Tugas Presentasi Kel 2 Metopen B.ppt

Preview:

Citation preview

PENGUNGKAPAN DETERMINAN/PENENTU TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN: APLIKASI TEORI PEMANGKU KEPENTINGAN

(STAKEHOLDER)Kelompok 2 :

Alun Hermanto (F1314009)Bayu Mahendra LSP (F1314024)

Budi Raharjo (F1314026)S Dwiky (F1314081)

Yulia Trisaptya (F1314107)

Latar Belakang

• -Kurangnya dukungan teoritis untuk menjelaskan CSR

• CSR :kebijakan atau tindakan yang mengidentifikasikan kepedulian sebuah perusahaan terhadap isu-isu yang berhubungan dengan masyarakat.

Kategori CSR

• Lingkungan• Program aksi afirmatif• Kebijakan kesempatan kerja yang sama• Keterlibatan masyarakat • Keamanan produk• Kebijakan terhadap Afrika Selatan• Kebijakan energi• Pengungkapan tanggung jawab sosial

Penentu Kegiatan Tanggung Jawab Sosial

• Mills & Gardner (1984) menyimpulkan bahwa perusahaan-perusahaan lebih cenderung untuk mengungkapkan pengeluaran CSR ketika laporan keuangan mereka menunjukkan kinerja keuangan yang baik.

• Cowen et al. (1987) “Hasil analisis regresi berganda menyimpulkan, secara umum, bahwa ukuran perusahaan dan klasifikasi industri berkaitan dengan pengungkapan sosial perusahaan. “

STAKEHOLDER THEORY

• Freeman (1984) mendefinisikan stakeholder sebagai "kelompok atau individu yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh pencapaian tujuan perusahaan". Stakeholder dari perusahaan termasuk pemegang saham, kreditur, karyawan, pelanggan, pemasok, kelompok kepentingan umum, dan badan-badan pemerintah.

STAKEHOLDER THEORY

• Sturdivant (1979) : manajemen perusahaan tidak harus selalu mengubah keyakinan mereka untuk menyesuaikan diri dengan orang-orang dari pemangku kepentingan, tetapi manajer harus mempertimbangkan kepentingan stakeholder yang bertentangan ketika merencanakan strategi perusahaan.

STAKEHOLDER THEORY

• Chakravarthy (1986) : mengusulkan penggunaan ukuran kepuasan stakeholder. Dia berargumen bahwa perusahaan yang beradaptasi dengan baik (yaitu perusahaan yang kinerja strategisnya dianggap sangat baik) menyadari bahwa kerjasama dari beberapa kelompok pemangku kepentingan sebuah perusahaan adalah "kondisi yang diperlukan untuk keunggulan".

STAKEHOLDER THEORY

• Cornell & Shapiro (1987) berpendapat bahwa masalah "klaim implisit" kepada pemangku kepentingan non-investor yang harus diperhatikan ketika mengembangkan strategi perusahaan mengenai struktur modal. Barton et al. (1989) secara empiris menguji pernyataan Cornell dan Shapiro bahwa teori stakeholder dapat digunakan untuk menjelaskan variasi cross-sectional dalam struktur modal perusahaan.

KERANGKA KONSEPTUAL ULLMANN

KERANGKA KONSEPTUAL ULLMANN

Ullmann (1985)

penelitian sebelumnya

misspecifie

d

hubungan strategi perusahaan untuk keputusan tanggung jawab sosial belum dimasukkan ke

dalam tes empiris

KERANGKA KONSEPTUAL ULLMANN

Freeman (1984)

prediksi tingkat aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan dan pengungkapan

Dierkes & Antal (1985)

konsep pemangku kepentingan

pandangan konseptual pelaporan

sosial perusahaan

informasi yang diungkapkan kepada publik mengenai kegiatan tanggung jawab sosial memberikan dasar untuk dialog dengan berbagai konstituen bisnis.

model tiga dimensi Ullmann

1 Kekuasaan pemangku kepentingan

Kuasa pemangku kepentingan•pemilik,•kreditor, atau •regulator

fungsi dari tingkat kontrol

sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan

model tiga dimensi Ullmann

2 postur strategis perusahaan

aktif

pasif

Hubungan Stakeholder berpengaruh

Tidak terus menerus memonitor stakeholder

model tiga dimensi Ullmann

3 kinerja ekonomi perusahaan

kemampuan keuangan untuk program lembaga tanggung jawab sosial

mempengaruhi

MODEL PENGUNGKAPAN SOSIAL

Pengujian empiris penelitian

kekuasaan stakeholder

postur strategis kinerja ekonomi

pengukuran

memprediksi variasi cross-sectional

kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan - pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan

Pengujian empiris penelitian

hipotesis

“dalam membangun model, jeda waktu antara tindakan dari faktor penjelas dan pengungkapan sosial diperlukan”

1. sifat dinamis dari perencanaan strategis2. fokus teori stakeholder pada pemenuhan kepentingan jangka

panjang dari para pemangku kepentingan3. temuan empiris dari Cowen et al. (1987) dan McGuire et al. (1988)4. fakta bahwa pengungkapan sosial terutama berkaitan dengan

kegiatan tanggung jawab sosial masa lalu.

Bentuk empiris dari model tersebut adalah:

SOCDISI, t = b0 + bl + b2 (PSHI, t-1)+ B 3 (lnPACt, t_l) + b4 (DERATIO t, t-1)+ B5 (PUBAFF ~, t-I) + b6 (FOUND, T_,)+ B7 (MGRROE ~, T_ ~) + ba (BETA ~ ~ .t-)+ B9 (AGEt, t-1) + blo (INDEFFt.t-I)+ Bit (lnSIZEt, t-I) + el,

Bentuk empiris dari model tersebut adalah:

SOCDISI, t = b0 + bl + b2 (PSHI, t-1)+ B 3 (lnPACt, t_l) + b4 (DERATIO t, t-1)+ B5 (PUBAFF ~, t-I) + b6 (FOUND, T_,)+ B7 (MGRROE ~, T_ ~) + ba (BETA ~ ~ .t-)+ B9 (AGEt, t-1) + blo (INDEFFt.t-I)+ Bit (lnSIZEt, t-I) + el,

intercept

Bentuk empiris dari model tersebut adalah:

SOCDISI, t = b0 + bl + b2 (PSHI, t-1)+ B 3 (lnPACt, t_l) + b4 (DERATIO t, t-1)+ B5 (PUBAFF ~, t-I) + b6 (FOUND, T_,)+ B7 (MGRROE ~, T_ ~) + ba (BETA ~ ~ .t-)+ B9 (AGEt, t-1) + blo (INDEFFt.t-I)+ Bit (lnSIZEt, t-I) + el,

tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan untuk perusahaan i pada periode t

0 = kurang, 1 = baik, 2 =sangat baik/ excellent

Bentuk empiris dari model tersebut adalah:

SOCDISI, t = b0 + bl + b2 (PSHI, t-1)+ B 3 (lnPACt, t_l) + b4 (DERATIO t, t-1)+ B5 (PUBAFF ~, t-I) + b6 (FOUND, T_,)+ B7 (MGRROE ~, T_ ~) + ba (BETA ~ ~ .t-)+ B9 (AGEt, t-1) + blo (INDEFFt.t-I)+ Bit (lnSIZEt, t-I) + el,

dolar yang disumbangkan oleh perusahaan i untuk komite aksi politik korporasi pada periode t - 1

Bentuk empiris dari model tersebut adalah:

SOCDISI, t = b0 + bl + b2 (PSHI, t-1)+ B 3 (lnPACt, t_l) + b4 (DERATIO t, t-1)+ B5 (PUBAFF ~, t-I) + b6 (FOUND, T_,)+ B7 (MGRROE ~, T_ ~) + ba (BETA ~ ~ .t-)+ B9 (AGEt, t-1) + blo (INDEFFt.t-I)+ Bit (lnSIZEt, t-I) + el,

rata-rata rasio hutang terhadap ekuitas perusahaan i pada periode t - 1

Bentuk empiris dari model tersebut adalah:

SOCDISI, t = b0 + bl + b2 (PSHI, t-1)+ B 3 (lnPACt, t_l) + b4 (DERATIO t, t-1)+ B5 (PUBAFF ~, t-I) + b6 (FOUND, T_,)+ B7 (MGRROE ~, T_ ~) + ba (BETA ~ ~ .t-)+ B9 (AGEt, t-1) + blo (INDEFFt.t-I)+ Bit (lnSIZEt, t-I) + el,

rata-rata jumlah anggota staf urusan publik perusahaan yang dipekerjakan oleh perusahaan i pada periode t - 1

Bentuk empiris dari model tersebut adalah:

SOCDISI, t = b0 + bl + b2 (PSHI, t-1)+ B 3 (lnPACt, t_l) + b4 (DERATIO t, t-1)+ B5 (PUBAFF ~, t-I) + b6 (FOUND, T_,)+ B7 (MGRROE ~, T_ ~) + ba (BETA ~ ~ .t-)+ B9 (AGEt, t-1) + blo (INDEFFt.t-I)+ Bit (lnSIZEt, t-I) + el,

sponsor dari yayasan filantropi oleh perusahaan i pada periode t - 1; FOUND = 1 jika yayasan filantropi perusahaan ada. Jika tidak, FOUND = 0

Bentuk empiris dari model tersebut adalah:

SOCDISI, t = b0 + bl + b2 (PSHI, t-1)+ B 3 (lnPACt, t_l) + b4 (DERATIO t, t-1)+ B5 (PUBAFF ~, t-I) + b6 (FOUND, T_,)+ B7 (MGRROE ~, T_ ~) + ba (BETA ~ ~ .t-)+ B9 (AGEt, t-1) + blo (INDEFFt.t-I)+ Bit (lnSIZEt, t-I) + el,

perubahan rata-rata tahunan di return on equity perusahaan i pada periode t - 1

Bentuk empiris dari model tersebut adalah:

SOCDISI, t = b0 + bl + b2 (PSHI, t-1)+ B 3 (lnPACt, t_l) + b4 (DERATIO t, t-1)+ B5 (PUBAFF ~, t-I) + b6 (FOUND, T_,)+ B7 (MGRROE ~, T_ ~) + ba (BETA ~ ~ .t-)+ B9 (AGEt, t-1) + blo (INDEFFt.t-I)+ Bit (lnSIZEt, t-I) + el,

model pasar ukuran risiko sistematis untuk perusahaan i pada periode t - 1

Bentuk empiris dari model tersebut adalah:

SOCDISI, t = b0 + bl + b2 (PSHI, t-1)+ B 3 (lnPACt, t_l) + b4 (DERATIO t, t-1)+ B5 (PUBAFF ~, t-I) + b6 (FOUND, T_,)+ B7 (MGRROE ~, T_ ~) + ba (BETA ~ ~ .t-)+ B9 (AGEt, t-1) + blo (INDEFFt.t-I)+ Bit (lnSIZEt, t-I) + el,

umur perusahaan pada periode t-1

Bentuk empiris dari model tersebut adalah:

SOCDISI, t = b0 + bl + b2 (PSHI, t-1)+ B 3 (lnPACt, t_l) + b4 (DERATIO t, t-1)+ B5 (PUBAFF ~, t-I) + b6 (FOUND, T_,)+ B7 (MGRROE ~, T_ ~) + ba (BETA ~ ~ .t-)+ B9 (AGEt, t-1) + blo (INDEFFt.t-I)+ Bit (lnSIZEt, t-I) + el,

perusahaan i dalam industri profil tinggi pada periode t - 1; INDEFF = 1 jika perusahaan merupakan bagian dari industri profil tinggi. Jika tidak, INDEFF = 0;

Bentuk empiris dari model tersebut adalah:

SOCDISI, t = b0 + bl + b2 (PSHI, t-1)+ B 3 (lnPACt, t_l) + b4 (DERATIO t, t-1)+ B5 (PUBAFF ~, t-I) + b6 (FOUND, T_,)+ B7 (MGRROE ~, T_ ~) + ba (BETA ~ ~ .t-)+ B9 (AGEt, t-1) + blo (INDEFFt.t-I)+ Bit (lnSIZEt, t-I) + el,

pendapatan rata-rata perusahaan i pada periode t - 1

Variabel Dependen

model pengungkapan sosial (SOCDIS)

analisis ekstensif dari kegiatan tanggung jawab sosial

130 perusahaan besar Dewan Prioritas Ekonomi (CEP)

Terbit tahun 1986

Analisis CEP

Tahun 1984 sampai 1986

(1) komunikasi langsung dengan masing-masing perusahaan(2) review laporan tahunan perusahaan, 10K laporan, dan

pernyataan proxy, (3) sebuah studi mendalam dari surat kabar, majalah, dan publikasi

lainnya, (4) analisis sumber informasi sekunder seperti The Taft Corporate

Giving Directory, the National Directory of Corporate Charity, dan the National Data Book.

diperluas

CEP

kinerja pengungkapan sosial masing-masing korporasi

• a = sangat baik• c = baik• f = kurang

EVALUASI

peringkat

VARIABEL INDEPENDEN

• VARIABEL KEKUATAN STAKEHOLDER• VARIABEL POSTUR STRATEGIS• VARIABEL KINERJA EKONOMI• VARIABEL KONTROL

VARIABEL KEKUATAN STAKEHOLDER

Tiga variabel stakeholder power yang termasuk dalam model pengungkapan sosial:

• Variabel PSH merupakan potensi stakeholder power dari investor pasif (yaitu pemegang saham),

• Variabel PAC memberikan ukuran risiko dan pengaruh peraturan pemerintah yang dihadapi oleh perusahaan (yaitu politik, legislatif, atau peraturan), dan

• Variabel DERATIO untuk potensi pengaruh kreditur.

VARIABEL KEKUASAAN PEMEGANG SAHAM (PSH)

• Variabel Stockholder Power (PSH) menunjukkan persentase saham biasa yang beredar yang dimiliki oleh manajemen dan pemegang saham yang memiliki saham 5% atau lebih.

• The wider the dispersion of corporate ownership the better the corporation’s social responsibility disclosures (Keim & Ullman).

• Terjadi hubungan terbalik antara PSH dan variabel dependen SOCDIS.

VARIABEL PEMERINTAH DAN PENGARUH PERATURAN (PAC)

• Freeman (1984) membahas peran lembaga legislatif sebagai stakeholder perusahaan

• Hipotesis biaya politik dan konsep pemangku kepentingan, keduanya mengakui kemampuan pemerintah untuk memiliki dampak pada strategi dan kinerja perusahaan.

• Pengungkapan tanggung jawab sosial dapat digunakan manajemen sebagai strategi yang dirancang untuk memenuhi tuntutan pemerintah.

VARIABEL PENGARUH KREDITUR (DERATIO)

• Semakin besar ketergantungan perusahaan pada pembiayaan utang untuk mendanai proyek-proyek modal, maka semakin besar manajemen diharapkan menanggapi harapan kreditur mengenai peran perusahaan dalam kegiatan tanggung jawab sosial.

• DERATIO didefinisikan sebagai rata-rata utang perusahaan terhadap ekuitas untuk tahun 1981 – 1984.

• DERATIO diharapkan memiliki hubungan langsung dengan tingkat pengungkapan sosial perusahaan.

VARIABEL POSTUR STRATEGISPublic Affairs Staf (PUBAFF)• Marx (1990) dan Blair (1986) menekankan

pentingnya mengintegrasikan manajemen urusan publik dalam keputusan perencanaan strategis perusahaan.

• PUBAFF menguji hipotesis bahwa perusahaan dengan departemen urusan publik relatif besar akan memiliki tingkat pengungkapan tanggun jawab sosial lebih tinggi.

• PUBAFF merupakan jumlah rata-rata staf urusan publik perusahaan selama 1983-1984.

VARIABEL POSTUR STRATEGISPhilanthropic Foundation (FOUND)• Kontribusi perusahaan dalam kegiatan amal umumnya

dianggap sebagai kegiatan tanggung jawab sosial (Rosebush, 1987).

• Kegiatan amal perusahaan akan lebih efektif jika diatur dan dijalankan dengan baik.

• Keberadaan yayasan amal yang disponsori perusahaan digunakan sebagai ukuran postur strategis terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.

• FOUND = 1 jika perusahaan mensponsori yayasan selama 1983-1984 dan diharapkan akan berhubungan langsung dengan SOCDIS.

VARIABEL KINERJA EKONOMI

Return on equity (MGRROE)• ROE sering digunakan dalam mengevaluasi

kinerja pejabat perusahaan.• Kinerja keuangan yang memuaskan memiliki

pengaruh yang pasti pada tingkat dukungan pengambil keputusan perusahaan dapat berkomitmen untuk kegiatan tanggung jawab sosial di masa depan (Ullmann, 1985).

• MGRROE menunjukkan perubahan persentase rata-rata ROE perusahaan dari 1981-1984 .

VARIABEL KINERJA EKONOMISystematic risk (BETA)• Perusahaan yang risiko sistematisnya rendah

diharapkan memiliki tingkat kegiatan tanggung jawab sosial yang lebih tinggi, setidaknya untuk 2 alasan:

• 1. perusahaan yang menunjukkan risiko sistematis rendah memiliki pola pengembalian pasar saham yang lebih stabil

• 2. kegiatan tanggung jawab sosial dapat meningkatkan akses perusahaan untuk memperoleh modal dan meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan

• Diharapkan BETA berbanding terbalik dengan SOCDIS.

VARIABEL KONTROL

Usia (AGE)• Sebagai sebuah perusahaan yang matang,

reputasi dan sejarah keterlibatan dalam kegiatan tanggung jawab sosial dapat menjadi berurat dan berakar.

• Variabel AGE menunjukkan usia masing-masing perusahaan pada tahun 1984 dan diharapkan berhubungan langsung dengan SOCDIS.

VARIABEL KONTROLKlasifikasi industri (INDEFF)• Dari tujuh industri yang termasuk dalam sampel yang

digunakan dalam penelitian ini, industri otomotif, maskapai penerbangan, dan industri minyak memiliki daya tarik yang paling intuitif sebagai industri dengan visibilitas konsumen, tingkat resiko politik yang tinggi, terkonsentrasi, dan persaingan yang ketat. Jadi, jika sebuah perusahaan sampel diidentifikasi sebagai salah satu industri high profil ini, variabel INDEFF =1. Jika termasuk industri makanan, health and personal care, hotel atau industri produk dan alat rumah tangga, INDEFF =0.

• Perusahaan dalam high profil industries diharapkan memiliki tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial yang lebih tinggi,

VARIABEL KONTROLCompany size (SIZE)• Studi mengemukakan bahwa ukuran perusahaan akan

berhubungan dengan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan karena perusahaan yang lebih besar (1) mungkin memiliki lebih banyak pemegang saham yang tertarik dalam kegiatan sosial perusahaan, (2) lebih mungkin untuk menggunakan saluran komunikasi formal untuk menghubungkan hasil usaha sosial kepada pihak-pihak yang berkepentingan (Cowen et al., 1987).

• Variabel SIZE didefinisikan sebagai pendapatan rata-rata perusahaan selama tahun 1981-1984.

perusahaan yang digunakan untuk memperkirakan model pengungkapan sosial diambil dari 130 perusahaan besar yang diselidiki pada tahun 1984, 1985 dan 1986 oleh the council on economic priorities. kategori perusahaan yang diambil adalah :1.industri otomotif2.industri makanan,3.industri kesehatan dan perawatan pribadi,4.industri penerbangan,5.industri minyak,6.industri hotel 7.industri produk dan alat rumah tangga

hasil penelitian mereka (cep) tersebut dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul rating america’s corporate conscience (1986)

SAMPLE SELECTION AND DESCRIPTION

variabel yang diambil di CEP :1.SOCDIS2.PAC3.INDEFFvariabel yang diambil di the Nasional Directory of Corporate Public Affairs :1.PUBAFF 2.FOUNDvariabel yang diambil di COMPUSTAT :1.DERATIO2.MGRROE3.AGE4.SIZE5.BETA

SAMPLE SELECTION

80 perusahaan dari buku cep dijadikan sample dua puluh enam dari perusahaan yang termasuk dalam sampel dinilai oleh cep memiliki pengungkapan sosial yang buruk. empat belas perusahaan menerima peringkat pengungkapan sosial yang baik dan 40 perusahaan dinilai sangat baik.

SAMPLE SELECTION

• Semua korelasi bivariat antara SOCDIS dan variabel independen memiliki tanda yang diharapkan. Strategis variabel postur PUBAFF dan FOUND, variabel kinerja ekonomi MGRROE dan BETA, dan kontrol variabel AGE semua secara signifikan berkorelasi (p value <0,10) dengan variabel dependen.

Seperti yang bisa dilihat dengan menganalisis Tabel 4, semua variabel tiga daya pemangku kepentingan (PSH, PAC, dan DERATIO) memiliki tanda-tanda yang diharapkan. PAC signifikan pada tingkat 0,05 dan DERATIO di tingkat 0,10. Variabel postur strategis (PUBAFF dan FOUND) memiliki hubungan positif yang diharapkan tingkat pengungkapan sosial perusahaan, dengan PUBAFF signifikan pada tingkat 0,10 dan DITEMUKAN signifikan pada tingkat 0,01. MGRROE dan BETA, variabel kinerja ekonomi, secara signifikan terkait dengan SOCDIS di 0,05 dan O. 10 tingkat, masing-masing. Dari tiga variabel kontrol model, AGE dan IND memiliki hubungan positif yang diharapkan SOCDIS dan signifikan pada 0,01 dan 0,05 tingkat. MSALES memiliki tanda negatif dan tidak signifikan.

DISKUSI HASIL PENELITIANHasil tes empiris sangat menarik karena beberapa alasan:

DISKUSI HASIL PENELITIAN

“Signifikansi DERATIO melengkapi temuan empiris Barton et aL (1989) mengenai pertimbangan

stakeholder dalam perencanaan kebijakan keuangan perusahaan.”

DISKUSI HASIL PENELITIAN

“Bentuk aktif terhadap tanggung jawab sosial mengarah ke tingkat yang lebih besar dari

pengungkapan sosial.”

DISKUSI HASIL PENELITIAN

“Perusahaan-perusahaan menunjukkan kinerja ekonomi yang relatif kuat pada periode sebelumnya,

yang diukur dengan pertumbuhan return on equity (MGRROE), lebih mungkin untuk memiliki tingkat tinggi

saat pengungkapan sosial.”

KESIMPULAN DAN PEMBATASAN

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris analisis teori stakeholder penentu pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Hasil empiris mendukung pendekatan teori stakeholder untuk menganalisis keputusan sosial perusahaan dan konsisten dengan kerangka yang dikembangkan oleh Ullmann (1985).

.

KESIMPULAN DAN PEMBATASAN

Berbagai upaya yang luas dilakukan untuk mengembangkan proxy akurat untuk kekuatan stakeholder, bentuk strategis, dan dimensi kinerja ekonomi dari model pengungkapan sosial, kendala data yang dapat membatasi validitas konstruk variabel yang dipilih.

.