Pembahasan (Contoh Karya Ilmiah)

  • Published on
    30-Jul-2015

  • View
    313

  • Download
    13

Embed Size (px)

Transcript

<p> 1. 61 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian a. Letak dan Luas Kota Bandung merupakan ibu kota dari Provinsi Jawa Barat. Kota Bandung memiliki luas 16.767 hektar. Letak Kota Bandung berada 107 BT dan 6 55 LS. Kota ini secara geografis terletak di tengah-tengah provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, Bandung mempunyai nilai strategis terhadap daerah-daerah di sekitarnya, Bandung Dalam Angka (BDA) 2009. Dalam BDA 2009 Kota Bandung terletak di ketinggian 768 m di atas permukaan laut rata-rata (mean sea level). Daerah utara Kota Bandung pada umumnya lebih tinggi dari pada daerah selatan. Rata-rata ketinggian di sebelah utara adalah 1050 dpl, sedangkan di bagian selatan adalah 675 dpl. Bandung dikelilingi oleh pegunungan yang membuat Bandung menjadi semacam cekungan (Bandung Basin). Kota Bandung dialiri dua sungai utama, yaitu Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum beserta anak-anak sungainya yang pada umumnya mengalir ke arah selatan dan bertemu di Sungai Citarum. Dengan kondisi yang demikian, 2. 62 Bandung selatan sangat rentan terhadap masalah banjir. Kota Bandung berbatasan dengan wilayah: 1) Sebelah Utara : Kecamatan Lembang 2) Sebelah Selatan : Kecamatan Dayeuh Kolot 3) Sebelah Barat : Kota Cimahi 4) Sebelah Timur : Kecamatan Cileunyi b. Ancaman Gempa di Kota Bandung Kota Bandung dan sekitarnya terancam gempa dahsyat berkekuatan 7,5 pada skala Richter (SR). Dalam Jurnal Geologi Indonesia vol 1 No 1 Maret 2006, ancaman ini bisa muncul, jika terjadi pergerakan di sejumlah lempeng penyusun patahan Cimandiri-Lembang. Jika ini terjadi, gempa besar tersebut akan mengguncang cekungan Bandung. Selain Kota Bandung, Cimahi, Padalarang, serta Lembang, gempa juga mengintai sejumlah wilayah di Sukabumi, termasuk Palabuhanratu. Patahan Lembang yang terletak di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, aktif bergerak. Perhitungan oleh pakar geologi terkait menurut Sutikto (2006-11) pergerakan itu sebesar 2 milimeter per tahun. Masyarakat harus diberi pemahaman tentang risiko bencana dan upaya mitigasi. Belum banyak masyarakat yang mengetahui keaktifan Patahan Lembang. Gempa besar di patahan itu pun belum pernah tercatat secara ilmiah., gempa bumi telah terjadi berulang kali dan ditemukan tanah yang berlapis-lapis di lereng patahan, misalnya di Situ Umar. Lapisan tanah itu 3. 63 terjadi karena gempa bumi yang berulang kali, pada kedalaman sekitar 150 sentimeter, ada perbedaan lapisan tanah di Situ Umar. Di bawahnya terdapat tanah dengan kontur lapisan yang cenderung tidak beraturan. Kontur semacam itu terjadi karena guncangan gempa. Kontur serupa ditemukan di lapisan tanah dengan kedalaman 3,5 meter. menurut Somantri (2008:2), menjelaskan bahwa Patahan Lembang adalah patahan yang masih aktif. Salah satu kriterianya adalah bentuk riil yang bisa terlihat secara kasat mata saat ini. Selain itu, pola penumpukan lapisan tanah menunjukkan adanya pergerakan lempeng secara vertikal. Selain struktur tanah, kecepatan pergeseran dan komposisi batuan pun punya andil besar untuk menentukan dampak yang ditimbulkan. Cekungan bandung yang merupakan danau purba pada ribuan tahun silam memiliki struktur tanah yang labil. Di wilayah ini tanah lempung menjadi bahan utama penyusunnya. Jika terjadi gempa meskipun skalanya kecil cukup untuk memporakporandakan kawasan Bandung dan sekitarnya. Keaktifan lempeng ini menunjukkan wilayah Lembang dan Kota Bandung rentan terhadap dampak gempa bumi. Kawasan patahan kini semakin padat penduduk. Terlebih lagi, Kota Bandung yang berjarak sekitar 15 kilometer arah selatan dari patahan itu berdiri di atas tanah dengan tingkat kematangan rendah. 4. 64 Sumber : Google Docs Gambar 4.1 Patahan Lembang Pembangunan di sekitar Patahan Lembang perlu mendapat perhatian agar tidak menjadi korban jika Patahan Lembang menjadi aktif kembali. Dalam jurnal Geologi Indonesia Vol 1 No 1 Maret 2006, menyebutkan bahwa ancaman bencana yang mungkin terjadi di Patahan Lembang termasuk kategori kelas dunia, karena lokasi patahan berada di dekat kawasan kota yang sangat padat penduduk. Dapat dilihat dengan kasat mata, di sekitar patahan itu telah berdiri banyak perumahan dan vila mewah. Jika patahan sepanjang 24 kilometer itu bergerak sekaligus, gempa yang dihasilkan diprediksi bisa mencapai 6,7 hingga 7 pada skala Richter. 5. 65 Patahan ini juga memicu aktivitas perut Gunung Tangkuban Parahu. Siklus gempa patahan ini antara 400 hingga 700 tahun sedangkan gempa terakhir terjadi 500 tahun silam. Dengan demikian ini merupakan ancaman serius yang perlu penyikapan dini. Sumber: Pusat Penelitian Mitigasi Bencana ITB Gambar 4.2 Zonasi Percepatan gempa di Kota Bandung Pengetahuan mengenai bahaya ini bukan untuk menimbulkan keresahan, akan tetapi sebaik-baiknya peringatan agar dapat meminimalisasi kerugian yang diakibatkan oleh kejadian alamiah yang bisa terjadi kapan saja tanpa bisa diprediksi. Tidak tepat hanya menunggu kebijakan dari pemerintah atau bahkan berdiam diri menerima takdir. Kesiapan dalam menyikapi ancaman gempa patahan Lembang harus 6. 66 dimiliki oleh setiap orang yang hidup dan bertempat tinggal disekitar kawasan patahan. Sejak sekarang harus sudah dierancankan supaya proses mitigasi dapat dilakukan dengan mudah dan efektif. c. Kondisi Pendidikan di Kota Bandung Salah satu faktor penyebab utama timbulnya banyak korban akibat bencana gempa adalah karena kurangnya pengetahuan tentang bencana dan kurangnya kesiapsiagaan dalam mengantisipasi bencana tersebut. Jumlah sarana pendidikan di Kota Bandung dalam BDA 2007 yaitu 2.379, jika kesiapsiagaan ini sudah tersosialisasi pada komunitas sekolah, maka akan lebih mudah untuk mengantisipasi bencana tersebut. Tabel 4.1 Jumlah Sarana Pendidikan di Kota Bandung Sumber : Bandung Dalam Angka 2007 d. Jumlah Penduduk di Kota bandung yang Sedang Mengenyam pendidikan Jumlah penduduk Kota dalam laporan Bandung Dalam Angka (BDA 2007) yaitu 2.414. 704 jiwa, dengan komposisi 1.230.574 jiwa laki-laki dan 1.184.130 jiwa perempuan. Table 4.2 menunjukan jumlah penduduk Kota Bandung yang sedang mengenyam pendidikan. Sarana Pendidikan TK SD SMP SMA PT Jumlah Negeri 6 749 55 45 3 858 Swasta 658 282 200 293 88 1521 TOTAL 664 1031 255 338 91 2379 7. 67 Tabel 4.2 Jumlah Penduduk yang Sedang Mengenyam Pendidikan Sumber : Bandung Dalam Angka 2007 Jumlah penduduk Kota Bandung yang sedang mengenyam pendidikan yaitu 1.798.089, jika dengan jumlah tersebut tahu akan pentingnya kesiapsiagaan dan dapat mensosialisasikan ke masyarakat luas maka dampak bencana akan dapat di kurangi. 2. Kesiapsiagaan Komunitas Sekolah dalam Mengantisipasi Bencana Gempa Bumi Komunitas sekolah adalah salah satu stakeholders utama dalam kajian kesiapsiagaan komunitas dalam menghadapi bencana. Komunitas sekolah terdiri dari tiga unsur yaitu, sekolah sebagai lembaga, guru dan siswa. Peran-peran yang diharapkan dari komunitas sekolah adalah penyiapan rencana penyelamatan, penyebarluasan peringatan bencana, serta jangka panjangnya diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bencana. No Tingkat pendidikan Jumlah 1 TK 10.745 2 SD 525.826 3 SMP 393.767 4 SMA 631.083 5 PT 236.668 Total 1.798.089 8. 68 1. Pengetahuan dan sikap Parameter ini di gunakan untuk mengetahui pengetahuan responden guru dan siswa mengenai bencana. a. Responden Guru Pengetahuan tentang bencana yang dimiliki oleh guru diharapkan dapat disebarluaskan kepada masyarakat khususnya kepada siswa. Profesi sebagai guru menjadikan responden ini mempunyai peluang besar memberikan ilmu-ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya kepada siswa. Tabel berikut ini menunjukan pengetahuan responden guru dalam memahami pengetahuan tentang bencana. Tabel 4.3 Pengetahuan dan sikap Responden Guru No Uraian Persentase (%) 1 2 1 Penyebab terjadinya bencana a. Kejadian Alam 100 b. Perilaku Manusia 91 c. Takdir Tuhan 98 Rata-rata 96 Jenis-jenis Bencana Alam 2 a. Gempa bumi 90 b. Tsunami 87 c. Banjir 92 d. Tanah longsor 72 e. Letusan gunung berapi 95 f. Badai 79 Rata-rata 85 Penyebab gempa 3 a. Pergeseran kerak bumi 99 b. Gunung meletus 90 c. Tanah longsor 61 9. 69 Sumber : Penelitian 2011 Parameter pengetahuan dan sikap tentang bencana yang dimiliki oleh guru dikategorikan pada level siap. Kesiapan ini tentu saja merupakan suatu hal yang sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan terhadap bencana bagi responden siswa, maka dari itu guru harus selalu senantiasa meningkatkan pengetahuannya. b. Responden Siswa d. Angin topan dan halilintar 7 e. Peneboran minyak 23 Rata-rata 56 Ciri-ciri bangunan tahan gempa 4 a. Bangunan dari bahan setengah tembok dan kayu 77 b. Bangunan dari bahan kayu 90 c. Bangunan bertingkat dan kokoh 43 Rata-rata 70 Sumber informasi gempa 5 a. Radio 15 b. TV 97 c. Koran, majalah, bulletin 38 d. Buku saku, poster, leaflet, billboard, rambu peringatan 41 e. Sosialisasi, seminar, pertemuan 45 f. Saudara, kerabat, teman, tetangga 65 g. Petugas pemerintah 29 h. LSM dan lembaga non pemerintah lainnya (misal PMI) 31 Rata-rata 45 6 Memberikan pelajaran tentang gempa 87 7 Menginformasikan pada murid 97 Rata-rata Parameter Pengetahuan 76 Lanjutan Tabel 4.13 10. 70 Pengetahuan yang dimiliki siswa tentang kebencanaan merupakan sebauah modal yang akan meningkatkan tingkat kesiapsiagaan komunitas sekolah. Pengetahuan ini juga tidak terlepas dari peran seorang guru yang merupakan bagian dari sumber informasi siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang kebencanaan. Tabel 4.4 berikut ini menunjukkan tingkat pengetahuan dan sikap siswa terhadap bencana khususnya bencana gempa. Tabel 4.4 Pengetahuan dan sikap Responden Siswa No Uraian Persentas e (%) 1 3 1 Penyebab terjadinya bencana d. Kejadian Alam 89 e. Perilaku Manusia 79 f. Takdir Tuhan 92 Rata-rata 86 2 Jenis-jenis Bencana Alam a. Gempa bumi 97 b. Tsunami 96 c. Banjir 99 d. Tanah longsor 95 e. Letusan gunung berapi 91 f. Badai 75 Rata-rata 92 3 Penyebab gempa bumi a. Pergeseran kerak bumi 75 b. Gunung meletus 72 c. Tanah longsor 65 d. Angin topan dan halilintar 31 e. Ambasan tanah 61 f. Pengeboran minyak 19 Rata-rata 53 4 Ciri-ciri gempa kuat 11. 71 a. Gempa membuat pusing/limbung 71 b. Gempa menyebabkan goyangan kencang/keras sehingga tidak bisa berdiri 90 c. Getaran gempa terjadi cukup lama da diikuti oleh gempa-gempa susulan yang lebih kecil 63 d. Bangunan retak atau roboh 79 Rata-rata 75 5 Tindakan bila terjadi gempa saat di sekolah a. Berlindung di bawah meja 66 b. Menjauh dari rak 57 c. Menjauh dari jendela 61 d.Jangan berdesakan pada saat keluar 70 e. Berlari menuju lapangan terbuka 92 Rata-rata 69 6 Mewaspadai terjadinya gempa a. Menambah pengetahuan 78 b. Menyimpan buku dan peralatan di tempat aman 74 c.Mengikuti simulasi gempa 32 d.Mendengarkan informasi di TV, radio dll 91 Rata-rata 68 7 Sumber info bencana a.Sekolah 45 b. media cetak (koran, majalah,tabloid) dan elektronik (TV/radio/internet) 89 c.Buku, komik, poster, leaflet, papan pengumuman, selebaran 15 d.Keluarga/saudara/teman 79 Rata-rata 57 8 Mendapatkan materi gempa 97 9 Membicarakan gempa dengan teman atau keluarga 98 Rata-rata parameter pengetahuan responden siswa 77 Sumber: Penelitian 2011 Parameter pengetahuan tentang bencana yang dimiliki siswa dapat dikategorikan pada level siap. Tetapi level siap pada responden siswa masih bernilai kecil sehingga diperlukan banyak pembenahan untuk Lanjutan Tabel 4.4 12. 72 memperbaikinya. Guru merupakan peluang besar untuk menambah pengetahuan siswa agar mencapai level yang lebih baik lagi. 2. Rencana Tanggap Darurat Parameter ini di gunakan untuk mengetahui rencana tanggap darurat responden guru dan siswa dan sekolah (sebagai lembaga) mengenai bencana. a. Responden Guru Guru memiliki peranan penting dalam rencana tanggap darurat menghadapi bencana. Guru bertanggung jawab juga untuk keselamatan murid ketika berada di sekolah. Tabel berikut ini menunjukan rencana tanggap darurat yang dimiliki oleh responden guru dalam mengantisipasi terjadinya bencana. Tabel 4.5 Rencana Tanggap Darurat Responden Guru N o Uraian Persentase (%) 1 2 1 Tindakan dalam mengantisipasi bencana gempa a. Menyiapkan/copy dokumen-dokumen kelas/mata pelajaran yang diajarkan dan menyimpannya di tempat yang aman 69 b. Melatih siswa untuk menyelamatkan diri 52 c. Memaku/mengikat rak-rak buku ke dinding atau lantai 32 d. Meletakkan barang-barang dan buku-buku di tempat rendah/lantai 38 Rata-rata 47 2 Tindakan saat terjadi gempa a. Menenangkan siswa 82 b. Memberi aba-aba agar siswa berlindung di bawah meja yang kokoh samapai getaran gempa berhenti 62 c. Memandu siswa untuk menjauh dari rak-rak buku/barang dan benda-benda yang tergantung atau jendela kaca 61 d. Memandu siswa untuk merunduk kearah pintu sambil melindungi 72 13. 73 kepala e. Memandu siswa keluar ruangan/gedung secara teratur dan tidak berdesak-desakan 82 f. Jika berada di lantai dua atau lebih, memandu siswa untuk menggunakan tangga darurat dan tidak menggunakan elevator/lift 87 g. Lari menyelamatkan diri 13 Rata-rata 65 Rata-rata Parameter Pengetahuan Guru 56 Sumber: Penelitian 2011 Parameter rencana tanggap darurat yang dimiliki responden guru dapat dikategorikan pada level kurang siap. Sekolah diharuskan melakukan beberapa pembenahan terkait dengan rencana tanggap darurat ini, dikarenakan guru memegang peranan yang sangat vital sebagai penghubung kepada murid tersebut. b. Responden Siswa Rencana tangap darurat yang menjadi parameter bagi responden siswa adalah berkaitan dengan persiapan responden dalam menghadapai bencana tsunami. Parameter ini sangat dibutuhkan untuk mengatahui tingkat persiapan siswa dalam menghadapi bencana Tabel-tabel berikut ini menunjukan persiapan yang dilakukan responden dalam menghadapi bencana gempa bumi 14. 74 Tabel 4.6 Rencana Tanggap Darurat Responden Siswa No Uraian Persentase (%) 1 2 1 Persiapan siswa dalam menghadapi bencana gempa a. Mengikuti latihan menyelamatkan diri 53 b. Mengetahui tempat yang aman 65 c. Mencatat alamat-alamat atau nomor telpon penting keluarga dan kerabat 37 d. Mengetahui tempat-tempat penting seperti: rumah sakit, pemadam kebakaran, polisi, PMI, PLN 32 e. Menyepakati tempat berkumpul anggota keluarga 27 Rata-rata 42 2 Prioritas barang yang akan diselamatkan ketika terjadi bencana a. Raport/ijazah 54 b. Tas/kantong/kotak yang berisi buku dan keperluan sekolah 76 c. Surat-surat dan barang-barang penting lainnya 71 d. Barang-barang kesayangan 91 Rata-rata 73 3 Bahan Dan Materi Tentang Bencana Gempa Yang Diperoleh Oleh Responden Siswa a. Buku-buku tentang gempa 82 b. Poster, leaflet, buku saku, komik, kliping koran tentang gempa 49 c. VCD, kaset tentang gempa 52 Rata-rata 61 4 Alat Bantu Kesiapsiagaan Bencana a. Peta dan jalur evakuasi/penyelamatan 0 b. Peralatan dan perlengkapan evakuasi/penyelamatan 0 c. Kotak P3K dan obat-obatan penting 94 d. Posko kesehatan sekolah 92 e. Palang Merah Remaja (PMR) 90 Rata-rata 55 Rata-rata Parameter Rencana Tanggap Darurat Siswa 57 Sumber : Penelitian 2011 Parameter rencana tanggap darurat yang dimiliki...</p>