Studi Kelayakan Bisnis-ezi

  • View
    107

  • Download
    4

Embed Size (px)

Transcript

STUDI KELAYAKAN BISNISOUTLINE LAPORAN IDE BISNISSCRAPBOOK

OLEH :DISSA ELVARETTA1010533002RIZKI MULIA1010533044REZI RIZTA AULIA1010533048

JURUSAN AKUNTANSIFAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS ANDALAS2013EXECUTIVE SUMMARYRECHISA SCRAPBOOK"Lengkapi Kenangan Hidupmu"

Nama Usaha: Rechisa ScrapbookJenis Usaha: DagangBentuk Badan Usaha: Firma

1. Objek PenelitianUsaha penjualan produk scrapbook yang dapat dijadikan sebagai kado, hiasan, pajangan dan album foto untuk kalangan pelajar, mahasiswa dan kalangan dewasa khusunya dan masyarakat umum pada umumnya.2. Waktu PenelitianPenelitian ini dilakukan di beberapa toko buku dan toko scrapbook yang ada di kota Jakarta, Bandung dan Yogyakarta, khususnya untuk kota Padang. Di kota Jakarta, Bandung dan Yogyakarta, toko scrapbook ini ramai dikunjungi bukan hanya dari kalangan pelajar dan mahasiswa, tapi juga oleh masyarakat umum. Toko ini menjual barang-barang scrapbook dengan berbagai macam harga dan kualitas yang terbaik.3. Anggota Tim PenelitiAnggota tim penelitian terdiri dari :1. Dissa Elvaretta10105330022. Rizki Mulia10105330443. Rezi Rizta Aulia10105330484. Resume atau Ringkasan dari Hasil PenelitianPenelitian ini dilakukan karena melihat peluang yang cukup menarik untuk pebisnis awal mendirikan sebuah toko scrapbook di daerah Lubuk Begalung. Usaha penjualan scrapbook ini diberi nama RECHISA SCRAPBOOK yang mana lokasi usaha ini direncanakan di daerah Padang tepatnya di Jl. Raya Lubuk Begalung (berdekatan dengan kampus Universitas Putra Indonesia YPTK).5. RekomendasiDari semua analisis aspek yang dilakukan, yaitu aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis produksi dan teknologi, aspek hukum, aspek manajemen, aspek social, ekonomi dan lingkungan dan aspek keuangan, usaha ini memiliki prospek yang tinggi dan akan menghasilkan profit yang besar juga.

BAB IPENDAHULUAN

Latar Belakang IdeScrapbook adalah seni menghias foto. Dalam setiap lembar kertas yang ditempeli foto bisa dihias dengan membubuhkan data, puisi, stiker, guntingan kertas maupun memorabilia yang berhubungan dengan subyek yang ingin diceritakan dalam foto. Lembar-lembar foto berhias itu kemudian dikemas dalam satu album khusus. Scrapbook dapat menyimpan kisah sejarah keluarga dari satu generasi ke generasi selanjutnya.Tidak hanya cerita soal kelahiran seorang anak, scrapbook juga bias menceritakan indahnya awal masa remaja, ulang tahun, tunangan, perkawinan, perpisahan, bahkan kematian. Scrapbook bisa juga untuk menghadiahi bos. Yang terpenting dalam membuat scrapbook, harus ada foto, data diri serta kreativitas menghias album.Kerajinan semacam ini di luar negeri, terutama di Amerika banyak peminatnya, malahan dijadikan lading bisnis. Namun di Indonesia masih terbilang baru. Orang Indonesia pada dasarnya suka mengoleksi foto. Tapi kalau sudah sampai pada data dan cerita, sering tidak lengkap. Inilah yang menjadi peluang kami dalam melaksanakan bisnis scrapbook.Kita dapat menempelkan foto atau hal yang kita anggap sebagai kenangan bersejarah dalam hidup kita. Seni scrapbook sangat mudah dibuat, tanpa harus memiliki bakat seni yang sangat kuat. Berbeda dengan melukis. Namun, di Indonesia, khususnya seni scrapbook kurang diperhatikan oleh masyarakat. Mereka berangggapan seni scrapbook hanyalah untuk kalangan masyarakat menengah ke atas saja. Hal ini disebabkan bahan- bahan dasar scrapbook seperti kertas scrapbook harganya relative mahal. Mahalnya kertas scrapbook disebabkan karena kertas yang di jual di pasaran masih sebagian besar merupakan kertas impor dari Amerika, Australia, dan China. Namun, saat ini telah ada supplier kertas scrapbook di Indonesia dengan harga terjangkau dan memiliki desain unik yang bernuansa Indonesia.Usaha ini cukup berkembang di pulau Jawa, terutama di daerah Bandung dan Jakarta. Sehingga kami menyimpulkan bahwa usaha ini termasuk usaha yang memilki potensi dan menguntungkan bila dijalankan. Scrapbook merupakan legenda pribadi yang unik dan istimewa. Sebuah peluang usaha yang unik dengan untung yang istimewa.Peminatnya sudah mulai banyak, namun usaha ini belum ada di daerah kota Padang. Sehingga peluang pasarnya cukup besar. Hal yang lebih menguntungkan adalah tidak adanya kompetitor bisnis sejenis di kota Padang. Alasan inilah yang menjadikan kami memilih bisnis scrapbook sebagai bisnis yang akan kami jalankan nantinya.

Ruang LingkupBisnis scrapbook ini berada di daerah Lubuk Begalung, Padang. Alasan pemilihan lokasi adalah karena lokasi tersebut cukup strategis dan memiliki potensi peluang pasar yang bagus. Selain itu, akses transportasi kesana juga cukup mudah.

Maksud dan Tujuan a. Pemilik bisnis Untuk membuat kenangan hidup atau momen-momen istimewa menjadi terlihat menarik dengan adanya scrapbook.b. Konsumen (masyarakat) Bisnis ini ditujukan kepada konsumen untuk memperoleh keuntungan dari transaksi bisnis yang ada serta membantu masyarakat dalam menciptakan karya seni yang indah dan menarik.c. PemerintahDengan adanya bisnis ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran di kota Padang.

BAB IIASPEK PEMASARAN

1. Produk yang DitawarkanKami menawarkan produk scrapbook dan bahan baku dari scrapbook. Produk jadi yang kami tawarkan berupa: Album foto, bisa digunakan sebagai koleksi pribadi, ataupun dijadikan sebagai hadiah ulang tahun, serta kenang-kenangan. Pajangan dinding, bisa digunakan sebagai hiasan dirumah. Kartu ucapan, bisa digunakan untuk berbagai event seperti ulang tahun, idul fitri, natal, wedding, valentine, hari ibu, hari ayah, dan lain-lain.Selain produk jadi scrapbook, kami juga menawarkan bahan baku dari scrapbook itu sendiri. Sehingga pelanggan dapat membuat scrapbook sendiri dan dapat mengkreasikannya sesuai dengan selera dan keinginan masing-masing. Bahan baku yang kami tawarkan dapat berupa sebagai berikut. Kertas hias Aksesoris untuk scrapbook Pena dan spidol beraneka warna

2. Target Market (Pasar Sasaran) Target market (pasarsasaran) dari usaha scrapbook ini adalah remaja dan dewasa. Untuk kalangan remaja, scrapbook biasanya dipesan dalam bentuk album foto, selain itu dalam bentuk kartu ucapan seperti kartu ucapan ulang tahun, idul fitri, natal, bahkan dalam kartu ucapan valentine yang diberikan untuk orang tersayang. Untuk kalangan orang dewasa, seperti ibu muda, scrapbook biasanya dipesan sebagai album foto untuk dirinya sendiri, keluarga, maupun si buah hati. Ibu muda biasanya memesan scrapbook untuk melihat perkembangan buah hatinya dalam bentuk foto dari masa ke masa. Selain itu, biasanya dipesan dalam bentuk kartu ucapan untuk event tertentu, seperti hari raya idul fitri, natal, dan wedding. Scrapbook juga bias dipesan dalam bentuk pajangan dinding yang akan mempercantik dan memperindah rumah.Berikut adalah uraian dari target marketnya.a. Segmentasi Geografis Wiayah: Padang Jumlah Warga: > 800 ribu jiwa Kepadatan: Dari perkotaan sampai pinggiran kota

b. Segmentasi Demografis Usia: 13-40 tahun Pendapatan: > Rp. 5.000.000 Pekerjaan: Anak sekolah, mahasiswa, umum

c. Segmentasi Psikografis Kelas sosial: Kalangan menengah ke atas Tingkat penggunaan: pada momen khusus dan istimewa Status kesetiaaan: Loyal Kepribadian: Menyukai karya seni yang indah

3. Permintaan dan Proyeksi PermintaanBerikut kami sajikan tabel permintaan scrapbook dan permintaan bahan baku scrapbook.Sumber : OrisquareTahunPermintaan ScrapbookPermintaan Bahan Scrapbook

2009150320

2010210450

2011270580

2012350700

Berdasarkan survey yang kami lakukan pada usaha scrapbook yang telah ada di pulau Jawa, maka permintaan terhadap scrapbook pada tahun 2009 berkisar 110 buah, pada tahun 2010 berkisar 160 buah, pada tahun 2011 berkisar 200 buah, dan pada tahun 2012 berkisar 250 buah. Permintaan terhadap produk sangat beragam dan terdiri dari album foto, kartu ucapan, serta pajangan. Survey ini kami lakukan berdasarkan bisnis scrapbook yang sudah berkembang di daerah Bandung, Jakarta, dan Jogja.Sedangkan untuk permintaan terhadap bahan baku scrapbook pada tahun 2009 berkisar 320 buah (akumulasi dari semua permintaan terhadap bahan baku), pada tahun 2010 berkisar 450 buah, pada tahun 2011 berkisar 580 buah, dan pada tahun 2012 berkisar 700 buah.Survey ini menunjukkan bahwa adanya kenaikan terhadap permintaan scrapbook dan bahan baku scrapbook dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dilihat pada tabel yang telah disajikan sebelumnya. Selain itu, perkembangan bisnis ini juga dapat dilihat dari salah satu toko yang berhasil mengembangkan bisnis scrapbook sehingga ia bisa membuka cabang di kota lain. Selain itu, juga didukung dengan adanya event-event yang tentunya ada di setiap tahun (seperti ulang tahun, perayaan idul fitri, imlek, dan lain-lain). Sehingga kami menyimpulkan bahwa permintaan terhadap produk ini kedepannya cenderung naik.

4. Penawaran dan Proyeksi PenawaranBerikut kami sajikan tabel penawaran scrapbook dan penawaran bahan baku scrapbook.Sumber : OrisquareTahunPenawaran ScrapbookPenawaran Bahan Scrapbook

2009170350

2010220500

2011250550

2012310600

Berdasarkan survey yang kami lakukan terhadap bisnis scrapbook yang ada di pulau Jawa, maka penawaran terhadap produk scrapbook pada tahun 2009 berkisar 130 buah, pada tahun 2010 berkisar 170 buah, pada tahun 2011 berkisar 190 buah, dan pada tahun 2012 berkisar 210 buah. Sedangkan untuk penawaran terhadap bahan baku scrapbook pada tahun 2009 berkisar 350 buah (akumulasi dari semua permintaan terhadap bahan baku), pada tahun 2010 berkisar 500 buah, pada tahun 2011 berkisar 550 buah, dan pada tahun 2012 berkisar 600 buah.Survey ini menunjukkan bahwa adanya kenaikan terhadap penawaran produk scrapbook dan bahan baku scrapbook dari tahun ke tahun, khususnya di kota-kota besar di pulau Jawa. Hal ini dapat dilihat pada tabel yang telah disajikan sebelumnya. Dengan adanya pesaing lain, maka pemilik bisnis semakin gencar dalam mena