RPP Gambar Konstruksi Bangunan SMK Kelas XI

  • View
    2.747

  • Download
    144

Embed Size (px)

Text of RPP Gambar Konstruksi Bangunan SMK Kelas XI

  • RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

    Satuan Pendidikan : SMK ................Kelas / Semester : XI/GanjilMata Pelajaran : Gambar Konstruksi BangunanProgram Keahlian : Teknik MesinBidang Keahlian : Teknologi dan RekayasaTema : Menggambar proyeksi bangunan sederhanaTahun Pelajaran : 2015/2016Alokasi Waktu : 4 Minggu x 10 Jam pelajaran @ 45 Menit

    A. Kompetensi Inti1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong,

    kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagaibagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif denganlingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalampergaulan dunia.

    3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan proseduralberdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, danhumaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkaitpenyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.

    4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait denganpengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakantugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

    B. Kompetensi Dasar1.1 Meyakini penciptaan alam semesta sebagai anugerah yang harus dijaga dan dipelihara

    keselarasannya dengan menunjukkan perilaku hati-hati, tidak berlebihan, dan berwawasanlingkungan dalam menggambar konstruksi bangunan

    1.2 Menyadari anugerah ilmu pengetahuani amanah untuk kemaslahatan manusia denganmenunjukkan perilaku mengutamakan keakuratan dan kebeMeyakini penciptaan alam semestasebagai anugerah yang harus dijaga drhati-hatian dalam menggambar konstruksi bangunan

    2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun;hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalamaktivitas sehari-hari

    2.2 Menunjukkan perilaku yang patut dan santun serta menghargai kerja individu maupunkelompok dalam aktivitas sehari-hari

    2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuanmemecahkan masalah dan membuat keputusan

    3.1 Menerapkan kaidah gambar proyeksi dalam membuat gambar proyeksi bangunan (gambarsituasi, denah, potongan, tampak)

    4.1 Menyajikan gambar proyeksi bangunan (gbr.situasi, denah, potongan, tampak) sesuai kaidahgambar teknik

    C. Indikator Pencapaian Kompetensi1.1.1 Berdoa setiap memulai dan mengakhiri kegiatan1.1.2 Mengimani keseimbangan sebagai ciptaan Tuhan1.1.3 Tekun dalam belajar sebagai perintah agama1.1.4 Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari konstruksi bangunan1.2.1 Mensyukuri keseimbangan sebagai ciptaan Tuhan yang berguna dalam perencanaan struktur

    bangunan2.1.1 Menunjukkan tanggung jawab, jujur, peduli tangguh menghadapi masalah dan peduli dalam

    belajar.2.2.1 Kemandirian dalam belajar dengan bekerja secara baik, peduli, dan saling menghargai hasil

    pekerjaan secara individu maupun berkelompok.2.3.1 Responsif dan proaktif dengan menunjukkan sikap rasa ingin tahu dalam mengembangkan

    pemahaman3.1.1 Menjelaskan gambar denah3.1.2 Menjelaskan gambar potongan3.1.3 Menjelaskan gambar tampak

  • 3.1.4 Menjelaskan kelengkapan dokumen gambar4.1.1 Menyajikan gambar denah beserta kelengkaan dokumen gambar4.1.2 Menyajikan gambar potongan beserta kelengkaan dokumen gambar4.1.3 Menyajikan gambar tampak beserta kelengkaan dokumen gambar

    D. Materi Pembelajaran Menggambar Proyeksi Bangunan

    Uraian pada bagian ini merupakan uraian umum mengenai gambar proyeksi bangunan. Gambarproyeksi yang diuraikan adalah gambar proyeksi perspektif. Untuk dasar-dasar dari menggambarproyeksi dapat dilihat dan dipelajari dalam buku-buku dasar menggambar teknik bangunan.Menggambar proyeksi perspektif adalah salah satu cara pengungkapan ide/gagasan atau imajinasiyang sangat natural (dalam arti sesuai dengan kemampuan pandangan mata) dan mudahdimengerti oleh pemberi tugas atau orang lain yang bukan ahli bangunan/arsitek. Hal tersebutdisebabkan, gambar proyeksi perspektif memperlihatkan rencana ruang-ruang (space) dan massabangunan dalam bentuk tiga dimensi. Untuk dapat membuat gambar proyeksi perspektifdiperlukan pedoman gambar kerja/bestek berupa; gambar denah, potongan melintang, potonganmemanjang, tampak depan, samping kiri, dan kanan dengan skala yang benar. Dengankemampuan dan kemahiran menerapkan skala pada gambar denah, potongan, dan tampak secaraproyeksi perspektif, akan diperoleh gambar proyeksi perspektif yang mendekati realita/kenyataanpandangan nterhadap rencana bangunan sebenarnya. Pembuatan gambar proyeksi perspektifterdiri dari dua sudut pandang, yaitu; Gambar proyeksi perspektif menggunakan dua titik lenyap setinggi mata orang (ibarat orang

    memotret dengan berdiri tegak). Gambar proyeksi perspektif model ini sering digunakan paraarsitek untuk menggambar proyeksi perspektif, karena obyek bangunannya tidak terlalu besardan menampakkan bentuk bangunan 3 (tiga) dimensi dengan jelas,

    Pengambilan gambar perspektif menggunakan dua titik lenyap dengan mata burung (birdeye). Gambar proyeksi perspektif dengan model ini dilakukan bila obyek bangunannya besarsekali, dan bentuk bangunan akan tampak semuanya, tetapi prosentasenya lebih banyakterlihat bagian atap bangunan (ibarat orang memotret dengan memanjat pohon yang tinggiatau naik di atas menara). Model proyeksi perspektif ini jarang digunakan para arsitek karenatidak dapat menampakkan gambar bangunan dengan jelas.

    Menggambar SketsaGambar sketsa adalah pembuatan gambar tanpa melalui alat bantu menggambar yang biasadigunakan, yaitu penggaris. Alat bantu yang digunakan dalam gambar sketsa adalah imajinasi danpenalaran pandangan mata. Gambar sketsa sering digunakan oleh para arsitek dalammerencanakan bangunan. Yang sering digunakan adalah sketsa untuk merencanakan interior daneksterior bangunan. Gambar sketsa juga sering digunakan untuk menggambar proyeksi perspektif.Gambar tersebut dihasilkan tanpa melalui bantuan gambar denah, potongan, dan tampak. Dasaryang digunakan dalam menggambar sketsa proyeksip perspektif, baik interior maupun eksterioradalah imajinasi dan penalaran pandangan mata yang cekatan dan kuat dalam alam pikiranseseorang. Gagasan tentang rancangan bentuk rumah/bangunan sudah tergambar secaramenyeluruh dalam imajinasi dan penalaran. Bila hasil sketsa tersebut akan diterapkan dalampembuatan bangunan, maka dari gambar sketsa yang dihasilkan tersebut baru dibuat gambarrencana secara lengkap yang meliputi denah, potongan, dan tampak.

    Membuat Gambar Kerja dan Daftar Komponen

  • Gambar kerja merupakan dasar bagi pelaksana untuk melakukan pekerjaan bangunan di lapangan.Gambar kerja didasarkan dari gambar konstruksi yang memuat detail-detail dari setiap komponenpekerjaan bangunan. Beberapa komponen yang gambar kerja adalah; Gambar pondasi, Gambar penulangan beton (sloof, kolom, dan ring balok), Gambar dinding dan plesteran, Gambar kusen (pintu dan jendela) beserta daunnya, Gambar kuda-kuda dan atap, Gambar plafon, Gambar Instalasi air dan plumbing, dan Gambar instalasi listrik. Untuk memahmi lebih lanjut tentang gambar kerja, maka disarankan untuk mempelajarinya

    pada buku-buku menggambar konstruksi bangunan gedung

    Membaca Gambar KonstruksiGambar konstruksi untuk merencanakan dan membuat suatu bangunan terdiri atas; gambar denah,gambar potongan, dan gambar tampak. Gambar Denah

    Denah merupakan salah satu bagian terpenting dari suatu gambar konstruksi. Denah berasaldari kata latin "planum" yang berarti dasar. Lebih jauh diartikan sebagai lantai atau tempatdimana kita berpijak. Gambar denah sebenarnya adalah gambar potongan suatu bangunandalam bidang datar dengan ketinggian antara 80-100 cm di atas lantai normal (lantai yangmempunyai ketinggian dari titik duga 0.00). Tujuan pembuatan gambar denah adalah untukmenjelaskan ruangruang tiga dimensional yang direncanakan, baik dari segi hubunganmaupun fungsinya. Oleh sebab itu, pada gambar denah memuat batas-batas ruang, arah darimembukanya pintu/jendela, notasi-notasi ketinggian lantai . Gambar denah tersebut informatifbila saat dilihat/dibaca dapat dirasakan dimensi dan keleluasaan ruang serta dapat mengenalfungsin ruang.

    Gambar PotonganGambar potongan adalah gambar bangunan yang diproyeksikan pada bidang vertikal danposisinya diambil pada tempat-tempat tertentu, terutama adalah duga lantai yang negatip(turun). Gambar potongan menunjukkan semua bahan-bahan, baik eksterior maupun interioryang akan digunakan dan dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang merupakan kunci darisistem bangunan tersebut, seperti bagian-bagian mekanikal, plumbing dan sebagainya. Fungsigambar potongan adalah menunjukkan proporsi ruang interior dan penyelesaiannya. Gambarpotongan terdiri atas potongan melintang dan memanjang.

  • Gambar TampakGambar proyeksi orthogonal, sehingga secara grafis terlihat sebagai gambar dua dimensi yangdatar.Gambar tampak terdiri atas 4 (empat) sisi pandang, yaitu tampak muka, samping kiri,samping kanan, dan belakang.Gambar tampak harus memperlihatkan;- Karakter dari bangunan itu sendiri.- Proporsi dan skala terhadap manusia (pemakainya).- Segi-segi lain yang menyangkut perihal ekspresi keindahan serta hubungannya dengan

    gambar denah dan gambar potongan yang memperlihatkan konstruksinya.

    E. Langkah-langkah Pembelajaran

    1. Pertemuan Ke-1 ( 5 x 45 menit ) WaktuKegiatan Pendahuluan

    Guru :Orientasi Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai

    pembelajaran Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajar