Improve productivity part 1

  • Published on
    24-May-2015

  • View
    152

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Based on my work experience doing some improvement particularly productivity improvement in three different multinational companies. Wish I can continue for next part soon. Any comment or feedback are most welcome.

Transcript

<ul><li> 1. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Meningkatkan produktifitas (Industri Manufaktur Produksi) Bagian 1 Metodologi Six Sigma Bahtiar Yulianto April 2014 </li></ul> <p> 2. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Bagaimana anda mengartikan produktifitas dan peningkatan produktifitas ? 3. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Produktifitas dalam industri manufaktur Produktifitas secara sederhana merupakan perolehan output (melalui sebuah proses) terhadap input yang melibatkan sumber daya manusia (tenaga kerja), mesin dan sumber daya pendukung (energi, lingkungan) dalam ukuran waktu tertentu. Produktifitas meliputi aspek kualitatif (kondisi lingkungan kerja yang mendukung produktifitas) dan aspek kuantitatif (dapat diukur secara teknis dan menjadi landasan untuk melakukan usaha peningkatan produktifitas). Aspek kualitatif : budaya kerja, kerja sama, kualitas kerja, lingkungan kerja, etika kerja. Efisien (melakukan segala hal dengan benar) dan efektif (melakukan hal yang benar) adalah sumber dari produkfititas. 4. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Bentuk peningkatan produktifitas Peningkatan produktifitas : Peningkatan volume output dengan input yang sama dengan tetap memenuhi standar spesifikasi kualitas produk yang sudah ditentukan. Mengurangi volume input dengan perolehan volume output yang sama. Pendekatan peningkatan produktifitas : - Investasi dengan nilai tertentu untuk memperbarui peralatan, modernisasi peralatan atau melalui penggunaan teknologi baru. - Pendekatan manajerial yang lebih baik. - Perbaikan aspek kualitatif yang mendukung peningkatan perolehan output. 5. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Mengidentifikasi kebutuhan peningkatan produktifitas Mengidentifikasi produk atau proses yang akan dijadikan sebagai objek project Memastikan ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan selama pelaksananaan project Membahas kepentingan project dengan manajemen/atasan mencakup target, kapan harus diselesaikan, siapa saja yang akan terlibat dan akan membantu terlaksananya project ini, sumber daya apa saja lainnya yang tersedia atau sumber daya yang harus direncanakan keberadaannya dan lain-lain. Secara detail harus jelas dan konkrit dituangkan dalam dokumen project. Bila perlu didiskusikan juga bentuk apresiasi perusahaan kepada project leader dan project member bila project tercapai dan sukses berkelanjutan. 6. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Apakah kondisi di perusahaan anda kondusif bagi anda melakukan sebuah project peningkatan produktifitas ? 7. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Merencanakan kesuksesan sebuah project peningkatan produktifitas Waktu tersedia mencukupi untuk menyelesaikan project Sumber daya tersedia Dukungan yang kuat dari manajemen Berkaitan erat dengan kebutuhan riil bisnis Bagian dari pekerjaan anda Mendapatkan dukungan penuh dari pemilik proses Pencapaian dapat dikonversikan terhadap rupiah Tersedianya data yang valid (data saat ini dan data lampau) Metodologi Six Sigma dapat diaplikasikan Tidak membutuhkan biaya yang besar Memungkinkan dapat diselesaikan dalam waktu &lt; 6 bulan 8. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Setiap project difokuskan kepada proses yang menghasilkan produk Bahan/Input meliputi - Material - Kontrol/pengendalian - Mesin - Informasi - Karyawan - Waktu Proses Mencampurkan/mensinergikan kelima bahan diatas Hasil/Output meliputi Sesuatu yang dapat diukur dan menggambarkan sukses tidaknya proses yang dijalankan. Umumnya standar kesuksesan berupa standar kualitas/mutu dari produk (output). 9. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Apakah ANDA dan TIM ANDA siap memulai sebuah project peningkatan produktifitas? 10. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Bagaimana proses berjalan ? Pemetaan proses sangat penting untuk dilakukan dimulai dari awal penerimaan material dari bagian logistik Raw Material hingga serah terima produk ke logistik Finished Good. Process Mapping dilakukan untuk setiap divisi/bagian yang ada di produksi sebagai contoh : bagian formulasi, bagian proses intermediate (in process), bagian packing, bagian labelling. Perjalanan material sejak incoming (penerimaan) hingga delivery (pengiriman) yang ditunjang oleh fasilitas yang sejak awal dibangun/didesain mengikuti logical flows akan berperan besar dalam kemudahan pembuatan peta proses. 11. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Bagaimana proses berjalan ? Apa saja yang menjadi input (sumber daya/material) dari proses-proses tersebut, siapa sebagai supplier, proses apa yang berjalan, output, dan siapa sebagai customer nya. Teknik Voice of Customer (VOC) dapat digunakan untuk process mapping ini. Lakukan brainstorming dengan tim untuk mengidentifikasi input yang kritikal terhadap kualitas dan produktifitas proses. Lakukan validasi kebenaran peta proses ini. 12. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Peta proses dan project scope Lihat kembali peta proses yang sudah anda buat. Bandingkan dengan scope project anda Kembali lakukan diskusi dengan process owner dan atasan anda, untuk memastikan project scope dan peta proses sudah sesuai dan benar. Bilamana ada perubahan, sampaikan dan bila perlu dapatkan persetujuan dari process owner dan atasan anda untuk melakukan perubahan. Saat pembuatan atau review process map/peta proses ini, tidak disarankan anda atau tim melakukan lompatan berupa identifikasi solusi dari permasalahan. Harus dititikberatkan pada usaha mengidentifikasi secara detail proses utama dan proses-proses pendukungnya (sub process). 13. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Peta proses dan project scope Umumnya peningkatan produktifitas di industri manufaktur akan mengolah data continue (data yang bisa diukur). Setiap proses mempunya variasi. Tugas anda dan tim mengidentifikasi setiap Y (fungsi proses) dan variable-variable (X process predictor) didalamnya yang mempengaruhi hasil proses. Selanjutnya memilih Y mana saja yang kritikal terhadap project. Beberapa tool yang dapat digunakan untuk mengkonversikan CTQ (Critical to Quality) menjadi Y : Process mapping, Quality Function Deployment (QFD), Cause and Effect Matrix, Failure Mode &amp; Effects Analysis (FMEA) dan Tree Diagrams (Lebih detail akan dibahas secara terpisah) 14. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Performance Standard Menentukan Unit, Opportunity, dan Defect. Unit : segala sesuatu yang diproduksi Opportunity (peluang) : Segala sesuatu yang anda periksa, ukur, uji yang mengandung kemungkinan untuk memenuhi atau tidak terhadap standar kualitas/mutu yang ada. Defect : Apapun yang ada dalam proses atau produk yang tidak memenuhi performance standard yang sudah ditetapkan untuk Project Y. 15. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Performance Standard Dalam penentuan unit, opportunity dan defect ada beberapa pertanyaan yang dapat membantu anda : Apakah defect tersebut bebas? Apakah defect ini penting bagi customer? Apakah jumlah opportunity per unit menggambarkan kompleksitas dari produk atau proses anda? Apakah anda hanya menghitung peluang yang cukup mungkin terjadi dan peluang yang benar- benar sudah teruji? Sudahkan anda mempertimbangkan sudut pandang customer? 16. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Project Data Collection Plan Anda perlu membuat rencana strategi pengumpulan data yang anda butuhkan dalam project. Project Data Collection Plan ini membantu anda memastikan sumber data yang ada digunakan secara efektif mengumpulkan data kritis yang menentukan sukses tidaknya project. Optimalkan tim anda untuk mendukung proses pengumpulan data, meskipun bisa jadi anda sendiri dapat melakukannya (jika sumber data tersedia, data sudah valid, dan keberadaan sumber data mudah diakses). 17. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Project Data Collection Plan Tahapan PDCP : Tahap 1 : Menetapkan obyektif dari pengumpulan data Tahap 2 : Memutuskan data yang akan diukur Tahap 3 : Menetapkan bagaimana bentuk pengukuran yang akan dilakukan Tahap 4 : Menetapkan siapa yang akan melakukan pengukuran/pengumpulan data (Lebih detail akan dibahas secara terpisah) 18. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Measurement System Analysis Measurement System Analysis (MSA) merupakan metodologi untuk mendapatkan kuantitas besarnya variasi yang disebabkan oleh pengukuran. Pemahaman mengenai MSA akan membantu untuk mengurangi variasi proses. Tidak sesederhana yang dibayangkan untuk mengamati variasi yang muncul dari proses dan variasi yang muncul akibat sistem pengukuran. 19. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Measurement System Analysis Tahapan MSA : Tahap 1 : Menentukan sumber potensi munculnya variasi pengukuran Tahap 2 : Memilih tool analisa yang tepat untuk mengetahui besarnya variasi yang ditimbulkan oleh sistem pengukuran. Tahap 3 : Menetapkan sistem pengukuran (Lebih detail akan dibahas secara terpisah) 20. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Historical Data Historical data sebaiknya dapat diperoleh dan dihimpun dari beberapa sumber data. Namun, harus hati-hati khususnya terhadap akurasi data tersebut. Berdasarkan pengalaman, bahwa kebenaran dan akurasi data akan menentukan kesuksesan sebuah project dan tidak semua organisasi/perusahaan mempunyai perhatian dan komitmen yang kuat terhadap kebenaran data-data yang ada. Kadang ditemukan data merupakan hasil rekayasa, bukan data aktual yang diperoleh dari pengukuran/pencatatan nilai yang nampak di display mesin. 21. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Historical Data Beberapa jenis bias akurasi data dapat saja terjadi. Untuk alasan inilah pengumpulan data baru dari sebuah project menjadi sangat penting untuk dilakukan Lakukan review kembali dan modifikasi (jika perlu) pada Project Data Collection Plan (PDCP) agar perubahan yang dihasilkan dari MSA dapat terakomodasi. Membutuhkan biaya untuk melakukan pengumpulan data, untuk itu pastikan PDCP disusun secara logis, metode dan tool yang digunakan valid. 22. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Data untuk project PDCP dimuat dalam sebuah template khusus. Data keseluruhan yang dikumpulkan akan menjadi baseline performance untuk project. Setiap data/informasi selanjutnya akan dianalisa lebih jauh pada langkah berikutnya. Data merupakan fondasi bagi metodologi Six Sigma. Data yang anda kumpulkan diperlukan untuk menilai seberapa besar kapabilitas proses. Dengan mengumpulkan data project, dilanjutkan dengan membuat keterkaitannya dengan X (process predictor) maka anda akan dapat memahami dengan jelas proses mana yang akan membantu menentukan strategi yang tepat untuk analisa dan perbaikan. 23. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Training dan komunikasi Hal penting berikutnya adalah menyampaikan kepada tim project dan karyawan lain yang terlibat dalam lingkup project anda. Khususnya bagi mereka yang bertanggung jawab dalam pengumpulan data sehari-hari. Sampaikan hal-hal penting terkait metode pengukuran, terlebih jika ada langkah-langkah pengukuran yang harus diubah untuk memperbaiki validitas data. Akan lebih baik jika anda sebagai project leader menyampaikan keseluruhan (background, voice of customer, project charter, process mapping, project data collection plan, dan lain-lain) kepada mereka. Kepada dedikasi merekalah anda bergantung untuk memperoleh data yang akurat, valid, dan mencukupi sebagai landasan melakukan analisa lebih lanjut. 24. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Apakah ANDA dan TIM ANDA sudah cukup jelas dengan masalah, lingkup project, peta proses, target, variasi proses, data/informasi yang diperlukan ? 25. Bahtiar Yulianto yulianba78@gmail.com Apakah ANDA sudah memahami IMPROVEMENT TOOLS yang dapat anda terapkan dalam project? BERSAMBUNG </p>