemuan baru dibidang teknologi rekayasa struktur maupun pelaksanaan pembangunan yang telah diterbitkan dalam majalah dan jurnal ilmiah ACI. ASTM, American Society of Testing and Materials, merupakan organisasi internasional sukarela yang mengembangkan standardisasi teknik untuk material, produk, sistem dan jasa. Beton adalah salah satu bahan bangunan yang komponen penyusunnya campuran dari beberapa bagian material, yaitu agregat kasar, agregat halus, semen dan air dengan komposisi tertentu untuk mencapai kekuatan pada durasi waktu tertentu FAS, adalah Faktor Air Semen yaitu perbandingan air dengan semen Hidrolisis adalah reaksi kimia yang memecah molekul air (H2O) menjadi kation hidrogen (H+) dan anion hidroksida (OH−) melalui suatu proses kimia PBI, adalah Peraturan Beton Indonesia PC, adalah Portland Cement atau semen Psr, adalah singakatan agregat pasir Kr, adalah singkatan agregat kerikil Ready mix concrete, merupakan beton siap pakai, salah satu bahan bangunan yang paling banyak digunakan, campuran beton memiliki proporsional secara tepat dan disesuaikan untuk berbagai macam kondisi dan aplikasi. Sistem Hidrolik adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair, biasanya oli, untuk melakukan suatu gerakan segaris atau putaran SK SNI, adalah singkatan dari Standar Konsep Standar Nasional Indonesia Mutu beton K adalah kuat tekan karakteristik beton kg/cm2 dengan benda uji kubus sisi 15 cm. Mutu beton fc adalah kuat tekan beton dalam Mpa yang disyaratkan dengan benda uji silinder 15 cm dengan tinggi 30 cm. PEKERJAAN BANGUNAN SIPIL GLOSSARY Bangunan adalah sebuah benda hasil karya yang dibuat dengan tujuan dan fungsi tertentu, dibuat dari berbagai bahan sehingga membentuk bagian-bagian yang bermanfaat Bangunan sipil kering, seperti pada bagian bangunan yang letaknya di atas tanah Bangunan sipil basah, yaitu pekerjaan pada bagian bawah permukaan tanah, yang berhubungan langsung dengan tanah dan air, sehingga memperhitungkan daya dukung tanah dan hidrolika. Bidang Ilmu dalam Teknik Bangunan, adalah Teknik Sipil, Arsitektur, Mekanikal, Elektrikal, Fisika bangunan, Studi kelayakan dan analisis proyek dan Manajemen untuk pengelolaan. Ilmu Struktural adalah cabang yang mempelajari masalah struktural dari materi yang digunakan untuk pembangunan Pekerjaan jalan dan jembatan, merupakan pekerjaan bangunan sipil basah, dari mulai perencanaan, pelaksanaan, dan perbaikan. Pekerjaaan jalan (transportasi), khusunya bagian perkerasan, dan drainase yang berhubungan langsung dengan daya dukung tanah, dan juga berhubungan langsung dengan air, tentu strukturnya membutuhkan perhitungan hidrolika yang membuat bagunan jalan ini masuk pada bangunan sipil basah Pondasi dalam, adalah jenis pondasi yang kedalaman tanah keras jauh ke dalam tanah, dan ahli geoteknik merekomendasikan pondasi dalam apabila beban rancangan berat misalnya bangunan yang lebih dari dua lantai dan tanah yang keras jauh kedalam bumi. Teknik bangunan, disebut juga dengan istilah teknik sipil, yaitu suatu disiplin ilmu teknik yang berkaitan dengan perencanaan, disain, konstruksi, operasional, renovasi dan pemeliharaan bangunan, termasuk juga kaitannya dengan dampaknya terhadap lingkungan sekitar Pengertian: Pondasi merupakan suatu komponen struktur yang sangat penting, karena semua beban yang timbul di atasnya akan dibebankan padanya, dan selanjutnya akan disalurkan ke lapisan tanah di bawahnya, sehingga kemantapan berdirinya suatu bangunan ditentukan atau tergantung pada kemantapan konstruksi pondasinya Mengingat: Pondasi dangkal, jika kedalaman tanah keras tidak terlalu jauh dari permukaan tanah Pondasi dalam, jika permukaan tanah keras jauh dari permukaan tanah Secara umum pekerjaan bangunan sipil basah, dalam pembuatan pondasi antara lain, yaitu; Mendesain dan menentukan pondasi, seperti pembuatan gambar rencana, penyusunan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS/bestek), dan lain sebagainya yang menyangkut seluruh perencanaan Melaksanakan pembuatan pondasi di lapangan atau perbaikannya, baik sebagai pelaksana maupun pengawas. Bentuk Pondasi Dangkal Untuk RUMAH TINGGAL Bentuk Pondasi Setempat Untuk untuk tanah dangkal (1-2 mtr). i ii
Fly UP