Kearifan lokal dalam Bidang Kehutan

  • View
    47

  • Download
    11

Embed Size (px)

Text of Kearifan lokal dalam Bidang Kehutan

Kearifan Lokal dalam bidang Pertambangan

Kearifan lokal merupakan tata nilai atau perilaku hidup masyarakat lokal dalam berinteraksi dengan lingkungan tempatnya hidup secara arif.Fungsi kearifan lokal :Untuk konservasi dan pelestarian sumberdaya alamMengembangkan kualitas masyarakat sebagai sumber daya manusiapengembangan, kebudayaan dan ilmu pengetahuanSebagai petuah, kepercayaan, sastra, dan pantangan

Pengertian HutanHutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.Pengertian KehutananKehutananadalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu

Penyelenggaraan kehutanan berasaskan manfaat dan lestari, kerakyatan, keadilan, kebersamaan, keterbukaan, dan keterpaduan. Penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan dengan:menjamin keberadaan hutan dengan luasan yang cukup dan sebaran yang proporsional;mengoptimalkan aneka fungsi hutan yang meliputi fungsi konservasi, fungsi lindung, dan fungsi produksi untuk mencapai manfaat lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi, yang seimbang dan lestari;meningkatkan daya dukung daerah aliran sungai;menjamin distribusi manfaat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Wilayah Indonesia berada di daerah beriklim tropis dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun, sehingga Indonesia tidak pernah mengalami musim gugur seperti negara-negara beriklim subtropis dan sedang.Keadaan tanah di Indonesia sangat subur sehingga sangat baik bagi tumbuhnya berbagai jenis pohon dan tumbuh-tumbuhan lainnya.Tersedianya sumber daya hutan berpotensi dan belum termanfaatkan, yang secara geografis tersebar luas di sebagian besar wilayah Indonesia.Adanaya permintaan pasar terhadap hasil hutan indonesia, baik pasar dalam maupun luar negeri yang cenderung meningkat.

A. Jenis-Jenis Hutan di Indonesia Berdasarkan Terbentuknya1) Hutan AlamHutan alam adalah adalah suatu lapangan yang bertumbuhan pohon-pohon alami yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya. Hutan alam juga disebut hutan primer, yaitu hutan yang terbentuk tanpa campur tangan manusia2) Hutan BuatanHutan buatan disebut hutan tanaman, yaitu hutan yang terbentuk karena campur tangan manusia.

1) Hutan Hujan TropikaHutan hujan tropika adalah hutan yang terdapat didaerah tropis dengan curah hujan sangat tinggi. Hutan jenis ini sangat kaya akan flora dan fauna. Di kawasan ini keanekaragaman tumbuh-tumbuhan sangat tinggi. Luas hutan hujan tropika di Indonesia lebih kurang 66 juta hektar. Hutan hujan tropika berfungsi sebagai paru-paru dunia. Hutan hujan tropika terdapat di Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

2) Hutan MonsunHutan monsun disebut juga hutan musim. Hutan monsun tumbuh didaerah yang mempunyai curah hujan cukup tinggi, tetapi mempunyai musim kemarau yang panjang. Pada musim kemarau, tumbuhan di hutan monsun biasanya menggugurkan daunnya.Hutan monsun biasanya mempunyai tumbuhan sejenis, misalnya hutan jati, hutan bambu, dan hutan kapuk. Hutan monsun banyak terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Berdasarkan statusnya, hutan di Indonesia dapat dibedakan sebagai berikut.1) Hutan negara, yaitu hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebani hak atas tanah.2) Hutan hak, yaitu hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak atas tanah. Hak atas tanah, misalnya hak milik (HM), Hak Guna Usaha (HGU), dan hak guna bangunan (HGB).3) Hutan adat, yaitu hutan negara yang berada dalam wilayah masyarakat hukum adat.

Hutan Homogen (Sejenis), yaitu hutan yang arealnya lebih dari 75 % ditutupi oleh satu jenis tumbuh-tumbuhan. Misalnya: hutan jati, hutan bambu, dan hutan pinus.Hutan Heterogen(Campuran), yaitu hutan yang terdiri atas bermacam-macam jenis tumbuhan.

1) Hutan LindungHutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan2) Hutan KonservasiHutan Konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Hutan konservasi dibagi menjadi 2 macam, yaitu : hutan suaka alam dan Kawasan Hutan Pelestarian Alam.

Hutan produksi adalah kawasan hutan yang diperuntukkan guna produksi hasil hutan untuk memenuhi keperluan masyarakat pada umumnya serta pembangunan, industri, dan ekspor pada khususnya. Hutan produksi dibagi menjadi tiga, yaitu hutan produksi terbatas (HPT), hutan produksi tetap (HP), dan hutan produksi yang dapat dikonservasikan (HPK).

Mungka di SumbawaSuku Cek Bocek Selensuri di Sumbawa, menjaga hutan mereka dengan aturan adat yang bernama Mungka. Mungka merupakan kegiatan menjaga hutan larangan oleh masyarakat adat yang sekaligus dilaksanakan ketika mereka mencari nafkah dalam kawasan hutan seperti berburu dan mencari tumbuhan obat. Kegiatan ini diatur dengan aturan adat, yaitu Biat. bila ditemukan ada yang menebang pohon yang belum cukup umur akan dikenakan sanksi dan denda. Sanksinya berupa orang tersebut harus menanam pohon yang sama sebanyak 3 pohon sedangkan dendanya biasanya harus menyediakan hewan sebagai korban yang nantinya akan dimakan bersama oleh masyarakat dan juga orang tersebut dilarang untuk masuk kawasan hutan selama satu tahun.

Di kepulauan Maluku, tata kelola hutan adat dikenal dengan Sasi. Sasi merupakan larangan untuk mengambil hasil hutan dalam jangka waktu tertentu. Ini dimaksudkan agar sumber daya hutan yang ada dapat dipergunakan tepat pada waktunya serta tetap tersedia untuk semua orang. Waktu sasi biasanya 3 - 6 bulan bahkan bisa sampai 1 tahun. Setelah waktu itu selesai, masyarakat bisa mengambil hasil hutan namun dalam batasan yang wajar, seperlunya dan sesuai dengan aturan adat, proses ini dinamakan buka sasi. Aturan inipun mempunyai sanksi dan denda jika dilanggar. Di Maluku tengah, sanksi yang dikenakan biasanya diberi denda adat berupa membayar kembali sesuai dengan yang telah ditentukan dalam aturan adat sedangkan di Maluku tenggara, denda adat bisanya berupa ganti rugi dengan emas . Selain, itupun mereka percaya bahwa jika sengaja melanggar sasi akan mendapat musibah.

Mendefinisikan pengelolaan hutan berkelanjutan sebagai berikut:Mengurus dan menggunakan hutan dan lahan hutan dengan cara, dan pada tingkat, yang mempertahankan keanekaragaman hayati yang ada, produktivitas, kapasitas regenerasi, vitalitas dan potensi mereka untuk memenuhi, sekarang dan di masa depan, fungsi ekologi, ekonomi dan sosial yang relevan, di tingkat lokal, nasional, dan global, dan yang tidak menyebabkan kerusakan ekosistem lainnya.Tujuan pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan ini adalah untuk menjaga kelestarian sumber daya hutan dan kelestarian lingkungan untuk kepentingan hidup manusia saat sekarang dan generasi yang akan datang.

1. Menyimpan air dalam tanahAir sangat berharga sehingga air yang disimpan dalam tanah akan menguntungkan bagi lahan, tanaman, dan manusia. Tanah akan terlindungi dari erosi, tanaman akan lebih subur dan dapat tetap tumbuh meskipun di musim kemarau, serta mata air tidak mengering.2. Melindungi tanah danmenghentikan erosiErosi akan mengurangi produktivitas karena dapat mengikis lapisan tanah atas yang sangat berharga. Pembentukan tanah yang subur memerlukan waktu yang relatif lama, dan hal ini dapat hilang dengan mudah dan cepat karena erosi. Solusi jangka panjangnya adalah dengan reboisasi dan penanaman pohon serta pembuatan terasering dan sengkedan terutama pada lahan miring.

3. Menghentikan pembakaranBanyak lahan hutan yang dibakar dengan alasan untuk membuka lahan pertanian atau perkebunan dan mendorong tumbuhnya rumput baru untuk ternak. Hal ini justru membuat lahan menjadi tidak produktif di masa depan dan rumput yang dihasilkan pun berkualitas rendah. Pembakaran juga dapat menyebabkan erosi; berkurangnya keanekaragaman tanaman dan hewan; rusaknya mulsa alami, biota tanah, dan bahan organik lainnya; berkurangnya jumlah air, menimbulkan polusi lingkungan, rusaknya reboisasi dan tanaman budidaya yang baru ditanam; dan berkurangnya sumber daya tertentu.4. Mengelola sumber daya hutanUsaha pengelolaan hutan dapat dilakukan dengan cara membuat perencanaan pengelolaan masyarakat, menanam kembali pohon-pohon yang telah ditebang atau digunakan, membuat aturan desa untuk melindungi hutan masyarakat atau daerah-daerah khusus yang dilindungi.

Ekoefisiensiartinya semua bentuk pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan harus dengan meminimalkan resiko.Pemanfaatan hutan harus menggunakan prinsip ekoefisiensi. Penebangan hutan secara liar (illegal logging) harus dihentikan. Penebangan hutan hendaknya dilakukan dengan prinsip ekoefisiensi dengan melakukan pembibitan, sistem tebang pilih, dan reboisasi

Tujuan reboisasi dan rehabilitasi hutan adalah sebagai berikut :Meningkatkan kelestarian hutan, tanah, dan airMemperluas persediaan sumber bahan baku yang berharga bagi masyarakat.Menyelamatkan hasil usaha pembangunan di bidang pengairan.

Usaha pelestarian hutan di antaranya sebagai berikut :Penebangan pohon bersifat selektif serta mengganti pohon dengan pohon yang mempunyai peranan penting bagi lingkungan hidup dan ekonomiHendaknya diusahakan keseimbangan antara penebangan dan penghijauan kembaliPenebangan fungsi hutan sebagai pengawet sumber air, tanah, dan tempat rekreasi perlu digalakkan.

Daftar Pustakahttps://alamendah.org/peraturan-hukum/undang-undang/uu-no-41-tahun-1999-tentang-kehutanan/http://www.kompasiana.com/www.juniorabe.blogspot.com/kearifan-lokal-masyarakat-adat-dalam-menjaga-hutan-menjamin-kelestarian-hutan-indonesia_55205ad7813311297419f7cbhttp://ceritanyalisa.blogspot.co.id/2013/12/pengelolaan-lingkungan-berbasis.htmlhttp://anggilola.blogspot.co.id/20