Seni Pemuridan Yang Hilang-revisi

  • View
    76

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pembelajaran akan penginjilan yang semakin hari semakin berkurang

Text of Seni Pemuridan Yang Hilang-revisi

  • Pemuridan Seni Yang Hilang

    PENDAHULUAN

    Tuhan Yesus telah datang untuk menyelamatkan manusia, dan untuk maksud inilah Ia mati.

    Namun dalam pelayananNya menuju salib, Ia memusatkan pelayananNya kepada pembentukan beberapa murid. Murid-murid-Nya digembleng agar mereka dapat melanjutkan pekerjaanNya sehingga melalui proses pelipatgandaan tersebut, Injil akan sampai ke ujung bumi. Dengan cara demikian teladan Tuhan Yesus menjadi pola bagi mereka yang bermaksud mengikuti jejakNya - suatu patokan yang dijelaskan dalam Amanat AgungNya untuk "menjadikan semua bangsa muridKu." Setiap orang yang menerima Kristus terpanggil untuk menjadikan murid menurut karunianya. Sayang sekali banyak orang Kristen yang tidak mengerti maksud Tuhan ini. Demikian pula dengan orang-orang Kristen yang menduduki jabatan kepemimpinan di dalam gereja. Mereka sering kali tidak mengetahui bagaimana cara mengajar orang lain untuk melakukan segala sesuatu yang dipesankan Tuhan kepada kita. Jadi tidaklah mengherankan jika banyak orang yang gagal dalam perjalanan imannya, apalagi dalam menumbuhkan potensi pelayanan mereka. Oleh karena itu saya mengusulkan buku catatan ini. Buku ini berisi cara-cara yang nyata dalam pemuridan orang lain; bukan sesuatu program yang melembaga, tetapi suatu pedoman yang sangat jelas bagi setiap diri pribadi. LeRoy Eims menulis bukan hanya berdasarkan teori saja tetapi berdasarkan pengalaman. Bertahun-tahun ia sendiri yang aktif terjun dalam pembinaan kehidupan banyak orang. Ada puluhan orang yang sekarang sedang menuai ladang yang luas di seluruh dunia yang dapat bersaksi tentang kesetiaan Eims dalam pelayananya dengan mereka. Cara penulisannya mencerminkan dasar-dasar pemuridan dalam Perjanjian Baru. Setiap orang yang membaca buku ini pasti akan memperoleh manfaatnya. Namun lebih dari itu penerapannya akan menghasilkan banyak jiwa yang hidup dan bergerak untuk melaksanakan Amanat Agung. Robert E. Coleman Seminari Theologia Asbury

  • PRAKATA

    Pada waktu anak saya masih di sekolah dasar, kami sering berjalan-jalan bersama. Kami berjalan di antara pohon-pohon yang tinggi dan di antara bermacam-macam tanaman serta bunga di daerah yang indah tak jauh dari tempat tinggal kami. Pada suatu hari kami bercakap-cakap tentang sebuah pohon kecil di pinggir jalan. Saya menjelaskan kepadanya bahwa kita harus bangga akan pohon kecil itu. Walaupun ia tidak sebesar pohon cemara, tetapi ia sudah bertumbuh semaksimal mungkin menurut kekuatannya. Ia bertumbuh sesuai dengan sinar dan air hujan yang diserapnya. Para bayi juga serupa dengan contoh pohon itu. Mereka bertumbuh jika ada orang yang mau menolongnya. Mereka senang sekali jika ada orang yang mau memberinya makan. Sekarang anak saya sudah bertumbuh, menikah, dan mempunyai anak. Saya kagum menyaksikan bagaimana ia memberi makan anaknya. Pada waktu anaknya melihat makanan, kegembiraannya luar biasa. Yang kami lakukan adalah meletakkan makanan itu di tempat yang terjangkau olehnya, dan dia sendirilah mengambilnya. Semua orang yang percaya dalam Yesus Kristus mempunyai hak untuk memperoleh pemeliharaan dan pertumbuhan. Setiap orang Kristen baru, diharapkan menumbuhkan kemampuannya secara penuh bagi Allah. Dan kebanyakan dari mereka akan bertumbuh demikian. Jika ada seseorang yang memberikan makanan di tempat yang terjangkau olehnya; jika ada seseorang yang cukup mau memperlihatkannya dan sedikit menderita, sedikit berkorban, dan banyak berdoa untuk dia. Dalam buku ini kita akan melihat proses pertumbuhan dalam diri seorang Kristen, dari saat orang itu datang kepada Kristus sampai orang itu menjadi murid dan kemudian menjadi seorang pembina murid. Kita akan memeriksa pemeliharaan dan bimbingan apakah yang diperlukan untuk mengembangkan seorang pekerja yang memenuhi syarat rohani di dalam gereja Yesus Kristus. Konsep-konsep yang akan kami kemukakan dan periksa tidak akan menghasilkan pertumbuhan cepat atau kematangan yang segera. Pertumbuhan yang sungguh-sungguh membutuhkan air mata dan kasih dan kesabaran. Seorang pemimpin memerlukan iman untuk melihat orang-orang lain menjadi seperti yang diharapkan dan diinginkan Allah. Untuk menolong mereka sampai pada tujuan itu ada juga pengetahuan yang diperlukan. Buku ini tidak merupakan buku yang sempurna berkenaan dengan proses melatih. Buku ini juga tidak mengandung seluruh jawaban dari persoalan pertumbuhan rohani. Buku ini mencoba menyediakan keterangan untuk menolong para pemimpin Kristen menguatkan suatu bagian dari keseluruhan rangkaian mata rantai pelayanan mereka bagi Kristus. Buku ini tidak juga merupakan semua mata rantai itu. Buku ini hanya berkenaan dengan satu mata rantai; bagaimana melatih pekerja-pekerja Kristen yang kerohaniannya memenuhi syarat bagi Kristus. Buku ini didasarkan pada penyelidikan Firman Allah dan pengalaman banyak orang yang mengabdikan dirinya untuk menjadikan murid dan menolong menghasilkan pekerja-pekerja demi Kristus. Buku ini diterbitkan dengan doa kiranya Roh Kudus akan memakainya untuk menguatkan kelemahan di sana sini, yaitu menolong orang-orang Kristen agar menjadi alat yang lebih efektif dalam pelayanannya bagi Tuhan. -LeRoy Eims-

  • PASAL 1 PENTINGNYA MELIPATGANDAKAN MURID

    Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak (Kisah 6:7). Pada suatu hari seorang pendeta yang sibuk minta saya untuk bertemu dengan dia untuk membicarakan tentang cara melatih orang di gerejanya. Ia menggembalakan sebuah gereja yang bertumbuh dan sehat. Sering ada orang yang menerima Kristus. Jumlah hadirin bertambah sampai ia harus mengadakan kebaktian Hari Minggu pagi dua kali. Ternyata Allah memberkati pelayanannya. Tetapi pendeta itu juga mempunyai persoalan. Kecuali ia melatih pekerja-pekerja yang kerohaniannya memenuhi syarat, ia tahu bahwa banyak orang Kristen baru tidak dapat memperoleh pertolongan yang diperlukannya dalam pertumbuhan rohani. Juga mereka tidak dapat berkembang menjadi murid Yesus Kristus yang kuat. Dan pendeta itu tahu bahwa ia adalah kuncinya. Keseluruhan proses itu harus dimulai dari dia. Ia tidak dapat menyerahkannya kepada orang lain. Sebagai pemimpin rohani dari orang-orang itu, ia harus menjadi perintis dalam pelayanan itu. Persoalan yang lain: ia sibuk sekali. Banyak hal menuntut perhatiannya; banyak orang menuntut waktunya. Seperti banyak pendeta lainnya, ia memakai banyak waktunya untuk mengatasi persoalan-persoalan kecil dalam gerejanya. Satu soal belum selesai, soal lainnya sudah timbul. Pendeta itu menggunakan terlalu banyak waktu untuk melayani orang-orang yang selalu mempunyai banyak persoalan. Dia sibuk membereskan persoalan, mendamaikan seorang dengan yang lain, mengurus perselisihan keluarga yang sulit, dan menghadapi 1001 soal lainnya. Ia menjadi frustasi. Tetapi ia mempunyai angan-angan. Kadang-kadang ia masuk ke dalam kamar belajarnya, dan memikirkan keadaannya dari segi lain. Ia melamun, tidakkah lebih baik jika ia memiliki orang-orang yang kerohaniannya telah bertumbuh untuk menolong mengatasi persoalan-persoalan "rohani" yang terus-menerus timbul digereja ini? Yang ia maksudkan bukanlah orang-orang yang hanya membawakan pita rekaman khotbah pendeta untuk orang-orang di penjara, membagikan makanan, pakaian dan bantuan keungan untuk yang memerlukan, mengajar di Sekolah Minggu, atau menolong pendeta mengatur urusan dan keungan gereja. Maksudnya ialah orang-orang yang mengetahui bagaimana memenangkan orang kepada Kristus dan kemudian membimbingnya dari saat pertobatannya sampai menjadi seorang murid yang kokoh, berserah, mengabdi, berbuah, dan dewasa; dan yang pada suatu waktu dapat mengulangi proses itu dalam kehidupan orang lain. Teman saya tersenyum di dalam kamar belajarnya sebab lamunan yang indah itu. Kemudian ia merasa gentar kembali melihat kenyataan yang sebenarnya. Dan ialah orang satu-satunya di dalam sidang itu yang memenuhi syarat secara rohani dan dapat menolong. Maka ia mengesampingkan lamunannya, membawa Alkitabnya, dan keluar pintu. Sesudah kami membicarakan bersama-sama mengenai bagaimana menjadikan orang murid dan bagaimana melatih pekerja, pendeta itu kembali kegerejanya dan mulai menjalankan prinsip-prinsip yang saya utarakan kepadanya dan yang diajarkan di dalam buku ini. Dewasa ini, melalui pelayanannya timbul secara tetap arus murid- murid dan pekerja-pekerja yang mempengaruhi masyarakat sekitarnya bagi Kristus. Orang-orang dari gereja ini dipakai oleh Allah untuk memenangkan orang lain kepada Kristus dan menolong orang-orang yang bertobat itu, supaya mengulangi proses itu. Murid yang Bertindak Marilah kita melihat pada adegan lainnya. Ada empat pasang suami istri yang mengadakan pertemuan satu malam setiap minggu untuk mempelajari Alkitab. Sejak pertemuannya dimulai empat bulan sebelumnya, tiga diantaranya bertobat kepada Kristus. Pertemuan itu dipimpin oleh salah seorang awam dari gereja. Pada suatu malam baru saja mereka memulai suatu diskusi yang menarik, telepon berdering. "Joe ada di sana?" Joe adalah salah seorang Kristen baru yang baru empat bulan lamanya percaya.

  • "Ya, tetapi ia sedang sibuk saat ini. Ia sedang mengikuti pelajaran Alkitab." "Tolonglah, saya harus berbicara dengan dia." Suara itu iba sekali. "Baiklah." Joe mengangkat telepon itu dan mendengarkan. "Baik," katanya. "Saya segera datang." Joe menjelaskan kepada kelompok itu. Teman kerjanya ingin agar ia datang dan menolongnya. Ada pertengkaran di antara suami dan istrinya, dan istri temannya itu sudah tidak menghiraukan dia lagi. Sudah lama keluarga ini berantakan, dan joe merasa ia harus pergi dan berbuat sedapatnya. Pemimpin kelompok pelajaran Alkitab itu merasa tindakan Joe itu benar. Dan sedang Joe pergi, kelompok itu berdoa. Maka Joe, seorang Kristen yang telah percaya baru empat bulan itu, mengambil Alkitabnya dan pergi untuk mencoba menyelamatkan suatu pernikahan. Kelompok Pelajaran Alkitab itu b