of 22 /22
PEMASANGAN KATETER POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN KEDIRI TAHUN AJARAN 2013/2014

Pemasangan kateter

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Pemasangan kateter

PEMASANGAN KATETER

POLTEKKES KEMENKES MALANG

PRODI DIII KEBIDANAN KEDIRI

TAHUN AJARAN 2013/2014

Page 2: Pemasangan kateter

Siklus Presentasi

Pengertian Kateter

Pemasangan Kateter

Tipe Kateterisasi

Tujuan Pemasangan kateter

Alat dan Bahan untuk Pemasangan Kateter

Cara pemasangan kateter

Page 3: Pemasangan kateter

Pengertian Kateter

Kateter adalah pipa untuk memasukkan atau

mengeluarkan cairan, terbuat dari bahan karet atau

plastik, metal, woven silk dan silikon.

Kateterisasi kandung kemih adalah dimasukkannya

kateter melalui urethra ke dalam kandung kemih untuk

mengeluarkan air seni atau urine.

Page 4: Pemasangan kateter

Pemasangan Kateter

Pemasangan kateter merupakan tindakan keperawatan

dengan cara memasukkan kateter ke dalam kandung kemih

melalui uretra yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan

eliminasi dan sebagai pengambilan bahan pemeriksaan (Hidayat,

2006).

Page 5: Pemasangan kateter

Next......

Tindakan pemasangan kateter urin dilakukan dengan

memasukan selang plastik atau karet melalui uretra ke

dalam kandung kemih. Kateter memungkinkan

mengalirnya urin yang berkelanjutan pada klien yang

tidak mampu mengontrol perkemihan atau klien yang

mengalami obstruksi. Kateter juga menjadi alat untuk

mengkaji pengeluaran urin per jam pada klien yang

status hemodinamiknya tidak stabil (Potter dan Perry,

2002 ).

Page 6: Pemasangan kateter

Tipe Kateterisasi

Kateter menetap (foley kateter)

Kateter sementara

(straight kateter)

Page 7: Pemasangan kateter

Kateter sementara(straight kateter)

Pemasangan kateter sementara dilakukan dengan cara kateter lurus yang sekali pakai dimasukkan sampai mencapai kandung kemih yang bertujuan untuk mengeluarkan urin. Tindakan ini dapat dilakukan selama 5 sampai 10 menit.

Pada saat kandung kemih kosong maka kateter kemudian ditarik keluar, pemasangan kateter intermitten dapat dilakukan berulang jika tindakan ini diperlukan, tetapi penggunaan yang berulang meningkatkan resiko infeksi (Potter dan Perry, 2002 ).

Pemasangan kateter sementara dilakukan jika tindakan untuk mengeluarkan urin dari kandung kemih pasien dibutuhkan. Efek samping dari penggunaan kateter ini berupa pembengkakan pada uretra, yang terjadi saat memasukkan kateter dan dapat menimbulkan infeksi (Thomas, 2007).

Page 8: Pemasangan kateter

Keuntungan Pemasangan Kateter Sementara(straight kateter)

Mencegah terjadinya tekanan intravesikal dan mempertahankan aliran darah ke mukosa kandung kencing

Kandung kencing dapat terisi dan dikosongkan secara berkala

Bila dilakukan secara dini pada penderita cedera medula spinalis, maka penderita dapat melewati masa syok spinal secara fisiologis

Teknik yang mudah dan klien tidak terganggu kegiatan sehari harinya

Page 9: Pemasangan kateter

Kerugian Pemasangan Kateter Sementara(straight kateter)

Bahaya distensi kandung kemih, resiko trauma uretra akibat

kateter yang keluar masuk secara berulang, resiko infeksi akibat

masuknya kuman-kuman dari luar atau dari ujung distal uretra

(flora normal) (Japardi, 2000).

Page 10: Pemasangan kateter

Kateter menetap (foley kateter)

Kateter menetap digunakan untuk periode waktu yang lebih

lama. Kateter menetap ditempatkan dalam kandung kemih untuk

beberapa minggu pemakaian sebelum dilakukan pergantian

kateter. Pemasangan kateter ini dilakukan sampai klien mampu

berkemih dengan tuntas dan spontan atau selama pengukuran urin

akurat dibutuhkan (Potter dan Perry, 2005).

Page 11: Pemasangan kateter

Next.......

Pemasangan kateter menetap dilakukan dengan sistem

kontinu ataupun penutupan berkala (clamping). Pemakaian kateter

menetap ini banyak menimbulkan infeksi atau sepsis. Bila

menggunakan kateter menetap, maka yang dipilih adalah

penutupan berkala oleh karena kateterisasi menetap yang kontinu

tidak fisiologis dimana kandung kencing yang selalu kosong akan

mengakibatkan kehilangan potensi sensasi miksi serta terjadinya

atrofi serta penurunan tonus otot kandung kemih (Japardi, 2000).

Page 12: Pemasangan kateter

Tujuan Pemasangan Kateter

• Untuk mengeluarkan urin

• Menghilangkan ketidaknyamanan karena distensi kandung kemih.

• Mendapatkan urine steril intuk specimen

• Pengkajian residu urine

• Penatalaksanaan pasien yang dirawat karena trauma medulla spinalis, gangguan neuromuskular, atau inkompeten kandung kemih. Serta pasca operasi besar.

• Mengatasi obstruksi aliran urine

• Mengatasi retensi perkemihan.

• Melancarkan pengeluaran urin pada klien yang tidak dapat mengontrol miksi atau mengalami obstruksi pada saluran kemih

• Memantau pengeluaran urine pada klien yang mengalami gangguan hemodinamik.

Page 13: Pemasangan kateter

JENIS-JENIS KATETER

Kateter plastik : digunakan sementara karena mudah rusak dan tidak fleksibel.

Kateter latex atau karet : digunakan untuk penggunaan atau pemakaian dalam jangka waktu sedang (kurang dari 3 mingu).

Kateter silicon murni atau teflon : untuk menggunakan jangka waktu lama 2-3 bulan karena bahan lebih lentur pada meatur urethra.

Kateter PVC : sangat mahal untuk penggunaan 4-5 minggu, bahannya lembut tidak panas dan nyaman bagi urethra.

Kateter logam : digunakan untuk pemakaian sementara, biasanya pada pengosongan kandung kemih pada ibu yg melahirkan.

Page 14: Pemasangan kateter

Alat dan Bahan

Alat Bahan

• Set kateter • Kapas + cairan sublimate

• Urine bag • Jelly

• Sarung tangan steril • Plester + aqua steril

• Set bengkok + pinset steril • Isi air hangat + sabun

• Spuit

• Alas / perlak alas

• Handuk kecil + baskom

• Sampiran

• Lampu

• Duk bolong

Page 15: Pemasangan kateter

Cara Pemasangan Kateterisasi

Laki-lakiPerempuan

Page 18: Pemasangan kateter

Pada Perempuan

a. Memberi penjelasan pasien mengenai prosedur

pemasangan.

b. Memasang sampiran

c. Mencuci tangan

d. Memasang pengalas/perlak dibawah bokong klien

e. Membuka pakian klien bagian bawah dengan posisi kaki

ditekuk dan Kaki sedikit (lithotomi) klien

f. Membuka bak instrumen, memakai sarung tangan steril,

memasang duk steril, lalu membersihkan alat genitalia

dengan kapas sublimat dengan menggunakan pinset.

Page 19: Pemasangan kateter

Next....g. Membersihkan genitalia

h. Mengambil kateter kemudian mengolesinya dengan jelly.

i. Lepaskan duk, sambungkan kateter dengan urine bag. Lalu ikat disisi tempat tidur

j. Fiksasi kateter pada bagian sisi dalam paha klien

k. Pasien dirapihkan kembali

l. Alat dirapihkan kembali

m. Mencuci tangan

n. Melaksanakan dokumentasi Perhatian

1) Catat tindakan dan hasil

tindakan pada lembar catatan

klien

2) Catat tanggal, jam melakukan

tindakan, nama perawat yang

melakukan dan tanda tangan

lembar catatan klien.

Page 20: Pemasangan kateter

Pada laki-laki

a) Cuci tangan

b) Pasang sampiran

c) Pasang perlak

d) Gunakan sarung tangan steril

e) Pasang duk steril

f) Tangan kiri memegang penis lalu prepusium

ditarik sedikit kepangkalnya dan bersihkan dengan

kapas sublimat

Page 21: Pemasangan kateter

Next.....

g) Kateter diberi minyak pelumas atau jeli pada ujungnya (kurang lebih 12,5-17,5 cm) lalu masukkan perlahan (kurang lebih 17,5-20 cm) dan sambil anjurkan pasien menarik napas dalam

i) Jika tertahan jangan dipaksa

j) Setelah kateter masuk, isi balon dengan cairan aquades atau sejenisnya untuk kateter menetap, dan bila intermiten tarik kembali ambil pasien diminta menarik napas dalam.

k) Sambung kateter dengan kantung penampung dan viksasi kearah atas paha/abdomen.

l) Rapikan alat.

m) Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

n) Catat prosedur dan respon pasien.

Page 22: Pemasangan kateter

Oke, selesai sudah pembahasantentang

pemasangan kateter …. Semoga

Bermanfaat!