Istirahat tidur

  • Published on
    10-Jun-2015

  • View
    412

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

Transcript

<ul><li> 1. By: siti zulaikhahISTIRAHAT TIDUR</li></ul> <p> 2. ISTIRAHAT Suatu kondisi yang tenang, rileks tanpa ada stres emosional, bebas dari kecemasan dimana kegiatan jasmaniah menurun yang berakibat badan menjadi lebih segar. 3. TIDUR : Tidur merupakan suatu keadaan perilaku individu yang relatif tenang disertai peningkatan ambang rangsangan yang tinggi terhadap stimulus dari luar yang merupakan urutan siklus yang berulang ulang dan masing2 menyatakan fase kegiatan otak dan badaniah yang berbeda 4. MEKANISME TIDUR Teori Chemics : peningkatan CO2 menyebabkan rasa ngantuk. Para Ahli neurifisiologis : sekresi hormone serotonin yang menyebabkan rasa ngantuk Teori Feed Back : Kelemahan sel-sel saraf yang menyebabkan rasa ngantuk 5. TAHAP-TAHAP TIDUR Tanda-tanda menjelang tidur : Suhu badan (SB) menurun Pernapasan melambat Otot2 rileks Menguap.(tanda tubuh beradaptasi akibat pernapasan melambat) 6. NREM (NON RAPID EYE MOVEMENT) Merupakan tdr yang nyaman yg memperlambat gel. Otak manusia,ditandai dg tidak aktifnya gerakan bola mata 7. NREM Slow wave sleep, yang terdiri dari 4 tahap : Tahap I : Mulai saat hilangnya Gel Alpha yang biasa terdapat pada seseorag yang sedang terjaga. Muncul gel2 yang tidak sinkron, frekuensi bercampuran dan voltase rendah. Merasa ingin tidur, bila banyak pikiran akan mudah dibangunkan. Merupakan tidur paling dangkal, berlangsung selama beberapa detik beberapa menit. 8. Tahap II : Merupakan tidur yang tidak dalam. Muncul gel yang berbentuk seperti spindel dengan voltase lebih tinggi, runcing2 (Gel K) Berlangsung 5-10 menit. 9. Tahap III : Merupakan tidur yang dalam. Biasanya sulit dibangunkan. Berlangsung 10 menit 10. Tahap IV : Tidur yang paling dalam. Pada EEG dipenuhi Gel Deltha. Sangat sulit dibangunkan. Terjadi mimpi sehubungan dengan kejadian sehari sebelumnya. Lamanya 5-15 menit Terjadi perubahan fisik : Nadi &amp; pernapasan melambat ; TD turun ; Otot2 sangat rileks ; Basal metabolisme dan SB menurun 11. REM (RAPID EYE MOVEMENT) Merupakan tdr dalam kondisi aktif/ paradoksial yg biasa berlangsung 15-20 menit yg ditandai dg gerakan bola mata yang aktif 12. REM Paradoksical sleep- sebagai puncak Tidur : Sangat sulit dibangunkan. Pada orang dewasa tahap ini 20-25% dari tidur malam, bila seseorang terbangun pada tahap ini mereka dapat mengingat mimpi mereka. Biasanya terjadi 80-100 menit setelah orang tertidur. Semakin lelah seseorang makin cepat mengalami tahap ini . 13. KEGUNAAN TIDUR (DELMENT &amp; WOLMAN): Beradaptasi terhadap rangsangan yang dapat menimbulkan kecemasan. Memperbaiki ingatan. Mempermudah mempelajari sesuatu serta dalam mengatasi masalah-masalah yang sulit. Relaksasi 14. KEBUTUHAN TIDUR RATA-RATA PER HARI Bayi baru lahir : Lama tidur 1418 jam/hari dengan 50% REM dan 1 siklus tidur rata-rata 45-60 menit Bayi(s/d 1 thn) : 1 siklus tidur rata2 12-14 jam/hari dengan 2030% REM dan tidur sepanjang malam 15. Todler(1-3 thn): Lama tidur 11-12 jam/hari dengan 25% REM dan Tidur sepanjang malam + tidur siang Pra sekolah : 11 jam/hari dengan 20% REM Usia sekolah : 10 jam/hari dengan 18,5% REM Usia sekolah : 10 jam/hari dengan 18,5% REM 16. Dewasa muda : 7-8 jam/hari dengan 20-25% REM Dewasa menengah : 7 jam/hari dengan 20% REM dan sering sulit tidur Dewasa tua : 6 jam/hari dengan 20-25% REM dan sering sulit tidur 17. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDUR : Umur Penyakit Emosi Lingkungan Obat obatan Makanan dan minimum 18. MASALAH-MASALAH YANG TERJADI PADA WAKTU TIDUR : Insomnia, merupakan suatu keadaan di mana seseorang sulit untuk memulai atau mempertahankan keadaan tidurnya. 19. Narkolepsi, merupakan suatu keadaan tidur di mana seseorang sulit mempertahankan keadaan terjaga/bangun/sadar. Penderita akan sering mengantuk hingga dapat tertidur secara tiba-tiba. 20. Enuresa atau ngompol Nocturia, merupakan suatu keadaan di mana klien sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil/BAK. 21. Somnabulisme atau disebut tidur berjalan. 22. TERIMA KASIH</p>