Refreshing App

  • View
    220

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

bedah

Text of Refreshing App

BAB IPENDAHULUAN

Apendisitis adalah salah satu penyakit yang paling umum pada bedah akut abdomen. Apendisitis mempengaruhi sekitar 6% dari populasi. Apendiks adalah inflamasi yang terjadi di dalam vermiform appendiks yang menyebar ke bagian lain. Penyakit ini adalah salah satu dari kebanyakan kegawatdaruratan bedah dan salah satu dari banyaknya penyebab nyeri pada abdomen. Salah satu tujuan dokter adalah untuk mendiagnosa dan mengobati apendisitis sebelum penyakit berkembang menjadi perforasi dan peritonitis. Tujuan lainnya adalah untuk menghindari operasi yang tidak perlu pada pasien yang tidak memiliki kondisi yang memerlukan intervensi bedah. Karena perforasi menyebabkan morbiditas dan kadang-kadang kematian, tujuan klinis adalah diagnosis dini.Diagnosis apendisitis, mungkin tidak jelas dan bermasalah, terutama pada pasien sangat muda atau sangat tua. Charles McBurney menulis, "Seseorang tidak bisa dengan akurasi menentukan dari gejala luas dan keparahan penyakit." Bahkan clinicans luar biasa kadang-kadang mengalami kesulitan mendeteksi apendisitis akut. Pasien mungkin memiliki beberapa gejala, bahkan ketika mereka memiliki gangren atau perforatif apendisitis. Sebaliknya, pasien mungkin menunjukkan tanda-tanda peritonitis difus tetapi mungkin hanya awal. Tanda dan gejala atipikal dapat menyebabkan kebingungan. Diagnosis apendisitis akut memiliki tiga komponen: gejala klinis; pemeriksaan fisik; dan temuan laboratorium yang mendukung temuan fisik. Dua dari tiga komponen cukup menentukan diagnosis atau setidaknya membenarkan intervensi bedah.

BAB IIPEMBAHASAN

A. EMBRIOLOGI DAN ANATOMI APPENDIKSAppendiks berasal dari mid gut, bersama dengan ileum dan kolon ascenden. Appendiks pertama kali muncul pada minggu ke-8 kehamilan sebagai outpouching dari sekum dan secara bertahap berputar ke lokasi yang lebih medial menuju katup ileocecal mengikuti perputaran sekum, dan menjadi tetap di kuadran kanan bawah.1Appendiks menerima pasokan darah arteri cabang apendikular arteri ileokolika dari arteri mesenterika superior. Arteri ini berasal dari posterior ileum terminal, memasuki mesoapendiks dekat dengan dasar apendiks. Cabang arteri kecil berjalan pada arteri cecal. Drainase limfatik apendiks mengalir ke kelenjar getah bening yang terletak di sepanjang arteri ileokolika. Persarafan apendiks berasal dari saraf simpatik pleksus mesenterika (T10-L1), parasimpatis aferen dibawa melalui saraf vagus. Struktur appendiks mirip dengan usus mempunyai 4 lapisan yaitu mukosa, submukosa, muskularis eksterna/propria (otot longitudinal dan sirkuler), dan serosa. Pemeriksaan histologi appendiks menunjukkan adanya folikel limfoid pada lapisan submukosa.1,2,4Appendiks pada dewasa memiliki panjang 2-22 cm dengan rata-rata 9 cm, diameter luar antara 3-8 mm dan diameter lumen 1-3 mm. Ujung appendiks memiliki berbagai lokasi. Secara umum lokasinya berada di retrocecal kavum peritoneum (65%). Lokasi lain berada di pelvis (30%), retroperitoneal (2%) dan bisa juga ditemukan di preileal atau postileal.1

B. FISIOLOGI APPENDIKSSelama bertahun-tahun, appendiks dipandang sebagai organ sisa dengan fungsi yang tidak diketahui. Sekarang telah diakui bahwa appendiks merupakan organ imunologi yang secara aktif berpartisipasi dalam sekresi imunoglobulin, terutama imunoglobulin A. Imunoglobulin sekretoar yang dihasilkan oleh GALT (Gut associated Lymphoid tissue) yang terdapat di sepanjang saluran cerna termasuk apendiks, ialah IgA. Imunoglobulin ini sangat efektif sebagai pelindung terhadap infeksi. Jaringan limfoid pertama muncul pada appendiks sekitar 2 minggu setelah kelahiran. Jumlah jaringan limfoid meningkat pada usia pubertas, tetap stabil untuk dekade berikutnya, kemudian mulai menurun dengan bertambahnya usia. Setelah usia 60 tahun, hampir tidak ada jaringan limfoid yang tersisa dalam appendiks.3,4

C. DEFINISI APPENDISITISAppendisitis adalah inflamasi pada appendiks vermiformis dan merupakan penyebab akut abdomen yang paling sering.

D. EPIDEMIOLOGI APPENDISITISAppendisitis akut adalah salah satu penyakit bedah terbanyak. Insiden paling sering terjadi pada usia dekade kedua sampai keempat, dengan usia rata-rata 31,3 tahun dan median 22 tahun. Frekuensi angka kejadian lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Rasio laki-laki : perempuan sekitar 1,2 - 1,3 : 1. Appendektomi adalah prosedur bedah yang paling sering dilakukan (84%).3,4

E. ETIOLOGI APPENDISITIS1. ObstruksiPenyebab obtruksi lumen adalah hiperplasia limfoid, fecalith, benda asing, striktur (tumor), dan parasit.1,42. Infeksi Bakteri3Table 30-1 Common Organisms Seen in Patients with Acute Appendicitis

Aerobic and FacultativeAnaerobic

Gram - negative bacilliEscherichia coliPseudomonas aeruginosaKlebsiella species

Gram - positive cocciStreptococcus anginosusOther Streptococcus speciesEnterococcus speciesGram - negative bacilliBacteroides fragilisOther Bacteroides speciesFusobacterium species

Gram - positive cocciPeptostreptococcus species

Gram - positive bacilliClostridium species

F. PATOGENESIS APPENDISITIS3,4 Appendiks obstruksiObstruksi appendiks merupakan kejadian awal yang paling sering pada appendisitis. Hiperplasia dari folikel limfoid submukosa sekitar 60% penyebab obstruksi (paling sering pada remaja). Pada orang dewasa yang lebih tua dan anak-anak, fecalith adalah penyebab paling sering (35%). Tekanan intraluminalMeningkatnya tekanan intraluminal akibat obstruksi lumen appendiks menyebabkan sekresi mukosa meningkat, pertumbuhan bakteri yang berlebihan, dinding appendiks menipis karena terjadi distensi dan terjadi obstruksi limfatik dan vena. Nekrosis dan PerforasiNekrosis dan perforasi terjadi ketika aliran arteri terganggu.

ObstruksiDistensi appendiksTekanan intraluminal Obstruksi limfatikKongesti venaEdemaBakterial diapedesisMucosal ulcersInvasi bakterialInflamasi serosa yang melekat pada peritoneum parietalThrombosis venaCompromise of arterial b.s.GangrenPerforasiBakteri lolosPeritonitis

G. MANIFESTASI KLINIS APPENDISITIS3,4Symptoms Nyeri abdomen diffus di epigastrium bawah atau regio umbilicalis kemudian terlokalisasi di kuadran kanan bawah (RLQ) Mual muntah Anoreksia Konstipasi atau diareSigns Direct rebound tenderness (Mc.Burneys point) Rovsings signNyeri di kuadran kanan bawah ketika tekanan palpatory diberikan pada kuadran kiri bawah dan juga menunjukkan tempat iritasi peritoneal. Iliopsoas signIliopsoas sign positif apabila pelvis nyeri ketika paha kanan di ekstensikan. Obturator signObturator sign positif jika hipogastrikus nyeri pada peregangan m. obturatorius internus dan ini menunjukkan iritasi di panggul. Pemeriksaan ini dilakukan dengan gerakan rotasi internal pasif dari paha kanan tertekuk dengan posisi pasien terlentang. Dunphy signDunphy sign positif jika nyeri abdomen bertambah ketika pasien batuk.

Alvarado Scale for the Diagnosis of Appendicitis

Symptoms

Signs

Laboratory valuesManifestationsMigration of painAnorexiaNausea and/or vomitingRight lower quadrant tendernessReboundElevated temperatureLeukocytosisLeft shift in leukocyte countsValue11121121

Skor >8 : Berkemungkinan besar menderita appendisitis. Pasien ini dapat langsung diambil tindakan pembedahan tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian perlu dilakukan konfirmasi dengan pemeriksaan patologi anatomi. Skor 2-8 : Tingkat kemungkinan sedang untuk terjadinya apendisitis. Pasien ini sebaiknya dikerjakan pemeriksaan penunjang seperti foto polos abdomen ataupun CT scan. Skor