pengertian ihsan dan masalah ihsan

  • Published on
    19-Jul-2015

  • View
    48

  • Download
    5

Embed Size (px)

Transcript

<p>Slide 1</p> <p>ASSALAMUALAIKUMPENGERTIAN IHSAN DAN MASALAH IHSANA. Pengertian Ihsan</p> <p>Ihsan berarti seseorang yang menyembah ALLAH seolah-olah ia melihat Nya ,dan jika ia tidaj mampu membayangkan bahwa sesungguhnya ALLAH melihat perbuatannya.Sedangkan menurut buku filsafat Ajaran Agama Islam lebih di artikan kebajikanyakni seseorang yang berbuat baik tanpa mengharap imbalan.</p> <p>1). Masalah Ihsan </p> <p>Karna ihsan merupakan tingkatan tertinggi maka tidak mudah untuk mencapai tingkatan ihsan .apabila seorang muslim tidak mampu melakukan yang paling bagus,indah dan baik ,karena jika tidak melakukan keduanya sudah di pastikan seorang muslim akan berbuat sesuatu keburukan yang merupakan hal-hal yang dilarang oleh ALLAH, untuk ihsan sangat diwajibkan untuk umat islam . Seperti firman ALLAHSesungguhnya ALLAH menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan.</p> <p>Dan sabda Rasullah Sesungguhnya Allah Swt,mewajibkan ihsan (kebaikan) pada setiap waktu.2). Takhrij HaditS</p> <p>1. Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya ; Kitab As-Shaid wa Ad-Dzabaih wama Yukalu Minal Hayawan, Bab Al-Amr bi ihsanidz Dzabhi Wal Qatli wa Tahdidis Syafrah, hadits no 3615. 2. Diriwayatkan juga oleh Imam Abu Daud dalam Sunannya; Kitab Ad-Dhahaya, Bab Fin Nahyi An Tasbiral Bahaim War Rifqa Bid Dzabihah, hadits no 2432.3. Diriwayatkan juga oleh Imam Turmudzi dalam Sunannya; Kitab Ad-Diyat an Rasulillah Shallallahu Alaihi Wasallam, Bab Ma Jaa Fin Nahyi Anil Mutslah, Hadits No 1329.4. Diriwayatkan juga oleh Imam Nasai dalam beberapa tempat dalam Sunannya; yaitu dalam : a. Kitab Ad-Dhahaya, Bab Al-Amr bi Ihdadis Syafrah, hadits no 4329.b. Kitab Ad-Dhahaya, Bab Dzikr Al-Munfalitatil la Yuqdaru AlaAkhdziha, hadits no 4335.c. Kitab ad-Dhahaya, Bab Husnidz Dzabhi, hadits no 4336, 4337 dan 43385. Diriwayatkan juga oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunannya; Kitab Ad-Dzabaih, Bab Idza Dzabahtum Faahsinud Dzabha, hadits no 3161.6. Diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad bin Hambal dalam Musnadnya; Musnad As-Syamiyin, hadits Syadad bin Aus ra, hadits no 16490, 16494, 16506 dan 16516</p> <p>3). Makna Hadits Terdapat beberapa hikmah yang bisa dipetik dari hadist-hadist di atas :1.) Perintah untuk senantiasaberbuat ihsan.Bahwa Allah SWT mewajibkan kepada kaum muslimin untuk senantiasaberbuat ihsan. Berbuat ihsan yang dimaksud dalam hadits di atas adalah berbuat kebaikan.Kewajban berbuat ihsan ini juga dikuatkan dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran, diantaranya adalah sebagai berikut :</p> <p> Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Baqarah :195)</p> <p>Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman : </p> <p>dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. Al-Qashsas : 77)</p> <p>2). Luasnya cakupan makna ihsan</p> <p>Bahwa berbuat ihsan, cakupannya sangat luas. Secara bahasa ihsan artinya (puncak) kebaikan, atau ikhlas dan berbuat sebaik mungkin (itqan). Sedangkan secara istilah, ihsan adalah mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah SWT dengan menyempurnakan pelaksanaannya seakan-akan kita melihat Allah SWT saat beribadah, atau (jika tidak mampu hingga ke derajat tersebut) kita merasakan bahwa Allah SWT menyaksikan apapun yang kita kerjakan hingga kepada hal yang sekecil-kecilnya. Sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW dalam hadits Jibril : </p> <p>Kemudian ia berkata lagi: Beritahukanlah padaku tentang Ihsan. Rasulullah s.a.w. menjawab: "hendaklah engkau menyembah kepada Allah seolah-olah engkau dapat melihatNya, tetapi jikalau tidak dapat seolah-olah melihatNya, maka sesungguhnya Allah itu dapat melihatmu. (HR. Muslim )</p> <p>Cakupan makna ihsan, meliputi antara lain : a. Ihsan kepada sesama manusia, khususnya kepada orang tua, kerabat dan manusia pada umumnya. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah SWT : </p> <p>Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri (QS. An-Nisa : 36</p> <p>b. Ihsan kepada hewan dan tumbuhanSelain diperintahkan untuk berbuat ihsan terhadap manusia, kita juga diperintahkan untuk berbuat ihsan kepada hewan dan juga kepada tumbuhan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas: </p> <p> ()</p> <p>Jika kalian membunuh maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian menyembelih berlakulah baik dalam hal itu; hendaklah kalian mengasah pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya. (HR. Muslim)</p> <p> Dalam hadits di atas secara khsus diperintahkan dua hal, yaitu : </p> <p>1) Berbuat ihsan dalam membunuh, baik membunuh manusia karena alasan yang dibenarkan Allah SWT, seperti membunuh pelaku kejahatan yang sudah difonis untuk dihukum mati. Maka hukuman tersebut perlu dilaknsakan dengan cara yang baik dan tidak menyakitinya. Atau membunuh hewan-hewan yang dianggap berbahaya atau buas dan mengancam nyawa, juga harus dilakukan dengan cara yang baik pula. Misalnya tidak boleh membunuhnya dengan membakar atau menyiksanya.</p> <p>2) Berbuat ihsan dalam menyembelih, yaitu dengan cara menajamkan pisau yang digunakan untuk menyembelih dan kedua menyenangkan hewan sembelihannya. Atau dengan kata lain memperlakukan hewan yang akan disembelih dengan baik, sepeti memberi makan dan minum dengan baik, kandang yang baik dsb. Dan ketika disembelih juga dilakukan dengan baik, seperti dihadapkan ke kiblat, membaca basmalah, pisau yang digunakan harus tajam, dsb. </p> <p>TERIMA KASIH</p>