Click here to load reader

C1 Histologi Sistem Saraf

  • View
    515

  • Download
    28

Embed Size (px)

Text of C1 Histologi Sistem Saraf

  • AUTHORED BY : IQBAL TAUFIQQURRACHMAN 1

    C1 Histologi Sistem Saraf

    Lecture Notes : Neurosains

    Theme : Struktur Mikroskopik Sistem Saraf

    Oleh : dr. H. Ahmad Aulia Jusuf, AHK, PhD

    A. Pendahuluan

    Aktivitas selama sehari-hari merupakan hasil kontrol dan kerja

    dari jaringan saraf. Di mana dari proses berhitung kecil sampai

    melakukan hal-hal yang memerlukan emosi dikontrol oleh sistem

    saraf. Gangguan pada sistem saraf akan berefek pada seluruh

    tubuh.

    B. Struktur Mikroskopik, Histofisiolagis, dan Histodinamika Jaringan

    Saraf

    Jaringan saraf merupakan salah satu dari empat jaringan dasar

    tubuh. Di mana jaringan saraf hanya disusun oleh dua macam sel

    yaitu neuron dan neuroglia. Fungsi utamanya adalah untuk

    komunikasi. Berikut klasifikasi sistem saraf :

    1. Anatomi

    - Saraf Pusat

    Merupakan susunan jaringan saraf yang disusun oleh

    otak serta medulla spinalis. Pelindung sistem saraf pusat

    adalah tulang tengkorak dan vertebra.

    - Saraf Tepi

    Merupakan susunan jaringan saraf yang terletak di luar

    dari sistem saraf pusat. Sistem saraf tepi disusun oleh 12

    pasang saraf kranial serta 31 pasang saraf spinal. Selain itu,

    ada sistem saraf otonom yang dapat dibagi menjadi dua

    kelompok, yaitu :

    Saraf Simpatis

    Akan muncul dari segmen torakolumbalis

    Saraf Parasimpatis

    Akan muncul dari segmen kraniosakralis

    2. Fungsional

    - Komponen Sensoris

    Susunan saraf pusat akan menerima segala rangsang

    yang dibawa oleh saraf dari luar tubuh (eksteroseptif)

    maupun dalam tubuh (interoseptif). Dari komponen

    sensoris ini akan dibagi menjadi dua kelompok, antara lain:

    Somatosensoris

    Bagian ini akan menerima impuls dari luar tubuh

  • AUTHORED BY : IQBAL TAUFIQQURRACHMAN 2

    C1 Histologi Sistem Saraf

    Viseralsensoris

    Bagian ini akan menerima rangsang dari dalam tubuh

    - Komponen Motoris

    Komponen ini akan menyampaikan impuls dari sistem

    saraf pusat menuju jaringan atau efektor. Komponen

    motoris ini akan dibagi menjadi dua kelompok, antara lain :

    Somatomotoris

    Mensarafi derivat somit-somit embrio antara lain otot,

    tulang, dan kulit.

    Viseralmotoris

    Mensarafi organ dalam yang disusun oleh otot polos,

    otot jantung, serta kelenjar-kelenjar tubuh.

    Secara embriologis, sistem saraf akan berkembang saat minggu

    ke-3 di mana terjadi proses pembentukan neural plate, neural fold,

    neural groove, dan terakhir neural tube. Neural tube akan

    berkembang menjadi tiga vesikel otak yang antara lain

    prosencephalon, mesencephalon, dan rhombencephalon.

    Kemudian, bagian ektoderm yang memisah dari neural tube

    (disebut neural crest) akan berkembang membentuk saraf tepi.

    Untuk lebih jelas dapat dilihat dari lecture notes mengenai

    embriogenesis sistem saraf.

    Jaringan saraf memiliki dua komponen antara lain neuron dan

    neuroglia. Berikut penjelasannya :

    1. Neuron

    - Telah berdiferensiasi maksimal sehingga tidak bisa

    membelah lagi

    - Memiliki badan sel (perikarion)

    - Memiliki juluran atau prosesus yang dibedakan menjadi dua

    yaitu akson dan dendrit

    - Berikut bagian-bagian dari neuron :

    Gambar 1.1 Struktur Motor Neuron1

    Akson dapat dibedakan menjadi dua

    macam, antara lain :

    1. Akson Bermielin

    Memiliki selubung mielin yang

    dibuat dari oligodendrosit (di

    SSP) dan sel Schwann (di SST).

    Satu sel oligodendrosit dapat

    menyelubungi beberapa akson,

    namun satu sel Schwann hanya

    menyelebungi satu akson. Di

    mana akan ada celah dari tiap

    selubung mielin yang disebut

    nodus Ranvier.

    2. Akson Tidak Bermielin

    Akson ini tidak bermielin namun

    pada saraf tepi hanya

    diselubungi sel Schwann dan di

    saraf pusat dikelilingi oleh

    jaringan ikat. Dalam hal ini satu

    sel Schwann dapat

    menyelubungi banyak akson.

    Mielin ini tersusun atas lipid dan

    neurokeratin. Selubung mielin ini

    berwarna putih sehingga menyusun

    substansia alba. Untuk melihat mielin

    di mikroskop dapat diwarnai dengan

    pulasan hitam osmium tetraoksida.

    Selain itu, bisa juga dengan

    hematoksilin jika mielin sudah

    difiksasi dengan bikromat.

    Proses pembentukan mielin

    dimulai dari invaginasi serat saraf ke

    dalam sitoplasma sel Schwann.

    Kemudian kedua ujung sitoplasma

    dari sel Schwann menyatu (tempat

    penyatuannya disebut mesaxon

    interna) dan membungkus serat

    saraf. Selanjutnya, mesaxon interna

    meluas ke dalam membentuk lamela

    sitoplasma sel Schwann. Selanjutnya

    terjadi penghilangan sitoplasma sel

    Schwann diikuti dengan penyatuan

    membran sitoplasma sehingga

    terbentuklah garis perioda.

    Selanjutnya pembentukan garis

    in

  • AUTHORED BY : IQBAL TAUFIQQURRACHMAN 3

    C1 Histologi Sistem Saraf

    Badan Sel (Perikarion)

    Bentuknya bulat lonjong, di tengahnya terdapat inti sel

    (bentuknya seperti mata burung hantu atau owl eyes),

    kemudian disusun oleh sitoplasma. Nukleus ini akan

    berwarna pucat, vesikuler dengan nukleolus yang

    menonjol.

    Sitoplasma

    Organel

    a) Sitoskeleton

    Tersusun atas neurofilamen sebagai penyokong

    dan mikrotubulus sebagai transporter zat

    b) Aparatus Golgi

    Letaknya paranuklear serta tersusun oleh

    gelembung-gelembung agranuler. Fungsi

    utama dari aparatus Golgi adalah untuk

    membentuk glikoprotein. Gelembung-

    gelembung kecil yang terdapat di aparatus

    Golgi merupakan sumber synaptic vesicles yang

    ditemukan pada terminal akson.

    c) Mitokondria

    Banyak meusun sel saraf karena memiliki

    metabolisme yang tinggi, di mana sistem saraf

    hanya dapat menggunakan glukosa sebagai

    sumber energi.

    d) RE Kasar (Badan Nissl)

    Disusun oleh substansia tigroid (bisa terlihat

    pada pasien yang memiliki kulit berpanu).

    Badan Nissil ini penting untuk menghasilkan

    protein.

    e) Sentriol

    Akan hilang setelah lahir karena fungsinya untuk

    pembelahan sel, sehingga saat dewasa manusia

    tidak dapat meregenerasi sel saraf.

    Juluran Saraf

    a) Akson

    Akson tidak memiliki badan Nissl atau subsansi

    trigoid. Selain itu ada akson yang menjorok ke

    interperioda dari pendekatan

    membran ekstrasel dari sitoplasma

    sel Schwann. Akhirnya terjadi

    pembentukan mesaxon eksternal

    akibat penyatuan dinding

    sitoplasma sel Schwann untuk

    kedua kalinya. Namun masih ada

    sitoplasma di antara selubung

    mielin akibat kegagalan

    pendekatan, struktur ini disebut

    celah atau insisura Schmidt

    Lanterman. Fungsi dari selubung

    mielin ini adalah insulator listrik

    sehingga tidak terjadi kebocoran

    ion di neuron dan menyebabkan

    aliran listrik pada pensinyalan di

    neuron semakin cepat.

    Selain selubung mielin, akson pada

    saraf perifer akan disusun oleh

    selubung sel Schwann jika akson

    tersebut tidak bermielin. Selubung

    ini disebut dengan neurilema.

    Saraf perifer juga dibungkus oleh

    beberapa lapisan, antara lain :

    Epineurium (paling luar) yang

    disusun oleh jaringan ikat

    fibrosa

    Perineurium yang disusun oleh

    jaringan ikat kolagen di mana

    lapisan ini membungkus satu

    fasikulus

    Endoneurium disusun oleh sel

    fibroblast gepeng, kolagen,

    dan serat retikulin halus di

    mana akan menyelubungi satu

    serat saraf dan sangat

    berhubungan dengan

    neurilema

  • AUTHORED BY : IQBAL TAUFIQQURRACHMAN 4

    C1 Histologi Sistem Saraf

    badan sel dan struktur ini disebut axon hillock.

    Akson hanya ada satu. Memiliki telodendria di

    bagian ujung. Di ujung telodendria terdapat

    buotons terminaux yang mengandung

    neurotransmitter. Karena akson tidak memiliki

    badan Nissl, maka tidak mampu membentuk

    protein sendiri sehingga harus melakukan

    transportasi aksonal (mengirim protein dari

    badan sel) di mana membutuhkan

    mikrotubulus, protein penggerak, dan vesikel

    transport. Berikut penjelasan masing-masing :

    Mikrotubulus disusun oleh subunit tubulin

    berbentuk globular. Di mana terjadi

    polimersiasi. Ada dua jenis tubulin alfa dan

    beta di mana yang alfa yang akan menjauhi

    badan sel namun beta akan mendekati

    badan sel.

    Protein penggerak ada dua macam yaitu

    kinesin dan dinein

    Vesikel akan membawa materi-materi yang

    dibutuhkan oleh akson

    Secara arahnya, dibagi dua, antara lain :

    Anterograd

    Berjalan dari badan sel ke ujung akson

    Di mana protein penggerak yang

    terlibat adalah protein kinesin

    Berdasarkan pengangkutannya dibagi

    dua yaitu :

    Fast Anterograd

    Dengan cepat (50-400 mm/hari) di

    mana cara ini akan membawa

    materi yang sangat diperlukan

    antara lain glikoprotein, glikolipid,

    protein membran vesikel sinaps,

    bahan-bahan untuk sintesis

    neurotransmitter.

    Slow Anterograd

    Dengan lambat (1-4 mm/hari) di

    mana cara ini akan membawa aktin,

    klatrin, kalmodulin, enolase,

    neurofilamen, dan tubulin

    Protein penggerak :

    a) Kinesin

    - Memiliki aktivitas ATPase

    - Menggunakan energi hasil

    hidrolisis ATP