Click here to load reader

Tugas Histologi

  • View
    275

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

histo

Text of Tugas Histologi

BAB 19(SENSE ORGANS)Sense organ (Sistem Pancaindra) merupakan suatu kumpulan organ tubuh, yang mempunyai fungsi-fungsi khusus yang penting bagi kehidupannya. Sense organ lazimnya disebut indera atau lebih lengkapnya adalah panca indera karena berjumlah lima. Yang termasuk sense organ adalah mata sebagai indera penglihatan, telinga sebagai indera pendengaran, hidung sebagai indera penciuman, lidah sebagai indera perasa atau indera pengecap, dan yang terakhir adalah kulit sebagai indera peraba (Sherwood, Lauralee. 2001)Fungsi sense organ manusia berfungsi sebagai pemberi informasi mengenai keadaan lingkungan di sekitarnya. Masing-masing sense organ mempunyai reseptor khusus yang bertugas untuk menerjemahkan impuls untuk kemudian dikirim ke syaraf pusat yang nantinya akan dikirim kembali dalam bentuk respon yang akan dilakukan oleh sense organ yang bersangkutan (Sherwood, Lauralee. 2001). 1. CAVITAS NASAL

Sistem pernapasan mencakup paru-paru dan sistem saluran yang menghubungkan tempat pertukaran gas dengn lingkungan luar. Sistem pernapasan biasanya dibagi menjadi 2 daerah utama yaitu:a. Bagian Konduksi mempunyai fungsi utama yaitu menyediakan sarana bagi udara yang keluar masuk paru dan mengondisikan yang terdiri atas rongga hidung (Cavitas Nasal), nasofaring larig, trakea, bronkus, bronkiolus dan bronkiolus terminalis. Fungssi utama pernapasan adalah untuk memperoleh O2 agar dapat digunakan oleh sel-sel tubuh dan mengeleminasi CO2 yang dihasilkan oleh sel. b. Bagian Respirasi merupakan tempat berlangsungnya pertukaran gas. Bagian ini terdiri atas bronkiolus respiratorius, duktus alveolaris dan alveoli.(Junqueira, 2007)IDENTIFIKASI MIKROSKOPIK HISTOLOGI Epitel olfaktorius yaitu daerah khusus membran mukosa konka superior yang terletak di bagian superior dari rongga hidung. Epitelium dari cavitas nasal berisi saraf olfactorius dengn banyak silia, sel basal dan sel sustentakular. Sel Penyokong memiliki apeks silindris yang lebar dan basis yang lebih sempit. Pada permukaan bebasnya terdapat mikrovili, yang terendam dalam selapis cairan. Sel-sel ini mengandung pigmen kuning muda yang menimbulkan warna mukosa olfaktorius. Sel Basal berukuran kecil, bentuknya bulat atau kerucut dan membentuk suatu lapisan pada basis epitel. Sel Olfaktorius dapat ditemukan diantara sel-sel basal dan sel penyokong. Lamina propia di epitel olfaktorius memiliki kelenjar bowman. Sekretnya menghasilkan suatu medium cair di sekitar sel-sel olfaktorius yang mampu membersihkan silia, yang memudahkan akses zat pembau yang baru serta dapat ditemukan juga nervus olfaktorius.(Junqueira, 2007)

Gambar 1.1 Mukosa aolfaktorius memperlihatkan tiga jenis sel (penyokong, olfaktorius dan basal) dan kelenjar Bowman.

Gambar 1.2 Cavun Nasi tampakan histologi2. TESTE BUDS (GEMMA GUSTATORIUS)Teste buds termasuk dalam indra pengecapan. Dimana yang berperan penting adalah lidah. Seperti yang kta ketahui bahwwa lidah adalah otot rangka yang ditutupi membran dengan struktur yang bervariasi sesuai daerahnya. Serabut ototnya saling menyilang dalam 3 bidang: Serabut ini berkelompok membentuk berkas dan biasanya dipisahkan oleh jaringan ikat. Karena jaringan ikat lamina propia menyusup kedalam celah-celah diantara berkas-berkas otot, membran mukosanya melekat erat pada ototnya (Junqueira, 2007).Membran mukosa permukaan bawah lidah tampak tidak teratur, yang ditutupi disebelah anterior oleh sejumlah besar tonjolan kecil yang disebut papila. Sepertiga permukaan posterior lidah dipisahkan dari 2/3 bagian anterior oleh batas berbentuk huruf V. Dibelakang batas ini, permukaan lidah memperhatikan tonjolan-tonjolan kecil yang terdiri atas 2 jenis agregat limfoid kecil; kumpulan kecil nodul limfoid dan tonsila lingualis, tempat limfonoduli berkumpulan di sekitar invaginasi membran mukosa . epitel permukaan dorsal lidah sangat tidak teratur dan ditutupi tonjolan yang disebut papila Kulit atau integmentum terdiri atas dua daerah berbeda, yaitu epidermis dan dermis serta subkutisIDENTIFIKASI MIKROSKOPIK HISTOLOGI Papila adalah penonjolan epitel mulut dan lamina propria, dengan bentuk dan fungsi yang bervariasi. Terdapat 4 jenis paila, yaitu :a. Papila filiformis berbentuk kerucut lancip. Papila ini menutup seluruh permukaan dorsal lidah dan jumlahnya cukup banyak. Epitelnya yang mengandung kuncup kecap (teste buds), mempunyai lapisan.(Eroschenko, 2003)b. Papila fungiformis berbentuk seperti jamur karena memiliki tangkai sempit dan bagian atas yang melebar dengan permukaan licin. Papila ini mengandung sebaran kuncu kecap pada permukaan atasnya, tersebar tak merata di antara papila filiformis (Junqueira, 2007).c. Papila Foliata terdiri atas 2 atau lebih tonjolan dan alur paralel pada permukaan dorsolateral lidah da mengandung banyak teste buds (Junqueira, 2007).d. Papila Sirkumvalata merupakan 7-12 papila bulat berukuran dangat besar dengan permukaan datar yang menonjol diatas papila lain. Papila ini tersebar didaera V pada bagia posterior lidah (Junqueira, 2007). Papila lidah dilapisi oleh epitelium stratifkatum squamosum dengan keratinisasi. Teste buds berbentuk oval dan memiiki 3 tipe sel yaitu sel reseptor saraf bipolar, sel basal dan sel sustentakular. Porus Gustatorius merupakan lubang yang terdapat pada setiap teste buds. Glandula Von Ebners dapat diamati diantara otot-otot yang saling terikat.

Gambar 2.1 Papila lidah (Foliata, Vallata, pilliform dan Fungiform)

Epithelium Stratificatum Squamosium with Keratinisasi

Teste buds

Lamina Propria

Gambar 2.2 Papila Lingua

Gambar 2.3 Teste Buds3. KULITKulit dan turunannya atau tambahan membentuk sistem integmentum. Pada manusia, turunan kulit mencakup kuku, rambut dan beberapa jenis kelenjar kerigat dan kelenjar sebasea. Kulit berfungsi sebagai organ reseptor yang selalu berhubungan dengan lingkungan dan melindungi organisme dari cedera benturan dan gesekan. (Eroschenko, 2003).Kulit atau integmentum terdiri atas dua daerah berbeda, yaitu epidermis dan dermis serta subkutis (hipodermis). Epidermis yaitu lapisan epitel yang berasal dari ektoderm dan merupakan lapisan superfisial nonvaskular yang mengandung epitelium stratifikatum squamosum dengan keratinisasi. Dermis adalah lapisan jaringan ikat yang berasal dari mesoderm. Dibawah dermis terdapat hipodermis atau jaringan subkutan yaitu jaringan ikat longgar yang dapat mengandung sel-sel lemakyang disebut panikulus adiposus (Junqueira, 2007). IDENTIFIKASI MIKROSKOPIK HISTOLOGI Epidermis terdiri dari dari beberapa lapisan yaitu:a. Statum Korneum terdiri dari 15-20 lapisan sel gepeng berkeratin tanpa inti dengan sitoplasma yang dipenuhi skleroprotein.b. Stratum Lucidum tampak jelas pada kulit tebal. Lapisan ini bersifat translusens dan terdiri atas lapisan tipis sel epidermiseosinofilik yang sangat gepeng. Organel dan inti tidak tampak lagi dan sitoplasma terutama terdiri atas filamen keratin padat yang berhimpitan dengan matriks padat elektron.c. Stratum Granulosum terdiri atas 3-5 lapis sel poligonal gepeng yang sitoplasmanya berisikan granul basofilik kasar yang disebut granul keratohialin.d. Stratum Spinosum terdiri atas sel-sel kuboid atau agak gepeg dengan inti ditengah dan sitoplasma dengan cabang-cabang yang terisi berkas filamen.e. stratum basale terdiri atas selapis sel kuboid atau silindris basofilik yang terletak diatas lamina basalis pada perrbatasan epidermis-dermis. Sel Langerhans sel berbentuk bintang terutama ditemukan di stratum spinosum. Sel ini merupakan makrofag turunan sumsum tulang yang mampu mengikat, mengolah, dan meresentasikan antigen pada limfosit T. Sel Merkel biasaya terdapat pada kulit teba telapak kaki dan tangan yang menyerupai sel epitel epidermis tetapi memiliki granula padat kecil didalam sitolasma. Sel ini dapa berfungsi sebagai mekanoreseptor sensoris. Dermis terdiri dari 2 lapisan yaitu stratum papilar dan stratum retikular. Badan Meissner terdapat pada stratum papilar dari dermisdan merupakan reseptor untuk sentuhan. Badan Pacini terdapat pada hypodermis dan merupakan reseptor untuk tekanan.

4. BOLA MATA (BULBUS OCULI)Mata adalah organ fotosenitif yang berisi cairan yang dibungkus oleh tiga lapisan. Lapisan luar adalah sklera dan kornea, lapisan tengah yang disebut lapisan vaskular terdiri atas koroid, badan siliaris dan iris serta lapisan dalam jaringan saraf yaitu retina (Sherwood, Lauralee. 2001).Retina yang terdiri dari sebuah lapisan berpigmen di sebelah luar dan sebuah lapisan jaringan saraf disebelah dalam. Retina mengandung sel batang dan sel kerucut, fotoreseptor yang merubah energi cahaya menjadi impuls saraf. Pigmen di koroid dan retina menyerap cahaya, setelah cahaya mengenai retina untuk mencegah pemandulan atau penghamburan cahaya didalam retina (Sherwood, Lauralee. 2001).Bagian dalam mata terdiri dari dua rongga yang berisi cairan yang dipisahkan oleh sebuah lensa, yang semuanya jernih yang memungkinkan cahaya lewat menembus mata dari kornea ke retina. Rongga anterior antara kornea dan lensa mengandung cairan encer jernih yang disebut Aqueous humor dan rongga posterior yang lebih besar antara lensa dan retina mengandung zat semicairan mirip gel disebut Vitreous humor (Sherwood, Lauralee. 2001).Mata mengandung 3 kompartemen : kamera anterior yang menempati ruang antara kornea dan iris dan lensa ; kamera posterior antara iris, prosesus siliaris, perlekatan zonula dan lensa dan ruang vitreus yang terletakdi belakang lensa dan perlekatan zonula serta dikelilingi oleh retina (Junqueira, 2007). IDENTIFIKASI MIKROSKOPIK HISTOLOGI LAPISAN LUAR Kornea merupakan struktur tanpa pembuluh darah dan trdiri dari 5 lapisan. Lapisan luar dilapisi oleh epithelium stratificatum squamosum non keratinisasi. Membran Bowman terdiri atas serat-serat kolagenyang terssun menyilang secara acak, suatu substansi antarsel yang padat dan tak mengandung sel. Membran bowman membantu stabilitas dan kekuatn kornea. Stroma dibentuk oleh banyak lapisan berkas kolagen yang saling