• 1. Hindari juga upaya untukmengintimidasi peserta tenderlainnya.
  • 2.  Pihak – pihak pesaing tender biasanya tidak terjun kelapangan sebelum membuat perencanaan maupunmelakukan penawaran terhadap pihak penyelenggaratender. Setiap lokasi pasti memiliki celah – celah dalam segalaaspek untuk dipertimbangkan dalam perencanaan. Apabila tidak diperhitungkan, celah – celah tersebutdapat menjadi kerugian besar pada saat pelaksanaan.Contohnya… Namun, dapat menjadi keuntungan lebih apabila celah –celah tersebut telah diketahui dan diperhitungkan dalamperencanaan. Contohnya…
  • 3.  Ketika pengumuman tender diketahui, dalam waktu dekatkita ataupun teman relasi kita melaksanakan survey kelokasi proyek. Untuk mengantisipasi adanya celah – celah tersembunyidari situasi dan kondisi lokasi proyek yang “mungkin”dapat mempengaruhi perencanaan perhitungan proyek. Mengundang konsultan yang berkaitan ataupun tidak,agar survei dapat dilaksanakan lebih terperinci dan jelaslagi. Untuk menghindari adanya kesalahan – kesalahan dalamperencanaan yang dapat mempengaruhi jumlahpenawaran.
  • 4.  Kondisi Bentang Alam Tanah pijakan Rawan Bencana Harga barang sekitar Kualitas barang sekitar Harga distribusi / transportasi Jarak lokasi penyedia barangBack
  • 5. Back
  • 6.  Contohnya ketika kita memilih akan menggunakan atap suaturuangan tertentu yang berbahan seng atau plastik. Karena fungsi dari kedua bahan tersebut berbeda-beda, Seng yang sifatnya menyerap panas dan tidak memberikan ruangkepada cahaya untuk menerangi ruangan di bawahnya. Dan plastik yang sifatnya tidak menyerap panas dan dapatmemberikan variasi pencahayaan ruangan karena sifatnya yangtembus cahaya. Dengan survey lokasi proyek kita dapat lebih mengetahui bahanmana yang lebih cocok untuk mejadi atap dari ruangan tersebut. Sehingga, risiko kesalahan pembelian barang dapat dihindarisedini mungkin oeh pihak konstruksi, karena kesalahan pembeliandapat mengakibatkan rugi.Back
  • 7.  Dengan mengetahui lebih detail tentang celah – celah tersebut,otomatis perencanaan dalam proposal dapat kita buat semakinterlihat detail dan menarik untuk dimenangkan. Karena pihak kita terlihat lebih siap dalam melaksanakan proses –proses konstruksi selanjutnya, dalam mengatasi permasalahan –permasalahan kecil yang ada.
  • 8.  Berusaha mengenali sesorang ahli konstruksi atau salah satuatau beberapa konsultan di setiap provinsi Indonesia.› Memang butuh waktu yang lama, tapi dengan ini kita dapatmemperluas jangkauan kita untuk mengetahui adanya tenderproyek. Sekaligus meneliti lokasi proyek tsb dengan waktu yanglebih cepat.› Untuk memperkecil anggaran pengeluaran untuk transportasi.› Untuk menambah kepercayaan, kita adakan kontrak anataramereka, misal komisi 5 %. Memiliki data yang akurat untuk setiap provinsi di Indonesia,yaitu tentang bentang alam, kependudukan, keairan, dansebagainya.› Karena dengan ini, kita dapat meminimalisasi jumlah waktu yangkita perlukan untuk survey lokasi proyek, karena sebagian infosudah kita dapatkan.› Sehingga apabila proyek berada di lokasi yang sulit dijangkau, kitadapat menggunakan data tersebut.
  • 9.  Semakin besar proyek konstruksi, tentunya akanmenimbulkan permasalahan yang semakin kompleks pula,termasuk di dalamnya permasalahan Keselamatan danKesehatan Kerja (K3). Pengelolaan proyek yang baik, akan memperhatikanmasalah K3 ini, sehingga akan meminimalisir setiap potensitimbulnya kecelakaan kerja yang melibatkan tenagakerja. Keselamatan dan kesehatan tenaga kerja proyekkonstruksi menjadi prioritas yang harus selalu diperhatikan.
  • 10.  Suatu sistim kerja terpadu, disiplin kerja, fasilitas danadanya komitmen dan tanggung jawab yang jelassangat diperlukan untuk mengatasi dan mengurangiresiko kecelakaan kerja dan permasalahan yangterjadi. Manajemen yang efektif dan efisien perlu untukmemberikan prioritas utama terhadap resiko-resikopenting sebelum memulai proyek konstruksi. Selain itu,penting untuk menentukan alokasi resiko kecelakaankerja yang tepat agar dapat mengurangi kerugianbiaya, waktu dan kualitas akibat resiko tersebut.
  • 11.  Efek kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek konstruksi dapatmenyebabkan rusaknya peralatan yang digunakan, rusaknyalingkungan sekitar proyek, serta hilangnya nyawa pekerja /(fatality)/.Efek-efek tersebut akan mempengaruhi /schedule /penyelesaianproyek /(project delay) /dan pembengkakan biaya konstruksi secarakeseluruhan. Kecelakaan yang terjadi pada suatu pekerjaan konstruksi kebanyakandisebabkan oleh tenaga kerja yang tidak berpengalaman terhadapapa yang dia kerjakan, peralatan yang sudah tidak layak untuk dipakai,kondisi lingkungan kerja yang tidak aman, perilaku karyawan yangkurang peduli tehadap /safety, /serta manajemen perusahaan yangkurang peduli sepenuhnya terhadap /safety, /serta metode kerja yangtidak aman. Kecelakaan kerja dapat terjadi bila bahaya yang timbul tidak dapatdiantisipasi karena kegagalan Sistem Pertahanan Keselamatan Kerja(SPKK). Dengan demikian, hal utama untuk mencegah kecelakaan kerjadi konstruksi harus dimulai dengan membentuk SPKK yang baik, salahsatunya dengan menerapkan sitem manajemen K3 (SMK3). PenerapanSMK3 meliputi metode kerja dan fasilitas yang mendukung pekerjaantersebut.
  • 12.  Sistem manajemen K3 pada dasarnya mencari danmengungkapkan kelemahan operasional yangmemungkinkan terjadinya kecelakaan. Fungsi ini dapatdilaksanakan dengan mengungkapkan sebab suatukecelakaan dan meneliti apakah pengendaliankeselamatan kerja secara cermat dilaksanakan atau tidak. Tiga faktor dalam penerpan SMK3 di proyek konstruksi yaituperan manajemen, kondisi dan lingkungan kerja, sertakesadaran dan kualitas pekerja. Penerapan SMK3 yangbaik akan memberikan efek yang signifikan terhadapmanfaat proyek, yang dapat diukur dalam parameterefisiensi, nilai efisiensi, peningkatan dari hasil kualitas kerjadan juga peningkatan aktivitas pekerjaan
    Please download to view
  • All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
    ...

    Ide Memenangkan Tender Proyek (Universitas Sebelas Maret Surakarta)

    by esther-tantama

    on

    Report

    Category:

    Education

    Download: 0

    Comment: 0

    100

    views

    Comments

    Description

    Download Ide Memenangkan Tender Proyek (Universitas Sebelas Maret Surakarta)

    Transcript

  • 1. Hindari juga upaya untukmengintimidasi peserta tenderlainnya.
  • 2.  Pihak – pihak pesaing tender biasanya tidak terjun kelapangan sebelum membuat perencanaan maupunmelakukan penawaran terhadap pihak penyelenggaratender. Setiap lokasi pasti memiliki celah – celah dalam segalaaspek untuk dipertimbangkan dalam perencanaan. Apabila tidak diperhitungkan, celah – celah tersebutdapat menjadi kerugian besar pada saat pelaksanaan.Contohnya… Namun, dapat menjadi keuntungan lebih apabila celah –celah tersebut telah diketahui dan diperhitungkan dalamperencanaan. Contohnya…
  • 3.  Ketika pengumuman tender diketahui, dalam waktu dekatkita ataupun teman relasi kita melaksanakan survey kelokasi proyek. Untuk mengantisipasi adanya celah – celah tersembunyidari situasi dan kondisi lokasi proyek yang “mungkin”dapat mempengaruhi perencanaan perhitungan proyek. Mengundang konsultan yang berkaitan ataupun tidak,agar survei dapat dilaksanakan lebih terperinci dan jelaslagi. Untuk menghindari adanya kesalahan – kesalahan dalamperencanaan yang dapat mempengaruhi jumlahpenawaran.
  • 4.  Kondisi Bentang Alam Tanah pijakan Rawan Bencana Harga barang sekitar Kualitas barang sekitar Harga distribusi / transportasi Jarak lokasi penyedia barangBack
  • 5. Back
  • 6.  Contohnya ketika kita memilih akan menggunakan atap suaturuangan tertentu yang berbahan seng atau plastik. Karena fungsi dari kedua bahan tersebut berbeda-beda, Seng yang sifatnya menyerap panas dan tidak memberikan ruangkepada cahaya untuk menerangi ruangan di bawahnya. Dan plastik yang sifatnya tidak menyerap panas dan dapatmemberikan variasi pencahayaan ruangan karena sifatnya yangtembus cahaya. Dengan survey lokasi proyek kita dapat lebih mengetahui bahanmana yang lebih cocok untuk mejadi atap dari ruangan tersebut. Sehingga, risiko kesalahan pembelian barang dapat dihindarisedini mungkin oeh pihak konstruksi, karena kesalahan pembeliandapat mengakibatkan rugi.Back
  • 7.  Dengan mengetahui lebih detail tentang celah – celah tersebut,otomatis perencanaan dalam proposal dapat kita buat semakinterlihat detail dan menarik untuk dimenangkan. Karena pihak kita terlihat lebih siap dalam melaksanakan proses –proses konstruksi selanjutnya, dalam mengatasi permasalahan –permasalahan kecil yang ada.
  • 8.  Berusaha mengenali sesorang ahli konstruksi atau salah satuatau beberapa konsultan di setiap provinsi Indonesia.› Memang butuh waktu yang lama, tapi dengan ini kita dapatmemperluas jangkauan kita untuk mengetahui adanya tenderproyek. Sekaligus meneliti lokasi proyek tsb dengan waktu yanglebih cepat.› Untuk memperkecil anggaran pengeluaran untuk transportasi.› Untuk menambah kepercayaan, kita adakan kontrak anataramereka, misal komisi 5 %. Memiliki data yang akurat untuk setiap provinsi di Indonesia,yaitu tentang bentang alam, kependudukan, keairan, dansebagainya.› Karena dengan ini, kita dapat meminimalisasi jumlah waktu yangkita perlukan untuk survey lokasi proyek, karena sebagian infosudah kita dapatkan.› Sehingga apabila proyek berada di lokasi yang sulit dijangkau, kitadapat menggunakan data tersebut.
  • 9.  Semakin besar proyek konstruksi, tentunya akanmenimbulkan permasalahan yang semakin kompleks pula,termasuk di dalamnya permasalahan Keselamatan danKesehatan Kerja (K3). Pengelolaan proyek yang baik, akan memperhatikanmasalah K3 ini, sehingga akan meminimalisir setiap potensitimbulnya kecelakaan kerja yang melibatkan tenagakerja. Keselamatan dan kesehatan tenaga kerja proyekkonstruksi menjadi prioritas yang harus selalu diperhatikan.
  • 10.  Suatu sistim kerja terpadu, disiplin kerja, fasilitas danadanya komitmen dan tanggung jawab yang jelassangat diperlukan untuk mengatasi dan mengurangiresiko kecelakaan kerja dan permasalahan yangterjadi. Manajemen yang efektif dan efisien perlu untukmemberikan prioritas utama terhadap resiko-resikopenting sebelum memulai proyek konstruksi. Selain itu,penting untuk menentukan alokasi resiko kecelakaankerja yang tepat agar dapat mengurangi kerugianbiaya, waktu dan kualitas akibat resiko tersebut.
  • 11.  Efek kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek konstruksi dapatmenyebabkan rusaknya peralatan yang digunakan, rusaknyalingkungan sekitar proyek, serta hilangnya nyawa pekerja /(fatality)/.Efek-efek tersebut akan mempengaruhi /schedule /penyelesaianproyek /(project delay) /dan pembengkakan biaya konstruksi secarakeseluruhan. Kecelakaan yang terjadi pada suatu pekerjaan konstruksi kebanyakandisebabkan oleh tenaga kerja yang tidak berpengalaman terhadapapa yang dia kerjakan, peralatan yang sudah tidak layak untuk dipakai,kondisi lingkungan kerja yang tidak aman, perilaku karyawan yangkurang peduli tehadap /safety, /serta manajemen perusahaan yangkurang peduli sepenuhnya terhadap /safety, /serta metode kerja yangtidak aman. Kecelakaan kerja dapat terjadi bila bahaya yang timbul tidak dapatdiantisipasi karena kegagalan Sistem Pertahanan Keselamatan Kerja(SPKK). Dengan demikian, hal utama untuk mencegah kecelakaan kerjadi konstruksi harus dimulai dengan membentuk SPKK yang baik, salahsatunya dengan menerapkan sitem manajemen K3 (SMK3). PenerapanSMK3 meliputi metode kerja dan fasilitas yang mendukung pekerjaantersebut.
  • 12.  Sistem manajemen K3 pada dasarnya mencari danmengungkapkan kelemahan operasional yangmemungkinkan terjadinya kecelakaan. Fungsi ini dapatdilaksanakan dengan mengungkapkan sebab suatukecelakaan dan meneliti apakah pengendaliankeselamatan kerja secara cermat dilaksanakan atau tidak. Tiga faktor dalam penerpan SMK3 di proyek konstruksi yaituperan manajemen, kondisi dan lingkungan kerja, sertakesadaran dan kualitas pekerja. Penerapan SMK3 yangbaik akan memberikan efek yang signifikan terhadapmanfaat proyek, yang dapat diukur dalam parameterefisiensi, nilai efisiensi, peningkatan dari hasil kualitas kerjadan juga peningkatan aktivitas pekerjaan
  • Fly UP