Click here to load reader

Hubungan antara dukungan keluarga

  • View
    121

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of Hubungan antara dukungan keluarga

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGADENGAN KECEMASAN IBU HAMIL MENGHADAPI KELAHIRAN ANAK PERTAMA PADA MASA TRIWULAN KETIGAReta Budi Aprianawati

Rr. Indah Ria Sulistyorini S.Psi., Psi

INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan keluarga dengan kecemasan ibu hamil menghadapi kelahiran anak pertama pada masa triwulan ketiga. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara dukungan keluarga dengan kecemasan ibu hamil menghadapi kelahiran anak pertama pada masa triwulan ketiga. Semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima, maka semakin rendah kecemasan ibu hamil menghadapi kelahiran anak pertama pada masa triwulan ketiga.

Subjek dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan usia kandungan tujuh sampai sembilan bulan yang mengandung anak pertama dan memiliki suami. Teknik pengambilan subjek yang digunakan adalah metode purposive. Skala Kecemasan Ibu Hamil mengacu pada aspek-aspek yang dikemukakan oleh Maher (Calhoun dan Acocella, 1990). Skala Dukungan Keluarga mengacu pada aspek-aspek yang dikemukakan oleh Taylor (1995).

Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi program SPSS 12,0 for windows untuk menguji apakah terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kecemasan ibu hamil mengahadapi kelahiran anak pertama pada masa triwulan ketiga. Korelasi product moment dari Pearson menunjukan korelasi sebesar r = -0, 392 dengan p = 0, 006 yang artinya ada hubungan yang sangat signifikan antara dukungan keluarga dengan kecemasan ibu hamil menghadapi kelahiran anak pertama pada masa triwulan ketiga. Jadi hipotesis penelitian diterima.

Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Kelahiran Anak Pertama PadaMasa Triwulan Ketiga

A. PENGANTARLatar Belakang MasalahKehamilan pertama bagi seorang wanita merupakan salah satu periode krisis dalam kehidupannya. Pengalaman baru ini memberikan perasaan yang bercampur baur, antara bahagia dan penuh harapan dengan kekhawatiran tentang apa yang akan dialaminya semasa kehamilan. Kecemasan tersebut dapat muncul karena masa panjang saat menanti kelahiran penuh ketidakpastian, selain itu bayangan tentang hal- hal yang menakutkan saat proses persalinan walaupun apa yang dibayangkannya belum tentu terjadi. Situasi ini menimbulkan perubahan drastis, bukan hanya fisik tetapi juga psikologis (Kartono, 1992).

Bulan September - November 2003, Seksi Pelayanan Khusus Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan RS Jiwa Bandung, RS Jiwa Cimahi, dan Bagian Psikiatri FKUP/ RSHS melakukan survei kesehatan jiwa pada ibu hamil dan menyusui di 112 puskesmas 24 kabupaten Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan, 798 orang atau (27%) dari 2.928 responden ibu hamil dan menyusui, menunjukkan tanda gangguan psikiatri berupa kecemasan atau ansietas, (www.pikiranrakyatbandung.com).

Taylor (1995) mengatakan bahwa kecemasan ialah suatu pengalaman subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dan ketidakmampuan menghadapi masalah atau adanya rasa aman. Perasaan yang

tidak menyenangkan ini umumnya menimbulkan gejala-gejala fisiologis (seperti gemetar, berkeringat, detak jantung meningkat, dan lain-lain) dan gejala-gejala psikologis (seperti panik, tegang, bingung, tak dapat berkonsentrasi, dan sebagainya).

Dengan makin tuanya kehamilan, maka perhatian dan pikiran ibu hamil mulai tertuju pada sesuatu yang dianggap klimaks, sehingga kegelisahan dan ketakutan yang dialami ibu hamil akan semakin intensif saat menjelang persalinan (Kartono, 1992). Rasa takut menjelang persalinan menduduki peringkat teratas yang paling sering dialami ibu selama hamil (Lestaringsih, 2006).

Merujuk pada teori Buffering Hipothesis yang berpandangan bahwa dukungan sosial mempengaruhi kesehatan dengan cara melindungi individu dari efek negatif stress. Perlindungan ini akan efektif hanya ketika individu menghadapi stressor yang berat. Dukungan keluarga terutama dukungan yang didapatkan dari suami akan meimbulkan ketenangan batin dan perasaan senang dalam diri isteri (Dagun, 1991).

Berdasarkan paparan diatas, dukungan keluarga yang diberikan kepada wanita hamil dapat menumbuhkan perasaan tenang, aman, dan nyaman sehingga dapat mempengaruhi kecemasan ibu hamil.

Tinjauan PustakaKecemasan Ibu Hamil Menghadapi Kelahiran Anak PertamaPada Masa Triwulan KetigaMenurut Lazarus (1976) kecemasan ialah suatu kondisi psikologis yang mengancam keberadaan diri individu, dimana hal yang menyebabkan ancaman itu bersifat tidak jelas sehingga individu merasa tidak tidak tahu, bingung, dan takut untuk dapat menghadapi masa yang akan datang. Maramis (1980) mengatakan bahwa kecemasan adalah suatu ketegangan, rasa tidak aman, kekhawatiran, yang timbul karena dirasakan akan mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Menghadapi kelahiran bayi merupakan suatu situasi atau kondisi konkrit yang mengancam diri yang menyebabkan perasaan tegang, kuatir, takut, pada wanita hamil pertama (Zanden, 1985).

Menurut Heerdjan dan Hudono (Hermawati dkk, 1994) bahwa pada kehamilan triwulan ketiga, kehidupan psikologi dan emosional wanita hamil dikuasai oleh perasaan dan pikiran mengenai persalinan yang akan datang dan tanggung jawab sebagai ibu yang akan mengurus anaknya. Wanita yang baru pertama kali mengandung, akan merasa gelisah, was-was, dan takut menghadapi rasa sakit manjelang saat melahirkan.

Dari uraian di atas, disimpulkan bahwa kecemasan yang dialami wanita selama kehamilan itu akan semakin intensif pada saat minggu-minggu terakhir menjelang persalinan. Dari berbagai macam definisi kecemasan ini, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa kecemasan ibu hamil menghadapi kelahiran anak

pertama masa triwulan ketiga adalah suatu kondisi psikologis atau perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan yang mengancam individu pada masa kandungan tujuh sembilan bulan dimana objek kecemasan itu tidak jelas atau samar-samar yang dikarenakan adanya perubahan-perubahan fisiologis seperti perubahan bentuk tubuh ataupun rahim yang semakin membesar dan perut menurun serta tekanan-tekanan yang dirasakan dalam perut yang menyebabkan ketidakstabilan kondisi psikologis, seperti merasa takut, kuatir, was-was dan tidak tahu apa yang akan terjadi dan yang harus dia lakukan setelah anak pertamanya lahir.

Dukungan KeluargaDukungan keluarga didefinisi dari dukungan sosial. Definisi dukungan sosial sampai saat ini masih diperdebatkan bahkan menimbulkan kontradiksi (Yanuasti, 2001). Dukungan sosial sering dikenal dengan istilah lain yaitu dukungan emosi yang berupa simpati, yang merupakan bukti kasih sayang, perhatian, dan keinginan untuk mendengarkan keluh kesah orang lain. Sejumlah orang lain yang potensial memberikan dukungan tersebut disebut sebagai significant other, misalnya sebagai seorang istri significant other nya adalah suami, anak, orang tua, mertua, dan saudara-saudara.

Sarafino (1990) mengatakan bahwa kebutuhan, kemampuan, dan sumber dukungan mengalami perubahan sepanjang kehidupan seseorang. Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh individu dalam proses sosialisasinya. Dukungan keluarga merupakan bantuan yang dapat diberikan kepada

keluarga lain berupa barang, jasa, informasi dan nasehat, yang mana membuat penerima dukungan akan merasa disayang, dihargai, dan tentram (Taylor, 1995). Rodi dan Salovey (Smet, 1994) mengungkapkan bahwa keluarga dan perkawinan adalah sumber dukungan sosial yang paling penting.

Dari definisi yang disebutkan, penulis mengambil kesimpulan bahwa dukungan keluarga sangat bermanfaat dalam pengendalian seseorang terhadap tingkat kecemasan dan dapat pula mengurangi tekanan-tekanan yang ada pada konflik yang terjadi pada dirinya. Dukungan tersebut berupa dorongan, motivasi, empati, ataupun bantuan yang dapat membuat individu yang lainnya merasa lebih tenang dan aman. Dukungan didapatkan dari keluarga yang terdiri dari suami, orang tua, ataupun keluarga dekat lainnya. Dukungan keluarga dapat mendatangkan rasa senang, rasa aman, rasa puas, rasa nyaman dan membuat orang yang bersangkutan merasa mendapat dukungan emosional yang akan mempengaruhi kesejahteraan jiwa manusia. Dukungan keluarga berkaitan dengan pembentukan keseimbangan mental dan kepuasan psikologis.

HipotesisDalam penelitian ini diajukan hipotesis yang berbunyi sebagai berikut: ada hubungan negatif antara dukungan keluarga dengan kecemasan ibu hamil menghadapi kelahiran anak pertama pada masa triwulan ketiga. Semakin tinggi dukungan keluarga maka akan semakin rendah tingkat kecemasan ibu hamil menghadapi kelahiran anak pertama pada masa triwulan ketiga.

B. METODE PENELITIAN Identifikasi Variabel-variabel PenelitianVariabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Variabel bebas : Dukungan Keluarga.

2. Variabel tergantung : Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Kelahiran Anak

Pertama Pada Masa Triwulan Ketiga.

Definisi Operasional Variabel Penelitian1. Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Kelahiran Anak Pertama Pada Masa Triwulan

Ketiga

Kecemasan ibu hamil anak pertama masa triwulan ketiga yaitu perasaan atau kondisi psikologis yang tidak menyenangkan dikarenakan adanya perubahan fisiologis yang menyebabkan ketidakstabilan kondisi psikologis, serta ditandai dengan gejala-gejala fisiologis maupun psikologis dan terjadi saat individu mengalami tekanan perasaan, frustasi, khawatir, serta ketakutan yang dialami wanita hamil yang akan melahirkan anak pertama dan usia kandungan pada triwulan ketiga yaitu tujuh sampai sembilan bulan. Kecemasan ibu hamil menghadapi kelahiran anak pertama pada masa triwulan ketiga diukur dengan menggunakan skala kecemasan ibu hamil yaitu skala yang disusun oleh peneliti yang dibuat berdasarkan aspek emosional, kognitif, dan fisiologis. Semakin tinggi skor skala maka semakin tinggi

tingkat kecemasan ibu hamil menghadapi kelahiran anak pertama pada masa triwulan ketiga tersebut.

2. Dukungan Keluarga

Dukungan keluarga adalah bantuan yang bermanfaat secara emosional dan memberikan pengaruh positif yang berupa informasi, bantuan instrumental, emosi, maupun penilaian yang diberikan oleh anggota keluarga yang terdiri dari suami, orang tua, maupun saudara lainnya terhadap wanita hamil yang akan melahirkan anak pertamanya pada masa triwulan ketiga untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikisnya. Dukungan keluarga diukur dengan menggunakan skala dukungan keluarga yang disusun oleh peneliti berdasarkan aspek penilaian, aspek instrumental, aspek informasi, dan aspek emosional. Semakin tinggi skor pada skala tersebut maka semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima oleh ibu hamil yang akan melahirkan anak pertamanya.

Subjek PenelitianSubjek penelitian ini adalah para ibu hamil yang akan melahirkan bayi pertamanya dan usia kandungannnya sudah masuk pada triwulan ketiga yakni tujuh sampai sembilan bulan yang memeriksakan kandungannya di beberapa Rumah Sakit Bersalin Purwokerto. Subjek yang dikenakan dalam penelitian ini menggunakan tehnik pengambilan sample secara purposive.

Metode Pengumpulan DataSkala sebagai metode untuk pengumpulan data yang bertujuan untuk dapat mengungkap besarnya dukungan keluarga dengan kecemasan ibu hamil menghadapi kelahiran anak pertama pada masa triwulan ketiga.

Skala Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Kelahiran Anak Pertama Pada MasaTriwulan KetigaSkala kecemasan dimaksudkan untuk mengungkapkan tinggi rendahnya kecemasan ibu hamil menghadapi kelahiran anak pertama pada masa triwulan ketiga. Skala kecemasan ibu hamil terdiri dari aspek emosional, kognitif, dan fisiologis. Aspek-aspek tersebut disusun menjadi aitem-aitem yang berupa pernyataan positif (favorable) dan pernyataan negatif (unfavorable). Jumlah total aitem pada skala ini adalah 50 aitem yang mempunyai empat alternatif jawaban yaitu SS (Sangat Sesuai), S (Sesuai), TS (Tidak Sesuai), STS (Sangat Tidak Sesuai).

Skala Dukungan KeluargaSkala dukungan keluarga dimaksudkan untuk mengungkapkan tinggi rendahnya dukungan keluarga yng diterima ibu selama masa kehamilannya. Skala Dukungan Keluarga terdiri dari aspek penilaian, instrumentar, informasional, dan emosional. Aspek-aspek tersebut disusun menjadi aitem-aitem yang berupa pernyataan positif (favorable) dan pernyataan negatif (unfavorable). Jumlah total aitem pada skala ini adalah 50 aitem yang mempunyai empat alternatif jawaban yaitu SS (Sangat Sesuai), S (Sesuai), TS (Tidak Sesuai), STS (Sangat Tidak Sesuai).

Metode Analisis DataData yang diperoleh dalam penelitian ini akan dianalisis secara statistik dengan menggunakan teknik Korelasi Product Moment dari Pearson untuk mengetahui hubungan antara Dukungan Keluarga Dengan Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Kelahiran Anak Pertama Pada Masa Triwulan Ketiga. Untuk mempermudah perhitungan statistik, maka dilakukan analisis dengan menggunakan bantuan program Statisical Package for Social Science (SPSS) 12.00 for Windows.

C. HASIL PENELITIANTabel 1

Deskripsi Data Penelitian

Variabel

Skor Hipotetik Skor Empirik

X Min X Max Mean SD X Min X Max Mean SD

K I H3313282,516,5468769,5 10,884

D K401601002098160138,725 13,10899

Keterangan : K I H = Kecemasan Ibu hamil Menghadapi Kelahiran Anak Pertama

D K = Dukungan Keluarga

Table 2

Kategorisasi Data Variabel Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Kelahiran AnakPertama Pada MasaTriwulan Ketiga

Kategori Rentang Skor Jumlah Prosentase

Sangat Rendahx < 52,825 %

Rendah52,8 x 72,62152,5 %

Sedang72,6 < x 92,41742,5 %

Tinggi92,4 < x 112,200 %

Sangat Tinggi x > 112,2 0 0 %

Total 40 100 %

Tabel 3

Kategorisasi Data Variabel Dukungan Keluarga

Kategori Rentang Skor Jumlah Prosentase

Sangat Rendahx < 6400 %

Rendah64 x 8800 %

Sedang88 < x 11225 %

Tinggi112 < x 1361435 %

Sangat Tinggi x > 136 24 60 %

Total 40 100 %Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan negatif antara dukungan keluarga dengan kecemasan ibu hamil menghadapi kelahiran anak pertama masa triwulan ketiga memiliki korelasi sebesar r

= -0, 392 dengan p = 0,006. Angka tersebut menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara kedua variabel. Dengan demikian, maka hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kecemasan ibu hamil menghadapi kelahiran anak pertama masa triwulan ketiga diterima.

D. PEMBAHASANHasil penelitian ini menunjukan bahwa koefisien korelasi r = -0,392 dengan p = 0,006 (p