Reklamasi Benoa. Presiden Didesak Revisi MP3EI

  • Published on
    22-Oct-2015

  • View
    33

  • Download
    0

DESCRIPTION

dimuat di Harian Kompas 24 Januari 2014

Transcript

'Reklamasi Benoa' Presiden Didesak Revisi MP3EI JAKARTA, KOMPAS Para aktivis lingkungan dari Jakarta dan Bali, Rabu (22/1), mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merevisi Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia, terutama terkait reklamasi Teluk Benoa di Badung, Bali. Analisis sejumlah ahli, rencana reklamasi di Benoa bakal berdampak negatif bagi lingkungan dan sosial. Pada MP3EI, Benoa masuk proyek pengembangan pariwisata Bali dengan membangun apartemen, bungalo, dan sarana pendukung seluas 800 hektar, kata Islah, Manajer Kampanye Air dan Pangan Walhi, di Jakarta. Ia bersama puluhan rekannya menggelar aksi teatrikal di depan Istana Negara sebagai bentuk penolakan rencana reklamasi itu. Mereka juga menyampaikan petisi penolakan kepada Presiden yang diterima anggota staf di Sekretariat Negara. Mereka juga mengadukan rencana reklamasi ke Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Harapannya, UKP4 mengevaluasi dan menghentikan rencana reklamasi Benoa. Tanjung Benoa merupakan kawasan konservasi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita). Tata ruang, baik di nasional maupun wilayah, mestinya jadi instrumen memproteksi kawasan dengan fungsi ekologis tinggi. Harus dijaga, kata Islah. Menurut Direktur Eksekutif Conservation International Indonesia Ketut Sarjana, analisis permodelan menunjukkan reklamasi 80 persen Teluk Benoa akan menciptakan masalah baru. Rob dan banjir bisa menggenangi permukiman atau sarana wisata sekitar hingga Bandar Udara Internasional Ngurah Rai karena Benoa kehilangan fungsi reservoir (pengatur air)-nya. Abdul Halim, Manajer Program Kelautan The Nature Conservancy Indonesia, yang berbasis di Bali, mengatakan, rencana reklamasi itu eksklusif. Berbagai kajian tak dipublikasikan. (ICH) 'Reklamasi Benoa'Presiden Didesak Revisi MP3EI

Recommended

View more >